<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ibnu Rosyid Blogs</title>
	<atom:link href="http://abasalma.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abasalma.wordpress.com</link>
	<description>Membangun Kaum Muslimin dengan Pemahaman Salaf</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 02:18:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abasalma.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8a93c3b592ad741dedc05b8dcac60794?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ibnu Rosyid Blogs</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Agar Tidak Menjadi Teroris</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/17/agar-tidak-menjadi-teroris/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/17/agar-tidak-menjadi-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 02:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Agar Tidak Menjadi Teroris
Oleh : Mohamad Fachrurozi
&#160;
Berikut link download daurah bersama Ustadz Luqman di Jogja berkaitan dengan terorisme dan khowarij. 
Assalamualaikum&#8230;
Alhamdulillah&#8230;Dauroh &#8220;Tips Agar Anak Anda Tidak Menjadi Teroris&#8221;
bersama Al Ustadz Luqman Ba&#8217;abduh
di Masjid Diponegoro Kompleks Balaikota Yogyakarta
telah selesai dengan baik dan lancar.
Kami selaku panitia mengucapkan Jazakumullah khoir kepada semua pihak yg telah membantu terlaksananya acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=487&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Agar Tidak Menjadi Teroris</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Mohamad Fachrurozi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut link download daurah bersama Ustadz Luqman di Jogja berkaitan dengan terorisme dan khowarij. <span id="more-487"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Assalamualaikum&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;Dauroh &#8220;Tips Agar Anak Anda Tidak Menjadi Teroris&#8221;<br />
bersama Al Ustadz Luqman Ba&#8217;abduh<br />
di Masjid Diponegoro Kompleks Balaikota Yogyakarta<br />
telah selesai dengan baik dan lancar.</p>
<p>Kami selaku panitia mengucapkan Jazakumullah khoir kepada semua pihak yg telah membantu terlaksananya acara ini</p>
<p>Berikut adalah link download rekaman mp3nya, yg sudah kami kompress ke 16 kbps.</p>
<p>Barokallaahu fiikum&#8230;.</p>
<p>Sesi 1:<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/151816459/daf3a1bf/Jogja-TidakJadiTeroris-Sesi1-14Nov.html" target="_blank">http://www.4shared.com/file/151816459/daf3a1bf/Jogja-TidakJadiTeroris-Sesi1-14Nov.html</a></p>
<p>Sesi 2:<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/151847014/b77b58cf/Jogja-TidakJadiTeroris-Sesi2-14Nov.html" target="_blank">http://www.4shared.com/file/151847014/b77b58cf/Jogja-TidakJadiTeroris-Sesi2-14Nov.html</a></p>
<p>Sesi 3:<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/151864704/c35a8385/Jogja-TidakJadiTeroris-Sesi3-14Nov.html" target="_blank">http://www.4shared.com/file/151864704/c35a8385/Jogja-TidakJadiTeroris-Sesi3-14Nov.html</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=487&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/17/agar-tidak-menjadi-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musuh dalam Selimut</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/14/musuh-dalam-selimut/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/14/musuh-dalam-selimut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 05:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Musuh dalam Selimut
Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Mudah-mudahan tulisan berikut ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Apalagi dalam keadaan seperti saat ini, sungguh kita semua membutuhkan bimbingan dari agama kita terkhusus dalam rangka mewujudkan pendidikan dan kehidupan yang dapat menyelamatkan kita semua di dunia dan akherat kelak.

Musuh dalam Selimut
Oleh : Ummu ‘Affan dan Ummu Abdirrahman
&#160;
Globalisasi membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=484&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Musuh dalam Selimut</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan tulisan berikut ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Apalagi dalam keadaan seperti saat ini, sungguh kita semua membutuhkan bimbingan dari agama kita terkhusus dalam rangka mewujudkan pendidikan dan kehidupan yang dapat menyelamatkan kita semua di dunia dan akherat kelak.<span id="more-484"></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Musuh dalam Selimut<br />
Oleh : Ummu ‘Affan dan Ummu Abdirrahman</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Globalisasi membuat dunia seakan tanpa batas. Salah satu ‘hasil’-nya, tayangan-tayangan televisi mengalir deras mewarnai kehidupan sebagian besar rumah tangga muslim tanpa terbendung. Ini jelas membawa implikasi serius. Tanpa disadari, kerusakan akhlak telah terjadi ancaman di depan mata.</p>
<p style="text-align:justify;">Kususun tulisan yang sederhana ini, menghimpun akibat buruk media televisi dan media audiovisual lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama, melalui layar televisi dan media sejenis, seseorang akan memandang wanita, padahal hal ini diharamkan, sama saja apakah memandang kepada diri wanita tersebut atau sekedar gambarnya. Firman Allah –Subhanahu wa Ta’ala- :</p>
<p style="text-align:justify;">“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaknya mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka.” (An-Nur: 30)</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila memandang wajah wanita tidak diperbolehkan, bagaimana pula dengan orang yang melihat rambut wanita, terkadang dada bahkan seluruh tubuhnya, seakan-akan wanita tersebut hewan yang berjalan diatas bumi. Semua itu, biasanya menimbulkan keinginan atau fantasi untuk melakukan hal-hal yang Allah haramkan kaitannya dengan hasrat seksual.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula seorang wanita akan memandang laki-laki, sementara seorang wanita berdosa apabila memandang laki-laki. Allah –Suhanahu wa Ta’ala- berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan-pandangan mereka.” (An-Nur: 31)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedua, media ini menayangkan sisi buruk kehidupan masyarakat Barat serta visualisasi tentang gaya hidup musuh-musuh Islam yang acap ditiru oleh kaum muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa ,menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dihasankan oleh Ibnu Taimiyyah, Ibnu Hajar, dan Asy-Syaikh Al-Albani sebagaimana dalam Jilbabul Mar’ah Al-Muslimah, hal 203-204, dan juga oleh Asy-Syaikh Muqbil)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketiga, menonton televisi berarti telah menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya, sementara Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dua nikmat yang sebagian besar manusia terlena karenanya, kesehatan dan waktu luang.” (Shahih, HR. Al-Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang keempat, shalat pun terabaikan dari waktunya. Terkadang berkumandang panggilan shalat ketika sebuah acara TV berlangsung, namun ia tidak menyambutnya hingga tuntasnya acara. Atau ia pergi menunaikannya, namun hatinya tersibukkan oleh keinginan untuk kembali mengikuti kelanjutan tayangannya itu, sehingga menghilangkan kekhusyukan shalatnya. Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu yang lalai dari salatnya.” (Al-Ma’un: 4-5)</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya salat itu adalah ketetapan yang telah ditentukan waktunya bagi kaum yang beriman.” (An-Nisa: 103)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kelima, anak-anak terdidik oleh keyakinan-keyakinan yang merusak melalui film-film kartun. Padahal cukup bagimu hukum haramnya gambar hewan dan mahluk-mahluk yang bernyawa, yang Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- telah memperingatkannya. Beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini mereka akan diadzab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkanlah ciptaanmu ini’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang akan kita lihat dalam diri anak yang belajar dari film kartun? Bertakwalah pada Allah, wahai ayah bunda! Isilah waktu anak-anak kita dengan kesibukan menghapan Al-Quran maupun Sunnah Rasul-Nya –shalallahu ‘alaihi wa sallam-, karena kita akan ditanya tentang mereka pada hari kiamat nanti. Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; di dalamnya terdapat malaikat-malaikat yang keras lagi kasar yang tidak pernah memaksiati Allah dalam apa yang diperintahkan pada mereka dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan pada mereka.” (At-Tahrim: 6)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang keenam, ketika menyaksikan televisi tentu juga akan mendengar nyanyian yang telah diharamkan oleh nash Al-Quran dan As Sunnah serta kesepakatan salafush shalih, Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan ada sebagian manusia yang membeli perkataan yang sia-sia untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu dan ia menjadikannya sebagai permainan.” (Luqman: 6)</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam- pun bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Sungguh akan ada dari kalangan umatku suatu kaum yang menghalalkan zina dan sutra (bagi laki-laki) serta khamr dan nyanyian.” (HR. Al-Bukhari secara mu’allaq, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no.91)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketujuh, tak jarang terjadi pelecehan terhadap sejarah hidup Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam- dan para shahabat melaui sandiwara atau film yang didalamnya berisi sesuatu yang tidak benar tentang beliau –shalallahu ‘alaihi wa sallam- maupun para shahabat. Ini termasuk kedustaan atas Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam- Beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa yang membuat kedustaan atasku dengan sengaja maka hendaknya ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedelapan, televisipun ikut menyebarkan perkara bid’ah, padahal Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- memberikan ancaman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad dan yang lainnya)</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa mengada-adakan sesuatu didalaam agama kami ini yang bukan darinya maka tertolak”.: (Shahih, H.R. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kesembilan, televisi menyebarkan berita, baik yang benar maupun yang tidak benar kepada pemirsanya. Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- telah memperingatkan kita dari menukilkan setiap berita atau setiap perkara yang kita dengar:</p>
