Permasalahan At-turots Telah Selesai
Mohon Maaf Kepada Para Komentator
Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi
Kepada seluruh pengunjung blog ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya berkenaan komentar-komentar para pembaca yang masuk kemudian kami hapus. Terkhusus komentar-komentar yang berkaitan dengan at-turots.
Berdasarkan sumber dan komen serta nasehat para pengunjung bahwa permasalahan at-turots telah selesai dan sudah semestinya para thulab untuk berkonsentrasi belajar tanpa harus membahas persoalan tersebut.
Berikut adalah beberapa dasar hal tersebut :
1. Telah dibahas oleh Al-Ustadz Askari silahkan download di sini : Hancurnya Menara Kemegahan Ihya uTturots
2. Komentar saudara kita Abu Fathimah Heriyanto, di/pada Oktober 8th, 2009 pada 11:58 am Dikatakan:
Sudah ada persaksian dari para asatidz yang dahulunya bergabung dengan At Turots Indonesia, menjelaskan tentang hubungan At Turots Indonesia dengan Jumiyyah Ihya At Turots Kuwait pimpinan Abdurrahman Abdulkholiq, maka gak usah diperpanjang lagi..
Ditekankan disini, bahwa ustadz2 tersebut rujuknya di depan Syaikh Muqbil setelah terjadi diskusi antara pihak yang mentahdzir dan yang ditahdzir bersama dengan Syaikh Muqbil..
Diceritakan pula oleh al Ustadz Dzulqornain dalam dauroh “Menyikapi perbedaan antara para Ulama” di Ambon, bahwa ada seorang ustadz datang ke seorang Syaikh menanyakan tentang Ihya At Turots dan masalah tahdzir di Indonesia. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Syaikh menelpon Ustadz Dzulqornain untuk bertanya tentang keadaaan di Indonesia. Maka ustadz Dzulqornain menjelaskan tentang keadaan orang yang bertanya tersebut kepada Syaikh.
Syaikh kemudian bertanya kepada sang penanya: “Apakah orang-orang yang mentahdzir kalian itu mentahdzir dengan ilmu (hujah/bukti) atau tidak?”
Maka sang penanya dengan jujur menyatakan: “Benar, mereka mentahdzir di atas ilmu.”
Maka Syaikh menjawab: “Lalu untuk apa lagi kalian permasalahkan hal tersebut?”
3. Tulisan saudara kita mengenai kalam Syaikh Bukhori tentang ath-thurots sebagai berikut :
Masalah Turotsi Sudah Final
Salah satu akibat buruk dari pergaulan dengan Jum’iyyah Ihya at Turots, yakni mereka suka memfitnah para ulama. Diketahui bahwa saat daurah Ilmiyyah bersama masyayikh tahun 1430 H berlangsung, bersama Syaikh Dr. Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah, beliau mengungkap ulah durjana Firanda Andirja. Firanda diminta syaikh Abdullah untuk datang ke rumah beliau di Madinah untuk meminta maaf dan menarik fitnah yang disebarkannya.
Dalam pertemuan tersebut, Syaikh Abdullah Al-Bukhari menjelaskan kepada mereka yang hadir dalam majelis itu yaitu: Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA, Abdullah Taslim, Lc, MA, Muhammad Nur Ihsan, Lc, MA dan Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja bin Abidin As Soronji, Lc. Syaikh kemudian menjelaskan kepada mereka tentang Ihya At-Turats (IT) dan kesesatannya. Mereka hanya mengatakan dengan berlagak culun : “Kami tidak mengetahui hal itu kecuali sekarang, ya Syaikh.” Padahal kita tahu buku dan tulisan mereka jelas sekali mereka amat tahu, sampai-sampai kitab Ihya At Turots berjudul Syahadah Muhimmah disebut buku Emas oleh sang pengagum beratnya.[45]
Buku yang sama (Syahadah Muhimmah) diacung-acungkan oleh Abu Abdillah, pemilik blog ####salafy, yang bersemangat menyatukan ‘salafi’ menjadi satu tuk mendukung Ihya At Turots, alias menjadi Turosi semuanya. Terang saja salafiyyin tulen menolak mentah-mentah ide tersebut. Pengagum IT dan JITI menyebut buku tersebut sebagai “Buku Emas”, karena mendukungnya akan mengalirkan dinar emas bantuan dari hizbiyyun, pemecah belah salafiyyin, Ihya at Turats.[46]
Kendati asatidzah Salafiyyin dan ulama Salafy telah banyak menerangkan kesesatan Ihya at-Turots, rupanya Firanda pura-pura tidak tahu kesesatan IT. Firanda Andurjana yang baru saja diberikan penjelasan Syaikh Abdullah Bukhari, tak segan berdusta di hadapan kawan-kawannya seide. Bahkan berpura-pura menjanjikan di hadapan Syaikh untuk menarik bukunya dan menulis bantahan terhadap buku pembelaannya terhadap Ihya At-Turats (IT). Namun tidak pernah kita ketahui bahwa Firanda ruju’ dari keyakinannya yang menyimpang, syaikh Abdullah Bukhari pun menanyakan pada salah satu ustadz Salafi, Askari dan beliau menjawab : “Setahu ana tidak ada, wahai Syaikh, bahkan para pengikutnya masih menjadikan bukunya tersebut sebagai tameng untuk bermuamalah dengan Ihya At-Turats.”.
“Maka Syaikh pun berkata tentang Firanda—semoga Allah memberi hidayah kepadanya—: “KADZDZAB KHABITS DAJJAL” (Pendusta besar, Jahat, Dajjal).”
Dan Majelis ini dihadiri beberapa ustadz, diantaranya ustadz Usamah Mahri, Abdus Shamad, dll. Demikian sekilas info, semoga bermanfaat,” ujar al Ustadz Askari. (Abu Salma Berkata : Yang tidak percaya dan ragu silahkan hubungi para asatidzah tersebut)
dinukil dari : http://fakta.blogsome.com/2009/10/13/carut-marut-turotsi-aka-perhimpunan-al-irsyad-pai/
Demikian maklumat dari saya. Untuk selanjutnya bagi siapa saja yang menginginkan membahas ath-thurots dan yang berkaitan dengannya jangan di blog saya. Sekian mohon maaf atas segalanya.
Barakallahufikum.
DIarsipkan di bawah: Bantahan, Manhaj, Serba-serbi, Uncategorized
