Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Alhamdulillah kita memuji kepada Allah dengan pujian yang Alla sukai dan Allah ridhoi, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, sahabat-sahabatnya dan seluruh kaum muslimin yang komitmen kepada jalannya.

Beberapa minggu  yang lalu (akhir juni 2009) Ustadz Tsanin hafidhahullah menyelesaikan membabacakan dan menjelaskan kitab akidah wasithiyah kepada kami, fashal terakhir itu menjelaskan bahwa termasuk prinsip ahlussunnah waljama’ah adalah mereka senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.

Saya selalu meneteskan air mata, tak kuat menahannya tiap kali mendengar dan mengikuti nasehat-nasehat tentang permasalahan ini yaitu pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di kalangan kaum muslimin terkhusus sesama saudara seperjuangan ahlussunnah salafiyun.

Beberapa kalimat Ustadz yang tidak dapat saya lupakan Beliau berkata : (Menjaga persatuan ) Ini prinsip yang harus diutamakan dan dijaga yang namanya prinsip mestinya harus diprioritaskan untuk di jaga. Orang-orang yang terkena fitnah adalah orang-orang yang tidak memiliki prinsip yang kokoh,  orang-orang-orang yang tidak kokoh ilmunya yang lupa terhadap permasalahan-permasalahan yang prinsip, orang-orang yang di dalam hatinya ada sesuatu yang salah.

Sungguh sangat memprihatinkan pula bagi saya ketika ustadzuna Said Hasan diundang mengisi ceramah di Kalimantan saya lupa tepatnya di daerah mana, beliau bercerita bahwa dari panitia mengirim sms yang bunyinya : Ya Ustadz bagaimana jika nanti  yang datang hanya 5  / 4 orang saja ? maka Ustadz menjawab tidak apa-apa 4 / 5 orang jika mendapat bersungguh dan hidayah masya Allah ini merupakan nikmat yang sangat besar.

Kenapa panitia sampai mengirim sms seperti itu ? Rupanya  di sana beredar SMS yang berbunyi hati-hati para ikhwan di daerah kita akan kedatangan Ustadz mantan LJ, hati-hatilah. Begitu SMS itu kira-kira.

Masya Allah beraninya mereka menghalangi tersampainya ilmu kepada kaum muslimin.

Walhamdulillah Allah memberi pertolongan kajian yang awalnya diragukan oleh ikhwan di sana akhirnya sukses para pengirim SMS itupun ikut hadir mendengarkan kajian yang isinya ajaran-ajaran ahlussunnah.

Tak luput pula berita dari salah satui khwan kita dia bercerita sekarang ini ada beberapa ikhwah yang tidak mau lagi datang ke majlisnya Ustadz Tsanin di Sampang Cilacap. Karena apa pembaca ? Ustadz Tsanin di katakan Hizbi. Masya Allah mengapa beliau dikatakan Hizbi karena tidak menghizbikan seseorang (menurut dugaan saya).

Saya heran kita-kita yang bodoh ini barang kali ada yang belum tau ta’rif hizbiyyah tapi kok sudah menghizbikan orang lain. Saya mengenal Ustadzuna Tsanin hafidhahullah dari dulu mengajar kepada kita semua tentang ilmu ini. Kita semua mengenal ahlussunnah metodenya prinsip-prinsipnya semua dari para Ustadz yang ada di Cilacap dan Purwokerto dan beberapa Ustadz yang sesekali mengisi daurah di wilayah Banyumas dan Sekitarnya. Dan sampai sekarangpun Ustadz-ustadz saya itu semua walhamdulillah tidak berubah tetap mengajarkan kitab tauhid, bulughul maram, arba’in dan kitab-kita yang ma’ruf dipelajari oleh salafiyun.

Tidak terlihat mereka melakukan amalan-amalan menyimpang semisal menghina ulama Ahlussunnah atau mengamalkan kebid’ahan yang dapat menjadikan kita ragu terhadap kesalafiyannya mereka.

Mereka Ustadz-ustadz saya juga orang-orang yang tidak pernah membicarakan tentang perpecahan di kalangan Ahlussunnah, tidak pernah sekalipun saya mendengar dari dari ustadz saya bahwa  orang itu / kelompok ini  salafy kelompok itu bukan salafy dan berkata demikian-demikian menjelekkan seseorang atau kelompok. Ustadz senantiasa menasehatkan kepada kita untuk belajar dan belajar menambah ilmu dan beramal. Namun sekarang muncul gerakan menjauhkan umat dari Ustadz-ustadz saya itu dengan memberi predikat Hizbi, aneh bin ajaib. Hanya kepada Allahlah semua ini kita serahkan.

Bukannya kita kasihan kepada Ustadz-ustadz saya Insya Allah semua ini tidak membadhorotkan mereka. Hanya saja mereka ikhwan kita yang baru mengenal dakwah ini akibat ulah kalian mereka menjadi lari dari majlisnya ahlussunnah tak lagi mereka belajar ushuluss tsalastsah, tak lagi belajar tauhid tak lagi belajar tentang bulughul maram kenapa karena di daerah kami tak ada ustadz yang kalian rekomendasi. Tahukah kalian saudaraku ….hadza fitnah adhimah …ikhdzar akhi …ikhdzar min hadzal fitnah…ishbiru sabarlah kalian semua berhati-hati dan jangan tergesa-gesa !

Marilah kita semua membaca dan merenungkan nasehat ulama kita Syaikh Rabbi mudah-mudahan kta bukan termasuk orang-orang yang terkena fitnah kemudian menjauhkan kaum muslimin lari dari majlis ahlussunnah bahkan kita harus saling berlomba mengajak kaum muslimin datang menghadiri majlisnya ahlussunnah.

baca selanjutnya

About these ads

24 thoughts on “Menjaga Persatuan dan Kesatuan

  1. salafiyunpad Agustus 6, 2009 pukul 2:05 pm Reply

    semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah….

  2. Abu Fathimah Heriyanto Agustus 10, 2009 pukul 10:45 am Reply

    Mantan LJ, ustadz XL dll.. Rupanya “cemoohan” , “tahdziran”, “gelaran XL” atau “mantan LJ” cukup ampuh untuk menjauhkan dan membuat lari pemuda2 dari kajian salafy..

    ustadz mantan LJ..Ustadznya XL..entah gelaran apa lagi yang akan disematkan..Mungkin “hadaddiyyin” ..mungkin “munafirrin”..mungkin..mungkin…mungkin..

    Apa yang diinginkan dari gelaran2/julukan2 “XL” atau “mantan LJ”…? Apa yang kalian kehendaki..?

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 14, 2009 pukul 9:20 am Reply

      Takut kelihatan bedanya kali ya …takut ketahuan yang asli …

    • salafiyunpad Agustus 16, 2009 pukul 7:06 am Reply

      termasuk tuduhan “ustadz Sururi” cukup ampuh juga untuk menjauhkan syabaab maupun awwam dari kajian Salafy….

      semoga nasihat Syaikh Rab;i ketika dauroh jogja kemaren dapat dihayati dan diamalkan oleh segenap orang yang mengaku bermanhaj Salaf.

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 16, 2009 pukul 5:01 pm

        Sayang ada orang-orang yang mengaku salafy ada yang tidak suka dengan Syaikh Rabi ….
        Kalau belum tahu cari sia padia

      • Abdurrahman Oktober 25, 2009 pukul 7:50 pm

        Akhi kapan syiekh rabi’ datang ke jogja? ana kok ga dengar informasinya? ana juga masih simpang siur tentang masalah dana aturot dan bahaya di dalamnya. dan saling mentahdzirnya para ustadz salafiyin. harap di balas segera ya akhi, jazzakallahu khairon

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 26, 2009 pukul 1:44 pm

        Tidak ke jogja waktu daurah masyayih bantul kemarin ceramah melalui telpun

  3. salafiyunpad Agustus 16, 2009 pukul 8:23 pm Reply

    btw sapa yah orang yg mengaku Salafi tapi gak suka pada syaikh Robi klo boleh tahu mas?

  4. Abu Fathimah Heriyanto Agustus 18, 2009 pukul 5:28 pm Reply

    Kalo tuduhan surury mah dah ada lebih 10-15 tahun yang lalu..Bahkan sampai ngundang Abdurrahman Abdulkhaliq yang setipe dengan Muhammad Surur ke Indonesia..Bahkan masalah yang di Indonesia telah didiskusikan bersama dengan Syaikh Muqbil ketika para ustadznya masih di Yaman..

  5. simpatisan kalian Agustus 18, 2009 pukul 10:34 pm Reply

    yang penting kita niatkan dalam setiap ibadah kita,boleh jadi karena kita tidak dalam satu ustds,pondok dll menjadikan niat yang berbeda,dan tendebsi-tendensi yang lain yang menjadikan penghalang niat yang iklas,marilah kita selalu niat setiap langkah ini dengan menjauhkan penghalangnya.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 19, 2009 pukul 12:37 pm Reply

      Bukan itu maksudnya akhi …. apa tidak ada upaya mencari kebenaran gitu lho ….kepada siapa kita harus condong….apa benar ada sururi atau ikhwani yang menyamar dengan tujuan memecah belah barisan salafy gitu lho …

  6. simpatisan kalian Agustus 21, 2009 pukul 10:45 pm Reply

    KALAU DEMIKIAN KEADAANYA MENGAPA KALIAN SALING BERSELISIH?SAYA MEMAHAMI MUNGKIN ADA SURURI ATAU IKHWANI NAMUN APAKAH KALIAN PUKUL RATA MEREKA YANG BERSAMA MEREKA DEMIKIAN KEADAANYA?
    BUKANKAH ULAMA YANG KALIAN IKUTI SAMA-SAMA BERMANHAJ SALAF?
    BUKANKAH ULAMA BERBEDA TENTANG YAYASAN ATUROT ITU SALAH SATUNYA ?
    DAN BEUM TENTU MEREKA SENUA JG SETUJU?
    APAKAH HARUS MEMAKSA MEREKA BERSAM KALIAN?
    SEDANGKAN MEREKA BUKAN SALAFY?
    KENAPA KALIAN PADA RIBUT SEDANGKAN ULAMA YANG BERBEDA TIDAK MERIBUTKAN TIDAK SALING MENGHAJR ?
    KALAU DEMIKIAN SALAF MANA YANG HARUS DIJADIKAN HUJAH KALAU KALIAN SALING BERSELISIH DALAM MASALAH YANG DIPERSELISIHKAN PARA ULAMA?
    wAHAI PARA USTADZ YANG MULIA LANTAS BAGAIMANA SAYA HARUS MENSIKAPI PERSELISIHAN YANG ULAMA SENDIRI JUGA BERSELISIH ?
    bOLEHKAH ORANG YANG SUDAH TUA INI ,YANG AWAM INI MENASEHATKAN AGAR KALIAN TIDAK SALING BERSELISIH DALAM HAL YANG SIFATNYA BUKAN POKOK?

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 24, 2009 pukul 12:27 pm Reply

      Sebagai orang yang mencari kebenaran, Sikap kita pada hal yang diperselisihkan sudah seharusnya mencari yang paling benar dengan meneliti argumen yang paling kuat. Masalah ath-thurots secara pribadi setelah saya berupaya membaca dan mempelajari sebaiknya kita meninggalkan yayasan ini karena sebagian ulama memperingatkan akan keburukan yayasan ini.

  7. simpatisan kalian Agustus 24, 2009 pukul 9:48 pm Reply

    benar saya sependapat dengan anda,namun apakah mereka yang menerima dana yang ulamapun tentang ini berselisih lantas mereka telah keluar dari barisan salafyyah?
    bukankah mereka menyandarkan fatvva Ulama yang membolehkan? Apakah harus kita jauhi dakwah mereka karena tidak sependapat dengan ulama yang melarangnya atau bahkan kita jeneralkan mereka telah keluar dari barisan salafi karena tidak mau mengikuti ulama yang kita ikuti?
    Lantas bagaimana kita memahami perbedaan ulama berselisih tentang hal tersebut? haruskah kita paksa?

    Adiku …Sebagaimana anda telah menukil “Sayang ada orang-orang yang mengaku salafy ada yang tidak suka dengan Syaikh Rabi ….”
    ya saya sependapat memnag ada karena Im pun tidak sedikit mengaku Salafy namun mereka banyak tidak suka terhadap Syaikh Rabi,lantas adakah yang kalian inginkan dari kalian dari hal ini?saya berharap semoga anda tidak menambah perselisihan setelah anda tulis “Menjaga Persatuan dan Kesatuan”akhirnya saya nesehatkan kepada salafyin semoga anda tidak menyulut perselisihan di antara Ikhwan,saya pahami tidak ada ikhwan semua tanpa cela jika kita ingin mencari kekuragannya tidak akan selamat dari salah ,marilah kita iklaskan niat semata.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 25, 2009 pukul 8:45 am Reply

      Jazakumulhhahu khoiron.
      Saudaraku yang terhormat terimakasih atas saran dan nasehat yang diberikan. Ketika saya membicarakan tentang fitnah maksud saya adalah :
      1. Bukan untuk menjustifikasi siapa yang salafy dan siapa yang bukan salafy
      2. Upaya dan ajakan kepada semua pihak kembali ke pada kebenaran dengan sungguh-sungguh menelaah data atau informasi yang sampai dan mungkin di cari oleh kita.
      3. Mengambil sikap dengan benar terhadap fitnah yang ada.
      Perlu diketahui juga bahwa yang saya maksud dalam tulisan ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan bukanlah orang-orang yang tergabung dalam At-Thurots maupun organisasi-organisasi hizbiyyah yang mereka mengaku dan menyandarkan kelompoknya dalam barisan salafy.

      Justru menurut yang saya yakini sampai saat ini bahwa Ath-thurotslah atau yang semisal yang sebenarnya sebagai sumber perpecahan yang semestinya salafyun meninggalkannya.

      Maka orang-orang yang mengaku salafy dan tidak tergabung dalam Ath-Thurots hendaknya mendekat dengan sesama salafy bukan sebaliknya mendekat terhadap Ath-thurots dalam waktu yang sama menjauhi Salafyun yang menjauh terhadap Ath-Thurots. Semnoga difahami dan mohon maaf atas kelancangan saya.

      Penting : Sikap terhadap Ath-thurots juga tidak dapat digeneralisir terhadap orang-orang / ikhwah yang baru mengenal manhaj salaf dari mereka (Ath-thurots). Ini penting. Jadi semuanya harus disikapi dengan hati-hati dan kesabaran.

      • Abu Fathimah Heriyanto Agustus 26, 2009 pukul 5:31 pm

        Asatidz yang mentahdzir Jum’iyyah Ihya At Turots, juga mentahdzir berdasarkan kalam ‘Ulama, disamping mereka juga merasakan sendiri dampak jelek dari muamalah dengan Jum’iyyah Ihya At Turots (seperti misalnya Ustadz Ibnu Yunus al Makassari, Ustadz Askari, dll)..

  8. simpatisan kalian Agustus 25, 2009 pukul 7:48 pm Reply

    pada dasarnyasaya sependapat sepertyi anda dalam masalah tersebut ,mensikapi tanpa mencela saudara kalian yang bermuamalah dengan yayasan tersebut,berilah nasehat jika mereka mengikuti fatwa ulama yang membolekan tentunya hal ini tidak mengeluarkan dari dakwah yang mulia ini.
    adapun menurut saya perselisihan tersebut karena bagaimana kita bersikap dalam perbedaan fatwa tersebut,kalau seandainya kalian wahai salafy tidak keluar dari para ulama tentunya tidak akan timbul hal yang tidak pantas bagi kalian.
    Coba bayangkan dari seorang yang lemah ini wahai salafyun,bertahun-tahun bergelimang dalam genggaman kesesatan yang akhirnya Alloh membukan pintu hidayah dengan dakwah yang mulia ini ternyata kalian saling hajr,berselisih karena hal semestinya kalian yang berilmu tidaklah demikian.

  9. Abu Fathimah Heriyanto Agustus 28, 2009 pukul 10:21 am Reply

    Kalau didapatkan suatu perselisihan, tentunya harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan bimbingan para ulama..

    Masalah hajr dan tahdzir, saya sendiri berprasangka dengan persangkaan baik bahwa asatidz yang mentahdzir telah berupaya memberi nasehat dan tidak serampangan..

    Apabila ada satu-dua orang ikhwah yang mungkin gegabah dalam memperingatkan saudaranya, apa lantas langsung pukul rata bahwa kami seluruhnya seperti itu?

    Apakah tindakan ikhwah yang seperti itu langsung dijadikan dalil bahwa asatidznya juga mempunyai kelakuan seperti itu? Langsung pukul rata kalo ikhwahnya seperti itu maka para ustadznya pasti juga seperti itu?

    Apalagi langsung di cap sebagai muqolidnya ustadz fulan, kerjanya hanya tahdzir sana-sini, isi ceramahnya hanya sururi-turotsi, isi taklimnya hanya bicara si fulan hizbi, si fulan menyimpang..dll

  10. simpatisan kalian, Agustus 30, 2009 pukul 8:03 pm Reply

    saya setuju dengan anda Abu Fathimah Heriyanto, dan saya sendiri berprasangka baik juga ,bahwasanya tidak menutup kemungkinan tendensi pribadi bs di mungkinkan bs mempengaruhi muqolidnya dalam mensikapi ketidak cocokan dari ustadz -ustadz yang lain,dari sinilah siapapun orangnya kita wajib meneliti benar tidaknya berita tersebut benarkah yang di tuduh sururi-turotsi,ustadz pramuka demikian keadaanNYa ? Semoga Allah menambahi kita semua tambahan ilmu dan iman di atas jalan para Salaf.

  11. As-Salafy September 14, 2009 pukul 11:16 am Reply

    Kami mengajak antum berdiskusi dengan ilmiah, dalam rangka mewujudkan persatuan barisan salafiyyin Indonesia.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 17, 2009 pukul 1:56 pm Reply

      lebih banyak yang harus di urus daripada mengurus ahlussunnah yang mereka telah berdakwah kepada tauhid dan sunnah

      kalau antum mau sibukkan tentang itu….mudah-mudahan berhasil silahkan
      ana ga ikut-ikut

  12. uut Oktober 10, 2009 pukul 10:18 pm Reply

    dan yang lebih penting tidak memunculkan benih-benih perselisihan,baik komentar ataupun tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: