Aku

Sepenggal Kisah Perjalanan Pemahaman Agamaku

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Washsholatu wasalamu ‘ala Nabiyina Muhammaddin Wa’ala alihi Washohbihi Ajma’in Waman tabiahum ila yaumiddin. Amma ba’du. Kata orang tak kenal maka tak sayang, ya agar para pembaca tidak ragu membaca blog saya, berikut ini sepenggal kisah perjalanan agamaku.

Ayah dan Ibu memberi nama padaku Mohamad Fachrurozi, maklum orang jawa mestinya yang benar adalah Muhammad Fachrurrozi, namun toh demikian saya bersyukur Bapak Ibuku menyematkan nama Islam buat anaknya tercinta, tidak seperti kebanyakan orang tua saat ini yang memberikan nama pada anaknya keindi-indiaan bahkan ke barat-baratan. Kita berlindung kepada Allah dari hal demikian.

Nampak dari nama yang mereka berdua berikan, ada pesan melekat kuat agar anaknya komitmen dengan agamanya, menjadi anak yang sholih berbakti kepada kedua orang tuanya. Semoga Allah membimbing saya mewujudkan tujuan mulia kedua orang tua. Amin.

Saya tumbuh dan berkembang di lingkungan Masjid Muhammadiyah, orang kampung memberi nama Masjid itu dengan nama Musholla Al Muttaqin tepatnya di Desa Purworejo Kecamatan Ringin Arum Kabupaten Kendal. Di masjid itulah saya mengenal agama Islam, membaca alqur’an dan semua dasar-dasar agama selayaknya TPA jaman sekarang. Yang membedakan barangkali kebanyakan TPA saat ini dikelola dengan sungguh-sungguh sedangkan jaman saya dulu dikelola seadanya dengan pengajar pemuda-pemuda di kampung saya yang nota bene tidak pernah belajar agama dengan matang pula. Namun toh demikian saya bersyukur kepada Allah, semoga semua ustadz-ustadz saya dulu mendapat pahala sesuai yang mereka kerjakan.

Setelah saya memahami Islam saya baru tahu bahwa di masjid Al Muttaqin dahulu diajarkan pemahaman ingkarussunnah seperti aliran Isa Bugis dan Kyai Hambali dari Weleri (sampai saat ini aliran ini masih eksis di Weleri Kendal), barang kali karena kebanyakan pengurus Muhammadiyah di kampung saya tidak ada yang mumpuni dalam bidang agama sehingga siapapun yang dapat berbicara dimimbar, mampu menerjemahkan Al Qur’an diundang mengisi pengajian di Masjid. Namun hal positif yang sampai saat ini ada di masjid itu adalah semangat beribadah terutama sholat berjamaah dan infaq selalu digalkkan dan disambut oleh kebanyakan jamaah masjid.

Tidak seperti kebanyakan Masjid di kampung yang lain, ketika Dzuhur dan Ashar tidak ada jamaahnya, di masjid itu Alhamdulillah sampai saat ini dapat dikategorikan masjid yang ramai. Demikian juga infaq senantiasa digalakkan, sehingga orang-orang di kampung saya mampu bersama-sama mamondokkan anak cerdas yang orangtuanya tidak mampu, sayang seribu sayang kebanyakan anak-anak yang polos itu dikirimnya ke pesantren ngruki. Orang-orang di kampung dulu hanya mengetahui bahwa Ngruki adalah bukan NU, Ngruki tidak mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang diamalkan oleh orang-orang NU. Mungkin hanya itu pertimbangannya atau karena memang Muhammadiyah waktu itu tidak punya lembaga-lembaga pesantren yang bagus menurut orang-orang di kampung saya. Wallahu ta’ala a’lam.

Dari sedikit uraian itu nampak bahwa saya semenjak kecil telah rajin mengikuti faham sesat ingkarussunnah, kemudian menginjak remaja dan mahasiswa selepas teman-teman saya yang mondok di Ngruki (Al Mukmin) pulang saya belajar juga faham-faham dari ngruki. Di tambah lagi di dunia kampus, pada tahun 90an dulu di IKIP Semarang saya mendapat faham-faham Ikhwanul Muslimin dari teman-teman, disamping baca sendiri dari buku-buku Said Hawa (Al Islam 1-4, Junndullah dll), juga buku-bu Yusuf Qordhawi. Lengkap sudah saya menjadi orang yang berfaham campur aduk. Namun sampai saat itu saya belum mengerti mana yang di maksud Al Jama’ah yang telah Rasulullah kabarkan melalui lisannya. Dengan teman-teman di kampung baik yang dari Ngruki atau yang kuliah dikota lain saya selalu diskusikan siapa Al Jama’ah dan tidak pernah ketemu jawabannya.

Akhirnya, setelah saya pindah ke Cilacap, saya bekerja bersama Orang Jamaah Muslimin (Hizbullah) yang bernama Badrudin, BA semoga Allah memberi hidayah padanya. Darinyalah saya mengenal Jamaah Muslimin (Hizbullah), saya pelajari bukunya, saya baca berulang-ulang dan masuklah saya ke jamaahnya. Kurang lebih Lima tahun saya di Jamaah Muslimin (Hizbullah) bekerja, mengajar di pesantrennya, menjadi Sekretaris Riyasah (tingkat desa), Sekretaris Niyabah (tingkat daerah) dan juga sekali kali mengisi pengajian buat anggota-anggota Jamaah Muslimin (Hizbullah).

Namun toh hati ini tidak pernah tentram saya belum mendapatkan jawaban Siapa al Jamaah. Siapakah yang mendapat janji Allah melalui lisan Rasul-Nya akan dimasukkan ke Jannah sementara golongan lain di ancam dengan An Naar ?
Terus saya utarakan gagasan-gagasan saya di Jamaah Muslimin (Hizbullah), saya diskusikan pemikiran saya dengan tokoh-tokoh mereka.

Begitu masuk Jamaah Muslimin (Hizbullah) saya langsung datangi Amir Tarbiyah Pusat Ustadz Fadhil di Mranggen, juga ustadz lain seperti Ustadz Yahsya, Ustadz Abul Hidayat, Ustadz Arif, Ustadz Minhaj semua dari mereka sudah pernah saya ajak dialog, untuk menumpahkan uneg-uneg yang ada dipikiran saya. Mereka semua mengatakan bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah)lah al Jamaah.

Satu yang menyimpang dari mereka adalah Ustadz Arif Hizbullah, MA Dia mengatakan bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah) bukan satu-satunya al Jamaah, kelompok lainpun yang mengamalkan Sunnah-sunnah Rasulullah dengan konsekwen dialah Al Jamaah. Orang dapat menjadi Al Jamaah dapat di mana saja, di organisasi apa saja yang penting mengamalkan Islam dengan konsekwen, komitmen dengan sunnah-sunnah Rasulullah dialah al Jamaah. Suatu kali saya pernah utarakan pada Ustadz Arif untuk merubah pemikiran yang ada di Jamaah Muslimin (Hizbullah), Diapun diam bisu tak mampu apa-apa, pemahaman itu walaupun berbeda dibiarkan.

Waktu itu muncul buku Huru Hara Akhir Zaman, saya membaca, saya cari juga buku Umur Ummat Islam (satu penulis, Alhamdulillah sekarang saya telah mengerti bahwa buku inipun di dalamnya banyak penyimpangannya dari manhaj ahlussunnah), buku itu menyadarkan saya bahwa saat khilafah belum ada, Jamaah Muslimin (Hizbullah) bukan khilafah, khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah belum Allah hadirkan di muka bumi.

Pada saat yang sama beberapa ikhwan telah mengikuti kajian salafy, salahsatu dari mereka sering mengajak saya, mendatangi rumah saya, berdialog yang akhirnya sepakat mengadakan kajian khusus membahas jamaah, imamah dan bai’at. Saya dan beberapa ikhwan dari Jamaah Muslimin (Hizbullah) mendengarkan ceramah Ustadz Sanin Hasanudin kemudian kami berdebat sampai tiga kali pertemuan, dengan apa yang saya miliki sayapun bela mati-matian Jamaah Muslimin (Hizbullah), akhirnya saya menyadari akan kebodohan saya selama ini, peristiwa itu menyadarkan saya untuk kembali kepada para ulama Islam, ulama Ahlussunnah.

Namun toh saya belum bias meninggalkan faham-faham saya selama ini, tentang wajibnya khilafahdan wajibnya syariat Islam sehingga mengharam taat pada penguasa RI yang syah, tentang thoghutnya pemerintah Idonesia dan pemerintah-pemerintah yang ada saat ini, mereka semua bersistem kerajaan, mereka menerapkan sistem demokrasi, mereka menerapkan sistem-sistem jahiliyyah, mereka semua adalah musuh Islam, termasuk para ulamanya yang mendukung kerajaan, mendukung demokrasi, mendukung perpecahan dalam bentuk negera-negara dan lain-lain hasil belajar saya dari banyak aliran, tetap menyisakan faham seperti itu. Sungguh saya dulu tersesat, tersesat yang sangat jauh.

Barangkali hasil dialog dengan Ustadz Tsanin adalah sadarnya saya bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah) bukan khilafah, baiat pada mereka adalah bid’ah. Al hamdulillah saya tahu Jamaah Muslimin (Hizbullah) bid’ah sebagai orang yang dari kecil dididik untuk tidak bid’ah saya langsung keluar, saya pamit baik-baik dengan pimpinan saya, Naib Saya, Naib Agus Rizky Sudjarwo (Alhamdulillah diapun saat ini telah menerima manhaj salaf), ya saya pamit baik-baik.
Ya saya keluar dari Jamaah Muslimin (Hizbullah) belum tahu mau kemana, hati saya masih cinta dengan ikhwanul muslimin, Said Hawa, Yusuf Qordhawi, Hasan Al Banna dan Sayit Qutub. Tapi saya mulai menerima salafy, dihati ini mulai tumbuh cinta pada Syekh bin Baz, Syekh Al Bani dll. Maka, saya datang ke toko buku, saya beli buku-buku terjemahan yang berfaham salafy dan berfaham ikhwani, saya bandingkan, saya pelajari, saya terus berdoa, dan terus teman saya ngajak saya ngaji salafy akhirnya hati ini Allah tunjukkan kepada manhaj yang lurus ini manhaj yang benar.

Selesaikah perjalanan pemahaman Islam Saya, belum..masih ada PR, orang bilang di Indonesia ini ada dua salafy, saya berlangganan Assunnah, saya berlangganan As-Syariah, sekali-kali saya beli al furqon dan terus saya dialogkan dengan Ustadz yang ada tentang dua salafy ini. Mereka Ustadz saya seperti Ustadz Sanin, Ustadz Saeful, Ustadz Dzulqornain, Ustadz Muhammad tidak mau menjelaskan dalam perkara ini, mereka menganjurkan saya untuk sibuk menuntut ilmu jangan masuk dalam perkara-perkara seperti ini, Salaf itu manhaj bukan kelompok jangan antum cari kelompok mana yang benar tapi carilah ajaran mana yang benar.

Bahkan suatu kali ketika Ustadz Dzulqornain saya tanya, pada siapa kita mengambil Ilmu sementara banyak majalah, situs dll yang mengaku salafy ? beliau menjawab Ambillah Ilmu dari orang yang benar-benar salafy, Beliau tidak mau menjawab siapa yang benar-banar salafy.

Ya, Al hamdulillah Allah tidak pernah membiarkan hambanya kebingungan, hati ini sekarang telah mantap mengambil ilmu dari ustadz-ustadz yang saya yakini mereka benar-benar bermanhaj salaf, tidak ada keraguan padanya semoga Allah menjaga mereka dan mengokohkan ilmu mereka.

Diantara ustadz-ustadz yang saya ambil ilmunya adalah : Ustadz Sanin Hasanudin, Ustadz Saeful Bachri, Ustadz Sa’id Hasan, Ustadz Saefudin, Lc di majlis-majlis taklim mereka.. Tidak ketinggalan Ustadz Muhammad, Ustadz Luqman, Ustadz Dzulqornain dll disetiap ada daurah diwilayah cilacap purwokerto dan sekitarnya.

Bagaiman dengan Ustadz-ustadz yang bergabung dengan Majalah Assunnah, jawabannya sangat mudah, saya tidak berani mengambil ilmu pada mereka karena saya tidak tahu persis siapa mereka, bagaimana menreka mencari harta, cara ibadah mereka, keseharian mereka loyalitas mereka dengan Islam ini dalam kehidupan yang nyata. Ya saya tidak mengenal mereka hingga saya tidak berani mengambil ilmu darinya, saya berhenti berlangganan Assunnah, Al furqon. Kalau ada yang bilang apakah anda mengeluaarkan mereka dari salafy, jawabnya…tidak sesederhana itu, ajaran salaf itu luas dari akan tidur, bangun tidur sampai tidur lagi. Maka terkadang seseorang itu salafy dan dalam hal lain bukan salafy. Sekali lagi saya mau mengambil ilmu dari orang yang saya ketahui, yang sudah saya ketahui bahwa mereka benar-benar salafy, bukan orang-orang yang masih diragukan kesalafiyannya atau mereka orang-orang yang bekerja sama dengan yayasan-yayasan hizbi atau orang-orang yang membenci salafy akan tetapi berloyal dengan orang-orang yang berloyal dengan yayasan hizbi.

Ilmu ini agama maka periksa dari mana engkau mengambilnya. Wallahu ta’ala a’lam.

220 thoughts on “Aku

  1. TKB Agustus 3, 2007 pukul 12:05 pm Reply

    assalaamu’alaikum Ustadz..
    Link Ulamanya kok gak valid?
    Apa karena internet saya yang eror ya? soalnya nyambungnya ke situs gak jelas..

    Wa’alaikum Salam warohmatullahi wabarokatuhu
    Maaf ya, dulu pertama saya buat lancar-lancar saja, coba nanti kalau ada waktu saya cek lagi, Barokallahu fikum semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua

    • dany rakhmad Agustus 21, 2009 pukul 10:43 pm Reply

      Assalaamu’alaikum

      Kisah perjalanan antum hampir sama dg ana. Berawal dari tariqat sufiyah, kemudian hisbuttahrir dan Alhamdulillah menjadi salafyin. Ana mengenal salafy jauh sebelum salafy terpecah, saat itu teman2 banyak yg menangis sedih. Ana pernah mengikuti kajian ustadz2 yg dulunya satu, ustadz ja’far, ustadz muhammad assewed, ustadz yazid dll. Memang sangat disayangkan mereka berpisah, namun satu hal yg aku ingat, ambillah kebenaran meskipun datangnya dari anak kecil. Jangan melihat siapa yg berkata namun lihatlah apa yg dikatakan, jika perkataannya sesuai dg qur’an sunnah dg pemahaman salafushalih maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Selalu berdo’a minta hidayah, krn ana yakin kita mengenal salafy jg dari hidayahNya. Jangan sampai kita masuk kedalam firqah2 yg fanatik thd golongan, padahal kita sendiri memerangi hal itu.

    • abu muhammad September 17, 2009 pukul 5:17 pm Reply

      Assalamualaikum………
      Arju antakuna antum wa ailatakum fii khoir.
      salam kenal,akh
      tolong antm beri saran ana krna kisah kita dalam mengenal manhaj salaf hampir sama.cuma ana hampir putus asa ketika sekitar tahun 2001.pulang dari ambon dituduh yang jelek2 sama ikhwan karena pulang duluan baru ijin lewat televon.alasan ana karena akhir2 disana kita dibenturkan dengan aparat dan sungguh ana sangat takut kenapa jadi seperti ini jihadnya.banyak yang membingungkan ana.karena ana waktu itu juga baru mengenal manhaj salaf.ana hijrah ke tidore di tempat saudara alhamdulillah disana mengenal ust.abdullah eko dari mahad jamilurrohman dan beliau memberikan banyak nasehat pada ana tentang makna jihad yang sebenarnya.afwan sebenarnya masih banyak yang ingin ana tulis namun intinya begini ana ingin semua ikhwah yang mengaku salafy agar menjaga lisan2 mereka dari hal 2 yang mengandung fitnah semoga Alloh menunjukan pada kita bahwa yang benar itu benar dan kita diistiqomahkan diatasnya dan yg salah itu salah dan kita di jauhkan darinya.ana harap antum mau kirim email ke ana yang berisi nasehat2.jazzakallohu khoirol jazza.

  2. TKB Agustus 3, 2007 pukul 12:39 pm Reply

    Assalaamu’alaikum

    Ustadz, saya jadi ingin minta saran kepada panjenengan.. Saya ini kan lagi nyari ilmu karena kebodohan saya. Nah saya sedang mencari Tafsir Al Qur’an yang berpaham salafy. Apakah penjenengan bersedia untuk memberi rekomendasi dan informasi kepada saya tentang Tafsir Al Qur’an yang harus saya baca? Mohon info tentang judul dan penulisnya.

    Jazakumulloh Khoir

    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu, maaf saya bukan ustadz sungguh bukan karena tawadhu atau merendahkan diri, bahkan ustadz-ustadz sayapun mereka mengaku belum layak untuk disebut ustadz apalagi saya.
    Mengenai kitab tafsir, panjenengan dapat membaca Tafsir Ibnu Katsir atau Karimirrohman karya Syaikh Assa’di rahimahullah. Barokallahufikum, semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua, amin.

  3. TKB Agustus 4, 2007 pukul 4:28 am Reply

    Baiklah, tafadhal kalau panjenengan tidak bersedia disebut Ustadz, kalau begitu saya panggil Saudara saja ya…

    Saudaraku…
    Adakah situs internet yang menyediakan downloadan Tafsir-tafsir tersebut? soalnya biar mudah dibawa kemana2, saya ingin download e-booknya saja, kalau bisa.

    Afwan akhi ana ga tahu belum pernah menjelajahi internet untuk mencari e-book.
    Tanya Abu Aqil atau Abu Maulid / Anto Salafy aja, mungkin Mereka mengetahui.
    Klik aja di link Ikhwan

  4. Abu Afra Agustus 4, 2007 pukul 6:00 am Reply

    Barokallahufikum

    wa iyakum

  5. Abu Rafiq Al Indramayuniy Agustus 4, 2007 pukul 7:26 am Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam kenal dari ana, Abu Rafiq Al Indramayuniy. Barakallahu fiik

    Wa’alaikum Salam warohmatullahi wabarokatuhu
    Semoga allah mempertemukan kita. Barokallahufikum

  6. haulasyiah Agustus 6, 2007 pukul 6:21 pm Reply

    As Salamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Akhi salam kenal juga…
    Akhi dauroh Bantul datang nggak? siapa tahu bisa bertemu.
    barakallahu fiikum

    Alaikum salam warohmatullahiwabarokatuhu.
    Insya Allah datang, tapi ga tahu hari yang ke beapa.
    Ana belum siap ketemu antum, malu….
    Barokallahu fikum

  7. abuannisa Agustus 8, 2007 pukul 12:33 pm Reply

    Assalamu’alaikum
    Af1 akh, Salam kenal ya… oya, antum cilacap-nya di daerah mana? barangkali ana pas kesana bisa silaturrahmi. Kebetulan ana setiap pekan pulang ke cilacap (Jalan Lawu), nengok anak n istri. Ana juga kenal beberapa ikhwan yg sering ta’lim di Al-Jihad…
    Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh
    Jalan Jambu 716 Desa Maoslor Maos Cilacap.
    Silahkan datang, semoga kami dapat menyambut antum dengan baik.

  8. Ahmad Abu Faza Agustus 9, 2007 pukul 3:51 am Reply

    insyallah kita dapat bertemu di dauroh bantul… barakallahufiik.

    Waiyyakum, Semga Allah menyatukan hati-hati salafyun

  9. abu faruq as salafy Agustus 9, 2007 pukul 4:13 am Reply

    Assalamu ‘alaikum akhi
    Salam kenal dari ana…… blognya bagus, syarat akan ilmu yang bisa dimanfaatkan oleh para ikhwah

    Barakallahu Fiika
    Wassalamu ‘alaikum

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Syukur kalau begitu, ana kan hanya copy paste ikut-ikutan menyebarkan ilmu asatidzah ahlussunnah.
    Ana melihat Blog lebih dapat menembus batas netter dari pada situs-situs salafy yang telah dulu ada.
    Semoga kita semua mendapat pahala dari hal ini, dan tidak melenakan kita dari menuntut ilmu. Amin.
    Wassalamu ‘alaikum.

  10. alfaqiir ilalloh Agustus 9, 2007 pukul 9:16 am Reply

    Allohumma, innaa na’uudzubika minasy-syubuhaat…

    Allohumma, innaa na’uudzubika minasy-syubuhaat…

    Allohumma, innaa na’uudzubika minasy-syubuhaat…

    Allohumma, innaa na’uudzubika min fitanin mudhillah…

    Allohumma, innaa na’uudzubika min fitanin mudhillah…

    Allohumma, innaa na’uudzubika min fitanin mudhillah…

  11. Abu Ismail Agustus 10, 2007 pukul 2:31 am Reply

    Assalamu alaykum,..

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu

    Ya Aba Salma ,…. salam kenal dari Cirebon.

    Sama-sama, semoga Allah menyatukan kita semua.

    menarik sekali paragraf ant yang terakhir yah. Saya menyakini bahwa beragama dan memahaminya memerluan proses. Hanya saja mungkin beda-beda setiap orang termasuk ant.

    Artinya sejak kuliah awal 90-an sewaktu pertama kali mengenal salaf dengan bacaan yang paling berkesan “mukaddimah shifat sholat nabi”, bergaul dengan beberapa asatidz yang ant sebut diantaranya Ust. Muhammad , Ust. Ja’far , santri degolan angkatan 1 , hingga timbulnya fitnah dan lain-lainnya. Bahkan sempat larut didalamnya.
    Toh ,..semua asatidz selalu menekankan :”belajar saja, jangan urusi fitnah”,..
    Namun apalah yang bisa dikatakan jika fakta lain dari sekedar slogan. Kasat mata ,..kajian-kajian sebagiannya hilang dari semerbak ilmu , diganti dengan tampilnya beberapa yang da’i mengatasnamakan jarh wa ta’dil, mengutip mutiara-mutiara perkataan ulama salaf utuk menghancurkan reputasi da’i lainnya.

    Semoga antum tidak menyalahkan kaidah-kaidah jarh wata’dil.
    Mestinya yang menjadi pembicaraan kita bagaimanjarh seseorang terhadap orang lain ?
    Apakah jarh itu diperkuat dengan bukti-bukti apa sekedar tuduhan belaka dengan tujuan merendahkan repuatsi asatidzah ahlussunnah ?
    Kalau seperti ini keadaannya seudah menjadi kewajiban kita dan yang lainnya untuk mengingatkan da’i yang menjarh dengan serampangan tanpa bukti.
    Namun sebaliknya, kita semua harus konsekwen apabila yang dijarh itu benar adanya sesuai bukti-bukti yang otentik, kita nasehati yang dijarh jika mau dan disikapi dengan benar sesuai sunnah jika menolak.

    Hingga pahit terasa , getir ditelan mentah-mentah: slogan itu hanya sekedar slogan.
    Akhir nya , seperti yang saya katakan diawal inilah bedanya : setelah mengetahui hal tersebut saya malah menahan diri dari mengikuti majlis dari asatidz yg ant sebutkan.(sampai ada yang berkesimpulan : semakin kenal semakin tak sayang). Saya sendiri belom tau sampai kapan.
    Dari sudut ini , mungkin saya bisa melihat ant disudut lainnya.Mencoba menapaki dan memahami agama ini dengan bantuan dari para asatdiz yang mulia , yang mereka memilki kelebihan sekaligus kelemahan.Mengutip dari karya besar yang monumental Syaik Nashir dalam mukaddimah shifat sholat nabi :
    “Setiap manusia dapat diambil dan ditinggalkan pendapatnya kecuali Nabi”. Dan mutiara petuah dari Ulama generasi awal dalam Al Ajwibah Mufidah oleh Syaikh Fauzan: belajarlah pada banyak guru , niscaya akan mendapati kelemahan guru-gurumu ,..

    Semoga saja kita tidak diharamkan atas ilmu dan berkahnya . Amiin.

    Akhukum fillah.
    Abu Ismail

    Barokallahufiku, ya memang masing-masing kita berbeda dalam mengambil ibrah, dalam mengambil kesimpulan, dalam mengambil sikap.
    Maka yang seperti yang antum kutib yang mutlak benar adalah Kalamullah wa HadyuMuhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
    Oleh karena itulah kita harus senantiasa terus belajar dan berdoa untuk mendapatkan hidayah wa taufiq minallah.
    Bersikap jujur, obyektif dan yang paling penting jangan menganggap bahwa Salafy adalah organisasi, hinga kita terkotak-kotak. Jangan sampai kita keluar dari satu firqoh kefirqoh lainnya.

  12. Awam Agustus 10, 2007 pukul 7:41 am Reply

    assalamualaikum,
    saya awam yang baru mengenal salafy, biasa membaca assunah atau al furqon, bisakah saudara memberikan nama majalah yang bisa diambil ilmunya. terimakasih
    wassalamualaikum

    Wa’alaikum salam warohamatullahi wabarokatuhu.
    Saudara dapat membaca Asy-Syariah, An-Nasihah atau Assalam. Saya tidak mengatakan bahwa Assunnah tidak dapat diambil ilmunya, karena seperti kita ketahui bersama bahwa kebenaran adalah kebenaran, di mana saja kebenaran itu ada itu adalah kebenaran. Akan tetapi sebagai seorang yang sedang belajar, tentu saja saya tidak dapat menyaring ilmu, mana ilmu yang benar dan mana yang salah pada suatu majalah.
    Oleh karena itulah saya memutuskan meninggalkan Assunnah, al furqon karena saya tidak mengenal ustadz-ustadznya. Bagaimana mereka bersikap berwala dengan ahlussunnah, dan bermuamalah dengan kelompok-kelompok yang memusuhi dakwah ahluusunnah dan da’inya.
    Dan saya mantap dengan asysyariah, assalam maupun annasihah karena saya mengenal sebagian ustadz-ustadz yang mengisi majalah tersebut.
    Sungguh saya melihat mereka dapat diteladani, kejujuran dan keamanahan mereka dalam mengemban ilmu ini patut disyukuri. Mereka mencari harta dengan cara yang halal tanpa ada permasalahan-permasalahan di kalangan salfyin. Itulah sebgian yang menentramkan hati saya untuk mengambil ilmunya.

    Itulah sebagian yang dapat dijelaskan walaupun sebenarnya masih banyak perkara-perkara yang harus anda ketahui. Akhirnya banyak-banyaklah belajar, kalau semua jujur dalam beragama insya Allah, kita akan mendapat petunjuk.
    Barokallahufikum

  13. Abu Ismail Agustus 11, 2007 pukul 5:52 am Reply

    Assalamu alaykum :

    Wa’alaikum salam.

    = Semoga antum tidak menyalahkan kaidah-kaidah jarh wata’dil. =

    Walhamdulillah ,.. tentu saja pertanyaan retoris spt ini tidak membutuhkan jawabannya, karena saking jelasnya jawaban itu.

    Sekali-kali tidak. Dan tentu kita memiliki kesepakatan bahwa kita tidak mengambil cara-cara ahlul ahwa didalam reaktif terhadap statement. Seperti reaksi ahlul ahwa dalam menyikapi seruan tentang bid’ahnya maulid, dzikir bersama dan lain-lain. Salah satu argument kosong ahlul ahwa adalah bahwa para penyeru ini adalah tidak cinta Nabi, anti dzikir, dll.

    Maka tentu saja jarh wa ta’dil sebuah ilmu yang mulia bagian dari sistem pemeliharaan terhadap agama ini.

    Sekali lagi ,..tidak ada yang salah dengan ilmu/kaidah jarh wa ta’dil,….
    Namun perangkat ini ditangan ahlinya menjadi senjata yang sangat diperlukan dan berguna. sebaliknya bagi yang bukan ahlinya ,.. niscaya kerusakan dan bala’ yang menjadi buahnya.

    Dan teringat kembali catatan kecil ketika membaca sebuah buku buah pena Syaikh Nashir :
    “Ada banyak perkataan salaf yang perlu hati-hati didalam pengejawantahannya.”
    dan juga ucapan Syaikhul Islam :
    “Keliru dalam “tidak menvonis” lebih baik daripada Salah dalam menvonis”.

    Mohon maaf , jadi agak berpanjang tulisan.
    Adapun kaidah yang lain patut juga untuk diperhatikan :
    “Yang mengetahui menjadi hujjah bagi yang tidak mengetahui”

    Semoga bersemangat mencari ilmu , bersemangat dalam mengamalkannya.

    Abu Ismail
    apriadi27@yahoo.com

    Barokallahufikum. Semoga blog ana tidak menjadi perdebatan yang tidak berujung pangkal.
    Tentunya kalimat-kalimat yang antum kutib benar adanya. selanjutnya agar semua tidak menjadi fitnah. Antum dapat sebutkan Ustadz siapa yang menjarh tanpa bukti, dan ustadz siapa yang dijarh sementara keadaannya adalah berkebalikan dengannya.
    Sungguh ana sering mendengar tuduhan-tuduhan bahwasannya ustadz-ustadz majlis-majlisnya dipenuhi omongan-omongan yang tidak semestinya terhadap saudaranya, akan tetapi saya tidak melihat itu semua.
    Tentu saja kita tidak sedang membela orang-perorang.
    Salafyin adalah orang yang senantiasa mau kembali kepada kebenaran.

  14. sabiquna Agustus 14, 2007 pukul 3:35 pm Reply

    saya sabiqunal awwalun,alhamdulillah mengenal salafi dari orang-orang yang tak banyak menyandang fitnah,karena banyak diantara du’at yang mengintisabkan dirinya kepada manhaj salaf,ternyata mereka merengek ,terpacuk hidungnya dan meminta-minta pada ahli dunya,yang jelas pemikiran ahli dunya di hembusi oleh nafsu belaka….

  15. Abu Ismail Agustus 16, 2007 pukul 8:13 am Reply

    =akan tetapi saya tidak melihat itu semua=
    Walhamdulillah ,..jika demikian adanya . Dan Sekali lagi ini patut disyukuri oleh kita semua.

    Ya untuk membuktikan omongan ana, antum dapat mengklik audio salaf, dengan itu disebarkan kajian-kajian salafyun, antum dapat mengecek apa isi kajian salafyun. Kalau antum membutuhkan dalam bentuk cd insya Allah Ana dapat bantu dari mulai kajian ustadz-ustadz di lingkungan cilacap atau luar daerah seperti Ustd.Luqman, Ustd. Muhammad, Ustd. Askari, Ustdz. Dzulqornain dll. Dengan CD tersebut kita akan membuktikan benarkan majlis salafyun digunakan / didominasi jarh terhadap saudaranya yang menisbatkan kepada manhaj salaf. Saudaraku berhati-hatilah dalam menjarh, sebagai mana ucapan yang antum nukil.

    Apalagi untuk Mas Sabiqunal Awwalun. Hingga dapatlah diharapkan kebaikan para pemuda selama mereka tumbuh didalam lingkungan ahlus sunnah.
    Kalo urusan meminta-minta dimana-mana juga adalah sifatnya rendah kecuali meminta hanya kepada-Nya.
    Dan ini menjadi keprihatinan kita sebagai umat Islam , dimana-mana hal ini terjadi , mulai dari jalanan , di bis-bis , mereka menyandang meminta sumbangan bersaing dengan pengamen, pengemis asli , dan sejenisnya.Hal ini dilakukan untuk pembangunan mesjid dengan mencegat di jalan-jalan, donatur yatim piatu-lah , dan lain-lain, bahkan juga pernah terjadi dilakukan untuk melakukan atas nama jihad ,.. Ironis bukan?

    Ucapan seperti secara jujur menjadi salah satu faktor ana meninggalkan sebuah web site.
    Saudaraku….ketahuilah jaman LJ dulu ana belum ikut ngaji, jadi tidak tahu secara persis.
    Yang saya ketahui bahwa sannya LJ berjalan atas bimbingan Ulama Ahlussunnah. Begitu juga bubarnya. Mungkin di sana ada kesalahan, sebagaimana yang dikatakan oleh Ustadz Muhammad dan Beliau telah bertaubat atas kesalahan-kesalahan di masa LJ, demikian juga Ustadz yang lain. Ini membuktikan bahwa manusia punya ketergelinciran.
    Justru karena itupulalah ana menjadi terharu, salut, bangga sekaligus bersyukur. Mengapa ? Ya pada jaman seperti ini masih ada orang-orang yang dengan jujur berani mengakui kesalahannya dan bertaubat kepada Allah. Ini semua adalah atas kehendak dan karunia Allah yang diberikan kepada asatidzah Ahlussunnah. Justru seperti inilah salah satu ciri ahlussunnah bersegera kembali kepada kebenaran.
    Yang salh justru siapa saja yang senantiasa mengungkit kesalahan-kelalahan saudaranya yang elah bertaubat dengan sungguh-sungguh sedangkan Rob kita adalah Ghofurur Rohim

    Jadi umat ini sungguh layak untuk mengaca diri lebih seksama .

    Fudhail bin Iyadh berkata :
    “Wahai orang yang sengsara, kamu orang jahat tetapi menganggap dirimu baik.Kamu orang bodoh tetapi menganggap dirimu pintar.Kamu tolol, tetapi menganggap dirimu cerdik.Umurmu pendek, tetapi angan-anganmu panjang”

    Imam Adz-dzhabi menambahkan:
    “Demi Allah , sungguh benar apa yang beliau katakan. Kita ini dzalim , tetapi justru merasa didzalimi.Tukang memakan yang haram , tetapi merasa diri kita orang suci ,Fasik tetapi merasa diri kita shalih. Mencari ilmu untuk mengejar dunia , tetapi merasa mencarinya karena Allah semata” [Siyaru A'laamin Nubalaa VIII:440]

    Semoga nukilan-nukilan antum dapat kita jadikan peringatan kita semua !

    Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan.
    Abu Ismail

    Barokallahufikum

  16. zulfikar Agustus 20, 2007 pukul 9:29 am Reply

    Apakah abasalma.wordpress.com ada kaitannya dengan abusalma.wordpress.com ? adik-kakak ? saudara semuslim ?

    Saudara semuslim.
    Anak saya bernama Salma, saya senang gipangil Abu Salma.
    Karena di WP dah ada Abu Salma, maka saya merubah menjadi Nashob yaitu Aba Salma.

    Hal ini disamping juga bertujuan memudahkan pengunjung untuk menghafal alamat blog saya karena blognya Abu Salma dah terlanjur terkenal sehingga blog saya pun dapat dikenal pula oleh blogger.
    Karena setiap orang membuat blog meginginkan tulisannya dibaca orang, agar beranfaat membangun kaum muslimin dengan pemahama salafush sholih. Sgala puji milik Allah yang memudahan saya mengelola blog ini
    Mudah-mudahan bermanfaat.
    Barokallahufikum

  17. HERI Agustus 21, 2007 pukul 4:55 am Reply

    Assalamu’alaikum, ustadz.. semoga antum dirahmati Allah, jangan pernah alergi dengan ilmu, selama itu bersumber dari kitabullah wa sunnahturrasul sekalipun bersumber dari anak kecil maka kita wajib menerimanya. meskpun itu bersumber dari orang yang kita hormati dan kita cintai, tapi itu bathil.. saya kira kita harus jauhi,, Awass.. taqlid itu sangat berbahaya..
    barokallhufik

    Waiyakum. Ya benar kita harus berusaha untuk tidak taqlid. Maka terus belajar, kebenaran tetap kebenaran dari manapun asalnya.
    Namun kita harus berhati-hati dalam belajar / menuntut ilmu. Jangan belajar dari sembarang orang, bisa jadi seseorang mengatakan kebenaran menjadi kebatilan atau sebaliknya karena mengikuti hawa nafsunya.

  18. sunniy Agustus 22, 2007 pukul 2:48 am Reply

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    seorang yang mengenal Islam dan manhaj dengan penuh perjuangan, insya Allah akan tegar dan tetap tegar daripada sejak kecil sudah paham. Syaitan sll mengintai dengan rasa malas. Semoga hidayah yang Allah berikan tidak kita sia-siakan dan akan tetap kita jaga.

    Barokallahu fiik.

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Jazakumullahu khoiron atas sport dan doanya, semoga Allahpun merahmati antum

  19. imam Agustus 23, 2007 pukul 5:34 am Reply

    Assalaamu’alaikum
    Kembali kepada Taqlid, siapakah diantara kita yang tidak taqlid, terlebih taqlid buta, tolong jelaskan klo saya membaca terjemahan al-qur’an apakah saya Taqlid, Kalau saya baca terjemah hadits bukhori apakah saya taqlid, ,,, tolong jelaskan

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Dalam pembahasan taklid ada pembahasan yang sangat bagus oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, mudah-mudahan dalam waktu yang akan datang saya mampu memposting.
    Baliau menjelaskan hukum taklid ada dua yaitu boleh untuk oprang awam dan haram untuk orang yang berilmu yang mampu menelusuri dalil-dalil baik dari segi asal-usulnya (sanad) ataupun maksud dari dalil tersebut. Tentunya bagi kita orang awam hukum yang berlaku adalah taklid karena kita tidak mampu menelusuri (meneliti) kebenaran-kebenaran hujjah yang ada.
    Oleh karena itu ketika mengambil ilmu agama ini kita melihat dari siapa ilmu itu kita ambil, kita dapat melihat, menilai pembawa agama ini (syaikh, guru, ustadz / semisalnya) dari segi ilmu, amal, kejujuran, dan seluruh keadaan sang pembawa agama dalam kehidupannya.
    Maka ketika seseorang dikenal berilmu (berdasarkan al-qur’an dan sunnah dengan pemahaman salafaushsholih = sahabat, tabiin, tabiut tabiin), beramal, jujur, mengamalkan agama dengan sesungguhnya dalam segala perkara kita ambil ilmunya.
    Adapun orang-orang yang berilmu (akan tetapi tidak merujuk kepada al-qur’an dan sunnah dengan pemahamnsalafushsholih, mungkin kyai, ustadz, syekh / semisalnya) dan tidak menunjukkan perilaku seorang muslim tidak layak kita mengambil ilmu darinya.
    Insya Allah dengan itulah agama ini terjaga, melalui orang-orang yang jujur dan amanah dalam beragamalah agama ini dijaga.
    Marilah mulai sekarang kita menyeleksi darimana kita mengambil ilmu agama. Disamping itu marilah kita terus belajar agar dapat membedakan siapa yang dapat diambil ilmunya dan siapa pula yang tidak boleh diambil ilmunya.
    Dengan keadaan seperti ini pula kita mengetahui betapa tingginya kedudukan para ulama, mereka adalah orang-orang yang menjadikan hidupnya untuk belajar ilmu agama sehingga mereka bukan termasuk orang -orang yang taklid,mereka mampu menyeleksi hadits-hadits yang shohih maupun yang dhoif, mereka panutan kita dan kepadanyalah kita menanyakan agama ini, sebagaimana Allah berfirman yang artinya “Bertanyalah kalian kepada ahli dzikir / ulama jika kamu tidak mengetahui.Wallahu a’lam

  20. sunniy Agustus 24, 2007 pukul 6:40 am Reply

    Akhi, ana senang membaca web antum. Baiknya ana informasikan web antum via web ana di Link Sahabat Dakwah.

    Sekalian ana mau tanya. Tahukah antum info pesantren yg menangani pecandu narkoba ?

    Barokallahu fiikum.

    tafadhol, semoga bermanfaat.

  21. Nurindah Ayu Agustus 24, 2007 pukul 7:55 am Reply

    Assalamualaikum akhi…

    Adakah antum punya koleksi artikel2 yg ditulis para ustadzah

    waalaikum salam
    ada tapi belum sempat di posting. Tunggu aja ya ukhti

  22. abu isa muhammad Agustus 25, 2007 pukul 4:23 am Reply

    assalamu’alaikum,

    baarakallahu fiikum,

    semoa Allah mengkaruniakan hidayah taufik kepada saya, antum, para pengikut sunnah dan kaum muslimin seluruhnya,

    muhammad
    wonosalam jogja

  23. Abdullah Agustus 25, 2007 pukul 11:50 pm Reply

    Barokallahufikum

    Wa iyakum

  24. abu ibrahim Agustus 29, 2007 pukul 6:06 am Reply

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    akhi, salam kenal, blognya bagus, sangat bermanfaat, maaf akhi kalo mau liat artikel artikel antum yang dulu dulu gimana caranya sedangkan “<<preview” nya ngga ada

  25. abu ali Agustus 30, 2007 pukul 2:25 am Reply

    Assalamu’alaikum?…
    Barakallahu fiikum..

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu

  26. Abu Farhan September 5, 2007 pukul 4:52 am Reply

    Assalamu’alaikum,

    Salam kenal dr ana di jogja. Smga Alloh snantiasa menetapkan hati-hati kita diatas jalan yang haq..diatas kebenaran yang bersumber dari Quran dan Sunnah As Shohih serta dg pemahaman para sahabat (salaful ummah) radiyallahu ‘anhum.
    Baarokallohu fiik.

  27. Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 5, 2007 pukul 10:48 am Reply

    Wa’alaikum Abu Farhan
    Barokallahufikum semoga dakwah salafyah semakin barokah

  28. Abu Amin September 6, 2007 pukul 4:08 pm Reply

    Assalamu’alaikum,

    Salam silaturahim.dari ana dicepu, Barokallohufiikum

  29. Abu Faiz September 6, 2007 pukul 4:21 pm Reply

    Assalamu’alaikum

    salam kenal, ana aslinya dari mujur-kroya-cilacap. Alhamdulillah ana kenal manhaj salaf sejak di masa SMA (sekitar tahun 93)ketika di Mujur, yang pertama kali dakwah adalah ustadz shodiqun dari cilacap, berkembang terus hingga tidak ada yang bisa membendung al-haq.
    kajian semakin banyak. sampai sekarang Alhamdulillah.
    Qodarullah ana harus meneruskan pendidikan di Jakarta tahun 94, Alhamdulillah ana masih bisa terus ikut ta’lim dikajian Ustadz Yazid (pada waktu itu masih di cimanggu) di bogor.
    Dan pada waktu itu fitnah belum ada, para ustadz masih bersatu. kadang ustadz Ja’far (Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah untuk kembali kepada manhaj salaf) berkunjung ke ustadz Yazid.
    Sungguh indah terasa waktu itu dan ana sangat merindukan saat-saat seperti dulu, ketika salafiyyun bersatu.

    Qodarullah fitnah terus melanda, sebagiannya adalah dusta dan mungkin ada sedikit kesombongan dan sebagiannya adalah ketergelinciran ustadz yang juga sebagai manusia.

    Karena ana tetap datang di kajiannya ustadz yazid (sampai saat ini InsyaAllah) jadi InsyaAllah ana tahu apa yang beliau ajarkan. Bagaimana beliau bersabar ketika tuduhan-tuduhan diarahkan kepada beliau.

    Disisi lain, dikala ana pulang kampung ana juga sempatkan ikut kajiannya ustadz Sanin dan ustadz2 lain di deket rumah. Bahkan ana hadir pada daurah yang menghadirkan ustadz Askari dan ustadz Muhammad waktu di karawang.

    Ana mengambil kesimpulan, sudah waktunya para asatidz salafiyyun saling berlapang dada, saling menjalin ukhuwah dan bersatu kembali di atas ilmu dan manhaj yang mubarokah ini. dari hampir sebagian besar ustadz berpendapat. kita tidak usah meributkan masa lalu, kita sibukkan diri kita dengan tholabul ilmi. Kita sibukkan dengan ilmu dan amal dan dakwah, mudah-mudahan Allah menyatukan kembali dakwah salaf ini di bumi dan negeri kita yang tercinta ini.

    Dari seseorang yang merindukan kembali bersatunya para da’i salafiyyun di negeri ini seperti ketika pada awal perkembangan dakwah salaf di negeri ini.

    -Abu Faiz An-Nabhani Al-Mujury-

    • aristya perdana September 28, 2010 pukul 10:10 am Reply

      saya setuju dengan tulisan antum sayapun merindukan hal yang demikian

  30. Abu Yahya Muhammad Syarif September 7, 2007 pukul 1:45 am Reply

    Tasjilat Al Atsariyyah
    Layanan CD MP3 Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jamaah
    Jl. Sultan Alimuddin Gg. Rakat No. 19 RT 22 Samarinda, Kalimantan Timur 75114
    E-mail: tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id
    Telepon/SMS: 085652119189
    Produser: Abu Yahya Muhammad Syarif

    Katalog edisi 1 September 2007

    CD-01 DAUROH RAMADHAN 1427 H, Masjid Al Hikmah PT Kalhold Utama Palaran, Samarinda Seberang, 15 – 22 Okt 2006, Al Ustadz Hammad bin Amir Abu Mu’awiyah. Track 01 (33 Menit) KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU; Track 02 (34 Menit) TUNTUNAN QIYAMUL LAIL, TARAWIH, & WITIR; Track 03 (1 Jam 33 Menit) TUNTUNAN ZAKAT FITHR & SHOLAT ‘IED; Track 04 – 16 (10 Jam 23 Menit) MENYINGKAP SYUBUHAT PARA PELAKU KESYIRIKAN (SYARAH KASYFUSY SYUBUHAT); Track 17 (60 Menit) Musholla Darul Falah, Tenggarong, 7 Okt 2006 BERPEGANG KEPADA SUNNAH RASULULLAH b DAN SUNNAH KHULAFAURRASYIDIN (Syarah Hadits Ke-28 Arba’in An Nawawi)

    CD-02 Al Ustadz Hammad bin Amir Abu Mu’awiyah, Balikpapan, 8-11 November 2006. PERLINDUNGAN ISLAM TERHADAP PEREMPUAN Track 01: (1 Jam 11 Menit):  Laki-laki dan Perempuan Memang Beda  Emansipasi Wanita & Kesetaraan Gender  Syarat Jilbab Syar’i  Perintah Hijab Hanya untuk Istri Nabi b Saja?  Hukum Perempuan yang Diantar Mahramnya ke Bandara Lalu Sendirian di Pesawat dan Tiba di Tujuan dengan Dijemput Mahram. Track 02: (1 Jam 38 Menit):  Apakah Wajah Perempuan Termasuk Aurat yang Harus Ditutup?  Manfaat Berhijab  Syarat Diperbolehkannya Perempuan ke Masjid  Keutamaan Perempuan Tinggal di Rumahnya. Track 03: (1 Jam 4 Menit):  Masalah Perempuan yang Menampakkan Perhiasannya  Perlindungan Islam dari Perbuatan Zina  Bolehkah Menikah Bila Belum Punya Pekerjaan? Track 04: (1 Jam 31 Menit):  Mengapa Harus Menikah?  Menjaga Anak dari Pengaruh Buruk  Wajib Memiliki Sifat Cemburu Terhadap Mahramnya  Hukum Seorang Perempuan Menyetir Kendaraan Bermotor. BONUS: Kajian di Masjid Al Muttaqiin, Jl. PDAM KM 12 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan, 7 Nov 2006 MENSYUKURI NIKMAT KEISLAMAN (54 Menit 33 Detik). TANYA-JAWAB (28 Menit): 1. Apakah orang murtad yang kembali muslim diterima taubatnya? 2. Bagaimana orang awam mengikuti seorang da’i yang dianggap berilmu? 3. Apa maksud hadits “Sampaikan dariku walaupun satu ayat”? 4. Apakah dakwah bisa dengan bermodal satu ayat? 5. Terhadap orang-orang yang sedang berjudi, apakah kita mendakwahinya dengan masuk ke perkumpulan mereka? 6. Bagaimana mengingkari kesalahan sekelompok majelis yang beramal tidak sesuai tuntunan Nabi b? 7.Bolehkah turut mengikuti ritual yang tidak sesuai tuntunan Rasul b dengan niat ingin meluruskannya? 8. Adakah udzur bagi orang tua renta yang tidak mampu lagi belajar ilmu agama untuk taqlid? 9. Apakah 80 shaf umat Islam penduduk surga termasuk pengikut semua Nabi sebelum Rasulullah b?

    CD-03 DAUROH BALIKPAPAN Senin, 29 Januari 2007 Masjid Zaadul Ma’aad Ponpes Ibnul Qayyim, Balikpapan KM 5,5, Al Ustadz Muhammad Afifuddin, MENUJU KEBANGKITAN DAKWAH SALAFIYAH. Total Durasi: 3 Jam 29 Menit. 01. Sejarah Pergolakan antara Kebenaran dan Kebatilan 02. Berpegang Teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Serta di Atas Ilmu dan Bashirah 03. Bahayanya Tidak Memahami Apa yang Diinginkan Allah تعالى dan Rasul-Nya 04. Koreksi atas Sikap Sebagian Da’i dan Ikhwan Salafiyyin yang Kurang Hikmah dalam Dakwah 05. Menggunakan Cara Lemah Lembut dan Santun dalam Dakwah 06. Membina Hubungan yang Baik dengan Pemerintah

    CD-04 Al Ustadz Dzulqarnain, PENJELASAN KITAB USHULUS SUNNAH KARYA IMAM AHMAD (PRINSIP AQIDAH DAN MANHAJ AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH) Total Durasi 10 Jam 20 Menit. Track 01:  Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama’ah – Bid’ah dan Bahayanya. Track 02: Kaidah Rinci tentang Tahdzir, Tabdi’, & Hajr Terhadap Ahli Bid’ah:  Hukum Membaca Buku Ahli Bid’ah & Buku Sunnah Terjemahan Mereka  Kapan Seseorang Dikeluarkan dari Ahlus Sunnah  Siapa yang Berhak Men-Tahdzir dan Memvonis Ahli Bid’ah?  Masalah Penyebutan Nama dalam Tahdzir  Pijakan Syar’i dalam Tahdzir  Pijakan Syar’i dalam Hajr  Nasihat Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili tentang Tahdzir & Hajr  Perlukah Iqomatul Hujjah Sebelum Tabdi’?  Apakah Setiap Pengikut Kelompok Menyimpang adalah Mubtadi’?  Nasihat Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali tentang Hajr  Rincian Hukum Berdebat Track 03: Makna Beriman kepada Taqdir. Track 04:  Mengapa Jahmiyah Dikafirkan oleh 500 Ulama?  Mimpi Melihat Allah تعالى. Track 05:  Timbangan di Akhirat  Orang-orang yang Terusir dari Telaga Rasulullah B di Padang Mahsyar  Adakah Ruh Gentanyangan?  Syafa’at Rasulullah B. Track 06:  Penjelasan tentang Dajjal  Hukum Meninggalkan Sholat. Track 07:  Sikap Muslim Terhadap Pemerintah  Cara Memilih Pemimpin Menurut Syariat Islam  Teror Peledakan Bom Ditinjau dari Syariat Islam  Pelaksanaan Hukum Had (Rajam, Potong Tangan dll). Track 08: Tanya-Jawab: -Apakah Abul Hasan Asy’ari sudah bertaubat dari penyimpangannya? -Adakah ulama salafi selain di Jazirah Arab? -Apakah jalan kebenaran banyak? -Bagaimana tentang sutrah orang? -Hukum berdoa selesai sholat 5 waktu -Bolehkah penuntut ilmu yang ingin belajar ke luar negeri, mencari dana di sebuah instansi? -Bolehkah ayat Al Qur’an dijadikan hiasan dinding? -Benarkah Kitab Ar Ruh karya Ibnul Qoyyim? -Makmum mendapati imam ruku’ apakah terhitung 1 rakaat? -Adakah taubat bagi orang yang malas sholat? -Bolehkah mendirikan TK Islam Terpadu? -Apakah makmum turut membaca Al Fatihah pada sholat jahriyah? -Hukum tidur saat ta’lim -Mengapa Abu Bakar Ash Shidiq sedikit dalam meriwayatkan hadits? -Bolehkah takut meruqyah karena takut jinnya balas dendam? -Bagaimana bila imam rawatib di suatu masjid terlambat datang? -Bagaimana posisi tangan ketika i’tidal? -Hukum sholat jamaah kedua di masjid -Bolehkah kita mempersaksikan si fulan bertauhid? -Bolehkah berdoa dalam hati saat sujud dalam sholat memakai bahasa Indonesia? -Lebih utama mana, antara orang yang telah menikah sambil menuntut ilmu, atau seorang penuntut ilmu yang belum menikah namun terganggu dengan keinginan untuk menikah? -Ketika tasyahud, isyarat telunjuk dengan menggerak-gerakkan atau tidak? -Hukum seseorang yang mengaku mengetahui penyakit pasien dengan memeriksa ayam sembelihannya tanpa memeriksa pasien -Hukum mempelajari ilmu kebal.
    CD-05 Al Ustadz Dzulqarnain, INILAH DAKWAH SALAFIYAH (5 Track; Durasi 3 Jam 40 Menit); JALAN MENUJU KEMULIAAN (2 Track; Durasi 1 Jam 38 Menit); PENEGAKAN SYARIAT ISLAM DI MATA AHLUS SUNNAH (3 Track; Durasi 1 Jam 37 Menit)

    CD-06 Al Ustadz Dzulqarnain PENJELASAN KITAB AQIDAH WASITHIYAH KARYA SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH. Total Durasi 17 jam 32 menit. Track 01: – Keutamaan dan Sebab Penamaan Kitab Aqidah Wasithiyah – Kemapanan Ilmu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah – Makna Basmalah – Perbedaan antara Nabi dan Rasul – Pembagian Hidayah – Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallaah. Track 02: – Makna Syahadat Muhammad Rasulullah – Makna Shalawat dan Salam kepada Nabi – Makna Ahlus Sunnah Wal Jama’ah – Makna Al Firqatun Najiyah, Ath Thaifah Al Manshurah, Salafiyyun – Perbedaan Nisbah Salafi dengan yang lain – Bantahan kepada kaum komunis atheis – Wujud Malaikat. Track 03: – Pembagian Tugas Malaikat – Tanya Jawab. Track 04: – Iman kepada Kitab-kitab Allah – Iman kepada Rasul – Apakah Khidhir, Dzulqarnain, dan Luqman Al Hakim Termasuk Nabi? – Iman kepada hari Akhir – Kaidah Menetapkan Nama dan Sifat Allah. Track 05: – Memahami Nama dan Sifat Allah – Pembagian Sifat Dzatiyah dan Fi’liyah – Dasar Penyimpangan Ahli Bid’ah dalam Nama dan Sifat Allah. Track 06: – Tanya Jawab. Track 07: – Penetapan Nama dan Sifat Allah – Keutamaan Surah Al Ikhlas – Tafsir Ayat Kursi. Track 08: – Lanjutan Tafsir Ayat Kursi. Track 09: – Makna Allah Maha Mengetahui, Mampu, Memberi Rezeki, Mendengar, Melihat. Track 10: – Bahaya Pandangan Mata ‘Ain – Muktamar penyatuan agama – Tanya Jawab. Track 11: – Tanya Jawab: -Apakah Abul Hasan Asy’ari sudah bertaubat dari penyimpangannya? -Adakah ulama salafi selain di Jazirah Arab? -Apakah jalan kebenaran banyak? -Bagaimana tentang sutrah orang? -Hukum berdoa selesai sholat 5 waktu -Bolehkah penuntut ilmu yang ingin belajar ke luar negeri, mencari dana di sebuah instansi? -Bolehkah ayat Al Qur’an dijadikan hiasan dinding? -Benarkah Kitab Ar Ruh karya Ibnul Qoyyim? -Makmum mendapati imam ruku’ apakah terhitung 1 rakaat? -Adakah taubat bagi orang yang malas sholat? -Bolehkah mendirikan TK Islam Terpadu? -Apakah makmum turut membaca Al Fatihah pada sholat jahriyah? -Hukum tidur saat ta’lim -Mengapa Abu Bakar Ash Shidiq sedikit dalam meriwayatkan hadits? -Bolehkah takut meruqyah karena takut jinnya balas dendam? -Bagaimana bila imam rawatib di suatu masjid terlambat datang? -Bagaimana posisi tangan ketika i’tidal? -Hukum sholat jamaah kedua di masjid -Bolehkah kita mempersaksikan si fulan bertauhid? -Bolehkah berdoa dalam hati saat sujud dalam sholat memakai bahasa Indonesia? -Lebih utama mana, antara orang yang telah menikah sambil menuntut ilmu, atau seorang penuntut ilmu yang belum menikah namun terganggu dengan keinginan untuk menikah? -Ketika tasyahud, isyarat telunjuk dengan menggerak-gerakkan atau tidak? -Hukum seseorang yang mengaku mengetahui penyakit pasien dengan memeriksa ayam sembelihannya tanpa memeriksa pasien -Hukum mempelajari ilmu kebal

    CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain, NASIHAT ILMIAH TENTANG PENYIMPANGAN YAYASAN WAHDAH ISLAMIYAH (YWI) MAKASSAR. Dauroh Makassar, 18 Mei 2002 – 5 Rabiul Awal 1423 H, Total Durasi: 6 Jam 17 Menit. 01. Pengantar Moderator – Al Ustadz Mustamin. 02. Pendahuluan Ke-1 Jika Berselisih Wajib Meruju’ Al Qur’an & As Sunnah. 03. Pendahuluan Ke-2 Dalam Setiap Perkara Wajib Bersikap Adil & Inshof. 04. Pendahuluan Ke-3 Keharusan Tabayyun & Tatsabbut. 05. Pendahuluan Ke-4 Wajibnya Menerangkan Penyimpangan sebagai Amar Ma’ruf Nahi Munkar. 06. Pendahuluan Ke-5 Syariat Islam adalah Syariat yang Sempurna. 07. Pendahuluan Ke-6 Ahlul Bid’ah Lebih Berbahaya daripada Orang Kafir (Terkadang). 08. Pendahuluan Ke-7 Tidak Menyikapi Sesuatu dengan Mengutamakan Perasaan. 09. Pendahuluan Ke-8 Rincian Hukum Berdebat. 10. Pendahuluan Ke-9 Upaya Menasihati Langsung Tokoh-tokoh YWI Sejak Tahun 2000. 11. Pendahuluan Ke-10 Apakah Wajib Menasihati Langsung Dulu Sebelum Membantah? 12. Kesesatan YWI Ke-1 Melakukan Demonstrasi. 13. Kesesatan YWI Ke-2 Membolehkan Ikut Pemilu-Demokrasi. 14. Kesesatan YWI Ke-3 Tauhid Hakimiyah. 15. Kesesatan YWI Ke-4 Mengharuskan Muwazanah. 16. YWI Menyebarkan Selebaran Fitnah di Acara Ini. 17. Kesesatan YWI Ke-5 Membolehkan Berbilangnya Jamaah. 18. Kesesatan YWI Ke-6 Masalah Al Wala’ Wal Baro’ Membela Salman Al Audah, Safar Hawali. 19. Pertanyaan Ustadz Dzulqarnain tentang YWI kepada Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad, & Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali. 20. Kesesatan YWI Ke-7 & Ke-8 Mempunyai Sirriyah & Tanzhim. 21. Kesesatan YWI Ke-9 Bai’at. 22. Tuduhan Zaitun Rasmin bahwa Ahlus Sunnah Tidak Tahu Definisi Sururiyah & Men-Jarh tanpa Ta’dil. 23. Tuduhan Zaitun Rasmin bahwa Seorang Murid Ahlus Sunnah Salah Manhaj. 24. Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin tentang Yusuf Al Qaradhawi. 25. Rekomendasi Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Al Albani, Syaikh Muqbil, Syaikh Fauzan Terhadap Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali. 26. Jawaban Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali atas Pertanyaan Ustadz Dzulqarnain tentang YWI & Zaitun Rasmin. 27. Nasihat kepada Pengikut YWI. 28. Tanya Jawab Hadirin dengan Ustadz Dzulqarnain (Bag. 1). 29. Fatwa Syaikh Al Albani tentang Sururiyah. 30. Tanya Jawab Hadirin dengan Ustadz Dzulqarnain (Bag 2). 31. Tanya Jawab Hadirin dengan Ustadz Dzulqarnain (Bag 3).

    CD-08 Al Ustadz Dzulqarnain, MENYINGKAP KESESATAN LDII (ISLAM JAMAAH/LEMKARI). 01. Ceramah tentang Kesesatan LDII di Hadapan Sebagian Jamaah LDII. 02. Pendahuluan tentang Kewajiban Menerangkan Penyimpangan. 03. Sejarah Berdirinya Darul Hadits/Islam Jamaah/Lemkari/LDII. 04. Kesesatan Ke-1: Pengangkatan Imam/Pemimpin Jamaah Mereka. 05. Kesesatan Ke-2: Bai’at kepada Imam/Pemimpin Jamaah Mereka. 06. Kesesatan Ke-3: Mengkafirkan Muslimin di Luar LDII. 07. Kesesatan Ke-4 Wajib Membayar Zakat kepada Imam Jamaah Mereka. 08. Kesesatan Ke-5: Harus Mengambil Hadits dari Imam Mereka. 09. Mereka Menghalalkan Dusta (Taqiyah). 10. Nasihat kepada Kaum Muslimin.
    CD-09 Al Ustadz Dzulqarnain, PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN (Kajian Kitab Nawaqidul Islam Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ﷲﺍﻪﻤﺣﺮ). (3 Track Durasi 3 Jam 12 Menit). Tanya-Jawab di Akhir Pembahasan: 1. Apakah sumpah jabatan termasuk syirik? 2. Apakah membuang sesajen ke laut termasuk syirik akbar? 3. Apakah praktek hipnotis termasuk syirik? 4. Apakah sikap tokoh lintas agama termasuk pembatal keislaman? 5. Adakah taubat bagi orang yang batal keislamannya?

    CD-10 Al Ustadz Dzulqarnain, KAIDAH MEMAHAMI KESYIRIKAN (Kajian Kitab Al Qawa’idul Arba’ Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ﷲﺍﻪﻤﺣﺮ). 3 Track; Total Durasi 3 Jam 18 Menit.
    Kaum musyrikin terdahulu pada masa Rasulullah b mengakui bahwa Allah تعالى adalah Pencipta, Penguasa, dan Pengatur alam semesta. Namun mereka tetap dikatakan sebagai golongan manusia yang berbuat kesyirikan dan dinyatakan kafir. Mengapa demikian? Simak pembahasannya dalam CD MP3 ini. Insya Allah membimbing kita untuk senantiasa waspada terhadap dosa kesyirikan yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

    CD-11 Al Ustadz Dzulqarnain, TUNTUNAN BERSUCI (THOHAROH) (7 Track; Durasi 5 Jam 17 Menit) – TATA CARA BERWUDHU (2 Track; Durasi 1 Jam 30 Menit) – TAYAMUM DAN MANDI JUNUB (3 Track; Durasi 1 Jam 10 Menit)

    CD-12 Al Ustadz Dzulqarnain, SIFAT SHOLAT NABI b. Total Durasi 4 Jam 45 Menit. 01. Syarat, Rukun, Wajib, dan Sunnah dalam Sholat. 02. Masalah Sutrah (Pembatas) dalam Shalat. 03. Takbiratul Ihram dan Empat Tempat Mengangkat Tangan Ketika Takbir 04. Perselisihan Ulama tentang Posisi dan Cara Sedekap 05. Gerakan dan Bacaan Saat Berdiri Setelah Takbiratul Ihram. 06. Tata Cara dan Bacaan Ruku’. 07. Tata Cara dan Bacaan Sujud, Duduk, dan Bangkit Berdiri. 08. Tata Cara dan Bacaan Duduk Tasyahud pada Sholat 2 Rakaat serta Isyarat Telunjuk. 09. Tata Cara dan Bacaan Tasyahud Akhir. 10. Tanya Jawab Masalah Merapatkan Kaki Ketika Sujud dan Puluhan Masalah Lainnya.

    CD-13 Al Ustadz Dzulqarnain, KOREKSI TOTAL KESALAHAN DALAM SHALAT (16 Track; Total Durasi 10 Jam 29 Menit). 01. Kerangka Pembahasan Kesalahan Orang yang Shalat (17 Menit). 02. Kesalahan Cara Berpakaian dan Menutup Aurat (1 Jam 38 Menit). 03. Kesalahan Masalah Tempat-tempat Shalat (57 Menit). 04. Kesalahan Masalah Niat (29 Menit). 05. Kesalahan Tidak Mengerakkan Lisan dalam Membaca Bacaan Sholat (8 Menit). 06. Kesalahan Ketika Posisi Berdiri (33 Menit). 07. Kesalahan Ketika Ruku’ dan I’tidal (18 Menit). 08. Kesalahan Ketika Sujud (20 Menit). 09. Tanya Jawab Seputar Pakaian sampai Sujud (48 Menit). 10. Kesalahan Ketika Duduk Tasyahud dan Salam (43 Menit). 11. Ketika I’tidal Posisi Tangan Sedekap atau Dijulurkan? (6 Menit). 12. Kesalahan Seputar Masjid dan Shalat Jamaah (50 Menit). 13. Kesalahan dari Takbiratul Ihram Sampai Salam (53 Menit). 14. Kesalahan Seputar Shalat Jamaah (16 Menit). 15. Kesalahan Setelah Melaksanakan Shalat (19 Menit). 16. Tanya Jawab Semua Materi (54 Menit).

    CD-14 Al Ustadz Dzulqarnain, PEMBAHASAN TUNTAS MASALAH ADZAN (27 Track; Total Durasi 16 Jam 21 Menit). -Hukum, Keutamaan, dan Hikmah Adzan -Definisi Adzan dan Qomat -Hadits tentang Sahabat yang Bermimpi Adzan -Dan lain-lain.

    CD-15 Al Ustadz Dzulqarnain, SAUDARIKU, APA YANG MENGHALANGIMU BERHIJAB? (2 Track; Total Durasi 1 Jam 19 Menit) – KIAT MENJAGA KEMULIAAN DIRI MUSLIMAH (9 Track; Total Durasi 6 Jam 17 Menit). Tanya Jawab: Track 09: -Hukum membuka jilbab di tempat sepi di luar rumah -Apakah berdosa memutus pacaran karena orangnya sakit hati? -Apakah biro jodoh diperbolehkan syariat? -Mana yang lebih baik, wanita yang tidak berjilbab namun “sopan” pakai baju/rok atau wanita yang pakai jilbab helm namun ketat? -Apakah berdosa wanita yang tabarruj namun ia tidak tahu hukumnya? -Hukum mengucapkan salam kepada akhowat bila bertemu -Apakah menikahi janda adalah sunnah karena Rasulullah b banyak menikahi janda? -Hukum akhowat yang menjaga hijab pada ikhwah namun pada pria awam mereka ikhtilath? -Bagaimana cara menghadapi orang tua yang melarang memakai hijab? -Bolehkah ikhwan dan akhowat saling berbicara dengan menundukkan pandangan? -Bagaimana membantah pendapat bahwa cadar hanya untuk istri Nabi saja? Track 10: -Bagaimana jika orang tua menyuruh akhowat bekerja misalnya menjadi guru di SMU karena jika tidak dipenuhi maka orang tuanyanya sakit hati? -Bagaimana dengan pendapat Syaikh Al Albani tentang cadar? -Hukum nikah setelah zina -Mana yang lebih afdhol, bekerja di tempat yang banyak maksiat dan menuntut ilmu atau pulang kampung tapi tidak dapat ilmu? -Hukum suami-istri bermesraan di depan umum -Hukum akhowat memakai sandal berhak tinggi -Langkah apabila orang tua akhowat menyuruh menjadi foto model, kalau tidak maka tidak dianggap anak -Nasihat untuk akhowat yang dilarang orang tuanya bercadar serta disuruh bekerja di kantor -Bolehkah akhowat di-nazhor di rumah ummahat tanpa mahram? -Nasihat bagi ikhwan yang nazhor kepada akhowat namun tidak jadi tanpa alasan yang jelas -Bila keinginan memakai hijab terhalang oleh praktikum kuliah -Apakah cadar hanya untuk wajah cantik saja? -Bagaimana bila dalam taksi ada seorang perempuan dan sopirnya? -Bagaimana jika ada yang berdalih bahwa tidak ada ayat Al Qur’an yang menyatakan, “Wahai wanita, tutuplah wajahmu”? -Bagaimana seorang yang mampu menikah namun menundanya karena menuntut ilmu syar’i? Track 11: -Apakah suara wanita aurat? -Bagaimana sekolah yang mewajibkan siswanya mencukur jenggot -Bagaimana memakai parfum yang menyengat sekali sehingga mengganggu jamaah shalat yang lain? dll

    CD-16 Al Ustadz Dzulqarnain, Khutbah Jumat di Masjid Istiqamah Pertamina Balikpapan, 8 April 2005: WASIAT-WASIAT PENTING DALAM MEMBANGUN UMAT. Kuliah Subuh di Masjid Istiqamah Pertamina Balikpapan, 10 April 2005: PILAR-PILAR PENEGAK KEAMANAN MENURUT SYARIAT ISLAM. Tanya Jawab Track 03: 1. Bagaimana sikap kita terhadap penguasa yang melakukan kesyirikan dengan alasan melestarikan budaya? 2. Bagaimana Islam mengatur negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim? 3. Bagaimana jika terjadi konflik antar negeri Islam? 4. Bagaimana hubungan antara kesempurnaan Islam dengan ketiadaan pemimpin seperti khalifah zaman dulu? 5. Bagaimana cara Nabi b dalam waktu 23 tahun mampu mewujudkan pemerintahan yang aman?

    CD-17 Al Ustadz Dzulqarnain, Dauroh di Masjid Al Ma’ruf, Simpang 4 Vorfo, Samarinda, Ahad, 10 April 2005: JALAN MENUJU HIDAYAH. Tanya Jawab: -Hukum, songkok & sajadah dalam sholat -Profesi sebagai guru agama -Apakah jalan kebenaran itu banyak? -Sholat dengan pakaian kotor -Profesi sebagai guru fisika, komputer, matematika -Hukum parfum beralkohol -Cara menasihati orang tua yang berbuat maksiat -Penamaan salafush shalih -Tuntunan penamaan anak -Wali anak hasil perzinaan -Menyembunyikan ilmu -Membaca Al Fatihah & asma’ul husna sekian ratus kali -Berdoa kepada Allah dengan Nama-Nya -Hukum mengaminkan doa khatib Jum’at -Hijrah yang disyari’atkan -Ber-La ilaha illallah dipastikan masuk surga? -72 Golongan umat Islam -Berdoa dengan bahasa Indonesia -Jika imam sholat berhadats -Hikmah dalam dakwah -Bendera dalam peperangan Rasulullah B -Kriteria ustadz yang kita bermajelis dengannya -Pahala mayit dari orang yang masih hidup -Adzan di kuburan -Benarkah ucapan, “Seorang muslim itu asalnya ahlus sunnah”? -Apakah di dunia ini masih ada orang yang tidak terjamah oleh dakwah sehingga mendapat udzur di akhirat? -Kapan seseorang/kelompok dikatakan sebagai ahli bid’ah? -Bagaimana tahdzir tanpa penegakan hujjah? -Benarkah dakwah salafiyah itu saling menghujat? -Apakah muwazanah itu masalah ikhtilaf?

    CD-18 Al Ustadz Dzulqarnain, Masjid Zaadul Ma’aad, Ponpes Ibnul Qoyyim, 9 – 11 Desember 2005: PEMBAHASAN KITAB SYARHUS SUNNAH IMAM AL MUZANI (6 Track; Durasi 7 Jam 36 Menit). Track 01: -Tuntunan Pemakaian Kunyah (Abu/Ummu) -Makna As Sunnah -Basmalah untuk Memulai Tulisan. Track 02: -Nasihat Taqwa -Hamdalah untuk Memulai Tulisan. Track 03: -Ketinggian Dzat Allah dan Kedekatan dengan Makhluk-Nya. Track 04: -Pedoman Agar Tidak Menyimpang dalam Mengimani Taqdir -Tugas Para Malaikat -Sebab Haqiqiyah dan Sebab Wahmiyah -Penyimpangan Khawarij, Mu’tazilah, dan Murji’ah dalam Perkara Iman -Al Qur’an Kalamullah, bukan Makhluk -Iman kepada Alam Kubur. Track 05: -Yang Ditimbang di Akhirat -Hisab Allah تعالى Yang Maha Adil -Nikmat yang Didapatkan Penghuni Surga -Kewajiban Taat kepada Penguasa dan Larangan Memberontak. Track 06: -Sebab Keterpurukan Kaum Muslimin dan Solusinya -Syarat-syarat Mengkafirkan dan Penghalangnya -Pengalaman Dakwah Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali di Sudan -Hikmah Dakwah Salafiyah -Keutamaan Sahabat Rasulullah b. Track 07: TERORISME DALAM TIMBANGAN SYARIAT ISLAM (1 Jam 46 Menit).Track 08. Tanya Jawab: 1. Bagaimana jika kita diserang mendadak oleh orang kafir, bolehkah membela diri? 2. Bagaimana sikap kita tehadap orang yang memiliki pemahaman khawarij, bolehkah tidak mengucapkan salam kepadanya? 3. Bagaimana sikap kita terhadap perang yang terjadi antara sahabat? 4. Mengapa ahlus sunnah tidak ikut pemilu tapi wajib taat kepada pemimpin yang terpilih? 5. Bagaimana jika penguasa berbuat dosa? 6. Bolehkah memastikan orang kafir yang telah mati masuk neraka dengan menyebutkan namanya? 7. Mengapa kebanyakan kaum muslimin saat ini sangat sulit melaksanakan syariat dan sunnah? 8. Mohon jelaskan cara ruqyah yang syar’i! 9. Bagaimana dengan klinik ruqyah? 10. Seorang perempuan yang pergi haji ditemani kakak iparnya, apa hukumnya? Sahkah hajinya? 11. Apa dalil orang menepuk pundak seseorang yang sholat sendiri lalu bermakmum kepadanya? 12. Bagaimana dengan orang yang baru tersadar bahwa wudhunya selama ini terbalik urutannya? 13. Benarkah pendapat bahwa adzan dengan suara mengalun-alun adalah bid’ah? 14. Bagaimana dengan pengajian yang mengajarkan bahwa syahadat tidak sah bila tidak dipersaksikan kepadanya gurunya? 15. Bagaimana dengan pengakuan orang yang mati suri lalu mengalami alam kubur, surga, dan neraka? 16. Bolehkah mengucapkan hamdalah bila mendengar kabar bahwa tokoh sesat-menyesatkan telah mati? 17. Bagaimana dengan seorang muslim yang diucapkan salam kepadanya namun ia tidak menjawabnya? 18. Apakah Salman Al ‘Audah dan Safar Hawali sudah ruju’ dari penyimpangannya? 19. Apa hukumnya mengangkat tangan saat takbir untuk bangkit dari tasyahud awal? 20. Orang yang sholat wajib bermakmum kepada kepada orang yang sholat tahyatul masjid, apakah sah? 21. Bagaimana mempertahankan Islam dari tekanan kaum kuffar? 22. Apa hukum seorang makmum yang mengeraskan suara takbir karena suara imam tidak nyaring? 23. Bagaimana dengan sholat di Masjidil Haram yang suara imam diikuti oleh suara seseorang dengan volume yang nyaring pula? 24. Bagaimana sikap kita terhadap imam yang membaca Al Fatihah dengan cepat sekali pada rakaat ke-3 dan ke-4? 25. Apakah sah makmum yang gerakan sholatnya selalu terlambat lebih dari dua gerakan imam?

    CD-19 Al Ustadz Khidhir, CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI PERINGATAN (Track 01; Durasi 59 Menit). SAKRATUL MAUT DAN ALAM KUBUR (Track 02 & 03; Durasi 1 Jam 27 Menit). TUJUH ORANG YANG MENDAPATKAN NAUNGAN ALLAH DI PADANG MAHSYAR (Track 04; Durasi 1 Jam 1 Menit). DAHSYATNYA API NERAKA (Track 05 & 06; Durasi 1 Jam 33 Menit). TANYA JAWAB TRACK 03: 1. Apakah setiap orang merasakan sakratul maut dengan rasa sakit yang sama? 2. Apa persiapan menghadapi sakratul maut? 3. Apakah mayit menanggung dosa keluarganya yang mengadakan tahlilan? 4. Apakah tetap berdosa orang bertaubat yang pernah menyebarkan ilmu sesat? 5. Apakah manusia yang tidak dikubur juga masuk alam kubur? 6. Apakah jin juga mengalami alam kubur? 7. Yang merasakan siksa kubur apakah ruh ataukah jasad? 8. Apa maksud sakratul maut? 9. Apakah kita bisa mengetahui tanda-tanda kematian? 10. Hal-hal di akhirat tidak bisa terlintas di benak kita, lantas bagaimana membayangkan siksaan itu? 11. Apakah ada dalil bahwa ruh datang kepada keluarganya setiap Jumat, Ied, dll? 12. Apakah pada hari ini sudah ada orang yang disiksa dan ada yang mendapat nikmat di alam kubur? 13. Apakah rasa sakit pada sakratul maut akan menggugurkan dosa dan meringankan siksaan di akhirat? 14. Apakah ahli bid’ah lebih berat siksaannya daripada ahli maksiat? 15. Bagaimana dengan orang yang berkata bahwa pertanyaan kubur sudah bocor soalnya? TANYA JAWAB TRACK 06: 1. Apa dalilnya bahwa ada ahli tauhid yang dimasukkan ke neraka Jahanam sebelum masuk surga? 2. Bagaimana timbangan di akhirat? 3. Amalan apa yang dimaksud pada timbangan di akhirat? 4. Bagaimana dengan orang yang dipaksa ikut GAM (Gerakan Aceh Merdeka), apakah dianggap keluar dari ketaatan kepada pemerintah? 5. Bagaimana cara bertaubat kepada Allah تعالى dengan sebaik-baiknya? 6. Bagaimana bila kita sulit menangis dalam mengingat dahsyatnya api neraka, apakah itu pertanda buruk? 7. Adakah pertanyaan di akhirat seperti tiga pertanyaan kubur? 8. Apakah bermanfaat amalan untuk orang yang sudah meninggal dunia?9. Apakah sekarang sudah ada yang disiksa di neraka? 10. Amalan apa yang dapat kita kerjakan untuk menyelamatkan orang tua yang telah wafat? 11. Bagaimana jika kita menyumpahi saudara kita supaya mati karena ia durhaka kepada orang tua dan tidak sholat? 12. Bagaimana seseorang yang bertaubat dari perbuatan tercela namun melakukan lagi dan bertaubat lagi? 13. Bagaimana kalau kita pernah menzhalimi saudara kita tapi ia tidak tahu, misalnya ghibah, apakah dosa kita terhapus cukup dengan menyalaminya? 14. Bolehkah seorang akhowat di-nazhor di rumah ummahat tanpa mahram dengan alasan keluarga akhowat tersebut tidak suka dengan cara sunnah? 15. Bagaimana dengan orang yang dipaksa kafir dengan dihilangkan kesadarannya (cuci otak) namun suatu ketika sadar kembali dan menjelang ajal sempat terucap istighfar?

    CD-20 Al Ustadz Khidhir, KE MANA KU SERAHKAN CINTA? (Track 01; Durasi 57 Menit). DI MANA ALLAH? (Track 02; Durasi 1 Jam 52 Menit). WAHAI MANUSIA, APA YANG MELALAIKANMU DARI RABB-MU? (Track 03 – 06; Durasi 2 Jam 35 Menit). HAMBA YANG BERSYUKUR (Track 07; Durasi 51 Menit). MASUK SURGA TANPA HISAB DAN ADZAB (Track 08 – 09; Durasi 1 Jam 35 Menit)

    CD-21 Al Ustadz Khidhir, FILSAFAT (ILMU KALAM) DALAM SOROTAN. Total durasi 6 jam 28 menit. Track 01 Pembahasan. Track 02 Tanya Jawab: 1. Bagaimana tentang Tarikat Naqsabandiyah? 2. Apakah thulabul ilmi dinasihatkan untuk membantah ahli kalam? 3. Bagaimana cara mengingkari ilmu filsafat di STAIN sedangkan mata kuliah tersebut adalah mata kuliah pokok supaya bisa menjadi sarjana? 4. Apa hukumnya menjual buku-buku filsafat karangan Karl Marx, Socrates, Plato, Kahlil Gibran? 5. Bagaimana dengan perkataan seorang tokoh cendekiawan, “Kepastian berangkat dari keraguan”? 6. Bagaimana menjawab syubhat Hizbut Tahrir bahwa hadits Ahad bisa dipakai dalam syariat tapi tidak untuk aqidah? 7. Apa hukumnya mempelajari Injil untuk membantah orang Nasrani? 8. Bagaimana dengan perkataan bahwa kita harus mengetahui faidah setiap gerakan sholat? 9. Bolehkah mendengarkan ceramah di televisi? 10. Bagaimana tentang ilmu laduni? 11. Bagaimana dengan Imam Al Ghazali dan kitab Ihya ‘Ulumuddin? 12. Bagaimana dengan saya yang pernah mengikuti pengkaderan HMI dan pemateri yang berpura-pura atheis mengajak debat apakah Tuhan itu ada? 13. Bagaimana dengan lomba debat bahasa Inggris? dan pertanyaan lainnya. Track 03 SIAPAKAH RABB ENGKAU? Track 04 PUNCAK PENGENALAN KEPADA ALLAH. Track 05 – 08 MAKNA SYAHADATAIN.

    CD-22 Al Ustadz Khidhir, ADA APA DENGAN KITAB AL BARZANJI (Durasi 5 Jam 48 Menit).
    Cinta kepada Nabi Muhammad b dengan bersholawat kepada beliau b adalah amal ibadah yang mulia dan memiliki keutamaan yang besar. Sebagai bentuk ibadah, tentu saja sholawat kepada Rasulullah b harus sesuai dengan tuntunan Allah تعالى dan Rasul-Nya b. Kita memuliakan Rasulullah b namun tidak mengagungkan beliau secara berlebihan yang tidak diridhoi oleh Allah تعالى. Sudah menjadi kelaziman sebagian kaum muslimin terutama pada peringatan Maulid Nabi Muhammad b atau acara lainnya, mereka melantunkan syair-syair dan lagu-lagu pujan yang bersumber dari salah satu kitab bernama Al Barzanji. Pada kalimat tertentu mereka berdiri karena menyangka Nabi b datang di hadapan mereka. Benarkah demikian? Apa sebenarnya kandungan isi kitab tersebut dan benarkah syair-syair tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah b? Simak pembahasan tuntasnya beserta tanya jawab dalam CD MP3 ini.

    CD-23 Al Ustadz Dzulqarnain, MUSIK DAN NASYID DALAM TIMBANGAN SYARIAT. (Total Durasi 1 Jam 46 Menit). 01. Dalil Al Qur’an dan As Sunnah tentang Nyanyian dan Alat Musik 02. Perkataan Ulama Terdahulu tentang Nyanyian dan Alat Musik 03. Perihal Ibnu Hazm yang Melemahkan Hadits tentang Musik 04. Bila Nyanyian Tanpa Disertai Alat Musik 05. Lagu tentang Cinta dan Patah Hati 06. Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani tentang Nasyid Islami Masa Kini dengan Alasan Menandingi Lagu Maksiat 07. Fatwa Syaikh Shalih bin Abdullah Al Fauzan tentang Nasyid Islami 08. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin tentang Nasyid Islami 09. Fatwa Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi tentang Nasyid Islami 10. Fatwa Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh tentang Nasyid Islami 11. Bahaya dan Kerusakan yang Ditimbulkan Nasyid 12. Syubhat ke-1: Bukankah Nabi b juga Pernah Mendengarkan Bait Syi’ir? 13. Syubhat ke-2: Bukankah Nasyid Bisa Sebagai Sarana Berdakwah Guna Mengalihkan Orang dari Kemaksiatan? 14. Kesimpulan Hukum Nasyid dan Musik 15. Tanya Jawab: -Bagaimana pembolehan nasyid pada ‘ied? -Apa yang terjadi pada diri seseorang manakala ia lebih tenang mendengarkan lagu Raihan atau Haddad Alwi ketimbang membaca atau mendengarkan Al Qur’an? -Bagaimana dengan orang jahil yang membolehkan musik berdalilkan Rhoma Irama dan KH AA Gymnastiar? -Bagaimana dengan kaset murottal Al Qur’an yang sebagiannya ada nada seperti menyanyi? -Bagaimana hukum memuji suara penyanyi yang suaranya memang menyenangkan didengar tapi kita tetap menghukuminya haram? -Bagaimana syarat-syarat terperinci tentang sya’ir yang terpuji atau hikmah? -Dalam acara walimah, bolehkah memutar kaset murottal Al Qur’an sebagai pengganti nasyid? -Bagaimana meluruskan nasyid “Thala’al badru ‘alaina”? -Bagaimana hukumnya bila saya menyembunyikan kaset-kaset lagu saudara saya dan merekamnya dengan ceramah agama dan murottal? -Apabila di rumah dilantunkan musik, apakah malaikat tidak masuk? -Apakah jika hanya memukulkan benda/kayu dengan tangan yang menimbulkan irama itu termasuk musik? -Bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan saya yang selalu mendengarkan musik apalagi dulu sebelum ikut pengajian salafi saya adalah pemain musik? -Kalau kita di atas mobil ada suara musik dan kita menutup telinga namun musik tetap terdengar, bolehkah kita mengaji dan menghilangkan suara musik tersebut? -Bagaimana hukumnya bekerja sama dengan stasiun radio untuk menyebarkan dakwah tapi radio tersebut sering memutar lagu dan musik bahkan di siaran ta’limnya? -Bagaimana dengan puisi, apakah sama dengan sya’ir? -Bagaimana bila menyenandungkan sebaris dua baris lagu untuk bercanda atau sekadar main-main? -Apa hukum musik pada dering telepon dan HP? -Bolehkah mendendangkan irama-irama tertentu ketika menidurkan anak?

    CD-24 Al Ustadz Mustamin, Lc ADAB-ADAB MELAMAR CALON PINANGAN (KHITHBAH) 01. Keutamaan dan Anjuran untuk Menikah. 02. Sunnah Melihat (Nazhor) Calon Pinangan. 03. Masalah Perlu-Tidaknya Izin Melihat dari Perempuan yang Ingin Dipinang. 04. Batasan Bagian Tubuh Perempuan yang Boleh Di-nazhor. 05. Adab Penampilan Ketika Nazhor dan Sholat Istikharah untuk Penentuannya. 06. Kemungkaran dalam Proses Khithbah. 07. Larangan Melamar Calon Pinangan Orang Lain. 08. Kriteria Perempuan yang Pantas Dinikahi. 09. Tanya Jawab: 1) Bolehkah mengulangi nazhor? 2) Bolehkah perempuan di-nazhor dengan ditemani selain mahramnya? 3) Apakah perempuan yang bercadar boleh berbicara langsung dengan laki-laki asing tanpa hijab yang membatasinya? 4) Apakah boleh melamar akhowat yang berbeda tempat pengajiannya? 5) Bagaimana walimah yang baik tanpa ikhtilath? 6) Bagaimana hukumnya seorang akhowat yang sering mengunjungi rumah keluarga ikhwah sedangkan ikhwah tersebut tidak mengetahui masalah alias tidak ada hubungan dengan si akhowat itu? 7) Bagaimana jika seseorang terlanjur jatuh cinta kepada yang me-nazhor-nya namun yang me-nazhor tersebut menolaknya? 8) Bagaimana dengan akhowat yang tidak rela bila suaminya berpoligami dengan alasan sakit hati, cemburu dan menyatakan “Saya rela berbagi apa pun dengan wanita lain tapi tidak rela berbagi suami”? 9) Bagaimana jika sering berkunjung ke rumah calon pinangan karena memang sudah akrab dengan keluarganya? Track 10. Nasihat bagi Pemuda yang Berhasrat Besar untuk Menikah

    CD-25 Al Ustadz Muhammad Ridwan, Lc (Padang). Dauroh di Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan, 5-6 Mei 2007
    ADAB-ADAB PENUNTUT ILMU (KAJIAN KITAB KITABUL ‘ILMI BAB KEDUA PASAL PERTAMA KARYA SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL ‘UTSAIMIN) (Total Durasi 7 Jam 21 Menit)
    01. Adab Ke-1: Mengikhlaskan Niat untuk Allah ‘azza wa jalla. 02. Adab Ke-2: Mengangkat Kebodohan dari Dirinya dan Orang Lain. 03. Adab Ke-3: Menuntut Ilmu untuk Menjaga Syariat. 04. Menjauhi Sifat Hasad dalam Menuntut Ilmu. 05. Adab Ke-4: Lapang Dada dalam Masalah Khilafiyah. 06. Adab Ke-5: Mengamalkan Ilmu. 07. Adab Ke-6: Mendakwahkan Ilmu. 08. Adab Ke-7: Berhias dengan Hikmah. 09. Adab Ke-8: Bersabar dalam Menuntut Ilmu. 10. Adab Ke-9: Menghormati dan Menghargai Para Ulama. 11. Adab Ke-10: Berpegang Teguh dengan Al Qur’an dan As Sunnah. 12. Adab Ke-11: Meneliti Setiap Kabar yang Disampaikan (Tatsabbut). 13. Adab Ke-12: Perhatian terhadap Apa yang Dimaksud Allah dan Rasul-Nya. 14. Tanya Jawab: – Bagaimana cara yang tepat membangkitkan semangat menuntut ilmu bila kami futur? – Apakah boleh menunda pernikahan walaupun umur telah cukup dan sudah ada yang melamar tetapi ditolak lamaran tersebut karena ingin lebih fokus menuntut ilmu dan khawatir nantinya tersibukkan dengan urusan rumah tangga sehingga melalaikan dari menuntut ilmu? – Bagaimana cara menghilangkan sifat bercanda di kalangan penuntut ilmu? – Apakah dibenarkan seorang penuntut ilmu melebihkan seorang guru di antara guru yang lainnya yang menyebabkan ia kurang semangat bila guru yang lain menggantikan posisi guru yang disenanginya ketika mengajar di kelas? – Ada keluarga kaum muslimin yang terfitnah dengan dunia sehingga menganggap rendah penuntut ilmu karena tidak memiliki bagian dari dunia. Sebagai contoh, penuntut ilmu kesulitan untuk melamar akhowat dari keluarga orang berada. Bagaimana menyikapi hal ini? – Bagaimana cara seorang penuntut ilmu berbakti kepada orang tua sedangkan tempat tinggalnya berjauhan? – Apa adab penuntut ilmu ketika mendapat artikel yang penuh syubhat? – Apakah gelar ustadz itu merupakan gelar yang didapatkan penuntut ilmu yang berbobot? – Ada yang berkata, “Salafi itu ada salafi keras dan ada salafi lembut.” Benarkah yang demikian? – Bagaimana sikap kami yang melakukan amalan lalu ada orang atau teman yang memuji berlebihan? – Bagaimana sikap kami bila melihat teman yang banyak ngobrol atau tidur? – Di lingkungan tempat tinggal saya mayoritas Jamaah Tabligh sedangkan yang berupaya mengikuti manhaj salaf hanya saya. Saya sering diberi syubhat oleh mereka. Apa yang harus saya lakukan? – Apa arti sururiyyun? – Bagaimana jika ibu kita di kampung jauh dari majelis ta’lim? – Mengapa dauroh ini bertema “Adab-adab Penuntut Ilmu”, bukan “Keutamaan Menuntut Ilmu” supaya lebih memberi semangat?

    CD-26 Al Ustadz Dzulqarnain. TUNTUNAN PENYELENGGARAAN JENAZAH (Kitab Ahkamul Janaiz Wa Bida’uha Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani) (Total Durasi 4 Jam 7 Menit)
    01. Kewajiban Mengikuti Tuntunan Rasulullah b dalam Beragama. 02. Hal-hal yang Wajib Dilakukan oleh Orang yang Sakit. 03. Hal-hal yang Wajib Dilakukan ketika Menghadiri Seseorang yang Mau dan Telah Meninggal. 04. Tuntunan dalam Menghadiri Penyelenggaraan Jenazah. 05. Tata Cara Memandikan Jenazah. 06. Tata Cara Mengkafani Jenazah. 07. Tata Cara Membawa dan Mengantarkan Jenazah. 08. Tuntunan Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib 09. Tata Cara Penguburan Jenazah. 10. Tanya Jawab: – Apakah ada perbedaan penguburan antara jenazah laki-laki dan perempuan? – Apakah ada tuntunan atau larangan berdoa di kuburan berdiri atau duduk? – Apakah ada pengecualian dari Rasulullah tentang sholat menghadap dan di atas kuburan? – Setelah salam dari sholat jenazah, imam berbalik dan memberikan nasihat. Apakah hal ini ada tuntunannya?- Bagaimana hukumnya seorang istri yang meninggalkan suaminya selama 2 bulan dengan alasan marah dan tidak mau mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah? – Bolehkah diturunkan tanah galian kubur dari semua arah? – Ada orang yang membagi tubuh manusia menjadi tubuh halus dan tubuh kasar, dan yang disiksa adalah tubuh halusnya. Bagaimana menurut syariat? – Bagaimana hukum upacara penghormatan jenazah, memasang foto, dan karangan bunga? – Saya melihat orang menggali kubur ada yang dari tengah dan ada yang dari sisi kubur. Manakah yang benar? – Bolehkah mayat dimasukkan ke peti jenazah? – Kebanyakan kuburan tidak teratur sehingga tidak ada jalan kecuali menginjak kuburan. Bolehkah demikian? – Bagaimana dengan pembacaan talqin setelah penguburan jenazah? – Bolehkah bersenda gurau ketika mengantar jenazah walaupun posisinya jauh dari kuburan? – Benarkah mayat yang tidak dilepas ikatan kain kafannya di kuburan berubah menjadi pocong? – Apakah ada tanda-tanda khusus pada orang sakit keras yang menunjukkan ia sebentar lagi meninggal? – Benarkah tindakan membuat jalan/pintu khusus di rumah untuk mayat dengan alasan pintu yang yang ada itu untuk orang hidup? – Benarkah jika orang tua meninggal dan yang memandikan adalah anaknya, maka anak tersebut gugur dosanya terhadap orang tua? – Apakah shahih hadits yang berbunyi, “Hatinya Al Qur’an adalah surah Yasin”? – Apakah di rumah orang yang meninggal disyariatkan membaca Yasin? – Apakah mayat setelah dimandikan tidak perlu diwudhukan? – Mayat yang ketika hidup mengaku Islam tapi tidak pernah sholat, apakah disholatkan? – Menghadap ke mana mayat ketika dimandikan? – Bagaimana cara memandikan mayat yang tubuhnya berserakan karena kecelakaan? – Apakah disunnahkan membaca “Laa ilaaha illallaah” ketika mengangkat jenazah? – Apa hukumnya menyumbang atas nama orang yang meninggal? – Bolehkah mengubur lebih dari 2 mayat dalam satu lubang? – Berapa jumlah orang yang memandikan jenazah? – Bagaimana cara bertaubat dari menikahi perempuan yang dihamili? – Adakah doa khusus saat memandikan jenazah? – Apa hukumnya makan dari hidangan yang disediakan di rumah orang yang meninggal setelah penguburan?

    CD-27 Al Ustadz Hasan Rasyid, Lc. MANASIK HAJI DAN UMROH MENURUT TUNTUNAN NABI B (Durasi 4 Jam 39 Menit). Track 01:  Perintah Menyegerakan Ibadah Haji Bila Sudah Mampu  Jenis Miqat Haji  Perbedaan Haji Tamattu’, Qiran, dan Ifrad  Makna Kalimat Talbiyah لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ  Tuntunan Thawaf, Sa’i, Tahallul, Wukuf, dll. Track 02:  Melontar Jumrah  Thawaf Ifadhah danThawaf Wada’  Manfaat Ibadah Haji di Dunia dan Akhirat. Track 03:  Bid’ah dan Kesalahan dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

    CD-28 Al Ustadz Dzulqarnain. TSALATSATUL USHUL: TIGA LANDASAN UTAMA (Kajian Kitab Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) (Total Durasi 11 Jam 15 Menit) 01.  Tafsir Basmalah  Empat Perkara yang Wajib Diketahui Setiap Muslim. 02.  Mengenal Dinul Islam dengan Dalil-dalilnya  Berdakwah dengan Ilmu. 03.  Tiga Perkara yang Wajib Dipelajari Setiap Muslim  Tidak Menyekutukan Allah تعالى dalam Beribadah kepada-Nya  Al Wala’ wal Baro’ (Loyalitas dan Permusuhan). 04.  Lanjutan Al Wala’ wal Baro’  Makna Al Hanifiyah dan Ibadah. 05.  Pembagian Tauhid  Tiga Landasan Utama. 06.  Pengertian Robb Beserta Dalilnya. 07.  Macam-macam Ibadah  Doa, Khauf (Rasa Takut), Roja’ (Mengharap). 08.  Tawakal, Raghbah (Harapan), Rahbah (Cemas), Khasyyah, Inabah  Memohon Pertolongan (Isti’anah)  Memohon Perlindungan (Isti’adzah)  Istighatsah. 09.  Islam dan Tingkatannya. 10.  Makna Syahadat  Rukun Iman. 11.  Iman kepada Malaikat, Kitab, Rasul, Taqdir. 12.  Ihsan  Mengenal Nabi Muhammad b. 13.  Isra Mi’raj  Perintah Sholat dan Hijrah. 14.  Kebangkitan Setelah Kematian  Misi Dakwah Para Rasul  Thaghut dan Macam-macamnya. 15.  Tanya Jawab: -Apakah ada fatwa dari para ulama tentang wajibnya masuk partai-partai, karena ada sebagian orang yang mengaku Ahlus Sunnah Wal Jama’ah masuk partai tertentu? -Bagaimana hukumnya sujud untuk memenuhi perintah dalam Pramuka, OSPEK walaupun kita tidak berniat mempersekutukan Allah تعالى? -Bagaimana tentang ungkapan bahwa Allah bersama kami? -Apakah memusbilkan kain karena terpaksa mengikuti aturan pekerjaan di tempat kerja, tapi di luar jam kerja tidak musbil tetap terkena hukum dosa? -Berdasarkan penelitian para ilmuwan bahwa manusia pertama yang menghuni bumi adalah manusia purba yang usianya jutaan tahun sebelum Nabi Adam عليه السلام diciptakan. Bagaimana membantah hal ini? -Bagaimana dengan surah Al Baqarah ayat 31, ketika malaikat berkata kepada Allah تعالى, “Kalau Kamu menciptakan makhluk yang membuat kerusakan dan saling menumpahkan darah”? Apakah ini tidak menunjukkan adanya makhluk sebelum menghuni bumi? -Bagaimana hukumnya mengubah nilai IP atau nilai ijazah supaya dapat pekerjaan di perusahaan yang memakai standar nilai tertentu? -Bagaimana hukumnya upacara wisuda perguruan tinggi umum? -Ada orang berkata, “Kalau Allah telah menentukan rezeki/nasib setiap orang, maka untuk apa kita bersungguh-sungguh dalam kehidupan ini misalnya menuntut ilmu, mencari nafkah, dan lain sebagainya?” Apa bantahannya? -Apa hukum anak angkat dalam hak pembagian warisan?

    CD-29 Al Ustadz Dzulqarnain. MERAIH KEMULIAAN MELALUI JIHAD….BUKAN KENISTAAN (Total Durasi 4 Jam 9 Menit). Track 01 adalah rekaman acara bedah buku “Meraih Kemuliaan Melalui Jihad….Bukan Kenistaan” karya Al Ustadz Dzulqarnain yang menjelaskan kepada kaum muslimin tentang pandangan syariat Islam terhadap terorisme dan meluruskan kesalahpahaman orang-orang yang berbuat teror dan bom bunuh diri mengatasnamakan jihad. Ceramah Al Ustadz Dzulqarnain pada tanggal 18 November 2006 di Masjid Al Markas Al Islam Maros ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Maros H. Andi Najmuddin Aminullah, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, dan perwakilan Panglima Kodam VII Wirabuana yang masing-masing memberikan sambutan resminya.
    Dalam track 02 dan 03 dijelaskan secara detail tentang kaidah syar’i seputar jihad, sebab dan dampak terorisme serta solusi menghadapinya. Sedangkan track 04 adalah tanya jawab berbagai masalah.

    CD-30 Al Ustadz Dzulqarnain. PULUHAN PERSAMAAN SYI’AH DAN YAHUDI (Total Durasi 11 Jam 32 Menit).
    01. Sejarah Yahudi dan Syi’ah. 02. Abdullah bin Saba’ Tokoh Fiktif? 03. Persamaan Syi’ah dan Yahudi dalam Aqidah Wasiat dan Imamah. 04. Persamaan Syi’ah dan Yahudi dalam Tidak Menolong Imam Mereka dll. 05. Kedustaan Syi’ah tentang Kecintaan kepada Ahlul Bait. 06. Mengenal Imam Mahdi. 07. Perbedaan Imam Mahdi Ahlus Sunnah dan Klaim Syi’ah. 08. Keyakinan Syi’ah tentang Keluarnya Imam-imam Mereka dan Tanya Jawab. 09. Kesimpulan Aqidah Raja’ah dan Tanya Jawab. 10. Tuduhan Syi’ah tentang Kurangnya Naskah Al Qur’an dan Laknat Syi’ah terhadap Para Sahabat Rasulullah b. 11. Persamaan Syi’ah dan Yahudi dalam Membuat Kedustaan Atas Nama Allah تعالى . 12. Persamaan Syi’ah dan Yahudi dalam Mengkultuskan Diri Mereka Masing-masing. 13. Persamaan Syi’ah dan Yahudi dalam Mengubah Kitab Allah تعالى dan Kejahatan Khumaini.

    CD-31 Al Ustadz Dzulqarnain. TUNTUNAN PUASA RAMADHAN (Kajian Kitab ‘Umdatul Ahkam Kitabush Shiyam Karya Imam Abdul Ghani Al Maqdisi)
    Total Durasi 6 Jam 38 Menit
    01. Definisi, Hukum, Syarat Wajib Puasa, dan Keutamaan Puasa Ramadhan. 02. Hukum Memulai Puasa Satu atau Dua Hari Sebelum Ramadhan. 03. Penentuan Awal Ramadhan dengan Hilal dan Permasalahan Tentangnya. 04. Tanya Jawab Bagian Ke-1. 05. Syari’at, Keutamaan, dan Hukum Seputar Makan Sahur. 06. Tanya Jawab Bagian Ke-2. 07. Puasa Orang yang Belum Mandi Junub Sebelum Subuh dan Makan Tanpa Sengaja Saat Berpuasa. 08. Hukum Berhubungan Suami-Istri Saat Berpuasa Ramadhan. 09. Tanya Jawab Bagian Ke-3. 10. Hukum Puasa dalam Safar/Perjalanan dan Masalah Lainnya. 11. Tanya Jawab Bagian Ke-4. 12. Hukum Mengakhirkan Qadha’ Puasa. 13. Hukum Orang Meninggal yang Mempunyai Tunggakan Puasa. 14. Hukum Menyegerakan Berbuka Puasa dan Mengakhirkan Sahur. 15. Hukum Puasa 2 Hari Berturut-turut tanpa Berbuka (Wishol). 16. Tanya Jawab Bagian Ke-5. 17&18. Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan.
    Beberapa Tanya Jawab:
    - Bolehkah menggabungkan Puasa Daud dan Puasa Senin-Kamis? – Apakah anak-anak yang latihan puasa setengah hari juga mendapat pahala? – Apa hukum onani? – Apakah suami berhak memukul istrinya karena ia menolak berhubungan di siang hari Ramadhan? – Mungkinkah kita melihat hilal pada 30 Sya’ban ba’da Ashar? – Bagaimana jika Puasa Daud terkena hari Jum’at? – Bolehkah berpuasa setiap hari pada bulan Sya’ban? – Berapa lama dan di mana hilal muncul? – Adakah doa khusus sahur dan berbuka puasa? – Mengapa di Indonesia sering terjadi perbedaan waktu pelaksanaan sholat ‘Idul Fithri? – Apakah sah sahur orang yang junub? – Apa hukumnya mengkhususkan tadarrus Al Qur’an di bulan Ramadhan? – Bolehkah mengganti puasa dengan tidak berturut-turut? – Bagaimana jika berhubungan suami-istri saat puasa Ramadhan karena lupa? – Apa hukum membangunkan orang untuk sahur? – Apakah disyariatkan mengadakan ceramah setelah sholat tarawih? – Benarkah tidur di siang hari Ramadhan adalah ibadah? – Perempuan yang hamil dan menyusui, apakah membayar fidyah atau meng-qadha?- Jika gusi berdarah lalu darah tertelan, apakah membatalkan puasa?- Apa hukumnya puasa 2 hari sebelum Ramadhan dengan alasan sebagai latihan atau pemanasan?- Apa hukum onani saat puasa Ramadhan?- Apakah ada tuntunan ziarah kubur menjelang Ramadhan? – Bolehkah perempuan minum pil pencegah haidh supaya puasanya penuh di bulan Ramadhan? – Apakah boleh mengganti puasa dengan fidyah bagi orang yang sudah tua dan sakit diabetes? – Bolehkah membayar zakat fithr melalui badan amil zakat yang dibentuk pemerintah? – Bolehkah sholat tarawih berjamaah di rumah? – Perempuan yang suaminya meninggal sedangkan ia tidak mampu, bagaimana pembayaran zakat fithrnya? – Bolehkah zakat disumbangkan kepada masjid atau pondok pesantren?

    MUROTTAL AL QUR’AN 30 JUZ
    1. Syaikh Su’ud Asy Syuraim (Imam Masjid Al Haram Makkah)
    2. Syaikh Abdurrahman As Sudais & Asy Syuraim (Imam Masjid Al Haram Makkah)
    3. Syaikh Sa’ad Al Ghomidi (Imam Masjid Agung Ad Damam)
    4. Syaikh Musyari Rasyid (Untuk komputer bit rate 48 kbps dalam 1 CD sedangkan untuk VDC player dan discman bit rate 96 kbps dalam 2 CD seharga Rp 13.000)
    5. Syaikh Hani bin Ibrahim Ar Rifa’i (Imam Masjid Riyadh)
    6. Syaikh Abu Bakar Asy Syathiri
    7. Syaikh Abdullah Al Mathrud (Imam Masjid Riyadh)
    8. Syaikh Muhammad Jibril
    9. Syaikh Abdurrahman Al Hudzaifi (Imam Masjid Nabawi Madinah)
    10. Syaikh Ahmad Azmi

    KETERANGAN USTADZ:
     Al Ustadz Hammad bin Amir Abu Mu’awiyah adalah Pemimpin Umum Jurnal Islamy Al Atsariyyah dan Pengajar di Ma’had Tanwirus Sunnah, Gowa, Sulawesi Selatan. Beliau lulusan Ma’had As Sunnah Makassar.
     Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi adalah pengajar di Ma’had Al Bayyinah, Sidayu, Gresik. Beliau pernah belajar di Ma’had Darul Hadits Yaman yang pengajarnya antara lain Syaikh Yahya Al Hajuri dan Syaikh Abdurrahman bin Mar’i Al ‘Adeni.
     Al Ustadz Dzulqarnain adalah pengajar di Ma’had As Sunnah Makassar dan Pemimpin Umum Majalah An Nashihah. Di antara guru-guru beliau yaitu Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i (ahli hadits negeri Yaman), Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali (Imam Al jarh wat Ta’dil di zaman ini), Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi (Mufti Saudi Arabia Bagian Selatan), dan Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan (anggota Hai’at Kibarul Ulama Saudi Arabia). Saat ini beliau bermukim di Madinah (Saudi Arabia) guna memperdalam menuntut ilmu kepada masyaikh (ulama) Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
     Al Ustadz Khidhir adalah pengajar di Ma’had As Sunnah Makassar. Beliau pernah belajar di Ma’had Darul Hadits Yaman yang saat itu masih dipimpin Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i ﷲﺍﻪﻤﺣﺮ.
     Al Ustadz Mustamin adalah pengajar di Ma’had As Sunnah Makassar. Beliau alumnus Universitas Islam Madinah Saudi Arabia (lulusan tahun 2000).
     Al Ustadz Hasan Rasyid adalah da’i di Kendari, Sulawesi Tenggara, alumnus Universitas Islam Madinah.

    KETERANGAN TASJILAT:
    1. Semua ceramah yang diproduksi Tasjilat Al Atsariyyah dengan izin ustadz yang bersangkutan.
    2. Dengan membeli CD Tasjilat Al Atsariyyah berarti Saudara turut membantu kelancaran program pendidikan di Pondok Pesantren Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
    3. Harga 1 CD Rp 15.000,- untuk seluruh Indonesia kecuali Samarinda dan sekitarnya. Harga sudah termasuk ongkos kirim.
    4. Yang berminat menjadi agen atau membeli CD untuk dijual kembali atau pembelian minimal 10 CD akan mendapatkan discount menarik. Hubungi nomor HP tasjilat via telepon atau SMS.
    5. CD blank merek GT-PRO yang kualitasnya standar.
    6. Kemasan kotak menggunakan DVD box GT-PRO yang risiko pecah/retaknya paling rendah dibandingkan kotak CD lainnya serta mengurangi risiko tergoresnya CD (kemasan dengan kertas karton adalah yang paling berisiko besar untuk menyebabkan goresan atau kerusakan CD).
    7. Bit rate MP3 rata-rata 160 kbps sehingga insya Allah memungkinkan untuk diputar di semua jenis VCD (+MP3) player dan discman serta komputer.
    8. Tampilan dan kemasan CD insya Allah komersial.
    9. Pemesanan CD melalui SMS ke nomor HP 085652119189 dengan menyebutkan nomor CD, jumlah yang dipesan, uang, serta nama dan alamat pemesan. Contoh: Jika memesan CD-01 sebanyak 1 keping, CD-02 sebanyak 4 keping, dan Murottal Syaikh Hani Ar Rifa’i sebanyak 1 keping maka ketiklah SMS: “Pesan CD-01(1) CD-02(4) M-5(1)#Jumlah 6 CD# Rp 90.000#Abdullah Jl. Raya No. 01 RT 01 Padang 12345.”
    10. Pemesanan dapat dilayani setelah uang ditransfer ke BNI Cabang Samarinda No. Rek. 0076511031.
    11. Pengiriman CD dengan pemesanan mimimal 5 CD melalui jasa TIKI. Jika di daerah tersebut tidak mempunyai kantor cabang TIKI, maka pengiriman melalui pos kilat khusus. Pengiriman di bawah 5 CD juga melalui pos kilat khusus.
    12. CD yang tidak bisa diputar dapat ditukar selama belum tergores.
    13. Judul CD insya Allah akan terus bertambah seiring dengan aktivitas dakwah para ustadz dan proses pengeditan CD-CD master yang kami miliki. Adapun judul yang diedarkan baru sekitar 31 % dari master yang kami miliki.

    MAKLUMAT:
    Berdasarkan surat dari Al Ustadz Dzulqarnain (Pimpinan Ma’had As Sunnah Makassar) yang dikirimkan kepada kami tertanggal 14 Maret 2007, dengan ini diberitahukan kepada khalayak bahwa hak penggandaan ceramah dan/atau pelajaran dari Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi, Ustadz Khaidir bin Muhammad Sunusi, Ustadz Shobaruddin, dan Ustadz Mustamin hanya diberikan kepada usaha tasjilat (perekaman) berikut ini:
    1. Tasjilat As Sunnah di Makassar
    2. Tasjilat Al Madinah di Solo
    3. Tasjilat Al Atsariyyah di Samarinda
    berdasarkan kesepakatan antara pihak ustadz dengan pihak tasjilat tersebut.
    Oleh karena itu, tidak dibenarkan bagi siapa pun selain ketiga tasjilat tersebut di atas untuk menggandakannya dan bila terjadi maka dianggap sebagai perbuatan melanggar/mengambil hak orang lain yang dilarang agama.

  31. abu abdirrahman September 8, 2007 pukul 3:28 am Reply

    assalamu alaikum
    kaifa khalukum
    salam kenal semua ikhwa dimana saja ana dr makassar saya berharap mudaha2an ikhwa semua tetap menjaga ukhuwa .

  32. saeful ibnsodik September 21, 2007 pukul 5:36 pm Reply

    keyfa haluk ya abu,
    ana min cilacap aydon, lakin al-an ana fii sumsel lithalabul halal

    abu, afwan jiddan ana bisa g minta tlg jadual ta’lim daerah cilacap sekitar yg ente tahu skerang ini..update
    kirim ke alamat email ana aja ya sekalian taaruf

    syukran katsiran

  33. Abu 'Abdillah AlKarawanjy September 24, 2007 pukul 11:46 pm Reply

    Assalamu’alaikum,

    Salam kenal dari Karawang, Semoga blog antum bisa membuat

    para pembaca blog abusalma.wp berpindah…

    Barakallahu Fiik,

  34. Abu Yahya September 27, 2007 pukul 2:31 am Reply

    Assalamu’alaykum!, lumpang lewat

    Alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu. Gimana Akhii anta bil khoir…? Semoga Allah sempatkan kita bertemu…! Amin

  35. Abu Muhammad Heriyanto September 28, 2007 pukul 4:30 am Reply

    Assalamua’alaykum..
    Salam kenal ya akhii..
    Semoga artikelnya bermanfaat bagi kaum muslimin..
    Ana tunggu kunjungan antum di situs ana..
    Mohon masukan dan nasehatnya..
    Jazakallahu khayr wa barakallahu fikum..

    Wassalamu’alaykum

  36. ryu Oktober 1, 2007 pukul 8:06 am Reply

    salam kenal, kalo saya mo diskusi via email, boleh ga?

  37. anas fauzi rakhman Oktober 8, 2007 pukul 10:13 am Reply

    Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

    Akh antum cilacap-nya mana. Ana juga asli sana, Sampang tepatnya.

    Klo pulang boleh ana ziaroh ke rumah antum?

    Wa’alai’kum salam Warohmatullahi Wabrrrokatuhu.
    Afwan baru jawabsedang sibuk jadi ga pernah online.
    Jl. Jambu 716 Maoslor Maos Cilacap, tafadhol mampir ke rumah!

  38. endu Oktober 27, 2007 pukul 7:25 am Reply

    Assalaamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
    saya sangat awam mengenai agama, dan saya sendiri bingung apakah saya termasuk ahlusunnah karena saya tidak memiliki atau mengikuti kelompok yang masing-masing mengatakan benar. Saat ini saya menjalankan ibadah sesuai dengan yang telah diajarkan oleh guru-guru saya dan dari buku-buku serta keyakinan sendiri dan bagi saya yang penting adalah menjalankan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintahnya. Saya juga mebaca buku-buku Hasan Albana, Yusuf Qardhawi, dll, karena saya polos saya tidak tahu siapa mereka, manhaj apa mereka dan ada apa dengan mereka, sehingga dari tulisan diatas terkesan bahwa mereka bukan salaf. Dan terus terang saya belum tahu banyak tentang salafy bagaimana caranya saya bisa tau salafy itu apa dan bagaimana. Yang saya tahu salafy itu adalah orang yang tindak tanduknya benar-benar ditujukan kepada Allah.
    Saya di Tangerang kira-kira dimana saya harus belajar dan siap a ustad yang ant kenal atau tahu.

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Saudaraku semoga Allah ta’ala merahmati anda. Salafy itu adalah penyandaran diri kepada generasi salaf (terdahulu) maksudnya berupaya untuk berislam sesuai apa yang telah diajarkan Rasulullah dan telah dipraktekkan oleh para sahabatnya.
    Namun karena Islam itu sangat luas tentunya tidak mudah menjadi orang yang benar-benar salaf perlu terus belajar dan belajar. Sehingga seorang salafy berciri-ciri rajin belajar dan bekhidmat dengan ilmu. Hal ini dikarenakan faham terhadap Ilmu agama merupakan tanda dicintai dan diberi kebaikan oleh allah ta’ala. Sebagaimana hadits Nabi man yuridillahu bihi khoiron yufakkihu fiddin.Barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah maka allah akan fahamkan dia kepada agama.
    Saudaraku barokallahufik, untuk dapat mengikuti kajian di tangerang dan sekitarnya, sebaikknya antum beli majalah Asy-Syariah, dari majalah tersebut insya Allah antum akan mendapat info mungkin no telp dan lain sebagainya. Atau mungkin antum dapat bertanya langsung kepada Abu Luqman atau Anto Salafy pada blognya (terdapat pada link ikhwan di blog saya ini, silahkan klik saja)
    Demikian yang dapat saya bantu semoga bermanfaat bagi kita fi dunya wa akhiroh.
    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.

  39. jatayu Oktober 28, 2007 pukul 5:43 pm Reply

    asalamualaekum abu…
    semoga abu sekeluarga serta saya dan juga minal muslimin wal muslimat selalu ada dalam ihdina sirotolmustaqin serta ridho illahi….
    amin……
    perkenankan saya bertholabul ilmi dan menjalin silaturahmi di blog na abu sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih
    jika ada kegiatan masjid ilmu atau tablig tolong kabari saya…
    kirim email ja ke gatot_1208@yahoo.co.id
    ini akan sangat membantu saya yang sedang haus akan ilmu allah.
    terima kasih abu….
    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.

  40. Abu Aqil Al-Atsy As-Salafy Oktober 29, 2007 pukul 8:32 am Reply

    Assalamu’alaikum warahamatullohi wabarakaatuh,
    Akhy keifa halluk ? udah lama gak main ke blog antum, ternyata tampilannya udah berbeda ya.

    Alhamdulillah akh, sekarang masyarakat kita sudah mulai berfikir kritis masalah agama, sehingga aliran2 sesat yang bermunculan sekarang ini lebih capat tercium. Walaupun tidak dipungkiri masih ada juga orang-orang yang mudah tertipu oleh mulut manis ahli ahwa wal bida’.

    Seperti kasus “AlQiyadah Al-Islamiyah” beberapa waktu lalu, orang yang mengaku nabi-nya AlQiyadah udah ditangkap. Namun disisi lain, masih ada saja koment2 yang masuk ke blog ana yang mengatasnamakan pembela AlMasih AlMaw’ud.

    Semoga Alloh memberikan hidayah kepada kaum muslimin dimana saja berada, untuk tunduk dan patuh kepada Alloh dan RosulNya.

    Akhy, semoga Alloh menetapkan kita dijalan yang benar. Jalan salafunas sholih. Barakallohu fiik.

    Wassalamu’alaikum warahamatullohi wabarakaatuh.

  41. abu abdillah Oktober 29, 2007 pukul 3:17 pm Reply

    assalamu’alaik aba salma..
    afwan ana juga seorang yang baru NGAJI SALAFI..
    alasan antum rasanya lebih halus ketika antum tinggalkan majalah assunnah, al furqon, antum cuma tidak mau mengatakn as sunnah dan al furqon -yang menurut anggapan antum dan kawan2 antum majalah surury khan?-sehingga antum hanya mengatakan :saya tidak kenal ustdaZ ustadz di as Sunnah..sehingga saya tidak akan mengabil ilmu darinya lagi.”ya terang aja antum sudah tidak mau mendatangi ta’limnya koq..kapan bisa ketemu dan tahu isi ta’lim mereka??.sekarang ana tetap baca as sunnah…ana sering ikut ta’lim asatidzah as sunnah, ana kenal orangnya…dan tidak ana temukan para asatidzah berpemikiran surury sebagaimana yang di gembar gemborkan sebagian orang..ana juga bca asy syariah, ana juga ikut ta’lim ustadz dzulqornain ketika di solo. ‘ala kulli haal…kalian ini juga mendakwahkan salaf juga khan…???barakallahu fiik.

  42. abu nabila Oktober 30, 2007 pukul 6:34 am Reply

    jazakallah ya akhi

  43. Ibnu Zubair Oktober 30, 2007 pukul 9:01 am Reply

    Assalamu’alaikum. Warahmatullah
    ..
    Saya pembaca blognya Abu salma (http://abusalma.wordpress.com)
    dan juga sering mendengarkan kajian Ustad Yazid.

    Apa yang dituduhkan kepada Ustad seperti sururi, ikhwani, adalah bohong belaka. Saya dengar sendiri di kajiannya di masjid imam ahmad bin hambal (Bogor), Ust. Yazid memperingatkan akan bahaya sururi dan ikhwani ini kepada para penuntut ilmu.

    Kalau antum ingin mengenal ustad Yazid, jangan dari orang ketiga, dari orangnya langsung, kalau antum berinteraksi langsung dan nampak nyata bahwa apa yang disebutkan orang ketiga dilakukan oleh ustad Yazid, maka sayapun akan mengikuti jejak antum untuk meninggalkan beliau..

    Makanya harus tabayyun dulu, sebaiknya antum baca tulisan akh Firanda mengenai sebab musabab fitnah ini. Apakah majalah Assunnah dan AlFurqan mengajarkan tentang manhaj yang bathil yang membuat antum meninggalkan membacanya.

    Apakah antum punya intel dan mematai2 kegiatan ustad sehingga tahu detail dari mana uangnya berasal, aliran dananya, dan seterusnya.

    Sudah cukup sajalah, dari pada berpanjang lebar. Wassalamu’alaikum Warahmatullah..

  44. abu hilmi Oktober 30, 2007 pukul 4:32 pm Reply

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Alhamdulillah ana menemukan blog antum, sebenarnya tidak sengaja, qadarallah saya menemukannya di blog abu salma. Akhi, ana benar-benar seorang yang awam dan takut tersesat, saat ini ana sedang baru memulai menjadi tholabul ilmi, ana cuma minta didoakan semoga ana dimudahkan dalam mencari ilmu dan diberikan hidayah oleh Allah

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  45. Insan Oktober 31, 2007 pukul 6:41 am Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
    Ya Akhi, antum bilang bahwa majalah semacam As Sunnah dan Al Furqon belum diketahui salafy atau bukan. Ana mau tanya sebetulnya kriteria seorang yang mengikuti manhaj salaf itu seperti apa? Ketika datang ilmu yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan manhaj salaf apakah akan kita tolak hanya karena yang berbicara/menyampaikannya bukan/tidak diketahui salafy atau bukan? Bukankah kita harus berhati-hati dari sikap taqlid. Ada sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang yang ana yakin bahwa dia adalah seorang salafy menyampaikan salam kepada seorang ustadz yang tinggal di Cirebon selain itu dia juga menanyakan kabar ustadz tersebut, tetapi sang ustadz justru mendiamkannya, ana mau tanya inikah sikap seorang ustadz yang insya Allah akan antum katakan sebagai seorang yang benar-benar salafy. Jujur saja banyak fitnah yang dialami oleh beberapa pihak yang ana ketahui dan pelakunya tidak lain adalah pihak yang antum sebut sebagai salafy. Mohon balas ini ke alamat email ana saja.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

  46. andi Oktober 31, 2007 pukul 8:19 am Reply

    akh ana suka artikel antum, ana jadi pingin berguru langsung sama antum

  47. 'abdulwahid Oktober 31, 2007 pukul 11:47 am Reply

    assalamu’alaikum
    salam kenal akhi….. ana link blog antum ke blog ana ya?

  48. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 1, 2007 pukul 11:48 pm Reply

    Assalamu ‘alaikum
    Bagi ikhwan yang protes karena ana meninggalkan majalah, dengan penuh kerendahan hati ana memohon maaf.

  49. Ibnu Zubair November 2, 2007 pukul 3:54 am Reply

    Wa’alaikumsalam Warahmatullah…

    Terima kasih atas respond-nya yang lembut akhi… Ana hanya ingin tekankan bukannya protes tentang mengapa meninggalkan majalah “ini” dan “itu”. Yang ingin ana garisbawahi dan tekankan adalah sikap kelemahlembutan (Alhamdulillah, mudah2an Antum termasuk di dalamnya) dan sikap tabayyun (cek dan ricek) dari sumbernya langsung (bukan dari org lain, qala wa qila, dan sterusnya)..

    Begitu saja Akhi… Mudah-mudahan kita semua berada di dalam golongan orang yang selamat (Firqatun Najiah) .. Aamiin…

  50. almaidany November 3, 2007 pukul 6:29 am Reply

    akhi gimana momostinginnya.
    nampilin audio itulo giman?

    Barokallahufikum. Afwan pertanyaan kurang jelas.

  51. pak muh November 3, 2007 pukul 7:50 am Reply

    assalamualaikum,

    insyaAllah akan banyak bermanfaat seandainya bisa ditampilkan informasi-informasi mendasar mengenai penjelasan subhuhat thurotsi-sururi secara mendetail; mencakup:

    > apa pemahaman muhammad bin surur, apa penyimpangan-penyimpangannya terhadap kaidah manhaj salaf
    > apa dan bagaimana keadaan penyimpangan yayasan at-turots di kuwait dan sepak terjang tokoh-tokoh mereka
    > siapa dan karena apa ustadz-ustadz yang diberi peringatan terkait dengan permasalahan tersebut, dari dahulu hingga keadaannya saat ini
    > bagaimana konsistensi orang-orang yang diberi peringatan tersebut pada ucapan-ucapan mereka dan perbuatan-perbuatan mereka?
    > dsb … banyak hal yang insyaAllah akan bisa memperjelas syubuhat halus yang sangat rancu mengenai fitnah sururi ini

    (banyak sumber-sumber valid yang bisa dinukil insyaAllah yang menyajikan permasalahan ini yang setidak-tidaknya bisa dicantumkan link-nya)

    adapun ucapan-ucapan ‘global’ (seperti ; mbok yang lemah-lembut, tabayun kepada yang bersangkutan, dsb … ) merupakan ungkapan-ungkapan klasik (persis seperti ucapan-ucapan orang IM misalnya yang di tujukan kepada salafi) yang terbukti ampuh untuk mengkaburkan permasalahan yang sebenarnya, karena kata-kata global yang disampaikan tersebut sesungguhnya di dalamnya masih mengandung banyak rincian-rincian …

    demikian saran dari saya mengingat topik permasalahan ini (salafi -sururi turotsi) sangat pelik pembahasannya yang membutuhkan perhatian yang cukup, pemahaman pirinsip dasar manhaj salafi secara mendalam, serta pengenalan permasalahan secara lengkap (dari A-Z) …

    dan tentunya harus di dasari keikhlasan karena Allah dalam mengikuti dan mengamalkan kebenaran, dan menjauhi dari kecenderungan hawa nafsu …

    wallahu’alam
    afwan bila ada kesalahan
    jazzakallahu khaira wa barrakallahufii’

  52. Abu Luthfi November 5, 2007 pukul 9:46 am Reply

    Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh,

    Qadarallah, sampai juga saya ke blog antum yang lain.

    Mengenai fitnah ihya ut-thurats, sejujurnya sangat menghancurluluhkan keinginan banyak ikhwan yang baru mengenal manhaj salaf.

    Saya termasuk yang banyak belajar dari Ustadz Yazid (Bogor) dan Ustadz Abdul Hakim (Bekasi) selama setahun lebih, juga mambaca majalah Assunnah dan Alfurqon. Seperti yang telah disampaikan ikhwan terdahulu, belum ditemui apa-apa yang dikuatirkan oleh Ustadz lain tentang kedekatan mereka dengan sururi/hizbi.

    InsyaAllah, Qur’an & Sunnah sebagaimana para shalafushaleh berpedoman akan saya jadikan penimbang siapa ustadz yang dapat saya ambil ilmunya. Jika ditemui perkataan dan perbuatan mereka yang menyalahi Qur’an & Sunnah sebagaimana para shalafushaleh berpedoman dengan bukti yang jelas, tentu saya tidak akan ragu-ragu untuk meninggalkan mereka.

    Saya juga termasuk yang banyak mendapatkan ilmu dari blog antum, dari yang saya baca dan pahami, belum saya temui perbedaan antara yang antum sampaikan dengan para Ustadz ditempat saya menuntut ilmu.

    Menurut saya, sudahi saja apa-apa yang menjadi permasalahan mereka, para Ustadz yang kita cintai karena kelurusan dan keshahihan ilmunya.

    Menurut saya, cukup generasi kita saja yang terfitnah dengan masalah ini. Tidak perlu adik-adik dan anak-anak kita juga terfitnah dengan masalah ini.

    Juga, ingin menyarankan kalau bisa masalah ini jangan dilempar pada milis-milis islam yang belum bermanhaj salaf. Sungguh, ini menjadi ‘gunung’ penghalang bagi penyebar dakwah salaf untuk mengenalkan manhaj salaf.

    Sebab, fitnah ini, termasuk salah satu peluru yang mematikan yang digunakah kaum hizbiyah, syiah dan qur’aniyyin merusak jalan dakwah salaf.

    Semoga Allah memberikan peunjuk dan keistiqamahan kepada kita untuk tetap berjalan sebagaimana para salafusshaleh berjalan di atasnya.

    Barakallahu fikum.
    Abu Luthfi Fatchur Berlianto bin Supomo
    Moderator Milis myQuran

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Saudaraku…ini memang fitnah…sayapun tidak berani terjun ke maslah fitnah ini terlalu dalam. Hanya dari pengalaman membaca majalah dan berbagai situs termasuk m*****.**.** saya berkesimpulan untuk meninggalkan majalah dan situs tersebut. Hati ini tidak tentram dan saya dengan jujur menemukan keganjalan-keganjalan di dalamnya. Itu saja. Saya tidak berani memfonis mereka bukan salafy karena siapa sih saya ini. Manusia yang bodoh dibanding mereka semua.
    Saya berpesan : Coba anda memohon petunjuk kepada Allah, belajar dengan sungguh-sungguh bandingkan dua kelompok yang sepintas mirip ini, dan lihatlah dari segala sisi. Saya yakin…Insya Allah anda akan mengetahui siapa yang secara menyeluruh komitmen di dalam manhaj salaf. Barokallahu fikum.
    Namun semua itu tidaklah mencegah kita semua untuk tetap saling bersilaturahmi.
    Ketahuilah betapa banyak ikhwah yang di luar kota belajar dengan Ustadz-ustadz yang saya tinggalkan ketika mereka pulang ke Maos Cilacap kemudian bergaul dengan kita dan belajar bersama-sama kita di majlis-majlis ilmu bersama ustadz-ustadz saya. Alhamdulillah saya menikmati ini dan merasakan ikhwah-ikhwah tadi bersyukur dapat menuntut ilmu bersama saya di majlis yang ada bersama kami.
    Juga betapa seringnya ketika saya di cilacap bertepatan waktu sholat saya sholat bersama ikhwah-ikhwah yang mengambil ilmu dari ustadz yang saya tinggalkan di Masjid mereka.
    Dan betapa banyak ikhwah dari kelompok mereka yang mengambil ilmu di majlis yang kami selenggarakan.
    Wassalamu ‘alaikum.

  53. adil November 5, 2007 pukul 11:39 pm Reply

    Assalamu’alaikum Wr wb

    Jika Logika dalam berta’waun seperti yang antum sampaikan diatas dipakai, maka Blog yang antum kelola ini tidak bisa ana baca, padahal banyak kebaikan di dalamnya.

    Sebagaimana antum katakan bahwa antum meninggalkan Majalah assunnah karena belum mengenal secara mendalam pengelola majalah tersebut, begitu pula dengan ana, dan ana meyakini pembaca Blog antum lainnya banyak yang belum mengenal antum secara mendalam.

    Ana jadi teringat kisah Pembesar sufi yang membaca bukunya Syaikh Abdul Wahab. Sang sufi asik menikmati isi buku tersebut seraya membenarkan yang terdapat didalamnya, sedang dia tidak tahu bahwa buku itu adalah buku orang yang dia musuhi.

    Bukankah demikian seharusnya kita. Jika memaang ada kebenaran didalamnya, sekalipun syetan yang menyampaikannya, maka bisa kita ambil?

    Wallhu a’lam
    Assalamu’alaikum wr wb

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Betul sekali…andapun boleh bersikap tidak mengambil ilmu dari blog saya, karena masih banyak blog atau situs yang dengan sesungguhnya lebih baik dari blog saya baik dari sisi keilmiahan, materi, perwajahan dls.
    Saudaraku….ketika saya membeli majalah adalah untuk mencari ilmu, bukan untuk menyeleksi ilmu karena saya ini bodoh. Maka saya berupaya mengambil ilmu dari siapa yang telah ketahui identitas/profil pengisi materi baik secara langsung atau informasui dari orang-orang jujur yang saya kenal.
    Kebenaran adalah kebenaran dari siapapun datangnya tetap sebuah kebenaran. Namun saya belum mampu menyeleksi kebenaran itu sendiri, sehingga saya mencukupkan ilmu dari orang-orang yang saya kenal. Mudah-mudahan difahami.
    Barokallahufikum

  54. adil November 6, 2007 pukul 9:21 am Reply

    Ya Akhii Aba Salma..

    Ahsan jika sejak awal antum katakan kalimat : ” Namun saya belum mampu menyeleksi kebenaran itu sendiri, sehingga saya mencukupkan ilmu dari orang-orang yang saya kenal”

    Mulanya kalimat ini yg membuat saya heran: ” saya tidak berani mengambil ilmu pada mereka karena saya tidak tahu persis siapa mereka, bagaimana mereka mencari harta, cara ibadah mereka, keseharian mereka loyalitas mereka dengan Islam ini dalam kehidupan yang nyata..”

    Sampai antum tegaskan kembali dalam kalimat:”…..Ya saya tidak mengenal mereka hingga saya tidak berani mengambil ilmu darinya..”

    Saya sangat heran…, kok Aba Salma, yang Blognya terlihat ilmiyah dan sangat berhujjah bisa menulis kalimat diatas.

    Kalimat tersebut hanya pantas di lontarkan para taklidul a’ma.

    Memang begitu keadaannya akhi…bahwasannya saya tidak mengenal mereka seperti yang antum sebutkan itu. Karena ilmu itu harus di ambil dari orang-orang yang jujur. Bukankah saya tidak mengetahui kejujuran mereka dalam banyak hal…? Dan saya pun tidak menemukan orang-orang yang jujur di sekitar saya yang merekomendasi kejujuran mereka dalam banyak perkara (terkhusus dalam masalah manhaj). Mohon dimaklumi. Apalagi ditambah bahwa ustadz-ustadz yang saya ambil ilmunya walhamdulillah telah saya ketahui kejujurannya dalam banyak perkara termasuk di dalamnya kejujuran pada ilmu dengan bukti yang nyata baik dalam cara mencari harta, bermuamalah dengan kelompok-kelompok hizbiyah dan bermuamalah dengan awamnya kaum muslimin. Sungguh Pujian hanya milik Allah yang telah menolong asatidzah Ahlussunnah yang saya kenal mampu memberi teladan dalam banyak hal.
    Adapun tuduhan kepada saya sebagai muqolid, walhamdulillah tafadhol, memang saya bukan ustadz apalagi ulama. namun jika di tambahi a’ma menjadi al muqolidul a’ma, biarlah….saya berlindung dari sifat jelek itu kepada Allah taa’ala.
    Barokallahufikum

  55. Lukman Hakim November 8, 2007 pukul 9:05 am Reply

    Assalaamu’alaykum!
    Saya sangat senang membaca pernyataan-pernyataan akh “Abu Salma”. Terlebih, pada masalah-masalah Jamaah Muslimin (Hizbullah).
    Begini, teman saya anggota di JMH tersebut. Saya sangat kenal dengan dia. Bahkan, saya sangat menyayangi dia. D
    Saya ingin bertanya kepada akh Abu Salma -semoga Allah merahmatimu dan memberikan banyak kebaikan dan selalu istiqomah- bagaimana memberikan penjelasan tentang pengertian baiah, khilafah, imamah dan yang berhubungan dengannya, sementara keadaan dia di JMH sebagai berikut
    1. Beribadah mengikuti al qur’an dan al sunnah yang shohih, dan itu ia belajar dari ustadz di JMH
    2. Tidak menganggap Kafir kepada muslim lainnya.
    3. Ia berbaiah karena ada dalil-dalil yang shohih.
    4. Ia berbaiah karena sebelumnya, orangtuanya juga berbaiah.
    5. Ia sangat senang sekali, ketika adiknya telah berbaiah.

    Terimakasih, semoga Allah memberikan kepada akh Abu Salma, ilmu yang bermanfaat.

    Assalaamu’alaykum.
    Lukman Hakim

    Wa ‘alaikum saalam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Saudaraku, terimakasih atas apresiasinya terhadap tulisan-tulisan saya. Namun perlu saya terangkan bahwa saya ini sebenarnya bodoh, dikarenakan belum ada yang berkonsentari membahas tentang JMH, maka saya dan teman saya berupaya,mudah-mudahan saja bermanfaatbagi kaum muslimin.
    Kemudian sehubungan pertanyaan saudara, saya hanya dapat memberi saran pelajari saja tuisan-tulisan yang ada di blog ini (syukur anda dapat menjumpai ustadz-ustadz ahlussunnah di lingkungan saudara). Insya Allah jika saudara sudah menguasai akan mampu menjelaskan kekeliruan teman saudara tadi.
    Sebagai penghapus dahaga anda saya katakan bahwa semua aliran sesat ketika meyakini kebenaran ajarannya dikarenakan mereka semua meyakini di atas dalil. Seperti Qiyadah Islamiyah mereka meyakini di atas dalil, demikian juga JMH. Maka kebenaran itu bagi ahlussunnah tidak hanya berdasarkan Al-qur’an dan Sunnah akan tetapi harus diberi tambahan dengan pemahaman sahabat Rasulullah dan para ulama Islam yang mengikuti generasi sahabat.
    Sedangkan para sahabat dan para ulama Islam semuanya, mengaplikasikan dalil-dalil Jamaah, Imamah dan Bai’at itu pada seseorang yang memiliki kekuasaan. Maksudnya aplikasinya itu pada pemerinthan suatu negara yang berdaulat. Bukan seperti JMH, LDII atau Ahmadiyah dn kelompok-kelompok menyimpang lainnya.
    Tunggu saja artikel-artikel selanjutnya dari rekan-rekan dan asatidzah yang ada.
    Barokallahufikum
    Wassalamu ‘alaikum warohmaullahi wrabarokatuhu.

  56. wanahs November 9, 2007 pukul 8:58 am Reply

    Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh,

    Perkenlkan , ana abu fahmi . Ana asli orang Sawangan ( tetangga desa sampang , maos , cilacap ). Cuma domisili sekarang di cibitung , bekasi. Ana bersyukur sekali bahwa Alloh yang maha agung memberikan hidayahnya sehingga ana bisa mengenal manhaj salaf ini yang penuh barokah , yang sebelumnya ana sempat berkecimpung dalam firqoh IM selam kurang lebih 2 tahun .
    Ana cuma ingin berbagi pengalaman , mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran dan menyadarkan kita . Terus terang ana ngaji sama ustadz-ustadz salaf seperti Ust .Yazid , zaenal abidin , Abdul hakim , ahmad Rofi’i dll para ustadz di wilayah jabotabek. dan yang ana ketahui – wallohu a’lam – bahwa ahlak mereka baik. Memang , sudah bukan rahasia lagi bahwasanya salafy terpecah , tetapi biarlah itu menjadi pengalaman masa lalu yang bisa kita ambil hikmahnya . Maksudnya , marilah kita yang ada sekarang sama-sama untuk menghilangkann sekat yang ada. Jangan kita sesama tholabul ‘ilmi saling tahzir karena ini sangat merugikan kita semua. Ana kenal ihwan-ihwan yang ngaji bareng Ustadz As- sewed baik di cibitung maupun di sampang , mereka semua baik baik. Ana kenal Akhi Hamzah ” Nasi goreng ” , atau Akhi Tulus ” bengkel sepeda “, mereka semua baik. apabila ana pulang ke sampangpun , ana banyak berinteraksi dengan ihwan-ihwan tersebut . Harapan ana , mudah mudahan ini adalah awal untuk bersatunya kembali salafiyin di negeri ini.
    Begitu saja Akhi… Mudah-mudahan kita semua berada di dalam golongan orang yang selamat (Firqatun Najiah) .. Aamiin

    Abu Fahmi

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Semoga Allah meluruskan amalan kita, amin.
    Saudaraku, Salafy itu satu tidak berpecah, yang ada bahwa ada orang yang konsekwen dengan manhaj salaf ini ada juga yang sedikit menyimpang (tidak konsekwen dalam beberapa hal) inilah yang manjadikan salafy sepertinya berpecah.
    Maka sudah semestinya kita sebagai thulabul ‘ilmi mencari, mendukung orang-orang yang konsekwen dalam segala hal.
    Dan jika antum bersungguh-sungguh mencari, Insya Allah akan menemukan, siapa yang sesungguhnya konsekwen dengan manhaj salaf. Dan sudah semestinya kepada mereka kita mendukung dan mengambil ilmu. Ini bukan berarti kita awamnya kaum mulimin tidak saling menyambung silaturahmi. Bukan itu maksudnya.
    Semoga Allah tambahkan ilmu dan amal kita semua.
    Barokallahufikum

  57. Edi November 12, 2007 pukul 3:28 pm Reply

    Apakah ada orang bermanhaj salafiyah tapi tidak suka kepada “salafy” ?

  58. Laila November 13, 2007 pukul 8:49 am Reply

    Assalaamu’alaykum!

    Akhi, blognya sangat bermanfaat
    Banyak ilmu di dalamnya -insya Allah-

    Oia, saya mau tanya:
    Bagaimana ALLAH dan RosulNYA menilai saya atau orang-orang lain yang membuat blog namun isinya tidak berilmu (tidak menyampaikan AYAT-AYAT ALLAH dan sabdanya).
    Trus, kalo menyampaikan AYAT_AYAT ALLAH dan perkataan Rosulullah, takut malah salah mengartikan atau salah menulis sehingga jadi bahaya.

    Oia, Saya kan baru membuat blog. Supaya dikunjungi untuk saling nasihat menasihati jika saya salah dalam menulis.

    Terimakasih.

    Waa ‘alaikum salam arohmatullahi wabarokatuhu
    Sampaikan / posting apa-apa yang telah kita dapat aja, jangan melebihi dari yang kita dapat.
    Barokallahuffikum

  59. ans November 15, 2007 pukul 9:04 am Reply

    assalamu’alaikum abasalma,….

    Wa ‘alikum salam warohmatullahi wabarokatuhu

    akhi, afwan..ana ingin ajukan beberapa pertanyaan buat antum [itu kalau antum mau jujur dan ikhlas menjawabnya, kalau gak, ya gak apa2].

    1. kenapa kerjaan orang-orang di salafi selalu menolak yang bukan golongannya…?[apakah orang salafi memang yakin paling benar.....?]

    Orang-orang salafy tidak pernah menolak orang yang bukan golongannya, bahkan orang-orang salafy senantiasa bergaul bersama seluruh kaum muslimin sholat dan beribadah bersama kaum mulimin di masjid-masjidnya kaum muslimin.
    Bukan orang salafy saja yang meyakini terhadap agamnya, semua orang pasti menyakini kebenaran ajaran yang diikuti. Namun kebenaran itu tetapharus diukur dengan Qur’an hadits dengan pemahaman salafush sholih. Jika keyakinannya selama ini ternyata menyimpang seorang salafy akan siap merubah keyakinannya dan bertaubat kepada Allah ta’ala.

    2. kenapa orang2 salafi sangat senaaaaang sekali mencaci maki orang2 diluar kelompoknya……?[apa orang2 salafi gak tahu kalau Allah dan RasulNya sangat membenci manusia yang menjelek2kan orang lain.............?]

    Orang salafy tidak sedang mencaci akan tetapi sedang menasehati, karena kesalahan dalam agama berakibat sampai yaumul qiyamah. Justru ini bukti cinta kasih sesama muslim. Kalau anda melihat adik anda mau memegang api apakah anda akan membiarkan ?

    3. informasi yang ana dapat, ternyata salafi itu ‘boneka’nya yahudi untuk memecah-belah umat islam? [nyatanya memang salafi paling seneng sih menjelek2kan sesama muslim.....!?]

    Apa yang anda ketahui tentang perpecahan dan persatuan saudaraku ?
    Apakah bersatu sekelompok orang yang berkumpul di sebuah rumah, satu orang sedang menyembah patung, satu orang lagi sedang mabuk-mabukan satu orang lagi rajin beribadah, tentu itu bukan disebut persatuan walaupun mereka bertiga tidak pernah ada pertengkaran.

    Agen yahudi…?
    Anda tahu tidak cara yahudi merusak kaum muslimin ?
    mereka membuat lagu, film, tontonan-tontonan dan semisalnya. Siapa yang mengkonsumsi produk yahudi tersebut ? Orang salafykah ? Justru salafy pakaiannya rapi, menyelisihi yahudi, jauh dari hiburan-hiburan yang merosak moral generasi muslim. Bukankah yang dikehendaki yahudi dan nasrani adalah kaum muslimin jauh dari agamanya ?
    Jika ada orang yang salah dan diingatkan oleh salafy untuk kembali kepada agama yang benar dan tetap pada kesalahnnya, siapakah yang sebenarnya agen yahudi ?

    4. apa benar, salafi ini gak jauh beda dengan LDII, Al Qiyadah Al Islamiyah, dan aliran yang dicap sesat lainnya……………!?[kalau ana salah, tolong luruskan ya...he...he...he....]

    Salafy bukan kelompok, tidak punya pimpinan yang ditaati dan di baiat, salafy berdakwah secara individu atau bersama-sama saling mendukung mengajak manusia kepada JALAN yang benar, tidak mewajibkan kaum mulimin untuk masuk menjadi anggota organisasi.
    Salafy hanya berdakwah, di mana-mana berdakwah tidak ada hubungan / ikatan tertentu kecuali ikatan persaudaraan di atas islam yang benar, bersatunya salafyun karena sama-sama beramal di atas sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

    udah, itu aja pertanyaan ana. semoga dengan tulus antum menjawabnya. kapan2 kita ketemu ya….[biasa ana adalah orang yang sedang mencari kebenaran]

    Barokallahufikum, semoga Allah mempertemukan kita sebagai saudara dalam agama yang benar sesuai yang dikehendaki oleh Allah ta’ala.

  60. Abu 'Ubayd Fadil November 16, 2007 pukul 12:09 am Reply

    Bismillahirrohmaanirrohiim

    Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…

    Ya akhi, barakAllaahufiyk.
    Ana sangat senang melihat cara antum berda’wah, masyaAllaah. Penjelasan2 antum tentang majalah AsSunnah, Al-Furqan, dan mengapa antum lebih memilih AsySyari’ah, masyaAllaah akh, bagus.

    Akh, Cilacap dan Cileungsi itu deket apa jauh yaa? Waktu itu ana sempat mengantar Ustadz Abu Hamzah ke Cileungsi, mungkin ana bisa ketemu antum..
    (apa jangan2 beda daerah nich, Allahul Musta’aan).

    BarakAllaahufiyk

    Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Cilacap di Jawa Tengah paling barat di pantai selatan

  61. Rabbani al Ghozi November 16, 2007 pukul 8:15 am Reply

    Lucu juga ya. Padahal apa yg disampaikan ustad Ustadz Sanin, Ustadz Saeful, Ustadz Dzulqornain, Ustadz Muhammad adalah benar bahwa beliau “tidak mau menjelaskan dalam perkara ini, mereka menganjurkan antum untuk sibuk menuntut ilmu jangan masuk dalam perkara-perkara seperti ini, Salaf itu manhaj bukan kelompok jangan antum cari kelompok mana yang benar tapi carilah ajaran mana yang benar.” Tapi ternyata antum malah mempersempit makna Salafy.

    Juga,
    Ustadz Arif Hizbullah, MA “Dia mengatakan bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah) bukan satu-satunya al Jamaah, kelompok lainpun yang mengamalkan Sunnah-sunnah Rasulullah dengan konsekwen dialah Al Jamaah. Orang dapat menjadi Al Jamaah dapat di mana saja, di organisasi apa saja yang penting mengamalkan Islam dengan konsekwen, komitmen dengan sunnah-sunnah Rasulullah dialah al Jamaah” Tapi ternyata antum pun mempersempit makna al jamaah.

    Tapi ana percaya antum adalah orang yg cerdas. Tentu tidak akan selamanya dalam kesempitan berfikir begini. Sampai bertemu.

    Rabbani
    “orang bilang kami Ikhwanul Muslimin, wallahu alam”

    Jazakumullahu khoiron atas nasehatnya.
    Tentang Ucapan Ustadz Arip, MA perlu saya komentari sedikit. Bahwa sannya kelompok-kelompok yang bisa disebut Al-Jamaah itu adalah yang konsekwen dan komitmen mengamalkan sunnah. Sedangkan dia sendiri berada dalam kelompok bid’ah yang di dalamnya ada amalan bid’ah yaitu berbai’at kepada orang yang tidak berkuasa sama sekali.
    Barokallahufikum. Wassalamu ‘alaikum

  62. aboezaid November 18, 2007 pukul 5:12 am Reply

    assalaamu’alaikum

    afwan ana emang baru mengenal dakwah salafiyah..belum lama…ana baru ngaji…
    mengapa sampai saat ini masih ada yang mempermasalahkan atau menganggap saudaranya sesama salafiyyin (majalah as-sunnah, al-furqon, dll) sebagai muslim/Salafy yang tidak diambil ilmunya??

    hanya karena antum tidak mengenal secara detil siapa mereka, hartanya dari mana…dll seperti yang dijadikan alasan oleh Ja’far Umar Thalib dan pengikutnya dahulu…
    padahal antum sendiri pernah berlangganan majalah as-sunnah dan al-furqan…
    apakah antum tidak melihat isi dari majalah tersebut??
    alhamdulillah ana mngenal mereka(dari tulisan ceramah, bahkan ngobrol langsung) dan ana tidak melihat penyimpangan dari salafus soleh

    dan apakah antum yakin dengan kebersihan dan kejujuran ustadz ustadz yang sekarang antum belajar darinya?? baik hartanya, ilmunya, dan lain-lain??? (Afwan pernyataan ini bukan berarti nenuduh/ menyalahkan ustadz2 tersebut..)

    apakah ada artikel di majalah as-sunnah, al-furqon, dll…yang menyimpang dari Manhaj Salaf???

    tunjukkan kepada ana jika ada yang menyimpang sehingga antum meninggalkannya dan tidak meu bermajlis dengan ustadz2 penulis di majalah tersebut…

    Yaa…akhi…
    selama ini ana ngaji ALhamdulillah ana belum pernah mendapatkan sesuatu yang menyimpang dari manhaj salaf dari ceramah2 ust. yazid, ust abdul hakim, ust ahmas Faiz, dll….seperti yang dituduhkan oleh asatidzah mantan LJ…
    bahkan mereka dengan keras menyerukan untuk mengikuti manhaj Salaf,,,dan membenci Syirik, Hizbiyyah, Sururiyyah, dll…

    ana pun sekarang juga sering menghadiri kajian ust abu hamzah yusuf (bandung), ust dzulqornain, ust fauzan (solo) dll..

    akhi…
    seorang salafy yang menerima dana dari yayasan hizbi, selama tidak mengikat dan bersyarat ..ulama pun berselisih pendapat tentang masalah ini…ada yang membolehkan dan ada yang tidak…(ana lebih memilih untuk tidak menerimanya)
    akan tetapi mereka para ulama tidak saling tahdzir ato hajr sesama saudaranya yang berbeda pendapat atau menerima dana tersebut…
    apalagi sampai mengeluarkannya dari ahlussunnah…

    ana yakin insya Allah, fenomene tahdzir ini hanya di Indonesia saja hal ini terjadi…

    ana pun dulu bersikap seperti antum yang tidak mau menerima ustadz2 majalah as-sunnah dll.. karena tuduhan mereka hizby, bekerjasama dengan ihya Turots..dll…
    tapi alhamdulullah sekarang ana dapat mengerti siapa dan mana yang benar dalam menyikapi perselisihan ini…

    bahkan…tuduhan-tuduhan yang masih dilontarkan oleh sebagian utadz kepada asatidzah majalah as-sunnah TERTOLAK…
    karena mereka masih mangambil dari khobar2 lama saat mereka dulu masih sejalan dengan Ja’fat Umar Tholib..
    dan sekarang antum sudah tau gimana manhaj Ja’far!!!
    mereka dulu TAQLID kepada Ja’far Tholib..bahkan dulu sampai ada yang mengatakan:
    “Seandainya Ja’far Sholat dengan satu kaki, maka kami pun kan akan Sholat dengan satu kaki”!!??

    jadi apa saja ucapan dan perintah Ja’far waktu dulu mereka ikutin mentah-mentah…
    dan sekarang tuduhan-tudahan kepada asatidzah Majalah As-Sunnah adalah tuduhan lama yang diperintahkan Ja’far…

    Oya satu lagi…
    apkah antum sudah tahu kalau Syaikh Ali Hasan Al-Halabi melarang kita mengambil dana dari Ihya’u Turots??
    akan tetapi mengapa mereka tidak mentahdzir ustadz2 yang mengundang Masyaikh Yordan ke Indonesia? padahal Syaikh Ali hasan tahu ada ustadz2 tersebut ada yang mengambil dana dari Ihya Turots…
    akan tetapi beliau Syaikh Ali malahan mentahdzir orang-orang yang mentahdzir asatidzah majalah As-Sunnah karena sikap mereka yang ghuluw…
    dan masih banyak lagi nasihat Masyikh Madinah tentang perselisihan ini….

    Lapangkanlah Dada untuk mererima perbedaan,,,

    alhamdulillah ana bisa menerima perbedaan ini (ana suka baca Majalah Asy-Syari’ah, Nikah, As-Sunnah, al-Furqon, dll)…

    jadi sudah saatnya Salafiyyin saat ini bersatu…
    sudahi permusuhan yang selama ini terjadi..
    ingatlah…
    penyebab perselisihan ini karena kita masih jahil…jahil… dan jahil…..
    maka sibukkan diri kita dengan meunutut ilmu…..
    ikhlaskan semua karena Allah..
    moga kita tetap istiqomah di atas manhaj salaf…amin..
    barokallahu fiikum

    akhi…ini hanya sekedar nasihat saudaramu yang menginginkan persatuan di atas manhaj Salaf…
    bukan karena kebencian dan dendam…

    akhukum
    Aboe Zaid

    Wa ‘alaikum salam Warohmatullahi wabarokatuhu.
    Jazakumullahu khoiron katsiro atas nasehatnya, sampai saat ini saya masih bersikap seperti ini.
    Mohon baca link-link berikut :
    1. http://abasalma.wordpress.com/2007/03/21/40/
    2. http://abasalma.wordpress.com/2007/03/31/ath-thurots-ujian-bagi-salafyun-bagian-ii/
    3. http://abasalma.wordpress.com/2007/08/07/wahai-saudaraku-tinggalkan-ath-thurots/
    4. http://abasalma.wordpress.com/2007/08/07/wahai-saudaraku-tinggalkan-ath-thurots-dua/

  63. Abu Nailah al Bontangi November 19, 2007 pukul 2:45 am Reply

    Untuk saudaraku ikhwan yg msh bingung permasalahan fitnah ihyaut turots,
    telah ada debat ilmiah anatara Ust Asykari dan Ust firanda.
    dari sana terlihat jelas dimana letak perbedaan mereka.
    Tentunya sebagai seorang salafy, seharusnya memilih yg lebih benar apalagi karena sangat jelas perbedaannya.
    dan sebagai langkah berhati-hati, tentunya tidak salah apabila kita mengambil ilmu dari orang yg lebih terpercaya/ lebih lurus pandangannya dan tentunya Insya Allah lebih selamat.

  64. Prijatno November 19, 2007 pukul 4:14 am Reply

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Salam kenal Akh.
    Anda bisa di hubungi email mana?
    Sekarang anda tinggal dimana?
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wa ‘alaikum Salam Warohmartullahi wabarokatuhu.
    E-mail : fachrurozi1969@yahoo.co.id
    Yahoo M : fachrurozi1969
    HP : 081804842328
    Barokallahufikum

  65. abu muhammad heriyanto ibnu sarmin November 19, 2007 pukul 8:13 am Reply

    Mengenai masalah IT, ada baiknya jika kita mengambil hikmah pelajaran dari Ustadz Abu Karimah Askari. Beliau menyatakan rujuk dan keluar dari IT setelah beliau berdialog didepan Syaikh Muqbil bin Hadi-rahimahullahu ta’ala, dimana dialog tersebut di ikuti oleh pihak yang mentahdzir IT dan pihak yang tergabung didalam IT. Apabila kita sudah menyakini bahwa IT itu adalah organisasi hizbiyyah, maka sudah selayaknya bagi kita untuk menjauhinya disebabkan takut terkena dampak buruk hizbiyyah-nya tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan juga dari apa2 yang telah dituturkan oleh salah seorang ustadz, bahwa apabila mahasiswa Madinah (asal Indonesia) diberi penjelasan bahwa IT itu adalah hizbi, maka mereka yakin bahwa IT itu hizbi. Akan tetapi apabila mereka berhadapan dengan IT, maka mereka berubah dan menyatakan bahwa IT itu bukan hizbi. Dan juga ustadz tersebut mengisahkan tentang keadaan di Jogja, dimana seorang pimpinan IT berkata “Apabila kalian lepas dari IT, kalian mau makan apa?”
    Saya juga mendapati suatu hal yang aneh, dimana seorang ustadz salafy mendapat gelar Master Agama dari salah satu PT di Indonesia (konon PT tersebut bukanlah lembaga pendidikan yang mengajarkan manhaj salaf).
    Saya tidak menafikan kebenaran dan kebaikan sebagian asatidz yang tergabung dalam IT, namun saya berhati2 dari keburukan yang ditimbulkan oleh IT baik secara langsung maupun tidak langsung.
    wallahu a’lamu bish shawwab..

  66. aboezaid November 19, 2007 pukul 5:44 pm Reply

    @ abu muhammad heriyanto ibnu sarmin
    akhi…
    mengenai masalah Ihya’u turots…
    tunjukkan sekarang siapa saja ustadz yan tergabung dalam IT???
    perhatikah… “Tergabung” dalam IT…??? ini dusta…!!!
    emang dulu ada ustadz yang menerima dana dari IT,,, tapi sekarang mereka idak menerima lagi…tapi mereka tidak tergabung dengan IT…
    dan gimana sikap ust yang dulu menahdzirmereka??? yach…mereka masih mentahdzir ustadz tersebut… padahal tuduhan mereka tidak benar..??!!!
    akan tetapi apakah kita lantas mentahdzir mereka gara2 menerima dana yang tidak mengikat ato bersyarat?
    perhatikanlah saudaraku….
    mengenai ust asykari,,,ana udah pernah dengar ucapan beliau..moga Allah menjaganya…
    sejatinya kita bukan berbeda dalam manhaj…
    kita tetap ahlussunnah…
    alhamdulillah jika antum tidak menafikan kebenaran dan kebaikan dari ust2 yang meerima dana dari IT.berarti antum masih mengataka mereka Salafy…dan bukan mengatakan mereka Hizby..tafadhol…
    ana pribadi berpendapat bahwa kita ahsannya janga meerima dana dari IT…juga ustadz2 yang sekaran kuliah di madinah…mereka ada yang sangat keras melarang meerima dari dana IT…
    wallahu a’lam…

  67. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 20, 2007 pukul 6:54 am Reply

    Assalamu ‘alaikum,
    Yang perlu disikapi juga adalah ustadz-ustadz yang berbuat rahmah, lembut dengan ustadz-ustdz yang bekerja sama dengan IT akan tetapi berbuat kasar dan mengatakan mutasyadid kepada ustadz-ustdz salafy (ahlussunnah).

  68. Abu Muhammad Heriyanto November 21, 2007 pukul 9:32 am Reply

    Akhi Abu Zaid, tidakkah antum baca bahwa saya menyebut dialog tersebut dilakukan didepan Syaikh Muqbil bin Hadi -rahimahullahu Ta’ala- . Dan ustadz Askari menyatakan rujuknya dari IT setelah beliau mendapat penjelasan dari Syaikh Muqbil bin Hadi -rahimahullahu Ta’ala- .
    Bukankah dulunya Ustadz Askari adalah orang yang tergabung dalam IT? Dalam catatan kaki no 1, dari artikel yang berjudul “Jum’iyyah Ihya’ At Turots , Masalah Ijtihadiyyah? yang ditulis oleh Ustadz Askari (dalam rangka membantah Tulisan Ustadz Firanda) disebutkan bahwa:
    1- Dan dahulu penulis (yaitu Al Ustadz Askari) termasuk orang yang turut serta mengikuti berbagai kegiatan Ihya’ At Turots yang diadakan di Tengaran dan di tempat yang lain, termasuk pada saat diadakannya kegiatan mulazamah setahun bersama Syarif Hazza’, bahkan termasuk diantara diantara murid Syarif Hazza’ yang paling dekat dengannya..dst (Menyingkap Syubhat Fitnah Ihya’ At Turots – http://www.maktabah.al-ilmu.com)

    Jika kemudian saya memahami bahwa hal tersebut adalah “sebagai bentuk tergabungnya seorang ustadz didalam IT” dinyatakan salah, maka saya minta maaf.

    Saya bertanya kepada antum: bagaimanakah kaitan antara Ustadz Firanda dengan IT?

  69. Abu Muhammad Heriyanto November 22, 2007 pukul 6:02 am Reply

    “Apabila kalian lepas dari IT, kalian mau makan apa?” yang benar adalah ““Apabila kalian lepas dari IT, kalian dapat gaji dari mana?”

  70. Edi November 24, 2007 pukul 4:54 am Reply

    Mas Aba Salma,
    komentar dari mas ANS di atas adalah gambaran umum tentang “kelompok salafy” di mata masyarakat muslim saat ini.

    Mau dibolak-balik bagaimanapun juga, image “salafy = tukang menuduh” adalah image yang sudah terlanjur menempel di kalangan ummat Islam di Indonesia.

    Silakan direnungkan hikmahnya.

    blockquote>Apa bedanya menuduh dengan menunjukkan kesalahan !
    Kalau memang menunjukkan suatu kesalahan saudaranya seagama disebut tukang tuduh, ya saya terima sebutan itu, semoga semua itu dinilai oleh Allah sebagai pembela agamNya

  71. Edi November 24, 2007 pukul 5:11 am Reply

    Zaman para shahabat dahulu,
    kalau ada hal-hal yang berbeda di antara mereka, maka mereka akan duduk bersama-sama untuk membicarakan hal tersebut.
    Keputusan diambil berdasarkan musyawarah,
    atau kalau dari musyawarah tidak memberikan hasil, maka pemimpin-lah yang menentukan hasilnya.
    Tidak ada perdebatan dan tidak ada cacian.

    Saat ini,
    kita tidak punya pemimpin dalam beragama. Maksudnya, tidak ada satu ulama-pun yang punya legitimasi untuk menentukan satu keputusan atau fatwa yang harus diikuti oleh semua ummat Islam.

    Karena anda tidak tahu siapa namanya ‘ulama.

    Oleh karena itu, meskipun sudah ada dialog atau musyawarah, kalau dari dialog atau musyawarah itu tidak muncul sebuah keputusan,
    lantas apa boleh kita saling mencerca ?

    Kita berpegang dengan kebenaran, Al-qur’an wasunnah bi fahmi salaful ummah, siapa yang pendapatnya menyimpang dari hal tersebut kita tinggalkan, kalau tidak mampu membedakan siapa yang komit dengan hal itu dan siapa yang tidak komit, silahkan belajar !

    Kalau manhaj yang benar adalah manhaj yang kokoh dan kuat,
    maka seharusnya tidak ada perpecahan di dalamnya.

    Tidak ada perpeccahan, yang ada satu menyimpang yang lain kokoh memegang manhaj, atau dua-d
    uanya menyimpang !

    Sebaliknya, kalau satu kelompok selalu sibuk dengan memecahkan konflik yang muncul di dalam tubuhnya, maka, mana buktinya kalau kelompok itu memiliki manhaj yang benar ?

    Kalau memang anda termasuk orang yang menerima / toleran terhadap perbedaan, sudah semestinya anda tidak menguuri saya yang menguruisi kesalahan orang lain, itulah perbedaan kita, jadi silahkan anda toleran terhadap saya memaklumi perbedaan yang ada pada kita. Jika anda masih mengurusi saya berarti anda tidak toleran kepada saya berarti anda memaksa saya agar seperti anda, berarti anda tidak memegang manhaj yang lurus, semoga faham !

    Toleran adalah demokrasi, memaklumi perbedaan, apakah itu yang anda maksud, jika ya ! sekali lagi biarkan ikhwah-ikhwah salafyin membongkar kesalahan-kesalahan kelompok lain, itulah perbedaan yang harus anda terima, sebagai orang yang bermanhaj boleh berbeda, karena memang kita belum bisa bersama.

    Pertanyaan berikutnya,
    kalau Ihyaauts Thurots adalah kelompok yang penuh bid’ah, lantas bagaimana dengan para tukang beca, para kuli pelabuhan, dan para pegadang kaki lima yang meyakini Allah sebagai pencipta mereka, mereka mengakui Muhammad sebagai nabi mereka, tapi mereka tidak sholat, tidak ngaji, tidak puasa, dan tidak zakat ?
    Apa boleh kita sebut dan kita cap mereka sebagai ahli neraka ?

    Islam itu beribadah kepada Allah ta’ala dengan petunjuk yang telah Allah ajarkan kepada Nabi-Nya. Kalau antum tahu bahwasannya dosa yang paling tinggi adalah syirik kemudian bid’ah, anda kelihatannya tidak memahami hal ini,mudah-mudahan saya dapat posting tentang bid’ah.

    Perlu diketahui,salafiyin tidak pernah memastikan kaum muslimin akan masuk neraka, salafiyin hanya menjelaskan bahwa bid’ah itu kesesatan, dan kesesatan itu di ancam neraka, kita menyampaikan ancaman-ancaman Allah akan tetapi tidak memastikan seseorang akan masuk neraka, kecuali jika orang tersebut mati dalam kekafiran.

    Dan perlu juga diketahui bahwa Dhollal / sesat itu juga bertingkat ada yang kesesatannya keluar dari islam ada juga yang tidak keluar dari islam,demikian juga bid’ah ada yang mengeluarkan pelakunya dari islam ada juga yang tidak. Namun semua itu di ancam oleh Allah dengan neraka, oleh karena itu kaum muslimin harus senantiasa mengingatkan kepada sesama saudaranya dari bahaya bid’ah dan kesesatannya, bukan malah saling toleransi.
    Dari komen-komen anda,diketahui bahwa anda belum mengetahu tentang ajaran salafy, mestinya anda belajar datang ke majlis ta’lim, jangan belajar salafy hanya dengan membaca apalagi yang dibaca adalah tulisan-tulisan yang membenci dakwah salaf. Balajar, kalau memang anda mau bersikap obyektif, insya Allah anda akan merasakan bahwa ikhwah-ikhwah salafy tidak sepertiu yang mereka tuduhkan keras, kasar, tidak toleran dll. Justru salafylah yang paling lembut, penuh kasih sayang dan toleransi. Maka belajarlah.

  72. e0d0i November 26, 2007 pukul 10:53 pm Reply

    Aba Salma: “Apa bedanya menuduh dengan menunjukkan kesalahan” ?

    Ini salah satu kekurangan salafy.
    Salafy terlalu fokus pada dalil-dalil, sehingga melupakan hal-hal lainnya yang juga sebenarnya amat penting untuk dipelajari. Contohnya adalah kemampuan berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan orang yang diajak bicara.

    Sehingga, kalaupun ada kesimpulan yang mas aba salma sampaikan, biasanya kesimpulan itu lahir dari pola pikir ekstrim yang dipaksakan.
    Contoh:
    Mas aba salma sering mempertentangkan antara “menjaga ukhuwah” dengan “menjaga orisinalitas agama”. Seolah-olah orang yang menjaga ukhuwah adalah orang yang tidak menjaga orisinalitas agamanya, dan orang yang menjaga orisinalitas agamanya adalah orang yang boleh-boleh saja melupakan ukhuwahnya.

    Ukhuwah yang seperti apa yang anda maksudkan ?
    Apakah menurut anda Salafyun tidak begaul dengan masyarakat ? Apakah ketika salafyun menyalahkan sebuah faham kemudian tidak bergaul secara perorangan ? Tidak mengirim salam, tidak menyapa, dst..?
    Apakah yang dimaksud Ukhuwah adalah, saling memahami dalam kesalahan masing-masing ?

  73. As-Sodiq Desember 1, 2007 pukul 11:15 am Reply

    اسلام عليك

    وغليك السلام

  74. budifajar Desember 5, 2007 pukul 10:47 am Reply

    Assalamualaikum…..
    Kenapa kita mengatakan org yang menerima dana dari atturots adalah org yang terfitnah lalu tidak mengambil ilmu darinya…. ketahuilah para ulama saja berbeda pendapat ttg hal tsb… kalau mau jujur berarti antm juga tidak boleh mengambil ilmu dari mereka ??…

    ana tidak merasa heran akan klaim seperti ini… karena fitnah ini emang sudah ada sejak dulu… apalagi sebagian yang melarang dana dari atturots nyata-nyata adalah eks “Laskar Jihad” mungkin sikap kasar, keras kepala emang sudah mennyatu dengan mereka…..

    coba ditanyakan dong akh… kira2 besar dosa mana (klo emang menerima dana di anggap sebagai dosa) antara menerima dana dari atturots atau mendirikan “Laskar Jihad” sampai mengadakan apel akbar di yogya sehingga tumpahlah darah kaum muslimin….

    assalamualaikum warohmatullah…

    Wa’alaikum salam Warohmatullahi wabarokatuhu.
    Setahu saya sih dosa sebesar apapun jika kita bertobat dengan taubatan nasuha di ampuni oleh Allah. Setahu saya juga mantan2 LJ sudah bertaubat. Pantaskah seorang muslim mengungkit-ungkit kesalahan2 saudaranya yang telah bertaubat.
    Akhi apakah wajib bagi saya mengambil ilmu dari seseorang ?

  75. anak medan Desember 10, 2007 pukul 12:46 am Reply

    @budifajar

    pulang kampung aja sana kau…bikin malu anak medan aja kau…jumpa di medan ku tepukkan muka kau!!!! kau uros aja ustadz parlente kau tu yang di medan…nyata-nyata ustadz kau penebar fitnah…kalo ustadz kau jantan dan sudah bertobat ngemis-ngemis sama yayasan IT, umumkanlah!!!!

  76. Anas - Balikpapan Desember 12, 2007 pukul 1:07 pm Reply

    Assalamu’alaikum,semoga Allah Ta’ala membongkar kedok orang yg menyimpang,akh mestinya komentar orang” yg memberikan syubuhat usah dicantumkan soalnya cuma bikin geregetan.

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu
    Barokallahufikum.
    Ya itu ujian kita semua.
    Yang antum maksud komentar yangmana…sebab di blog saya banyak banget yang kaya gitu, hampir semua sebab blog ini memang tempatnya orang-orang yang menyimpang !

  77. Heriyanto Desember 12, 2007 pukul 5:18 pm Reply

    @ budi fajar
    Masya Allah, masalah LJ masih2 dibawa2 juga…Para asatidz yang dulunya bergabung didalam LJ telah berani terang2an menyatakan bahwa mereka salah dan mereka pun telah membubarkan LJ dan rujuk dari kesalahan mereka itu..

  78. Diqra al Garuti Desember 13, 2007 pukul 9:54 pm Reply

    Assalamu’alaikum
    Salam kenal dari SalafyGarut.
    Sebarkan terus ilmu yg haq akhy..bantah kuburiyyun Syirkiyyun, Agama Syiah, Fanatisme golongan dan lain2
    mari kita tinggalkan penyebab fitnah antar ahlussunnah.Masyarakat bawah masih banyak yang haus akan tauhid..

  79. Anas - Balikpapan Desember 14, 2007 pukul 1:38 am Reply

    Tanggapan untuk no.62 Aboe Zaid : “…baru mengenal dakwah salafiyah…belum lama…ana baru ngaji…” KEMUDIAN MENGATAKAN “…mereka dulu TAQLID kepada Ja’far Tholib…bahkan dulu sampai ada yang mengatakan:”Seandainya Ja’far sholat dengan satu kaki maka kamipun kan akan shalat dengan satu kaki”!!??
    jadi apa saja ucapan dan perintah Ja’far waktu dulu mereka ikutin mentah-mentah…” SIAPA YANG MENGATAKAN INI DARI KALANGAN (asatidzah mantan LJ;MEMINJAM ISTILAH ANTA) ? ,JIKA ADA YANG MENGATAKAN ITU DARI KALANGAN HIZBIYUN DAN ORANG AWAM MAKA KAMI KATAKAN APAKAH SETIAP ORANG BISA DIAMBIL BERITANYA ? JAWAB ATAU SESUNGGUHNYA ANTA YANG MENGADA -ADA.
    *LJ ADA BERDASARKAN FATWA ULAMA SALAFY AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DEMIKIAN PULA BUBARNYA SEMOGA ALLAH TA’ALA MEMBERIKAN PAHALA UNTUK PERJUANGAN MEREKA DAN MENGAMPUNI DOSA MEREKA WALHAMDULILLAH MEREKA TELAH BERTAUBAT UNTUK ITU.JIKA ANTA BENAR-BENAR BARU NGAJI BELAJARLAH DAN TERUS BELAJAR (SEBAGAIMANA SAYA NASEHATKAN JUGA TERHADAP DIRI SAYA PRIBADI) KETAHUILAH KITA INI JAHIL MAKA BERTANYALAH KEPADA ORANG YANG MENGETAHUI JANGAN MENEBAR DUSTA.

    Barokallahufikum,
    Coba nanti tak periksa lagi ya…. Akhi ana berharap Allah memberi kesabaran buat kita semua. Sungguh dengan komentar tersebut (tetap saya tampilkan) saya berharap diketahui siapa yang di atas sunnah dan siapa yang di atas hawa nafsu.
    Insya Allah yang masih berfikir.

    Bagaimana dikatakantetap di atas sunnah sementara Allah berfirman :

    عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً وَاللَّهُ قَدِيرٌ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم

    Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Alhamdulillah banyak blogger yang tadinya pengagum ustadz2 IT pergi meninggalkan ٌmereka contoh http://abdurrahman.wordpress.com dan juga ana. Saya harap akan datang orang-orang setelahnya. Perlu diketahui bahwasadarnya saya bahwa mereka ada kecondongan kepada hawa nafsu juga dari tulisan-tulisan mereka yang tendensius dan seperti anak kecil
    Barokallahufikum

  80. orang awam Desember 15, 2007 pukul 1:44 pm Reply

    assalamualaikum,

    yang perlu kita para pencari al-haq perlu berhati-hati atas permasalahan sururiyyin-thurotsiyyin, adalah bahwa isyu ini nampaknya memang sengaja ditutup-tutupi dan dipoles secara sistematis oleh dai-dai pentolan mereka di hadapan umat muslim pengikut kajian-kajian mereka …
    sehingga yang muncul dikalangan awam mereka adalah bahwa:

    ~ permasalahan IT adalah permasalahan khilafiyah di kalangan ulama (padahal realitasnya Syaikh yang mereka undang sendiripun memfatwakan untuk tidak kerjasama dengan IT, cuma kemudian ditutup-tutupi dan tidak di ekspose oleh mereka) …

    ~ kalangan dai salafiyyin ahlussunah yang memperingatkan mereka dikatakan sebagai orang-orang yang kaku, keras dll. dalam menyikapi ‘permasalahan sepele’ seperti ini (>> padahal realitasnya pada sepak terjang mereka sudah terindikasi perbuatan-perbuatan yang menyelisihi manhaj ahlussunnah wal jamaah dampak dari muamalah mereka dengan IT ini .. )

    ~ lebih lanjut untuk mempermudah propaganda mereka maka kemudian di populerkan kepada para awam dikalangan mereka ‘gelar-gelar miring’ atas kalangan salafiyyin pengikut ahlussunah seperti:
    ‘JAKFARI..’ (meskipun mereka lihat sendiri sudah tidak bersama Jafar Umar Thalib)
    ‘ … LASKAR JIHAD ..’ (meskipun mereka sendiri tahu sudah membubarkan diri..)
    ‘TAKFIRI..’ (meskipun realitasnya justru dari kalangan mereka sendiri yang suka duduk-duduk bersama para pengusung manhaj khawarij..)
    ‘TUKANG TAHDIR..’ (dalam keadaan mereka sendiri ‘tidak mau mentahdir siapa-siapa’ yang telah di tahdir ulama karena telah sedemikian berbahayanya penyimpangannya ..)
    DLL…

    itulah realitasnya sehingga tidak sepantasnya bagi kita untuk menganggap enteng permasalahan ini, terkhususnya dalam mensikapi syubuhat-syubuhat dari dai-dai mereka …

    selayaknya kita untuk terus mendengarkan nasihat dari para ulama maupun para penuntut ilmu terkait masalah ini ..
    dan tentunya untuk terus memohon taufik dan hidayah-Nya agar dapat terus istiqomah di atas al-haq …

    wallahu’alam
    afwan bila ada kesalahan

  81. kelukman Desember 17, 2007 pukul 2:51 pm Reply

    Assalaamu’alaykum.
    Akh Abu Salma, saya ingin minta izin -sebenarnya sih telat- untuk pasang link artikel yang ada di sini untuk dipajang di blog saya.
    ma’af, terimakasih.
    Assalaamu’alaykum

    Wa ‘alaikum Salam warohmatullahi wabarokatuhu.

    Siilahkan.
    Semoga bermanfaat.

  82. ahmed Desember 27, 2007 pukul 10:08 pm Reply

    assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    salam kenal akh, perjalanan yang cukup panjng dalam mencari Al- haq, semoga tetap istiqomah dengan sunnah ini dan berakhir dengan kesudahan yang baik.

  83. abdullah Desember 28, 2007 pukul 11:17 am Reply

    semoga Allah memberikan kita kemudahan dan kelapangan dalam fitnah diantara salafiyyin ini..

    ada satu hal yang membuat saya sedih sampai saat ini, walhamdulillah ana menuntut ilmu dari ustadz yang sama sekali bersih dari noda-noda jum’iyyah manapun, ia mencari uang dari kehalalannya juga tidak mengharapkan harta dari dakwahnya. ia mendakwahkan manhaj dan akidah salaf

    suatu ketika ia menyatakan bahwa dirinya ditahdzir oleh salah seorang ustadz melalui perantara seorang ummahat. si ustadz yang mentahdzir mengatakan ” jangan mengaji sama ustadz fulan ia adalah manhajnya dipertanyakan dan ia itu… -seabrek tuduhan lainnya- ”

    ummahat tersebut melakukan tabayyun tidak seperti ustadz yang menuduhnya, maka beliau (tempat saya mengambil imu, Ustadz Abdurrahman Bintaro) merasa kecewa, mengapa bisa-bisanya si ustadz tersebut mengatakan demikian (ustadz yang menuduh dikatakan berasal dari Beji, Depok) tanpa adanya tabayyun kepada dirinya, dan darimana dia tahu bahwa saya (si ustadz tersebut) dinodai kehormatannya karena tuduhan tersebut.

    inilah yang hilang dari kita, hilangnya nilai-nilai tabayyun dan tatsabbut.. tuduhan lama masih disertakan sekalipun yang tertuduh tidak tebukti melakukan dan bertaubat.. bahkan sampai ada yang telah keluar dari Al Sofwah masih juga dituduh sebagai Al Sofwah..

    sebuah iqomatul hujjah yang tidak disampaikan secara terang-terangan kepada yang bersangkutan pun sudah dianggap tabayyun.. sekalipun yang tertuduh sama sekali tidak diberikan hak jawab..

    terakhir.. ialah sungguh sebuah afiliasi yang ada telah salah kaprah, seakan memakan buah simalakama.. hingga seorang ustadz yang berdakwah diatas kebenaran, banyak orang yang mengambil manfaat darinya, tidak mengambil harta dari jum’iyyah.. bisa saja tertuduh bila ia tidak tergabung dengan salah satu link..

    rekomendasi antar ustadz itu perlu tapi kalau sampai menyerupakan seperti hizbiyyah baru, apalah artinya itu ??

    siapa yang tidak tergabung dengan barisan ini maka ia bukan salafy, sekalipun ia bersih dari tuduhan dan noda.. cuma karena ia menghadiri muhadharah masyayikh maupun dauroh di Malang yang murni menggunakan uang dari kantongnya..

    semoga Allah mempererat kembali tali yang telah terkoyak, menyatukan kembali silaturahmi yang yang pernah teruntai,

    wallahu’alam bi shawwab..

  84. islam-download.net Januari 11, 2008 pukul 1:08 am Reply

    sudah, sudah, jgn ribut terus. lerai pertikaian sudahi permusuhan.

    antum semua, dan juga asatidz itu semua salafy. namun ada beda dalam masalah IT ini. begitu.

    perbanyak mencari ilmu, mengamalkannya dan mendakwahkannya. Masalah ini urusan para ustadz dan masyayikh. Kita yg kecil2 levelnya menuntut ilmu dulu. contohlah para masyayikh yg tidak ribut2 dalam masalah ini…

    uhibbu HUM wa uhibbu KUM, FILLAH wa LILLAH

  85. abu iqbal Januari 14, 2008 pukul 7:34 pm Reply

    assalaamu`alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
    ana juga dari daerah banyumas, deket dengan cilacap
    sekarang domisili di Cikarang Bekasi.
    Salam kenal
    Wassalaamu`alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

  86. kelukman Januari 15, 2008 pukul 2:59 pm Reply

    Assalaamu’alaykum!
    Saya pasang logo blog kamu di blog saya. (saya yang buat sih)
    sekaligu kodenya.
    Mohon diberitahu kalau keberatan.
    maaf
    oia, cdnya belum sampai akh.

  87. Aboe 'Ammar Februari 1, 2008 pukul 3:11 pm Reply

    Ana dulu sempat menghindar dan berusaha untuk menjauh dari majelis-majelis Asatidz Salafy semisal Ust. Jafar Sholih, Ust.Abdulloh Sya’roni dan yang bersama mereka dan hanya mengikuti majelis Ust.Abdul Hakim, Ust. Yazid Jawwas dan yang bersama mereka(karena dari merekalah ana pertama kali mengenal aqidah yang lurus, manhaj(metode) yang haq untuk mengambil ilmu dien ini dari pendahulu(salaf) kita yang sholih dan dari mereka juga ana mengenal firqoh-firqoh yang menyeru pada kesesatan agar dapat terhindar dari kesesatan mereka). Kenapa ana menghindar dari
    majelis Asatidz yang bersama Ust. Jafar Sholih dulu?seorang ikhwan pernah menyodori ana sebuah makalah tulisan seseorang yang berasal dari Malang dan tulisan pihak lain yang ana tidak kenal
    yang isinya membuat hati panas, bagaimana tidak sakit hati ini ketika Asatidz yang ana kenal dan ana mengaji pada mereka diberi julukan “ahlu hadats”. “al-Kadzab”,”Mengaiz Fulus”,”hawas”,”Centeng Bangunan”,”Ustadz xxxxx dan kecoak-kecoak yang dibawahnya”, dan julukan jelek lain yang sampai sekarang masih dalam ingatan ana. Hal tersebut membuat ana semakin menjauh dari para asatidz yang berada du jalur ikhwan itu.

    Beberapa tahun kemudian kajian-kajian yang diasuh Ust. Jafar Sholih mulai marak di Ibu Kota, ana pun beberapa kali ikut kajian2 yang diasuh beliau dan ana sampai saat ini selalu rutin mengikutinya, karena apa?karena ilmu yang beliau sampaikan bukan karena hujatan atau ucapan kasar yang membuat orang lari dan menjauh. Beberapa kali ana juga mengikuti kajian Ust. Abdulloh Sya’roni, Ust. Asasuddin karena alasan yang sama, yaitu ingin menimba ilmu. Karena ilmu adalah cahaya dan jika ditambah keikhlasan hati dalam mengatakan kebenaran niscaya Alloh akan memberikan yang terbaik bagi kita semua, bukan dengan hujatan, bantahan yang dipenuhi emosi dan nafsu untuk menjatuhkan pihak lain. Padahal harapan kita adalah supaya mereka itu kembali pada kebenaran, doakanlah mereka dengan hati yang ikhlas.
    sibukkanlah diri kita dengan ilmu yang lebih penting, jangan mudah terprovokasi, juga tahan lisan-lisan kita dari ucapan/ tulisan yang menyulut fitnah, hiasilah tulisan-tulisan kita dengan kalimat2 yang lebih berfaedah dan bermanfaat. Karena tulisan2 yang menyulut finah dari sebagian besar dari kita mungkin tidak akan membawa perubahan dan manfaat, ya itu tadi mungkin kita menulis hanya karena emosi sesaat bukan dilandasi ilmu dan keikhlasan,
    Untuk masalah fitnah ini, kita lebih baik berdoa untuk persatuan salafiyyin di negeri kita. Bukankah kita sudah sering membaca pengalaman Asy-Syaikh Rabi’ ketika berdakwah di depan orang2 sufi di Sudan, renungkanlah cerita beliau, sungguh banyak yang kita ambil di situ untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dahulu dalam berdakwah.
    Sungguh para masyayikh Ahlu Sunnah sangat bahagia dengan banyaknya ikhwah negeri Indonesia yang begitu semangat untuk menuntut ilmu dari para ulama. Dulu ana pernah mendengar dari salah seorang ustadz yang pernah mengikuti Dauroh Masyayikh Yordania beberapa tahun lalu bahwasanya Syaikh Masyhur bin Hasan alu Salman hafidhahullah pernah berkata kalau seandainya tidak terhalang oleh keberkahan negeri Syam(Tempat tinggal beliau) beliau ingin menetap di negeri ini. Kurang lebih begitulah ucapan beliau, betapa lebih bahagia lagi para ulama-ulama kita bila Salafiyyin di negeri kita bersatu di atas manhaj yang haq, tentu ada harapan lain yang lebih mulia daripada segala hal, yaitu ridho dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu waliyyut taufiq.

  88. Al-Mujahid Syamsul Huda Februari 4, 2008 pukul 10:06 am Reply

    anda terlalu fanatik terhadap salafi, padahal dibalik salafi itu adalah yahudi zionis. salafi sendiri terpecah berbagi golongan, kalo begitu saya ngikut salafi yang mana??? salafi kok mengkafirkan salaf yang lain sih???
    salafi itu gak becus, ngaku ahlussunah tapi menentukan idul fitri dan idul adha saja belum bisa???apa kaya gini yang namanya ahlusunah??
    kenapa salafy tidak memperjuangkan al-aqsha??
    kenapa salafy tidak membantu muslim poso, palestine??malah sibuk membahas kekafiran orang islam sendiri, ini adalh kelompok hizb yang di belakangnya di kendarai dan di setir oleh zionis dalam rangka mengkeruhkan ummat islam…
    wahai saudaraku,,
    kenapa engkau masih sibuk mencela,,
    kenapa engkau tidak mengangkat senjata,,,
    kenapa engkau tidak memancung kepala orang kafir,,
    mereka menganiaya ummat islam
    mereka rindu pertolongan kita,,,
    sampai kapan antum dan orang2 salaf terdiam, minus jihad, sibuk dengan dunia dan anak istri???
    sementara kafir di depan mata sedang bertepuk tangan menyaksikan kaum muslimin yang perlahan hancur,,,
    mereka tidak ingin ridha kekhilafahan berdiri lagi
    mereka tidak ingin ummat ini terpimpin
    mereka berusaha agar generasi muslimin asing dengan kata khilafah
    malu,,,
    malu,,,!!!!!!!!!!!
    aku malu jika mengaku sebagai penganut manhaj salaf tapi meninggalkan urusan ummat yang sangat penting,,,
    khilafah sudah kembali di tetapi,,
    dengan izin Allah semoga Al-Aqsha kembali lagi ke pangkuan ummat
    semoga Allah mengampuni kesalahan kita semua……

  89. islam-download.net free gratis Februari 5, 2008 pukul 9:49 pm Reply

    titip link islam…
    http://islam-download.net

    kalau mau dipasang di blog link / blog roll silakan,
    bahkan sangat disarankan (oleh saya)

    assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh
    jazakallahu khairan katsiiran

  90. Tasjilat Al Atsariyyah Februari 12, 2008 pukul 10:47 am Reply

    Bismillâhirrahmânirrahîm.

    Kami menawarkan kerja sama dengan ikhwah pengelola blog yang berupaya komitmen di atas dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jamâ’ah untuk memasang banner/link http://www.tasjilat.wordpress.com di blog ikhwah. Adapun format banner boleh dikreasikan sendiri.

    Bagi ikhwah yang bersedia memasangnya, kami akan memberikan gratis 5 nomor CD (khusus yang berformat bit rate 32 kbps, channel stereo, khusus komputer dan MP3 player). Ikhwah bebas memilih nomor CD yang diinginkan. Silahkan kirim nama dan alamat lengkap serta nama blog ke e-mail: tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id paling lambat tanggal 25 Februari 2008.

    Setelah kami verifikasi, insyâ Allâh CD akan kami kirim ke alamat pada awal Maret 2008. Kami juga akan menentukan 3 banner terbaik yang akan kami beri bonus tambahan pilihan 10 nomor CD.

    Adapun yang berhak menerima bonus 10 nomor tambahan akan kami umumkan insyâ Allâh pada akhir Februari 2008.

    Untuk lebih mudahnya, tulislah:

    Nama situs/blog: …………..
    Nama pengelola: …………..
    Nama person pengiriman: …………. (mohon nama asli atau yang diketahui tetangga untuk memudahkan petugas ekspedisi)
    Alamat pengiriman: ………….
    Telepon: …………. (mohon ditulis supaya memudahkan petugas ekspedisi bila ada kendala)
    5 nomor CD yang diinginkan: CD-… # CD-… # CD-… # CD-… # CD-…

    Jika ada hal-hal yang kurang jelas mohon hubungi via SMS ke 085652119189 atau e-mail: tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id

    Samarinda, 9 Februari 2008
    Abu Yahyâ Muhammad Syarîf
    Website: http://www.tasjilat.wordpress.com
    E-mail: tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id
    HP 085652119189

  91. Abu Syamil - Bekasi Februari 21, 2008 pukul 1:23 pm Reply

    Assalamu’alaikum Wr.Wb….

    Salam Ta’dzim untuk Ikhwah semua……

    Saya orang awam yg berusaha mengamalkan Sunnah….
    Sholat saya belumlah sempurna….
    Qiyamullail saya banyak bolongnya….
    Hapalan Qur’an saya jauh dari kata sedikit…..

    Saya sangat terkesan dengan Kisah Sendal Jepit……
    Ketika Waktu Sholat menjelang…..lewat dihadapan Rasulullah dan Sahabat….seseorang yng menenteng sendal jepitnya…….
    Beliau berkata….dia ahli Surga…. demikian selama tiga waktu.sholat…
    Silahkan antum baca terusannya kisah tersebut…..para ustad pasti tau kisah ini…….
    Ya Allah hambamu ini tdk berharap dari banyaknya Ilmu…..banyaknya Ibadah….. yang kami harap hanya keridhoanMu…..

    Janganlah Engkau beri Kami Ilmu….bila kami sombong karenanya….
    Janganlah Engkau beri kami pemahaman tetapi kami enggan beramal karenanya……..

    Pertanyaan….Salafusshalih…..apakah hanya salafi yg boleh mengaku Salaf…..

    Karena mengaku Salafi…apakah hak kalian memvonis selain kalian Bukan Salafi………………….
    Para Ulama Terdahulu Salaf atau Salafus Shalih,…bukanlah kelompok atau organisasi…..membatasi diri dengan Beberapa Ulama……

    Wallahu A’lam Bissawab……..

    Salam Silaturahmi dari Bekasi

  92. Edi Februari 24, 2008 pukul 4:29 pm Reply

    quote:
    Apakah yang dimaksud Ukhuwah adalah, saling memahami dalam kesalahan masing-masing ?

    tanya:
    Saya ingin tahu bagaimana cara berukhuwah yang seharusnya dilakukan oleh tiga orang yang berasal dari kelompok salafy yang berbeda.
    Katakanlah, yang satu dari kelompok salafy.or.id, yang satu dari kelompok salafy TUROTS, dan yang satu lagi dari kelompok salafy SURUR.
    Apakah harus saling memahami kesalahan masing-masing ?
    Ataukah harus segera menentukan mana yang termasuk ke dalam satu kelompok yang akan masuk surga dan mana yang termasuk ke dalam 72 kelompok yang akan masuk neraka ?

    BIsa berbagi ilmu untuk masalah ini ?

    Sungguh saya memahami bahwaantum salah faham terhadap makna salafy.
    Ketahuilah saudaraku….bahwa di kampung saya ada kaum muslimin yang NU, Muhammadiyah, PKS, AL-Irsyad dll. Kami saling memberi salam jika bertemu, kami bekerja sama ketika harus bekerja sama seperti membersihan selokan dan semisalnya.
    Apa yang anda maksudkan dengan persatuan dan apa pula yang anda maksudkan dengan perpecahan.
    Adapun perbedaan pemahaman kemudian lahirlah saling mempertahankan keyakinannya masing-masing, itulah kenyataan namun bukan berarti kita semua bertafaruk (saling berperang), tidak karena apa ? Alhamdulillah kita semua satu pemimpin. Kita punya ulil amri yaitu pemerintah RI, semoga mereka mendapat hidayah di dalam Islam.
    Salafy ini merupakan manhaj dan ilmu seiapapun boleh mengambilnya dan siapapun boleh mengkritisinya, masing-masing kita punya tanggung jawab terhadap apa yang kita omongkan di hadapan Allah ta’ala.
    Antum toh sudah tahu berapa banyak situs / blog yang menyerang manhaj salaf dan banyak pula yang membela manhaj salaf itu.
    Ketahuilah salafy itu satu hanya satu. Kalau anda mau menisbatkan diri kepada manhaj salaf menisbatkanlah kepada ilmu salaf itu sendiri bukan bukan terhadap kelompok salafy. Kalau anda menisbatkan kepada keloompoknya berarti anda terjebak kepada hizbiyah kembali.
    Salafy selalu benar adapun saya dan orang-orang yang mengaku salafy sangat mungkin untuk jatuh kepada kesalahan.
    Maka ikutilah manhaj salaf bukan mengikuti orang-orang yang mengaku salafy.
    Maka untuk seperti itu membutuhkan ilmu yang tidak sedikit, waijib bagi siapa yang ingin tahu kebenaran untuk terus belajar tanpa ada sifat fanatik dan merasa dipersalahkan atau merasa telah paling benar ?

  93. Abu Syamil - Bekasi Februari 27, 2008 pukul 9:32 am Reply

    Assalamu’alaikum…..ya abasalma…

    Sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kata2 yg salah atau yg tidak pantas diucapkan seorang muslim….
    Bukan maksud untuk memutus silaturahmi diantara kita….

    Untuk menghindari perdebatan yang berkepanjangan…dan kekawatiran timbulnya fitnah dan terprovokasi hawanafsu……..maka saya menyatakan mengundurkan diri dari forum ini….

    TAk dapat dipungkiri perbedaan memang ada diantara kita…tapi haruskah dijadikan alasan untuk berpecah dan bermusuhan….
    Karena para sahabatpun terjadi perbedaan dlm pendapat….tetapi satu dalam Aqidah…dlm Islam…

    Ya Allah tunjukanlah yg haq itu haq dan berikanlah kami kemampuan untuk menegakannya………

    Semoga Allah selalu bersama kita……Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  94. abu bakr al-jawi Maret 7, 2008 pukul 3:16 pm Reply

    Aba Salma dan ikhwan sekalian…., semoga Allah jaga antum semua.

    Wara’ itu multi dimensi. Wara’ bukan hanya tidak mengambil bantuan dari yayasan X -yang hukumnya tak terbantahkan lagi dipersilisihkan para imam ahlussunnah zaman ini-. Wara’ juga berarti tidak menghukumi orang lain secara berlebihan. Wara’ juga tidak dengan memvonis setiap kesalahan sebagai bid’ah. Wara’ juga berarti hati-hati dalam menukil berita, terutama yang berhubungan dengan kehormatan saudara seiman (bukan hanya semanhaj). Wara’ juga berarti menerapkan fiqih ikhtilaf dengan baik, membedakan antara masalah ushul (pokok) dengan masalah ijtihadiyah.

    Yang paling mulia adalah yang paling takwa, secara umum. Lebih wara’ dalam satu dimensi tidak berarti lebih wara’ dalam dimensi lain.

    Ahlussunnah, kata Ibnu Taimiyyah, paling tahu kebenaran dan paling sayang dengan sesama. Untuk kita di bumi pertiwi, insyaallah sifat pertama jelas terlihat. Tapi bagaimana dengan yang kedua? Mari kita renungkan bersama. Andai antum bisa belajar dan melihat para ulama langsung, di sini, di negeri para ulama yang damai.

    Semoga Allah anugerahkan hikmah pada kita semua. Amin. Ayo ngaji terus!!!

    Faedah: -Wara’:Meninggalkan apa yang membahayakan akhirat.
    -Zuhud:Meninggalkan yang tidak bermanfaat di akhirat.

  95. abu abdillah afdhol Maret 21, 2008 pukul 5:04 pm Reply

    bismillah. assalamu’alaykum.akhi
    salam kenal dari ana di bakauheni.
    akhi ana boleh tau ga alamat email antum
    kalau boleh kirim ke email ana.baarokaLLOHU fika wa
    jazakaLLOHU khoiron

  96. Agus Priyo Murdianto Maret 28, 2008 pukul 7:30 am Reply

    Assalaamu ‘alaikum akhi,
    ana ingin tanya ke antum tentang fatwa para masyayikh tentang Ihya’ At-turots. Apa antum punya fatwa-fatwa lengkap mereka tentang itu? Kalau boleh ana dikirimi. Jazakallohu khoiron.

  97. abu zahra April 15, 2008 pukul 6:18 pm Reply

    Assalamu alaikum,

    sering berkunjung tapi baru sekarang tergerak nulis koment akhi..
    salam ukhuwah dari saudaramu dijawa timur.
    semoga kita selalu diberikan rahmat dan hidayah Allah.

    Wassalamu alaikum.

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokaruhu
    Afwan ana jarang on line. mungkin komentar ga ke buka

  98. alfata18 April 23, 2008 pukul 8:59 pm Reply

    bismillah
    ALFatA boleh kenalan?
    Abu Salma, hayyakumullah
    Begitu juga ikhwan Salafi lainnya…

  99. Abu Azzam Abdurrohman April 30, 2008 pukul 9:48 am Reply

    Assalamu’alaikum Ya Akhi!
    Salam ta’aruf dari ane. Semoga dakwah kite jaye selalu. Dalam penetapan Kaidah Jarh Wa Ta’dil semua ulama ane kira sangat konsisten dan proporsional karena saat dimana bid’ah dan khurofat merajalela para Ulama Sunnah bahu membahu melakukan permbelaan terhadap Al Qur’an dan Assunnah. Namun jika kita koreksi dakwah kita saat ini, mengapa kita tenggelam teramat dalam pada budaya yang tahdzir mentahdzir? Tidak adakah yang lebih bermanfaat dari kegiatan itu? Sampai kapan “budaya” ini menjangkiti hati salafiyin Indonesia? Juga kepada para asatidz he daknya lebih mengedepankan sikap bijaksana pada asatidz yang lain. Ane yakin kesalahan yang kita berikan (tuduhkan) kepada ikhwah yang lainnya belum tentu murni karena kejahilan mereka. Bisa jadi akibat kesombongan ilmu kita yang tidak barokah. Sukron.

  100. Abdurrazzaq As-Salafy Mei 15, 2008 pukul 12:32 am Reply

    bismillahirrahmanirrahim,,baarakallah fiikum
    untuk masalah IT sekarang bukan masalah ngambil dana lagi,tapi tasahhul “ikhwanuna” dlm bara’ ke ahlul bida’ yg notabene mereka menghina masayikh ahlussunnah, WALLAH ana sendiri menginginkan ittihad dikalangan salafiyyun tapi bukan dengan perasaan ya ikhwanna tapi dengan ilmu….ingatlah bahayanya mujalasah dengan ahlul bida’
    hadaniyallah wa iyyakum
    nb: utk akhi abi salma tetap istiqamah dan ilmiah dalam amar ma’ruf nahyi munkar,,,salam kenal

  101. malanji Mei 17, 2008 pukul 12:33 pm Reply

    Bismillah…
    Walhamdulillah, kini telah gamblang situs blog -deleted- yg isinya fahit, fanas, tapi nyata berupa nasihat dari al ustazd Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.

    Seperti yg diserukan al ustaz juga, bahwa dakwah itu haqnya para ulama, ustaz, bukan orang bodoh, yg menyangka membawa perbaikan tapi malah kerusakan.
    Al ustaz Abdul Mu’thi : “Hendaknya para pengelola blog itu bertaqwa kepada Allah. Kewajiban mereka untuk menyerahkan urusan dakwah ini kepada orang-orang yang telah diberi amanah ilmu oleh Allah.
    Orang-orang yang bodoh sebagaimana yang dinyatakan oleh para ulama kita: “mereka membuat kerusakan dari arah yang mereka menyangkanya adalah
    perbaikan”. Segala yang mereka perbuat akan dimintai pertanggung jawabannya disisi Allah.”
    http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/

    Maka saya Abu Muadz al Malanji, juga menyerukan nasihat bagi blog-blog yang tidak dibimbing ustaz terlebih lagi ulama, untuk
    menutup blog-blognya, karena nasihat indah ini juga menyangkut aktivitas ikhwanna sekalian.

    Al Ustaz Abdul Mu’thi : “Oleh karena itu, saya mengajak para pengelola blog itu untuk meninggalkannya dan bergiat untuk
    menuntut ilmu. Masih banyak ilmu yang harus mereka pelajari. Serahkan urusan dakwah yang mulia ini kepada ahlinya.
    Karena apa yang meraka lakukan itu adalah tugas para ulama, da’i, ustaz untuk menyampaikannya kepada manusia.”

    Marilah kita ikuti nasihat ustaz ini, janganlah ikhwan sekalian berkeinginan untuk menonjolkan diri, menterkenalkan diri, dengan menulis di blog, padahal ilmu yang kita miliki masih sangatlah sedikit.
    Serahkan tugas dakwah ini kembali pada para ulama, da’i, ustaz. Adapun blog ini apakah representasi dari dakwah salah seorang ustaz Salafi ?
    Ittaqullah ya akhi, apakah ucapan di bukutamu ini atau berkomentar yang walaupun halus, santun, apakah sudah konfirmasi ke ustaz, sdh dilandasi ilmu, berapa kitab yang kita tamatkan, berapa juz yang kita hafalkan dst ?
    Apakah ada malam-malam kita yang terlewatkan tanpa sujud bersimpuh di hadapan Allah, berapa rakaat sunnah rawatib yang kita lewatkan, dst ?
    Layaknya kita segera bergegas untuk mencari ilmu, beramal, beribadah. Afwan jiddan, addieenu nasihat. Inilah nasihat yang bisa ana sampaikan.

    Ittaqullah ya akhi…
    Poinnya ustaz menakankan kita untuk kembali mnuntut ilmu dan menyerahkan dakwah dimanapun pada ustaz dan da’inya saja.
    Kita sementara ini mengejar ketertinggalan kita dari asatidz, ulama tuk nanti kembali berdakwah bila ilmu sudah mencukupi.

    Wallahu ta’ala a’lam. Wassalamu ‘alaikum warahmatullah. Allah yubarik fiikum.

  102. wahidin Mei 19, 2008 pukul 12:56 am Reply

    assalamu’alaikm.wr wb.ana wahidin sering disapa iding,dr cilumuh,cilacap,sekarang lagi numpang hidup disaudi arabia.Ana benar-benar terharu baca perjalanan diniyah ustadz.Kayaknya persis seperti ana,dulu ana aktifis muhammadiyah,orang-orang sangat mengagumiku tetapi setelah ana mengenal salaf,maka orang-orang muhammadiyah berbalik membeciku.Seakan-akan ana adalah monster yang akan mencabik-cabik muhammadiyah.Padahal kalau bisa bekerjasama akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat.Bukankah muhammadiyah mengajak tauhid,memberantas bid’ah,sihir,khurofat,dsb?gmn ana harus bersikap dalam keadaan semacam ini tadz?maaf kalo boleh ana tau apa pak ustadz menantunya ibu maryati cilumuh?syukron wa jazaakumullohu khoiron.

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Afwan akhi lama tidak ana jawab karena ana jarang buka internet.
    Mohon jangan panggil ana ustadz, bahkan antum lebih pinter dari ana.
    Alhamdulillah sangkaan antum tentang ana benar. Selamat berjuang. Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin di semua tempat.
    Semoga Shalawat dan salam tetap tercurahkan pada Nabi Kita Muhammada dan seluruh pengikutnya yang komitmen menempuh jalannya dan Segala puji milik Allah Rabbul ‘alamin.

  103. samsul abu fachry Mei 19, 2008 pukul 2:59 pm Reply

    salam kenal..
    saya abu fachry dari cipari.
    anda tinggal di cilacap sebelah mana.
    saya pernah kerja di cilacap.
    sedikit tahu dengan pegawai di salma computer. jl gatot subroto.
    apa anda mengenal atau anda sendiri pemilik salma computer.

    Barokallahufikum.
    ana di maos

  104. abu yahya Mei 22, 2008 pukul 8:24 am Reply

    Bismillah,
    kefhalk ya akhi?
    semoga antum dan keluarga disana diliputi kebaikanNya. barokAllohufiyk.

    Alhamdulillah ana dan keluarga dalam keadaan baik, semoga keluarga antum juga demikian.
    Oh..ya akhi…posting ana terbaru ada file audionya masalah Al-Jama’ah dan Imamah hasil bedah buku Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah karya Wali Al-Fatah Pendiri Jama’ah Muslimin HIzbullah yang saya dan teman-teman dulu berada di sana.
    Pembicara pada acara tersebut Ustadz Afifudin hafidhahullah
    Ana mohon antum mau Download kemudian menyebarkan melalui blog antum agar file tersebut lebih berfaedah bagi kaum muslimin.
    Demikian atas kerjasamanya ana doakan Jazakallhu khoiron.

  105. Abu Yahya Mei 23, 2008 pukul 7:38 pm Reply

    na’am sedang kami download, dan ini sebagai masukan buat antum..untuk TIDAK LAGI menempatkan audio/file doc dan semisalnya di ziddu.*** (banyak gambar2 makhluk) ahsan antum pakai alternatif lain semisal di http://www.salafishare.com
    semoga bermanfaat

    Jazakallahu khoiron jaza. Na’am semua itu karena ana saking tidak tahunya, dulu yang antum kasih indoupload apa ya, susah banget.
    Insya Allah ana langsung ndaftar

  106. sunniy Juni 13, 2008 pukul 4:51 pm Reply

    بسم الله

    Sering main ke mari dan sudah menjelajah semua isinya. bagus-bagus, tapi afwan ndak pernah menyapa. Biarlah kali ini saja.

    Gimana akhi anak anta dah hapal berapa Juz. Anak ana lagi belajar ngomong..he..

    نسأل الله الإخلاص و الصدق
    بَارَكَ اللهُ فِيْكَ

    Saudaramu di Bekasi Timur

    wa’alaikum salam warohmatullahi wbarokatuhu
    alhamdulillah anak-anak dah menghafal alqur’an yang banyak melebih abi dan uminya.
    Semoga sebelum 15 tahun dah pada selesai menghafal alqur’an. anak ana yang paling besarumur 11 tahun yang paling kecil 3 tahun. yang paling kecil lagi mulai di ajari surat-surat pendek.
    barokallahufikwaahlik

  107. rismaka Juli 25, 2008 pukul 2:11 am Reply

    Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Numpang lewat pak… Barakallahu fiik

    Wa’alikum salam warohmatullahi wabarokatuhu

  108. aboezaid Agustus 4, 2008 pukul 2:18 pm Reply

    assalamu’alaikum akhi…lama ga maen ke blog antum…semoga ttp istiqomah. barokallahu fiikum

  109. TKB Agustus 10, 2008 pukul 10:40 am Reply

    Assalaamu’alaikum
    Apa kabar akhi, jumpa lagi dengan TKB, yang pernah bersama dengan anta menghadapi serbuah QI di blog anta…

    Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Alhamdulillah ana bi khoir, semoga juga dengan antum.
    Ya ana sangat ingat terhadap antum.
    Barokallahufik

  110. abdiutomo Agustus 15, 2008 pukul 10:28 am Reply

    Assalamu’alaikum ..
    mas, saya butuh informasi mengenai tampat belajar bahasa arab dan tahsin yang efektif. InsyaAllah saya berencana mondok -+ 1 tahun untuk belajar ilmu tersebut(khususnya).
    saya berkeinginan mondok di daerah jogja atau jawatimur..
    makasih atas infonya.. Jazakallah khairan katsir

    Saya rasa belajar bahasa arab ya sama saja ga ada yang efektif, tinggal keseriusan kita. Tidak mungkin dapat ditempuh dengan waktu yang singkat, sebab materinya banyak sekali.
    Lebih baik langsung di pondok itu yang paling efektif insya Allah

  111. abu ibrahim Agustus 28, 2008 pukul 10:15 am Reply

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    keif fal hal yaa akhi…numpang main di blog antum, numpang copy paste artikel2 antum, syukran

    wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Silahkan…semoga ada manfaatnya bagi kaum muslimin
    Barokallahufika waahlika

  112. khairina September 1, 2008 pukul 10:22 am Reply

    Assalamu ‘alaikum, Maaf ni khairina yang pernah mengirim tanggapan ke blog anda, apakah anda tidak mau membalas nya karna saya tkd satu fikroh dg anda? tlg di blz meski lewat email saja. Makasih

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Karena keterbatasan waktu saya sering menghapus komentar yang tidak sesuai dengan tujuan saya membuat blog ini. Jadi saya mohon maaf.
    Bukan berarti saya tidak mau menyambung silaturahmi dengan anda.
    Kalau boleh tau apa yang anda risaukan, sms saja ke 085726296897

  113. bubuk kedelai hijau September 2, 2008 pukul 11:59 am Reply

    Numpang promo pak.

    dicari agen bubuk kedelai hijau untuk seluruh indonesia
    dan dapatkan discoun menarik info http://www.bubukkedelaihijau.co.nr

  114. Ahlussunnah wonosobo September 2, 2008 pukul 12:01 pm Reply

    Assalamu’alaikum, salam kenal akh

  115. kautsar September 2, 2008 pukul 2:47 pm Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
    Masya Allah sangat bermannfaat.
    Baarakallahu fiikum.

  116. dr.abu hana September 20, 2008 pukul 10:45 am Reply

    Bismillaahirrahmaanirrahiim..

    Akhi Muhammad, Salam kenal dari ana.
    Jazaakallaahu khairan Blognya sangat bermanfaat dan membantu pengetahuan ana..
    Ana minta izin nge-link sama antum ya..

    Baarokallaahu fiikum
    Salam utk Ustadz Muslim, Akhi Amin GG, Aris perawat, Pak Darmono, dll.
    Ana tinggal dekat Ma’had Adhwaus Salaf Bandung.

    dr.Abu Hana
    http://kaahil.wordpress.com

    Barakallhufikum,
    silahkan jazakumullahu khoiron atas kepercayaan antum ngeling ke blog ana.
    Salamnya insya Allah jika ketemu mereka, namun kayaknya ana tidak semuanya kenal dengan ana.

  117. el moslem November 5, 2008 pukul 8:23 pm Reply

    ass…ustad
    mau tanya sedikit..
    bagaimana pola perjuangan firqoh salafus dalam mendhohirkan al-qur’an.

  118. ninetriple1 November 6, 2008 pukul 11:33 am Reply

    Assalamualaykum
    salam kenal dari ana, semoga bisa menjalin silaturrahim dgn antum, senang bisa mengenal antum lewat tulisan diatas, InsyaAllah kita semua bisa bersatu, saling menasehati dan melindungi berdasarkan manhaj salaf, semoga tetap istiqomah, Amiin

  119. olla November 6, 2008 pukul 5:15 pm Reply

    assalamualaikum,,,,,
    salam kenal
    ikut nimbrung ya,,,

  120. ninetriple1 November 9, 2008 pukul 9:13 am Reply

    Assalamualaykum
    minta izin menautkan blog antum dgn blog ana ya

  121. nickafdhal November 13, 2008 pukul 2:11 pm Reply

    Assalamu’alaykum Warahmatullaah…

    masya ALLAH..perjalanan hidup ANtum dalam menemukan Da’wah Salafiyyah ini begitu panjang dan penuh liku….

    Semoga ALLAh senantiasa mengokohkan kita dalam Aqidah dan Manhak Salafi yang Haq…

    Barakallaahu Fiykum….

  122. Bismillah,

    Ditengah badai “fitnah dunia” yg kuat, Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita istiqomah diatas manhaj salaf yg penuh barokah ini..

    Mhn Izin ngelink blog aba salma di : http://kaahil.wordpress.com

  123. fendi November 28, 2008 pukul 6:50 am Reply

    asalamualakum
    saya ingin tanya ,dalam sebuah hadist nasai di sebutkan bahwa tidak ada islam tanpa berjamaah tidak ada jamaah tanpa keamiran dan tidak ada amir tanpa ketaatan( amir harus ditaati) kesimpulannya islam tidak lah cukup hanya dengan berjamaah saja tetapi harus mutlak adanya dua unsur tadi,pertanyaanya diman islam yang berjamaah itu????karena mengingat dalil itu jika memamng kita tidak memenuhi unsur islam diatas wajib masuk neraka

    wassalam

    Alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu
    Sebenarnya jika anda banyak membaca tulisn-tulisan di blog ana ini telah cukup tentang penjelasan Al-Jama’ah

  124. antosalafy Desember 3, 2008 pukul 3:33 pm Reply

    Assalamu’alaikum
    Kaifa haluk?
    Bagaimana kondisi dakwah di sana?
    Barakallahu fiikum

    wa’alaikum salam warohmautllahi wabarokatuhu
    Alhamdulillah bi khoirin
    Alhamdulillah dakwah di Cilacap berkembang dengan baik. Ini semua semata-mata pertolongan Allah ta’ala kemudian keikhlasan asatidzah yang berdakwah di sini.
    Semoga amal-amal mereka diterima oleh Allah sebagai amalan yang ikhlas.
    Amin

  125. abu sufyan ahmad Desember 4, 2008 pukul 9:29 am Reply

    Bismillah
    Assalamu’alaykum,
    Senang bisa berjumpa dengan anta ya akhi
    meskipun sementara ini hanya lewat dunia maya..
    Baarokallohhu fiyk

  126. Abahnya Kautsar Desember 4, 2008 pukul 3:03 pm Reply

    Baarakallahu fiik…

  127. Abu Luthfi Andhy Desember 13, 2008 pukul 5:01 pm Reply

    Assalamu’alaykum,

    Senang sekali melihat dakwah salafy marak di internet. Semoga Allah Azza wa jalla menambah kebaikan pada diri antum sekeluarga atas segala usaha antum pada dakwah yang mulia ini.
    Pernah taklim di UNJ akh?
    Barokallahu Fiykum

  128. adi_ardisaeng Desember 23, 2008 pukul 10:57 am Reply

    assalamualaikum mas salam kenal mas nie aq adi dr bondowoso ajunan kakdisa sampang kadimmah?

  129. abuyahya Desember 24, 2008 pukul 12:59 pm Reply

    assalamu’alaikum ya akhi…
    salam ukhuwah dari tambun-bekasi

    semoga Allah subhanallahu wata’ala selalu memberikan istiqomah di atas manhaj yang haq ini

    barakallahufiik

    oh ya silahkan mampir juga ke blog ana ya akh : http://ashaby.wordpress.com

    semoga bermanfaat bagi kaum muslimin semuanya..

    abuyahya-bekasi

  130. abu aulia Januari 1, 2009 pukul 3:31 pm Reply

    Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh,
    Salam kenal, antum masih di cilalacap? ayah ana berasal dari sana, tepatnya jl. sirkaya kota cilacap.
    mohon izinnya mengambil artikel disini untuk ana posting di blog yang ana kelola. Jazakallahu khairan katsira,
    Barakallahufiikum.

    abu aulia
    http://aththaifah.wordpress.com/
    http://firqatunnajiyah.wordpress.com/

  131. Wildan Januari 22, 2009 pukul 8:45 pm Reply

    Assalamu’alaikumwarahmatullahwabarakatuh.
    Akhi, saya tertarik dengan cerita antum di atas. Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya mengenal dakwah salafy lewat Ustadz Dzulqornain hafizhahullah. Sekali mendengar ceramah beliau, saya langsung jatuh cinta kepada manhaj salaf. Padahal ketika itu saya adalah orang yang sangat awam. Semoga kita semua tetap istiqomah sampai akhir hayat kita. Akh, saya tinggal di Kel. Tuoy, Kec. Unaaha, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara. di sini ikhwan salafy sangat sedikit. tapi Alhamdulillah kami tetap semangat belajar, walaupun serba terbatas. Doakan kami akh. barakallahu fikum.

  132. Wildan Januari 23, 2009 pukul 8:39 pm Reply

    Assalamu’alaikum. masya Allah, masih menyinggung masa lalu nih. asatidzah mantan LJ telah rujuk dan bertobat dari kesalahan mereka. Kita semua percaya bahwa Allah Maha Pengampun. bukankah para sahabat radhiallohu’anhum ajema’in sebagian dulunya adalah pelaku-pelaku kesyirikan? tapi dengan datangnya Islam, hancur lebur semua kesyirikan mereka. Ittaqillah ya akhi…
    aba salma hafizhakallah, salam kenal dari ana. barakallahufik wa ahlik.

  133. Eko Ujianto Januari 28, 2009 pukul 11:17 am Reply

    assalamualaikum,
    akh, antum tinggal dmn? ana jg baru saja mengenal manhaj salaf, ana aslinya desa tejorejo kec. ringinarum
    ni no hp ana 085691987691 / 021 96010362
    kalo bs hub ana ya,skg ana kerja di bekasi
    barokalahufikum…

    Wa’alaikum salam warahmatullai wabarakatuhu

    lain waktu insya Allah saya hubungi. Saya tinggal di cilacap

    wafika barakallahu. Amin

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Februari 9, 2009 pukul 11:00 am Reply

      Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

      Saya tinggal di Cilacap. lain waktu saya hubungi Insya Allah

  134. Ramanefatih Februari 11, 2009 pukul 7:26 pm Reply

    assalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh
    salam kenal pak, nyong asline purwojati, gemiyen cokan ngaji maring ustad sangidin karo ustad tsanin neng purwojati tanggane amin gg sing de salami dr abu hanna bandung kae nduwur, siki agi golet pangan karo ngilmu neng jember, njenengan kenal edy cah maos sing agi mondok neng assalafy apa ora? terus kancane nyong pas neng batam jenenge abdul fatah adine abdul kohar jere siki melu mbantu ust tsanin neng mujur rika kenal? nitip salam mbok pas ketemu
    barokallohufiikum

    Wa’alaikum Salam warahmatullahi wabarakatuhu. Ya semua yang antum sebutkan ana mengenal ga tahu mereka mengenal ana apa tidak. Mudah-mudahan kalau jumpa mereka ana dapat kirimkan salam antum.
    Ana tetangganya Amar yang sekarang sedang belajar di Jember bareng antum

    Wa fika barakallahu

  135. Ramanefatih Februari 18, 2009 pukul 8:02 pm Reply

    kesuwun pak ,
    amar ya nyong ngerti, wingi sempet takon inyong maring deweke ngerti rika pa ora, jerene ngerti pisan koh, malah titip salam kiyeh koh nggo rika sekang amar karo edy
    nyong neng jember ora mondok kaya amar karo edy pak, anu mung mustami biasa karo embret nggo napkaih anak bojo heheh
    nyong jane wis cokan maca tulisane rika kawit pas neng batam gemiyen tapi tembe kober komen koh, kae anas fauzi rakhman ya jere wong sampang ya?
    terus nulis lan berbagi pak, muga2 dadi amal sholeh sing detampa, amin

  136. ibnabibakr Februari 20, 2009 pukul 3:24 pm Reply

    kirain abu salma yang mana gitu pak?….ampir bingung hehehe

  137. abu fauziah Februari 27, 2009 pukul 9:26 pm Reply

    Hehehe di Jogja ada Salafy “utara” mantan LJ dan Salafy “selatan” At Turot dan ada Salafy yang tidak bergabung ke utara dan selatan, hehehe dapet gelar Salafy “bingung”. Semoga julukan itu berbalik pada yang menjuluki. Di tempat lain ada yang setipe dengan Salafy “bingung” ?

    Salafy dan bukan tidak di ukur dengan kelompok akan tetapi diukur dari kebenaran, mudah-mudahan tidak menjadi fitnah

  138. abusalman007 Maret 2, 2009 pukul 9:02 am Reply

    Bismillah

    Salam kenal dari ana, abu salman al jukjakarty.

  139. Penulis Bebas April 2, 2009 pukul 5:18 pm Reply

    Assalamu’alaikum,

    saya punya cerita menarik. Dulu waktu masih kuliah, waktu itu teman saya minta saya dibuatkan cd isinya murrottal. (Kebetulan waktu itu Drive CD Burning masih mahal dan langka). Akhirnya saya buatkan, karena masih ada sisa space kosong, saya isi nasyid, ketika ketemu di kampus, saya berikan cdnya.

    Besoknya saya diprotes oleh teman saya ini, dia bilang, knp ditambahin nasyid. Saya katakan, itu bonus, daripada kosong mubazir, kan gak saya isi musik kebanyakan dengan nada membela :)

    Dia bilang, wah sama aja nasyid sama musik, kalau ada space kosong, isi sama aplikasi aja. Lalu saya tanya, lho memang ada apa dengan nasyid, kan kata Dr. Yusuf Qardhawi juga nasyid halal. (Waktu itu kakak saya punya buku “Kumpulan Fatwa Kontemporer” dan termasuk bacaan favorit saya).

    Lalu dia jawab, iya benar, tapi pendapat beliau salah. Karena penjelasan Syeikh Al Bani, bahwa nasyid itu tdk berbeda jauh karena unsur musiknya yang haram.

    Mendengar kata Syeikh Al Bani (saya kira Hasan al Bana waktu itu),

    “masa sih??” tanya saya. Iya jawabnya, “karena beliau adalah ahli hadist, dan ulama besar.”

    Seingat saya Hasan al Bana bukan Ulama Hadist, jadi orangnya beda. (Pertama kali saya dengar nama Syeikh Al Bani)

    Lalu saya debat dengan teman saya panjang lebar. Sampai karena waktunya kuliah, diskusi pun dihentikan.

    Waktu pulang kerumah, saya renungkan, diskusi tadi. Lalu saya teringat perkataan Imam Syafei dlm kitab Mutsholahul Hadist pny kakak saya, “Apabila ada perbedaan pendapat antara Ahli Fiqh dgn Ahli Hadist maka ikutilah Ulam hadist, krn mereka lebih dekat pada kebenaran.”

    Sejak saat itu, saya jadi terbuka dan penasaran, saya dekatin teman saya itu, saya ajak ngobrol, dari dia lah saya mengenal manhaj salaf.

    Karena itu, prinsip saya sampai sekrang. Jika ada perbedaan pendapat diantara salafiyin maka bagi saya, yang paling menguasai hadist, maka beliau adalah yang paling dekat pada pada kebenaran.

    wallahu’alam.

  140. Abu Zakariyya April 8, 2009 pukul 12:05 am Reply

    السلام عليكم و رحمة الله و بركا ته

    Ini kunjungan pertama ana ke sini. Soalnya ana belum terlalu lama aktif mengunjungi blog2 ikhwah Salafy. Kebiasaan ana, halaman pertama yang ana baca saat mengunjungi blog adalah profil pengelolanya.

    Membaca tulisan di halaman ini dan sebagian komentar-komentar yang ditampilkan, semakin membuat ana pribadi meyakini bahwa: “HIDAYAH ITU MAHAL”.
    كذلك يضل الله من يشاء و يهدى من يشاء

    Dulu ana seorang nasrani, hingga Allah berikan hidayah-Nya. Alhamdulillah, tak lama setelah memeluk agama yang haq ini, Allah berikan hidayah yang selanjutnya, yaitu hidayah kepada manhaj Salaf.

    Semoga kita semua menjadi hamba yang pandai mensyukuri nikmat dari Allah ini.
    وأذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم أن عذابي لشديد

    بارك الله فيكم

    NB: afwan, ana belum punya blog pribadi. Jadi masih menggunakan alamat situs yang ana kelola.

  141. Abdullah Al Jakarty Mei 23, 2009 pukul 1:51 am Reply

    Assalamualikum
    Jazakallahu Khoir atas blog antum, semoga bermanfaat.
    Maaf al-Akh ana teringat sebuat faedah yang ana ingin cantumkan disini semoga bermafaat
    Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan :
    ” Wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk
    memperhatikan permasalahan ini (bahaya
    dukun dan tukang sihir) dan supaya kalian
    memperingatkan dari bahaya mereka,
    mengingkarinya, karena kebanyakan
    manusia tersamar dari pengetahuan
    tentang masalah ini dan tertipu oleh mereka
    ”(Iaanatul Mustafid, Syaikh Sholeh Al-Fauzan,
    jilid 1 hal 376)

  142. Arshafin Juni 17, 2009 pukul 1:01 pm Reply

    To Mr Abu Salma, mudah2an Allah memberi ampunan dan segeralah bertaubat, jangan menyebarkan bahwa Jama’ah muslimn itu sesat atau bid’ah, yang benar hanya milik Allah bukan milik kaum salafy, bisa jadi kaum salafy juga sesat dan menyesatkan, jika merasa paling benar ya anda jalankan saja sendiri jangan saling menuduh sesat, bid’ah dll.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Juli 29, 2009 pukul 6:03 am Reply

      Salafy itu bukan gerombolan seperti kelompok kalian bung, salafy itu metodologi berislam bukan suatu gerombolan …belajar dulu sebelum komen ga nyambung banget !

    • Abu Abdillah Agustus 6, 2009 pukul 9:01 pm Reply

      MEMANG BENAR MAS KEBENARAN ITU DATANG DARI ALLOH DAN MILIK ALLOH, TAPI KEBENARAN ITU SUDAH DIAMALKAN OLEH ROSULULLOH DAN PARA SAHABATNYA, JADI KEBENARAN ITU SUDAH CETO WELA-WELO, TERANG-BENDERANG, SAKING TERANGNYA AR-ROSUL MENGATAKAN “LAILUHAA KANNAHAARIHA” JDI TUGAS PENJENGAN ITU TINGGAL CARI GURU YG ILMUNYA MUMPUNI. JNG CARI GURU YG BARI TAHU BEBERAPA HADITS DAH BERANI BERFATWA, MENYIMPULKAN “INI JAMAN KHILAFAH, MENEGAKKAN KHILAFAH ITU WAJIB, WALI AL-FATAH ADALAH IMAAMUL MUSLIMIN YG SAH DLL.” ITU PEMAHAMAN SINTENNNNNNNNN KANG MAS? MBOK SAMPAIYAN TANYA DULU KPD PARA ULAMA KIBAR……JGN DIPAHAMI DEWE-DEWE NGONO TO MAS-MAS. EMAN-EMAN TEMEN AQIDAHMU KOYO NGONO…..

  143. muhammad sa`ad Juli 5, 2009 pukul 9:34 pm Reply

    Assalamu`alaikum.

    Salam kenal akhi.
    ana muhammad sa`ad dari Cibinong, Bogor.
    Barakallahu fiikum

  144. salafy jaman sekarang Juli 13, 2009 pukul 1:40 pm Reply

    assalamu’alaikum.wr.wb..ustad…saya mw bertanya,,saya pernah mondk di salafy tapi sedikit sekali kajian tentang jihad…hususnya kepedulian terhadap al-aqsho.knp???bukannya masjid kita itu terancam keberadaannya karena telah di bangun terowongan bawah tanah oleh yahudi???yang kedua kenapa kita harus taat kepada pemerintahan RI(karena kita berada di RI) sampai kepada penetuan awal dan akhir romadlon???padahal sudah jelas ketaatan kita pada ulil amri(kalo memang ulil amri itu pemerintah RI)itu bersifat relatif artinya selama tidak bertentangan dengan al-qur’an dan assunah..sudah jelas2 sabda rosul(yang maknanya karena kami orang yang bodoh ga terlalu banyak hafal hadits)”berpuasalah ketika melihat bulan dan berbukalah ketika melihat bulan”..nah kalo misalnya terjadi bulan 1 sawal pd tgl 25 september sedang ketentuan RI iedul fitri jatuh pada tgl 26..gimana???sp yang harus kita taati???hadits apa pemerintah ri????jazakallloh atas jawabanya tolong kirimkan email ke santyrosaliana@yahoo.co.id

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Juli 27, 2009 pukul 12:53 pm Reply

      alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

      jazakumullahu khoiron atas doa anta …
      kenapa tidak pake nama sebenarnya ? bukankah kita dianjurkan ta’aruf.

      Pahami dulu apa itu salafy baru berkomentar.
      Masalah awal puasa …tunggu aja dulu …
      Sekedar pelepas dahaga aja …memang hadits yang mbahas awal puasa hanya itu ….pelajari kitab-kitab hadits seluruhnya yang menjelaskan tentang itu anda baru tahu ….
      jangan sok pinter …baru berapa kitab hadits yang kita baca atau ustadz anda yang tidak punya kitab hadits dan tidak bisa pula bisa membacanya !
      Kalau mau mencari kebenaran datang saja ke rumah saya …tiodak cukup hanya lewat email …kitab buka bersama kitab para ulama yang menjelaskan awal masuknya romadhon.

      POerlu diketahui bersama terjadinya perselisihan awal bulan bukan hanya kali ini…sejak dulu …aklhi …

      Saya tanya pada anda …jika anda / anggota jamaah anda berdomisili di irian misalnya …sendirian tanpa ada anggota jamaah muslimin yang lain.

      Tiba waktu hari raya …apakah bisa sholat id bersama ….jawabnya tidak ! karena kaum muslimin di irian berhari raya bersama pemerintah sedangkan teman anda berhari raya bersama imam anda yang sesat !
      Mudah-mudahan mendapat hidayah.

      Yang jelas jika memang benar-benar mencari kebenaran mestinya kita sering berkumpul untukmembicarakan semuanya.
      Demikian anjuran saya ….jika enkgu benar-benar laki-laki dan jujur dalam beragama

  145. salafy jaman sekarang Juli 13, 2009 pukul 1:54 pm Reply

    mas fakhrur kebenaran itu datangnya dari mana saja…bahkan dari syetanpun kalo itu perkataan yang benar kita boleh mengambilnya seperti peristiwa sahabat nabi yang bertugas menjaga harta zakat…maka janganlah merasa benar!!!! ilmu itu boleh kita ambil dari manapun SELAMA TIDAK BERTENTANGAN DENGAN ALLOH DAN ROSULNYA…kalo menurut ana kenapa harus salafy????ana sih milih MUHAMADY aja…yang sudah jelas2 maksum…kalo kita berpegang kepada para ulama si fulan bin fulan SAJA dan menolak sebagian ulama yang lain sedang kan mereka sendiri menyadari atas kelemahan2 mereka sebagai manusia apa lantas kita sudah merasa kita di beri hidayah dan yang lain sesat?????????ingat akhi surga itu berhaq untuk siapa saja yang alloh kehendaki!!!ana sih mengajak mari kita bina kerukunan antar keyakinan,jangan sampai kita menganggap DIRI KITALAH YANG BERHAK MASUK SURGA YANG LAIN TIDAK…allohu yahdik……

    • Abu Abdillah Agustus 6, 2009 pukul 8:47 pm Reply

      SEMUA MUSLIMIN DARI DULU HINGGA SEKARANG MEREKA SEPAKAT BAHWA MEREKA SENANTIASA BERPEGANG DG AL-QUR’AN DAN AL-HADITS. AKAN TETAPI MEREKA BERSELISIH TENTANG BAGAIMANA CARA MEMAHAMI KEDUANYA. OLEH KARENA ITU MUNCULAH KELOMPOK QODARIYYAH YG PUNYA PEMAHAMAN MANUSIALAH YG MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI, TIDAK ADA CAMPURTANGAN ALLOH DALAM URUSAN NASIB. ADA YG TIDAK SETUJU DG PEMAHAMAN QODARIYYAH TSB LALU MUNCULAH KELOMPOK JABRIYYAH YG PUNYA PEMAHAMAN SEGALA NASIB MANUSIA SUDAH DITENTUKAN OLEH ALLOH MAKA MANUSIA TIDAK BISA BERKEHENDAK UNTUK DIRINYA, KEADAANNYA SEPERTI PEMAIN SINETRON. MUNCUL LAGI KEMUDIAN KELOMPOK MU’TAZILAH, SYI’AH, KHOWARIJ DLL. KELOMPOK2 TERSEBUT MEREKA BERPEGANG DG KITABULLOH WA SUNNAH AKAN TETAPI CARA MEREKA MEMAHAMI KEDUANYA BERBEDA SEHINGGA YG TERJADI ADALAH PERPECAHAN. KAUM KHOWARIJ DULU KETIKA MENENTANG KEKUASAAN KHOLIFAH ALI BIN ABI THOLIB JUGA BERPEGANG PADA AYAT “INNIL HUKMU ILLAA LILLAH” TAPI KATA KHOLIFAH ALI “KALIMATUL HAQ URIDATIL BATHIL” JADI TERNYATA TIDAK BISA SEORANG MUSLIM HANYA BERPEGANG PADA AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SAJA. MENGAPA? KARENA AHMADIYAH JUGA BERPEGANG PADA AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH, AL-QIYADAH AL-ISLAMIYYAH, LDII, HT, JMH, NU DLL MEREKA JUGA BERPEGANG DG AL-QUR’AN DA AS-SUNNAH. OLEH KARENA ITU AGAR PEMAHAMAN KAUM MUSLIMIN ITU LURUS TIDAK TERSESAT MAKA KEMBALILAH KPD PEMAHAMAN PARA SAHABAT. BACA QS. AN-NISAA: 69,115, AT-TAUBAT: 100. JANGAN MENGIKUTI PEMAHAMAN NUR HASAN UBAIDAH, WALI AL-FATTAH, MIRZA GHULAM AHMAD, AHMAD MUSODIQ, GUSDUR DLL.

  146. Salim Agustus 4, 2009 pukul 9:54 am Reply

    Assalamu’alaikum,

    Salam kenal akh dari ana, tukeran link ya akh, link blog antum sudah ana masukkan ke blog ana di http://formulahaji.com

    Wassalamu’alaikum

  147. Abu Rofiif Ihsan Agustus 13, 2009 pukul 1:03 pm Reply

    Bismillah.
    Salam kenal dari Jember akh…
    Barokallahu fiik

  148. salafiyunpad Agustus 19, 2009 pukul 2:44 pm Reply

    insya Allah akhi…niat tersbut sudah lama ada…
    semoga dimudahkan untuk mengundang guru kita, al fadhil Dzulqornain untuk ngisi kajian ditempat kami…

  149. Abu Fathimah Heriyanto Agustus 20, 2009 pukul 4:42 pm Reply

    Ditanyakan kepada Al Ustadz Al Fadhil Abu Muhammad Dzulqornain -hafizhohullaahu Ta’ala- :
    “Ketika fitnah Sururi terjadi, ustadz dan kawan-kawan banyak menanyakan ke ulama sesuai dengan hawa nafsunya, tidak sesuai dengan kenyataan. Benarkah?”

    Jawabannya..Simak dalam rekaman dauroh beliau di Bandung pada pertengahan 2006..Dauroh menegakkan dakwah salafi bersama ustadz Usamah Mahri..

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 24, 2009 pukul 12:30 pm Reply

      Mohon berikan link rekamannya agar lebih bermanfaat

      • Abu Fathimah Heriyanto Agustus 26, 2009 pukul 5:27 pm

        Ahsan antum beli CD-nya saja..Moga2 bisa ketemu..

  150. Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 28, 2009 pukul 10:51 am Reply

    jazakallahu khoir Abu Fathimah Heriyanto ana dah dapatkan file tersebut.

    • Abu Fathimah Heriyanto September 1, 2009 pukul 10:39 am Reply

      Wa jazaakumullaahu khoyr..

  151. Abu Nashif Agustus 28, 2009 pukul 11:31 pm Reply

    Assalamu’alaykum
    Ana saat baca blog antum teringat masa lalu sebelum ngaji salaf. Walhamdulillah sekarang ana sudah ngaji.
    Barakallahu fiikum nasehat-nasehatnya. Afwa ana belum punya blog/ web.

  152. Abu Arif September 7, 2009 pukul 2:15 am Reply

    PERPECAHAN SALAFIYYUN DI INDONESIA MAKIN HARI MAKIN PARAH…DARI WAKTU KEWAKTU PERPECAHAN MAKIN BERTAMBAH…TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN SUATU SAAT DI INDONESIA AKAN ADA 10 KELOMPOK YG MASING2 MENISBATKAN KELOMPOKNYA KPDA MANHAJ SALAF……..SUDAH SAATNYA SEKARANG SALAFIYYUUN MENGHAJR PARA USTADZ YG DALAM DAKWAHNYA MASIH MENYULUT API PERMUSUHAN….PESAN SAYA TINGGALKAN MAJLIS USTADZ-USTADZ YG MASIH MENYULUT API PERPECAHAN & MENGABAIKAN PERDAMAIAN. KALIAN TETAP BISA MASUK SURGA DG RAHMAT ALLOH TANPA HARUS BERMAJLIS DG MEREKA…KALIAN BISA MENJADI MUKMIN YG SEJATI TANPA HARUS MENGATAKAN SAYA SALAFY SEJATI.

  153. ABU SALAFY September 7, 2009 pukul 5:01 pm Reply

    NASIHAT UNTUK PARA DA’ISALAFIYYIIN YG HOBI MENYULUT API PERMUSUHAN.
    Bismillahirrohmanirrohiim, alhamdulillah laa haula wa laa quwwata illaa billah…………

    PERSETERUAN ANTARA DA’I SALAFIYYIIN MENANDAKAN HATI-HATI MEREKA TELAH DIKUASAI SYAITAN. MEMANG INILAH YG DIINGINKAN OLEH SYAITAN DARI DULU HINGGA SEKARANG AGAR AHLUS SUNNAH TERUS BERPECAH-BELAH…DENGAN DEMIKIAN MAKA AHLUL BID’AH PUNYA HUJJAH BAHWA ” DAKWAH SALAF MENGAJAK KPD PERSATUAN ADALAH DAKWAH DUSTA” KARENA NYATANYA PARA DA’I MEREKA LEBIH MENYUKAI PERPECAHAN. INGATLAH NASIHAT SALAF KALIAN WAHAI SAUDARAKU, IBNU MAS’UD RA. BERKATA: ” APA YG KALIAN TIDAK SUKAI DALAM AL-JAMA’AH(PERSATUAN) LEBIH BAIK DARI PADA APA YG KAMU SUKAI DALAM PERPECAHAN” RENUNGKANLAH WAHAI SAUDARAKU KALIAN MENGAKU DA’I SALAF TP KALAIAN MENGINGKARI JALAN SALAF…DUSTA-DUSTA KALIAN.

    MANHAJ SALAF YG MULIA KINI BUKAN LAGI MILIK PARA SALAFUS SHOLIH TP TELAH MENJADI MILIK PARA DAI YG HATINYA PENUH DG PERMUSUHAN & SENANG MEMBUAT PERPECAHAN..PERSELISIHAN DAN MENGABAIKAN PERINTAH ISHLAH DARI ALLOH TA’ALA.

    INGATLAH PERSELISIHAN KALIAN BUKAN MASALAH MANHAJ DAN AKIDAH, PADAHAL PARA SALAF KALIAN JUGA TELAH BERSELISIH DALAM MASALAH AQIDAH TP MEREKA TETAP BERSATU DI ATAS SUNNAH.

    INGATLAH BAGIMANA UMMUL MUKMININ ‘AISYAH RA BERSELIH DG SAHABAT IBNU ‘ABBAS RA TTG APAKAH ROSULULLOH SAW MELIHAT ALLOH KETIKA MI’ROJ? INI ADALAH PERSELISIHAN DALAM MASALAH AQIDAH TP APAKAH MEREKA SALING MENGHAJR DAN SALING MENCARI PENDUKUNG? IMAM AN-NAWAWI, IMAM IBNU HAJAR ROHIMAHUMALLOH APAKAH MEREKA DIHAJAR OLEH ULAMA YG LAIN KETIKA MEREKA BERDUA MELAKUKAN KESALAHAN TTG ASMA WA SIFAT?

    SEANDAINYA SEKARANG INI ADA DA’I SALAFIYYIIN YG MENDAKWAHKAN TTG ASMA WA SIFAT SEBAGAIMANA YG DIPAHAMI OLEH KEDUA IMAM DI ATAS PASTI DA’I SALAFY YG LAIN BERLOMBA-LOMBA UNTUK MENGHAJAR AGAR NAMANYA TERKENAL DAN DIANGGAP PAHLAWAN SALAFY.

    INILAH YG MEMBEDAKAN ANTARA SALAFUS SHOLIH DG DA’I SALAFY YG TDK SHOLIH.
    DEMIKIAN SMG BERMANFAAT, ALLOHU MUSTA’AN

  154. Abu Nafidz September 17, 2009 pukul 2:55 pm Reply

    Assalamu’alaykum ya akhi,

    Mau tanya, ada beberapa orang yang berpendapat mengenai ada/tidaknya Islam keturunan. Mereka berkata kalau meskipun kita lahir dalam keluarga Islam tetap harus bersyahadat di depan Ulama dan disaksikan oleh kaum muslimin, seperti proses masuk Islamnya seorang muallaf. Dia juga mengatakan kalau dulu Imam Syafi’i juga melakukan hal tersebut kepada anak laki-lakinya.
    Mohon penjelasannya.

    Jazakallahu khairan katsira.

  155. SAM September 29, 2009 pukul 12:09 pm Reply

    BAGAIMANA PANDANGAN TENTANG HTI?

  156. Abu Abdillah Oktober 1, 2009 pukul 4:13 pm Reply

    Bagaiman dengan Ustadz-ustadz yang bergabung dengan Majalah Assunnah, jawabannya sangat mudah, saya tidak berani mengambil ilmu pada mereka karena saya tidak tahu persis siapa mereka, bagaimana menreka mencari harta, cara ibadah mereka, keseharian mereka loyalitas mereka dengan Islam ini dalam kehidupan yang nyata. Ya saya tidak mengenal mereka hingga saya tidak berani mengambil ilmu darinya, saya berhenti berlangganan Assunnah, Al furqon. Kalau ada yang bilang apakah anda mengeluaarkan mereka dari salafy, jawabnya…tidak sesederhana itu, ajaran salaf itu luas dari akan tidur, bangun tidur sampai tidur lagi. Maka terkadang seseorang itu salafy dan dalam hal lain bukan salafy. Sekali lagi saya mau mengambil ilmu dari orang yang saya ketahui, yang sudah saya ketahui bahwa mereka benar-benar salafy, bukan orang-orang yang masih diragukan kesalafiyannya atau mereka orang-orang yang bekerja sama dengan yayasan-yayasan hizbi atau orang-orang yang membenci salafy akan tetapi berloyal dengan orang-orang yang berloyal dengan yayasan hizbi.

    “Tidakkah kalian melihat atsar dakwah mereka ? Luar biasa !!! Subhanallah, masyaallah. Ini semua nikmat yang agung dari Allah kemudian upaya serius dari para asatidzah.”

    “Apakah mereka itu sudah masuk ke dalam ustadz2 hizby ya akhi??” Sehingga dengan membaca tulisan antum, bisa dicerna seolah2 antum tidak menganjurkan untuk mengambil ilmu dari mereka??? ”

    “Akhi siapa kita siapa asatidzah ahlussunnah …???!!!”

    “Mudah-mudahan Allah tunjuki kita semua kepada jalan yang lurus dan Allah berikan pula pada kita sifat kejujuran sehingga kita termasuk dari Ash-shidiiq.”

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 2, 2009 pukul 7:31 am Reply

      Yang saya ketahui bahwa pantas saya ambil ilmunya adalah orang-orang yang saya kenal.

      Pertanyaan saya …apakah wajib bagi saya atau siapa saja mengambil ilmu dari semua orang ?

      Apakah saya salah dan tidak bermanhaj ketika saya tidak mengambil ilmu dari as-sunnah dan al-furqon.

      Ini adalah pilihan saya sampai saat ini…namun bukan berarti saya mengatakan mereka bukan salafy …dan melarang orang lain mengambil ilmu dari assunnah atau alfurqon …?

      Perlu antum ketahui juga saya berhenti berlangganan assunah diantara sebabnya adalah :

      1. Di majalah tersebut saya menemukan satu tulisan yang merujuk kepada Yusuf Qordhawi padahal saya dulu pecintanya dan alhamdulillah sekarang telah meninggalkannya. Namun ketika saya berupaya menghindar dari Yusuf Qordhawhi, E ….ternyata pada majalah As-Sunnah ada pendapat Yusuf Qardhawi terpajang sebagai rujukan. Dari itulah saya ragu dan semestinya saya meninggalkan hal-hal yang meragukan.

      Adapun perkataan yusuf qardhawi yang di ambil dalam majalah tersebut seingat saya adalah dalam pembahasan zakat.

      2. Dalam majalah As-sunah (ketika saya berlangganan dulu) terdapat iklan / pengumuman ma’had dari yayasan Ihyautturots yang mana yayasan ini saya meyakini adalah bukan yayasan Ahlussunnah dengan alasan dari penjelasan Syaikh Muqbil dan lainnya bahwa Yayasan Ihyaut-turots di sana diterapkan bai’at.

      Memang banyak para ulama yang memuji yayasan ini. Namun sikap saya terhadap pujian para ulama tadi adalah sbb.

      a. Saya yakin bahwa semua individu atau kelompok yang menisbatkan diri pada Islam dan Muslimin pasti d sana ada kebaikan-kebaikannya, karena Islam merupakan agama yang sempurna. Sehingga kelompok manapun pasti punya kebaikan yang berasal dari Islam karena mereka adalah orang-orang Islam walaupun terkadang kebaikan itu tidak pantas lagi disebutkan dan disematkan pada seseorang atau kelompok karena telah dominan keburukan yang ada pada orang atau kelompok tersebut.

      b. Dari point a tersebut kita dapat mengambil sikap bahwa pujian para ulama terhadap Ihyaut-turors bukan rekomendasi secara mutlak, hingga ketika ada ulama yang mengkritik saya mengikuti ulama tadi sampai ada ulama lain yang menggugurkan kritikan tersebut. Dan sampai saat ini (satahu saya) kritikan para ulama ahli terhadap ihyaut-turots (yaitu adanya baiat) belum diingkari oleh ulama lain.

      Itulah sebagian alasan saya meninggalkan As-sunnah. Karena saya tidak bisa ikut mengiklankan At-turots, dengan membeli as-sunnah saya ikut membayar iklan at-turots yang saya yakini bukan salafy karena diantara biaya produksi adalah dari para pembeli majalah tersebut. Saya ingin menyalurkan rizki yang Allah berikan pada saya pada kebaikan yang tidak meragukan bagi saya. Afwan akhi …ini sebuah pilihan.

      Namun itu semua tidak menggambarkan bahwa saya mentahdzir mereka ….siapa saya dan siapa asatidzah As-sunnah sehingga saya mentahdzir mereka ….

      Ini adalah sebuah pilihan yang menjadikan saya tentram tanpa merusak ukhuwah diantara orang-orang yang berupaya meniti manhaj yang mulia ini …..

      Mudah-mudahan kita semua dpersatukan oleh Allah dalam keimanan. Dan persatuan itu di hati ….
      barakallahufikum.

      akhi …sikap yang benar dalam perselisihan ini menurut ana ada dua sikap.

      1. Sikap terhadap permasalahan yang diperselisihkan, mana diantara pendapat tersebut yang lebih kuat itu harus dipegangi
      2. Sikap terhadap orang lain yang berbeda pendapat, yaitu tetap bersaudara memaklumi terhadap pilihan mereka walaupun berbeda dengan kita.

      Jadi hanya memaklumi saja salah tanpa ada upaya yang serius meniti dan mencari mana dari perbedaan pendapat itu yang lebih kuat.

      Mudah-mudahan bermanfaat.

      • Abu Abdillah Oktober 2, 2009 pukul 1:08 pm

        Permasalahannya tidak sampai disitu akhi, kata antum kan perlu di rinci,

        ana mau tanya ke antum, apakah atturats indonesia sama dengan atturats kuwait?

        Akhi Nabi kita memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan yang meragukan da’ ma ya ribuka ila ma la yaribuka

        Apakah salah jika salah meninggalkan ath-thurots karen asaya meragukan terhadap hakikatnya ath-thurots ?
        termasuk meninggalkan mengiklankan ath-thurots?

        Tolong dong ana minta buktinya bahwa atturats indonesia sama dengan atturats kuwait, ada baiat , dan segala rupanya,

        Apakah dakwah atturats indonesia memecah belah dakwah salafiyah di indonesia?

        Ana ingin bukti-buktinya, coba kalau antum tidak bisa mengemukakan bukti-buktinya, antum bisa meminta tolong kepada ustadz-ustadz antum,

        Islam ini bukan ath-thurots, untuk menjadi salafy kita tidak harus meninggalkan ath-thurots atau bergabung dengan ath-thurots. Saya meninggalkan ath-thurots karena saya mengutamakan apa yang saya yakini dapat menyelamatkan diri saya karena ath-thurots meragukan saya.

        Mohon di fahami. Ketika saya meyakini Ath-thurots hizbi
        Saya tidak mentahdzir ath-thurots saya hanya menyelamatkan diri dari fitnah.
        Mohon antum memahami.

        Apakah menyelesaikan masalah untuk setiap orang harus sama.
        Jika antum meyakini silahkan pegangi.
        kita tetap bersaudara saling menasehati.

        Saya meyakini ath-thurots hizbi dari yang di sono. Menggunakan kaidah umum. Yang dibawah adalah anak buahnya yang di pusat.
        Dan dakwah ahli bid’ah itu penuh dengan kedustaan.

        Terus dari pernyataan masyaikh yang dijadikan pegangan dikalangan antum sendiri, apakah menyebutkan tentang atturats di indonesia? kondisi atturats indonesia?

        Sebenarnya kita mau menjadi salafy itu apa harus terus-terusan membahas ath-thurots ?

        Hakikat ath-thurots itu tidak menjamin kita semua dapat menjadi salafy.

        Kita berilmu, beramal, berdakwah dan shabar dalam melakukan semua itu. Itulah salafy akhi…..

        Seandainya ustadz-ustadz antum yang bertanya kepada masyaikh mau jujur menceritakan kondisi atturats di indonesia, tentu akan berbeda lagi jawabannya,

        Akhi …. antum tidak faham, ketika meninggalkan ath-thurots itu bukan hanya karena yang dipusat itu bukan semata itu ….banyak pertimbangan lain. Kalau antum mau jujur silahkan tanya ustadz askari.

        Saya sendiri alhamdulillah telah punya pilihan.
        Saya menjadi salafy tidak taklid pada ustadz-ustadz akhi ……

        Ana membaca dari talbis atturats yg di sampaikan oleh ust askari, semua masih umum, utk atturats kuwait sono, tidak ada yang buat atturats indonesia,

        Saya tanya pada antum …? tujuan antum membahas ath-thurots itu untuk menyelamatkan diri sendiri atau untuk membela Ath-thurots di indonesia ?

        Saya sendiri ketika membahas ath-thurots sebenarnya bukan untuk membela dan menyalahkan ath-thurots sebagai suatu institusi akan tetapi saya membahas itu agar diri saya selamat, syukur ikhwah yang lain dapat mengambil faedah dari tulisan-tulisan ana.

        Dari yang di fahami bahwa Ath-thurots dipusatnya memakai bai’at secara kaedah umum di bawahnya juga seperti itu.

        Jamaah tablig, IM, Khowarij dll ditahdzir oleh para ulama itu tidak di sini, dan juga bukan pada jaman ini. Maka saya tinggalkan semua itu bukan untuk saya menghukumi hakikat kelompok-kelompok tersebut akan tetapi untuk menyelamatkan diri saya sebagai orang yang mau meniti jalan yang mulia ini.
        mohon di fahami.

        Saya tanya pada antum : Apakah IM, HT, JT dan yang lain-lain mereka sama yang di pusat dengan yang di daerah ?
        Sudahakah anda teliti, anda tegakkan hujjah pada semua kelompok yang di indonesia ?

        Justru mereka ikut menamakan diri sebagai HT misalnya karena sama pemikirannya mengikuti yang dipusatnyanya.

        Untuk menjadi salafy tidak harus terikat dengan IM, JT, HTI, IT atau siapa saja kelompok dari mana saja.

        Yang saya yakini seseorang itu konsekwen di atas sunnah saya tau dan menyaksikan baik dengan mata dan pendengaran saya.

        Saya ketahui hujah-hujahnya kuat saya ikuti.

        Sebaliknya kelompok manapun yang saya ketahui dengan mata dan telinga saya juga berdasarkan dalil bahwa kelompok atau seseorang itu kurang beres dalam agamanya saya tinggalkan untuk menyelematkan diri saya.
        Bukan untuk mentahdzir mereka siapa saya ?

        Kecuali saya telah yakin dengan ilmu yang saya miliki bahwa kelompok itu sesat saya sampaikan saya tahdzir dengan ucapan saya.

        Seperti ; Jamaah Muslimin, Isa Bugis …antum dapat lihat tulisan-tulisan saya mentahdzir dari kelompok tersebut dalam blog ini.

        Walaupun saya bukan ulama…tapi saya alhamdulillah telah tau dan sangat yakin atas kesalahan kelompok tersebut.

        lalu dengan dalil apa mengarahkannya ke indonesia, apakah ustadz-ustadz antum sudah iqamatul hujjah kepada atturats indonesia?

        Ini semakin tampak kesalahan pemikiran antum akhi….
        Bisa saja orang-orang yang meninggalkan ath-thurots dalam rangka seperti saya…berhati-hati meninggalkan hal yang meragukan.

        Pertanyaannya :
        1. Memang wajib bagi saya atau orang seperti saya untuk iqomatul hujjah,
        2. wajibkah saya mentazkiyah yayasan itu ?
        2. Terlarangkah saya jika saya hati-hati terhadap ath-thurots untuk menyelamatkan diri ?

        Bagaimana sih langkah-langkah yang ditempuh sesuai syar’i sehingga tahddzir dan hajr itu bisa diterapkan?

        Saya tidak mentahdzir, saya hanya berhati-hati dari hal yang meragukan, silahkan tanyakan pada yang mentahdzir. Pertanyaan antum tersebut !

        Mungkin menurut antum yang boleh mentahdzir adalah ulama ….
        kalau seperti ini berarti kedustaan dan kebodohan terhadap manhaj salaf.

        Kalaupun yang boleh itu adalah ulama : Namun yang pasti adalah ulama yang mengerti hal tersebut mengerti terhadap hakikat yang ditahdzir.
        Sehingga kita ketahui bahwa ulama-ulama kibar seperti Syaikh Utsaimin tidak banyak tulisannya mengenai tahdzir sedangkan Syaikh Rabi hafidhahullahu waktu itu masih muda (para ulama kibar rahimahullahu masih ada)…tulisan-tulisannya merupakan tahdzir terhadap para pengekor hawa nafsu.

        Jadi ketinggian ilmu seorang ulama bukan syarat mutlak ketika hendak mentahdzir.

        Justru yang menjadi syarat mutlak (maaf yang saya fahami) adalah mengerti hakikat penyimpangan yang hendak di tahdzir, diketahui berdasarkan qur’an dan sunnah memang menyimpang

        Maka (afwan yang saya pegangi saat ini )

        walaupun seorang tholibul ilmi shighor sekalipun jika melihat kemungkaran dengan pasti dengan mata dan telinganya dan didukung dalil-dalil yang diketahui bahwa kemungkaran itu adalah pasti kemungkaran, yang dia besok berani bertanggung jawab di hadapan Allah punya burhan yang nyata boleh dia (orang yang tahu itu) untuk mentahdzir penyimpangan tersebut dengan dalil umum
        man roa minkum mungkaron fal yughoyir ……….

        Yang pasti orang yang mentahdzir dia akan bertanggung jawab di hadapan Allah.

        Hingga kita fahami jika seorang salafy berani mentahdzir seseorang apalagi itu institusi besar.

        Sebagai seorang salafy pula kita berhusnudhon bahwa dia telah bersungguh-sungguh melakukan persyaratan-persyaratan tersebut, tanpa menduga dan mengira-ira berfikir yang bukan-bukan.

        Kewajiban kita mempelajari tahdzir tersebut ….kalau menurut kita benar di pegangi jika tidak ….tinggalkan.

        Karena tahdzir seseorang terhadap orang lain tidak berlaku wajib.

        Sehingga kita daparti sepanjang sejarah …ulama yang satu mendhoifkan hadits yang dishohihkan ulama yang lain atau sebaliknya.

        Kita tingal milih hal yang tidak meragukan kita.

        Akan salah jadinya jika :
        Seorang ulama mentahdzir pada seseorang kemudian mewajibkan orang lain mengikuti tahdzirnya, barang siapa yang ikut saudara yang tidak bukan saudara.
        Kalau sikap seperti ini hizbi namanya

        Tampak bagi saya kekurangan manhaj antum…inilah yang menyebabkan pembicaraan kita tak berujung

        Sedangkan dari nasehat syaikh madinah sangat jelas sekali, nasehat untuk salafiyin indonesia,

        Seandainya antum membaca dengan seksama, insya Allah, antum bisa memahami, kecuali karena hawa nafsu yang mendominasi, itu lain perkara akhi,

        Nasehat ulama madinah yang mana yang antum maukan ?
        Agar kita tidak berpecah belah ?

        Kalau itu yang dimaksud, jawaban saya adalah :
        1. Saya tidak sedang berpecah belah
        2. Mengujudkan persatuan itu apa harus ngaji pada siapa saja
        3. Persatuan itu bukan harus menjadi satu kelompok berkumpul. Jika pikirannya begini masih salah berfikirnya
        4. Bagaiamana kitaq bersikap ketika berbeda itulah persatuan yang benar, antum menghargai saya demikian sebaliknya. Seakan-akan yang antum maukan saya harus seperti antum. Kalau demikian ini kesalahan akhi. Antum punya penilaian, ana punya penilaian dan kita tetap berteman bersaudara berlompba mengamalkan kebaikan-kebaikan. Insya Allah kita bersama di yaumul qiyamah.

        ana nukil peryataan antum, :
        akhi …sikap yang benar dalam perselisihan ini menurut ana ada dua sikap.

        1. Sikap terhadap permasalahan yang diperselisihkan, mana diantara pendapat tersebut yang lebih kuat itu harus dipegangi
        2. Sikap terhadap orang lain yang berbeda pendapat, yaitu tetap bersaudara memaklumi terhadap pilihan mereka walaupun berbeda dengan kita.

        ana kritisi sikap yg no.2,

        kebanyakan dari ikhwan antum, tdk seperti yang point no. 2 ini,

        Jangan nisbatkan saya dengan ikhwah-ikhwah saya karena antum juga bagi saya andalah ikhwah saya.

        Dan antum jangan tuduh mereka dengan sangkaan. Kita harus khusnudhon bahwa mereka punya alasan dengan sikapnya masing-masing.

        Justru sikap yang harus antum kembangkan juga menghargai sikap yang mereka tempuh, bukan memaksa agar seperti antum. Karena ini khilaf dan antum harus pintar bersikap.

        Dan sikap sayapun tidak sama dengan ikhwah-ikhwah yang ngaji bareng ana, tapi kita tetap rukun. Jangan kira bahwa kita seragam.

        Saya merasa seakan akan ada kesan bahwa yang bersikap seperti saya ini adalah orang-orang yang taklid muqolid2 pada Ustadz As-sewed Ustadz luqman atau Ustadz askari (hafidhahumullahu).
        Ini kekeliruan

        termasuk antum, dimana antum tdk menganjurkan untuk ngaji ke ustadz yg berbeda pendapat dg ustadz2 antum,

        Dimana saya menulis menganjurkan untuk ngaji ke ustadz saya saja ?
        Atau tidak menganjurkan ngaji pada yang lain.

        Kalau ada saya cabut itu dan akan saya hapus !

        Tapi itu kalau untuk diri saya sendiri saya akui ya …..

        demi keselamatan saya …
        adapun orang lain …terserah mereka

        apakah wajib bagi setiap orang mengaji pada semua ustadz ?

        ada tertulis di blog antum,

        ttg majalah, di edisi berapa tahun berapa tentang apa?
        tlg dijelasin, dan apakah yang disampaikan bertentangan dengan apa yang dijelaskan oleh para ulama ahlu sunnah?

        Saya sudah lupa akhi ….pembahasan waktu itu kalau tidak salah zakat profesi. (maaf saya belum perlu untuk membuka-buka kembali majalah itu, kayaknya dirumah masih ada di almari, tidak saya buang)

        Adapun iklan ath-thurots sepertinya banyak di sana, bisa antum buka-buka lagi coba.

        Akhi …..
        ada yang salah menurut saya cara berfikir antum ;
        1. Antum menduka saya adalah menghukumi dan mentahdzir padahal yang benar saya hati-hati, dan saya memilih pendapat bahwa ath-thurots adalah hizbi, tak pantas kita menisbatkan apalagi menjadi kaki tangannya dengan terus terang mengatakan Ath-thurots Indonesia.
        2. mungkin antum menduga saya meninggalkan Assunnah karena isinya salah ….tapi yang benar saya meragukan …karena saya sedang belajar.

        Memang benar ahli bid’ahpun jika pendapatnya mencocoki kebenaran dapat di gunakan rujukan.

        Hanya saya takut dan khawatir, jika penulis-penulis (assunnah) tersebut ternyata entah sadar atau tidak masih terbawa pemikiran Yusuf Qordhawi …sehingga tanpa sadar saya tetap dalam pemikiran Yususf Qordhawi ketika bersikap bermanhaj berdakwah bermuamalah dll.

        Ini yang saya khawatirkan sehingga saya tidak sadar menjadi salafy ikhwani berakidah salaf tapi bermental ikhwani lemah pada masyarakat tidak dapat bersikap beda dengan dengan awamnya kaum muslimin.

        Seperti tidak punya prinsip lemah mengamalkan sunnah.

        Afwan ini subyektif (menurut pengamatan saya) ikhwah yang ngaji pada ustadz-ustadz di jakarta saya temukan dalam banyak hal seperti ini akhi.

        Lemah. tidak mampu memegang prinsip dengan kuat.
        Untuk memakai cadar saja ga kuat dengan anggapan tidak wajib tidak kemudian berpegang pada yang lebih utama.

        Memotong celana ga mampu …hanya di tekuk.

        Memakai jubah untuk memutup pantat ketika sholat lemah,. memondokkan anaknya di pesantren ga mampu dll yang saya temukan semua itu terhadap orang-orang yang mengaji dengan ustadz-ustadz di jakarta.

        Tentunya ini semua tidak berlaku pada setiap orang yang ngaji pada ustadz-ustadz jakarta.

        Demikian pula tidak pasti yang ngaji dg ustadz ana menjadi salafy yang selalu mengambil yang utama, bukan seperti itu maksud saya.

        Tapi itu semua tergambar dalam banyak sikap sehingga melahirkan dua kelompok besar yang dalam kenyataan berbeda dalam banyak hal.
        Jadi bukan hanya ath-thurots akhi…!

        Akhi ….sekali lagi langkah saya itu adalah menyelamatkan diri dari fitnah bukan menghukumi hakikat suatu kaum.

        Ahlussunnah adalah orang yang pintar menghindar dari fitnah.

        Semoga pembicaraan kita ada manfaatnya.

  157. Abu Abdurrohman Oktober 4, 2009 pukul 11:25 pm Reply

    Bismillah

    Assalaamu’alaikum

    Mas, wong maos toh? Aku wong Adipala

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 5, 2009 pukul 6:50 pm Reply

      “alaikum salam ….wis ngerti be takon ….

      Panjenengan nang ndi ….?

      • Abu Abdurrohman Oktober 13, 2009 pukul 12:35 pm

        Lagi ngode nang bekasi.

  158. Abu Fathimah Heriyanto Oktober 7, 2009 pukul 5:26 pm Reply

    Assalaamu’alaykum..
    Akhi..permasalahan Jumiyyah Ihya At Turats, gak usah diperpanjang lagi..

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 8, 2009 pukul 10:36 am Reply

      Na’am jazakumullahu khoiron. afwan ana hanya jawab aja akhi bukan bermaksud yang tidak-tidak

      • salafiyunpad Oktober 9, 2009 pukul 11:03 am

        assalamu’alaikum
        untuk semuanya ikhwanuna fillah…

        sudahlah…
        lebih baik kita membahas tentang masalah yg lebih penting insya Allah daripada sibuk membahas masalah turots (afwan bukan berarti kita menihilkan bahwa at turots juga punya kesalahan)….

        janganlah karena masalah ini, salafiyyin menjadi terpecah belah… bagi yg meyakini bahwa turots adalah hizbi berdasarkan penjelasan ulama ya tafadhdol tanpa harus memaksakan pendapatnya kepada yang lainnya.
        begitu pula bagi ikhwah yg meyakini bahwa turots itu adalah sunni berdasarkan pendapat para ulama ya silakan tanpa harus memaksakan pendapatnya kepada yg lainnya…

        berlapang dadalah ya ikhwah…. sebagaimana para ulama yg berbeda pendapatpun pun berlapang dada tentang masalah turots…

        barokalallahu fikum wa arsyadaniyallahu wa iyyakum jami’an lima yuhibbuhu wa yardlo…

        Na’am akhi…bagus barakallahu fikum.

        Saya sangat setuju. Jangan sampai ada yang memaksa saya untuk merekomendasi ath_thurots.

        Saya punya pilihan yang lain juga punya pilihan.

        Seakan-ada yang berkata …. bukan salafy jika tidak bergabung dengan ath-thurots.

        Barakallahu fikum.

  159. Abu Abdillah Oktober 8, 2009 pukul 5:52 am Reply

    Akhi, dari jawaban antum, antum tidak berani tegas mengatakan sesuatu dengan pasti…

    1. Ketika para ulama menghukumi rijalul hadits tidak jarang berkata :
    Hua yuqolu matrukul hadits (Dia diperbincangkan ditinggalkan haditsnya)
    2. Para kuburiyun sering beramal dengan hadits-hadits dhoif untuk ibadah-ibadah sunnah, maka ahlussunnah meninggalkan amalan yang didasarkan pada hadits yang dhoif tersebut karena mengamalkan sunnah tidak wajib dan meningalkan beribadah dengan hal yang tidak bersandar dari nabi lebih diutamakan untuk menghindari hal yang bid’ah. ‘alaikum bi muhdatsatin.

    Ath-thurots diperbincangkan meninggalkannya lebih diutamakan, karena bergabung dengannya bukan suatu yang wajib.
    Mudahan-mudahan berfaedah

  160. Abu Fathimah Heriyanto Oktober 8, 2009 pukul 11:58 am Reply

    Sudah ada persaksian dari para asatidz yang dahulunya bergabung dengan At Turots Indonesia, menjelaskan tentang hubungan At Turots Indonesia dengan Jumiyyah Ihya At Turots Kuwait pimpinan Abdurrahman Abdulkholiq, maka gak usah diperpanjang lagi..

    Ditekankan disini, bahwa ustadz2 tersebut rujuknya didepan Syaikh Muqbil setelah terjadi diskusi antara pihak yang mentahdzir dan yang ditahdzir bersama dengan Syaikh Muqbil..

    Diceritakan pula oleh al Ustadz Dzulqornain dalam dauroh “Menyikapi perbedaan antara para Ulama” di Ambon, bahwa ada seorang ustadz datang ke seorang Syaikh menanyakan tentang Ihya At Turots dan masalah tahdzir di Indonesia. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Syaikh menelpon Ustadz Dzulqornain untuk bertanya tentang keadaaan di Indonesia. Maka ustadz Dzulqornain menjelaskan tentang keadaan orang yang bertanya tersebut kepada Syaikh.

    Syaikh kemudian bertanya kepada sang penanya: “Apakah orang-orang yang mentahdzir kalian itu mentahdzir dengan ilmu (hujah/bukti) atau tidak?”

    Maka sang penanya dengan jujur menyatakan: “Benar, mereka mentahdzir di atas ilmu.”

    Maka Syaikh menjawab: “Lalu untuk apa lagi kalian permasalahkan hal tersebut?”

    Jazakumullahu khoiron akhi ….

    • Abu Ahmad Oktober 14, 2009 pukul 11:33 am Reply

      Ana masih ingat komentar seseorang di halaman ini, bahwa orang2 yang mentahdzir itu cuma TAQLID kepada Ust Ja’far ‘Umar Tholib..

      Dalam dauroh di Bandung tahun 2006, ust Dzulqornain mengisahkan tentang diskusi antara pihak yang ditahdzir dengan pihak yang mentahdzir bersama dengan Syaikh Muqbil..Syaikh Muqbil sendiri berkata tentang tahdzir Ja’far waktu itu: “Cukup..cukup..dan saya bersama dengan Ja’far mentahdzir mereka..”

      Nah..Apakah orang yang berkomentar itu berani menyatakan bahwa Syaikh Muqbil itu juga taqlid kepada Ja’far Umar Thalib karena sepakat dengan tahdzirnya tersebut?

    • Abu Fathimah Heriyanto Oktober 14, 2009 pukul 5:24 pm Reply

      Akhi..

      Jazakumullahu khoiron akhi …..Seorang muslim tentu akan menerima nasehat yang berguna buat dirinya dan ikhwannya.
      barakallhufikum

  161. mu'adz Oktober 10, 2009 pukul 2:22 pm Reply

    Asalamu’alikum, salam kenal akhi ana orang cilacap juga, tepatnya di kawunganten,

    Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
    jazakumullahu khoiron.
    Antum juga jangan apriori tanpa meneliti data yang disampaikan oleh orang yang berseberangan kepada antum.
    Mudah-mudahan kita semua disatukan dalam jalan Allah yang mulia. amin

  162. kautsar Oktober 13, 2009 pukul 10:37 am Reply

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Afwan akh, baru sempat ninggalin jejak di blog antum, blog antum bagus banget, masya Allah..
    Salam kenal dari ana Abu Kautsar di Bekasi..

    بارك الله فيك

  163. salafiyunpad Oktober 20, 2009 pukul 5:48 pm Reply

    wa barokallahu fikum ya aba salma

    ihrish ‘ala ma yanfaukum

  164. anas as-samosir Oktober 22, 2009 pukul 9:57 am Reply

    Assalamu’alaykum.
    Alhamdulillah.
    Akhi, salam kenal dari Medan dan Purbalingga.
    Ana cantumkan link blog antum di blog ana ya.

  165. Abu Fathimah Heriyanto Oktober 24, 2009 pukul 8:52 am Reply

    Assalaamu’alaykum..
    Afwan akh, sebaiknya komen ana yang itu gak usah antum cantumkan di artikel/tulisan antum. Ana majhul, penunntut ilmu rendahan kelas teri, gak dekat sama ustadz siapapun..lebih baik antum transkrip saja soal-jawab bersama ustadz Dzulqornain saat dauroh Bandung 2006 dan dauroh Ambon 2009..Insya Allaah lebih baik dan lebih bisa diterima..Baarokallaahu fiik..

  166. salafiyunpad Oktober 24, 2009 pukul 10:26 am Reply

    tuk semua saudaraku salafiyyin, semoga kita menjadi lebih semangat dalam menuntut ilmu, coz masih banyak karya ulama yang belum kita pelajari, maka hendaknya para penuntut ilmu bersemangat terhadap apa2 yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya..perbanyak menuntut ilmu dan janganlah disibukkan dengan fitnah…..

    semoga Allah menyatukan hati kita di atas al haq..

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 24, 2009 pukul 12:46 pm Reply

      Sebenarnya sudah lama fitnah itu lenyap ditelan angin, tapi ada sudara kita yang mencoba meniup kembali dan sekarang telah kembali mengudara …barakallhufikum

  167. Abu Muslim Al Falimbany November 15, 2009 pukul 7:20 pm Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam kenal dari ana, Abu Muslim Al Falimbany. Barakallahu fiik.

  168. santoso November 20, 2009 pukul 12:08 pm Reply

    saudara saudarku seiman cobalah kita sama2 merenung apa yang telah disama\paikan jujungan kt Muhamad SAW , bahwa suatu saat nanti islam akan pecah 73. cobalah kt sikapi dengan pola pikir dan hati kt, sebenarnya kt masing2 hanya mempertahankan egoistis dan menbahas untuk salang menyalahkan serta menganggap dirinya paling benar walaupun dari sunber yang sama . disini sy hanya ingin mengat kan pd saudara2ku semua tentang amanah junjungan kt, narilah kita sana2 berpikir terbalik apa yang telah disampaikan junjungan agar kita sadar untuk menyikapinya SUPAYA KITA TDK MEMBENTUK FIRKHOH2 tapi kita membentuk saling kasih sayang sesam muslim bukan sebaliknya. untuk itu saya bisa menghimbau pd saudara2ku semua untuk menyatu karena ISLAM itu hanya satu tdk ada ISLAM ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Dapat bersatu jika kaum muslimin berada dalam islamnya yang sama islam yang benar yaitu Yang paling benar itu adalah Rasulullah dan para Sahabatnya, barang siapa berislam seperti mereka ya dialah yang saat ini paling benar. maka kita semua harus berupaya meniti jalan mereka dengan terus belajar membuka kitab-kitab para ulama.

    Jadi yang paling benar bukan saya bukan anda atau bukan yang lainnya …sekali lagi yang paling benar adalah yang beramal dan berislma sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya.

  169. Kang Hanif November 22, 2009 pukul 8:03 pm Reply

    Bismillah,
    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Salam kenal akhi.
    Mohon link ana ditautkan akhi. barakallahu fiik. Kisah yang menggugah, akhii

    Hanif Abu Hanif
    Blog Kang Hanif

  170. abu muhammad Desember 4, 2009 pukul 11:13 am Reply

    salamullahu alaykum…
    kisah hidup antum hampir sama dengan ana..cuma ana lagi banyak lubang dimasuki…dari tak megerti apa- apa..masuk ke lubang hizbi….mengagungkan al qaradhawi,al banna dan lain-lain..kemudian ke lubang sufi..masuk lagi tabligh…kembali ke hizbi..mencari al qaedah lalu ALLAh ta`ala jumpakan ana dengan salaf..
    ana ikhwan dai malaysia…kawannya ust abu usamah haidir..
    ya ALLAH matikan kami di atas islam dan sunnah..

  171. faoezhi Januari 6, 2010 pukul 11:38 am Reply

    BISMILLAHIROHMANIRROHIM.

    Assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh.

    Akh salam kenal dari ana di bekasi.

    Bagi ikwah yang mau pesan CD kajian masyaikh ahlusunah

    hubungi ana di 0856-1023-962. dan bagi mau minta katalog kirim

    Email ke Faoezhi@gmail.com atau Blog http://kitabmurah.co.cc.

    zajakallahu khairon katsiron

  172. haidar Januari 17, 2010 pukul 2:24 am Reply

    bismillah,
    assalamualaikum..

    blog yang bagus abasalma..namun ana mau tanya tentang kalimat ((Salaf itu manhaj bukan kelompok jangan antum cari kelompok mana yang benar tapi carilah ajaran mana yang benar)) yang dilontarkan oleh ustadz2 yang sangat mumpuni dan sangat saya kagumi kelimuanya.
    apakah artinya kita dibolehkan mengambil ilmu dari ‘mereka’??
    karena kajian2 ‘mereka’ banyak didaerah ana dan ana mengikutinya, keluarga dan tetanggapun anak ajak dan ana tidak menahanya dikarenakan ana punya pendapat yang sesuai dengan apa yang ustadz2 lontarkan diatas dan ana tidak mengabarkan perselisihan yang ada dan juga ana sendiri tidak mau mencari jawaban tentang pertanyaan yang ana lontarkan kepada antum di atas. Sekarang beda ceritanya ana membaca biografi antum dan secara tidak sengaja membaca kalimat itu akibatnya pertnyaan itu datang kembali dalam diri ana dan mungkin antum bisa membantu ana mencari jawab tentang itu karena kedekatan antum dengan ustadz2 sekaliber Ustadz Dzulqarnain.

    sebelumnya afwan ana tidak pandai dalam menyusun kata2. mudah2 antum paham dengan apa yang ana maksud.

    jazakalloh khoiron..

    ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
    Sebelumnya saya memohon maaf jika kalimat-kalimat saya menjadikan antum tambah bingung.

    Nasehat saya sebagai orang yang bodoh teruslah belajar, dan sedapat mungkin mengamalkan ilmu kita. Dengan itu insya Allah kita akan dapat membedakan siapa yang konsekwen dengan ilmu dan pengakuannya, dan siapa yang tidak, sehingga suatu saat nanti kita mengetahui dengan pasti kepada siapa seharusnya kita mengambil ilmu. Mudah-mudahan bermanfaat.

    • haidar Januari 19, 2010 pukul 2:34 pm Reply

      afwan..kalimat-kalimat antum tidak membuat ana bingung kok!!..malah sebaliknya ana berterimakasih atas sharingnya insya allah bermanfaat dan semoga Alloh senantiasa mempersatukan kita semua yang beramal dan ber-Islam selayaknya Rasulullah dan para Sahabatnya serta menjauhkan kita dari sebab-sebab datangnya fitnah yang dapat memecah-belah..

  173. Abu Thufailah Januari 21, 2010 pukul 8:19 am Reply

    Assalamualaikum. semoga di akhirat kelak kita semua berada dalam barisan Nabi dan Rasulullah dan para Sahabat.salam kenal. saya sependapat dengan berbagai komentar atau pendapat akhi, ana mau bertanya jg apakah akhi mengenal Ustadz Abdul Hakim di Jakarta? apakah pernah ikut kajiannya?bgmn menurut akhi?

    alaikum salam. tidak kenal maka tidak bisa berkomentar. tanya sama yang kenal saja

    • abusahlaandriansyah Juli 3, 2010 pukul 9:28 am Reply

      Wa’alaikum salam.
      Antum bisa beli kitab-kitabnya Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullahu ta’ala, atau VCD, atau antum bisa download video kajiannya di youtube atau di http://assunnahqatar. Dari situ antum bisa mengetahui bagaimana manhaj beliau. Beliau adalah Ustadz yang tsiqah di atas manhaj Salafush Shaleh. Ana biasa menghadiri kajian beliau di Masjid Al Mubarak, belakang poskota, krukut. Disana beliau mengajar kitab Fathul bari. Masya Allah, begitu banyak ilmu yang akan antum dapatkan dari pelajaran yang beliau sampaikan. Wallahu a’lam

  174. ibnu Februari 2, 2010 pukul 10:20 am Reply

    asssalamu’alaikum.salam kenal,ana dari bogor,ingin rasanya ada kajian islam dibogor bersama ustadz2 salafiyyin.

    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
    Nyambung aja ke Cilengsi di sana ada Ustadz Abdurrahman Mubarak.

  175. abu muhammad Februari 3, 2010 pukul 12:03 pm Reply

    salamullahu alaykum

    ana ikhwan dari malaysia..
    mahu mintak izin sama antum untuk mengambil artikel antum dan diubah ke dalam bahasa malaysia…
    harap antum membenarkan…sila email ana..
    barokallahu fik wa hayyakumullah

  176. berandasalafy Februari 7, 2010 pukul 7:23 pm Reply

    Assalamu’alaikum Warrohmatullahi wabarokatuh
    Bismillah,
    Kunjungan silaturahmi ya Akhy..
    Barokallahu Fika

    ditunggu kunjungan baliknya di blog kami

    BerandaSalafy

  177. abisabila Februari 10, 2010 pukul 4:41 pm Reply

    Assalamu’alaikum, salam kenal salam ukhuwah…

  178. raiina Februari 19, 2010 pukul 11:14 pm Reply

    konsisten ta bos, katanya masih bodo kok nyesat nyesatin orang……..

  179. Suwito Maret 13, 2010 pukul 9:33 pm Reply

    Assalamu’alaykum Warahmatullah.

    Salam kenal akhi. Senang bisa kenal dengan antum.

    Barakallahufiykum…

  180. abu shafiyyah denny Maret 24, 2010 pukul 10:09 am Reply

    Baarokallahu fiik

    akh, alhamdulillah hidayah dari Allah mari kita jaga..

  181. abusahlaandriansyah Juli 3, 2010 pukul 9:21 am Reply

    Assalamu’alaikum. Salam kenal.
    Mengutip pernyataan antum : “Bagaiman dengan Ustadz-ustadz yang bergabung dengan Majalah Assunnah, jawabannya sangat mudah, saya tidak berani mengambil ilmu pada mereka karena saya tidak tahu persis siapa mereka, bagaimana menreka mencari harta, cara ibadah mereka, keseharian mereka loyalitas mereka dengan Islam ini dalam kehidupan yang nyata. Ya saya tidak mengenal mereka hingga saya tidak berani mengambil ilmu darinya, saya berhenti berlangganan Assunnah, Al furqon. Kalau ada yang bilang apakah anda mengeluaarkan mereka dari salafy, jawabnya…tidak sesederhana itu, ajaran salaf itu luas dari akan tidur, bangun tidur sampai tidur lagi. Maka terkadang seseorang itu salafy dan dalam hal lain bukan salafy”.
    Alhamdulillah antum dapat berkata bijak, tidak dengan mudah mengeluarkan seseorang dari manhaj salaf, tidak seperti sebagian ikhwah yang sudah tercemar hatinya dan ta’ashub pada ustadz-nya. Falillahilhamd. Perlu antum ketahui, bahwa Ustadz Yazid, Ustadz Hakim, dan ustadz2 lainnya (yang menjadi pengasuh majalah assunnah dan alfurqon) yang ditahdzir oleh segelintir orang jahil yang mengaku dirinya salafi (siapapun bisa mengaku-ngaku salafi) adalah sebenar-benarnya ustadz salaf dan mereka berlepas diri dari tuduhan yang dilontarkan oleh orang yang sudah tercemar hatinya. Dan antum tidak perlu ragu untuk menggali ilmu dari mereka. Wallahu a’lam

  182. Ibnu Dzulkifli As-Samarindy Juli 18, 2010 pukul 8:24 pm Reply

    Alhamdulillah, Jazakallah Khoiron doa untuk admin yang telah berpartisipasi dalam dakwah atas hadirnya blog ini..
    Untuk foto-foto Ma’had di Yaman, silahkan kunjungi :
    http://www.my.opera.com/negeriulama/albums
    kunjungi juga blog kami
    http://www.assamarindy.wordpress.com

  183. abuamincepu September 11, 2010 pukul 7:06 pm Reply

    بارك الله فيكم وأسأل الله أن يجمعنا ويؤلف بين قلوبنا على طاعته
    وأحال الله علينا العيد بكل خير وبركة
    وتقبل الله منا ومنكم
    أخوكم المحب
    Abu Amin Cepu Aljawiy
    http://abuamincepu.wordpress.com

    amin semoga allah menjadikan kita semua bersatu di atas ilmu

  184. slamet September 30, 2010 pukul 12:40 pm Reply

    Assalaamu’alaikum Ustadz,,,,
    Kisah Antum sangat menyentuh hati saya, tidak jauh beda dengan kisah Antum betapa bingungnya Diri ini ketiak Saya mencari dan terus mencari Islam yang Hakiki….
    Perkenalkan, nama Saya Slamet asli Cilacap (tepatnya daerah Binangun, Kroya ke selatan) tapi sekarang lama tinggal di Yogyakarta ( sudah 5 tahun, mendekati 6 tahun)…

    Saya ingin sedikit cerita, Saya dibesarkan tanpa ada pembekalan Islam pada diri Saya, ma’lum Orang tua Saya penganut “kejawen” murni, apalagi daerah Cilacap.

    Awal mengenal Islam ialah ketika Saya hijrah ke Yogyakarta untuk sekolah di sana. Lewat seorang Sahabat yang tidak bosan-bosannya mengajak Saya mengaji, Saya mengaji tidak tahu apa (golongan/manhaj) yang penting ngaji, dimana da Ustadz disitu Saya mengaji. Dulu Daerah Kampus UGM dan Masjid MPR ialah tempat mengaji Saya. IM, Ust. Abu Bakar Ba’asyir,dsb semuanya Sayaikuti dan waktu itu Saya BELUM MENGENAL apa itu SALAFY. Yang Saya kenal hanyalah P*S yang sangat Saya banggakan pada waktu itu karena “Ukhuwah” dan Pergerakannya.

    Awal mengenal Salafy ketika Saya di ajak oleh seorang Ikhwan bercelana “cungklang” untuk mengaji bersama dia dan Saya pun ikut. Dari situlah awal perkenalan Saya terhadap SALAFY. Tapi sekarangpun Lembaga yang mengenalkan Saya kepada SALAFY dianggap SURURY oleh para Salafy baik Salafy North ataupun Salafy South.
    Semakin bingun Diri ini sampai Saya tidak mau lagi mengaji keluar karena apa-apa yang Saya ikuti semuanya seakan-akan Surury. Pada suatu saat Saya mengenal Web Antum (sudah sekitar 2 tahunan yang lalu), Saya download e-book2nya (Jazaakallohu khoiron katsir Ustadz). Semenjak itu Saya hanya belajar pada buku, tidak kepada para Asatidz di Jogja sini. Dari semua buku2 itulah saya belajar dan memaknai APa dan Siapa Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Suatu hari ada teman lulusan sebuah pondok pesantren di Wonosari, Saya bercerita kepadanya tentang kebingungan yang Saya alami dan Subhanalloh jawaban Belaiu menjdikan Saya mantap kembali belajar kepada para Asatidz di Jogja sini. Masih ingat pa yang Beliau katakan kepada Saya ” Met, kalo kamu memikirkan “perpecahan” dikalangan Salafy maka kamu akan selalu enggan mengaji keluar, mengajilah kepada para Ustadz Salafy baik L*r aaupun K***l. Yang penting ambillah ilmu dari mereka yang berasal dari Nash2 yang ada. Karena Jama’ah itu bukan terpaku pada Golongan, Satu orang yang Dia tinggal di tempat terpencil pun bisa disebut Ahlus Sunnah wal Jama’ah selama dia mengamalkan Ajaran2 yang di bawa oleh Rasulullah”..

    Semenjak itu Saya mulai keluar kembali untuk mengaji kepada para Asatidz Jogja.

    Dan walaupun sekarang Saya pun sedikit terheran2 dengan blog Antum ini. Setahu Saya dulu blog ini tidak memiliki link2 ke salah satu situs web milik kedua Salafy tapi sekarang ada. Karena dulu Saya pernah membaca artikel disalah web pengikut salah satu Salafy ada yang mengatakan web Antum termasuk surury…. Wallohu ta’ala ‘alam.

    Afwan jika kata-kata Saya ada yang tidak berkenan dihati Antum..
    Dan terima kasih sudah meluangkana waktu untuk sepenggal cerita ini.
    Oya, sekalian tolong Saya di beri info tentang jadwal kajian/ ta’lim di daerah Cilacap terutama yang dekat dengan daerah Saya (Binangun, Kroya, Maos, Mujur, Buntu, pokoknya yang dekat dengan daerah Saya :-) ) karena jika Saya pulang kampung Saya ga pernah ngaji dirumah. Tempat yang paling Saya tahu cuma ada di daerah Mujur, PonPes Al-Manshuroh, itupun Saya belum sempat ikut kajian disana.
    Bisa dikirim ke email Saya Ustadz. Dan Saya berharap bisa bertemu dengan Antum. Karena dari dulu sejak Saya kenal blog ini Saya ingin sekali tahu Diri Antum. Dulu Saya kira Antum orang Malang, tpai ternyata masih tetangga dengan Saya. Subhanalloh

    Jazakalloh atas bantuannya dan semoga kita bisa lebih bijak menanggapi perbedaan ini. Saya pun senang dengan diskusi Antum tentang At-Turots di atas. Sungguh bijak, tidak melarang dan tidak memerintah. Saya pun tetap berpegang dengan apa yang Saya yakini dengan tetap mengaji kepada para Ustadz dari keduanya. Yang jelas KITA adalah SATU.

    Terima Kasih atas segala bantuannya…..

    Saya ijin mengcopy diskusi Antum tentang At-Turots (jika diperbolehkan)

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 1, 2010 pukul 9:37 am Reply

      Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu ………..
      Akhi ……… Seperti komitmen saya bahwa salafy bukan kelompok …..belajar dan belajar ……….belajarlah prinsip-prinsip salafuna sholeh maka kita akan mengerti siapa yang salafy dan siapa yang bukan salafy.

      keadaan Saat ini justru sangat merisaukan saya …….. banyak para pemuda yang salah memahami salafy ……….seakan salafy adalah yang bergaul dan ngaji dengan ustadnya saja. Padahal tidak sperti itu. Siapa yang belajar dan mengamalkan prinsip prinsip yang telah dibangun oleh Ulama ahlussunnah itulah salafy.

      Jikalau saya membahas perbedaan-perbedaan atau perselisihan yang terjadi……………justru itulah diantara prinsip salaf ……yaitu mencari kebenaran ……..
      Ketika saya membahas bukan dalam rangka mengklain dan menjustifikasi orang lain bukan salafy. Tapi merupakan upaya dari saya yang lemah ……….mencari kebenaran utnuk diri saya dan o9rang lain. Mudah mudahan bermanfaat ……….bagi saiapa saja.

      I love you ………….uhibbuka fillah. Barakallahu fikum. Mampir aja ke maos cari saja kajian salafy tanya orang maos dah pada tau baru dimasjid itu tanya saja abu salma insya Allah para ikhwah pada tau.
      Mudah-mudahan Allah jumpakan kita. amin

      • slamet Oktober 1, 2010 pukul 2:13 pm

        Jazakalloh Ustadz, Saya copy beberapa diskusi yang ada di blog ini.. :-)

        Saya sering berpikir betapa indahnya jika di Cilacap semakin banyak Ikhwah2 Salafy, tidak asing lagi dengan Celana “Cungklang” dan juga Cadar. Sungguh sedih hati ini ketika Sang Ibu yang SANGAT Saya CIntai tidak meridloi Anaknya ini memilih dan memiliki Pendamping hidup yang bercadar…
        Allohu musta’an….

        Menurut Antum jika ketika Saya sudah siap berkeluarga apakah Saya harus menuruti kemauan Ibu, karena Saya sangat bingung dengan hal ini.

        Jazakallohu atas sarannya…

        Insyaa Allloh jika Saya pulang ke Cilacap Ustadz….

        Barakallahu fikum.

        Hal serupa terjadi pada diri saya ………tetapi bukan masalah cadar, ya saya pernah dengan ibu ada konflik masalah agama. Ya karena Ibu saya tidak memahami saja.

        tetapi ketika kita diskusikan dengan tenang dan sopan ibu saya al hamdulillah dapat menerima.

        Maka banyaklah berdoa, dan terus meningkatkan kebaikan kita kepada kedua orang tua, niscaya mereka akan menyadari bahwa anaknya salafy itu enak dan nyaman bukan sebaliknya. Dengan itu maka mereka akan bahagia dengan pilihan kita. Mereka menyadari kebenaran agama ini Insya Allah.

  185. Abu Sofie November 15, 2010 pukul 10:43 am Reply

    Assalamu’alaikum…

    Afwan bagaimana pandangan ustadz dengan pemahaman Islam dari organisasi yang ada di Indonesia spt NU, Muhammadiyah, dll. terus terang saya mengenal Islam dari pendidikan di lembaga-lembaga tersebut, jazakallah atas tanggapannya

    Abu Sofie

    ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu
    Perlu diketahui oleh saudaraku Abu Sofie bahwa seluruh kaum muslimin itu saudara, mereka terikat dengan persaudaaraan kalimat tauhid la ilaha illallah.
    Maka seluruh kaum muslimin mereka adalah saudara.
    Setelah itu perlu diketahui seluruh kaum muslimin tidak boleh membuat sebuah rumah / kelompok yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.
    Dilarang kaum muslimin membuat sebuah organisasi yang di sana dibangun persaudaraan dan ikatan. Barang siapa yang masuk kepada kelompoknya / organisasinya mereka adalah saudara lebih dicintai dari kaum muslimin yang tidak masuk ke dalam kelompoknya.

    Maka kelompok manapun yang melakukan hal itu adalah kelompok yang menyimpang dan membuat ikatan baru selain ikatan la ilaha illallah. (semoga di fahami)

    Setalah itu saudaraku : tidak jarang sebuah kelompok itu membuat syareat baru, setiap ada permasalahan dalam islam mereka kembali kepada buku induknya tersebut. Baik dalam permasalahan fikih, akhlaq, akidah dll. Sehingga mereka tidak mau menerima nasehat dari orang lain yang tidak berada di kelompoknya.
    Akhirnya merek membuat pedoman baru selain dari al-qur’an dan sunnah, minimalnya mereka memutlakkan pendapat-pendapat kelompokny tidak boleh dirubah, merupakan kebenaran mutlak. Sikap seperti ini adalah sikap yang berlebihan.
    Islam itu adalah berdasar kepada Al-Qur’an dan Sunnah, para ulama dan para pendiri kelompok tersebut bukan nabi ketika membuat sebuah kesimpulan dan penelitian dari dalil al=qur’an dan as-sunnah sangat memungkinkan keliru. Maka tidak boleh dalam islam ini memutlakkan sebuah buku atau hukum-hukum baru selain al-qur’an dan sunnah.

    DAri pemahaman tersebut, mudah-mudahan Allah memberi kefahaman kepada saudaraku Abu Sofie terkait dengan kelompok yang anda sebutkan apabila pada kelompok tersebut ada sifat-sifat yang telah disebutkan sebaiknya kita menghindarinya, namun bukan berarti sama sekali tidak berhubungan dengan mereka.

    Maka harus kita tanamkan :
    1. Semua kaum muslimin adalah saudara, tidak dibatasi oleh kelompok organisasi atau yang lain.
    2. Kebenaran itu berdasarkan Alqur’an dan sunnah bukan berdasarkan keputusan musyawarah yang ada pada pimpinan kelompok-kelompok dalam Islam.
    Wallahu a’lam
    Barakallahu fikum.

    • jauhara jadid talib Desember 23, 2010 pukul 10:56 pm Reply

      sedang ingin mempelajari agama

  186. zaa November 28, 2010 pukul 10:36 am Reply

    Salafi di Indonesia memang masih muda, para pengusungnya sampai di “sini” melalui jalannya masing2 yang berliku …

    Nahnu di yogya, kalau butuh tempat untuk keluarga antum(muslimah) saat daurah atau ada acara di yogya, silahkan mampir, alamat menyusul …

    Barakallahu fiik

    jazakumullahu khoiron, wafika barakallahu

  187. Arif Handoko April 8, 2011 pukul 2:57 pm Reply

    izin Share pengalaman antum Akh..

  188. Yahya Mei 25, 2011 pukul 3:04 pm Reply

    … assalamu’alaikum..
    salam kenal saudara ku…
    ….Saya sangat merindukan kesatuan umat islam keseluruhan…
    Semoga suroh Al-ashr. antum aplikasikan dalam sesama muslim ataupun kepada non-muslim..
    ..wa’alaikumussalm

  189. abu ismail Juni 7, 2011 pukul 12:11 pm Reply

    Bismillah.
    Lagi ngunjungi blog saudara fillah, sama sekalian promo blog sendiri yg belum jadi. Maklum, blm tau ilmunya bikin blog. Sangat mengharap bantuan berupa masukan & ilmu blog dr akhi al-karim.
    Barakallahu fiikum.
    arrisalahjombang.wordpress.com

  190. Ibnu Dzulkifli As-Samarindy September 23, 2011 pukul 9:50 am Reply

    Jazakallah Khoiron atas peran antum dalam menyebarkan dakwah Salafiyah

  191. Remo Desember 28, 2011 pukul 3:54 pm Reply

    assalamu ‘alaikum wr wb,

    blog-nya sangat bermanfaat, semoga menjadikan pahala buat pemiliknya dan menjadikan lebih dekat hubungan dengan Allah SWT buat para pengunjungnya…amin.

  192. abu yusrina/zulfa Mei 17, 2012 pukul 8:10 pm Reply

    bismillah, assalamu1alaikum salam kenal dan ukhuwah dari bogor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: