Aku Masih Kufur, Sebuah Pengakuan Pengikut Isa Bugis
Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid
Termasuk yang banyak memberi komentar ke blog saya adalah mereka para pengikut faham Isa Bugis. Berkali-kali saya menghapusnya. Mohon maaf kepada para pembaca yang telah memberi komentar, karena saya tidak dapat menampilkan semua komentar tersebut dikarenakan tidak sempat menjawab atau memang komentar itu tidak layak untuk ditampilkan di arena publik seperti blog kesayangan kita ini.
Beruntung pembaca yang komentarnya saya tampilkan saat ini, komentar anda saya jadikan postingan sendiri terpisah dari komentar-komentar kawan anda yang lain.
Alasan komentar ini saya tampilkan sebagai postingan tersendiri adalah :
1. Komentar anda sangat membantu kaum muslimin mengetahui hakikat faham yang anda anut. Semoga kaum muslimin dapat mengambil manfaat sehingga mereka dapat meninggalkanatau bahkan yang lebih dari itu pentingnya mencegah dan menghalangi dakwahnya Pak Isa Bugis. Inilah tujuan saya menulis tentang Isa Bugis dalam blog kita yang tercinta ini.
2. Saya merasa iba dan kasih kepada anda, dengan sedikit jawaban yang saya berikan beserta link-link yang saya sertakan semoga anda tersadar untuk belajar lebih banyak lagi bukan hanya kepada guru anda sekarang akan tetapi juga kepada kaum muslimin lain terkhusus asatidzah Ahlussunnah Wal-jama’ah.
Para Pembaca !
Komentator berikut menamakan dirinya saya masih kufur dan menggunakan alamat e-mail : my_acne@yahoo.com.
Lihatlah kaum muslimin, setahu saya semua faham sesesat apapun pasti mengaku dirinya masih muslim bahkan tidak jarang mereka mengaku yang paling muslim dan paling benar. Beda dengan yang satu ini pengikut Isa Bugis malah mengaku dirinya masih kafir. Bagaimana ini, bukankah ini sangat bahaya ? Apakah ajaran ini juga merupakan pengkafiran ditubuh kaum muslimin ? tidak cukup ilmu saya untuk menilai hal yang demikian, semoga bukti ini dapat digunakan oleh orang-orang yang ‘alim sebagai awal kepedulian mereka menjelaskan kekeliruan ajaran yang satu ini.
Sekarang marilah ikuti ucapannya.
Saya masih kufur berkata :
jangan pernah melihat suatu hal dari satu sudut saja pak.karena bila tidak ada alasan yang objektif ilmiah maka akan timbul suatu fitnah. alqur’an MSR bukanlah ajaran Isa bugis, melainkan ajaran ALLAH dengan alqur’an MSRnya yang di sampaikan melalui seorang isa bugis. jelas sesat bila di katakan ajaran isa bugis. Dia tidak pernah mengatakan bahwa alqur’an MSR adalah ajaran dia. tetapi ajaran ALLAH dengan alqur’an MSRnya .
Abu Salma menjawab :
Tidak ada orang sesat manapun menyatakan ajarannya adalah ajaran saya, mereka mengaku ajaran Islam bahkan yang paling murni terkadang juga ajaran Jibril ‘alaihi salam bahkan mengaku wahyu langsung dari Allah subhanahu wata’ala.
Memang nama ajarannya adalah Al-Qur’an menurut Sunnah Rasul.
Pertanyaannya Rasul yang Mana ?
Mushadeq juga mengaku Rasul, Lia Eden juga, Gholam Ahmad Juga.
Ajaran itu yang membawa adalah Pak Isa Bugis sehingga saya menisbatkan ajaran itu kepada ajaran Isa Bugi.
Saya masih kufur berkata :
Dalam diktatnya pun selalu di tuliskan darimana referensinya. jadi bukan subjektif dari diri beliau. bila subjektif pasti akan menyesatkan bukan??tolong di baca yang benar.
Abu Salma menjawab :
Ya memang benar Pak Isa menyebutkan referensinya yaitu ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an (ayat ditafsirkan dengan ayat yang lain), ini memang merupakan salah satu metode menafsirkan Al-Qur’an yaitu ayat satu ditafsirkan dengan ayat yang lain. Akan tetapi tidak berhenti sampai begitu saja, ada metode lain yang harus ditempuh mufasir jika menginginkan kebenaran ketika menafsirkan alqur’an.
Maka jika anda teliti membaca diktat-diktat Isa Bugis anda tidak akan pernah mendapati penjelasan sahabat-sahabat Rasulullah atau para ulama dari kalangan tabiin dan setelahnya yang mereka itulah para pembawa hadits-hadits (Sabda-sabda, perbuatan maupun persetujuan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Coba baca cara mentafsirkan al-Qur’an :
http://alatsar.wordpress.com/2007/08/25/tafsir-sesat-al-qiyadah-al-islamiyah/
Mungkin anda perlu membaca sejarah para ahli hadits yang mereka telah berupaya menyelamatkan dan memelihara kemurnian ajaran Islam ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bacalah dengan sungguh-sungguh sehingga Allah berikan hidayah pada anda sehingga anda mengerti betapa tinggi kedudukan mereka dibanding awamnya kaum muslimin.
Mohon di baca yang ini : http://ahlulhadist.wordpress.com/, di situs itu akan anda dapatkan sejarah mereka memperjuangkan Islam.
Dalam menafsirkan Al-Qur’an adakah mereka dirujuk oleh Pak Isa ? Anda pasti dapat menjawab sendiri.
Adakah diantara mereka yang mengatakan Bahasa Al-Qur’an bukan bahasa Arab ?
Saya masih kufur berkata :
anda menyatakan bahwa dalam ajaran ini manusia dalam tahap menuju IMAN.dan para pengikutnya tidak sanggup untuk melaksanakan apa yang dinamakan rattil.
hal itu sangatlah benar.kita hidup di dunia ini hanya untuk mencapai iman.jelaslah tidak semudah apa yang di bayangkan,kita harus melakukan rattil shalat sebagai satu pembinaan IMAN yang akhirnya alqur’an termahkotakan dalam hati sterusnya di aplikasikan dalam kehidupan..itulah tantangan yang harus di hadapi jadi wajar jika manusia terkadang putus asa karena begitu sulit dalam menukar harta kekayaan dan subjektifisme (anfus dan amwal) menjadi milik Allah.bila anda berpendapat setiap muslim telah beriman berikut dengan kembang kempisnya kenapa di indonesia yang mayoritas kaum muslim belum bisa menegakkan persatuan dan kesatuan tang didaasarkan atas satu ilmu dari allah????
Abu salma menjawab :
Memang benar bahwa kita belum mendapat kemenangan terhadap kuffar terkhusus Yahudi Wannahara atau persatuan di kalangan kaum muslimin sebagaimana yang didapat oleh Rasulullah dan para sahabatnya, namun jika kita mengatakan kepada diri-diri kita dan kaum muslimin seluruhnya belum beriman, bukankah ini suatu pengkafiran yang nyata ?
Maka untuk mendaptkan kemenangan yang Allah janjikan, kita harus berislam sebagaimana Islamnya Rasulullah dan Para sahabat
baca yang berikut : http://asysyariah.com/print.php?id_online=82Mestinya seperti dalam makalah itu kaum muslimin harus berislam, jika belum kita harus terus mendukung dakwah orang-orang yang memperjuangkan itu.
baca juga : http://abasalma.wordpress.com/2009/02/23/mari-kita-berdakwah/
Namun jika kita belum berhasil mengajak kaum muslimin berislam sebagaimana Rasulullah dan sahabat-sahabatnya dan dalam kenyataan kitapun (sebagai bagian dari mereka) juga belum mampu berislam sebagaimana Rasul dan sahabatnya berislam apakah kita akan menuduh mereka (kaum muslimin) bahkan mengakui diri sendiri : saya masih kafir ? sebagaimana anda yang mengaku sendiri bahwa anda masih kafir.
Mungkin kalian juga mengatakan Pak Isa Masih Kafir karena dia belum berpandangan dan bersikan hidup dengan Al-Qur’an ? Ternyata Pak Isa dan kalian hidup di Negera Indonesia yang berdasarkan UUD 45 buatan Manusia ? Berarti anda belum berpandangan dan bersikap hidup dengan Al-Qur’an.
Kalian dan kita bangsa Indonesia dan seluruh kaum muslimin kafir semua begitu ?
Kafirkah Pak Isa ?
Bagaimana pula para pengikut Pak Isa yang telah meninggal pada tahun-tahu yang lalu, dimana mereka mati dalam keadaan Indonesia berhukum dengan Pancasila dan UUD 45, apakah mereka mati dalam keadaan kafir / Jahiliyah / Dzulumat menurut sunnah sayathin..?
Terus kapan AMSR akan menjadi pandangan dan sikap hidup bangsa Indonesia ?
Kapan ?
Dah berapa tahun Pak Isa ajarkan itu semua ?
Sedangkan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, berdakwah semenjak di Mekah hanya 23 Th. Bagaimana AMSR yang diklaim sebagai periode Muhammad ke II ?
Sungguh ini sangat mengherankan !!!
Wahai Kaum muslimin para pembaca yang budiman ! Lihatlah faham mereka sangat membahayakan.
Inilah gambaran ajaran Isa Bugis yang sangat membahayakan ! Bahkan mengakui dirinya sendiri adalah kufur
Catatan : Saya juga tidak mengatakan semua orang yang mengaku muslim mereka adalah mu’min. Ada diantara kaum muslimin entah sadar atau tidak telah keluar dari Islam karena mereka melakukan amalan-amalan yang membatalkan keislamannya (nawaqidhul Islam). Untuk mengkafirkan seseorang yang mereka mengaku muslim akan tetapi terjatuh pada pembatal-pembatal ke islaman tersebut tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Yang dapat dan berhak menjustifikasi seseorang itu masih muslim atau telah kafir (murtad) adalah para ulama yang berilmu dan telah mengumpulkan bukti-bukti tentang kekafiran seorang muslim yang akan dikafirkan.
Kepada seseorang yang mengaku muslim kita semestinya memberikan hak-hak yang melekat padanya, kita berikan wala wal bara sesuai amalan dan keimanan mereka. Karena disisi ahlussunnah iman seseorang itu yazid wa yanqush (bertambah dan berkurang), bertambah dengan amalan shalih dan takwallah berkurang dengan bermaksiat kepada Allah.
Jadi sangat beda Isa Bugis dengan Ahlussunnah.
Wallahu a’lam
DIarsipkan di bawah: Bantahan

mas abu,
Islam yang diajarkan Isa Bugis dan pengikutnya sampai dengan saat ini belum bisa menciptakan masyarakat Madinah kurun ke II,
Andapun dengan ajaran islam yang anda veto benar sampai dengan saat ini sama juga belum bisa menciptakan masyarakat Madinah kurun ke II.
Jadi mana yang benar … ?
assalamuailaikum………..
bgus juga diskusinya. tapi kayaknya di periksa dulu deh pak.ntar jadi fitnah dech,,pak pak ………. biar nggak jadi fitnah,tolong anda bersumpah donk,kalo artikel anda benar…hayoooo?????? g berani kan?
kl saya balik tny kpd sdr ,mana lebih setuju alquran bebahasa arab atau bangsa arab sendiri yang menggunakan bahasa alquran.????kl sdr tau sejarah arab tentu tau jawaban nya.
assalamualaikum…….
pak kalo antum ngomong kalo pak ISA itu sesat,silahkan aja antum ngomong,tapi sebelumnya antum SUMPAH dulu,saya tantang anda,,,berani nggak??? kalo anda nggak brani berarti anda itu resmi memfitnah Pak ISA……..
Maaf,ana menantang anda biar nggak ada fitnah,karna fatnah hukumanya anda tau sendiri…jangan dihapus kalo ente memang benar ….
kalo dihapuz,,ente kena karmanya,,AMIIIIIN
Wass………….
Permisi,
Bos, berani enggak sumpah bahwa ucapan anda benar dan Pak Isa itu salah
Ucapkan bahwa kalau seluruh yang anda katakan adalah salah, berani dilaknat oleh Allah saat ini juga.
Sebaliknya kalau Pak Isa itu salah, mohon dilaknat saat ini juga. Saya dengar Pak Isa berani mengatakan itu didepan umum.
Ini penting buat yang baca bahwa anda adalah benar dalam segala ucapannya.
Kita kan jadi jelas mau pilih arah ke mana
ass…..
pak kalo mau cary uang jangan dengan cara fitnah donk pak…kasian anak istrinya…………baru liat jawaban anda aja udah banyak sekali salahnya…….TAFAKKARU FIL KHALQILLAH WA LA TAFAKKARU FIZZAATILLAHI FATAHLIQUU…….silahkan anda artikan sendiri………….wass,,,,,
assalamualaiku wrwb
hai kawan2 semua ini dunia maya = media jin apapun yang klian bicarakan tidak akan mencapai sasaran dan tidak akan ada titik temu tidak akan mencapai obyective ilmiah sebaiknya ditutup aja semua pembicaraan lewat dunia maya
Pak Abu,
Ini saya yang nulis kemarin terus dibuang dari Blog Bapak.
Ternyata ini kan masalah perbedaan pandangan. Ini nyata !!
Titik temunya adalah dialog secara objektif, rendah hati, hangat, dan semangatnya adalah mencari kebenaran yang sejati. Walaupun itu pahit bagi kita pada akhirnya.
Sebenarnya banyak yang bisa di dialogkan, kita mulai permasalahan yang dihadapi Bangsa ini. Bagaimana jalan keluarnya ?. Tentunya bagaimana prinsip yang dibentangkan Al Quran tentang hal-hal tersebut.
Tetapi kalau Bapak tidak mau dialog, ya sudah !!.
Bapak mungkin beranggapan saya keras dan kasar dalam menjawab. Ini senilai dengan tuduhan bahwa Pak Isa sesat. Kalau saya baca tuduhan Bapak, saya yakin Bapak hanya mendengarnya dari orang lain.
Mengenai tuduhan bahwa Pak Isa menerjemahkan seenak udel-nya. Silahkan sitat dimana ayatnya dan mari kita bahas dimana seenak udel-nya itu, sambil santai saja ….. di blog ini. Mari kita cari pertanggung jawaban nahwu sharafnya, apa betul Pak Isa enggak ngerti bahasa ?
Tapi begitupun saya mohon maaf yang setulus-tulusnya kalau tulisan saya tempo hari menyinggung perasaan dan kehormatan Bapak.
Jangan salah sangka, saya respek sama Bapak. Bersedia Do Something buat Bangsa dan Masyarakat ini. Tidak tergoda hiruk pikuk politik diluar sana, lebih kepada upaya bagaimana memperbaiki karakter bangsa melalui Al Quran.
Saya appreciate.
Assalammu’alaikum Wr.Wb
Kayaknya banyakan yang pro ISA BUGIS ya. Apa jangan-jangan hampir seluruh Indonesia sudah pada tahu ya. Mana yang benar-benar Islam sesungguhnya (al Quran Menurut Sunnah Rasul (Muhammad SAW)) dan Islam yang hasil Aduk-adukan (al Quran Menurut Sunnah Syaitan (Yahudi)).
Nabi Muhammad bisa mewujudkan Madinatul Munawarah selama 23 tahun karena Bahasa yang dia pakai sehari-hari sudah serumpun dengan Bahasa Arab. Jadi jangan bandingkan KAMI dari segi yang satu ini.
Tunggu saja pembuktian dari KAMI pada Abad ke 21 ini yaitu Madinatul Munawarah. Dimana Quran MSR lah sebagai Pemimpin dan bukan Orang Pintar yang bergelar Sarjana, Doktor, dll.
Apakah Islam yang Anda Pelajari sama halnya dengan KAMI. Yaitu ada perwujudan Madinatul Munawarah di Negeri Indonesia tercinta ini ?
Kalau ada kapan dipastikan Madinatul Munawarah tersebut akan berwujud ?
Saat ini Anda pun belum terlambat untuk menilai secara objektif dan bukan secara subjektif.
Wassalammu’alaikum Wr.Wb
Mas,
Jangan terlalu PD begitu ah !, ingat !. Isi Al Qur’an itu untuk memperbaiki tanggapan lho, tanggapan kita masing-masing. Bukan untuk nembak-nembak lho !.
Wilayah kerja manusia kan ada dalam diri masing-masing. Bukan orang lain.
It is unfinished war !.
Orang lain mah sabodo teuing !.
Who are we ???. Nothing !!. ingat kan ? .. wa maa uti’tum minal Ilmi illa qolilan …. ?. Kita mah kan cuman bisa jadi abdun, jadi hamdun.
Rancangan punya Allah, kepastian punya Allah, prinsip punya Allah, kompetensi punya Allah, inisiatif punya Allah, ……
Sekali lagi, jangan PD gitu ah !. Jadi malu nih ngasih nasehat.
Mas Abu Salam, terima kasih. Saya jadi make Blog Bapak.
Mohon maaf komentar saya tutup di sini.
kita lanjutkan dalam pembicaraan yang lain, Insya Allah.
Akh Fakhruroji,
Sebenarnya saya sudah males mengurusi orang orang ISA BUgis ini, mereka memahami agama Islam ini mutlak harus sesuai logika. Jadi kalau tidak sesuai logika, ya engga bener atau dimaknakan lain yg bertentangan 180 derajat dari makna hadits atau ayat. Ini yg kalau menurut orang Shufi selain ada makna dzohir juga ada makna batin.
Yg menjadi kejengkelan saya adalaha adik saya yg turut terkena racun ISA Bugis ini. Persis seperti orang orang ISA BUGIS yang mengigau di sini, Sholat itu untuk untuk pembinaan iman katanya. Dur.
Bukankan syarat diterimanya amalan itu adalah keimanan? Sehingga orang kafir yg tidak beriman tidak diterima amalannya biar segudangpun?
Nah terus kalau seandainya IMAN kamu sudah mantep tep, sudah RATTIL berarti kamu sudah engga usah sholat karena sudah tingkat ma’refat?
Masalahnya adik saya ngomong begitu tapi dia ga sholat sholat. Ok lah kalau dia masih mau sholat sih, tapi ni ga, alias omdo. Benar benar Murjiah. Padahal Shalat itu bukti keimanan, MANIFESTASI keimanan istilah kerennya orang ISA Bugis. Tapi itu BIG NATO. Padahal Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdullah).
Allah subhanahu wata’ala juga berfirman:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,..” (Al-Muddatstsir: 38-47)
Sungguh ajaib, mereka yg katanya akan menegakan, apa istilah mereka? Masyarakan Madinah kurun ke II, itu jauh dari air wudhu, Jauh dari ajaran Islam itu sendiri. Heran bin ajaib, mereka itu ngomong apa kumur kumur?
Pertanyaanya : Masyarakat Madinah yg bagaimana? yg tidak pada sholat spt mereka? padahal orang – orang ISA B ini sangat anti Arab. karean kata mereka Inna A’rabun asyadu kufron? (sesungguhnya orang Arob itu nemen banget kekufurannya?, ga peduli mau arab gunung atau arab kota, kata mereka sama sama Arab, titik, Orang Solo, Orang Batak kan sama sama Indonesia, bgt kata mereka, g peduli beda karakter yg penting Indonesia)
Kalau mereka membuat istilah adanya Yahudi Diaspora, itu adalah mereka sendiri, dikarenakan kedengkian mereka dengan bangsa Arab dan yg berbau Arab. Persis spt Yahudi yang sangat anti Arab, sehingga merekapun emoh mengakui kenabian Nabi muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dikarenakan salah satu sebabnya adalah karena beliau orang Arab
Padahal mereka tahu benar bahwa beliau adalah seorang Nabi, lebih tahu ttg beliau dibanding dengan anak -anak mereka sendiri. Tapi itulah kebencian mereka kepada bangsa Arab menghalangi keimanan mereka, persis spt orang Isa Bugis. Saya pernah bicara sm salah seorang mereka begitu membenci orang Arab dan sangat memuji muji orang Yahudi.
bukan terlalu PD! tetapi apa yang kita kaji kalau implementasinya dalam 1 Abad tidak menghasilkan kehidupan madinah seperti yang telah dilakukan oleh Rasul kita yaitu Muhammad SAW maka teori (al Quran MSR) yang disusun oleh ISA BUGIS jangan dipakai lagi.
Isa Bugis dari Abad ke 20 sudah mengajarkan Iman itu Pandangan dan Sikap Hidup. Implementasinya diperkirakan pada Abad ke-21. Entah di Awal, di Tengah, atau di Akhir.
Sedangkan Islam yang masuk ke Indonesia dengan teori al Quran yang ada sekarang perjalanannya sudah 13 Abad. Apakah kita harus pertahankan teori al Quran yang ada sekarang?
Kalau memang Islam yang Anda (Abu Salma) yakini sudah benar ya sudah jangan lagi Anda itu menjelek2kan ISA BUGIS. Sudah jelas al Quran itu bukan untuk nembak2 seseorang melainkan untuk memperbaiki tanggapan kata Nobue.
Sekarang coba Anda perbaiki saja diri Anda dulu jangan pikirkan orang lain. Andaipun orang lain tidak mau itu sudah menjadi urusan dia terhadap Allah. Yang penting tugas Anda sebagai Mubaligh sudah Anda jalankan.
Selamat berdakwah