<p style="text-align:justify;">“Cukuplah seorang dikatakan pendusta bila ia menyampaikan setiap apa yang ia dengar.” (Shahih, HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kesepuluh, setelah pemilik televisi meninggal dunia ia mewarisi kemaksiatan bagi anak-anaknya, sementara Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa membuat suatu sunnah yang jelek di dalam Islam maka dia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (Shahih, HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kesebelas, setelah Isya’ (prime time) di televisi selalu ditayangkan berbagai acara ‘menarik’. Demikian terus hingga tengah malam, hingga manusia tersibukkan dari berdzikir kepada Allah, padahal setiap sepertiga malam yang akhir Allah turun ke langit dunia dan berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Siapakah yang berdoa kepada-Ku, hingga Aku mengabulkannya? Siapakah yang meminta pada-Ku yang Aku akan memberinya? Siapakah yang meminta ampunan-Ku hingga Aku akan mengampuninya? ” (Shahih, HR. Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- melarang berbincang-bincang kosong setelah Isya’. Lalu bagaimana halnya orang yang begadang dalam keadaan maksiat?</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua belas, seorang yang terbiasa menikmati televisi berarti menenggelamkan dirinya dalam kemaksiatan, hingga dirinya tidak lagi merasa tengah bermaksiat. Ibarat ungkapan, terlalu banyak sentuhan akan menghilangkan kepekaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“Fitnah itu terbentang dalam hati sebagaimana tikar selapis demi selapis. Hati manapun yang menyambutnya, maka fitnah itu akan meninggalkan satu noda hitam, sedangkan hati itu ada dua, hati yang putih seperti batu karang yang tidak akan berpengaruh padanya satu fitnah pun selama masih ada langit dan bumi, dan yang lain hati yang hitam, yang tidak mengenal baik dan tidak mengingkari perkara yang mungkar, ia semata-mata mengikuti hawa nafsunya.” (Shahih, HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga belas, seringkali televisi menayangkan berita kecanggihan persenjataan kaum kuffar, atau berita membesar-besarkan kekuatan Amerika, Rusia atau negara-negara kafir lainnya. Ini menyebarkan kegelisahan dan acap membuat kaum muslim takut terhadap musuh-musuhnya dan melupakan kekuasaan Allah serta keperkasaan- Nya. Yang demikian ini adalah salah satu siasat musuh-musuh Islam –semoga Allah menghancurkan mereka-. Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Orang-orang musyrik itu tidak menjaga hubungan kekerabatan dengan orang-orang mukmin dan tidak pula menunaikan perjanjian, dan mereka itulah yang melampaui batas.” (At-Taubah: 10)</p>
<p style="text-align:justify;">“Apakah kalian takut kepada mereka, sementara Allah-lah yang lebih berhak untuk kalian takuti jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (At-Taubah: 13)</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat belas, berbagai tayangan televisi secara tidak langsung mengajarkan cara-cara mencuri, merampok, dan tindak kriminal lainnya. Bahkan juga ditayangkan cara pembuatan khamr. Demikian seterusnya.. .</p>
<p style="text-align:justify;">Kelima belas, ingatlah sabda Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam-</p>
<p style="text-align:justify;">“Tiga golongan yang tidak dilihat Allah pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki, dan dayyuts.” (HR. Ahmad dan An-Nasai, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3071)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam lafadz Ahmad:</p>
<p style="text-align:justify;">“Tiga golongan yang Allah haramkan surga atas mereka: pecandu minuman keras, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts orang yang membiarkan kemaksiatan dalam keluarganya. “</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari hadits di atas, kita ketahui bahwa dayyuts adalah orang yang ridha keluarganya berbuat kemungkaran di dalam rumahnya. Maka kita pun hendaknya menyadari bahwa seluruh bahaya di atas adalah kemungkaran yang terjadi di dalam rumah kita. Apakah kita rela jika kelak Allah tidak melihat kepada kita pada hari kiamat nanti? Kita memohon pada Allah ampunan dan keselamatan, serta memohon agar Allah memberi taufiq kepada kita untuk menaati-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">(Diterjemahkan secara ringkas dan dengan sedikit perubahan dari ‘Isyruna Mafsadah min Mafasid At-Tilifza karya Khalid Al-Ghurbani. Tulisan ini pernah diperlihatkan oleh penulis kepada Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i –rahimahullah- dan beliau menganjurkan agar disebarkan)</p>
<p>Sumber : Majalah Asy Syariah Vol 1/No. 04/Desember 2003/ Syawwal 1424 H</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=484&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/14/musuh-dalam-selimut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Dada Seorang Hamba menjadi Lapang dan Bersinar</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/06/agar-dada-seorang-hamba-menjadi-lapang-dan-bersinar/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/06/agar-dada-seorang-hamba-menjadi-lapang-dan-bersinar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Agar Dada Seorang Hamba menjadi Lapang dan Bersinar
Oleh : Al-Ustadz Dzulqarnain Bin Muhammad Sanusi
&#160;
Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati. Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=475&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Agar Dada Seorang Hamba menjadi Lapang dan Bersinar</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Al-Ustadz </strong><strong>Dzulqarnain Bin Muhammad Sanusi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati. Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam</em> adalah penerang jalan menuju kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan bercahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup dengan dada yang lapang adalah suatu nikmat yang sangat berharga dan dambaan setiap insan. Renungilah besarnya nikmat ini sehingga Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> mengingatkan Nabi-Nya terhadap karunia tersebut dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span id="more-475"></span><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”</em> (<strong>QS. Al-Insyirâh :1</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Nabi Musa <em>‘alaissalâm</em> setelah beliau dimuliakan menjadi seorang rasul, maka awal doa beliau kepada Allah <em>Subhânahu Wa Ta’âlâ</em>,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Berkata Musa: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku,”…”</em> (<strong>QS. Thohâ :25</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Banyak hal dalam tuntunan syari’at kita yang diterangkan sebagai tumpuan-tumpuan berpijak bagi seorang hamba agar senantiasa berhati lapang dan bercahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini, beberapa pilar pelapang dada seorang hamba, kami simpulkan dari keterangan Ibnul Qayyim<a href="http://an-nashihah.com/#_ftn1">[1]</a>dan selainnya :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Memurnikan Tauhid.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memurnikan peribadatan kepada Allah <em>Taqaddasa Dzikruhu</em> adalah tonggak keselamatan, tujuan dari penciptaan manusia, misi dakwah setiap nabi yang diutus kepada makhluk dan itulah adalah hakikat dari Islam yang bermakna berserah diri, ikhlash dan tunduk kepada-Nya. Maka sangat wajar bila memurnikan tauhid adalah hal yang sangat melapangkan dada dan meneranginya. Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman dalam <em>Al-Qur’ân Al-Karîm</em>,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”</em> (<strong>QS. Az-Zumar :22</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.</em> <em>Dan inilah jalan Rabbmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.”</em> (<strong>QS. Al-An’âm :125-126</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dengan memurnikan ibadah kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> manusia akan hidup di bawah teduhan keamanan dan kesejahteraan. Sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”</em> (<strong>QS. Al-An’âm :82</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam <em>Tanzil</em>-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. <strong>Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku</strong>. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”</em> (<strong>QS. An-Nûr : 55</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Berpegang teguh terhadap Al-Qur’ân dan As-Sunnah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah <em>Jalla wa ‘Alâ</em> menurunkan Al-Qur`ân sebagai rahmat dan kebahagian bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”</em> (<strong>QS. An-Nahl : 89</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Allah <em>Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ân suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`ân itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.”</em> (<strong>QS. Al-Isrô` : 82</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Nabi <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> menyatakan,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيْغُ بَعْدِيْ عَنْهَا إِلَّا هَالِكٌ</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas suatu yang sangat putih, malamnya sama dengan siangnya, tidaklah seorangpun menyimpang darinya setelahku kecuali akan binasa.”</em> <a href="http://an-nashihah.com/#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Maka sangatlah lumrah bagi siapa yang berpegang teguh terhadap tuntunan Al-Qur`ân dan As-Sunnah akan senantiasa membuat dadanya lapang dan bersinar penuh petunjuk dan kebahagian tanpa ada kesensaraan. Sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.</em> <em>Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”</em> (<strong>QS. </strong><strong>Thôhâ : 123-124</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Thaahaa.</em> <em>Kami tidak menurunkan Al-Qur`ân ini kepadamu agar kamu menjadi susah;</em> <em>tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).”</em> (<strong>QS. Thôhâ : 1-3</strong>)</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Berbekal Ilmu Syari’at.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tatkala seluruh kebaikan bagi manusia tercakup dalam ilmu syari’at maka segala kebahagian dan ketenangan, keberhasilan dan kebahagian manusia sangat bertumpu pada ilmu syari’at. Karena itu Allah <em>Ta’âlâ</em> tidak memerintah Nabi-Nya untuk meminta tambahan nikmat apapun selain dari tambahan ilmu. Allah <em>Ta’âlâ </em>berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan katakanlah, “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”.”</em> (<strong>QS. Thôhâ : 114</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dengan ilmu syari’at itulah diraihnya berbagai derajat keutamaan di dunia dan akhirat. Sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”</em> (<strong>QS. Al-Mujâdilah :11</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Berkata Ibnul Qayyim <em>rahimahullâh</em>, “Sesungguhnya ilmu itu melapangkan dada dan meluaskannya sehingga ia menjadi lebih luas dari dunia. Dan kejahilan akan mewariskan kesempitan, keterbatasan dan keterkurungan. Kapan ilmu seorang hamba semakin luas maka dadanya akan semakin lapang dan lebih meluas. Namun ini bukanlah pada setiap ilmu, bahkan hanya pada ilmu yang terwarisi dari Ar-Rasul <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> yaitu ilmu yang bermanfaat. Orang-orang yang berilmu (merekalah) yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling indah akhlaknya dan paling baik kehidupannya.” <a href="http://an-nashihah.com/#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Kecintaan Kepada Allah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh seorang yang beriman bahwa kecintaannya kepada Allah adalah yang terbesar dan melebihi kecintaannya kepada seluruh makhluk. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.”</em> (<strong>QS. Al-Baqarah :165</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Kecintaannya kepada Allah tersebut akan mengantar seorang hamba menuju kehidupan yang sangat indah, kelapangan hati dan ketenangan jiwa karena rongga hatinya hanya terpenuhi oleh kecintaan kepada Allah dan ketergantungan kepada-Nya. Wajarlah bila Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءُ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا للهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Tiga (sifat) yang tidaklah terdapat pada seseorang, pasti ia akan mendapatkan kelezatan iman; hendaknya Allah dan Rasul-Nya yang paling ia cintai melebihi selain keduanya, dan ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan hanya karena Allah, serta ia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.”</em> <a href="http://an-nashihah.com/#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. </strong><strong>Senantiasa bertaubat.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menyadari kekurangan, menyesali kesalahan dan bertaubat kepada Yang Maha Mencipta adalah diantara sifat-sifat yang memberikan berbagai keajaiban dalam kehidupan seorang hamba dan sangat menerangi hati serta melapangkan dadanya. Karena itu, sikap senantiasa bertaubat sangat ditekankan dalam tuntunan syari’at Islam yang mulia. Allah menjamin keberuntungan bagi orang-orang yang senatiasa bertaubat,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan bertaubatlah kalian sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”</em> (<strong>Q.S. An-Nûr :31</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari doa Nabi Ibrahim <em>‘alaissalâm</em> untuk mengujudkan keamanan dan kesejahteraan pada negeri Mekkah yang dirintisnya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan berilah taubat untuk kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”</em> (<strong>Q.S. Al-Baqarah :128</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sangatlah indah kehidupan orang-orang yang bertaubat tatkala sifat mulia mereka itu akan memberikan berbagai keutamaan dan kenikmatan sebagai hamba-hamba yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”</em> (<strong>Q.S. Al-Baqarah :222</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. </strong><strong>Dzikir.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dzikir adalah penyejuk hati dan penenang jiwa. Allah <em>Subhânahu</em><em> Wa</em><em> Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">
<p style="text-align:justify;"><em>“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan dzikir kepada Allah-lah hati menjadi tenteram.”</em> (<strong>Q.S. Ar-Ra’d :28</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dzikir seorang hamba akan mendapatkan pengampunan dan pahala yang sangat besar,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“…dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”</em> (<strong>Q.S. Al-Ahzâb :35</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan keberuntungan bagi orang-orang yang banyak berdzikir,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan dzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung.”</em> (<strong>Q.S. Al-Jumu’ah :10</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sungguh dzikir membuat hati seorang hamba menjadi lapang dan bersinar tanpa ada kerugian seperti yang terjadi pada orang-orang lalai,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”</em> (<strong>Q.S. Al-Munâfiqûn :9</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. </strong><strong>Berbuat baik kepada Makhluk.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memberi manfaat kepada makhluk dengan harta, badan, kedudukan dan selainnya dari berbagai bentuk perbuatan baik adalah hal yang sangat melapangkan dada seorang hamba dan meneranginya. Karena itu Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> memerintah dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Allah menyuruh untuk berlaku adil, <strong>berbuat kebajikan</strong>, dan memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.”</em> (<strong>Q.S. An-Nahl :90</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةِ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةِ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesusngguhnya Allah telah menetapkan untuk berbuat kebajikan terhadap segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh perbaiklah cara membunuhnya, apabila kalian menyembelih perbaiklah cara menyembelihnya dan hendaknya salah seorang dari kalian mempertajam pisaunya dan membuat tenang sembelihannya.”</em> <a href="http://an-nashihah.com/#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dan di akhirat kelak Allah menjanjikan,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,</em> <em>sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.”</em> (<strong>Q.S. Adz-Dzâriyât :15-16</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Demikian beberapa pilar pelapang dada seorang mukmin. Dan perlu diketahui bahwa segala perkara yang bertentangan dengan apa yang disebutkan di atas pasti akan memberikan kesempitan, kesesakan dan gundah gulana. Karena itu, tidak seorang pun yang lebih sempit hatinya dari pelaku kesyirikan. Dan siapa yang berpaling dari Al-Qur`ân dan As-Sunnah maka ia akan senantiasa berada dalam berbagai kesengsaraan. Orang yang tidak memiliki ilmu syar’iy akan jauh dari makna ketenangan. Hati yang tergantung kepada selain Allah akan merasakan berbagai kepedihan dan kepahitan. Dan hati yang lalai dari dzikir kepada Allah bagaikan ikan yang dipisahkan dari air. Dan jeleknya hubungan dengan makhluk lain akan melahirkan berbagai problem dalam kehidupan. Dan demikianlah seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya banyak tuntunan pelapang dada yang belum bisa diuraikan disini. Namun kami berharap keterangan-keterangan di atas bisa menjadi pencerahan dan penyenjuk bagi setiap muslim dan muslim dalam mempersiapkan bekal untuk menyonsong kehidupan kekal abadi di akhirat kelak. <em>Waffaqallâhu Al-Jamî’ li mâ yuhibbihu wa yardhâhu</em>.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.</strong></p>
<hr size="1" /><a href="http://an-nashihah.com/#_ftnref1">[1]</a> Dalam kitabnya <strong><em>Zâdul Ma’âd</em></strong> 2/22-26, cet. Ke-3 dari Mu`assah Ar-Risalah</p>
<p><a href="http://an-nashihah.com/#_ftnref2">[2]</a> Diriwayatkan oleh Ahmad 4/126, Ibnu Mâjah no. 5, 43, Ibnu Abi ‘Âshim no. 48-49 dan Al-Hâkim 1/96 dari hadits Abu Dardâ` <em>radhiyallâhu ‘anhu</em>. Dan dishohihkan oleh Al-Albâny dalam <strong><em>Zhilâlul Jannah</em></strong> 1/27.</p>
<p><a href="http://an-nashihah.com/#_ftnref3">[3]</a> <strong><em>Zâdul Ma’âd</em></strong> 2/23</p>
<p><a href="http://an-nashihah.com/#_ftnref4">[4]</a> Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik <em>radhiyallâhu ‘anhu</em>.</p>
<p><a href="http://an-nashihah.com/#_ftnref5">[5]</a> Hadits Syaddâd bin Aus <em>radhiyallâhu ‘anhu</em> riwayat Muslim.</p>
<p>diambil dari : http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;cat=PenyejukHati&amp;article=83</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=475&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/06/agar-dada-seorang-hamba-menjadi-lapang-dan-bersinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permasalahan At-turots Telah Selesai</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/23/permasalahan-ath-thurots-telah-selesai/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/23/permasalahan-ath-thurots-telah-selesai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan At-turots Telah Selesai
Mohon Maaf Kepada Para Komentator
Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Kepada seluruh pengunjung blog ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya berkenaan komentar-komentar para pembaca yang masuk kemudian kami hapus. Terkhusus komentar-komentar yang berkaitan dengan at-turots.
Berdasarkan sumber dan komen serta nasehat para pengunjung bahwa permasalahan at-turots telah selesai dan sudah semestinya para thulab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=441&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Permasalahan At-turots Telah Selesai</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Mohon Maaf Kepada Para Komentator</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kepada seluruh pengunjung blog ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya berkenaan komentar-komentar para pembaca yang masuk kemudian kami hapus. Terkhusus komentar-komentar yang berkaitan dengan at-turots.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan sumber dan komen serta nasehat para pengunjung bahwa permasalahan at-turots telah selesai dan sudah semestinya para thulab untuk berkonsentrasi belajar tanpa harus membahas persoalan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah beberapa dasar hal tersebut :<span id="more-441"></span></p>
<p style="text-align:justify;">1. Telah dibahas oleh Al-Ustadz Askari silahkan download di sini : <a href="http://abasalma.files.wordpress.com/2009/10/hancurnya-menara-kemegahan-ihya-utturots.pdf">Hancurnya Menara Kemegahan Ihya uTturots</a></p>
<p style="text-align:justify;">2.  Komentar saudara kita <strong>Abu Fathimah Heriyanto</strong>, di/pada <a href="../mengenal-saya/#comment-2409">Oktober 8th, 2009 pada 11:58 am</a> Dikatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah ada persaksian dari para asatidz yang dahulunya bergabung dengan At Turots Indonesia, menjelaskan tentang hubungan At Turots Indonesia dengan Jumiyyah Ihya At Turots Kuwait pimpinan Abdurrahman Abdulkholiq, maka gak usah diperpanjang lagi..</p>
<p style="text-align:justify;">Ditekankan disini, bahwa ustadz<strong>2</strong> tersebut rujuknya di depan Syaikh Muqbil setelah terjadi diskusi antara pihak yang mentahdzir dan yang ditahdzir bersama dengan Syaikh Muqbil..</p>
<p style="text-align:justify;">Diceritakan pula oleh al Ustadz Dzulqornain dalam dauroh “Menyikapi perbedaan antara para Ulama” di Ambon, bahwa ada seorang ustadz datang ke seorang Syaikh menanyakan tentang Ihya At Turots dan masalah tahdzir di Indonesia. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Syaikh menelpon Ustadz Dzulqornain untuk bertanya tentang keadaaan di Indonesia. Maka ustadz Dzulqornain menjelaskan tentang keadaan orang yang bertanya tersebut kepada Syaikh.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh kemudian bertanya kepada sang penanya: “Apakah orang-orang yang mentahdzir kalian itu mentahdzir dengan ilmu (hujah/bukti) atau tidak?”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka sang penanya dengan jujur menyatakan: “Benar, mereka mentahdzir di atas ilmu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Syaikh menjawab: “Lalu untuk apa lagi kalian permasalahkan hal tersebut?”</p>
<p style="text-align:justify;">3. Tulisan saudara kita mengenai kalam Syaikh Bukhori tentang ath-thurots sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Masalah Turotsi Sudah Final</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salah satu akibat buruk dari pergaulan dengan Jum’iyyah Ihya at Turots, yakni mereka suka memfitnah para ulama.</strong> Diketahui bahwa saat daurah Ilmiyyah bersama masyayikh tahun 1430 H berlangsung, bersama Syaikh Dr. Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah, beliau mengungkap ulah durjana Firanda Andirja. Firanda diminta syaikh Abdullah untuk datang ke rumah beliau di Madinah untuk meminta maaf dan menarik fitnah yang disebarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pertemuan tersebut, Syaikh Abdullah Al-Bukhari menjelaskan kepada mereka yang hadir dalam majelis itu yaitu: Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA, Abdullah Taslim, Lc, MA, Muhammad Nur Ihsan, Lc, MA dan Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja  bin Abidin As Soronji, Lc. <strong>Syaikh kemudian menjelaskan kepada mereka tentang Ihya At-Turats (IT) dan kesesatannya. Mereka hanya mengatakan dengan berlagak culun : “Kami tidak mengetahui hal itu kecuali sekarang, ya Syaikh.”</strong> Padahal kita tahu buku dan tulisan mereka jelas sekali mereka amat tahu, <strong>sampai-sampai kitab Ihya At Turots berjudul Syahadah Muhimmah disebut buku Emas oleh sang pengagum beratnya.</strong><a href="http://fakta.blogsome.com/wp-admin/#_ftn45">[45]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Buku yang sama (Syahadah Muhimmah) diacung-acungkan oleh Abu Abdillah, pemilik blog ####salafy, yang bersemangat menyatukan ‘salafi’ menjadi satu tuk mendukung Ihya At Turots, alias menjadi Turosi semuanya. Terang saja salafiyyin tulen menolak mentah-mentah ide tersebut. <strong>Pengagum IT dan JITI menyebut buku tersebut sebagai “Buku Emas”, karena mendukungnya akan mengalirkan dinar emas bantuan dari hizbiyyun, pemecah belah salafiyyin, Ihya at Turats.</strong><a href="http://fakta.blogsome.com/wp-admin/#_ftn46"><strong>[46]</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kendati asatidzah Salafiyyin dan ulama Salafy telah banyak menerangkan kesesatan Ihya at-Turots, rupanya Firanda pura-pura tidak tahu kesesatan IT. Firanda Andurjana yang baru saja diberikan penjelasan Syaikh Abdullah Bukhari, tak segan berdusta di hadapan kawan-kawannya seide. Bahkan berpura-pura menjanjikan di hadapan Syaikh untuk menarik bukunya dan menulis bantahan terhadap buku pembelaannya terhadap Ihya At-Turats (IT). Namun tidak pernah kita ketahui bahwa Firanda ruju’ dari keyakinannya yang menyimpang, syaikh Abdullah Bukhari pun menanyakan pada salah satu ustadz Salafi, Askari dan beliau menjawab :  “Setahu ana tidak ada, wahai Syaikh, bahkan para pengikutnya masih menjadikan bukunya tersebut sebagai tameng untuk bermuamalah dengan Ihya At-Turats.”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Maka Syaikh pun berkata tentang Firanda—semoga Allah memberi hidayah kepadanya—: “KADZDZAB KHABITS DAJJAL” (Pendusta besar, Jahat, Dajjal).”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan Majelis ini dihadiri beberapa ustadz, diantaranya ustadz Usamah Mahri, Abdus Shamad, dll. Demikian sekilas info, semoga bermanfaat,” ujar al Ustadz Askari. (Abu Salma Berkata : Yang tidak percaya dan ragu silahkan hubungi para asatidzah tersebut)</p>
<p style="text-align:left;">dinukil dari : <a href="http://fakta.blogsome.com/2009/10/13/carut-marut-turotsi-aka-perhimpunan-al-irsyad-pai/">http://fakta.blogsome.com/2009/10/13/carut-marut-turotsi-aka-perhimpunan-al-irsyad-pai/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian maklumat dari saya. Untuk selanjutnya bagi siapa saja yang menginginkan membahas ath-thurots dan yang berkaitan dengannya jangan di blog saya. Sekian mohon maaf atas segalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Barakallahufikum.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=441&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/23/permasalahan-ath-thurots-telah-selesai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Shalat dengan Memakai Celana</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/20/hukum-shalat-dengan-memakai-celana/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/20/hukum-shalat-dengan-memakai-celana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 01:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[حكم الصلاة بـ البنطلون
السائل (ع.ع) الرياض يقول: ما حكم لباس سروال “البنطلون”؟ خاصة أن بعض من يلبسه ينكشف جزء من عورته، وذلك وقت ركوعه وسجوده في الصلاة.
 
إذا كان البنطلون – وهو السراويل – ساتراً ما بين السرة والركبة للرجل، واسعاً غير ضيق صحت فيه الصلاة، والأفضل أن يكون فوقه قميص يستر ما بين السرة [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=439&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:center;">حكم الصلاة بـ البنطلون</h1>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#0000ff;">السائل (ع.ع) الرياض يقول: ما حكم لباس سروال “البنطلون”؟ خاصة أن بعض من يلبسه ينكشف جزء من عورته، وذلك وقت ركوعه وسجوده في الصلاة.</span></h2>
<h2 style="text-align:right;"><span id="more-460"> </span></h2>
<h2 style="text-align:right;">إذا كان البنطلون – وهو السراويل – ساتراً ما بين السرة والركبة للرجل، واسعاً غير ضيق صحت فيه الصلاة، والأفضل أن يكون فوقه قميص يستر ما بين السرة والركبة، وينزل عن ذلك إلى نصف الساق أو إلى الكعب؛ لأن ذلك أكمل في الستر.</h2>
<h2 style="text-align:right;">والصلاة في الإزار الساتر أفضل من الصلاة في السراويل إذا لم يكن فوقها قميص ساتر؛ لأن الإزار أكمل في الستر من السراويل.</h2>
<h2 style="text-align:right;">نشرت في مجلة الدعوة في العدد (1333) بتاريخ 8/9/1412هـ. وفي كتاب الدعوة (الفتاوى) لسماحته، الجزء الأول ص (68 – 69) – مجموع فتاوى ومقالات متنوعة المجلد العاشر</h2>
<p><a href="http://alatsar.wordpress.com/2009/10/16/hukum-shalat-dengan-memakai-celana/">Baca selebihnya</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=439&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/20/hukum-shalat-dengan-memakai-celana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pakaian Kita Ketika Shalat</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/20/pakaian-kita-ketika-shalat/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/20/pakaian-kita-ketika-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 01:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Pakaian Kita Ketika Shalat
Asy Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan bin Salman
Pakaian sebagai kebutuhan primer kita sehari-hari sangat layak diperhatikan terlebih ketika kita menghadap Allah di dalam sholat. Kita diharuskan berpakaian bersih suci dari segala jenis najis dan menutup aurat. Permasalahan bersih dari najis, tentu kita sudah banyak yang memahaminya. Tetapi tentang menutup aurat? Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=436&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Pakaian Kita Ketika Shalat<br />
Asy Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan bin Salman</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pakaian sebagai kebutuhan primer kita sehari-hari sangat layak diperhatikan terlebih ketika kita menghadap Allah di dalam sholat. Kita diharuskan berpakaian bersih suci dari segala jenis najis dan menutup aurat. Permasalahan bersih dari najis, tentu kita sudah banyak yang memahaminya. Tetapi tentang menutup aurat? Seperti bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan di waktu sholat? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan kita kupas pada rubrik ahkam kali ini lewat tulisan Syaikh Masyhur Hasan Salman dalam sebuah karya beliau yang berjudul Al Qaulul Mubin fi Akhtha`il Mushallin (Keterangan yang jelas tentang kesalahan orang-orang yang sholat) yang diterbitkan oleh penerbit Dar Ibni Qayim, Arab Saudi hal 17-32. Beliau termasuk murid senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, pakar hadits abad ini yang karya-karyanya sudah beredar di seluruh dunia dan menjadi rujukan para thalibul ‘ilmi (red). <a href="http://ghuroba.blogsome.com/2008/01/18/pakaian-kita-ketika-shalat/">Baca selebihnya</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=436&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/20/pakaian-kita-ketika-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekal-bekal Penting Bagi  Para Calon Jamaah Haji</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/15/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jamaah-haji/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/15/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jamaah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Bekal-bekal Penting Bagi  Para Calon Jamaah Haji
Sumber : http://www.assalafy.org/mahad/?p=376#more-376

بسم الله ، والحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداه .
Kepada para jama’ah haji Baitullah Al-Haram saya sampaikan nasehat-nasehat penting ini dalam rangka mengamalkan firman Allah Ta’ala :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
Tolong &#8211; menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan. (Ali ‘Imran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=433&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Bekal-bekal Penting Bagi  Para Calon Jamaah Haji</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Sumber : <span style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;color:#333333;">http://www.assalafy.org/mahad/?p=376#more-376</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;color:#333333;"><br />
بسم الله ، والحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداه .</p>
<p>Kepada para jama’ah haji Baitullah Al-Haram saya sampaikan nasehat-nasehat penting ini dalam rangka mengamalkan firman Allah Ta’ala :</p>
<p>وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى</p>
<p>Tolong &#8211; menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan. (Ali ‘Imran : 2)</p>
<p>dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p>« الدين النصيحة، قيل : لمن يا رسول الله ، قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم »</p>
<p>Agama adalah nasehat. Ada yang bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya Rasul-Nya, para pimpinan kaum muslimin, dan keumuman muslimin.”<span id="more-433"></span></p>
<p>● Pertama : Bertaqwa kepada Allah dalam semua kondisi.</p>
<p>Taqwa merupakan terkumpulnya seluruh kebaikan. Taqwa merupakan wasiat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan wasiat Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman :</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ</p>
<p>“Wahai manusia, bertaqwalah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu.” (An-Nisa` : 1)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :</p>
<p>وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ</p>
<p>Sungguh telah Kami wasiatkan kepada ahlul kitab sebelum kalian dan kepada kalian (yaitu wasiat) untuk kalian bertaqwa kepada Allah. (An-Nisa` : 131)</p>
<p>Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berwasiat dengan taqwa dalam khuthbahnya.</p>
<p>Hakekat Taqwa adalah : Melaksanakan segala yang Allah wajibkan kepada hamba dan meninggalkan segala yang Allah larang yang dilakukan ikhlash karena Allah, cinta kepada-Nya, berharap besar terhadap pahala-Nya, dan takut dari hukuman-Nya, yang dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syari’at Allah terhadap hamba-Nya melalui lisan Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :</p>
<p>تقوى الله حق تقاته أن يطاع فلا يعصى ، ويذكر فلا ينسى ، ويشكر فلا يكفر</p>
<p>“Bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa adalah : Allah ditaati tidak ditentang, Allah diingat tidak dilupakan, dan Allah disyukuri tidak dikufuri.”</p>
<p>Amirul Mu’minin ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah berkata : “Taqwa kepada Allah bukanlah semata-mata berpuasa pada siang hari, atau shalat pada malam hari, atau memadukan dua ibadah tersebut, namun taqwa kepada Allah (yang hakiki) adalah melaksanakan segala yang Allah wajibkan dan meninggalkan segala yang Allah haramkan. Barangsiapa yang dikaruniai kebaikan setelah itu, maka berarti kebaikan di atas kebaikan.”</p>
<p>Seorang tabi’in yang mulia, Thalq bin Habib rahimahullah berkata :</p>
<p>تقوى الله سبحانه هي أن تعمل بطاعة الله على نور من الله ترجو ثواب الله ، وأن تترك معصية الله على نور من الله تخاف عقاب الله</p>
<p>“Taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah : engkau mengamalkan ketaatan kepada Allah, di atas cahaya dari Allah, dengan engkau berharap pahala dari Allah. Dan engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah, di atas cahaya dari Allah, dengan engkau takut dari hukuman Allah.”</p>
<p>Ini merupakan penjelasan yang sangat bagus.</p>
<p>Maknanya adalah bahwa wajib atas setiap muslim untuk bertafaqquh (mendalami) ilmu agama dan mempelajari (hukum-hukum permasalahan) yang tidak boleh baginya untuk tidak tahu tentangnya. Sehingga dengan itu ia bisa melaksanakan ketaatan kepada Allah di atas bashirah (cahaya ilmu) dan meninggalkan larangan-larangan Allah di atas bashirah (cahaya ilmu). Inilah realisasi dari pengamalan syahadah La ilaha ilallah (Tidak ilah [1] yang berhak diibadahi kecuali Allah) Muhammad rasulullah.</p>
<p>- Syahadat yang pertama konsekuensinya adalah beriman kepada Allah satu-satu-Nya dan mengkhususkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa selain-Nya, serta memurnikan segala amalan hanya karena mengharapkan Wajah-Nya, mengharap rahmat-Nya, dan takut dari hukuman-Nya.</p>
<p>- Syahadat yang kedua konsekuensinya adalah beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau adalah rasul kepada segenap jin dan manusia, membenarkan berita-berita yang disampaikan, dan mengikuti syariat beliau serta menjauhi segala yang menyelisihinya</p>
<p>Dua syahadat tersebut merupakan prinsip agama dan asas millah. Sebagaimana firman Allah :</p>
<p>شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم</p>
<p>Allah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan bersaksi yang demikian itu). Tida ada ilah melainkan Dia (yang berhak diibadahi), Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali ‘Imran : 18)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :</p>
<p>وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ</p>
<p>Ilah kalian adalah ilah yang satu, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. (Al-Baqarah : 163)</p>
<p>Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :</p>
<p>قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُون</p>
<p>Katakanlah: “Wahai manusia sesungguhnya aku adalah rasul (utusan) Allah kepada kalian semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia, Dzat yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kalian mendapat petunjuk”. (Al-A’raf : 158).</p>
<p>Ayat dalam masalah ini sangat banyak.</p>
<p>● Kedua : Saya wasiatkan kepada segenap jama’ah haji dan peziarah serta setiap muslim yang membaca wasiat ini untuk senantiasa menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya, perhatian terhadapnya, mengagungkannya, serta tuma`ninah dalam (pelaksanaan)nya. Karena shalat merupakan rukun Islam terbesar setelah syahadatain, karena shalat merupakan tiang agama, perkara pertama yang dihisab pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia kafir.</p>
<p>Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :</p>
<p>وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ</p>
<p>Tegakkanlah shalat, tunaikan zakat, dan taatilah Rasulullah agar kalian mendapat rahmat. (An-Nur : 56)</p>
<p>Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :</p>
<p>حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِين</p>
<p>Jagalah semua shalat(kalian), dan (jagalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. (Al-Baqarah : 238)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :</p>
<p>َدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ</p>
<p>Sungguh telah sukses kaum mukminin. Yaitu mereka yang dalam shalatnya khusyu’ (Al-Mukminun : 1-2)</p>
<p>Sampai firman Allah :</p>
<p>وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ * أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ * الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ *</p>
<p>Dan mereka yang senantiasa menjaga shalat-shalatnya. Merekalah orang-orang yang mewarisi. Yaitu mewarisi jannah firdaus mereka kekal di dalamnya. (Al-Mukminun : 9-11)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>« بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة »</p>
<p>“(Batas) antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya)</p>
<p>Beliau ‘alahish shalatu was salam juga bersabda :</p>
<p>« العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر »</p>
<p>Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. Diriwayatkan oleh Ahmad dan para penulis kitab sunan dengan  sanad yang shahih.</p>
<p>Al-Imam Ahmad juga meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>« من حافظ على الصلاة كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة ، ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور ولا برهان ولا نجاة ، وكان يوم القيامة مع فرعون وهامان وقارون وأبي بن خلف »</p>
<p>Barangsiapa menjaga shalatnya maka baginya cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari Kiamat. Barangsiapa yang tidak menjaganya maka tidak ada baginya cahaya, bukti, tidak pula keselamatan. Dan kelak pada hari Kiamat ia bersama Fir’aun, Haman, Qarun, dan Ubay bin Khalaf.</p>
<p>Sebagian ‘ulama mengatakan dalam syarh hadits tersebut : “Hanyalah orang-orang yang menyia-nyiakan shalat dikumpulkan bersama orang-orang kafir, karena :</p>
<p>- Bisa jadi dia meninggalkannya karena sibuk dengan kepempinan, kerajaan/negara, dan jabatan, sehingga dengan itu ia mirip dengan Fir’aun.</p>
<p>- Atau ia meninggakan shalat karena sibuk dengan urusan kementrian dan kepegawaian, sehingga dengan itu ia mirip dengan Haman menterinya Fir’aun.</p>
<p>- Atau bisa jadi ia meninggalkan shalat kerana syahwat, cinta harta, dan takabbur terhadap orang-orang fakir, sehingga dengan itu ia mirip dengan Qarun yang Allah tenggelamkan ia bersama istananya ke dalam bumi.</p>
<p>- Atau bisa jadi pula ia meninggalkan shalat karena sibuk dengan perdagangan dan berbagai muamalah duniawiyah, sehingga dengan itu ia mirip dengan Ubay bin Khalaf seorang pedang kafir di Makkah.”</p>
<p>Maka kita memohon keselamatan dan penjagaan kepada Allah dari keserupaan dengan musuh-musuh-Nya.</p>
<p>Di antara rukun shalat terpenting yang wajib atas setiap muslim untuk senantiasa memperhatikannya adalah thuma`ninah dalam ruku’, sujud, berdiri, dan duduknya. Banyak sekali orang yang shalat namun tidak khusyu’ dan tidak thuma`ninah padanya. Tidak diragukan bahwa thuma`ninah merupakan di antara rukun terpenting dalam shalat. Barangsiapa yang tidak thuma`ninah dalam shalatnya maka shalatnya batal.</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau ruku’ beliau lurus dalam ruku’nya, meletakkan dua tangannya pada kedua lututnya, membungkukkan punggungnya dan menjadikan kepalanya sejajar dengannya, dan beliau tidak mengangkat kepalanya sampai tulang-tulang punggungnya ke tempatnya.</p>
<p>Apabila beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kepadalnya dari ruku’ , maka beliau berdiri tegak, sampai semua tulang punggungnya kembali pada tempatnya. Apabila sujud maka beliau thuma`ninah dalam sujudnya sampai semua tulang punggungnya kembali pada tempatnya. Apabila duduk antara dua sujud, beliau duduk dengan tegak sampai kembali tulang-tulang punggungnya pada tempatnya.</p>
<p>Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ada sebagian orang yang tidak thuma`ninah dalam shalatnya, maka beliau memerintahkannya untuk mengulangi shalatnya, dan beliau berkata kepadanya :</p>
<p>« إذا قمت إلى الصلاة فأسبغ الوضوء، ثم استقبل القبلة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعا، ثم ارفع حتى تعتدل قائما، ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ، ثم ارفع حتى تطمئن جالسا، ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ، ثم افعل ذلك في صلاتك كلها »</p>
<p>Apabila engkau hendak menunaikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu’ (terlebih dahulu), kemudian menghadaplah kiblat dan bertakbirlah. Kemudian bacalah surat dari Al-Qur`an  yang mudah bagimu. Kemudian ruku’lah  sampai engkau engkau thuma`ninah dalam ruku’. Kemudian angkatlah (kepalamu) sampai engkau tegak berdiri. Lalu sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud. Kemudian angkatlah sampai engkau thuma’ninah dalam duduk. Kemudian sujudlah lagi sampai engkau thuma’ninah dalam sujud. Kemudian lakukanlah gerakan itu semua dalam seluruh shalatmu.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih masing-masing.</p>
<p>Hadits shahih tersebut menunjukkan bahwa wajib atas setiap muslim untuk mengagungkan perkara shalat, memperhatikannya, dan thuma`ninah padanya sehingga ia melaksanakan shalat tersebut sesuai dengan yang disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Dan semestinya shalat bagi seorang mukmin itu menjadi pelapang hati, kenikmatan jiwa, dan penyejuk mata. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p>« وجعلت قرة عيني في الصلاة »</p>
<p>Telah dijadikan kesejukan mataku ada pada shalat. (HR. Ahmad dan An-Nasa`i dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Lihat Ash-Shahihah no. 1107, 1809, 3291)</p>
<p>Salah satu kewajiban terpenting dalam shalat bagi kaum pria adalah melaksanakan shalat fardhu secara berjama’ah. Karena shalat berjama’ah merupakan salah  satu syi’ar terbesar dalam Islam. Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan melaksanakan shalat fardhu secara berjama’ah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :</p>
<p>وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِين</p>
<p>Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ (yakni secara berjama’ah). (Al-Baqarah : 43).</p>
<p>Allah Ta’ala juga berfirman tentang shalat Khauf (shalat yang dikerjakan dalam kondisi takut/genting, misalnya : dalam situasi berkecamuknya perang, pent) :</p>
<p>وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُم</p>
<p>dan apabila kamu (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (para shahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka (berjama’ah), maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) berjama’ah bersamamu dan menyandang senjata. Kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat, maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). Kemudian hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, hendaknya mereka shalat bersamamu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. (An-Nisa` : 102)</p>
<p>(Pada ayat tersebut) Allah mewajibkan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan shalat secara berjama’ah pada dalam kondisi genting/takut (perang berkecamuk). Maka dalam kondisi aman dan tenang kewajiban shalat berjama’ah lebih besar dan lebih kuat.</p>
<p>Di samping ayat di atas juga menunjukkan untuk terus melakukan persiapan menghadapi musuh dan waspada dari berbagai makar/tipu daya mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :</p>
<p>وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّة</p>
<p>dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi (Al-Anfal : 60)</p>
<p>Jadi Islam adalah agama kemuliaan, terhormat, kekuatan, waspada, dan jihad yang benar. Sebagaimana Islam juga merupakan agama kasih sayang, kebaikan, akhlaqul karimah, dan sifat-sifat terpuji. Tatkala para salafush shalih berhasil memadukan semua perkara di atas, maka Allah kokohkan kedudukan mereka di muka bumi, Allah tinggikan mereka, dan Allah jadikan mereka bisa menundukkan musuh-musuhnya, serta Allah jadikan kepemimpinan dan qiyadah pada mereka. Namun, ketika generasi setelahnya mengubah itu semua, maka Allah pun mengubah kondisi mereka. Sebagaimana firman Allah :</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِم</p>
<p>Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka sendiri mengubah keadaan  yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar-Ra’d : 11)</p>
<p>Telah shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda :</p>
<p>« لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ، ثم آمر رجلا فيصلي بالناس، ثم أنطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار »</p>
<p>Sungguh aku bertekad untuk memerintahkan shalat yang kemudian shalat tersebut ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk shalat mengimami manusia. Kemudian beberapa orang pergi bersamaku dengan membawa seikat kayu bakar kepada orang-orang yang tidak mau menghadiri shalat berjama’ah, kemudian rumah-rumah mereka dibakar dengan api. Muttafaqun ‘alaihi</p>
<p>Beliau ‘alahish shalatu was salam juga bersabda :</p>
<p>« من سمع النداء فلم يأته فلا صلاة له إلا من عذر »</p>
<p>Barangsiapa mendengar adzan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena ada udzur. HR. Ibnu Majah.</p>
<p>Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang pria buta bertanya, “Wahai Rasulullah sesungguhnya tidak ada penuntun untuk yang mengantarkanku ke masjid. Apakah ada keringanan untukku untuk aku shalat di rumahku? Rasulullah menjawab, “Apakah engkau mendengar adzan?” Pria tersebut menjawab, “Iya.” Rasulullah menegaskan, “Maka (tetap) wajib.” Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya.</p>
<p>Adapun kaum wanita, shalat di rumah lebih baik bagi mereka. Sebagaimana terdapat hadits-hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal tersebut. Dan tidaklah itu kecuali karena mereka adalah aurat dan fitnah (bagi kaum pria). Namun jangan mencegah mereka jika mereka meminta untuk pergi ke masjid, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :</p>
<p>« لا تمنعوا إماء الله مساجد الله »</p>
<p>Jangan kalian larang kaum wanita dari masjid-masjid Allah. Muttafaqun ‘alaihi</p>
<p>Ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan bahwa wajib atas kaum wanita untuk menutup dan berhijab dari kaum pria, tidak menampakkan perhiasan, dan dilarang memakai wangi-wangian ketika keluar. Karena hal-hal tersebut menyebabkan timbul fitnah. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>« لا تمنعوا إماء الله مساجد الله ، وليخرجن تفلات »</p>
<p>Jangan kalian larang kaum wanita dari masjid-masjid Allah. Dan hendaknya mereka keluar dalam keadaan taflat. Muttafaqun ‘alaihi</p>
<p>Makna taflat adalah tidak memakai wangi-wangian yang menyebabkan terfitnahnya manusia.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :</p>
<p>« أيما امرأة أصابت بخورا فلا تشهد معنا العشاء »</p>
<p>Wanita mana pun yang memakai bukhur (wangi-wangian), maka tidak boleh shalat ‘Isya (berjama’ah) bersama kami. HR. Muslim</p>
<p>‘Aisyah (Ummul Mu`minin) radhiyallahu ‘anha berkata : “Kalau seandainya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu apa yang diperbuat oleh kaum wanita sekarang, niscaya beliau akan melarang mereka keluar.”</p>
<p>Wajib atas kaum wanita untuk bertaqwa kepada Allah dan menjauhi sebab-sebab fitnah, baik perhiasan, wangi-wangian, atau menampakkan sebagian keindahan, seperti wajah, kedua tangan, atau kedua kaki ketika bertemu dengan laki-laki dan ketika mereka keluar ke pasar, termasuk juga ketika thawaf atau sa’i. Lebih parah dari itu dan lebih besar kemungkarannnya adalah ketika mereka membuka kepala mereka, dan mengenakan baju pendek yang menyingkap lengan dan betis. Karena itu salah satu fitnah terbesar yang ditimbulkan oleh mereka. Oleh karena itu Allah berfirman :</p>
<p>وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</p>
<p>Tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu (Al-Ahzab : 33)</p>
<p>Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ</p>
<p>Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri kaum mukminin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka”. (Al-Ahzab : 59)</p>
<p>Jilbab adalah baju yang menutupi kepala, wajah, dada, dan seluruh tubuh wanita.</p>
<p>‘Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma : Allah memerintahkan  isteri-isteri kaum mukminin apabila mereka keluar dari rumah-rumah mereka karena ada keperluan, untuk mereka menutup wajah mereka yang di atas kepala dengan jilbab … “</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman :</p>
<p>وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ</p>
<p>Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. (Al-Ahzab : 53)</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>« صنفان من أهل النار لم أرهما بعد: نساء كاسيات عاريات ، مائلات مميلات ، على رءوسهن مثل أسنمة البخت المائلة ، لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها ؛ ورجال بأيديهم سياط مثل أذناب البقر يضربون بها الناس »</p>
<p>Dua jenis dari penduduk neraka yang aku belum melihat mereka, wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, berlenggak-lenggok, di atas kepala mereka seperti punuk onta, mereka tidak masuk jannah dan tidak pula mencium wanginya. Dan para lelaki yang di tangan-tangan mereka cemeti seperti ekor-ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya.</p>
<p>Sabda beliau “berpakaian tapi telanjang.” ditafsirkan bahwa mereka menggunakan nikmat Allah namun kosong dari mensyukurinya. Dan ditafsirkan pula, bahwa mereka berpakaian dengan kain yang tipis atau pendek tidak menutupi badannya. Mereka berpakaian secara nama dan pengakuan, namun secara hakekat mereka telanjang.</p>
<p>Maka tidak diragukan, hadits shahih  tersebut mewajibkan kepada kaum wanita untuk perhatian terhadap masalah menutup (aurat) dan berhijab, serta waspada dari berbagai sebab kemurkaan dan adzab Allah. Wallahul Musta’an.</p>
<p>● Ketiga : Saya nasehatkan kepada segenap jama’ah haji, para peziarah, dan setiap muslim untuk mengeluarkan zakat mal (harta) mereka, apabila mereka memiliki harta yang wajib untuk dizakatkan. Karena zakat merupakan salah satu kewajiban terbesar dalam agama dan rukun ketiga dari rukun Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan zakat dalam rangka membersihkan dan mensucikan seorang muslim dan hartanya, dan dalam rangka memberikan kebaikan kepada para fuqara’ dan pihak-pihak yang berhak menerima zakat lainnya. Sebagaimana firman Allah :</p>
<p>خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا</p>
<p>Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan  mereka (At-Taubah : 103)</p>
<p>Zakat merupakan salah satu bentuk syukur kepada Allah atas nikmat harta. Seorang yang bersyukur maka dia dijanjikan akan mendapat tambahan nikmat. Sebagaimana firman Allah :</p>
<p>وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ</p>
<p>dan (ingatlah juga), tatkala Rabb kalian memaklumkan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim : 7)</p>
<p>Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :</p>
<p>فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ</p>
<p>Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku. (Al-Baqarah : 152)</p>
<p>Allah telah mengancam orang yang tidak mau membayar zakat mal-nya dengan adzab yang pedih, sebagaimana Allah sebutkan bahwa Dia akan mengadzab orang tersebut dengan hartanya pada hari Kiamat kelak. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :</p>
<p>وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ * يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ</p>
<p>Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka (kemudian dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri! Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu!” (At-Taubah : 34-35)</p>
<p>Telah sah riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tafsir ayat yang mulia ini, bahwa setiap harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu merupakan simpanan yang pemiliknya akan diadzab dengan harta tersebut pada Hari Kiamat, hari yang seharinya adalah lima puluh ribu tahun. Kemudian dia akan melihat jalannya, bisa jadi ke Jannah, bisa jadi ke Neraka.</p>
<p>Maka wajib atas setiap muslim yang memiliki harta yang wajib dizakati, untuk dia bertaqwa kepada Allah dan bersegera mengeluarkan zakatnya pada waktunya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menghindar dari kemurkaan dan adzab Allah. Bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan bagi mereka ganti dan pahala yang besar. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :</p>
<p>وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ</p>
<p>Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (Saba` : 39)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :</p>
<p>آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِير</p>
<p>Berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kalian menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kalian dan menginfakkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (Al-Hadid : 7)</p>
<p>● Keempat : Shaum (Puasa) Ramadhan. Ini merupakan salah satu kewajiban terbesar terhadap segenap mukallaf baik pria maupun wanita. Shaum adalah rukun keempat dari rukun Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ</p>
<p>Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.  (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. (Al-Baqarah : 183-184)</p>
<p>Kemudian Allah tafsirkan “beberapa hari tertentu” tersebut dengan firman-Nya :</p>
<p>شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ</p>
<p>(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia bershaum pada bulan tersebut. Adapun barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (Al-Baqarah : 185)</p>
<p>Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>« بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة ، وصوم رمضان ، وحج البيت »</p>
<p>Islam ditegakkan di atas lima rukun : Syahadat La-ilaha illallah Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, shaum Ramadhan, dan Haji ke Baitullah. (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Hadits shahih ini menunjukkan kepada seluruh nasehat-nasehat di atas, yaitu Syahadatain, Shalat, Zakat, dan Shaum, bahwa itu semua adalah termasuk rukun Islam yang tidak akan tegak bangunannya kecuali dengan rukun-rukun tersebut. Maka wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk mengagungkan rukun-rukun tersebut, senantiasa menjaga (pelaksanaannya), dan berhati-hati dari segala yang bisa membatalkannya atau mengurangi nilai pahalanya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala hanyalah menciptakan tsaqalain (bangsa jin dan manusia) agar mereka beribadah kepada-Nya, demikian juga Allah mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab-Nya adalah rangka itu.</p>
<p>Ibadah kepada-Nya adalah mentauhidkan-Nya (memurnikan ibadah hanya untuk Allah), mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dilakukan ikhlash karena Allah, karena cinta kepada-Nya, iman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, dan mengharap pahala Allah, serta takut dari siksa-Nya. Dengan itu seorang hamba akan meraih kesuksesan, kebahagian, dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Adapun kaum muslimin pada masa-masa terakhir ini mengalami kehinaan, perpecahan, dan dikuasai oleh musuh itu tidak lain disebabkan karena kurangnya mereka dalam melaksanakan perintah Allah dan tidak ada ta’awun dalam kebaikan dan ketaqwaan, sebagaimana firman Allah :</p>
<p>مَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِير</p>
<p>Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (Asy-Syura : 30)</p>
<p>Kita memohon kepada Allah agar menyatukan mereka di atas al-haq, memberi taufiq mereka agar bertaubat dengan sebenar-benarnya, memberikan hidayah mereka agar mau mengamalkan Al-Qur`an dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga memberikan taufiq para pemerintah muslimin agar menerapkan hukum syari’at-Nya dan dan berhukum kepadanya, mewajibkan kepada rakyatnya dengan perintah yang Allah wajibkan, melarang rakyatnya dari  apa yang Allah haramkan, sehingga (dengan itu) Allah kokohkan mereka di muka bumi sebagaimana Allah telah mengokohkan para pendahulu mereka, serta Allah bantu mereka menghadapi musuh-musunya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat.</p>
<p>● Kelima : Haji ke Baitullah Al-Haram. Ini  adalah rukun Islam yang kelima, sebagaimana telah lalu dalam hadits shahih. Haji merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimat yang mampu menempuhnya, sekali seumur hidup. Sebagaimana firman Allah :</p>
<p>وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا</p>
<p>Untuk Allah atas manusia ada kewajiban haji ke Baitullah, bagi yang mampu menempuh perjalanan  kepadanya. (Ali ‘Imran : 97)</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>« الحج مرة ، فمن زاد فهو تطوع »</p>
<p>(Kewajiban) haji itu sekali (seumur hidup), barangsiapa menambah maka itu tathawwu’. (Ahmad dan Ad-Darimi)</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :</p>
<p>« العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة »</p>
<p>Ibadah ‘umrah ke ibadah ‘umrah berikutnya adalah penghapus dosa antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan (yang pantas) baginya kecuali Jannah. (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Rasulullah ‘alaish shalatu was salam bersabda :</p>
<p>« من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه »</p>
<p>Barangsiapa berhaji karena Allah, sehingga dia tidak berbuat rafats dan fasik, maka ia kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya. (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Maka wajib atas para jama’ah haji Baitullah Al-Haram untuk menjaga ibadah haji mereka dari hal-hal yang Allah haramkan atas mereka, baik rafats maupun kefasikan. Dan hendaknya mereka istiqamah di atas ketaatan kepada Allah, bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan, sehingga ibadah haji mereka menjadi haji yang mabrur, dan amal mereka mendapat pahala.</p>
<p>Haji Mabrur adalah  haji yang selamat dari rafats dan kefasikan serta berdebat tanpa kebenaran. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :</p>
<p>الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ</p>
<p>(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh berbuat rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Al-Baqarah  : 197)</p>
<p>Yang menunjukkan itu juga adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p>« من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه »</p>
<p>Barangsiapa berhaji karena Allah, sehingga dia tidak berbuat rafats dan fasik, maka ia kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya. (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Rafats adalah : Jima’ (bersenggama) dalam kondisi berihram, termasuk di dalam juga ucapan keji, dan perkataan yang hina.</p>
<p>Kefasikan meliputi semua jenis kemaksiatan.</p>
<p>Maka kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq para jama’ah haji Baitullah Al-Haram untuk istiqamah di atas agama mereka, dan menjaga haji mereka dari hal-hal yang membatalkan atau mengurangi nilai pahalanya. Dan semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kita dan kepada mereka berupa pemahaman agama, saling menasehatkan dengan kebenaran dan kesabaran. Semoga Allah juga menjaga semua dari kesesatan-kesesatan fitnah dan godaan syaitan. Sesungguhnya Dia Pemilik itu dan Maha Mampu mewujudkannya.</p>
<p>وصلى الله وسلم على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وأتباعه بإحسان</p>
<p>Pimpinan Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah, dan Bimbingan</p>
<p>‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz</p>
<p>(Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah XVI/7-22. Nasehat ini dipublikasikan di Majalah Universitas Islam &#8211; Madinah, tahun XI edisi ke-2 awal Dzulhijjah 1398 H)</p>
<p>[1] Ilah adalah sesuatu yang diibadahi dengan puncak pengagungan dan puncak kecintaan.  Ilah ada yang haq ada yang batil. Ilah yang batil adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah, baik malaikait, nabi, wali, orang shalih, kyai, tempat keramat, dll. Ilah yang haq adalah Allah satu-satu-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya.<br />
http://www.assalafy.org/mahad/?p=376#more-376 </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=433&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/15/bekal-bekal-penting-bagi-para-calon-jamaah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYEGERAKAN KEWAJIBAN IBADAH HAJI DAN ‘UMRAH</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/13/menyegerakan-kewajiban-ibadah-haji-dan-%e2%80%98umrah/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/13/menyegerakan-kewajiban-ibadah-haji-dan-%e2%80%98umrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 02:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[KEWAJIBAN IBADAH HAJI DAN ‘UMRAH
serta
KEWAJIBAN SEGERA MELAKSANAKANNYA
Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
Ketahuilah, wahai saudaraku semoga Allah melimpahkan taufiqnya kepadaku dan kepada Anda untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya, bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-NYa untuk menunaikan haji ke Baitullah dan Allah menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Allah Ta’ala berfirman :
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=429&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>KEWAJIBAN IBADAH HAJI DAN ‘UMRAH</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>serta</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KEWAJIBAN SEGERA MELAKSANAKANNYA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketahuilah, wahai saudaraku semoga Allah melimpahkan taufiqnya kepadaku dan kepada Anda untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya, bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-NYa untuk menunaikan haji ke Baitullah dan Allah menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Allah Ta’ala berfirman :<span id="more-429"></span></p>
<p style="text-align:right;">وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِين</p>
<p style="text-align:justify;">“Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah, dan barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali ‘Imran : 97]</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ShahihAl-Bukhari dan Shahih Muslim dari shahabat Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :</p>
<p style="text-align:right;">« بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله ، وأن محمدا رسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة ، وصوم رمضان ، وحج بيت الله الحرام »</p>
<p style="text-align:justify;">“Islam itu didirikan atas lima rukun :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Syahadah (kesaksian) bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah, dan bahwasanya Muhammad ada rasul Allah<br />
2. Mendirikan shalat<br />
3. Mengeluarkan zakat<br />
4. Puasa pada bulan Ramadhan<br />
5. Mengerjakan haji ke Baitullah</p>
<p style="text-align:justify;">Sa’id, dalam kitab Sunannya, meriwayatkan dari Khalifah ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :</p>
<p style="text-align:right;">لقد هممت أن أبعث رجالا إلى هذه الأمصار فينظروا كل من كان له جدة ولم يحج ليضربوا عليهم الجزية ، ما هم بمسلمين ، ما هم بمسلمين</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku bertekad mengutus beberapa orang menuju wilayah-wilayah ini untuk meneliti siapa yang memiliki kecukupan harta namun tidak menunaikan haji, agar diwajibkan atas mereka membayar jizyah. Mereka bukanlah termasuk kaum muslimin. Mereka bukanlah termasuk kaum muslimin.”</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari ali, ia berkata:</p>
<p style="text-align:right;">من قدر على الحج فتركه فعليه أن يموت يهوديا أو نصرانيا</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa yang berkemampuan menunaikan ibadah haji lalu ia tidak menunaikannya, maka terserah baginya memilih mati dalam keadaan beragama Yahudi atau Nasrani.”</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi orang yang belum haji dan ia mampu menunaikannya, ia wajib untuk bersegera menunaikannya, berdasarkan riwayat  dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align:right;">« تعجلوا إلى الحج &#8211; يعني : الفريضة &#8211; فإن أحدكم لا يدري ما يعرض له »</p>
<p style="text-align:justify;">“Cepat-cepatlah kalian menunaikan haji, yakni haji wajib, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. (HR. Al-Imam Ahmad bin Hanbal)</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu, karena pelaksanaan haji bagi orang yang mampu adalah wajib di segerakan (tanpa di tunda-tunda), berdasarkan firman Allah</p>
<p style="text-align:right;">وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِين</p>
<p style="text-align:justify;">“Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah, dan barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali ‘Imran : 97]</p>
<p style="text-align:justify;">Dan berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam khutbah beliau :</p>
<p style="text-align:right;">« أيها الناس ، إن الله فرض عليكم الحج فحجوا »</p>
<p style="text-align:justify;">“Wahai umat manusia, sesungguhnya Allah mwwajibkan haji atas kalian, maka laksanakanlah haji.” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang kewajiban umrah, banyak hadits menunjukkan hal itu. Di antaranya, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang Islam, beliau menjawab :</p>
<p style="text-align:right;">« الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وتقيم الصلاة ، وتؤتي الزكاة ، وتحج البيت وتعتمر ، وتغتسل من الجنابة ، وتتم الوضوء ، وتصوم رمضان »</p>
<p style="text-align:justify;">Islam itu adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau  bersaksi bahwasanya tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah, engkau dirikan shalat, engkau  tunaikan zakat, engkau laksanakan ibadah haji dan umrah, engkau bermandi jinabat, engkau sempurnakan wudlu; dan engkau berpuasa pada bulan Ramadhan. (Hadits ini di riwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ad-Daraquthni dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab. Ad-Daraquthni berkata : Sanad hadits ini shahih ).</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara lagihadits Aisyah :</p>
<p style="text-align:right;">« يا رسول الله ، هل على النساء من جهاد؟ قال : عليهن جهاد لا قتال فيه : الحج والعمرة »</p>
<p style="text-align:justify;">“Aisyah bertanya : wahai Rasulullah, adakah kewajiban jihad bagi wanita? Beliau menjawab: “Bagi mereka ada kewajiban jihad tanpa peperangan, yaitu Haji dan Umrah.“ (Hadits riwayat Al-Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad shahih).</p>
<p style="text-align:justify;">Tidaklah wajib ibadah Haji dan Umrah kecuali sekali saja seumur hidup. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih :</p>
<p style="text-align:right;">« الحج مرة ، فمن زاد فهو تطوع »</p>
<p style="text-align:justify;">“Haji itu hanya sekali (wajibnya). Barangsiapa menambah (melakukan lebih dari sekali), maka itu adalah merupakan tathawwu’ (amalan sunnah).” (HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align:justify;">Disunnahkan memperbanyak melakukan Haji dan Umrah sebagai tathawwu’ (amalan tambahan atau sunnah), berdasarkan hadits dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p style="text-align:right;">« العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة »</p>
<p style="text-align:justify;">Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah menutupi (kafarat) kesalahan-kesalahan yang terjadi antara keduanya. Dan haji yang mabrur itu tidak imbalan baginya kecuali Jannah.”</p>
<p style="text-align:justify;">(diterjemahkan dari risalah Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah berjudul At-Tahqiq wa Al-Idhah likatsirin min masa`il Al-Hajj wal Al-‘Umrah wa Az-Ziyarah ‘ala Dhau`i Al-Kitab wa As-Sunnah)</p>
<p>http://www.assalafy.org/mahad/?p=372#more-372</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=429&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/13/menyegerakan-kewajiban-ibadah-haji-dan-%e2%80%98umrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Titipan Saudaraku Di Jalan Allah</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/08/titipan-saudaraku-di-jalan-allah/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/08/titipan-saudaraku-di-jalan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 03:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Dari saudaraku Abu zahra, di/pada Oktober 8th, 2009 pada 9:11 am 
Assalamu alaikum, ikhwan fillah, berikut sebuah artikel tentang bencana-bencana yang banyak menimpa negeri ini, yang ditulis oleh ustadzuna dr. faiq sulaify. tafadhol diunduh dan disebarluaskan, semoga bisa diambil pelajaran darinya. klik kanan dan “save as” di sini.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=421&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Dari saudaraku Abu zahra, di/pada Oktober 8th, 2009 pada 9:11 am </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Assalamu alaikum, ikhwan fillah, berikut sebuah artikel tentang bencana-bencana yang banyak menimpa negeri ini, yang ditulis oleh ustadzuna dr. faiq sulaify. tafadhol diunduh dan disebarluaskan, semoga bisa diambil pelajaran darinya. klik kanan dan “save as” <a href="http://aboezahra.files.wordpress.com/2009/10/dibalik_bencana.pdf">di sini</a>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=421&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/08/titipan-saudaraku-di-jalan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Syaikh Muqbil Mengajarkan &amp; Pro Terorisme ?</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/07/benarkah-syaikh-muqbil-mengajarkan-pro-terorisme/</link>
		<comments>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/07/benarkah-syaikh-muqbil-mengajarkan-pro-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 03:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Salma Mohamad Fachrurozi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[

بسم الله الرحمن الرحيم
Benarkah Syaikh Muqbil Mengajarkan &#38; Pro Terorisme ?

Penulis: Abu Amr Ahmad
Benarkah Syaikh Muqbil pro terorisme, dan juga mengajarkan paham sesat tersebut kepada murid-muridnya?
Menjawab pertanyaan di atas, alangkah baiknya kita mendapat verifikasi langsung dari para alumnus yang pernah belajar di Pesantren Syaikh Muqbil. Untuk itu di sini kami ketengahkan jawaban dari Ustadz Luqman.
Alumnus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=418&subd=abasalma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">بسم الله الرحمن الرحيم</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Benarkah Syaikh Muqbil Mengajarkan &amp; Pro Terorisme ?</span></h2>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><strong><img title="new1a" src="http://tukpencarialhaq.files.wordpress.com/2008/06/new1a.gif?w=51&amp;h=20&#038;h=20" alt="new1a" width="51" height="20" /></strong></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Penulis: Abu Amr Ahmad</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Benarkah Syaikh Muqbil pro terorisme, dan juga mengajarkan paham sesat tersebut kepada murid-muridnya?</span></p>
<p style="text-align:justify;">Menjawab pertanyaan di atas, alangkah baiknya kita mendapat verifikasi langsung dari para alumnus yang pernah belajar di Pesantren Syaikh Muqbil. Untuk itu di sini kami ketengahkan jawaban dari Ustadz Luqman.</p>
<p style="text-align:justify;">Alumnus Pesantren Darul Hadits Dammaj yang belajar di sana sejak 1994 itu mengatakan, “Justru Syaikh Muqbil itu sangat dibenci oleh para teroris – khawarij. Karena memang beliau termasuk di antara ‘ulama yang gencar membantah paham terorisme – khawarij serta membongkar berbagai kerancuan dan dalih-dalih mereka,hal ini dapat diketahui dari berbagai pelajaran yang beliau sampaikan, serta berbagai ceramah dan karya tulis beliau. Hal ini mengakibatkan kebencian kaum teroris – khawarij kepada Syaikh Muqbil, sehingga telah dilakukan berkali-kali upaya pembunuhan terhadap beliau. Di antara yang saya ingat adalah kejadian pada akhir 90-an, upaya peledakan di kota ‘Adn, yang sengaja dilakukan oleh kaum teroris – khawarij di Yaman untuk membunuh beliau ketika berceramah di masjid jami’ kota tersebut. Namun dengan taqdir dan pertolongan Allah, beliau terselamatkan, sedangkan bom meledak dengan dahsyat sehingga membuat tubuh si teroris hancur berkeping-keping.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dakwah yang ditegakkan oleh Syaikh Muqbil adalah Dakwah Salafiyyah, yaitu dakwah yang ditegakkan di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan meniti jejak para salafush shalih (para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in). Demikian juga di pesantren beliau yang diajarkan adalah ilmu tafsir, hadits, fiqh, dan berbagai cabang ilmu agama lainnya dengan berdasarkan metode manhaj salafiyyah. Sama sekali tidak diajarkan terorisme. Bahkan justru beliau banyak membantah berbagai paham sesat yang ada, baik terorisme – khawarij, Syi’ah Rafidhah, Shufiyyah, Liberalisme, dan lainnya. <a href="http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2009/10/04/benarkah-syaikh-muqbil-mengajarkan-pro-terorisme/#more-511">Baca entri selengkapnya »</a></p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abasalma.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abasalma.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abasalma.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abasalma.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abasalma.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abasalma.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abasalma.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abasalma.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abasalma.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abasalma.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abasalma.wordpress.com&blog=617621&post=418&subd=abasalma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abasalma.wordpress.com/2009/10/07/benarkah-syaikh-muqbil-mengajarkan-pro-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Salma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukpencarialhaq.files.wordpress.com/2008/06/new1a.gif?w=51&#38;h=20&#38;h=20" medium="image">
			<media:title type="html">new1a</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>