SIKAP ‘ULAMA BESAR YAMAN ASY-SYAIKH MUQBIL BIN HADI AL-WADI’I rahimahullah Terhadap Usamah bin Laden (Pimpinan Al-Qaedah, Gerakan Terorisme – Khawarij International)

SIKAP ‘ULAMA BESAR YAMAN ASY-SYAIKH MUQBIL BIN HADI AL-WADI’I rahimahullah Terhadap Usamah bin Laden (Pimpinan Al-Qaedah, Gerakan Terorisme – Khawarij International)
Oleh : Redaktur Merekaadalahteroris.com

Dalam sebuah pertemuan bersama ‘Allamatul Yaman Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, dalam surat kabar Ar-Ra’yul ‘Am Kuwait tertanggal 19 Desember 1998 edisi 11.503, beliau berkata :
“Aku berlepas diri di hadapan Allah dari (kesesatan) Bin Laden. Dia merupakan kejahatan dan musibah terhadap umat ini, dan aktivitasnya adalah aktivitas kejahatan.”

Dalam pertemuan yang sama, berkata seorang penanya :

“Kita dapati kaum muslimin selalu dihadapkan dengan tekanan-tekanan  di negeri-negeri barat hanya dengan sebab adanya sebuah peledakan di mana saja terjadi di alam ini?“

Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah menjawab :

“Saya mengetahui hal itu, dan saya telah dihubungi oleh beberapa ikhwan dari negeri Inggris yang mengeluhkan adanya tekanan-tekanan yang mereka alami. Mereka bertanya apakah boleh mengumumkan sikap berlepas diri mereka dari Usamah bin Laden. Maka aku menjawab :

Kami semua berlepas diri darinya dan aktivitas-aktivitasnya sejak jauh sebelum ini. Dan realita menyaksikan bahwa muslimin (yang hidup) di negeri-negeri barat tertekan dengan sebab adanya gerakan-gerakan yang diperankan oleh kelompok Al Ikhwanul Muslimun dan kelompok-kelompok yang lainnya. Wallahul Musta’an.“

Penanya tersebut berkata : “Tidakkah engkau memberikan nasehat kepada Usamah bin Laden?“

Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah menjawab :

“Aku telah mengirim beberapa nasehat (kepada Usamah bin Laden), tetapi wallahu a’lam apakah nasehat-nasehat tersebut telah sampai kepadanya ataukah tidak. Telah datang kepadaku utusan dari mereka yang menawarkan bantuan pada kami untuk berda’wah. Namun setelah itu kami dikejutkan dengan sikap mereka yang mengirimkan sejumlah uang dan meminta kepada kami untuk membagikannya kepada para pimpinan qabilah untuk pembelian tank-tank dan senjata-senjata. Aku menolak tawaran mereka dan aku meminta kepada mereka untuk tidak datang lagi ke kediamanku. Kemudian aku jelaskan kepada mereka bahwa aktivitas kami adalah aktivitas da’wah saja. Dan tidak akan pernah kami ijinkan kepada murid-murid kami untuk melakukan kegiatan selain da’wah.”

–selesai dari Koran Ar Ra’yul ‘Am–

* * *

Asy-Syaikh Muqbil juga berkata dalam kitabnya Tuhfatul Mujib, hasil transkrip sebuah ceramah beliau tertanggal 18 Shafar 1417 H. dengan judul : “Di Balik Peristiwa Peledakan-peledakan di bumi Al Haramain” : Baca selebihnya »

Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i

Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i

Oleh : Redaktur Merekaadalahteroris.com

Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di negeri Yaman – bahkan di dunia Islam secara umum – tidak bisa dilepas dari sosok besar Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah. Beliau lah yang kembali berhasil melakukan tajdid (pembaharuan) Dakwah Salafiyyah di Yaman pada abad ini. Semenjak masa Al-Imam ‘Abdurrazzaq bin Hammam Ash-Shan’ani rahimahullah tidaklah Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Yaman tersebar sebagaimana tersebarnya pada masa Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah.

Beliau adalah Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi bin Muqbil bin Qa`idah Al-Hamdani Al-Wadi’i dari qabilah Alu Rasyid rahimahullah. Beliau adalah duri bagi para pengusung kebatilan, baik dari kalangan Syi’ah Rafidhah, Khawarij, Teroris, Liberalis, Komunis, Shufiyyah, dan kelompok-kelompok sesat lainnya.

Beliau adalah sosok yang dikenal dengan kejujuran, keikhlasan, ‘iffah (menjaga kehormatan dan harga diri), kesabaran, zuhd dalam kehidupan dunia, berjalan di atas aqidah yang benar dan manhaj salafi yang lurus, sikap bijak, santun, lembut, keberanian, serta tampil menyerukan kebenaran. Sungguh sosok beliau mengingatkan dengan sosok para ‘ulama salafush shalih, terutama sosok Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.

Sepulang beliau dari belajar di negeri Tauhid dan Sunnah Kerajaan Saudi ‘Arabia, beliau mulia merintis taklim dan dakwah di negeri Yaman. Maka Allah ‘Azza wa Jalla membukakan pintu kemenangan dan keberhasilan bagi beliau dalam wujud yang sangat besar. Dengan diiringi dan dibantu oleh teman sepejuangan beliau sekaligus murid besar beliau, Al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah, berdirilah Pondok Pesantren beliau di desa Dammaj – Sha’dah Yaman, yang diberi nama Ma’had Darul Hadits. Sungguh Allah barakahi dakwah dan perjuangan beliau. Pesantren beliau menjadi pesantren yang sarat dengan ilmu. Berbagai disiplin ilmu agama diajarkan di sana. Dengan dilandasi keikhlasan niat, kesungguhan, kasih sayang, akhlaq mulia, kesantunan, jauh dari sikap brutal dan ekstrim. Para murid berdatangan dari seantero dunia Islam dari seluruh penjuru dunia. Kalau dulu dikatakan bahwa tidak ada seorang ‘ulama yang paling banyak didatangi oleh para Ahli Hadits dari berbagai penjuru negeri seperti Al-Imam ‘Abdurrazzaq Ash-Shan’ani rahimahullah. Maka pada masa ini, tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa tidak ada seorang ‘ulama yang paling banyak didatangi oleh para penuntut ilmu dari berbagai penjuru negeri seperti Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah. Baca selebihnya »

Menghindari Bencana dengan Takwa

Menghindari Bencana dengan Takwa

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Bencana demi bencana telah menimpa kita kaum muslimin terkhusus yang ada di Indonesia ini. Banyak fihak telah menganalisa kenapa dapat terjadi seperti itu.

Gempa misalnya para ahli menjelaskan struktur permukaan laut kepulauan yang menjadikan semua gempa itu.

Itu tidak mutlak salah bahwasannya keadaan geografi itu adalah merupakan salah satu saranya yang Allah ta’ala gunakan untuk memberikan peringatan kepada kita semua dengan gempa yang terjadi berkali-kali.

Kita semua sedang diingatkan bahwa terhadap kemauan Allah kita semua tidak mampu berbuat apa-apa.

Yang Allah ta’ala kehendaki terjadi pasti akan terjadi.

Inilah cara berfikir yang benar insya Allah yaitu mengembalikan semua yang terjadi adalah kehendak Allah, peringatan dan ujian dari Allah untuk kita semua. Tanda kasih-Nya agar kita kembali menapaki kebenaran konsekwen dengan tujuan kita semua diciptakan yaitu untuk beribadah kepada-Nya.

Kaum Muslimin semoga Allah merahmati kita semua.

Sesungguhnya takwa kepada Allah adalah salah satu tujuan kita semua diperintahkan berpuasa di bulan Ramadha. Alhamdulillah kita semua telah melalui bulan tersebut, masih teringat dan terngiang dibenak kita semua bulan-bulan yang penuh indah itu, Allah mudahkan kita beribadah kepada-Nya dengan penuh ketundukan.

Namun bangsa ini kaum muslimin di indonesia ini bukan saja orang-orang yang beribadah kepada-Nya saja. Ada diantara mereka yang mengaku muslim akan tetapi melakukan tindakan-tindakan yang bahkan dapat menggugurkan keislamannya seperti : Menyembah berhala (pohon, kuburan, gunung, laut, dukun dll)

Adapula orang-orang yang mengaku muslim mengaku pengikutnya Nabi Muhammad mereka beribadah kepada Allah sama sekali tidak menggunakan teladan-teladan yang Rasulullah tuntunkan mereka membuat syariat baru ajaran baru dalam menyembah kepada Allah.

Dua perkara di atas merupakan dua hal yang paling tampak pembangkangannya kepada Allah. Karena apa ?

Allah ciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya namun manusia justru beribadah kepada selain-Nya.

Kemudian Allah utus Nabi-Nya agar dicontoh dalam beribadah malah mereka membuat ajaran baru yang sama sekali tidak diajarkan oleh Nabi-Nya.

Maka kita semua harus menilai dan menilai pada diri kita masing-masing. Benarkah kita telah menyerahkan semua sesembahan kita pada Allah semata dan telah benar-benar mencontoh Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wasalam dalam beribadah kepada-Nya ?

Baca selebihnya »

Saudaraku Jangan Cepat-cepat Sholatnya

Saudaraku Jangan Cepat-cepat Sholatnya

Oleh : Abu Utsman Kharisman

Sebuah fenomena yang memprihatinkan, ketika seseorang sedemikian tangkas dan cekatannya menyelesaikan sholat dalam waktu yang demikian singkat, sehingga seakan-akan dengan semakin beranjaknya usia merambat, semakin tinggi ‘jam terbangnya’, semakin terlatih pula ia menyelesaikan sholat dengan catatan waktu tercepat. Subhaanallaah…!

Semangat beribadah yang tinggi pada bulan Ramadlan, dengan sholat tarawihnya sering dijadikan sebagai sarana olahraga alternatif karena dengan kecepatan di atas rata-rata, amalan sholat-yang seharusnya demikian suci dan mulya- menjadi lebih mirip gerakan-gerakan senam tempo tinggi. Maasyaa Allaah !

Sering pula bacaan AlFatihah dan surat yang dibaca imam demikian cepatnya, sehingga sang imam tidak merasa perlu untuk ‘menghidangkan’ bacaan tartil yang menghantarkan makmum pada kekhusyu’an. Sang imam juga tidak merasa terbebani untuk memperdengarkan bacaan tersebut karena memang yang ada dalam benaknya adalah sesegera mungkin menyelesaikan rutinitas tersebut. Baca selebihnya »

Sindrom Khowarij

Sindrom Khowarij

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Untuk menghilangkan syubhat terhadap pemikiran khowarij tidak gampang membutuhkan keseriusan bagi orang yang menginginkan terbebas dari pemikiran menyimpang ini. Oleh karena itu bagi siapa saja yang merasa sebagai orang kalah,  senantiasa berprasangka buruk terhadap pemerintah muslim,  senantiasa membenci mereka, dendam, kepuasannya adalah runtuhnya mereka, dicopotnya mereka. Dan semua itu tak pernah berakhir, kecewa dan kecewa, kalah dan kalah itu lah perasaan anda. Dendam, namun anda tetap merasa bahwa itu semua  merupakan wujud membela Islam wal Muslimin.  Maka ketahuilah dalam keadaan seperti ini anda telah terkena penyakit Sindrom Khowarij.

Tak mudah untuk menyembuhkan kegelisahan hati anda, anda harus banyak belajar terhadap Islam yang benar, Islamnya Ahlussunnah Wal-Jamaah, hadir ke majlis ta’limnya baca kitab-kitabnya dengan tenang sembari terus memohon petunjuk kepada Allah ta’ala.

Berikut ini salah satu buku yang harus anda baca untuk menyembuhkan penyakit kronis anda virus khowarij yang telah muncul 1400 tahun yang lalu . Download dan pelajari dengan tenang dan terus berdoa.

Berikut Jawaban Terhadap Syubuhat Khawarij

Jawaban Terhadap Syubhat-syubhat  Khawarij

Oleh : Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed


Bagian 1

1. Mereka menganggap sama antara ancaman Allah dan janji-Nya.

2. Tidak membedakan kufur akbar dan kufur ashghar.


Khawarij berasal dari kata khuruj yang artinya memberontak. Mereka adalah satu kelompok yang menjadikan pemberontakan terhadap para penguasa sebagai agamanya. Mereka mengkafirkan kaum muslimin dengan dosa-dosa besar, khususnya terhadap para penguasa. Kemudian menghalalkan darah mereka sebagai jembatan untuk menghalalkan pemberontakan terhadap mereka. Mereka adalah kaum reaksioner yang berjalan dengan emosinya tanpa didasari ilmu.

Atas dasar itulah mereka berduyun-duyun datang ke Madinah dari Mesir, Kuffah dan Basrah menuju rumah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu menuntut diturunkannya beliau dari Khilafah. Mereka menuduh Utsman menyelewengkan harta Baitulmal (korupsi), Utsman lebih mementingkan keluarganya (nepotisme), dan lain-lain. Inilah demonstrasi pertama dalam sejarah Islam, yang merupakan sunnah sayyi’ah (contoh yang jelek) dari kaum khawarij. Demonstrasi mereka itu berakhir dengan anarkis hingga terbunuhlah Utsman ibnu Affan radhiallahu ‘anhu.

Jika manusia terbaik setelah Abu Bakar dan Umar dituduh dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), maka bagaimana mereka akan puas dengan khalifah-khalifah setelahnya, terlebih lagi pemimpin kaum muslim pada zaman kita ini. Dengan kata lain mereka akan tetap tidak pernah puas terhadap pemimpin manapun sampai akhir zaman. Dan mereka akan terus hidup memberontak, membunuh dan menteror kaum muslimin.Baca selebihnya

Bagian 2

Mengkafirkan Penguasa


Ketika dua kelompok yang bertikai dalam perang shiffin sepakat memilih dua penengah yaitu Abu Musa al ‘Asyari radhiallahu ‘anhu dan ‘Amr bin Ash radhiallahu ‘anhu, kaum khawarij keluar dan berlepas diri dari dua kelompok tersebut. Mereka mengangkat mushaf di ujung-ujung pedang mereka seraya berkata :

إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلَّهِ

ِ

Tidak ada hukum kecuali milik Allah. (al-An’aam: 57)

Melihat keadaan ini, berkatalah Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu :

كَلِمَةُ حَقٍّ أَرَادُ بِهَا الْبَاطِلَ

َ

Kalimat yang hak, tapi yang mereka maukan adalah kebathilan.(Lihat as-Syariah oleh Al-Ajurri).

Inilah syubhat berikutnya dari kaum khawarij, yaitu menganggap bahwa mengangkat seseorang sebagai hakim untuk menengahi suatu pertikaian termasuk berhukum kepada selain Allah. Akhirnya mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu, Abu Musa Al ‘Asyari, Amr bin Ash dan seluruh para sahabat yang ikut dalam dua pasukan tersebut. Demikian pula terhadap seluruh kaum muslimin yang ridha pada dua hakim penengah yang telah ditunjuk. Dalil yang mereka jadikan sandaran adalah ayat Allah subhanahu wata’ala:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

َ

Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. (al-Maidah: 44). Baca selebihnya

Bagian 3

Menganggap Kelompoknya adalah Al-Jamaah


Syubhat khawarij berikutnya adalah mereka menganggap kelompok atau organisasinya sebagai ‘al-Jama’ah’. Mereka menganggap pimpinan kelompoknya sebagai ‘imam’ yang harus dibaiat dan ditaati. Setelah itu mereka membawakan dalil-dalil dari hadits-hadits tentang wajibnya berpegang teguh dengan jama’ah, wajibnya taat kepada imam dan halalnya darah orang yang melepaskan diri dari baiat.

Sungguh ini adalah syubhat yang paling mengerikan dari kelompok khawarij. Dengan syubhat ini mereka mengikat anggotanya, hingga mereka seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Ketika ada sebagian dari mereka ingin keluar dari kelompoknya, ia diancam dengan hadits tentang bughat yaitu diperanginya orang yang keluar dari jama’ah. Ketika mereka ingin mengikuti al-haq -yang berarti harus menyelisihi amar (perintah-perintah) pimpinannya-, mereka diancam dengan hadits tentang orang yang menyelisihi baiat dan seterusnya.

Sepintas para anggota kelompok ini merasa yakin atas kebenaran dalil-dalil yang dibawakan oleh pimpinannya, karena hadits tersebut dikeluarkan dalam kitab-kitab shahih. Namun ternyata ada satu permasalahan yang menyebabkan hadits-hadits tersebut tidak tepat untuk diterapkan pada kelompok tersebut, yaitu yang berkaitan dengan makna jama’ah dan imamah. Baca selebihnya

Mengapa Menolak Demokrasi Tetapi Menerima Hasilnya

Mengapa Menolak Demokrasi Tetapi Menerima Hasilnya

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Ada seorang ikhwah yang meminta penjelasan tentang pemerintah kita mereka muslim apa kafir wajib taat apa tidak. Sebenarnya sudah banyak tulisan tentang masalah ini. Karena kami menganggap tulisan saja tidak cukup dan ada orang yang terkadang lebih mudah menerima dengan ceeramah (audio) berikut kita tampilkan ceramah Al-Ustadz Muhammad Assewed.

Cara Memilih Pemimpin

Semoga Bermanfaat

Saudaraku, Koreksilah Pergaulanmu (1)

Saudaraku, Koreksilah Pergaulanmu (1)

Bergaul dengan Orang-Orang Kafir

Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah


Sebagai jalan hidup dan agama yang mengemban misi rahmatan lil ‘alamin, Islam tentu mengatur kaidah bermuamalah atau bergaul bagi pemeluknya. Baik itu terhadap sesama muslim maupun pemeluk agama lain. Tidak mengentengkan yakni tidak tenggelam dalam budaya toleransi yang menjebak, namun juga tidak berlebihan semisal melakukan tindak anarkis.

Tentu bukan hal aneh lagi jika kita menjumpai bermacam-macam warna dan perilaku dalam kehidupan masyarakat kita. Ini terjadi dengan sebab yang beragam. Terkadang dilatarbelakangi lingkungan, masyarakat, pergaulan, teman-teman, dan sebagainya. Semuanya ini menuntut agar kita bisa memosisikan syariat sebagai landasan pergaulan sehingga bisa merangkul semua perbedaan tersebut dengan cara menyingkirkan sesuatu yang tidak ada syariatnya dan mengokohkan yang ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca selebihnya »

Menaati Keputusan Pemerintah dalam Awal Ramadhan dan Berhari Raya Idul Fitri Nasehat Para Ulama untuk Segenap Kaum Muslimin

Menaati Keputusan Pemerintah dalam Awal Ramadhan dan Berhari Raya Idul Fitri Nasehat Para Ulama untuk Segenap Kaum Muslimin

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Tampak sangat jelas keburukan yang ditimbulkan akibat kaum muslimin membangkang terhadap penguasanya. Terjadinya peledakan-peladakan di negeri ini yang dilakukan oleh Noordin M Top merupakan bukti yang nyata bagi orang-orang yang telah di beri kefahaman agamanya oleh Allah ta’ala. Tidaklah Noordin dan teman-temannya melakukan hal ini kecuali mereka menuduh pemerintah Indonesia ini pemerintahan kafir tidak berhukum dengan hukum Allah sehingga tidak layak dan tidak wajib taat kepada mereka bahkan kebalikan dari itu berperang melawan mereka memberontak mengeluarkan segala daya dan upaya untuk membunuh dan menggulingkan mereka merupakan sebesar-besar jihad.

Tumpahnya darah kaum muslimin terjarahnya harta mereka (muslimin) juga merupakan bukti-bukti yang sangat jelas akibat membangkang dan tidak mentaati penguasa. Para pembaca mungkin ingat peristiwa menjelang lengsernya Bapak Presiden Suharto tahun 1997-1998 terjadilah saat itu pengrusakan, pembakaran,  perampasan diantara sesama penduduk negeri akibat provokasi orang-orang yang menamakan dirinya reformis mereka mengajak kaum muslimin membenci dan mencaci terhadap penguasanya. Dan terjadilah apa yang telah terjadi. Apakah setelah itu terjadi apa yang namanya kebaikan sebagaimana yang dijanjikan oleh para reformis tersebut. Para pembaca dapat menilai sendiri dengan kacamatanya masing-masing.

Diantara kerusakan dan ini merupakan musibah yang sangat besar yaitu tercerai berainya kaum muslimin dalam kotak-kotak organisasi mereka. Masing masing kaum muslimin hanya mau taat kepada pimpinan jamaahnya atau pimpinan organisasinya.  Padahal diantara keindahan islam adalah Islam mampu menyatukan berbagai suku dan qabillah yang ada di jazirah arab waktu itu yang saling bermusuhan. Datanglah Islam maka mereka menjadi satu tubuh bersaudara di bawah bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hal ini tersirat dengan jelas dalam surat Ali Imron ayat 103, Allah berfirman :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Bentuk keburukan yang nyata ketika mereka hanya mau mentaati pemimpin kelompoknya dengan taashub jahiliyah dan fanatik buta yaitu mereka mengawali Puasa dan mengakhirinya yaitu berhari raya Idul Fitri mengikuti keputusan pimpinan kelompok mereka. Sehingga Puasa Ramadhon yang merupakan amalan syiar Islam merupakan ibadah jam’iyah amalan yang mestinya diamalkan oleh kaum muslimin bersama-sama justru berubah sebagai bukti kelemahan kaum muslimin bukti bahwa kaum muslimin  bercerai berai. Mereka mengawali Ramadhon dan berhari raya Idul Fitri berbeda-beda. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersamba :

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ, وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ, وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ

“Shaum itu di hari kalian (umat Islam) bershaum, (waktu) berbuka adalah pada saat kalian berbuka, dan (waktu) berkurban/ Iedul Adha di hari kalian berkurban.”

Maka dalam kondisi seperti ini ahlu sunnah salafy sebagai kelompok yang senantiasa memperjuangkan kemulian Islam dan kaum muslimin, senantiasa menyeru kaum muslimin kembali kepada ajaran RasulNya yang mulia, tak henti-hentinya menyeru mereka untuk bersatu dan kembali kepada kebenaran. Dalam hal ini berpuasa dan berhari raya bersama pemerintah kaum muslimin ketika pemerintah itu baik maupun fajir, ketika pemerintah itu pemerintah yang tegak di atas sunnah maupun pemerintah yang melakukan tindakan-tindakan maksiyat.

Berikut ini nasihat untuk seluruh kaum muslimin dari seorang dai ahlussunnah. Mudah-mudahan bermanfaat buat seluruh kaum muslimin dan merupakan sebab terjadinya persatuan dan kebersamaan di kalangan kaum muslimin khususnya kita semua yang berada di negeri Indonesia ini.

Pada tulisan berikut disebutkan dengan hujah-hujah yang terang dari hadits Rasulullah maupun ucapan para ulama terdahulu maupun sekarang berkaitan wajibnya taat pada penguasa   dalam perintah yang ma’ruf dalam keadaan pemerintah tersebut dalam ketaatan kepada Allah maupun mereka seorang yang terkadang  bermaksiat kepadaNya, selagi mereka seorang muslim.

Supaya bermanfaat hendaknya kita semua berusaha membaca dengan sungguh-sungguh meninggalkan taashub dan fanatik buta dan jangan lupa memohon petunjuk kepada Allah akan hidayah dan taufiqNya.

Download dan cetak MS Word : puasa barsama-sama

Tulisan yang terkait dan melengkapi : Menyambut Ramadhan (satu)

Baca selebihnya »

Awas Batal Puasa Kita

Menyambut Ramadhon dengan Ilmu

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Berikut ini link-link postingan saya terdahulu dalam rangka menyambut Ramadhan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Menyambut Ramadhan (satu)

Menyambut Ramadhan (Dua)

Tentang Puasa dan Ramadhan

Kemudian saya tambahkan tulisan baru berkenaan pembatal-pembatal pahala puasa yang ditulis oleh Al-Ustadz Qomar ZA, Lc. Selamat menikmati.

Awas Batal Puasa Kita

Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc

Ramadhan bulan penuh berkah, rahmat, dan keutamaan adalah kesempatan emas bagi setiap muslim yang mendambakan ampunan Allah dan surga-Nya, yang mengharap jauhnya diri dari murka Allah dan siksaNya. Merupakan karunia Allah pada kita ketika Allah panjangkan umur kita sampai pada bulan mulia ini, karena dengan itu berarti Allah memberikan kepada kita peluang besar untuk menggapai maghfirah (ampunan) dan surga-Nya. Serta peluang bagi kita untuk berusaha menyelamatkan kita dari neraka-Nya, dimana pada bulan ini di setiap malamnya Allah membebaskan sekian banyak orang yang mestinya menghuni neraka. Baca selebihnya »