Diskusi dengan Pengikut Isa Bugis

Diskusi dengan Pengikut Isa Bugis

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Para pengikut atau simpatisan Isa Bugis demi membela keyakinannya mengatakan bahwa Isa Bugis menggunakan dan meyakini hadits-hadits Rasulullah. Tentu kenyataan ini tidak dapat kita bantah karena memang dalam diktat-diktatnya Isa Bugis mengutip hadits-hadits Rasulullah sallallahau ‘alaihi wasallam.

Namun bagi kita yang mau serius memperhatikan tulisan dan ajaran-ajaran Isa Bugis kita akan mengetahui bahwa hadits-hadits yang Isa Bugis ambil merupakan hadits-hadits yang sesuai dengan keinginannya belaka. Dia tidak memperdulikan hadits-hadits lain yang beribu-ribu jumlahnya terukir di dalam kitab-kitab karya ulama kaum muslimin.

Kalau memang dia sepakat dengan pedoman kaum muslimin mestinya dia mengajarkan Al-qur’an dan Hadits-hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana para ulama telah menjelaskan terhadap keduanya.

Namun kenyataan membuktikan Isa Bugis membuat ajaran baru yang sama sekali tidak merujuk kepada satupun kitab para ulama.

Kalau memang Isa Bugis dan penggemarnya  konsekwen dengan Islam, komitmen dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits, cobalah merenungkan tulisan berikut. Tulisan yang sebenarnya telah penulis sertakan dalam komen tulisan-tulisan terdahulu.

Penulis: Lajnah pembela sunnah, memerangi bid’ah, dan kesyirikan

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- dalam muqadimah kitab tafsirnya menyatakan tentang kaidah menafsirkan Al-Qur’an. Beliau -rahimahullah- menyampaikan bahwa cara menafsirkan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

1. Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Metodologi ini merupakan yang paling shalih (valid) dalam menafsirkan Al-Qur’an.

2. Menafsirkan Al-Qur’an dengan As-Sunnah. Kata beliau -rahmahullah-, bahwa As-Sunnah merupakan pensyarah dan yang menjelaskan tentang menjelaskan tentang Al-Qur’an. Untuk hal ini beliau -rahimahullah- mengutip pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i -rahimahullah- : “Setiap yang dihukumi Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, maka pemahamannya berasal dari Al-Qur’an. Allah -Subhanahu wata’ala- berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللّهُ وَلاَ تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيماً

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan Kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) membela orang-orang yang khianat.” (An-Nisaa’:105)

3. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pernyataan para shahabat. Menurut Ibnu Katsir -rahimahullah- : “Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, kami merujuk kepada pernyataan para shahabat, karena mereka adalah orang-orang yang lebih mengetahui sekaligus sebagai saksi dari berbagai fenomena dan situasi yang terjadi, yang secara khusus mereka menyaksikannya. Merekapun adalah orang-orang yang memiliki pemahaman yang sempurna, strata keilmuan yang shahih (valid), perbuatan atau amal yang shaleh tidak membedakan diantara mereka, apakah mereka termasuk kalangan ulama dan tokoh, seperti khalifah Ar-Rasyidin yang empat atau para Imam yang memberi petunjuk, seperti Abdullah bin Mas’ud -radliyallahu anhu-.

4. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pemahaman yang dimiliki oleh para Tabi’in (murid-murid para shahabat). Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah atau pernyataan shahabat, maka banyak dari kalangan imam merujuk pernyataan-pernyataan para tabi’in, seperti Mujahid, Said bin Jubeir. Sufyan At-Tsauri berkata : “Jika tafsir itu datang dari Mujahid, maka jadikanlah sebagai pegangan”.

Ibnu Katsir -rahimahullah- pun mengemukakan pula, bahwa menafsirkan Al-Qur’an tanpa didasari sebagaimana yang berasal dari Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- atau para Salafush Shaleh (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) adalah haram. Telah disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas -radliyallahu ‘anhuma- dari Nabi -shallallahu’alaihi wasallam-:

من قال في القرأن برأيه او بما لايعلم فليتبوأ مقعده من النار

Barangsiapa yang berbicara (menafsirkan) tentang Al-Qur’an dengan pemikirannya tentang apa yang dia tidak memiliki pengetahuan, maka bersiaplah menyediakan tempat duduknya di Neraka.” (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu Daud, At Tirmidzi mengatakan : hadist hasan)

Sampai di sini penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah.

Tentunya kaum muslimin secara umum yang memang berusaha menginginkan kebenaran, terhadap metodologi yang dijelaskan Ibnu Katsir tersebut akan sangat setuju. Beda halnya jika memang mereka di dalam hatinya terdapat penyakit, senantiasa memutar otaknya untuk menghindar dari kaidah yang tidak terbantahkan tersebut.

Untuk melihat keliaran Isa Bugis ketika menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini kami nukilkan tafsir / terjemahan Isa Bugis terhadap surat Al-Ikhlas, semoga kaum muslimin dapat berfikir obyektif.

Benarkah Isa Bugis di atas jalan Shirotol Mustaqim ataukah telah menyeleweng dari jalan yang lurus itu dan menuju jurang kehinaan. Kaum muslimin dapat menilai sendiri.

Tafsir Surat Al-Ikhlas dari Pak Isa Bugis,

بِسْمِ اللَّهِمِ  = Mudah-mudahan saya hidup dengan ilmu Allah

الرَّحْمَنِ = Yang telah mengilmukan Al-Qur’an

الرَّحِي = Pembina kehidupan sayang kasih menurut pilihan masing-masing

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ =  Tegaskan : Dia, Allah dengan Al-Qur’an menurut sunnah Rasul ini adalah satu-satunya Pemersatu paling hebat.

اللَّهُ الصَّمَدُ = Tidakdemikian halnya dengan pelacur dhulumat yang berminyak air Nur menurut de efect Sunnah Syayatin  apapun, juga tidak demikian dengan maling dhulumat menurut reflex Sunnah Syayatin apapun sepanjang abad

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ = Dan tiada satupun dapat menandingi satunya Pemerstu terhebat.

Itulah tafsir Isa Bugis atau muridnya (Bpk.Masykur mantan guru saya dulu), saya nukilkan dari Majalah Al-Muslimin 246 halaman 55. (Sebebarnya  saya punya referensi sendiri tentang diktat-diktat Pak Isa Bugis, namun saat ini sedang tidak di tangan karena sedang diperlukan oleh seseorang, sehingga saya menukil tafsir tersebut tidak langsung dari diktatnya Pak Isa. Bagi para pembaca dapat mengecek kebenaran nukilan saya pada majalah Al-Muslimun. Perlu diketahui oleh pembaca bahwa saya dapatkan Majalah Al-Muslimun merupakan kiriman dari Istri saya, waktu itu saya masih sebagai pengikut Pak Isa Bugis, untuk menyamakan presepsi keagamaan  (calon suami istri) saya kirimkan diktat pengantar iman karya Pak Isa Bugis, dan sebagai bantahan calon Istri mengirimkan Foto Copyan Majalah Al-Muslimun itu kepada saya. Pada waktu itu saya sangat kecewa dengan calon Istri yang secara tidak langsung membantah  faham yang saya ikuti.)

Beberapa persoalan yang perlu kita renungkan berkaitan dengan tafsirnya Isa Bugis terhadap Surat Al-Ikhlas di atas.

Pertama : Kalau memang Isa Bugis merupakan penerus ajaran Islam yang di bawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tolong sebutkan referensi yang beliau rujuk berkaitan tafsir-tafsir yang begitu aneh tersebut. Apabila beliau tidak mampu menyebutkan referansinya dapat dikatakan bahwasannya beliau menafsirkan menurut akalnya sendiri yang bermakna pula Beliau bukan penerus ajaran islam yang di bawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi dia adalah mubtadi’ pencetus ajaran baru seperti juga Mushadeq yang telah bertaubat.

Kedua : Pak Isa mengurangi makna sifat-sifat Allah yang mulia bahkan menghilangkannya.

Seperti :

Ar-Rahman ditafsirkan hanya ditafsirkan Yang mengilmukan / mengajarkan  Al-Qur’an (yang berisi ajaran nur lawan dhulumat)

Ar-Rahim ditafsirkan yang membembina kehidupan sayang kasih menurut pilihan masing-masing

Allahu ahad : Satu-satunya pemersatu paling hebat

Bahkan lam yalid tidak diterjemahkan Dia yang tidak beranak,

sedangkan lamyulad  juga tidak diterjemahkan Dia yang tidak diperanakkan

Tidak ada satupun yang sekufu / sebanding dengannya juga tidakdimaknakan sebagaimana mestinya.

Demikianlah tafsir Pak Isa, bebas tanpa kaidah-kaidah ilmu-ilmu islam yang telah diakui oleh kaum muslimin.

Sebagai perbandingan saya nukilkan tafsir dari Ar-Rahman dan Ar-Rahim menurut Syaikh Utsaimin.

Syaikh Utsaimin berkata :

Ar-Rahman : adalah salah satu nama dari nama yang khusus bagi Allah subhanahu wata’ala, yang tidak bisa dinamakan bagi selain Allah. Ar-Rahman artinya adalah Dzat yang bersifat memiliki rahmat (kasih sayang) yang sangat luas.

Sedangkan Ar-Rahim adalah sebuah nama yang  bisa dipakai  untuk Allah subhanahu wata’ala dan untuk selain Allah. Nama Ar-Rahim bermakna yang memiliki rahmat yang sampai (kepada yang dituju). Maka Ar-Rahman adalah pemilik rahmat yang luas, sedangkan Ar-Rahim maknanya adalah pemilik rahmat yang tersampaikan. Apabila kedua nama tersebut digabung, maka Ar-Rahim bermakna Dzat yang menyampaikan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. (Al-Ankabut:21)

(dinukildari Syarah Utsuluts Tsalatsah tiga landasan Agama)

Demikianlah Ahlussunnah menjelaskan Ar-Rahman, Ar-Rahim dan nama-nama Allah lainnya yang husna merupakan nama-nama Allah yang mulia, merupakan sifat-sifat mulia pula, tidak ada satupun makhluk yang sekufu /sama dengan-Nya.

tidak ada sesuatu apapun yang semisal dengan-Nya dan Dia maha mampu menguasai segala sesuatu.

Para pembaca demikianlah, secara ringkas kita menjelaskan keanehan-keanehan tafsir Isa Bugis dan sedikit penjelasan ulama ahlussunnah. Yang dengannya kita mengetahui aliran Isa Bugis adalah aliran Islam yang jauh berbeda dengan Islam Umumnya kaum muslimin. Kita semua menyaksikan perbedaaan yang menyolok.

Dengan demikian Isa Bugis adalah Isa Bugis, dia memiliki ajaran yang baru yang tidak bersandar sedikitpun kepada orang-orang terdahulu dari kalangan sahabat, tabi’in maupun tabiut tabi’in. Padahal Allah menjelaskan orang-orang yang selamat dan mendapat ridho-Nya adalah orang-orang dahulu dan orang-orang yang mengikutinya dengan pengikutan yang baik.

Allah berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah:100)

Ayat itu menjelaskan orang-orang yang mendapat ridha Allah itu adalah Muhajirin, Anshor dan yang mengikuti mereka dengan baik. Maka siapapun yang tidak mau mengikuti mereka bahkan membuat ajaran baru mereka terancam tidak mendapatkan ridho-Nya. Bahkan Allah tegas menjelaskan :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali. (An-Nisa':115)

Siapa orang mukmin yang apabila jalannya tidak diikuti menjadikan tersesat dan mengantarkan yang menyelisihnya ke dalam jahannam. Tentu saja  mereka adalah  orang-orang dahulu para sahabat dan orang-orang yang komitmen mengikuti jalannya. Jalan ketika memahami agama, manafsirkan Al-Qur’an, mangamalkan Al-Qur’an dan mengimaninya termasuk di dalamnya ketika  menafsirkan nama-nama dan sifat-saifat Allah yang mulia.

Akhirnya kita memohon kepada Allah agar memberi petunjuk kepada kami, Pak Isa dan seluruh kaum muslimin sehingga kita termasuk orang-orang yang dituntun megikuti jalan orang-orang yang diridhoinya, yaitu orang-orang yang telah diberi nikmat bukan jalannya orang-orang yang dimurkai bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.

About these ads

69 thoughts on “Diskusi dengan Pengikut Isa Bugis

  1. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 15, 2008 pukul 7:37 am Reply

    Insya Allah berlanjut pada Dialog dengan Pengikut Isa Bugis (dua)

  2. Sumanto Djojosoekarso November 17, 2008 pukul 3:40 pm Reply

    Diskusi boleh saja asalkan saja dibekali dengan hati yang bersih jangan sampai menghujat satu terhadap yang lain karena faktor kebencian belaka. Jadilah orang yang obyektif ilmiah bedasarkan Al Qur’an menurut Sunah Rasul insya Allah dunia akan Aman dan Damai Adil serta Makmur Amiin.

    Tidak ada kebencian, justru saya lakukan karena saya mencintai Isa Bugis dan pengikutnya,agar mereka semua kembali kepada jalan yang benar.
    lanjut diskusi di :
    http://abasalma.wordpress.com/2008/11/19/diskusi-dengan-pengikut-isa-bugis-lanjutan/

  3. johan November 21, 2008 pukul 9:39 pm Reply

    ah ini masalah klasik, males

  4. Spider361 November 24, 2008 pukul 8:40 am Reply

    Assalammu’alaikum Wr.Wb

    Saya sangat setuju dengan adanya diskusi ini untuk mencari kebenaran tentang ISLAM. Saya juga sependapat dengan Sdr. Sumanto Djojosoekarso Jadilah orang yang objektif ILMIAH berdasarkan al Qur’an MSR. dan bukan berdasarkan Pendapat atau HATI NURANI masing-masing.
    Jadi jangan kita membenarkan pendapat seseorang kalau pendapat orang tersebut tidak berdasarkan al Qur’an MSR.

    Sebelum saya mengomentari lebih lanjut. Ada beberapa pertanyaan yang Anda (Abu Salma Ibnu Rosyid)
    harus jawab :
    1.
    Apa tujuan ANDA membuat DISKUSI ini? Mencari kebenaran atau untuk menghakimi/menghujat seseorang berdasarkan pola pikir ANDA yang tidak OBJEKTIF berdasarkan al Qur’an MSR.

    2.
    Apakah ANDA pernah mempelajari TATA BAHASA AL QURAN ?

    3. Apakah ANDA tau dari mana ISA BUGIS menafsirkan Ar-Rahman itu “yang telah mengajarkan Al Qur’an” dan bukan Ar-Rahman : “maha pengasih dan penyayang”.

    Kalau ANDA pernah belajar di PESANTREN tentu ada tau yang namanya ISIM JAMID (KATA BENDA ASLI) dan ISIM MUSTAQ (KATA BENDA JADIAN).

    Jadi Ar-Rahman “yang telah mengajarkan al Qur’an” itu diambil dari ISIM JAMID. jadi untuk mengartikannya lihat ayat selanjutnya Surat Ar-Rahman ayat 2 yang berbunyi :
    “Alama Qur’an” (yang telah mengajarkan al Quran)

    sedangkan

    Ar-Rahman “maha pengasih dan penyayang” diambil dari ISIM MUSTAQ berdasarkan Kamus Kontenporer Arab – Indonesia yang artinya (maha pengasih dan penyayang).

    Jadi arti dari Ar-Rahman bukan sekedar arti asal-asalan yang diterjemahkan oleh Bpk. ISA BUGIS.

    Mungkin ORANG-ORANG AWAM mengartikan bahwa itu ASING/SESAT karena tidak sesuai dengan al Quran yang UMUM sekarang. Mengapa mereka beranggapan begitu karena mereka hanya diajarkan oleh para Mubaligh (GURU, USTADZ, KYAI, HABIB, dll) cukup belajar baca, cukup menghafal ayat tanpa mengetahui mengapa ayat itu artinya ini…ini…..atau itu…itu…. Sehingga UMAT ISLAM yang ada sekarang SALAH LANGKAH jadi SALAH KAPRAH. aturan Maksud Quran itu begini….begini..begini jadi begitu…begitu…beitu.

    4.
    Salah satu Contoh lagi pertanyaan dan sebagai bahan DISKUSI untuk ANDA khususnya dan untuk semua yang mengikuti DISKUSI ini.

    Mengapa Al Baqarah diartikan SAPI BETINA ? Lalu apa hubungannya ayat tersebut untuk MANUSIA sedangkan Al Baqarah sendiri diartikan SAPI BETINA?

    Coba tolong jelaskan

    5. Kalau memang yang ANDA yakini benar. mengapa perjalanan SEJARAH selama 14 ABAD sepeninggalan NABI MUHAMMAD sampai sekarang. Yang penduduknya atau yang negaranya kebanyakan UMAT ISLAM mengapa jadi terpuruk, pecah belah, saling menyakiti, saling menindas bukankah ISLAM itu saling kasih sayang, cinta damai, tidak ada yang menghujat.

    Nabi Muhammad cukup 23 tahun bisa membuktikan kehidupan MADINAH. mengapa BANGSA INDONESIA (mayoritas ISLAM) dari awal masuknya ISLAM sampai sekarang tidak bisa membuktikan kehidupan MADINAH?

    Yang jadi pertanyaan Benarkah ISLAM yang masuk ke INDONESIA adalah benar yang sama dengan apa yang telah dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW. Kalau benar mengapa kehidupan jadi begini?

    Islam yang di bawa Isa Bugis juga ga mampu membawa kemenangan bagi pengikutnya.

    • yusup Desember 29, 2011 pukul 12:06 am Reply

      pak isa hanya mengantarkan kita untuk mau belajar al quran, loe pada pake atau tidak itu semua pilihan hidup…

    • ankabut Maret 24, 2012 pukul 5:17 pm Reply

      spider361@mana mungkin seorang yg berhati dangkal seprti abu salma dapat menjawab pertanyaan anda yg obyektif ilmiah

  5. Rijal November 27, 2008 pukul 4:50 pm Reply

    Assalamu’alaykum.

    Sekedar tanggapan untuk komentar di atas saya:

    “Jadi arti dari Ar-Rahman bukan sekedar arti asal-asalan yang diterjemahkan oleh Bpk. ISA BUGIS.”

    Wahai saudara, ketahuilah bahwa terkadang penafsiran yang tidak asal2an pun akan tetap sesat. Contohnya itu kafir Ahmadiyah bawa2 dalil Al-Qur’an bwt cari pembenaran atas keyakinan mrk, tp teuteup…… SESAT!!!! Anda setuju gak? Metodenya Ahmadiyah ini dalam menafsirkan Al-Qur’an pun saya rasa juga mirip2 nih ama metodenya Pak Isa Bugis (yakni metode yang menurut saya njelimet & sulit dimengerti dibandingkan tafsir/terjemah dari para salaf, malah mungkin bikin orang jadi bingung). Maaf-maaf aja nih ya buat fans berat beliau yah. Alhamdulillah, Pak Isa Bugis gak sampe kayak Ahmadiyah.

    Bwt Akh Abu Salma M. Fachrurozi Ibnu Rosyid:

    “Islam yang di bawa Isa Bugis juga ga mampu membawa kemenangan bagi pengikutnya.”

    Sebenarnya mungkin lebih tepatnya:

    “Islam yang di bawa Isa Bugis juga BELUM mampu membawa kemenangan bagi pengikutnya.”

    Karena apa? Yah mungkin karena belum benar. Udah berapa taun tuh dia dakwah? Udah ada 23 tahunkah? (Wow, sebaiknya jangan membandingkan seorang Isa Bugis dengan seorang Rasul dalam hal tempo jangka waktu kesuksesan berdakwah) Sudahkah terwujud masyarakat Madani pada para pengikut Isa Bugis?

    • majemuk Maret 24, 2012 pukul 5:21 pm Reply

      rijal@lalu kalau selain pengikut isa bugis apakah kehidupannya rahama ubaynahum,atau kamatsalil jasad?padahal mareka sdh sekian abad!

  6. hamba November 29, 2008 pukul 11:20 pm Reply

    @Abu Salma Ibnu Rosyid YTH,

    Anda Lucu ya… dari dulu blog anda mengenai Isa Bugis Sesat terus,
    mang tidak ada yang menarik lg blognya pak?
    anda membawa nama isa bugis sesat, apakah sekedar buat naekin ratting blog anda? atau mau berdakwah? jangan cuma mau dapat uang dr blog ini hahahah

    Siapa bilang ajaran Isa bugis tidak sesat? ya sesat lah pak, piye toh bapak ini.. yang ga sesat itu adalah : Ajaran Allah Menurut Sunnah Rosullnya yaitu AL Quran

    MAKANYA saya bilang Blog anda LUCU.

    SESAT BAGI ORANG YANG SESAT loh pak

    nb: bales postingan saya, klo tidak di bles nanti ratting blog anda turun lg heheh
    Wasslammualaikum, Wr. WB.
    Hamba

  7. sensei Desember 1, 2008 pukul 4:26 pm Reply

    saya rasa tidak perlu diperbincangkan lagi karna ada yang emosi tujuan blog ini saya tidak tahu klo dakwah mengapa membicarakan ajaran lain sampai dilucu2kan saya mohon maaf tapi ini blog terasa panas dibacanya

  8. abu salman Desember 3, 2008 pukul 7:19 pm Reply

    Assalamu’alaikum, apa kabar akh, masih ingat ana ga?

    http:ahlussunnahwonosobo.co.cc

    ana punya blog baru akh disini http://salafiindo.co.cc

  9. abu salman Desember 3, 2008 pukul 7:19 pm Reply
  10. mirzamabok Desember 11, 2008 pukul 7:23 pm Reply

    yg sesat itu abu salma…..itu menurut tanggapan sy..
    Dakwah abu salma sesaaaattttt…

  11. margop Desember 14, 2008 pukul 12:04 pm Reply

    saya kira yang dikatakan isa bugis itu benar, karena dia meyakini apa yang diterjemahkan, utk membuktikan kebenarannya tunggu aja sampai dunia ini kehabisan solusi hidup,maka hanya satu pemesahannya yaitu dengan alquran MSR spt yg diajarkan isa bugis. saat ini dunia sudah di titik nadir mendekati kehancuran total akibat yang diterapkan bukan islam menurut Muhammad tapi bergaya eropa & arabic, gimana bisa hidup baik. Sedangkan ajaran isa bugis memang saat ini masih dalam taraf pendidikan dan penerapan baru hanya untuk pribadi. blum sampai ke lembaga. Tapi dalam Al qur’an MSR spt yg dijelaskan isa bugis menjelaskan bahwa semua al quran spt yg diajarkan menurut isa bugis akan menjadi kenyataan menjadi Qurun ke 2 seperti yang dijanjikan Nabi Muhammad.
    Dunia skarang sudah sperti kehancuran Roma di abad 5 dengan munculnya Muhammad 571 M. ditandai dengan mundurnya ekonomi Amerika, maka akan dimunculkan Ajaran Alquran yang benar sebentar lagi…. tunggu aja beberapa tahun kedepan.

    Ngaco anda ya….ngigau kali ya…?

  12. somse Desember 26, 2008 pukul 10:54 pm Reply

    Wah kalau bicara dengan orang yang udah di konci mati hatinya, pendengarannya dan penglihatannya mah percuma, baik dikasih peringatan maupun tidak juga kagak doyan (kufuR), apalagi kalau pakai ditambahin sudah mengondol didadanya sekarung dendam….
    coba dech ane juga pingin tahu dari hati sanubari yang paling dalam yang bikin blog ini… apa maksud dan tujuan bikin blog ini, kalau cuman pingin menghujat seseorang atau banyak orang ini mah keranjang sampah…., yang dibutuhkan umat sekarang ini yang bisa menjawab persoalan hidup yang demikian pelik samapai-sampai dari mana mestinya memperbaiki…, karena keadaanya sudah sedemikian salah kaprah yang menjadi kalau saja ada setitik kebenaran menjadi tidak lumrah…..
    Mudah mudahan saya bisa menjadi yang tidak lumrah tadi…, karena disitulah ada harapan kebenaran di dunia yang sudah salah kaprah ini….

  13. Rara Januari 4, 2009 pukul 2:03 am Reply

    Abu Salma ngga nyadar bahwa dia sendiri Yahudi, Rosul Muhammad ga pernah menjelekkan orang lain. ilmu sejarahnya ngga ada apa-apanya. cari di surat Al baqarah “Yahudi itu mengenal Muhammad bagai Bapak mengenal Anaknya” apa maknanya? Kalau posting/bikin blog yang sehat dong!

    • BABI palsu Januari 6, 2012 pukul 11:40 am Reply

      @ Rara
      ane denger sendiri kalau ustadz anda suka memojokan Ulama-ulama besar bahkan suka mentertawakan seolah kalian lah yang paling benar.

  14. Rara Januari 4, 2009 pukul 5:59 pm Reply

    Saudara abu coba jawab satu persatu pertanyaan spider dg penjelasan kalau memang anda benar. Jg cuma mem”beo”!

  15. Bayoe Januari 17, 2009 pukul 5:02 am Reply

    Para pendukung quran MSR belum waktu nya kita berkomentar yg tidak ada hbsnya jawaban mereka pasti tidak objektif ilmiah, karena sekarang masih panggung nya zhulumat mssy.

  16. saya masih kufur Februari 23, 2009 pukul 11:40 am Reply

    jangan pernah melihat suatu hal dari satu sudut saja pak.karena bila tidak ada alasan yang objektif ilmiah maka akan timbul suatu fitnah. alqur’an MSR bukanlah ajaran Isa bugis, melainkan ajaran ALLAH dengan alqur’an MSRnya yang di sampaikan melalui seorang isa bugis. jelas sesat bila di katakan ajaran isa bugis. Dia tidak pernah mengatakan bahwa alqur’an MSR adalah ajaran dia. tetapi ajaran ALLAH dengan alqur’an MSRnya .

    Dalam diktatnya pun selalu di tuliskan darimana referensinya. jadi bukan subjektif dari diri beliau. bila subjektif pasti akan menyesatkan bukan??tolong di baca yang benar.
    anda menyatakan bahwa dalam ajaran ini manusia dalam tahap menuju IMAN.dan para pengikutnya tidak sanggup untuk melaksanakan apa yang dinamakan rattil.

    hal itu sangatlah benar.kita hidup di dunia ini hanya untuk mencapai iman.jelaslah tidak semudah apa yang di bayangkan,kita harus melakukan rattil shalat sebagai satu pembinaan IMAN yang akhirnya alqur’an termahkotakan dalam hati sterusnya di aplikasikan dalam kehidupan..itulah tantangan yang harus di hadapi jadi wajar jika manusia terkadang putus asa karena begitu sulit dalam menukar harta kekayaan dan subjektifisme (anfus dan amwal) menjadi milik Allah.bila anda berpendapat setiap muslim telah beriman berikut dengan kembang kempisnya kenapa di indonesia yang mayoritas kaum muslim belum bisa menegakkan persatuan dan kesatuan tang didaasarkan atas satu ilmu dari allah????

  17. [...] berikut menamakan dirinya saya masih kufur dan menggunakan alamat e-mail : [...]

  18. saya masih kufur Maret 11, 2009 pukul 8:34 pm Reply

    Assalamualaikum bapak abu salma,saya menamakan diri saya demikian karena atas kesadaran pribadi tanpa menghubungkan dengan ajaran isa bugis(sebutan anda), saya masih belum beriman.belum bisa menegakkan apa yang di maksud dengan dinul islam.lebih baik saya mengaku masih kufur tetapi sedang berjalan ke arah yang benar yakni hidup dengan ajaran allah dengan alq menurut sunnah rosulnya, dari pada saya mengaku orang yang beriman tetapi dalam kehidupan sehari hari hanya mencari kesalahan2 orang lain yang membuat iman nya sendiri akan hilang yang akhirnya kembali ke kufur.”aku masih kufur” y,perkataan “masih kufur” bukan berarti saya ingin tetap kufur,kata “masih” bukan berarti tidak bisa berubah lagi(sudah absolut),kecuali kalimatnya “saya adalah kufur”,yang berati benar2 kufur dan tidak ingin berubah menjadi yang lebih baik.tolong di perhatikan benar2 pelajaran bahasa indonesia nya.sebelumnya saya sudah katakan “jangan pernah melihat suatu hal dari satu sudut saja”
    apakah anda sudah beriman bapak abu salma?kalau sudah,kenapa anda menghabiskan waktu dan tenaga anda hanya mencari kesalahan orang lain yang sebenarnya benar?lebih baik waktu anda, anda pergunakan untuk mencari uang sebanyak mungkin kemudian di gunakan untuk membantu ummat islam yang masih membutuhkan bantuan baik materil maupun spirituil.islam selalu mengajarkan untuk hidup saling kasih sayang,saling membantu bukan? islam tidak pernah mengajarkan hidup saling sikut bukan? jadi apa yang anda terima selama ini tentang islam tidak sia-sia,anda bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari anda..
    apa keuntungan anda mempublikasikan alamat e-mail saya?dari sini terlihat anda tidak konsisten dengan Blog kesayangan anda sendiri(tolong di pahami sendiri).
    kalau boleh memberi saran,apa yang menjadi komentar semua pembaca supaya di tampilkan agar para pembaca mengetahui sejauh mana diskusi ini.jangan di hapus pak.apa anda takut ada beberapa komentar yang objektif ilmiah yang membuat anda sendiri tersandung?dan akhirnya di baca oleh pembaca dan akhirnya anda menghapus blog kesayangan anda sendiri?terima kasih, maaf bila ada kata2 yang tidak berkenan di hati anda.wassalamualaikum wr.wb.

  19. Sorot Maret 31, 2009 pukul 9:48 pm Reply

    Assalamualaikum bapak abu salma,saya orang baru neh sekarang saya di banda aceh, yach… salam kenal dech buat pak salma,biasa berteman ama om goolge jd terbukalah blog ke sayangan bapak ini, kebetulan sekali artikel ini yg
    saya cari, rupanya di balik artikel ini buanyak banget komen sudara2 kita se tanah air yg menyaksikan posting bapak yg tekutuk ini, apakah bapak tidak sadar dgn siapa bapak berhadapan sekarang ini saya mempunyai doa buat bapak
    semoga Allah membawa anda ke petunjuk Nya.agar tdk selamanya bapak mempertahan kesesatan bahkan mengajak yg lainya untk masuk dalam perangkap kesesatan.Subhanallah..

    Wa’alaikum salam warahmatullahiwabarakatuhu
    terimakasih doanya, mudah-mudahan dikabulkan Allah

  20. imamgoblog April 16, 2009 pukul 5:48 pm Reply

    Saya juga ingin mengajukan pertanyaan kepada ustadz Abu Salma Ibnu Rosyid, pertanyaan yang paling mendasar yaitu : Apakah lafadz /ayat “Bismillahirrahmaanirrahim” itu kalimat lengkap atau bukan kalimat lengkap, menurut Tata Bahasanya. sebelum menginjak kepada bagaimana mentafsirkan ayat Al-qur’an MSR
    Ustadz pasti mengerti arti kalimat lengkap itu ialah yang memenuhi Subjek -Predikat dan Objek, atau istilah Pesantrennya Fi’il-Fa’il dan Maful , bisa juga Mubtada dan Khobar. Tolong jelaskan .
    terima kasih

  21. justwanabi April 19, 2009 pukul 10:38 pm Reply

    ass.
    kita semua didunia ini, khususx agama islam,
    kita tidak akan pernah tau, kita berada di golongan mana, yang dikatakan 1 dari 73 golongan yang akan masuk surga.
    Jadi menurut saya, yakinilah diri kita sendiri u/ berbuat baik, dan tentunya tetap bertaqwa dan beriman menurut pengertian masing2. Apa sudah ad ayang pernah menghitung, sekarang ini didunia ini sudah terbagi berapa golongan?
    ARTINYA KLO SUDAH 73 BERARTI MAKIN DEKET KIAMAT. Tp apapun pemikirannya, asal tidak mengajak berkawan dengan setan dan iblis, dan tetap mengajak bertaqwa menjauhi larangan dan menjalankan perintahnya, saya kira tidak sesat.
    itu dari saya, trims. wassalam…

  22. fahmi hakim (elektro) April 20, 2009 pukul 3:27 am Reply

    mas salmah jadi lier,,,ulama jadi ngulama pake alif,,,jadi perusak kehidupan mas salmah,,,mas salmah jadi banyak euy uangna ratingna ningkat,,,bentar lagi jadi orang kaya,,,apa mao jadi calegnya,,,,,ntar stresssssssssss

  23. Razi Mei 4, 2009 pukul 4:59 pm Reply

    Setelah saya baca ajaran Isa Bugis lebih masuk akal dari yang lainnya

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Mei 27, 2009 pukul 12:01 pm Reply

      Akal anda kali ye…!

      • Abu Gosok Juli 11, 2009 pukul 5:56 pm

        mangnya seperti ini masuk akal?? :

        1. Membelah Laut dengan tongkat (kalo kita hidup di dunia harry potter sich iya) :))

        2. berbicara dengan bahasa binatang (hmm. hebat bener yach).
        dan setan/jin bisa mengikuti kemauan kita

        3. cerita isra miraj dengan naik tangga.
        dan dongeng2 yang tak masuk akal lainnya

        Kalau menurut akal anda ya tidak ada yang masuk akal bung ?!

        Yang masuk akal meurut anda yang di ajarkan isa bugis demikian juga menurut kaum muslimin ajaran isa bugis juga tidak masuk akal

        lantas akal siapa yang dipakai

        sekedar contoh :
        yang dilewati ketntut adalah dubur tapi sama nabi kok suruh wudhu lagi ya kalau mau sholat …inikan tidak masuk akal…..meswtinya yang dibasahi dan disucikan adalah dubur bukan anggota wudhu
        jadi kita tidak perlu wudhu ajalah ….karena tidak masuk akal

        kalau begini kan pikiran cupet dan konyol …..

        Befikirlah wahai orang-orang yang berakal….

        Ketahuilah bagi Allah semuanya mudah …membuat gunung, membuat laut membuat langit menghidupkan yang mati mematikan yang hidup mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada dan seterusnya semuanya bagi Allah mudah …
        Membekukan air, memanaskan air …dan selainnya adalah mudah itu semua kekuasaan Allah. Fahamilah.

        Kemudian saya tanya kepada anda wahai orang yang mengaku muslimin dan sok berakal.

        Komputer hanya dicolokkan ke listrik kok bisa hidup …kita menekan kirim kok e-mailnya sampai kepada alamat e-mail yang dituju …apa ini masuk akal ?

        Kalau masuk akal coba jelaskan ?

        tentunya bagi sebagian orang hal itu tidak masuk akal …dan bagi ahli komputer dan pakar telekomunikasi semuanya masuk akal ….
        maka akal siapa yang akan di pakai ?

        akalnya Isa Bugis yang tidak tahu islam ?

        berakallahu fikum wahai manusia
        Semoga Allah menjadikan akal kita benar-benar menjadi akal yang bermanfaat yaitu akal yang digunakan memikirkan keagungan-keagungan Allah yang maha kuasa dengan segala nama dan sifatnya yang husna

        Wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

        seperti ini masuk akal ya bu salma??

    • Joed Juni 3, 2009 pukul 11:25 am Reply

      Anda kapan baca ajaran Isa Bugis kang???

      Terlambat nget sih …baca dulu baru komen !

  24. angling Mei 14, 2009 pukul 2:39 pm Reply

    Ass. Wr. Wb..

    Mohon maaf jika saya membuka kembali pertanyaan yang ada di benak saya ttg isa bugis ini..
    Pertanyaan saya adalah..
    1.Apa kah pengikut isa bugis ini mempercayai muzizat nabi?
    Contoh:
    “Muzizat nabi Musa yang membelah laut dengan tongkatnya”

    Jika tidak mengapa? apakah karena mustahil dengan hanya sekedar tongkat bisa membelah lautan atau ada alasan lain..

    2. Apakah anda percaya dengan hal2x gaib? seperti Adanya jin? Kalo kasarnya sih.. apakah anda percaya dengan ilmu teluh, santet, ilmu kebatinan dll?
    Kalo tidak kenapa?

    Mohon jawaban dari para saudara sekalian yang merasa pengikut aliran isa bugis..

    untuk bpk Ibnu Rosyid, mohon maaf jika ada kata2x saya yang kurang berkenan.. Saya juga ingin mendapat pendapat dari anda…

  25. aba Juni 18, 2009 pukul 8:06 pm Reply

    asw.
    kenapa kalimat basmallah oleh isa bugis diartikan seperti itu?
    dalam hadits disebutkan bahwa alloh melarang kita untuk memikirkan dzatNya tapi pikirkanlah tentang ciptaanNya. jd, kata ismun itu diartikan sbg ilmu atau ajaran atau isme. kemudian kata ar-rohman tdk diartikan maha pengasih karena itu sm saja membicarakan dzat alloh, tapi arti arrohman diambil dari ayat kedua dst surat arrohman. karena ayat di dlm alquran yufasiruu ba’dhokum ba’dho, saling menguatkan satu sama lain. saya sangat kagum dengan isa bugis karena bisa mengaitkan arti-arti dlm alquran dan juga hadits.
    jazakalloh khoir

  26. dewa2009 Juni 29, 2009 pukul 3:22 pm Reply

    mau numapang nulis nich,mudah-mudahan bermanfaat.saya dulu senang sekali mengaji,sampai pada akhirnya saya bertanya kenapa hidup jadi seperti ini.negara kita adalah mayoritas islam agama yang katanya pembawa kedamaian,saling kasih sayang,tapi kenyataannya tidak seperti apa yang di gambarkan al-quran padahal banyak sekali alim u’lama dinegara kita.di satu sisi mereka mengajarkan mendekatkan diri kepada allah dan meninggalkan kehidupan duniawi.tapi kenyataannya bnyak diantara mereka yang sudah mengerti al-quran malah hidup bermewah-mewah.saya bertanya apa yang menyebabkan semua ini terjadi,kenapa al-quran tidak bisa membawa kepada satu kehidupan aman,damai,sejahtera,dan saling kasih sayang.al-qurannya yang salah kah atau orang-0rangnya yang salah dalam menanggapi al-quran atau memang al-quran ini sengaja di bikin salah.kalian mungkin akan menganggap tidak ada yang berani memutar balik al-quran.tapi coba lihat satu ayat yang
    berbunyi.”minalladzina haduu yuharrifunal kalimah an mawadiihi”maaf jika tulisannya salah tlng di koreksi.maksud ayat tersebut adlh”yahudi telah memutar balik ajaran allah dari yang sebenarnya.disini saya bertanya.tulisannya atau makna yang terkandung di dalamnya,ternyata yahudi tidak berani merubah tulisan al-quran,maka dia putar baliklah makna yang terkandung di dalamnya,mungkin anda semua sudah tau bahwa selama 4000th al-quran selalu turun di pangkuan mereka(taurat,zabur,injil dan al-quran),yahudi sudah memutar balik taurat dan zabur menjadi old testament(menjadi katholik) dan telah memutar injil menjadi new testament(menjadi kristenisme(protestan))melalui satu universitas yang dia dirikan yang bernama TALMUDISME dan yahudi juga memutar balik al-quran menjadi islamisme.melalui TALMUDISME NYA.untuk referensi silahkan kalian baca buku-buku tentang sejarah arab dan yang paling penting adalah karya max i dimont.dia adalah seorang yahudi yang memboikot dan membongkar semua kejahatan yahudi.tapi sayang buku tersebut tdk boleh beredar lagi di karenakan ada satu alasan yang menyebutkan bahwa nabi ibrahim adalah anak yahudi.tapi sesungguhnya selain itu isi buku itu akan membuka mata anda tentang bagaimana sepak terjang yahudi,dan khusus untuk pemutarbalikan al-quran silahkan baca buku-buku yang membahas tentang perjanjian antara ali bin abi thalib dengan muawiyah.dimana muawiyah telah mengkhianati ali bin abi thalib sehingga diangkat sebagai khalifah pengganti ali.banyak buku-buku sejarah yang menceritakan tentang jaman ke emasan islam pada pemerintahan muawiyah.tapi sangat sedikit yang menceritakan bagaimana muawiyah telah memutarbalik al-quran atas permintaan istrinya.karna istrinya adalah seorang yahudi yang sengaja diberikan yahudi kepada muawiyah.dan untuk masalah terjemaham al-quran.buat anda yang sudah mengenyam pendidikan pesantren pasti mengenal kitab AL-MUNJID.itu adlh kitab yang diakui oleh dunia sbg referensi untuk menterjemahkan al-quran.jika anda punya kitabnya silahkan buka halaman depan.disana di tulis pengarangnya adalah Luis Ma’luf dia adlh orang yahudi,dan di terbitkan atas persetujuan gereja patikan(Roma).dan untuk bahasa al-quran bukanlah bahasa arab,karena memang ternyata al-quran adalah bahasanya suku qurasy.yaitu salah satu suku yang berada di arab.dan pada waktu sebelum tahun +-500m bangsa arab mempunyai bahasa tersendiri.contoh bahasa arab: ilen anta. contoh bahasa al-quran:ila ayna anta.tulisan sama tapi pengucapannya berbeda.nah baru setelah tahun +- 500m bahasa quraisy di nobatkan sebagai bahasa nasional arab.anda bisa baca ini dari buku-buku sejarah arab.maaf saya lupa nama pengarangnya.nah disin coba anda pikirkan bagaimana jadinya jika bahasa al-quran di terjemahkan dengan bahasa arab dan nahwu sharaf nya juga memakai bahasa arab.saya ingin menambahkan apa itu yang di maksud dengan kebenaran.kebanyakan kita menganggap kebenaran adalah jika satu teori tsb di dukung oleh banyak pendukung.atau penyampainya mungkin adalah orang yang sangat anda idolakan.saya yakin jika anda memegang prinsip ini dalam mencari kebenaran.sampai kiamatpun kawan-kawan tidak akan menemukan kebenaran.bersikaplah netral,jangan memihak manapun,dengarkan,pelajari,dan cari semua bukti-bukti apa yang dikatakan.ada satu ungkapan bijak.emas di dalam mulut anjing tetap saja emas tapi anjing di dalam tumpukan emas tetap saja anjing.maksudnya adlh dlm mencari kebenaran jangan melihat siapa yang mengatakan tapi lihat apa yang dikatakan.mintalah petunjuk pada allah,yang mana al-quranmu yang benar ya allah.apakah yang saya anut sekarang ataukah diantara ke 73 golongan tersebut..jika memang yang saya anut sekarang salah tunjukan padaku dimana kesalahannya.dan jika benar mengapa sudah hampir 1500 th tidak juga terbentuk kehidupan saling kasih sayang.dan berikan kepadaku mana yang benar berikanlah recomendasimu pada saya.saya yakin jika anda bersikap netral dan terus ber do’a dan berusaha.Allah pasti akan memberikan hidayahnya kepada hamba-hambanya yang ingin mencari kebenaran dengan ikhlas dan tulus.

    Jangan mikirkan / mengoreksi banyak orang bung …koreksi diri anda sendiri….di alqur’an tuh banyak ayat-ayat perintah sudahkan anda mengamalkannya ?

    sudah berapa tahun jaran isa bugis kok masih saja seperti itu tak terwujud jannah yang di idam-idamkan

    dan insya Allah akan tambah lemah danlemah

    • revoananta Agustus 13, 2009 pukul 11:57 pm Reply

      lho… blog anda ini kan sedang memikirkan/mengoreksi (menghujat) orang lain Mr.Abu Salma. Dasar anda ini bisanya cuman menghujat orang lain, tapi nggak berani dikoreksi ya. Jawab saja tuh secara objektif ilmiah pendapatnya dewa, spider dan para fans nya pak Isa yang lain. Biar para pembaca yang akan menentukan mana penjelasan yang objektif menurut alquran dan mana penjelasan yang asal ngomong doang. Pasti anda takut ditinggalkan fans anda ya…hi…hi…

  27. Abu Mufti Juni 30, 2009 pukul 2:13 am Reply

    Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    Yang sabar ya akhi Abasalma…
    Menegakkan dienul islam yang haq memang tidak mudah.
    Penuh rintangan dan hambatan.
    Teruskan ya akhi… ajak manusia kembali ke jalan Alloh Azza wa jalla.
    Katakan yang haq meski kita harus di tampar kanan kiri.
    Semoga Alloh menjagamu ya akhi…

    Untuk saudara-saudaraku yang belum menerima jalan salafush shalih… semoga Alloh memberikan hidayah untuk kalian. Senantiasa belajar-belajar dan belajar. Jangan menutup hati dan diri kalian dengan fanatik yang berlebihan. Kembalilah kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah.
    Renungkan Al-Quran surah At Taubah ayat 100. Sesungguhnya itu adalah sebuah hujjah yang nyata bagi kalian.

    Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

  28. Abdul hakim September 3, 2009 pukul 3:01 pm Reply

    Astagfirullohhaladzim….Sy br tau trnyt pnganut isa bugis itu banyak jg ya?Bagaimana mungkin org sesat sperti isa bugis bnyk pngikutnya?Sy aj org awam tau klo isa bugis itu sesat krn dngn seenak udelnya menafsirkan al quran tanpa ad referensi tafsirnya para shbt rosulluloh atwpn tafsirnya imam mazhab yg 4 sperti imam syafei,maliki,hambali atwpun imam2 yg laen yg sdh diakui kesolehanya oleh mayoritas kaum muslimin ahlussunah wal jamaah,lalu apkh mereka pikir isa bugis itu lebih baik dr para imam ahlul hadist yg 4 itu?Snggh2 mengherankan para pngikut isa bugis itu…

  29. ishak September 14, 2009 pukul 2:14 pm Reply

    Saya sedang belajar ajaran ini, terima kasih atas diskusinya, tapi bukan berarti saya akan berhenti, karena akan lebih baik bagi saya untuk memahami leih utuh pikiran-pikiran mereka dan tentu saja mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk.

  30. pulan September 20, 2009 pukul 12:51 pm Reply

    jangan terpancing, orang lagi nyari duit jangan di ganggu, itu bukan urusan kita itu urusan ALLAH, dibilangin juga dia nggak bakalan ngarti…. biarin aja dia nyari duit yang banyak. masih panggungnya dia belum dibuka panggung kita. ok coy (masih malam)

    • revoalfara Oktober 6, 2009 pukul 7:47 pm Reply

      biarin aja tuh si abu salma asik ngisepin narkotik yahudismenya demi sesuap nasi….

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Oktober 7, 2009 pukul 10:51 am

        Silahkan kalian nagji trus …saya kan udah peringatkan bahwa kalian dalam keadaan tersesat ….!
        Besok rasakan sendiri di hadapan Allah ya…..saya dah memnuhi hak anda, menasehati sebagai sesama muslim.

  31. taufiqurrahman Oktober 14, 2009 pukul 7:58 pm Reply

    Yang saya tau Al Qur’an MSR, tidak mengajarkan kultus individu,, Imam hanya kepada Al Qur’an.

    Yang saya tahu QMSR adalah ajaran Isa Bugis tidak berasal dari seorangpun sebelum dia.

  32. musafir November 20, 2009 pukul 3:11 am Reply

    Alhamdulillah, sungguh banyak pencerahan dari tulisan dan diskusi pada blog ini…
    Terimakasih semua para saudara muslim baik yg mengikuti ajaran AQMSR maupun Abu Salma Mohamad Fachrurozi…

    sbelumnya saya sedikit diskripsikan pengalaman saya. sbelum saya menikah saya adalah seorang yg dari mulai lahir belajar memahami islam dari para guru dan terutama dari orang tua (yg melandaskan ajaran Al Quran menurut ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah) hingga dewasa. Kemudian saya menikah dan mendapatkan istri dari keluarga yg menganut Dinul Islam menurut ajaran AQMSR. Istri saya belajar “mengkaji” tiap malam jumat seminggu sekali dengan para ustadzah yg telah dipercaya untuk mengajarkan AQMSR (Al Quran Menurut Sunnah Rasul).
    Awalnya stelah beberapa bulan menikah saya disuruh ikut belajar “mengkaji” oleh keluarga istri dgn para ustadz mereka dan saya baru tau ada ajaran Dinul Islam dgn AQMSR nya.
    Dari situ saya tau ajaran AQMSR dan pastinya saya menolak dgn ajaran itu krn tidak sesuai dgn apa yg saya pelajari sebelumnya… (terutama adalah penafsiran Al Quran). Namun saya berfikir lain tidak ada salahnya saya belajar krn dapat memperluas pengetahuan & wawasan selama Allah Azza Wa Jalla yg kita sembah. Toh saya liat keluarga istri saya masih menjalankan ibadah membaca Syahadat, sholat 5 waktu, berpuasa, berzakat, dan ada diantara mereka yg beribadah haji bagi yg mampu. Dalam kehidupan sosial masyarakat mereka juga baik seperti umat islam yang lainnya (ada yg rukun & tidak rukun, ada yg ramah/sopan dan ada juga yg sebaliknya, ada yg pendiam dan ada juga yg menggunjingkan masalah orang lain baik maupun buruknya; intinya sama dgn masyarakat yg bukan dari anggota pengikut mereka). Di lain pihak, mereka juga loyal dan fanatik terhadap pimpinannya jadi mereka marah jika pimpinan mereka dianggap salah dan dibantah atas segala ucapannya. Sama juga dengan masyarakat muslim lainnya, jadi itu adalah hal yg manusiawi.
    Setelah lama saya pelajari dan “belajar mengkaji” dengan ajaran AQMSR saya mencoba untuk menerima ajaran tersebut, namun akhirnya saya menyatakan tidak smuanya menerima ajaran AQMSR karena ternyata memang ada “beberapa” hal yang sesuai dan “banyak” hal yg “kurang” sesuai dan perlu dibenarkan menurut Wahyu Allah yaitu Al Quran.

    Mengapa saya berani menyatakan demikian, karena :

    Pertama, waktu saya bertemu dengan Pak Isa, beliau adalah sosok org yg kharismatik, berwawasan luas ttg Sejarah Islam, Al Quran, & Assunnah, serta tutur bahasanya baik dalam menerangkan setiap ajarannya. Kami berdiskusi banyak ttg Al Quran dan dari situ saya tau betul bahwa tafsir AQMSR itu adalah mutlak atas penafsiran Pak Isa dengan dasar kemampuan tata bahasa dan pemikirannya sendiri. Pemikiran dan penafsiran itu sama sekali tidak salah bagi Pak Isa sendiri krn beliau ingin mengimplementasikan Al Quran dalam kehidupan spiritualnya menurut Sunnah Rasul dan beliau meyakini bahwa itu benar. Namun saya katakan hal itu tidak bisa diajarkan pd org lain apalagi yg tingkat spiritualnya msh kurang krn bisa salah kaprah. Belau menjawab, karena beliau ingin orang muslim memiliki keyakinan yg sama dengan apa yg beliau yakini.
    Saya jawab itu sama sekali tidak bisa krn Pak Isa bukan Rasul/Nabi yg menerima wahyu langsung yg bunyinya sperti yg Pak Isa tafsirkan. Masalahnya ini jelas Wahyu-Nya (tulisan, lafadz, maupun artinya). Nah masalah penafsiran semua orang bisa berbeda-beda, makanya ada landasan untuk menafsirkan dgn merujuk pada pendapat para ulama terdahulu (saya sebutkan para ulama bukan satu ulama yg artinya sudah dikaji betul-betul kesepakatan tafsirnya). Jelas artinya bahwa ArRahman itu Yang Maha Pengasih dan ArRahim itu adalah Yang Maha Penyayang (masalah tafsir Maha Pengasih dan Maha Penyayang ya itu setiap individu muslim berhak menafsirkan sesuai keyakinannya agar bisa di implementasikan dalam kehidupan spiritualnya dan lebih bagusnya menafsirkan atas dasar pendapat para ulama yang shahih).
    Dan diskusi dgn Pak Isa tersebut saya akhiri demi kemaslahatan bersama mudah2an Pak Isa dapat bijak memikirkan dan memahaminya.

    Kedua, mengenai masuknya ajaran Islam di Indonesia atau dikatakan di seluruh dunia dinilai tidak murni oleh jamaah AQMSR krn telah di “kriminalisasi” oleh Yahudi. Kita semua tentu sangat yakin dan percaya bahwa Allah selalu menjaga ajaran Al Quran sampai nanti saatnya yaumil akhir, jadi tidak ada yg tidak murni. Jika cara penyebaran Islam pada masa Wali Songo itu dijadikan alasan tentunya itu adalah cara dakwah yg terbaik pada masa itu untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat, yg jelas tidak mengajarkan tafsir yg neko-neko, meskipun itu mempengaruhi budaya atau istiadat sampai sekarang tapi yg penting tidak melenceng dari ajaran Al Quran. Sama halnya seperti AQMSR mengadakan “pengkajian” dakwah tiap malam hari kumpul bareng membahas Dinul Islam.
    Lalu jika Islam sudah tidak murni lagi tentunya sudah dari dulu sebelum kita lahir terjadi kiamat kubro. Jadi apakah AQMSR itu murni…? (ya tidak murni lagi karena ditafsirkan oleh Pak Isa, ya to…? kalau mau yg murni ya belajar sendiri, apa bisa…? wajib bisa… caranya belajar dari sumber yg sudah terpercaya kesahihannya).

    Kemudian mengenai istilah Islam, kalau AQMSR tidak mau menyebut Agama Islam (atau disebut Islamisasi) krn ada skenario kriminalisasi dari yahudi dan lebih suka dengan menyebutnya Dinul Islam, apa bedanya? (dari segi arti dan tafsir lho karena ini lagi-lagi masalah tafsir dan fanatisme).
    Saya berfikir dan pernah menyatakan bagaimana kalau AQMSR diubah menjadi SRMAQ (Sunnah Rasul Menurut Al Quran) dgn alasan bahwa Rasul melakukan sunnah-sunnahnya berdasarkan Al Quran dari Wahyu yg diturunkan Allah, jadi bukan Al Quran yg mengikuti Sunnah Rasul (meskipun dalam hati saya tdk setuju juga krn hanya melemparkan wacana, tapikan sah-sah saja kalau saya punya pemikiran dan penafsiran berbeda, lha wong Pak Isa saja bisa menafsirkan masa’ saya tidak bisa, ya to… tapi krn saya tidak punya fans ya tidak ada yg fanatik terhadap pendapat saya… he he… kacian deh gw).

    Hal terakhir yang membuat saya janggal adalah mengenai Ibadah Haji. Pak Isa memang tidak melarang pengikutnya menunaikan Ibadah Haji tetapi beliau menekankan bagi setiap anggota yang mampu untuk mengutamakan shodaqoh membangun sekolah demi memperkuat syiar ajarannya daripada melaksanakan Haji. Saya pun tidak tahu apakah Pak Isa sudah melaksanakan Ibadah Haji atau belum meskipun saya tahu sepertinya sudah namun tidak secara terang-terangan diketahui oleh pengikutnya. Jika itu benar maka Insya Allah itu merupakan Ibadah yg mulia krn untuk menjaga riya. Namun kalau belum mengapa tidak berhaji padahal Haji merupakan Ibadah wajib mutlak hukumnya bagi yg mampu utk menyempurkan kehidupan spiritual seorang Muslim/ah. Dan shodaqoh adalah ibadah sunnah, mengapa demikian…? Hal ini menyebabkan banyak dari para pengikutnya enggan beribadah Haji dan kalau pun mereka menunaikan Haji jika ditanya mereka menjawab pergi piknik bukan beribadah mengharapkan ridlo Allah. Mungkin alasannya adalah agar mereka tidak disebut Pak Haji / Ibu Haji dan keberangkatan mereka dirahasiakan dilingkungan masyarakat agar tidak ada orang yg mengantarkan keberangkatan mereka. Jika niat mereka untuk menghindari riya, saya bersyukur. Tapi jika niat mereka menganggap bahwa Haji merupakan ibadah yg tidak penting, naudzubillah. Karena ada kisah nyata seorang ustadz kaya raya orang kepercayaannya Pak Isa yg berangkat beribadah Haji tapi dia berangkat atas desakan keluarganya (orang tuanya yg sudah tua ingin melihat anaknya berangkat Haji) sehingga dia berangkat Haji, namun murid-muridnya memprotes bahkan Pak Isa pun ikut protes. Saya tidak tahu apa niat ustadz ini berangkat Haji, mdh2an menjadi Haji yg Mabrur… Amin. Dan dia tidak mau disebut Pak Haji meskipun masyarakat sekitar memanggilnya dgn sebutan itu… he he…
    Kalau bagi sya mau dipanggil Pak Haji kek atau enggak atau mau diantar warga kek atau enggak kek… ya tdk masalah kan itu hanya urusan sosial kemasyarakatan dan istilah bagi yg berhaji terutama di kawasan asia tenggara yg penting kan niatnya to… Kembalikan semua kepada Allah dengan mengharap Ridlo Nya supaya tidak riya.

    Demikian mungkin pengalaman saya mengenai wacana yg telah dituliskan oleh saudara Abu Salma, mudah2an kita bisa belajar bersama secara benar mengenai kehidupan spiritual kita masing-masing karena urusan tanggung-jawabnya hanya kepada Allah bukan kepada Mas Abu atau Pak Isa. Perlu saya garis bawahi bahwa ajaran Pak Isa yang baik dan sesuai masih saya pakai tapi yang tidak sesuai saya pelajari lagi agar mendapatkan pemahaman yg lebih baik. Dan ajaran Pak Isa menurut saya sangat baik jika orang yg mempelajarinya sudah memiliki tingkat spiritualitas dan keilmuan yg lebih tinggi bukan untuk orang yg masih kurang dalam pemahamannya. Ajaran Pak Isa melalui AQMSR masih sesuai dengan syariat dan tauhid, hanya saja tafsirnya terhadap Al Quran dan Assunnah yg perlu diluruskan (ini sangat berbahaya bagi orang yg baru belajar Islam).

    Saran untuk Mas Abu… kalau bisa mohon mengajak berdiskusi dengan Pak Isa dan dihadirkan pihak MUI, bisa ditemui di rumahnya Yogyakarta kompleks Sekolah Proklamasi 17 Agustus Ring Road Utara Barat, sehingga dapat dicari solusinya untuk kebaikan ummat Islam (karena itu lebih baik daripada membuat polemik di blog dengan yg menimbulkan emosi para pengikutnya dan perpecahan diantara ummat Islam).

    Mohon maaf jika ada salah kata dan pernyataan yang menyinggung perasaan semua saudara seiman di blog ini.

    Silahkan ditanggapi atas komentar saya ini, karena saya selalu terbuka dan berpikiran positif untuk bersama memajukan Islam.

    Terimakasih atas komentar dan penilaian anda terhadap ajarana Isa Bugis.

    Islam itu kebenaran Mutlak. Jadi kalau ada kesalahan maka dia bukan dari islam.

    Anda dan saya sebagai orang yang awam terhadap agama islam ini saja sudah dapat menyalahkan ajaran isa bugis apa lagi jika yang menilai para ulama umat yang kokoh agamanya.

    Permasalahan tafsir bukanlah permasalahan kecil karena alqur’an tidak bermakna tanpa arti dan penjelasan tafsir.
    Bagaimana jadinya jika alqur’an ditafsirkan menurut kaidah yang pak isa ciptakan sementara beliau bukan nabi bukan pula orang yang ahli dalam bidang agama dengan kaidah-kaidah yang baku.

    Bisa berlaku seperti pak isa yaitu menafsirkan alqur’an mutlak menurut caranya sendiri dan mewajibkan seluruh kaum muslimin mengikutinya, serta menyalahkan semua tafsir yang telah ada dan disepakati oleh seluruh kaum muslimin, menghilangkan kaidah-kaidah ilmu nahwu shorof yang telah ma’ruf dikalangan kaum muslimin sejak ribuan tahun yang lalu. Kecuali dia adalah nabiyullah atau rasulullah.

    Dengan demikian walaupun pak isa tidak secara lisan mengatakan nabi namun secara hakikat dia telah menempatkan diri bagaikan nabi Allah.

    maka ini bukan hanya sesat tetapi kesesatan sekaligus kebodohan yang sangat nyata. Dholuman jahula.

    Saya bukan orang yang pinter saya hanya bertanya dan bertanya, dari mana pak isa punya ajaran seperti ini ?

    Dari Allah atau dari siapa ?

    Kalau mengaku dari Allah berarti dia mengaku mendapat wahyu

    Kalau tidak dari Allah maka tunjukkan siapa gurunya ? karena orang tidak akan bisa tanpa ada yang mengajari.

    Terakhir saya katakan : Bahwa suatu kesesatan pastilah disana ada kebenaran dan kebaikan, jika saja kesesatan dan kesalahan tidak ada kebaikan-kebaikannya dengan apa syithon dapat memalingkan manusia dari jalan yang benar ?

    Beruntung saya dan anda dapat memilih mengambil kebenaran yang ada pada ajaran isa bugis dan meninggalkan kesalahan-kesalahannya. Kemudian bagaimana dengan mereka para pengikutnya ?
    Maka jika mau belajar ambillah dari orang-orang yang mengajari kita mengambil ajaran isalam dari sumbernya yaitu para ulama ahlussunnah waljamaah dalam kitab-kitab mereka yang telah disepakati oleh kaum muslimin sepanjang sejarah.

    Kalaupun kita telah berada pada jalan ahlussunnah wal jamaah belum tentu kita tetap dapat kokoh berjalan dan mengamalkan ajaran-ajarannya karena syaithon terus akan menggoda dan memalingkan kita dari shorothol mustaqim, bagaimana jadinya jika kita berjalan pada jalan yang salah ?

    Akhirnya saya ucapkan
    Terimakasih pada anda yang membantu memberi pencerahan, mengungkap kesalahan ajaran isa bugis.

    Semoga ulama kaum muslimin bangkit menjelaskan kerusakan dan kesesatan ajaran ini sehingga semakin sedikit orang-orang yang rusak ibadahnya karena tidak lagi memikirkan niat, padahal niat adalah unsur yang paling utama ketika beribadah.

    sesunggunya sholatku, sembelihanku, hidupku, matiku, untuk Rabbul ‘alamin. Bukankah ini permasalhan niat ?

    demikian juga RAsulullah bersabda innamal a’malu binniyat.

    Apakah pernah ajaran isa bugis mengajari meluruskan niat dalam beribadah ?

    Semoga bermanfaat.

    • musafir November 20, 2009 pukul 3:13 am Reply

      end

    • Husain Januari 3, 2010 pukul 9:05 am Reply

      Saya senang mengikuti diskusi ini dan semakin seru !!!!!!! lanjutkan saja ….. abu salama hati-hati jangan sampai anda terjebak sediri dengan komentar anda kalau kita kilas balik diskusi ini. kelihatannya pengikut AMSR (maaf kalau salah tulis) tetap konsisten….. saya komentar dalam posisi netral……

    • Hasan Januari 11, 2011 pukul 12:47 am Reply

      Assl. bpk abu salma

      saya berasal dr madura, saya berada d kalangan NU bahkan ortu saya sangat fanatik sekali dngn alirannya. spt biasa disini saya sering mengikuti pengajian,tahlilan, selametan, dll.
      2003 saya kul di malang n dstu saya baru mengenal aliran MUHAMMADIYAH yg klo d rumah aliran tsb. oleh sbgian orang dianggap miring bahkan sesat. justru dari itu saya tambah penasaran dngn aliran tsb n mencoba untuk mncari tahu tntang isi dr aliran tsb. dng cara diskusi n sring brgaul dngn tmn2 bhkan dosen2 dr aliran tsb. n waktu itu saya mulai brgeser dari NU ke MD. dsitu saya mengerti tntang prbedaan2 dua aliran diatas.
      beberapa bulan sblum saya wisuda, saya brtemu dngn yang anda sebut aliran ISA BUGIS. bbrpa bulan sya ikut diskusi, hingga pd akhirnya saya mempunyai ktertarikan.
      disitu saya mengetahui bagaimana sholat yang sebenarnya. fungsi sholat serta prsiapan2 sblm sholat. mengerti cara kita mencintai allah dan Rasul spt apa, dan disitu saya justru mengerti fungsi alQur’an ms Rasul yng sbnarnya bahkan alqur’an sangat berlaku, bukan hanya dibaca dngn dilagukan spt dirumah saya pd umumny.
      tidak hanya itu, bila dihubungkan dngn kenyataan hidup saat ini pas sekali sehingga saya tahu ke-obyektif ilmiah-an alQur’an memang nyata n bukan hanya sebagai kitab suci yng disakralkan yg kmudian bila dibaca dapat poin (pahala).

      pada akhirnya saya mengetahui bahwa alQur’an adalah pilihan Ilmu. sedangkan “pilihan” adalah hak dari individu-individu manusia. tugas manusia yang memiliki ilmu hanya menyampaikan dan bukan memaksa untuk memilih.
      oleh karna itu, saya rasa tidak pantas kita saling mengejek bahkan menganggap orang lain sesat dll.

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Januari 18, 2011 pukul 9:17 am

        wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
        Bahwa setiap kesesatan di sana ada kebenaran. Demikian ajaran Isa Bugis di sana ada kebenarannya, namun secara keseluruhan Faham Isa Bugis itu adalah sesat.
        Maaf Pak bahwa saya ini memberi pencerahan kepada seluruh kaum muslimin semampu saya.
        Semoga Bapak mendapat petunjuk kepada Agama yang benar, terus belajar.

  33. solar power for your home Desember 1, 2009 pukul 8:15 pm Reply

    Hey, that’s somekind of contribution and it sounds interesting. I only use email for my business communication and I use Outlook as my email client with the help of Email Sorter Wizard(an Outlook add-on) because I can get all my email filed. Fortunately I read your wisdom that sent to me by my friend, nicely done.

  34. M. Essien Januari 20, 2010 pukul 4:40 pm Reply

    Sudah cukup..!!! Ga usah dikomen lagi pernyataan-pernyataan si abu salma, nanti ujung-ujungnya malah jadi subyektif. Semua ini kan memang proses dan perulangan. walaupun saya sudah lama ga aktif, tapi rasa cinta itu tetap ada..

    cinta buta kali ya…..?

    • musafir Januari 29, 2010 pukul 5:32 pm Reply

      maaf… kenapa harus cukup untuk dihentikan… bukankah kita mencari cara yang benar dalam beribadah… yang pasti bukan asal komen namun perlu di sertai dengan dalil yg kuat, dan bukan sekedar dalil saja namun juga disertai tafsir yg benar, sehingga kita sbg org awam dapat belajar dan terus belajar….
      Bukankah jika kita beribadah tanpa didasari ilmu itu berarti sia-sia… karena kita hanya “ikut-ikutan” saja…
      maka dari itu kita perlu terus belajar terutama ilmu agama untuk memperkuat keyakinan kita…
      hanya hati nurani yang bersih dan dilandasi iman yang kuat yang bisa menerima ilmu kebenaran hakiki…

      mohon maaf jika ada salah kata… terimakasih…

  35. harut Februari 21, 2010 pukul 5:10 pm Reply

    dibuka koin peduli untuk si abu salma…… buat beli kaca….biar buat ngilo
    and buat beli buku2 di luar sana tentang pandangan2 yang lain…. biar gak kolot…..

  36. rik rik April 8, 2010 pukul 11:44 pm Reply

    Allah Alquran menurut sunah rasul pembimbing hidup tiada banding..

  37. Rommy Ash-Bun Mei 3, 2010 pukul 2:58 pm Reply

    Saudara Dajjal, saya nggak tau ini Dajjal yang mana. ini kan Diskusi Agama, Tolong Bahasanya yang lebih sopan. Saya tidak memihak siapa siapa, tapi Saudara Abu Salma benarz. Jujur saya baru 2 bulan jadi Muallaf. Setelah baca Blog ini saya jadi bingung nih, Mana Yang Benar yah???
    Secara Akal sehat bisa saya terima, tapi yang saya dapat adalah Islam yang dapat dari para Kyai yang mengajar saya hampir sama seperti Saudara Abu Salma. kenapa nggak saudara Abu Salma dan Isa Bugis duduk bareng untuk melebur menjadi SATU agar ISLAM ini menjadi semakin SOLID..dan saya jadi nggak bingung

  38. rudi salafush shalih Agustus 19, 2010 pukul 1:15 am Reply

    afwan smw bpk2x yg terhormat….

    mari tegakan islam yg kaffah jagn….!!!!!

    jgn mikir bikin ISLAM YANG BRU DENGAN NABI2X YG BARU….!!! CUKUPLAH MUHAMMAD SAW YG MENJADI NABI TERAKHIR BAGI SKALIAN UMAT MUSLIM YG BENER2X MERASA DIRINYA MUSLIM NE YACH….!!!!!!!
    tp yg gak dan yg punya nabi baru silakan tuggu adzab dari ALLAH SWT…!!!! itu janji allh swt..

    • Sabun pikiran Desember 24, 2010 pukul 10:00 pm Reply

      wah semakin rame aja komennya,,,,,,,

  39. G21 Maret 30, 2011 pukul 9:07 pm Reply

    Telunjuk lurus kelingking berkait…buat apa sdh mmpelajari alqmsr…..tp msh mngumbar nafsu…justru shrsnya kt lbh pntr menahan nafsu…..biar aj mereka mau blg apa…….ini msh panggung mereka…..lbh baik mmbina diri sndr aj dl……..ga usah ganggu periuk nasi org……..

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Maret 31, 2011 pukul 9:05 am Reply

      Alqur’an menurut sunnah rasul isa bugis atau rasul ahmad mushadeq ?

      kalau islam yang benar Islam yang berpedoman dengan al-qur’an dan sunnah rasul yag difahami oleh para sahabat-sahabat rasul dan para ulama pengikut mereka.

      • ras September 27, 2011 pukul 5:09 pm

        @abu salma mohamad fahrurozi : anda banyak cakap yak, seolah olah anda sudah hafal sama kehidupan. isa bugis cuma manusia biasa. knpa mulut anda usil ? apa isa bugis ada salah sama anda ? apa anda hanya cari uang receh dgn blog ini ?
        jangan lah menghakimin orang, klo memang isa bugis salah biar dia masuk neraka bersama umat nya. gampang kan
        hidup ini adalah pilihan. dan anda tidak berhak untuk menuntut orang memilih. punya mulut kok bgtu.
        terkadang anda sok paling benar dan suci.

        Isa Bugis juga mengkritisi kaum muslimin lain dan plihan saya mengkritisi Isa Bugis

    • med Januari 13, 2012 pukul 10:21 pm Reply

      panggung seperti apa mas,panggung zulumat seperti yang teman-teman lain katakan,
      naudzubillah

  40. G21 Mei 2, 2011 pukul 4:39 pm Reply

    Kebenaran pasti akan menang pd akhiranya….kita lihat sj siapa kah yg lbh objektif nntinya…apakah “islamisme” YG ADA SKRG INI DGN SEGUDANG TEORINYA / ALQ MSR….!!!!…..DI BILANG SESAT KITA MSH MENGAKUI NABI MUHAMMAD????…KITA MSH MNGAKUI ALQ….CUMA BEDANYA KITA MENTERJEMAHKAN ALQ DGN ALQ….AYYATIN BAYYINATIN….AYAT DGN AYAT LAINNYA SALING MNJLSKAN…SALAHKAH DEMIKIAN…???????…

    ayatin bayyinatin menurut orang yang kalian angap nabi Isa Bugis. Adapun kami menurut ulama-ulama ahli tafsir

  41. erik_sidewa_ketawa Agustus 15, 2011 pukul 2:44 am Reply

    Assala’mu’alaikum Wr.Wb

    ya Allah……. kenapa harus saling menjungkalkan (menjelekan) satu dengan yang lainnya…. yang saya tau kalau seorang mu’min menghadapi hal kayak gini harus saling mengingatkan satu dengan yang lainnya…… klo pake esmosi gak kelar ini masalah……. mari duduk saling berhadapan cari kebenaran yang mana dan menjadi orang yang berbesar hati jikalau kita yang salah?

    saya yakin setelah membaca posting ini ORANG-ORANG ALQ MSR gak akan mundur walau maut ada di depan mata……. lalu bagaimana dengan Anda ABU SALMA MOHAMAD FACHRUROZI dan pengikut Anda ABU SALMA!!!!????

    ( yang saya dengar orang-orang Alq. MSR adalah cinta damai dan bukan emosi yang didahulukan… klo ampe emosi yang didahulukan brarti SAUMNYA BATAL….. buat apa ada SAUM klo emosi yang di dahulukan…. saya hanya mengingatkan sebagai bangsa indonesia,
    dan, kepada anda ABU apa anda sudah lahir batin dunia akhirat bahwa Alq. MSR adalah sesat dan apa jaminan anda sampai anda berkata demikian, apakah anda sudah merasa orang yang paling benar diatas yang benar sehingga anda berkata demikian, lalu buat apa anda SAUM klo tidak bisa menahan emosi dan harus menjelekan orang lain, apakah islam mengajarkan bahwa hidup itu harus saling menjelekan, saling tuduh dll ))

    saya sangat mencintai bangsa INDONESIA…..
    bangsa ini sudah seperti di ambang kehancuran, Bom, korupsi, maksiat, madat, mabuk, narkoba, anak bunuh orang tua, dlll………..

    tolonglah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah…. berada dalam satu forum dan musyawarah mufakat dan selalu menjadi orang yang berbesar hati mengakui kesalahan…..

    • BABI palsu Januari 3, 2012 pukul 1:09 pm Reply

      maaf sebelumnya, kalau masalah BENAR itu hanya haq Allah
      kita hanya meneladani Nabi Muhamad SAW

      Yg di maksud salah Oleh Abu Salma (semoga Allah memuliakan) yaitu pendapat dari Isa Bugis yg selalu menafsirkan berbeda dari ulama yg membawa islam ke Seluruh dunia.

      yaitu menafsirkan ataupun menerjemahkan alquran berdasarkan pendapat pribadi yg juga di ajarkan kepada orang banyak,

      Sebagian kecil pola pikir isa bugis yg saya rekam misalnya :
      * menolak terjemahaan alquran yg telah diterima selama ini
      * Bersaksi bahwa Alquran diturunkan bukan dalam Bahasa Arab
      * Nabi Isa memiliki seorang Bapak
      * Penerjemah (Ulama) Alquran selama ini di golongkan kaum Dzulumat setara dengan Yahudi Laknatullah
      * tidak meyakini adanya mukzdizat Para Nabi.

      kelima point diatas tentu saja berlawanan dengan keyakinan yang selama ini sdh disepakati oleh Ulama-ulama Dunia

      Mungkin Begitu

      • raja dua tanduk Maret 24, 2012 pukul 4:43 pm

        …keyakinan yg selama ini sdh disepakati ulama2 dunia.,itu kata anda,sudah pasti benarkah mereka??,sy tahu anda ahlilkitab,jawab lah secara obyektif,kalau jawaban seperti yg anda tulis,sangat klasik bung…

  42. yusup Desember 29, 2011 pukul 12:14 am Reply

    Abu Salma dan para ustad,kiayi atau ulama yang ada bisa jamin umat masuk surga/jannah gak yah ??
    kalo bisa kita mau ikutin Omongannya Abu Salma, tapi kalo kagak saya mau ikutin siapa!!

    • med Januari 13, 2012 pukul 10:36 pm Reply

      surga dan neraka sesuatu hal yang ghoib, anda adalah orang yang opurtunis jika pola pikir anda seperti itu

  43. dzulqarnain Maret 24, 2012 pukul 4:15 pm Reply

    si babi palsu ini keturunan arab dari dinasti apa ya..?atau jangan2,…..diaspora nih,kata2nya penuh cemooh,hujatan,mirip dengn sikap orang2 arab diabad7m,saat alquran tampil

  44. raja dua tanduk Maret 24, 2012 pukul 4:38 pm Reply

    assalamualaikum,pertanyaan saya:apakah isa bugis sdh pasti benar?,dan apakah ulama2 yg mengaku dirinya paling benar,sudah pasti benar??kalau belum,buat apa saling menghujat,toh kita tdk tahu siapa yg gerak hidupnya brdasar satu perintah,yg berhati bersih untk hdp dgn dinul islam tanpa tedeng aling2,siapakah???sdh pasti bukan kita2 yg berkomentr dalm blog ini

  45. aduk-adukan Maret 24, 2012 pukul 4:45 pm Reply

    forum ecek2,katro,non ilmiah,otomatis non objektif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: