Archive for Mei, 2008
Mebiasakan Kejujuran dan Meninggalkan Dusta
Mebiasakan Kejujuran dan Meninggalkan Dusta
Oleh : Abu Salma bin Rosyid
Kita semua harus mengakui bahwa keadaan kaum muslimin terkhusus di Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jika kita membaca dan mencermati berita ditemukan di sana ada orang berzina, mencuri, korupsi, menyuap dan berbagai kejelekan-kejelekan lainnya dan ternyata pelaku-pelakunya adalah kaum muslimin saudara kita sendiri.
Sungguh ini memprihatinkan. Sebagai bagian dari kaum muslimin tentu kita semuanya harus berupaya dan bertekad untuk berubah menuju kepada yang lebih baik. Tentunya perbaikan yang sesuai dengan syariat agama kita dalam segala sisi kehidupan. Yang kalau itu dibuat dengan kalimat yang ringkas yaitu : Keharusan kaum muslimin di Indonesia ini kembali kepada agamanya dalam semua sisi kehidupannya. Hal ini sebagaimana ucapan imam kaum muslimin imam Malik رحمه الله beliau berkata :
لن يصلح اخر هذه الامة الا بما صلح به اولها
Tidak akan menjadi baik umat yang akhir ini kecuali dengan sesuatu yang telah membuat baik umat yang pertama umat ini.(dinukil dari Atsarul Ibadah fil hayatil Muslim karya Syaikh Muhsin Al ‘Abad Al Badri) (lagi…)
Syarah Hadits-hadits Al-Jama’ah
Syarah Hadits-hadits Al-Jama’ah
Oleh : Abu Salma bin Rosyid
Segala puji milik Allah ta’ala yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang haq agar memenangkan agama-Nya di atas seluruh agama yang walaupun orang-orang musyrik, orang-orang kafir, orang-orang dholim semuanya membenci.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, para tabiut-tabi’in, para ulama yang mengikuti mereka dengan baik dan semua kaum muslimin yang senantiasa berupaya mengikuti mereka dengan sebenar-benarnya pengikutan.
Adapun setelah itu, kami mewasiatkan kepada kita semua untuk bertakwa kepada Allah ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya yaitu berupaya mengamalkan-perintah-perintah-Nya dengan ikhlas dan mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam karena tidaklah amalan itu diterima oleh Allah ta’ala kecuali memenuhi dua syarat tersebut yaitu ikhlas dan mutaba’ah.
Bpk. Wali Al-Fattaah dikenal oleh sebagian kaum muslimin sebagai perjuang untuk kemajuan Islam wal Muslimin yang sampai akhir hayatnya berkiprah dalam dakwah dan kemajuan Islam. Sebagai sesama muslim sudah semestinya kita memohonkan ampun atas dosa dan kesalahannya dan memohonkan rahmat dan pahala baginya kepada Allah ta’ala atas kebaikan-kebaikkan yang telah beliau amalkan dalam hidupnya.
Selanjutnya selaku pengikut faham beliau sudah semestinya berupaya mengikuti, mengamalkan dan mendakwahkan nasehat dan ajaran beliau yang mencocoki perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya alaihi shallatu wasallam. Suatu kemestian pula meninggalkan semua ajarannya yang menyimpang dari petunjuk Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
Untuk memudahkan meninggalkan ajaran beliau yang mnyimpang sebagai bentuk cinta kasih kepada beliau dan juga kepada semua saudaraku yang mengikuti dan mengaguminya, dengan memohon pahala dan ampunan-Nya kami (mantan-mantan anggota Jama’ah Muslimin Hizbullah (JMH)) mengadakan bedah buku Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, merupakan buku peninggalan Wali Al-Fattaah. (lagi…)

Komentar Terakhir