<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Ibnu Rosyid Blogs</title>
	<atom:link href="http://abasalma.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abasalma.wordpress.com</link>
	<description>Membangun Kaum Muslimin dengan Pemahaman Salaf</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 13:03:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Mengenal Saya oleh Kang Hanif</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/mengenal-saya/#comment-2519</link>
		<dc:creator>Kang Hanif</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 13:03:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/mengenal-saya/#comment-2519</guid>
		<description>Bismillah,
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Salam kenal akhi.
Mohon link ana ditautkan akhi. barakallahu fiik. Kisah yang menggugah, akhii

Hanif Abu Hanif
&lt;a href=&quot;http://www.kanghanif.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Blog Kang Hanif&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,<br />
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh<br />
Salam kenal akhi.<br />
Mohon link ana ditautkan akhi. barakallahu fiik. Kisah yang menggugah, akhii</p>
<p>Hanif Abu Hanif<br />
<a href="http://www.kanghanif.blogspot.com" rel="nofollow">Blog Kang Hanif</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Agar Dada Seorang Hamba menjadi Lapang dan Bersinar oleh esin sintawati</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/06/agar-dada-seorang-hamba-menjadi-lapang-dan-bersinar/#comment-2517</link>
		<dc:creator>esin sintawati</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 12:57:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=475#comment-2517</guid>
		<description>alhamdulillah ..masih ada yang nulis seperti inmi. tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah ..masih ada yang nulis seperti inmi. tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SALAFIYAH BUKAN ORGANISASI oleh Hendi</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2007/08/02/salafiyah-bukan-organisasi/#comment-2516</link>
		<dc:creator>Hendi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:30:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/2007/08/02/salafiyah-bukan-organisasi/#comment-2516</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum. betapa bingungnya ... semua mengakui paling benar



&lt;blockquote&gt;&#039;alaikum salam warahmatullahiwabarakatuhu

Yang paling benar itu adalah Rasulullah dan para Sahabatnya, barang siapa berislam seperti mereka ya dialah yang saat ini paling benar. maka kita semua harus berupaya meniti jalan mereka dengan terus belajar membuka kitab-kitab para ulama.

Jadi yang paling benar bukan saya bukan anda atau bukan yang lainnya ...sekali lagi yang paling benar adalah yang beramal dan berislma sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya. &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum. betapa bingungnya &#8230; semua mengakui paling benar</p>
<blockquote><p>&#8216;alaikum salam warahmatullahiwabarakatuhu</p>
<p>Yang paling benar itu adalah Rasulullah dan para Sahabatnya, barang siapa berislam seperti mereka ya dialah yang saat ini paling benar. maka kita semua harus berupaya meniti jalan mereka dengan terus belajar membuka kitab-kitab para ulama.</p>
<p>Jadi yang paling benar bukan saya bukan anda atau bukan yang lainnya &#8230;sekali lagi yang paling benar adalah yang beramal dan berislma sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengenal Saya oleh santoso</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/mengenal-saya/#comment-2515</link>
		<dc:creator>santoso</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 05:08:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/mengenal-saya/#comment-2515</guid>
		<description>saudara saudarku seiman cobalah kita sama2 merenung apa yang telah disama\paikan jujungan kt Muhamad SAW , bahwa suatu saat nanti islam akan pecah 73. cobalah kt sikapi dengan pola pikir dan hati kt, sebenarnya kt masing2 hanya mempertahankan egoistis dan menbahas untuk salang menyalahkan serta menganggap dirinya paling benar walaupun dari sunber yang sama . disini sy hanya ingin mengat kan pd saudara2ku semua tentang amanah junjungan kt, narilah kita sana2 berpikir terbalik apa yang telah disampaikan junjungan agar kita sadar untuk menyikapinya SUPAYA KITA TDK MEMBENTUK FIRKHOH2 tapi kita membentuk saling kasih sayang  sesam muslim bukan sebaliknya. untuk itu saya bisa menghimbau pd saudara2ku semua untuk menyatu karena ISLAM itu hanya satu tdk ada ISLAM ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,



&lt;blockquote&gt;Dapat bersatu jika kaum muslimin berada dalam islamnya yang sama islam yang benar yaitu Yang paling benar itu adalah Rasulullah dan para Sahabatnya, barang siapa berislam seperti mereka ya dialah yang saat ini paling benar. maka kita semua harus berupaya meniti jalan mereka dengan terus belajar membuka kitab-kitab para ulama.

Jadi yang paling benar bukan saya bukan anda atau bukan yang lainnya …sekali lagi yang paling benar adalah yang beramal dan berislma sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya. &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saudara saudarku seiman cobalah kita sama2 merenung apa yang telah disama\paikan jujungan kt Muhamad SAW , bahwa suatu saat nanti islam akan pecah 73. cobalah kt sikapi dengan pola pikir dan hati kt, sebenarnya kt masing2 hanya mempertahankan egoistis dan menbahas untuk salang menyalahkan serta menganggap dirinya paling benar walaupun dari sunber yang sama . disini sy hanya ingin mengat kan pd saudara2ku semua tentang amanah junjungan kt, narilah kita sana2 berpikir terbalik apa yang telah disampaikan junjungan agar kita sadar untuk menyikapinya SUPAYA KITA TDK MEMBENTUK FIRKHOH2 tapi kita membentuk saling kasih sayang  sesam muslim bukan sebaliknya. untuk itu saya bisa menghimbau pd saudara2ku semua untuk menyatu karena ISLAM itu hanya satu tdk ada ISLAM ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,</p>
<blockquote><p>Dapat bersatu jika kaum muslimin berada dalam islamnya yang sama islam yang benar yaitu Yang paling benar itu adalah Rasulullah dan para Sahabatnya, barang siapa berislam seperti mereka ya dialah yang saat ini paling benar. maka kita semua harus berupaya meniti jalan mereka dengan terus belajar membuka kitab-kitab para ulama.</p>
<p>Jadi yang paling benar bukan saya bukan anda atau bukan yang lainnya …sekali lagi yang paling benar adalah yang beramal dan berislma sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Diskusi dengan Pengikut Isa Bugis oleh musafir</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2008/11/14/diskusi-dengan-pengikut-isa-bugis/#comment-2514</link>
		<dc:creator>musafir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 20:13:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=202#comment-2514</guid>
		<description>end</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>end</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Diskusi dengan Pengikut Isa Bugis oleh musafir</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2008/11/14/diskusi-dengan-pengikut-isa-bugis/#comment-2513</link>
		<dc:creator>musafir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 20:11:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=202#comment-2513</guid>
		<description>Alhamdulillah, sungguh banyak pencerahan dari tulisan dan diskusi pada blog ini...
Terimakasih semua para saudara muslim baik yg mengikuti ajaran AQMSR maupun Abu Salma Mohamad Fachrurozi...

sbelumnya saya sedikit diskripsikan pengalaman saya. sbelum saya menikah saya adalah seorang yg dari mulai lahir belajar memahami islam dari para guru dan terutama dari orang tua (yg melandaskan ajaran Al Quran menurut ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah) hingga dewasa. Kemudian saya menikah dan mendapatkan istri dari keluarga yg menganut Dinul Islam menurut ajaran AQMSR. Istri saya belajar &quot;mengkaji&quot; tiap malam jumat seminggu sekali dengan para ustadzah yg telah dipercaya untuk mengajarkan AQMSR (Al Quran Menurut Sunnah Rasul).
Awalnya stelah beberapa bulan menikah saya disuruh ikut belajar &quot;mengkaji&quot; oleh keluarga istri dgn para ustadz mereka dan saya baru tau ada ajaran Dinul Islam dgn AQMSR nya.
Dari situ saya tau ajaran AQMSR dan pastinya saya menolak dgn ajaran itu krn tidak sesuai dgn apa yg saya pelajari sebelumnya... (terutama adalah penafsiran Al Quran). Namun saya berfikir lain tidak ada salahnya saya belajar krn dapat memperluas pengetahuan &amp; wawasan selama Allah Azza Wa Jalla yg kita sembah. Toh saya liat keluarga istri saya masih menjalankan ibadah membaca Syahadat, sholat 5 waktu, berpuasa, berzakat, dan ada diantara mereka yg beribadah haji bagi yg mampu. Dalam kehidupan sosial masyarakat mereka juga baik seperti umat islam yang lainnya (ada yg rukun &amp; tidak rukun, ada yg ramah/sopan dan ada juga yg sebaliknya, ada yg pendiam dan ada juga yg menggunjingkan masalah orang lain baik maupun buruknya; intinya sama dgn masyarakat yg bukan dari anggota pengikut mereka). Di lain pihak, mereka juga loyal dan fanatik terhadap pimpinannya jadi mereka marah jika pimpinan mereka dianggap salah dan dibantah atas segala ucapannya. Sama juga dengan masyarakat muslim lainnya, jadi itu adalah hal yg manusiawi.
Setelah lama saya pelajari dan &quot;belajar mengkaji&quot; dengan ajaran AQMSR saya mencoba untuk menerima ajaran tersebut, namun akhirnya saya menyatakan tidak smuanya menerima ajaran AQMSR karena ternyata memang ada &quot;beberapa&quot; hal yang sesuai dan &quot;banyak&quot; hal yg &quot;kurang&quot; sesuai dan perlu dibenarkan menurut Wahyu Allah yaitu Al Quran. 

Mengapa saya berani menyatakan demikian, karena :

Pertama, waktu saya bertemu dengan Pak Isa, beliau adalah sosok org yg kharismatik, berwawasan luas ttg Sejarah Islam, Al Quran, &amp; Assunnah, serta tutur bahasanya baik dalam menerangkan setiap ajarannya. Kami berdiskusi banyak ttg Al Quran dan dari situ saya tau betul bahwa tafsir AQMSR itu adalah mutlak atas penafsiran Pak Isa dengan dasar kemampuan tata bahasa dan pemikirannya sendiri. Pemikiran dan penafsiran itu sama sekali tidak salah bagi Pak Isa sendiri krn beliau ingin mengimplementasikan Al Quran dalam kehidupan spiritualnya menurut Sunnah Rasul dan beliau meyakini bahwa itu benar. Namun saya katakan hal itu tidak bisa diajarkan pd org lain apalagi yg tingkat spiritualnya msh kurang krn bisa salah kaprah. Belau menjawab, karena beliau ingin orang muslim memiliki keyakinan yg sama dengan apa yg beliau yakini. 
Saya jawab itu sama sekali tidak bisa krn Pak Isa bukan Rasul/Nabi yg menerima wahyu langsung yg bunyinya sperti yg Pak Isa tafsirkan. Masalahnya ini jelas Wahyu-Nya (tulisan, lafadz, maupun artinya). Nah masalah penafsiran semua orang bisa berbeda-beda, makanya ada landasan untuk menafsirkan dgn merujuk pada pendapat para ulama terdahulu (saya sebutkan para ulama bukan satu ulama yg artinya sudah dikaji betul-betul kesepakatan tafsirnya). Jelas artinya bahwa ArRahman itu Yang Maha Pengasih dan ArRahim itu adalah Yang Maha Penyayang (masalah tafsir Maha Pengasih dan Maha Penyayang ya itu setiap individu muslim berhak menafsirkan sesuai keyakinannya agar bisa di implementasikan dalam kehidupan spiritualnya dan lebih bagusnya menafsirkan atas dasar pendapat para ulama yang shahih).
Dan diskusi dgn Pak Isa tersebut saya akhiri demi kemaslahatan bersama mudah2an Pak Isa dapat bijak memikirkan dan memahaminya.

Kedua, mengenai masuknya ajaran Islam di Indonesia atau dikatakan di seluruh dunia dinilai tidak murni oleh jamaah AQMSR krn telah di &quot;kriminalisasi&quot; oleh Yahudi. Kita semua tentu sangat yakin dan percaya bahwa Allah selalu menjaga ajaran Al Quran sampai nanti saatnya yaumil akhir, jadi tidak ada yg tidak murni. Jika cara penyebaran Islam pada masa Wali Songo itu dijadikan alasan tentunya itu adalah cara dakwah yg terbaik pada masa itu untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat, yg jelas tidak mengajarkan tafsir yg neko-neko, meskipun itu mempengaruhi budaya atau istiadat sampai sekarang tapi yg penting tidak melenceng dari ajaran Al Quran. Sama halnya seperti AQMSR mengadakan &quot;pengkajian&quot; dakwah tiap malam hari kumpul bareng membahas Dinul Islam.
Lalu jika Islam sudah tidak murni lagi tentunya sudah dari dulu sebelum kita lahir terjadi kiamat kubro. Jadi apakah AQMSR itu murni...? (ya tidak murni lagi karena ditafsirkan oleh Pak Isa, ya to...? kalau mau yg murni ya belajar sendiri, apa bisa...? wajib bisa... caranya belajar dari sumber yg sudah terpercaya kesahihannya).

Kemudian mengenai istilah Islam, kalau AQMSR tidak mau menyebut Agama Islam (atau disebut Islamisasi) krn ada skenario kriminalisasi dari yahudi dan lebih suka dengan menyebutnya Dinul Islam, apa bedanya? (dari segi arti dan tafsir lho karena ini lagi-lagi masalah tafsir dan fanatisme).
Saya berfikir dan pernah menyatakan bagaimana kalau AQMSR diubah menjadi SRMAQ (Sunnah Rasul Menurut Al Quran) dgn alasan bahwa Rasul melakukan sunnah-sunnahnya berdasarkan Al Quran dari Wahyu yg diturunkan Allah, jadi bukan Al Quran yg mengikuti Sunnah Rasul (meskipun dalam hati saya tdk setuju juga krn hanya melemparkan wacana, tapikan sah-sah saja kalau saya punya pemikiran dan penafsiran berbeda, lha wong Pak Isa saja bisa menafsirkan masa&#039; saya tidak bisa, ya to... tapi krn saya tidak punya fans ya tidak ada yg fanatik terhadap pendapat saya... he he... kacian deh gw).

Hal terakhir yang membuat saya janggal adalah mengenai Ibadah Haji. Pak Isa memang tidak melarang pengikutnya menunaikan Ibadah Haji tetapi beliau menekankan bagi setiap anggota yang mampu untuk mengutamakan shodaqoh membangun sekolah demi memperkuat syiar ajarannya daripada melaksanakan Haji. Saya pun tidak tahu apakah Pak Isa sudah melaksanakan Ibadah Haji atau belum meskipun saya tahu sepertinya sudah namun tidak secara terang-terangan diketahui oleh pengikutnya. Jika itu benar maka Insya Allah itu merupakan Ibadah yg mulia krn untuk menjaga riya. Namun kalau belum mengapa tidak berhaji padahal Haji merupakan Ibadah wajib mutlak hukumnya bagi yg mampu utk menyempurkan kehidupan spiritual seorang Muslim/ah. Dan shodaqoh adalah ibadah sunnah, mengapa demikian...? Hal ini menyebabkan banyak dari para pengikutnya enggan beribadah Haji dan kalau pun mereka menunaikan Haji jika ditanya mereka menjawab pergi piknik bukan beribadah mengharapkan ridlo Allah. Mungkin alasannya adalah agar mereka tidak disebut Pak Haji / Ibu Haji dan keberangkatan mereka dirahasiakan dilingkungan masyarakat agar tidak ada orang yg mengantarkan keberangkatan mereka. Jika niat mereka untuk menghindari riya, saya bersyukur. Tapi jika niat mereka menganggap bahwa Haji merupakan ibadah yg tidak penting, naudzubillah. Karena ada kisah nyata seorang ustadz kaya raya orang kepercayaannya Pak Isa yg berangkat beribadah Haji tapi dia berangkat atas desakan keluarganya (orang tuanya yg sudah tua ingin melihat anaknya berangkat Haji) sehingga dia berangkat Haji, namun murid-muridnya memprotes bahkan Pak Isa pun ikut protes. Saya tidak tahu apa niat ustadz ini berangkat Haji, mdh2an menjadi Haji yg Mabrur... Amin. Dan dia tidak mau disebut Pak Haji meskipun masyarakat sekitar memanggilnya dgn sebutan itu... he he...
Kalau bagi sya mau dipanggil Pak Haji kek atau enggak atau mau diantar warga kek atau enggak kek... ya tdk masalah kan itu hanya urusan sosial kemasyarakatan dan istilah bagi yg berhaji terutama di kawasan asia tenggara yg penting kan niatnya to... Kembalikan semua kepada Allah dengan mengharap Ridlo Nya supaya tidak riya.

Demikian mungkin pengalaman saya mengenai wacana yg telah dituliskan oleh saudara Abu Salma, mudah2an kita bisa belajar bersama secara benar mengenai kehidupan spiritual kita masing-masing karena urusan tanggung-jawabnya hanya kepada Allah bukan kepada Mas Abu atau Pak Isa. Perlu saya garis bawahi bahwa ajaran Pak Isa yang baik dan sesuai masih saya pakai tapi yang tidak sesuai saya pelajari lagi agar mendapatkan pemahaman yg lebih baik. Dan ajaran Pak Isa menurut saya sangat baik jika orang yg mempelajarinya sudah memiliki tingkat spiritualitas dan keilmuan yg lebih tinggi bukan untuk orang yg masih kurang dalam pemahamannya. Ajaran Pak Isa melalui AQMSR masih sesuai dengan syariat dan tauhid, hanya saja tafsirnya terhadap Al Quran dan Assunnah yg perlu diluruskan (ini sangat berbahaya bagi orang yg baru belajar Islam).

Saran untuk Mas Abu... kalau bisa mohon mengajak berdiskusi dengan Pak Isa dan dihadirkan pihak MUI, bisa ditemui di rumahnya Yogyakarta kompleks Sekolah Proklamasi 17 Agustus Ring Road Utara Barat, sehingga dapat dicari solusinya untuk kebaikan ummat Islam (karena itu lebih baik daripada membuat polemik di blog dengan yg menimbulkan emosi para pengikutnya dan perpecahan diantara ummat Islam).

Mohon maaf jika ada salah kata dan pernyataan yang menyinggung perasaan semua saudara seiman di blog ini.

Silahkan ditanggapi atas komentar saya ini, karena saya selalu terbuka dan berpikiran positif untuk bersama memajukan Islam.




&lt;blockquote&gt;Terimakasih atas komentar dan penilaian anda terhadap ajarana Isa Bugis.

Islam itu kebenaran Mutlak. Jadi kalau ada kesalahan maka dia bukan dari islam.

Anda dan saya sebagai orang yang awam terhadap agama islam ini saja sudah dapat menyalahkan ajaran isa bugis apa lagi jika yang menilai para ulama umat yang kokoh agamanya.

Permasalahan tafsir bukanlah permasalahan kecil karena alqur&#039;an tidak bermakna tanpa arti dan penjelasan tafsir. 
Bagaimana jadinya jika alqur&#039;an ditafsirkan menurut kaidah yang pak isa ciptakan sementara beliau bukan nabi bukan pula orang yang  ahli dalam bidang agama dengan kaidah-kaidah yang baku.

Bisa berlaku seperti pak isa yaitu menafsirkan alqur&#039;an mutlak menurut caranya sendiri dan mewajibkan seluruh kaum muslimin mengikutinya, serta menyalahkan semua tafsir yang telah ada dan disepakati oleh seluruh kaum muslimin, menghilangkan kaidah-kaidah ilmu nahwu shorof yang telah ma&#039;ruf dikalangan kaum muslimin sejak ribuan tahun yang lalu. Kecuali dia adalah nabiyullah atau rasulullah.

Dengan demikian walaupun pak isa tidak secara lisan mengatakan nabi namun secara hakikat dia telah menempatkan diri bagaikan nabi Allah.

maka ini bukan hanya sesat tetapi kesesatan sekaligus kebodohan yang sangat nyata. Dholuman jahula.

Saya bukan orang yang pinter saya hanya bertanya dan bertanya, dari mana pak isa punya ajaran seperti ini ? 

Dari Allah atau dari siapa ? 

Kalau mengaku dari Allah berarti dia mengaku mendapat wahyu

Kalau tidak dari Allah maka tunjukkan siapa gurunya ? karena orang tidak akan bisa tanpa ada yang mengajari.

Terakhir saya katakan : Bahwa suatu kesesatan pastilah disana ada kebenaran dan kebaikan, jika saja kesesatan dan kesalahan tidak ada kebaikan-kebaikannya dengan apa syithon dapat memalingkan manusia dari jalan yang benar ?

Beruntung saya dan anda dapat memilih mengambil kebenaran yang ada pada ajaran isa bugis dan meninggalkan kesalahan-kesalahannya. Kemudian bagaimana dengan mereka para pengikutnya ? 
Maka jika mau belajar ambillah dari orang-orang yang mengajari kita mengambil ajaran isalam dari sumbernya yaitu para ulama ahlussunnah waljamaah dalam kitab-kitab mereka yang telah disepakati oleh kaum muslimin sepanjang sejarah.

Kalaupun kita telah berada pada jalan ahlussunnah wal jamaah belum tentu kita tetap dapat kokoh berjalan dan mengamalkan ajaran-ajarannya karena syaithon terus akan menggoda dan memalingkan kita dari shorothol mustaqim, bagaimana jadinya jika kita berjalan pada jalan yang salah ?

Akhirnya saya ucapkan
Terimakasih pada anda yang membantu memberi pencerahan, mengungkap kesalahan ajaran isa bugis.

Semoga ulama kaum muslimin bangkit menjelaskan kerusakan dan kesesatan ajaran ini sehingga semakin sedikit orang-orang yang rusak ibadahnya karena tidak lagi memikirkan niat, padahal niat adalah unsur yang paling utama ketika beribadah.

sesunggunya sholatku, sembelihanku, hidupku, matiku, untuk Rabbul &#039;alamin. Bukankah ini permasalhan niat ?

demikian juga RAsulullah bersabda innamal a&#039;malu binniyat.

Apakah pernah ajaran isa bugis mengajari meluruskan niat dalam beribadah ? 

Semoga bermanfaat.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, sungguh banyak pencerahan dari tulisan dan diskusi pada blog ini&#8230;<br />
Terimakasih semua para saudara muslim baik yg mengikuti ajaran AQMSR maupun Abu Salma Mohamad Fachrurozi&#8230;</p>
<p>sbelumnya saya sedikit diskripsikan pengalaman saya. sbelum saya menikah saya adalah seorang yg dari mulai lahir belajar memahami islam dari para guru dan terutama dari orang tua (yg melandaskan ajaran Al Quran menurut ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah) hingga dewasa. Kemudian saya menikah dan mendapatkan istri dari keluarga yg menganut Dinul Islam menurut ajaran AQMSR. Istri saya belajar &#8220;mengkaji&#8221; tiap malam jumat seminggu sekali dengan para ustadzah yg telah dipercaya untuk mengajarkan AQMSR (Al Quran Menurut Sunnah Rasul).<br />
Awalnya stelah beberapa bulan menikah saya disuruh ikut belajar &#8220;mengkaji&#8221; oleh keluarga istri dgn para ustadz mereka dan saya baru tau ada ajaran Dinul Islam dgn AQMSR nya.<br />
Dari situ saya tau ajaran AQMSR dan pastinya saya menolak dgn ajaran itu krn tidak sesuai dgn apa yg saya pelajari sebelumnya&#8230; (terutama adalah penafsiran Al Quran). Namun saya berfikir lain tidak ada salahnya saya belajar krn dapat memperluas pengetahuan &amp; wawasan selama Allah Azza Wa Jalla yg kita sembah. Toh saya liat keluarga istri saya masih menjalankan ibadah membaca Syahadat, sholat 5 waktu, berpuasa, berzakat, dan ada diantara mereka yg beribadah haji bagi yg mampu. Dalam kehidupan sosial masyarakat mereka juga baik seperti umat islam yang lainnya (ada yg rukun &amp; tidak rukun, ada yg ramah/sopan dan ada juga yg sebaliknya, ada yg pendiam dan ada juga yg menggunjingkan masalah orang lain baik maupun buruknya; intinya sama dgn masyarakat yg bukan dari anggota pengikut mereka). Di lain pihak, mereka juga loyal dan fanatik terhadap pimpinannya jadi mereka marah jika pimpinan mereka dianggap salah dan dibantah atas segala ucapannya. Sama juga dengan masyarakat muslim lainnya, jadi itu adalah hal yg manusiawi.<br />
Setelah lama saya pelajari dan &#8220;belajar mengkaji&#8221; dengan ajaran AQMSR saya mencoba untuk menerima ajaran tersebut, namun akhirnya saya menyatakan tidak smuanya menerima ajaran AQMSR karena ternyata memang ada &#8220;beberapa&#8221; hal yang sesuai dan &#8220;banyak&#8221; hal yg &#8220;kurang&#8221; sesuai dan perlu dibenarkan menurut Wahyu Allah yaitu Al Quran. </p>
<p>Mengapa saya berani menyatakan demikian, karena :</p>
<p>Pertama, waktu saya bertemu dengan Pak Isa, beliau adalah sosok org yg kharismatik, berwawasan luas ttg Sejarah Islam, Al Quran, &amp; Assunnah, serta tutur bahasanya baik dalam menerangkan setiap ajarannya. Kami berdiskusi banyak ttg Al Quran dan dari situ saya tau betul bahwa tafsir AQMSR itu adalah mutlak atas penafsiran Pak Isa dengan dasar kemampuan tata bahasa dan pemikirannya sendiri. Pemikiran dan penafsiran itu sama sekali tidak salah bagi Pak Isa sendiri krn beliau ingin mengimplementasikan Al Quran dalam kehidupan spiritualnya menurut Sunnah Rasul dan beliau meyakini bahwa itu benar. Namun saya katakan hal itu tidak bisa diajarkan pd org lain apalagi yg tingkat spiritualnya msh kurang krn bisa salah kaprah. Belau menjawab, karena beliau ingin orang muslim memiliki keyakinan yg sama dengan apa yg beliau yakini.<br />
Saya jawab itu sama sekali tidak bisa krn Pak Isa bukan Rasul/Nabi yg menerima wahyu langsung yg bunyinya sperti yg Pak Isa tafsirkan. Masalahnya ini jelas Wahyu-Nya (tulisan, lafadz, maupun artinya). Nah masalah penafsiran semua orang bisa berbeda-beda, makanya ada landasan untuk menafsirkan dgn merujuk pada pendapat para ulama terdahulu (saya sebutkan para ulama bukan satu ulama yg artinya sudah dikaji betul-betul kesepakatan tafsirnya). Jelas artinya bahwa ArRahman itu Yang Maha Pengasih dan ArRahim itu adalah Yang Maha Penyayang (masalah tafsir Maha Pengasih dan Maha Penyayang ya itu setiap individu muslim berhak menafsirkan sesuai keyakinannya agar bisa di implementasikan dalam kehidupan spiritualnya dan lebih bagusnya menafsirkan atas dasar pendapat para ulama yang shahih).<br />
Dan diskusi dgn Pak Isa tersebut saya akhiri demi kemaslahatan bersama mudah2an Pak Isa dapat bijak memikirkan dan memahaminya.</p>
<p>Kedua, mengenai masuknya ajaran Islam di Indonesia atau dikatakan di seluruh dunia dinilai tidak murni oleh jamaah AQMSR krn telah di &#8220;kriminalisasi&#8221; oleh Yahudi. Kita semua tentu sangat yakin dan percaya bahwa Allah selalu menjaga ajaran Al Quran sampai nanti saatnya yaumil akhir, jadi tidak ada yg tidak murni. Jika cara penyebaran Islam pada masa Wali Songo itu dijadikan alasan tentunya itu adalah cara dakwah yg terbaik pada masa itu untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat, yg jelas tidak mengajarkan tafsir yg neko-neko, meskipun itu mempengaruhi budaya atau istiadat sampai sekarang tapi yg penting tidak melenceng dari ajaran Al Quran. Sama halnya seperti AQMSR mengadakan &#8220;pengkajian&#8221; dakwah tiap malam hari kumpul bareng membahas Dinul Islam.<br />
Lalu jika Islam sudah tidak murni lagi tentunya sudah dari dulu sebelum kita lahir terjadi kiamat kubro. Jadi apakah AQMSR itu murni&#8230;? (ya tidak murni lagi karena ditafsirkan oleh Pak Isa, ya to&#8230;? kalau mau yg murni ya belajar sendiri, apa bisa&#8230;? wajib bisa&#8230; caranya belajar dari sumber yg sudah terpercaya kesahihannya).</p>
<p>Kemudian mengenai istilah Islam, kalau AQMSR tidak mau menyebut Agama Islam (atau disebut Islamisasi) krn ada skenario kriminalisasi dari yahudi dan lebih suka dengan menyebutnya Dinul Islam, apa bedanya? (dari segi arti dan tafsir lho karena ini lagi-lagi masalah tafsir dan fanatisme).<br />
Saya berfikir dan pernah menyatakan bagaimana kalau AQMSR diubah menjadi SRMAQ (Sunnah Rasul Menurut Al Quran) dgn alasan bahwa Rasul melakukan sunnah-sunnahnya berdasarkan Al Quran dari Wahyu yg diturunkan Allah, jadi bukan Al Quran yg mengikuti Sunnah Rasul (meskipun dalam hati saya tdk setuju juga krn hanya melemparkan wacana, tapikan sah-sah saja kalau saya punya pemikiran dan penafsiran berbeda, lha wong Pak Isa saja bisa menafsirkan masa&#8217; saya tidak bisa, ya to&#8230; tapi krn saya tidak punya fans ya tidak ada yg fanatik terhadap pendapat saya&#8230; he he&#8230; kacian deh gw).</p>
<p>Hal terakhir yang membuat saya janggal adalah mengenai Ibadah Haji. Pak Isa memang tidak melarang pengikutnya menunaikan Ibadah Haji tetapi beliau menekankan bagi setiap anggota yang mampu untuk mengutamakan shodaqoh membangun sekolah demi memperkuat syiar ajarannya daripada melaksanakan Haji. Saya pun tidak tahu apakah Pak Isa sudah melaksanakan Ibadah Haji atau belum meskipun saya tahu sepertinya sudah namun tidak secara terang-terangan diketahui oleh pengikutnya. Jika itu benar maka Insya Allah itu merupakan Ibadah yg mulia krn untuk menjaga riya. Namun kalau belum mengapa tidak berhaji padahal Haji merupakan Ibadah wajib mutlak hukumnya bagi yg mampu utk menyempurkan kehidupan spiritual seorang Muslim/ah. Dan shodaqoh adalah ibadah sunnah, mengapa demikian&#8230;? Hal ini menyebabkan banyak dari para pengikutnya enggan beribadah Haji dan kalau pun mereka menunaikan Haji jika ditanya mereka menjawab pergi piknik bukan beribadah mengharapkan ridlo Allah. Mungkin alasannya adalah agar mereka tidak disebut Pak Haji / Ibu Haji dan keberangkatan mereka dirahasiakan dilingkungan masyarakat agar tidak ada orang yg mengantarkan keberangkatan mereka. Jika niat mereka untuk menghindari riya, saya bersyukur. Tapi jika niat mereka menganggap bahwa Haji merupakan ibadah yg tidak penting, naudzubillah. Karena ada kisah nyata seorang ustadz kaya raya orang kepercayaannya Pak Isa yg berangkat beribadah Haji tapi dia berangkat atas desakan keluarganya (orang tuanya yg sudah tua ingin melihat anaknya berangkat Haji) sehingga dia berangkat Haji, namun murid-muridnya memprotes bahkan Pak Isa pun ikut protes. Saya tidak tahu apa niat ustadz ini berangkat Haji, mdh2an menjadi Haji yg Mabrur&#8230; Amin. Dan dia tidak mau disebut Pak Haji meskipun masyarakat sekitar memanggilnya dgn sebutan itu&#8230; he he&#8230;<br />
Kalau bagi sya mau dipanggil Pak Haji kek atau enggak atau mau diantar warga kek atau enggak kek&#8230; ya tdk masalah kan itu hanya urusan sosial kemasyarakatan dan istilah bagi yg berhaji terutama di kawasan asia tenggara yg penting kan niatnya to&#8230; Kembalikan semua kepada Allah dengan mengharap Ridlo Nya supaya tidak riya.</p>
<p>Demikian mungkin pengalaman saya mengenai wacana yg telah dituliskan oleh saudara Abu Salma, mudah2an kita bisa belajar bersama secara benar mengenai kehidupan spiritual kita masing-masing karena urusan tanggung-jawabnya hanya kepada Allah bukan kepada Mas Abu atau Pak Isa. Perlu saya garis bawahi bahwa ajaran Pak Isa yang baik dan sesuai masih saya pakai tapi yang tidak sesuai saya pelajari lagi agar mendapatkan pemahaman yg lebih baik. Dan ajaran Pak Isa menurut saya sangat baik jika orang yg mempelajarinya sudah memiliki tingkat spiritualitas dan keilmuan yg lebih tinggi bukan untuk orang yg masih kurang dalam pemahamannya. Ajaran Pak Isa melalui AQMSR masih sesuai dengan syariat dan tauhid, hanya saja tafsirnya terhadap Al Quran dan Assunnah yg perlu diluruskan (ini sangat berbahaya bagi orang yg baru belajar Islam).</p>
<p>Saran untuk Mas Abu&#8230; kalau bisa mohon mengajak berdiskusi dengan Pak Isa dan dihadirkan pihak MUI, bisa ditemui di rumahnya Yogyakarta kompleks Sekolah Proklamasi 17 Agustus Ring Road Utara Barat, sehingga dapat dicari solusinya untuk kebaikan ummat Islam (karena itu lebih baik daripada membuat polemik di blog dengan yg menimbulkan emosi para pengikutnya dan perpecahan diantara ummat Islam).</p>
<p>Mohon maaf jika ada salah kata dan pernyataan yang menyinggung perasaan semua saudara seiman di blog ini.</p>
<p>Silahkan ditanggapi atas komentar saya ini, karena saya selalu terbuka dan berpikiran positif untuk bersama memajukan Islam.</p>
<blockquote><p>Terimakasih atas komentar dan penilaian anda terhadap ajarana Isa Bugis.</p>
<p>Islam itu kebenaran Mutlak. Jadi kalau ada kesalahan maka dia bukan dari islam.</p>
<p>Anda dan saya sebagai orang yang awam terhadap agama islam ini saja sudah dapat menyalahkan ajaran isa bugis apa lagi jika yang menilai para ulama umat yang kokoh agamanya.</p>
<p>Permasalahan tafsir bukanlah permasalahan kecil karena alqur&#8217;an tidak bermakna tanpa arti dan penjelasan tafsir.<br />
Bagaimana jadinya jika alqur&#8217;an ditafsirkan menurut kaidah yang pak isa ciptakan sementara beliau bukan nabi bukan pula orang yang  ahli dalam bidang agama dengan kaidah-kaidah yang baku.</p>
<p>Bisa berlaku seperti pak isa yaitu menafsirkan alqur&#8217;an mutlak menurut caranya sendiri dan mewajibkan seluruh kaum muslimin mengikutinya, serta menyalahkan semua tafsir yang telah ada dan disepakati oleh seluruh kaum muslimin, menghilangkan kaidah-kaidah ilmu nahwu shorof yang telah ma&#8217;ruf dikalangan kaum muslimin sejak ribuan tahun yang lalu. Kecuali dia adalah nabiyullah atau rasulullah.</p>
<p>Dengan demikian walaupun pak isa tidak secara lisan mengatakan nabi namun secara hakikat dia telah menempatkan diri bagaikan nabi Allah.</p>
<p>maka ini bukan hanya sesat tetapi kesesatan sekaligus kebodohan yang sangat nyata. Dholuman jahula.</p>
<p>Saya bukan orang yang pinter saya hanya bertanya dan bertanya, dari mana pak isa punya ajaran seperti ini ? </p>
<p>Dari Allah atau dari siapa ? </p>
<p>Kalau mengaku dari Allah berarti dia mengaku mendapat wahyu</p>
<p>Kalau tidak dari Allah maka tunjukkan siapa gurunya ? karena orang tidak akan bisa tanpa ada yang mengajari.</p>
<p>Terakhir saya katakan : Bahwa suatu kesesatan pastilah disana ada kebenaran dan kebaikan, jika saja kesesatan dan kesalahan tidak ada kebaikan-kebaikannya dengan apa syithon dapat memalingkan manusia dari jalan yang benar ?</p>
<p>Beruntung saya dan anda dapat memilih mengambil kebenaran yang ada pada ajaran isa bugis dan meninggalkan kesalahan-kesalahannya. Kemudian bagaimana dengan mereka para pengikutnya ?<br />
Maka jika mau belajar ambillah dari orang-orang yang mengajari kita mengambil ajaran isalam dari sumbernya yaitu para ulama ahlussunnah waljamaah dalam kitab-kitab mereka yang telah disepakati oleh kaum muslimin sepanjang sejarah.</p>
<p>Kalaupun kita telah berada pada jalan ahlussunnah wal jamaah belum tentu kita tetap dapat kokoh berjalan dan mengamalkan ajaran-ajarannya karena syaithon terus akan menggoda dan memalingkan kita dari shorothol mustaqim, bagaimana jadinya jika kita berjalan pada jalan yang salah ?</p>
<p>Akhirnya saya ucapkan<br />
Terimakasih pada anda yang membantu memberi pencerahan, mengungkap kesalahan ajaran isa bugis.</p>
<p>Semoga ulama kaum muslimin bangkit menjelaskan kerusakan dan kesesatan ajaran ini sehingga semakin sedikit orang-orang yang rusak ibadahnya karena tidak lagi memikirkan niat, padahal niat adalah unsur yang paling utama ketika beribadah.</p>
<p>sesunggunya sholatku, sembelihanku, hidupku, matiku, untuk Rabbul &#8216;alamin. Bukankah ini permasalhan niat ?</p>
<p>demikian juga RAsulullah bersabda innamal a&#8217;malu binniyat.</p>
<p>Apakah pernah ajaran isa bugis mengajari meluruskan niat dalam beribadah ? </p>
<p>Semoga bermanfaat.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Agar Tidak Menjadi Teroris oleh omiyan</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/17/agar-tidak-menjadi-teroris/#comment-2511</link>
		<dc:creator>omiyan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:34:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=487#comment-2511</guid>
		<description>Wah makasih banyak mas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah makasih banyak mas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Musuh dalam Selimut oleh A Seen</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/14/musuh-dalam-selimut/#comment-2510</link>
		<dc:creator>A Seen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 04:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=484#comment-2510</guid>
		<description>wah tanggapanku ikang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah tanggapanku ikang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Agar Tidak Menjadi Teroris oleh rudisisyanto</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/17/agar-tidak-menjadi-teroris/#comment-2502</link>
		<dc:creator>rudisisyanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:26:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=487#comment-2502</guid>
		<description>terima kasih, mudah2an sy bisa diberi waktu untuk mendengarkan rekaman ini; dan bisa bermanfaat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih, mudah2an sy bisa diberi waktu untuk mendengarkan rekaman ini; dan bisa bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Agar Tidak Menjadi Teroris oleh Ibnu Rosyid Blogs &#187; Agar Tidak Menjadi Teroris</title>
		<link>http://abasalma.wordpress.com/2009/11/17/agar-tidak-menjadi-teroris/#comment-2501</link>
		<dc:creator>Ibnu Rosyid Blogs &#187; Agar Tidak Menjadi Teroris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:46:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abasalma.wordpress.com/?p=487#comment-2501</guid>
		<description>[...] Berikut link download daurah bersama Ustadz Luqman di Jogja berkaitan dengan terorisme dan khowarij. Baca selebihnya » [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Berikut link download daurah bersama Ustadz Luqman di Jogja berkaitan dengan terorisme dan khowarij. Baca selebihnya » [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
