Bersegera kepada Kebaikan

Bersegera kepada Kebaikan

Oleh : Abu Salma bin Rosyid

Disarikan dari Ceramah Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Medani


Kaum muslimin yang berbahagia…marilah kita bersyukur kepada Allah ta’ala yang telah melimpahkan banyak kenikmatan kepada kita semua yang apabila kita hendak menghitung nikmat-nikamat-Nya pastilah kita tidak mampu menghitungnya. Marilah kita meningkatkan takwa kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-larangan-Nya.

Kaum Muslimin berbahagia…termasuk perkara yang kebanyakan manusia jatuh terjerumus kepadanya adalah menunda-nunda perkara kebaikan, merasa masih memiliki waktu luang terkadang kita membiarkan waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan suatu kebaikan, sehingga di belakang hari datang sakit, kesibukan dan sesuatu yang lain akhirnya kita tidak mampu melaksanakan kebaikan tersebut. Duhai alangkah menyesalnya kita.

Oleh karena itulah para ulama memperingatkan kepada kita untuk menjaga perkara ini. Mereka para ulama adalah teladan bagi kita dalam menggunakan kesempatan dan waktu yang Allah ta’ala berikan kepadanya. Sehingga hidup mereka barokah terisi amalan-amalan sholih yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat mereka. Semoga Allah ta’ala merahmati dan meridhoi mereka semua.

Adalah Imam Nawawi rahimahullah, telah menuliskan satu bab dalam Riyadhus Sholihin dengan judul mubadaroh ilal khoiroti wa hatsi man tawajjaha likhoirin ‘alal Iqbali ‘alaihi bil jiddi min ghoiri taroddudin yang artinya bersegera kepada kebaikan-kebaikan dan dorongan kepada siapa yang mengarah kepada kebaikan agar menghadapinya dengan kesungguhan tanpa ragu-ragu.

Dengan ilmu yang luas dan teladan yang baik beliau menasehati kita kaum muslimin untuk besegera kepada kebaikan.

Bersegera kepada kebaikan sebagaimana yang diterangkan oleh Syaikh Utsaimin dalam syarahnya adalah lawan dari berlambat-lambat dan malas,

المبادرة وهي ضد التونى والكسل، وكم من انسان تونى والكسل ففاته خير كثير ولهذا قال النبي المؤمن القوى خيرمن المؤمن الضفيف وفي كل خير، احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولاتعجز
Atinya :

Al Mubadaroh adalah lawan dari berlambat-lambat dan malas, betapa banyak manusia berlambat-lambat dan malas sehingga kebaikan yang banyak luput darinya. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Orang mu’min yang kuat itu lebih baik dengan orang mu’min yang lemah dan dalam segala perkara bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah ta’ala dan jangan lemah.

Kemudian Syaikh Utsaimin melanjutkan :

Manusia terkadang berlambat-lambat dalam suatu perkara kemudian datang kepadanya sesuatu dan akhirnya tidak mampu melakukan kebaikan itu setelahnya mungkin karena mati, sakit, terhalang kegiatan lain atau selain itu. Sungguh telah datang dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

اذا ارد احدكم الحج فليتعجل فانه قد يمرض المريض وتضل الراحلة وتعرض الحاجة
Apabila seorang diantara kalian berkehendak haji maka bersegeralah karena seungguhnya terkadang datang sakit, hilang kendaraan atau datang kebutuhan lainnya.

Kemudian Syaikh Utsaimin menutup dengan kalimat penegas,

فقد يعرض له شيء يمنعه من الفعل فسارع الى الخير ولا تتواني
Maka kadang datang kepadanya sesuatu yang menghalangi dari suatu amalan maka besegeralah kepada kebaikan dan jangan menunda-nunda.

Itulah nasehat dan teladan dari ulama-ulama kita, kita berharap kepada Allah ta’ala memudahkan kita mengamalkan kebaikan dan bersegera kepada kebaikan-kebaikan, kita berlindung kepada-Nya dari sikap menunda-nunda dan bermalas-malasan.

Allah ta’ala berfirman memerintahkan kepada kita untuk bersegera kepada maghfiroh-Nya:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(QS. Ali ‘Imron : 133)
Syaikh Utsaimin menjelaskan dalam ayat ini ada dua perkara penting:

bersegera kepada maghfiroh Allah ta’ala, maksudnya manusia bergegas kepada ampunan Allah ta’ala terhadap dosa-dosa dengan beristighfar kepada-Nya dengan ucapan-ucapan seperti : Astaghfirullah, Allahummaghfirli atau Allahumma inni astaghfiruka atau selainnya yang semakna.

Termasuk bersegera kepada ampunan Allah ta’ala adalah mengamalkan amalan-amalan yang di dalamnya ada ampunan Allah ta’ala seperti wudhu, sholat lima waktu, sholat jum’at ke sholat jum’at, dan romadhon ke romadhon

Allah ta’ala memerintahkan kepada kita bersegera kepada jannah Allah ta’ala yang luasnya seluas langit dan bumi yang ini menunjukkan hanya Allah ta’ala lah yang mengetahui luas dan besarnya, kita diperintahkan menuju jannah / surga yaitu dengan mengamalkan amal-amal kebaikan.

Di akhir ayat Allah ta’ala menerangkan bahwa syurga yang luas itu di persiapkan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang mengamalkan amalan-amalan sholih.

Sebagaimana hadits Qutsi :
اعددت لعبدى الصالحين ما لا عين رات ولا اذن سمعت خطر على قلب بشر

Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih Syurga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia.
Jadi jelaslah bahwa syurga yang di dalam ada kalimat ayat أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa maksudnya adalah orang-orang yang beramal sholih, oleh karena itu marilah kita semua bersegera kepada kebaikan-kebaikan yang akan menghantarkan kita kepada syurga Allah ta’ala.
Kita memohon kepada Allah ta’ala keselamatan dan ampunan serta hidayah, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bersegera kepada kebaikan.

Akhirnya kita tutup dengan doa semoga shalawat dan salam tercurah kepada nabi kita Muhammad keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan seluruh kaum muslimin yang komitmen mengikuti sunah-sunahnya. Dan segala puji hanya milik Allah ta’ala Rob alam semesta.

2 Tanggapan

  1. Sudah bisa meninggalkan kebiasaan “membongkar aib orang lain” ya ?
    Apa masih “gatel” tentang masalah itu dan “untuk sementara ini” diam dulu ?

    Yang pasti, posting belakangan ini sudah lebih islami sepertinya ya ? :)

    Memang tidak mudah untuk membiasakan diri agar bisa memprioritaskan hal-hal yang penting, yang jauh lebih penting daripada sekedar membuka aib orang atau mencari-cari kesalahan kelompok lain.
    Tapi kalau mas Aba Salma memang sudah bisa mengontrol diri dalam masalah ini, saya hanya ingin mengucapkan, “Selamat … Anda sudah melangkah satu step maju untuk menjadi the real muslim …. “.

    note:
    silakan komentar ini disensor saja.

    Sebenarnya jika blog antum tidak memusuhi dakwah salaf komen-komennya tidak akan pernah saya sensor.
    Karena keterbataan waktu saya tidak sanggunp jika harus selalu mengedit url yang antum cantumkan.
    Jika tidak ingin di hapus pakai nama antum yang lama saja dan jangan kasih url ke blog antum.

    Adapun tentang mengingatkan kaum muslimin terhadap aliran-aliran menyimpang saya lagi istirahat, lagi banyak belajar.

    Insya Allah saya lagi menyiapkan tulisan buat pengikut Pak Isa Bugis. Doakan saja cepat selesai mengingat kelompok dan faham ini sangat menyesatkan saya merasa perlu sedikit menulis semoga bermanfaat bagi kaum muslimin.

    Barokallahufikum, semoga Allah menjaga antum menambahi ilmu dan memberi barokah terhadap keluarga antum.
    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.

  2. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
    salam kenal dari abu rafiq al-indramayuniy
    jazakumullah khoirin katsiro
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    (aburafiq.blogspot.com)

Tinggalkan Balasan