Aku Tersesat

Mengapa Berbagai Paham Aliran Sempalan itu Tersesat ?

Dinukil dari : Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij hal. 35-36

Ada sebuah pertanyaan yang harus diajukan, yaitu: Mengapa mereka tersesat? Padahal mayoritas kelompok atau aliran tersebut menyatakan bahwa mereka berada di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah. Lalu apa yang menyebabkan mereka jatuh pada penyimpangan dan kesesatan?

Jawabannya: karena mereka hendak memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak dengan apa yang diajarkan dan diamalkan oleh generasi salaf. Masing-masing kelompok memiliki pemahaman yang berbeda terhadap nash-nash Al-Qur’an dan Al-Hadits serta cenderung bertabrakan satu sama lain sesuai dengan kepentingan kelompoknya masing-masing. Tiap-tiap kelompok menggunakan nash-nash Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tameng untuk melindungi penyimpangan dan kesesatan mereka. Dengan cara meletakkannya tidak pada tempatnya, tidak sesuai dengan apa yang telah dipahami, disampaikan dan diamalkan oleh generasi as-salafush shalih. Padahal Rasulullah sebagai junjungan dan penuntun kita, ketika menjelaskan akan munculnya perpecahan yang akan menimpa umat ini menjadi 73 kelompok, dan beliau ditanya tentang ciri-ciri serta kriteria satu-satunya kelompok yang selamat, dengan tegas beliau menjawab:

“Mereka (kelompok yang selamat itu) adalah orang-orang yang kondisinya berada di atas apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya pada hari ini.” [HR. Ath-Thabarani]

Begitu pula ketika beliau mengabarkan kepada para shahabatnya bahwa mereka akan menyaksikan perselisihan yang banyak, dengan tegas beliau memerintahkan para shahabatnya untuk berpegang pada prinsip/manhaj para Al-Khulafa‘ur Rasyidun bersamaan dengan prinsip/manhaj beliau. Dengan tegas pula beliau memperingatkan para shahabatnya dari bahaya bid’ah (logika, ra’yu, cara, atau paham yang diada-adakan). Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup (setelahku) akan mendapati perselisihan yang sangat banyak. Maka (dalam kondisi seperti itu) wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnah-ku dan sunnah para Al-Khulafa‘ur Rasyidun yang telah mendapatkan petunjuk setelahku. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi-gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam masalah agama), karena sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat. [dalam riwayat lain]: dan setiap kesesatan itu (tempatnya) di neraka. [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad]

Namun hawa nafsu hizbiyyah (semangat kekelompokan) yang membutakan telah menghalangi mereka dari mengikuti jejak generasi yang telah dipuji oleh Rasulullah dan dijadikan sebagai barometer kebenaran dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sikap seperti itu menggiring mereka untuk terus lebih mengedepankan logika dan cara pandang kelompoknya dibanding pemahamanan generasi as-salafush shalih. Sehingga mereka terus berada dalam kungkungan perpecahan dan sikap ‘ashabiyyah (sikap membela kelompok secara membabi buta).

Dari : Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij hal. 35-36

15 Komentar Add your own

  • 1. abuhir5  |  Februari 16, 2009 pada 8:17 am

    Assalamualaikum, saya tinggal di jambi bolehkan saya mengenal antum lebih dekat, karena biografi perjalan antum sangat berkesan dihati saya, dan saya orang yang sedang kebingungan dan mencari sesuatu sekarang, bisakah saya mendapat no hp antum, agar saya bisa berbicara

    JazakAllahu Khaira

    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
    Alhamdulillah jika niat anda tulus saya tunggu anda menelpon saya. 081 22 66 99990

    Balas
  • 2. jens  |  Mei 4, 2009 pada 11:24 pm

    assalamualaikum
    saya seorang awam ingin bertanya, kenapa kita tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak ada dalam qur’an atau hadits, tapi kita harus pula ikut salafushsholih, qur’an yang dibukukan itukan ada jaman sayid utsman , kenapa faatihah di awal harusnya kan al alaq,kenapa surat pendek di juz akhir harusnya kan al maidah, apakah itu bukan bid’ah yang nyata, tarawih berjamaah di mesjid tidak ada jaman rosul tapi masa khulafaurrosidin, karena jamaah banyak adzan jum’at dilakukan duakali itu jaman sayyid utsman kan, dan banyak lagi, kalau begitu para salafushsholih dulu sering berbuat bid’ah

    mohon penjelasan, terimakasih
    wassalamualaikum

    Balas
    • 3. Abu Salma Mohamad Fachrurozi  |  Mei 27, 2009 pada 11:59 am

      Wa’alaikum salam warahamatullahi wabarakatuhu

      Sebaiknya anda datang saja ke majlis-majlis ahlussunnah menuntut ilmu di sana dalam waktu yang cukup lama bergaul dengan mereka Insya Allah anda akan memahami permasalahan-permasalahan yang anda bingungkan.

      Tidak mungkin kebingungan anda itu hanya dijawab melalui tulisan dan waktu yang singkat
      wassalamu ‘alaikum

      Balas
  • 5. Kang Hanif  |  November 22, 2009 pada 7:57 pm

    Bismillah,
    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Salam kenal akhi.
    Mohon link ana ditautkan akhi. barakallahu fiik

    Hanif Abu Hanif
    Blog Kang Hanif

    Insya allah

    Balas
  • 6. Abu Abdillah  |  Januari 7, 2010 pada 9:14 am

    Akhi, nebeng pengumuman tabligh akbar ulama ahlusunnah,

    Mudah-mudahan dimuat, kalau tidak dimuat juga tidak apa-apa, syukran…. wa jazakallahu khairan..

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Hadirilah Tabligh Akbar bersama Syaikh
    Prof.Dr.Abdur Rozzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr حفظه االله
    (Dosen Ilmu Aqidah Program Pasca Sarjana di Fakultas Aqidah & Ushuluddin Universitas Islam Madinah)

    Insya Allah akan diselenggarakan dengan informasi sebagai berikut :
    Tema : أسباب السعادة Sebab-sebab Datangnya Kebahagiaan
    Penerjemah : ustadz Firanda Andirja Lc

    Waktu : Ahad 1 Shafar 1431 H /17 januari 2010
    Jam : 9.00 – Dzuhur
    Tempat : Masjid Istiqlal Jakarta

    Kajian Terbuka untuk Umum bagi kaum Muslimin dan Muslimat

    informasi : (021) 70736543, 08121055891, 085284077968,08161182781

    Ajaklah seluruh keluarga,handai taulan serta karib kerabat anda.
    Acara ini diselenggarakan oleh Radio Rodja 756 AM

    جزاكم الله خيرا

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Balas
  • 7. F. RAHMAN  |  November 19, 2010 pada 3:39 am

    ASSALAMUALAIKUM. sesungguhnya kebenaran hanya sejati hanya milik ALLAH .yg mengaku_2 dirinya dan kelomponya yg paling benar berarti dia telah menduakan ALLAH.

    Wa’alaikum salam. Pengakuan terhadap syareat Allah yang dibangun di atas dalil-dalil insya Allah adalah bukti keimanannya.
    Kalau anda berfikir seperti ini menunjukkan bahwa anda tidak yakin dan mengakui Islam adalah agama yang paling benar. Agama lainpun juga benar karena yang mengerti kebenaran sejati adalah hanya Allah.

    Betulkan anda tidak meyakini agama anda adalah agama yang paling benar dan paling selamat di sisi Allah ?

    Balas
  • 8. bambang suryono  |  Desember 27, 2010 pada 3:44 pm

    Ass. tolong berikan komentar antum tentang khilafah yang sering terdengar pada saat ini, apakah memang sudah waktunya ? atau kita tak boleh menunggu ? atau memang belum waktunya ? lalu bagaimana menterjemahkan perintah Allah QS Ali Imron 103 dan Hadist tentang Talzamu Jama’atal Muslimina wa Imaamahum ? dan bagai mana kalau kita tidak berbai’at apakah kita akan mati seperti jahiliyah, sementara kita tahu ayat dan hadistnya.!! kalau sudah ada kepada siapa kita menetapi jama’ah yang dimaksud Allah dan Rasulnya dan berbai’at kepada siapa ? mohon penjelasan. jazakumullah khoir semoga antum tidak keberatan memberikan pencerahan kepada kami yang masih mencari kebenarannya. wass.

    Balas
    • 9. Abu Salma Mohamad Fachrurozi  |  Januari 3, 2011 pada 8:56 am

      Wa’alaikum salam ……. pak bambang pertanyaan bapak membutuhkan jawaban yang banyak rasanya saya sudah tidak bersemangat lagi. jika memang bapak benar-benar mau mendengar penjelasan. Insya Allah saya mau berkunjung ke bapak untuk sekedar saling tukar pikirann. mungkin ini lebih bermanfaat

      kalau memang ya bapak dapat hubungi saya di email ; abusalma1969@gmail.com

      Balas
  • 10. johan  |  Januari 12, 2011 pada 6:43 pm

    asalamungalaikum,. sungguh menarik hati, saya sebagai orang desa yang baru kenal internet langsung dapat kajian-kajian yang tidak ada dikampung saya, salam kenal mas abu salma,.

    Balas
  • 12. johan  |  Januari 12, 2011 pada 6:45 pm

    oya nama saya joko handoko disingkat johan,.oke mas,..
    wangalaikumsalam

    Balas
  • 13. johan  |  Januari 12, 2011 pada 6:46 pm

    eh wasalamungalaikum,.

    Balas
  • 14. Kopral  |  April 10, 2012 pada 2:58 pm

    Oya mau nanya mas,islam akan ada 73 golongan n yng benar cuma 1 yaitu ahlu sunnah wal jamaah,pertanyaan saya ahlu sunnah wal jamaah itu sprt apa? N apa bedanya dngn aliran2 yng lain padahal semua aliran itu mengatakan haja min indillah,

    Balas
  • 15. Kopral  |  April 16, 2012 pada 2:03 pm

    Abusalma@saya banyak mengikuti tulisan2 anda tentang aliran2 sesat maupun tentang salafus shalih,saya sebagai penyimak (pembaca)menarik 1 kesimpulan bhw anda adlh orang yng paham betul tentang isi alqur’an hampir keseluruhan,saya katakan demikian krn merujuk kpd argumen2 anda dan perdebatan anda terhadap kelompok2 yng anda sebut dlm tulisan2 anda.saya jd timbul banyak p’tanyaan ttp saya ajukan 1 saja dulu lagi2 ini menyangkut aliran (saya sendiri bingung sebenarnya ini aliran atau organisasi) mudah2an di jawab kenapa nu dan muhammadiyah sering b’beda dlm pemahaman tentang agama sehingga ibadah masing2 ada yng b’beda dalam pelaksanaannya,apakah terjemahan alqur’an n hadis mrk beda?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.