Awas Bencana Melanda !

Awas Bencana Melanda !
Oleh : Abu Salma bin Rosyid

Kaum muslimin rohimani warohimakumullah
Sesungguhnya Allah ta’ala yang menciptakan kita, memberi rizki kepada kita, dan Allah ta’ala  tidak meninggalkan kita dengan sia-sia (dibiarkan tanpa pertanggung jawaban) akan tetapi mengutus kepada kita seorang rasul.  Demikian yang dijelaskan oleh ulama besar kita Syaikh Muhammad ibnu Wahhab rahimahullah.

Banyak dalil-dalil yang menunjukkan penjelasan di atas, sebagaiana yang diterangkan oleh syaikh Utsaimin rahimahullah dalam syarah ushulush tsalatsah, beliau menukil firman-firman Allah ta’ala, diantaranya :

1.    Allah ta’ala yang menciptakan kita
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (Al-an’am:2)
2.    Allah ta’ala memberi rizki kepada kita
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Adz-dzariyat : 58)
3.    Allah ta’ala tidak meninggalkan kita begitu saja dengan sia-sia
أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?
Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,
lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (Al-qiyamah:36-40)

4.    Allah ta’ala  mengutus kepada kita seorang rasul.
وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلا خَلا فِيهَا نَذِيرٌ
Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan
Syaikh  Utsaimin menjelaskan bahwa tidak mungkin kita dapat beribadah kepada Allah ta’ala dengan hal-hal yang diridhoi-Nya kecuali melalui jalan para rasul alaihimussalam karena merekalah yang menjelaskan kepada kita tentang apa-apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah ta’ala. Dalilnya :
إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولا
Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.

Demikianlah telah jelas bagi kita bahwa Allah ta’ala mencipta memberi rizky memberi peringatan dan memberi berita gembira kepada kita melalui seorang rasul.
Kemudian syaikh Muammad ibnu wahhab menjelaskan, barang siapa menaati rasul dia pasti akan masuk surga dan barang siapa yang bermaksiat kepadanya pasti akan masuk ke dalam neraka.
Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh imam Bukhari yang disebutkan oleh syaikh utsaimin
كل امتي يدخلون الجنة الا من ابى فقيل : من يأبى يا رسول الله ؟ قال : من اطا عني دخل الجنة ومن عصاني دخل النار

Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan, dikatakan : siapa yang enggan ya Rasul, Rasul menjawab : siapa yang taat padaku akan masuk surga dan siapa yang bermaksiat kepadaku akan masuk neraka.

Kaum muslimin demikianlah Allah ta’ala menjelaskan kepada kita bahwasannya Dia Allah ta’ala telah memberi kenikmatan kepada kita berupa nikmat hidup dan rezeki sehingga kita dapat beraktifitas seperti yang kita rasakan ini.
Termasuk kenikmatan yang besar Allah ta’ala mengutus kepada kita seorang Rasul, dan Allah ta’ala menjelaskan pula barang siapa yang mau taat dengan perintah Allah ta’ala yang telah disampaikan oleh Rasul-Nya kepada jamiunnas (semua manusia) mereka akan masuk surga dan yang bermaksiat akan masuk neraka.

Kaum muslimin
Kalau kita melihat kenyataan saat ini, ditemukan banyak di antara manusia (khususnya kaum muslimin,) yang mereka telah mengakui Islam sebagai agamanya akan tetapi tidak mau tunduk kepada aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah ta’ala sehingga kita menyaksikan banyak kemadhorotan dan musibah menimpa kaum muslimin.
Hal itu menunjukkan bahwa kenikmatan-kemnikmatan yang Allah ta’ala berikan kepada kaum muslimin sebagiannya dicabut dan diganti dengan mala petaka.

Sesungguhnya tidak mungkin Allah ta’ala mengganti kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan apabila kaum muslimin tetap di atas rel-Nya yaitu taat beribadah kepada-Nya sesuai syari’at yang diajarkan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam kepada pengikutnya. Tentu saja beribdah dalam arti yang sangat luas mencakup amalan batin maupun amalan dhohir yang diridhoi dan dicintai oleh Allah ta’ala.

Sebagaimana Allah ta’ala menjelaskan dalam ayatnya :
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,(Al-Anfal:53)

Juga firman Allah ta’ala :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rum:41)

Kaum muslimin semoga Allah ta’ala memberi hidayah kepada kita semua.
Dua ayat tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa Allah ta’ala Maha Adil dan Bijaksana.
Allah ta’ala tidak akan mengganti kenikmatan yang telah diberikan dengan bala dan mala petaka kepada suatu kaum kecuali karena kemaksiatan mereka kepada Allah ta’ala, kekufuran mereka kepada kenikmatan-kenikmatan-Nya, melanggar perintah-perintah-Nya, merebaknya kesyirikan dan jauhnya suatu kaum dari pemurnian tauhid kepada Allah ta’ala. Fakta dan sejarah telah membuktikan semua itu.

Lebih dari itu wahai kaum muslimin, jika kita tidak mau takwa kepada-Nya, kita semua mendapat ancaman yaitu dimasukkan neraka, sebagaimana hadits nabi di atas, man ashoni dakholan naaro. Barang siapa bermaksiat kepadaku dia akan masuk ke neraka. Kita memohon perlindungan kepada Allah ta’ala dari neraka yang menyala-nyala.

Semoga Allah ta’ala memberikan petunjuk kepada kita dan seluruh kaum muslimin di setiap tempat agar mereka mudah beribadah kepada Allah ta’ala dengan syari’at yang telah di ajarkan nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan syari’at baru yang diada-adakan karena setiap yang baru (muhdats) dari perkara agama adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat diancam dengan neraka.

Mudah-mudahan pula Allah ta’ala memberi petunjuk kepada para pemimpin kaum muslimin di negeri-negeri mereka, memberi taufik agar para penguasa dapat mengarahkan rakyatnya beribadah dan menyembah Rabnya yang telah banyak memberi kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, sehingga musibah itu tidak melanda kaum muslimin.

Saya memohon ampunan kepada Allah ta’ala untukku dan untuk seluruh kaum muslimin, dan memohonlah  ampun wahai kaum muslimin kepada Allah ta’ala, sesungguhnya Dia Allah ta’ala Maha Pengampun dan Maha Pengasih lagi maha Penyayang.

Semoga shalawat dan salam tercurahklan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan segala puji hanyalah milik Allah ta’ala Rab seluruh alam.

Tinggalkan Balasan