Syarah Hadits-hadits Al-Jama’ah
Oleh : Abu Salma bin Rosyid
Segala puji milik Allah ta’ala yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang haq agar memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama yang walaupun orang-orang musyrik, orang-orang kafir, orang-orang dholim semuanya membenci.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, para tabiut-tabi’in, para ulama yang mengikuti mereka dengan baik dan semua kaum muslimin yang senantiasa berupaya mengikuti mereka dengan sebenar-benarnya pengikutan.
Adapun setelah itu, kami mewasiatkan kepada kita semua untuk bertakwa kepada Allah ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya yaitu berupaya mengamalkan-perintah-perintah-Nya dengan ikhlas dan mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam karena tidaklah amalan itu diterima oleh Allah ta’ala kecuali memenuhi dua syarat tersebut yaitu ikhlas dan mutaba’ah.
Bpk. Wali Al-Fattaah dikenal oleh sebagian kaum muslimin sebagai perjuang untuk kemajuan Islam wal Muslimin yang sampai akhir hayatnya berkiprah dalam dakwah dan kemajuan Islam. Sebagai sesama muslim sudah semestinya kita memohonkan ampun atas dosa dan kesalahannya dan memohonkan rahmat dan pahala baginya kepada Allah ta’ala atas kebaikan-kebaikkan yang telah beliau amalkan dalam hidupnya.
Selanjutnya selaku pengikut faham beliau sudah semestinya berupaya mengikuti, mengamalkan dan mendakwahkan nasehat dan ajaran beliau yang mencocoki perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya alaihi shallatu wasallam. Suatu kemestian pula meninggalkan semua ajarannya yang menyimpang dari petunjuk Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
Untuk memudahkan meninggalkan ajaran beliau yang mnyimpang sebagai bentuk cinta kasih kepada beliau dan juga kepada semua saudaraku yang mengikuti dan mengaguminya, dengan memohon pahala dan ampunan-Nya kami (mantan-mantan anggota Jama’ah Muslimin Hizbullah (JMH)) mengadakan bedah buku Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, merupakan buku peninggalan Wali Al-Fattaah.
Alhamdulillah, kami memuji-Nya atas hidayah dan kekuatan dari-Nya Ustadz Afifudin sebagai pembicara walaupun dalam waktu yang sangat singkat mampu menjelaskan beberapa keganjilan-keganjilan pemikiran-pemikiran Wali al-Fattah.
Namun karena kelelahan dan padatnya acara Ustadz Afifudin dan keterbatasan waktu yang ada, ada bab yang belum sempat beliau uraikan, sebagaimana yang beliau isyaratkan bahwa penyampaiannya dicukupkan walau semua yang telah direncanakan untuk disampaiakan belum selesai. Diantara bab yang belum rinci dijelaskan adalah masalah bai’at. Namun bagi kami (mantan JMH) Alhamdulillah semakin gamblang semuanya, semakin mantap kami menapaki jalan yang lurus ini, semoga Allah ta’ala mengokohkan kami dengan amalan yang nyata.
Sebenarnya kami mengundang ikhwan-ikhwan JMH di Niyabah Cilacap untuk mengikuti acara tersebut, entah karena apa dari mereka tidak ada yang hadir kecuali sangat sedikit. Semoga Allah ta’ala menunjuki mereka dengan hidayah yang lurus.
Mengawali ceramahnya Ustadz Afifudin menjelaskan prinsip Islam yang mulia yaitu wajibnya berpegang teguh kepada Alqur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
Prinsip yang kedua yang harus dimiliki pula oleh segenap kaum muslimin adalah wajibnya memahami Alqur’an dan Sunnah tersebut dengan pemahaman sahabat-sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Prinsip yang kedua inilah yang saat ini ditinggalkan oleh banyak kelompok kaum muslimin baik itu jama’ah A, jama’ah B, harokah A atau yang bukan harokah sekalipun.
Akibat nyata karena meninggalkan prinsip yang kedua inilah, muncul pemahaman-pemahaman ganjil, nyleneh atau menyimpang. Oleh karena itu Ustadz mengajak kepada seluruh kaum muslimin tak terkecuali (termasuk beliau sendiri) untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dan memahami keduanya dengan faham para sahabat baik dari sisi aqidah, ilmu, amal, mu’amalah, jama’ah, bai’at dan yang lainnya dari semua sisi Islam.
Beliau juga menjelaskan bagaimana cara kembali kepada sahabat, yaitu dengan cara mempelajari kitab-kitab para ulama baik yang berupa kitab tafsir, kitab syarah hadits, kitab rijalu hadits dan semua kitab-kitab peninggalan ulama-ulama kaum muslimin yang lurus yang menjelaskan faham-faham para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para ulama yang mengikuti mereka dengan baik.
Setelah itu Ustadz Afifudin menjelaskan makna-makna hadits yang digunakan sebagai hujjah oleh Wali al-Fattah dalam bukunya. Dengan mengutip penjelasan para ulama yang terukir dalam kitab-kitab mereka, beliau berkali-kali menjelaskan satu demi satu hadits-hadit jama’ah, Ustadz menekankan bahwa semua yang disampaikan itu bukan faham beliau akan tetapi faham para ulama yang menulisnya. Yang meragukan dipersilahkan merujuk kepada kitab-kitab yang telah disebutkan.
Penjelasan beliau meliputi :
1. Syarah Hadits Hudzaifah Ibnul Yaman,yang di sana ada lafadz Talzamu jama’ah Muslimin wa Imamahum
2. Makna Al-Jama’ah.
3. Dhoifnya Atsar Umar rodhiallahu ‘anhu yang merupakan hadits pegangan bagi Ikhwan JMH mewajibkannya membai’at seorang imam. Yang berbunyi :
<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
لا اسلام الا بجماعة ولاجماعة الا بامارة ولا امارة الا بطاعة
Bukan Islam kalau tidak dengan berjama’ah, dan bukan jama’ah kalau tidak mempunyai imaam dan bukan imam kalau tidak di bai’at (terjemahan ini saya ambil dari buku JMH yang ada pada saya)
4. Syarah hadits Riwayat Imam Ahmad dan Baihaqi yang artinya :
Nabi beserta kamu, adanya apa yang dikehendaki Allah ta’ala, kemudian Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian ada khalifah yang menempuh jalan kenabian, adanya apa yang dikehendaki Allah ta’ala. Kemudian Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian akan ada kerajaan yang menggigit, maka adanya adalah atas dikehendaki Allah ta’ala. Kemudian Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian akan ada kerajaan yang sombong (jabariyyah) sesuai yang dikehendaki oleh Allah ta’ala, kemudian Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang menempuh jalan kenabian. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam
Dan beberapa syarah hadits lain yang digunakan sebagai hujjah ikhwan-ikhwan JMH untuk mendirikan dan mewajibkan kaum muslimin berbai’at pada imam mereka.
Untuk jelasnya silahkan download file audionya. Klik aja di sini.S emoga Allah ta’ala memberi petunjuk bagi kita semua. Dalam kesempatan ini saya berpesan kepada seluruh kaum muslimin untuk turut menyebarkan file audio tersebut mengingat banyaknya kelompok yang menggunakan dalil-dalil jama’ah untuk menjerat kaum muslimin masuk ke dalam kelompok mereka yang menyimpang dan nyleneh.
Saya memohon kepada segenap pengunjung blog ini terkhusus yang telah banyak berdialog dengan saya dalam perkara jama’ah, imamah, dan bai’at juga kedudukan pemerintah Indosesia yang tidak berhukum sepenuhnya dengan hukum Islam, menggunakan demokrasi dan lain-lain yang menyimpang dari ajaran Islam dimohon sabar mendownload karena filenya cukup besar berdurasi 3 jam, pelajari dengan sungguh-sungguh dan berupayalah dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran.
Al-hamdulillah, kita tidak perlu lagi banyak berdialog, dengar dan pelajari saja file audio ini. Kalau memang ada yang yang belum jelas silahkan hadiri kajian Ustadz Afifudin. Insya Allah Beliau secara rutin datang ke Banyumas yaitu pada acara kajian beliau di Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas tiap ahad pertama setiap bulan.
File tersebut sangat cocok pula untuk menjelaskan kekeliruan faham LDII dan semua jama’ah-jama’ah Islam yang di sana diterapkan bai’at bid’ah dan sesat.


assalamu alaikum,
akhi, ana kesulitan download dari ziddu, baru 1 atau 3 mb udah berhenti downloadnya. tak coba dari warnet lain juga gitu. antum bisa upload ke wordpress langsung gak? kan wordpress sekarang udak 3 GB.
jazakallah khairan.
mohon dikirim
Dikirim ke alamat mana ?
mohon yang jelas !