Tanggapan Polemik Muhammadiyah Pemerintah Lebaran Dua Hari

Tanggapan Polemik Muhammadiyah Pemerintah Lebaran Dua Hari
Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Muhammadiyah lebaran tahun ini kebetulan bersama dengan Saudi dan kebanyakan negara-negara Islam di dunia. Hal ini dijadikan senjata untuk menyerang Pak Jamaludin (LAPAN) dan Pemerintah yang menetapkan tgl 31 Agustus 2011 sebagai 1 syawwal. Senjata seperti ini sangat memalukan karena Muhammadiyah sendiri sering berbeda dengan Saudi Arabiya.

Lihat saja pada tahun-tahun yang telah lewat. Bukti menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak konsisten.

Menjadikan Saudi sebagai pembenaran ketika kebetulan sama, pada saat asama sekali ketika ketetapan Muhammadiyah berbeda dengan keputusan Saudi.

Itu satu sisi, Pada satu sisi yang lain

kenapa Muhammadiyah harus bangga dikarenakan secara kebetulan bersamaan dengan Saudi ? Dan mengapa pula itu semua digunakan sebagai pembenaran keputusannya ?

Padahal jelas metode penetapannya berbeda.

Saudi menggunakan ru’yatul hilal untuk menetapkan masuknya awal-awal bulan, adapun Muhammadiyah menggunakan hisab murni yaitu hisab wujudul hilal.

Adapun yang ketiga yang perlu diketahui juga bahwasannya Suudi memang memiliki otoritas menentukan masuknya awal bulan karena mereka adalah penguasa / ulil amr, kalau muhammadiyah apakah dasarnya sehingga mereka berani meutuskan masuk keluarnya bulan-bulan Islam ?

Bukankah Muhammdiyah semata-semata organisasi ?

Sehingga dari hal ini kita simpulkan ada tiga hal yang sangat berbeda antara Saudi dan Muhammadiyah yang ini tidak bisa dijadikan sebagai landasan pembenaran keputusan 1 syawal Muhammadiyah 1432 H kali ini, kita ulangi :

1. Muhammdiyah tidak selamanya bersama dengan Saudi

2. kalau kebetulan sama akan tetapi hakikatnya berbeda karena Saudi ditetapkan dengan ru’yatul hilal dan Muhammadiyah dengan hisab murni

3. Saudi memang punya otoritas sebagai pemerintah / ulil amri adapun Muhammadiyah seandainya memiliki jiwa yang besar dan menghargai kebersamaan tidak selayaknya mengambil keputusan sendiri menyelisi penguasanya yang telah disepakati oleh kaum muslimin Indonesia bahwa mereka adalah pemimpin bagi kaum muslimin.

Ini semua menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak ada itikad baik untuk bersama, padahal Puasa Romadhon, Idul Fitri dan Idul Adha adalah amalan jamaah yang semestinya kaum muslimin untuk bersama-sama mengamalkannya.

Tidak lain karena Muhammadiyah sangat fanatik dan menganggap hisabnya terbaik di dunia. Padalah dalam satu sisi Allah menentapkan dan memerintah kepada kita untuk melihat bulan dalam mengawali awal-awal bulan.

Sebagian ada yang mengatakan bukankah indonesia bukan negara Islam ? Sehingga kita bebas menentukan lebaran masing-masing ?

Siapa bilang negara kita bukan negara Islam ?
Tanyakan ke OKI atau komunitas kaum muslimin dunia Apakah negara Indonesia ini negara Islam apa bukan ?

Presiden kita Islam, Wakilnya dan mentri-mentrinya mayoritas islam, demikian juga anggota DPR dan instansi-instansi yang lainnya adalah mereka kaum muslimn, mereka melakukan sholat idul fitri dan ini kontek yang sedang kita bahas.

Bahkan dalam hal ini (‘Idul Fitri) mereka (Pemerintah dan lembaga yang ditunjuk) menggunakan kaidah-kaidah syar’i dalam menentukannya, alhamdulillah dengan hisab untuk perkiraannya dan dengan ru’yatul hilal sebagai pembuktiannya.

Demikian juga negara kita alhamdulillah mengurusi haji kaum muslimn, mensyaratkan kepentingan-kepentingan kaum muslimn seperti POM bensi harus ada Mushollanya demikian juga kepentingan umum lainnya di sana diberi fasilitas-fasilitas MAsjid dan mUsholla bukankah ini menunjukkan pemerintah kita pemerintah muslim ?

Coba sekali-kali anda berkunjung ke Australi, china atau negeri-negeri kafir dapatkan anda menemukan fasilitas-fasilitas publik seperti di INdonesia ?

Kemudian terkait dengan Hak beragama tiap individu, semestinya difahami seperti berkut :
Pemerintah / Negara Indonesia menjamin penduduknya beragama dengan agamanya masing-masing. Ini harus difahami bahwa :

a. setiap individu boleh beragama sesuai dengan yang diyakininya entah itu Islam, Kristen dll. (Sebagai kaum muslimin yang berakidah hendaknya mengatakan bahwa Agama selain Islam adalah salah dan pemeluknya akan dimasukkan ke neraka)

b. Setiap individu boleh melakukan keyakinan agamnya selagi tidak menganggu / merusak hak agama individu orang lain.

c. Setiap individu bebas melakukan agamanya selama tidak merusak tatanan agama tertentu yang dibangun diatas prinsip-prinsip agama tersebut.

(Tiga kontek di atas adalah sebagai orang muslim semestinya melakukan amar makruf nahi mungkar menjelaskan amalan-amalan yang merebak di masyarakat namun salah dari tuntunan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam)

Dalam point c inilah yang hendak saya bahas.

Sebagai contoh : Islam adalah agama yang mengakui Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabi terakhir, maka pemerintah berrkewajiban melindungi keyakinan dan agama rakyatnya, pemerintah tidak boleh diam tatkala ada manusia atau komunita s yang mengaku beragama Islam akan tetapi mengatakan pemiminnya adalah Nabi setelah Nabi Muhammada shallallahu ‘alaihi wasalalm. Maka sudah selayaknya pemerintah turut campur dalam urusan hal semacam ini, harus bertindak dan meluruskan faham-faham yang sesat dari islam yang sebenarnya.

Demikian juga untuk urusan amalan jamaah (amalan bersama-sama) seperti idul fitri dan idul adha, haji, sudah benar jika pemerintah mengajak komuntas kaum muslimin dan lembaga-lembaga kaum mulsimin yang ada seperti MUI, DEPAG yang memang kaum muslimin sebenarnya sudah tersirat sepakat untuk menyerahkan urusan kaum muslimin yang menyangkut urusan orang banyak kepada mereka.

Contoh :

Pernikahan —-> menyerahkan urusannya kepada KUA
Halal haramnya suatu produk —> MUI
Surat-surat dan jadwal penerbangan haji —> depag dan yang terkait.

Saya kira sebagai bangsa yang beradab dan cerdas kita sepakat bahwa itu semua adalah urusan jamaah kaum muslimin dan kita serahkan perkara tersebut kepada pemerintah yang mengatur urusan orang banyak.
Adapun hak-hak individu yang tidak ada kaitannya dengan kaum muslimn kita sepakat dikembalikan kepada keyakinan kita masing-masing.

Contoh anda dalam keadaan safar misalnya mau sholat dua rakaat atau empat rakaat pada saat dzuhur, ini urusan anda sendiri murni tidak ada kaitannya dengan orang lain silahkan amalkan keyakinan anda.

Jadi mohon ini di bedakan jika memang kita ingin menjadi manusia yang bermartabat.

Betapa rusaknya agama ini jika semuanya diserahkan kepada Individu.

Kemudian kembali kepada Idul Fitri dan idul Adha,

Hak siapakah keputusan masalah ni ?

Sebelum kita bersepakat kita menjawab pertanyaan yang berikut ini ?

Kepentingan siapakah ini ? Individu muslim apa jamaah kaum muslimn ?

Tentunya jwabnya adalah kepentingan jamaah kaum muslimin di Indonesia ini, dan sebagai bangsa yang bermartabat hendaknya kita mengembalikan kepada urusan ini kepada pemimpin yang telah diserahi oleh kaum muslimin untuk mengatur urusan-urusan kaum muslimin dalam hal ini adalah pemerintah.

Dan seperti itulah yang diamalkan oleh negara-negara yang lainnya.

Kita tidak menyebut Saudi saja, lihatlah Brune dan Malaysia misalnya, apakah keputusan Idul Fitri dan Idul Adha ditentukan oleh pribadi-pribadi dan kelompok ?

Silahkan ditanyakan sendiri.

Kemudian, semua itu tidak menutup kemungkinan diberikan kebebasan individu untuk melakukan amalan pribadinya.

Sebagai contoh adalah sebagai berikut :

Misalnya ada individu yang telah melihat hilal namun pemerintah menolah kesaksiannya.

Maka individu tersebut diberi kebebasan tidak berpuasa pada 30 Romadhon akan tetapi tetap beridul ber idul fitri bersama jamaah kaum muslimin, karena yang memutuskan idul fitri hanya satu yaitu pemerintah.
Yang seperti inilah yang diajarkan dan sebagai perbincangan kalangan ulama terdahulu.
Walaupun yang paling baik (menurut penulis) adalah berpuasa dan berhari raya bersama pemerintah dan seluruh kaum muslimin.

Dengan hati yang jernih dan pikiran yang cerdas mestinya kita mementingkan kepentingan umum.

Perlu saya gambarkan keadaan berikut :

Kita sepakat warga Muhammadiyah adalah banyak, mereka telah tersebar di lingkungan masyarakat, mereka sudah berbaur dengan dengan seluruh kaum muslimn di Indonesia ini.

Keputusan Idul fitri Muhammadiyah yang berbeda dengan pemerintah senantiasa menjadikan sebagian warga dan simpatisan Muhammadiyah beramal dengan keraguan.

Contohnya sebagi berikut :

Seorang Perempuan Muhammday menikah dengan Laki-laki Non Muhammadiyah, yang mana keluarga tersebut berada di lingkungan NOn MUhammadiyah yang berhari raya bersama pemerintah maka, Ibu Perempuan Muhammadiyah tersebut tidak bisa berhari raya dengan nyaman karena disatu sisi Muhammadiyah sudah berhari raya (termasuk dia sebagai simpatisan) akan tetapi Suami dan lingkungan masih berpuasa. Maka mau sholat id sama siapa dia sedangkan lingkungan tidak ada yang berhari raya ?

Jangan anda hanya membayangkan diri anda yang hidup di lingkungan Muhammadiyah yang bisa berhari raya selalu mengikuti keputusan Muhammadiyah ?
Dan yang seprti ini nyata.

Maka keberanian Muhammdiyah menentang keputusan idul Fitri Pemerintah yang telah nyata didukung oleh semua ormas islam yang ada pada hakikatnya bukan tindakan hikmah dan sayang terhadap pengikutnya yang mereka sangat mungkin ada bahkan banyak yang tinggal di komuntas-komuntas non Muhammadiyah yang berlebaran bersama pemerintah.

Mudah-mudahan bermanfaat.
Saudara kalian yang lahir dari lingkungan Muhammadiyah : Abu Salma Muhammad Fachrurozi

Bukti Muhammadiyah sering beda dengan Saudi
http://rukyatulhilal.org/artikel/23-tahun-isbat-indonesia.html

About these ads

13 thoughts on “Tanggapan Polemik Muhammadiyah Pemerintah Lebaran Dua Hari

  1. Mohamad Fachrurozi Ibnu Rosyid September 5, 2011 pukul 3:54 pm Reply

    Bukti Muhammadiyah sering beda dengan Saudi

    http://rukyatulhilal.org/artikel/23-tahun-isbat-indonesia.html

  2. Nur Harjanto September 5, 2011 pukul 10:05 pm Reply

    Mohon maaf kalo salah, saya tidak melihat Muhammadiyah menjadikan kesamaan Hisab-nya dengan Saudi dan negara lain sebagai pembelaan. Yang saya tangkap adalah mereka mempertahankan konsep Hisab yang diyakininya (dan itu sah-sah aja) dengan tetap mengedepankan sikap toleran. Bahkan disini saya melihat Muhammadiyah yang menjadi obyek cercaan dari Prof Djamaluddin dan ormas lain yang meyakini imkanurrukyah dan meminta Muhammadiyah meninggalkan keyakinannya (Hisab) untuk beralih ke Imkanurrukyah

  3. Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 6, 2011 pukul 10:34 am Reply

    Untuk alimnya Muhammadiyah alangkah indah dan baiknya jika mau memperhatikan yang ini di dengarkan dan di ajarkan kepada warganya.

    http://olamayemen.com/sounds170sh4.html

  4. Qahar September 7, 2011 pukul 1:15 am Reply

    penulisx cari2 perhatian, mau tenar juga ya kayak Prof. Thomas itu, Dasar Djamaludiniyah.. hehehe

  5. Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 7, 2011 pukul 9:16 am Reply
  6. rela setia September 9, 2011 pukul 12:58 pm Reply

    Mohon maaf kepada penulis : abu salma ibnu rosyid

    Saya kira hanya orang bodoh yang masih saja membicarakan tentang perbedaan penetapan 1 syawal 1432 H dengan menorehkan argument bahwa penetapan 1 syawal yang ditetapkan oleh Muhammadiyah adalah seolah olah berpatokan dengan saudi.

    begini, mungkin anda terlalu awam akan fakta yang terjadi ketika pelaksanaan penetapan 1 syawal 1432 H,

    sebagai bukti ketidak percayaan massyarakat terhadap keputusan pemerintah yang menetapkan 1 syawal jatuh pada tanggal 31 agustus 2011,

    : 1. banyak masyarakat non muhammadiyah , bahkan penganut paham NU dan ormas” lain yang melaksanakan sholat ied bersamaan dengan muhammadiyah,

    2. mayoritas masyarakat banyak yang tidak melaksanakan puasa pada tanggal 30 agustus 2011 sesuai dengan yang tetapkan oleh pemerintah.

    3. pada malam ke 30 agustus 2011, bulan sudah tidak berbentuk hilal bahkan sudah berbentuk bulat,
    dan masih banyak lagi bukti” yang lain nya.

    APAKAH ANDA TAU SEMUA YANG MENYEBABKAN ATAS BUKTI” DIATAS ????????

    saya bisa menyimpulkannya:

    1. pada sidang itsbat, terlihat banyak para pemberi pendapat, ormas islam kecuali muhammadiyah, terlalu mendesak pemerintah dalam artian memprovokasi agar 1 syawall jatuh pada 31 agustus 2011.

    2. pemerintah ragu-ragu dalam menetapkan 1 syawal.

    saya harap anda tidak seperti orang” yang FANATIK”

    RELA SETIA_Aktivis ortom MUHAMMADIYAH LAMPUNG

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 9, 2011 pukul 7:04 pm Reply

      Bagi saya sendiri jika saya penguasa jika ada orang y ang bersumpah melihat hilal akan saya tetapkan sebagai satu syawwal.

      Hanya saja Muhammadiyah kan tidak berdasarkan rukyatul hilal. jauh sebelum ada orang yang menyatakan melihat hilal Muhammadiyah sudah mengumumkan 1 syawwal 30 Agustus 2011.

      • Awam September 16, 2011 pukul 2:31 pm

        Kan ada yang sudah lihat bulan, contohnya di Cakung dan Jepara; tetapi gara-gara teori si Jamaluddin maka kesaksian dibawah sumpah itu dinyatakan tidak berlaku. Pemerintah lebih percaya si Jamaluddin, dan mengabaikan saksi yang sudah melihat hilal.
        Jadi saya kira keputusan lebaran tgl 31 Agt 2011 sudah diopinikan 1 atau 2 hari sebelum sidang isbat ( oleh MUI dan LAPAN )
        Saya pikir kedepannya LAPAN tidak perlu diikutkan dalam sidang Isbat, hanya memperkeruh saja.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 9, 2011 pukul 7:10 pm Reply

      Akan tetapi dalam kasus kemarin bahwa sannya sidang menentukan 1 syawal 31 Agustus 2011 maka kita mengikutinya.

  7. Udi Priharyono September 15, 2011 pukul 4:05 pm Reply

    Seingat saya selama ini tidak pernah yang namanya lebaran mundur yang ada adalah lebarannya maju, entah itu Muhamadiyah atau NU karena kalendernya dibikin puasa 30 hari. Cuma saya agak bingung mengapa pemerintah tidak konsisten terhadap apa yang telah dibikinnya sendiri. Sampai sampai menyampaikan informasi yang tidak akurat bahwa Malaisya, Brunai dan Singapura 1 Syawalnya jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011

    Salam

    Udi Priharyono

  8. Ikhwan Februari 21, 2012 pukul 5:50 pm Reply

    Assalamualaikum Pak Ibnu Rosyid,

    Pak Rosyid, tidak lah terlalu penting anda mendramatisir jika anda berasal dari lingkungan muhammadiyah terus anda mementahkan metode hisab muhammadiyah. Saya ambil analogi lain, berapa banyak orang yang bersal dari kelurga muslim tapi mereka tidak meyakini dan mengamalkan tata cara dan kebiasaan orang muslim (sholat,dll)…Sama hal nya dgn anda, tidak lah menjadi masalah walau anda saat ini sudah tidak cocok dgn keputusan2 & kebiasaan Muhammadiyah, itu hak anda. TAPI, yang menjadi masalah adalah keyakinan anda yang menyatakan bahwa anda paling benar.

    Semua hal kalau kita ngotot dgn keyakinan kita masing2 pasti merasa paling benar. Tahukah anda bahwa walau muhammadiyah berlebaran berbeda dgn pemerintah, tidak ada sedikitpun penyalahan bahkan penyesatan pada pemerintah dan kelompok lain yang tidak berlebaran sesuai dgn muhammadiyah. Jadi, saran saya mari kita intropeksi bersama, masih banyak lahan amar makruf nahi mungkar di depan kita ketimbang selalu mendebatkan mana yang benar dan salah dalam 2 lebaran berbeda.

    Sengaja saya hanya berkomentar scr moral, tidak secara substansi ilmu hisab rukyat maupun syar’i karena menurut saya hal ini yg lebih penting buat anda ! (utk saling watawa sau bil haq watawa sau bissobri).

    Maaf bila ada salah kata.
    Fastabiqul Khoirot

    salam,
    Ikhwan

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Februari 23, 2012 pukul 9:39 am Reply

      Agama adalah keyakinan, jadi semua yang sudah saya yakini adalah apa yang paling benar menurut saya.
      Keyakinan saya ini bukan suatu paksaan pada orang lain untuk seperti saya. Silahkan jika tidak meyakini apa yang telah saya yakini itu bukan urusan saya

  9. muhammad arif hidayattullah Februari 25, 2012 pukul 8:24 pm Reply

    assalamualaikum,.
    Msh ingat gx ma aku??

    Kox di post2 anda spertinya anda benci bget dgn jama’ah muslimin,
    walaupun tidak scra langsung,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: