Penjelasan Tentang Penyimpangan Ikhwanul Muslimin (Mukadimah)

Untuk Saudara-saudaraku yang Mengagumi Manhaj Ikhwanul Muslimin

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi bin Rosyid

 

Ada fatwa dari Syaikh bin Bazz رحمه الله yang diklaim sebagai fatwa pendukung bolehnya berintima (bergabung) dengan jamaah Ikhwannul Muslimin, fatwa itu dijadikan senjata ampuh untuk memukul / membantah salafyun yang menjelaskan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah jamaah hizbiyyah. Sehingga fatwa itu disebarkan di intrnet dengan kategori Ruddush Shubuhat. Melebihi itu bahkan fatwa Syaikh رحمه الله terebut di beri judul حكم الانتماء الجماعه (hukum bergabung dengan jama’ah). Itu semua menunjukkan bahwa fatwa Syaikh رحمه الله merupakan sesuatu hal yang istimewa bagi mereka dijadikan hujjah untuk menjaring / mempertahankan anggota jamaah (hizbiyyah)nya.

Bagi saya pribadi fatwa tersebut bermakna sebagai berikut :

1. Syaikh menganjurkan kaum mulimin untuk bergabung kepada jamaah manapun yang berpegang teguh kepada Al-haq, sebagai mana ucapan Beliau رحمه الله berikut :

Yang wajib bagi setiap manusia untuk komitmen pada kebenaran, yaitu firman ALLAAH SWT & sabda Nabi SAW dan untuk tidak komitmen kepada manhaj jama’ah manapun, tidak kepada Ikhwanul-Muslimin, tidak juga kepada Ansharus-Sunnah, tidak juga kepada apapun selain mereka. Tetapi komitmen dengan kebenaran. (catatan : penulisan SWT dan SAW asli dari sumber dan tidak kami rubah, adapun kami sendiri sedapat mungkin apabila menulis yang seperti itu insya Allah ta’ala tidak kami singkat, demikian untuk selanjutnya yang berasal dari situ yang kami ambil hanya dengan cara copy paste)

juga ucapan beliau berikut ini :

Yang wajib bagi setiap manusia untuk komitmen pada kebenaran, yaitu firman ALLAAH SWT & sabda Nabi SAW dan untuk tidak komitmen kepada manhaj jama’ah manapun, tidak kepada Ikhwanul-Muslimin, tidak juga kepada Ansharus-Sunnah, tidak juga kepada apapun selain mereka. Tetapi komitmen dengan kebenaran

2. Sebuah kelompok disebut Al-Jamaah bukan dinilai dari namanya akan tetapi dinilai dari komitmennya terhadap kebenaran, apapun namanya tidak menjadi penghalang untuk bergabung kepadanya dengan syarat kelompok tersebut komitmen terhadap kebenaran. Hal ini difahami dari ucapan Syaikh رحمه الله berikut :

Alhasil yang dipegang adalah istiqamah mereka di atas al-haq, jika ditemukan manusia atau JAMA’AH yang mengajak kepada KitabuLLAAH & Sunnah Rasul-NYA SAW, mengajak mentauhidkan ALLAAH SWT & mengikuti syariat-NYA maka MEREKA SEMUA ITULAH AL-JAMA’AH, DAN MEREKA TERMASUK FIRQAH NAJIYYAH. Adapun mereka yang menyeru kepada selain kitabuLLAAH, atau kepada selain sunnah Ar-Rasul SAW maka mereka itu bukan termasuk Al-Jama’ah, bahkan termasuk firqah yang sesat & binasa, karena firqah an-najiyyah (yang selamat) adalah penyeru kepada Al-Kitab & As-Sunnah, sekalipun mereka adalah Jama’ah di sini atau Jama’ah di sana, sepanjang tujuan & aqidah mereka satu. MAKA TIDAK MASALAH BAHWA YANG INI BERNAMA ANSHARUS-SUNNAH, DAN YANG INI BERNAMA AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN, dan yang itu bernama anu, yang penting aqidah & amal mereka, jika mereka istiqamah atas Al-Haq & atas TauhiduLLAAH & Ikhlas kepada-NYA & mengikuti RasuluLLAAH SAW perkataan, perbuatan & aqidah maka NAMA APAPUN TIDAK MENJADI MASALAH. Tetapi wajib bagi mereka bertaqwa kepada ALLAAH SWT & benar dalam ketaqwaannya, ADAPUN SEKALI LAGI BAHWA SEBAGIAN MEREKA DISEBUT ANSHARUS-SUNNAH DAN SEBAGIAN LAGI DINAMAKAN AS-SALAFIYYUN ATAU DINAMAKAN AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN atau disebut dengan nama Jama’ah anu, tidak masalah jika mereka benar, istiqamah atas Al-Haq, mengikuti Al-Kitab & As-Sunnah & berhukum kepada keduanya & istiqamah atas keduanya aqidah, perkataan & perbuatan, dan jika Jama’ah tsb salah dalam sesuatu masalah maka wajib bagi ahlul ‘ilmi untuk memperingatkan & menasihatinya kepada Al-Haq jika dalilnya sudah jelas.

3. Wajib bagi para ahli Ilmu (ulama) untuk saling mengingatkan terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang / salah. Sebagaimana ucapan Syaikh رحمه الله berikut :

jika Jama’ah tsb salah dalam sesuatu masalah maka wajib bagi ahlul ‘ilmi untuk memperingatkan & menasihatinya kepada Al-Haq jika dalilnya sudah jelas.

Agara kaum muslimin dapat mengambil sikap terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin, dikarenakan fatwa tersebut digunakan oleh untuk melegalkan kelompok mereka, pada kesempatan ini dengan memohon pertolongan Allah ta’ala saya berusaha menampilkan penjelasan Syaikh Ahmad An-Najmi حفظه الله mengenai penyimpangan Ikhwanul Muslimin.

Dengan tulisan ini saya berharap Allah ta’ala memberi petunjuk kepada kita semua, khususnya para pemuda yang masih memiliki obyektifitas, ghiroh beragama yang tinggi, kecemburuan terhadap kebenaran dan bermacam-macam nilai positif lainnya. Dengan tulisan ini saya berharap kita mampu menilai, benarkan Ikhwanul Muslimin adalah kelompok yang dimaksud oleh Syaikh bin Baaz رحمه الله, dimana dibolehkannya kita bergabung kepadanya, atau justru sebaliknya Ikhwanul Muslimin adalah sebuah kelompok yang dengan secepat-cepatnya kita semua harus meniinggalkan karena banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang ada padanya ?.

Dikarenakan keterbatasan waktu, ilmu dan kesempatan yang ada maka tulisan ini kami rencanakan berseri. (Insya Allah ta’ala)

Tulisan ini kami ambil dari buku yang berjudul Mengenal Tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin terjemahan dari Karya Syaikh Ahmad An-Najmi حفظه الله yang berjudul : Al Mauridu Al’adzbi Az-zalaal Fiima Untuqida ‘Alaa Ba’dli Al-Manahij Ad-Da’wiah Min Al-‘Aqaaid wa Al-A’mal yang diterbitkan oleh maktabah al-furqon.

Perlu diketahui para pembaca yang budiman bahwa footnot dari buku tersebut tidak semuanya kami tampilkan. Oleh karena itu bagi para pembaca yang menginginkan data lengkap sebagai bukti-bukti ilmiahnya, kami sarankan untu merujuk kepada buku yang saya sebutkan.

Kepada semuanya saya memohon maaf atas kekurangan dan kesalahan yang saya perbuat atas penukilan dari sumber aslinya, tentunya sebagai orang yang sangat dhoif di sana sini banyak kesalahan dikarenakan salah dalam membaca maupun salah dalam menulis, oleh karena itu kami sangat menganjurkan bagi para pembaca untuk membaca buku aslinya.

 

Penjelasan Tentang Penyimpangan Ikhwanul Muslimin

Oleh : Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi حفظه الله

 

Ketahuilah semoga Allah ta’ala memberiku taufik demikian pula engkau, ketika menjelaskan kesalahan-kesalahan Ikhwanul Muslimin ataupun selainnya, sesungguhnya kami -insya Allah- hanyalah melakukannya untuk menerangkan kebenaran, empati kepada makhluk lain dan menunaikan kewajiban sebagai tanggung jawab yang dipikulkan oleh Allah ta’ala kepada para pewaris ilmu, Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Baqarah : 159-160)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mentaklif mereka dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam : Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat saja, bicarakanlah berita dari Bani Israil, tidak ada kesempitan. Barangsiapa yang membuat kedustaan atasku dengan sengaja, maka hendaklah dia bersiap menempati tempat dudukknya di neraka.”( Shahihul Jami’ 2834).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, terkadang orang yang disampaikan (ilmu kepadanya) lebih memelihara (ilmu)nya daripada yang hadir menyaksikan” (Al-Bukhari pada Kitab Ilmu).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allah ta’ala memberikan nikmat dan mengelokkan seseorang yang mendengarkan ucapanku lantas dia hafalkan, kemudian dia tunaikan apa adanya sebagaimana dia dengar.”(Diriwayatkan oleh sekelompok sahabat dengan beberapa bentuk kalimat namun berdekatan. Lihat Mausu’ah Athrafil Hadits X/35-37).

Allah ta’ala mewajibakan kepada para ahli ilmu untuk menerangkan kepada manusia kandungan Al-Qur’an dan As-sunnah yang berupa hukum-hukum syareat, maka Allah ta’ala juga mewajibkan kepada manusia untuk membantah siapa saja yang menyalahi syareat itu baik sedikit atau banyak, satu masalah atau berbagai masalah serta satu keputusan atau banyak keputusan -jika penyelisihan itu menyangkut ushul dan akidah.

Kewajiban yang dipikulkan kepada manusia ini tidak lebih kurang dari kewajiban menjelaskan ushul Dien (yang dibebankan kepada ulama), bahkan boleh jadi lebih tegas, sebab hukum-hukum yang tidak terkotori dan mengalami perubahan akan tetap terjaga aman untuk manusia di setiap masa dan tempat, hal ini akan diketahui oleh siapa yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh siapa yang jahil.

Adapun hukum-hukum dan permasalahan yang telah tercemar, saya maksudkan tercemar dengan pemahaman yang terbalik dan akal yang menyimpang dari kebenaran disebabkan kesalahan yang menimpanya di dalam menimba ilmu, sehingga dia sangka sebagai Dien perkara yang bukan Dien dan dia sangka kebenaran sesuatu yang sebenarnya kebathilan akhirnya mereka menghadapi kenyataan pahit dan terkena firman Allah ta’ala:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiama”t.(QS. Al-Kahfi : 103-105)

Kami mengimani bahwa siapa saja yang menemui Allah ta’ala tanpa membawa tauhid yang mana tidaklah diturunkan kitab-kitab,diutusnya para rasul, ditetapkan hari kiamat, serta diciptakan surga dan neraka melainkan sebab tauhid itu, siapa yang menemui Allah ta’ala dengan demikian maka dia akan menerima kenyataan pahit, sekalipun dia adalah orang yang berasumsi atau menyangka dirinya adalah seorang da’i yang mengajak kepada Allah ta’ala. Siapa yang meragukan hakekat ini maka hendaklah dia mengetahui bahwa dirinya belum mengenal Dienul Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang dinyatakan oleh Al-Qur’an, dimana Al-Qur’an telah menjelaskan panjang lebar dan demikian jelas apasaja yang telah membatalkan keislaman yang tidak mungkin disusupi keraguan atau tanpa adanya suatu hakekat yang tersembunyi di belakang, misalnya firman Allah ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An-Nisa’ : 48)

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (QS.An-Nisa’ : 116)

Firman Allah ta’ala :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam”, Padahal Al masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (QS. Al-Maidah : 72.)

Tatkala Allah ta’ala menyebutkan para nabi di surat al-An’am, Allah ta’ala ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

” Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. (QS.Al-An’am : 88)

Allah ta’ala berfirman :

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi”. ((QS. Az-Zumar:65)

Allah ta’ala membuka kabar ini dengan ‘Lam‘ pasangan kata sumpah yang menunjukkan penegasan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa : JIka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan syirik -walaupun telah diketahui bahwa Baliau shallallahu ‘alaihi wasallam makhluk yang paling dicintai Allah ta’ala sungguh amalannya kan runtuh dan Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sangat jauh dari kesyirikan dan hal ini hanyalah sebagai pengandaian.

Jelaslah dengan ayat-ayat ini bahwa syirik akbar dapat meruntuhkan amal, mengeluarkan seorang dari millah dan memastikan kekekalannya dalam neraka.

Kaum Sufi telah memutar-balikkan hakekat syareat, mereka berprasangka bahwa menyeru makhluk -yang dia sangka mempunyai tingkat kewalian dan mengaku mempunyai banyak keramat, sama saja masih hidup atau sudah menjadi mayat- kemudian beristighotsah kepada mereka ketika mengalami bencana kesusahan, itulah Dien yang murni, inti dan hakekatnya. Bahkan mereka ghuluw (terlampau berlebihan) dalam menyikapi para wali hingga menjadikannya sebagai pendamping Rabb ‘azza wajalla dengan kedudukan wali quthub yang mengatur alam semesta. Lalu sikap ghuluw itu semakin menggila dengan menjadikan wali itu sebagai Ilah Sesembahannya yang bertempat di tubuh makhluk ataupun sebagiannya.

Terakhir : Apakah engkau dapat melihat seseorang yang tertarbiyah dalam didikan syufiyyah akan keluar dalam keadaan selamat dari virusnya ?! Tidak ! Demi Allah ta’ala tidak-kecuali siapa yang Allah ta’ala kehendaki untuk diselamtkan- bahkan minimal keadaannya tiada lagi memiliki kebencian terhadap syirik besar yang meruntuhkan dan memotong keislamannya sejak akar pondasinya. Kalau tauhid sudah hilang maka keislamannyapun akan hilang dan semua dakwah yang tidak dibangun di atas pondasi tauhid ini maka dakwahnya itu adalah bathil sebab ia telah didirikan di atas pondasi yang tidak benar berdasarkan asas dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tibalah waktunya bagi kami untuk memulai pembahasan yang kami kehendaki, Allah ta’ala maha Tahu bahwa saya tidak bermaksud melukai perasaan seseorang kecuali jika penyebutan celaan itu mengandung maksud yang dituntun oleh Dien, misalnya di dalam celaan itu ada nasehat bagi orang-orang yang tertipu oleh person atau sesuatu manhaj, sebagaimana yang telah dilakukan Salaf, Salaf mencela mereka sebab empati pada umat dan dalam rangka menjelaskan kebenaran. Kitab-kitab Al-Jarh dan Ta’dil penuh dengan contoh-contoh semisal itu.

Imam Muslim bin Al-Hajjajرحمه الله berkata dalam muqodimah shahihnya :

((Amr bin Ali Hafs menceritakan kepada kami, dia menyatakan: Saya mendengar Yahya bin Sa’id berkata : Saya bertanya pada Sufyab Ats-Tsauri, Syu’bah, Malik dan Ibnu Uyainah tentang seseorang yang tidak tsabit dalam hadits, dimana ada yang bertanya kepadaku tentang seseorang tersebut. Maka semuanya menjawab Kabarkanlah bahwa dia tidak tsabit !.

Ubaidullah bin Sa’id berkata kepada kami : Saya mendengar An-Nadhr berkata : Ibnu Aun ditanya tentang haditnya Syahr sementara saat itu Syahr ada di depan pintunya, maka dia berkata : “Syahr dicela oleh mereka (para ulama hadits) ….Syahr dicela oleh mereka”. Imam Muslim berkata : “Lisan-lisan menyebutkan celaan terhadapnya”. Muslim juga telah meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Sya’bi yang berkata : Disampaikan hadits kepadaku oleh Al-Harits Al-A’war Al-Hamdani, sedangkan dia seorang pendusta.

Diriwayatkan juga oleh Muslim dengan sanadnya sampai ke Ibnu ‘Aun yang berkata : Ibrahim berkata kepada kami : Waspadalah Al-Mugirah bin Sa’id dan Abu Abdurrahman, sebab keduanya pendusta.

Ibnu Kamil Al-Jahduri menyatakan kepada kami bahwa Hammad (Ibnu Zaid) mengatakan kepadanya : Ashim berkata kepada kami : Dahulu kami pernah mendatangi Abu Abdurrahman saat masih muda belia, maka dia berkata kepada kami :”Janganlah kalian duduk di hadapan tukang cerita selain Abul Ahwash. Waspadailah Syaqiq !”, sebab Syaqiq berfaham khawarij,tapi bukan Syaqiq bin Salamah))

Demikianlah kutipan dari Mukadimah Shahih Muslim yang membuka aib-aib perawi. Inilah saatnya memasuki kesimpulan umum tentang aib yang ada pada ikhwanul Muslimin;

Bersambung Insya Allah ta’ala.pada: Ikhwanul Muslimin Meremehkan Tauhid Ibadah dan Tidak Menjadikan sebagai Asas Berpijak.

Artikel yang sangat berkaitan dengan tulisan ini :

http://abdurrahman.wordpress.com/2007/11/28/membongkar-pemikiran-hasan-al-banna-1/

http://abdurrahman.wordpress.com/2007/11/28/membongkar-pemikiran-hasan-al-banna-2/

About these ads

25 thoughts on “Penjelasan Tentang Penyimpangan Ikhwanul Muslimin (Mukadimah)

  1. Abu Syamil - Bekasi Februari 20, 2008 pukul 12:43 pm Reply

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Akhlak seorang muslim adalah tabayun, apakah antum telah melakukan hal tsb…?

    Demi Allah ketika saya buka menu “search” diinternet dan menulis kata Ikhwan atau Al Bana……. Subhanallah banyak sekali situs,kajian, blog dll yang mencela, memfitnah tokoh tokoh IM dengan kalimat tabdi, Qoroda, dll…………

    Sedangkan meraka sangat menghormati Syekh kalian dan begitu juga sebaliknya……..

    Wahai Ikhwah…takutlah kepada Allah akan azab bagi mereka yng mencaci saudaranya…apalagi memfitnah…

    Wahai Ikhwah,……hingga hari ini berapa ribu orang dari kami yng dipenjara oleh rezim Mubarak, setiap hari adalah siksaan dan tekanan……..dimana kalian ketika gaza di Isolir…..satu demi satu saudara kalian gugur ……….. pantas kah kami katakan perkataan Tabiin…
    ” Manakah yg lebih mulia …kami yng berdebu dimedan jihad….bercucuran keringat dan darah….sedang kalian bercucuran airmata di sajadah kalian………”

    Wahai Ikhwah kenapa tidak kalian belah dada kami untuk melihat keislaman kami, atau kalian bongkar makam Al Bana, Sayid Qutb….untuk menanyakan KeIslamannya……

    Bila antum jujur dan Adil …tlng jangan dihapus komen ini……

    Wallahu a’lam bissawab……….

    Semoga Allah selalu bersama kita…Wassalam

  2. Abu Syamil - Bekasi Februari 25, 2008 pukul 12:45 pm Reply

    Assalamu’alaikum Ya Aba salma

    dari seorang rekan…saya diberi buku karya Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi, beupa kumpulan tanya jawab..

    yang saya baca dlm buku tersebut berisi pembicaraan tentang Jamaah Tablig,Sururi, dan Ikhwanul Muslimin

    Saya tdk begitu banyak tahu dgn Jamaah Tablig,….
    tentang Sururi….bukankah beliau bagian dari kalian….?

    Saya memang banyak membaca buku2 hasan Albana….Yusuf Qordowi…..atau banyak buku2 karya atau artikel Syaikh Al Bani….dan saya membaca Aqoid…tentang Aqidah buku syaikh Salih Fauzan……

    Bukanlah Kafaah saya untuk mengomentari buku tersebut…..karena saya sedang belajar…….
    Saya membaca buku terjemahaan Indonesianya……karena saya baru belajar bahasa Arab….pingin sih baca kitab aslinya……..

    Pertanyaan saya :
    1. setelah saya baca buku tersebut banyak sekali pertentangan antara jwaban yg satu dgn yng lain….dlm pengertian……bila disatu bagian mmbicarakan kekurangan Ikhwan…maka bagian lain…..menjelaskan..dalil yg membenarkan……..
    2.Dalam buku ini banyak sekali prasangka….bukan data yng valid…
    contoh: tentang bersepi2 dlm tempat sunyi…….ada kata remaja laki2 yg belum berjenggot………ada tuduhan penyimpangan..(liwat)..
    demi Allah apakah seorang syaikh pantas berkata seperti itu….atau karena kesalahan terjemah..?
    3. Komentar tentang kegiatan2 Ikwan…….apakah penulis sudah pernah menyaksikan……kegiatan tersebut….atau hanya prasangka…..?
    4.Tuduhan pembunuhan……Jamurahman Al Afgani oleh kader Ikhwan…apakah ada bukti tertulis…atau hanya prasangka……
    Wahai saudaraku…….sesungguhnya Fitnah ini mematikan, dan akan menyulut api permusuhan……..Wahai syaikh …setiap perkataan akan menjadi timbangan ……..
    Wahai syaikh lihatlah realitas……..dinegri Mesir..Kalian saksikan bagaimana kejamnya Rezim Mubaraak terhadap tokoh dan kader Ikhwan….juga terhadap akhwatnya……( Bacalah Buku Jainab AlGhazali didlm Penjara)….apakah Ikhwan atau tokoh Ikhwan menyerukan pemberontakan……..walaupun Mubarak penguasa yg zalim…..

    Wahai saudaraku….penuntut Ilmu……..Sesungguhnya Al Haq tetaplah Haq walaupun terlahir dari mulut seorang anak kecil….atau awam….

    Kalian telah zalim memasukan IM dlam firqoh…..hizbiyah…..
    sehingga dengan tanpa Haq kalian mencela para tokohnya para pendukungnya para Ahli ilmu nya……..

    Saya melihatnya ada arus baru dlm jamaah ini…..buku2 yg ditulis belakangan……pendapat2 terkini….yg sebelumnya tidak pernah ada…….( apakah kalian tlah menyelisihi syaikh kalian……dimana Ikhwanpun menghormati dan mengambil pendapat darinya…)

    Wahai salafi….fitnah dan konsfirasi Kuffar dan Yahudi tlah melanda kalian………Wahai salafi fitnah ini telah menjadi virus bagi Islam di Indonesia….ketika banyak pemuda Islam belajar kepada Barat…..sehingga terlahirlah JIL yg telah mewarnai perguruan tinggi Islam( U I N )yng telah mencela Ulama salaf dan menolak Sunnah…..)

    Wahai saudaraku….sebelum kalian memvonis….apakah sudah kalian baca buku2 karya Hasan Al Bana…..atau Sayid Qutb…..atau Al Ghazali………

    Tentang Ikhwanul Muslimin…..baca buku ” Majmu Rasail” atau cetakan Indonesianya…Risalah Pergerakan IM…..bacalah dan timbanglah dengan adil…….

    Semoga Allah selalu bersama kita…..
    Wassalam

    Wa ‘alaikum salamwarohmatullahi wabarokatuhu.
    Saudaraku ketahuilah ! Bahwa Imam Bukhori dan para ahli hadits yang lain memilah antara hadits yang dhoif dengan yang shahih /hasan.
    Sudahkan anda mengecek alasan Imam BUkhari ?
    Kenapa anda mengikuti saja dengan Imam Bukhori ?
    Adilkah anda ?
    Adilkah Imam Bukhari ? Kenapa Anda mengikut saja dengan Imam Bukhari ?
    Kenapa harus di pilah ada hadits shahih, hasan, Dhoif dll ? apakah itu adil ?
    Begitu pula Syaikh Ahmad kalau memang anda mampu telitilah ucapan beliau ? Kalau tidak mampu ….ya ….mengapa anda tidak mampu ?

    Kalau terhadap Imam Bukhori anda diam kenapa terhadap Syaikh Ahmad Anda berkomentar ? Apakah karena Syaikh Ahmad membicarakan (mencela) IM ? Tentu ada juga orang yang tidak menerima terhadap Ucapan Imam Bukhari memprotes terhadap celaan Imam Bukhori terhadap Para perawi ! Giamana ? Fahamkah anda terhadap ucapan saya ?
    semoga Allah memberi hidayah kepada kita !
    Maka bertanyalah kepada Ahli Ilmu jika anda tidak mengetahui….
    Wassalam

  3. Jihad Maret 27, 2008 pukul 12:57 pm Reply

    Assalamu’alaikum
    wah saya yakin nih ….ini yang bikin benih benih perpecahan ummat islam bukanya bikin akur malah bikin hancur …ukhuwwah wajib dijaga mas…..

  4. ratri April 15, 2008 pukul 7:45 am Reply

    bismillah…
    saudara/i ku seiman yang dirahmati Allah…
    semoga Allah selalu menyayangi hamba2Nya yang dalam hatinya selalu terbesit untuk menegakkan Islam, menjadi agama yang haq di bumi ini, khususnya indonesia.^_^
    senang rasanya melihat banyak sesama muslim memiliki keinginan kuat untuk selalu menegakkan Islam. walaupun sedih juga kalo jadi perdebatan apalagi sampai merusak silaturahmi, ya Allah semoga tidak.T,T.sedih rasanya kalau melihat dan mendengar berita gerakan ini “menghujat” gerakan itu, jama’ah ini menyerang jama’ah itu.
    pengen banget rasanya minta ke Allah “ya Allah, ra3 kangen sama rasulullah..andai saja rasulullah ada di sini pasti ga akan seperti ini…g akan ada pertumpahan darah, ga akan ada peregangan silaturahmi karena perdebatan…”
    saudara/i ku semua…
    semoga allah menunjukan kita jalan yang lurus jalan yang di ridhoiNya…masuk dalam rombongan rasulullah nantinya…
    amien…
    ^_^ senyum duluah…biar “mencairkan kebekuan gunung es”
    wallahualam…

  5. HENDRA KURNIA Mei 11, 2008 pukul 3:59 am Reply

    beristighfar wahai abu syamil
    antum yg baru belajar ilmu sudah berkata demikian.telusuri semua perkataan syaikh2 kami( syaikh al-bani,syaikh saleh fauzan ).apakah beliau berkata sesuai hawa nafsu?.

  6. Rijal Mei 22, 2008 pukul 1:21 pm Reply

    Assalamu’alaikum.
    Sungguh sangat disayangkan bilamana suatu kaum tdk belajar dr sejarah suramnya. Telah diketahui bersama bahwa Ikhwqanul Muslimin memiliki sejarah suram lewat keberadaan tokoh2nya seperti Hasan Al-Banna, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, dan selain mereka rahimahumallah. Telah banyak fatwa ulama yg mengoreksi kekeliruan pemahaman mrk, smestinya kita isikapi sebagai kritik bukannya hujatan. Insya Allah bilamana organisasi IM mampu terlepas dr bayang2 kekeliruan mereka, bukan mustahil IM jd lebih jaya dr sebelumnya.
    Jgn seperti salah satu partai “dakwah” Indonesia saat ini yg katanya terinspirasi dr IM. Pada awal berdirinya -masya Allah- saya rasa mereka adalah al-ghuroba’ itu sbgmn yg diberitakan dlm hadits Rasulullah. Tp makin hari citra Islami yg ad pd mrk makin pudar. Malah belum lama salah satu cagub yg diusung mereka pake ngadain acara dangdutan segala lg.
    Wallahul musta’an.
    Kita renungkan semua ini dan saya nukil pernyataan Ratri:
    ^_^ senyum dulu lah biar “mencairkan kebekuan gunung es”
    he..he..

  7. orang biasa Juni 26, 2008 pukul 8:14 am Reply

    Ass,
    Afwan, numpang ngasih komentar ya.
    Sebenarnya masalah seperti ini tidak perlu kita jadikan runcing sehingga dapat menyulut perpecahan. Tidak sepantasnya kita membicarakan syaikh-syaikh yang telah berpulang ke Rahmatullah dengan kata-kata yang menyakitkan. Semestinya kita saling bantu membantu dalam memperbaiki aqidah kita bukan malah cela-mencela. Tengoklah remaja muslim kita yang baru beranjak dewasa dan sedang mencari kebenaran akan Islam, mereka dihadapkan pada perbedaan yang begitu sengit sehingga rasa futur utuk thalabul ilmu itu timbul.
    Saya mohon dengan sangat jangan kalian saling menghujat. Biarlah Salafy berda’wah, IM berda’wah, Tabigh berda’wah, NU berda’wah, Muhammadiyah berda’wah, HT berda’wah, biarkan saja mereka berda’wah yang terpenting bahwa semuanya nanti ada pertanggung jawabannya. Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain. Toh nanti kebenaran dengan sendirinya juga akan terwujud.
    Barakallahu fik. Allah yaftah alaik yaa ikhwah.

  8. Abdullah Juli 4, 2008 pukul 9:35 pm Reply

    salafy ….. salafy …..? apa yg telah antum buat untuk agama ini ? mengapa mesti memfitnah /membid”ahkan jama’ah yg berjuang demi kemuliaan islam dan kaum muslimin. mengapa sibuk memperhatikan saudara seiman sendiri.. mengapa tidak memfokuskan untuk melawan musuh islam, bukankah kalo begini mereka bertepuk tangan, menyaksikan perpecahan di umat Islam sendiri.

  9. Chi Agustus 12, 2008 pukul 9:01 pm Reply

    Ya Robb..engkau yg Maha Tahu mana yg haq dan mana yg batil. Hapuslah penyakit-penyakit dlam hati orang yg berpenyakit dan kembalikan pada akidah yg lurus. Demi Engkau, Demi agamamu..

  10. mamat Agustus 20, 2008 pukul 1:59 pm Reply

    Fitnah lagi….fitnah lagi…
    Apakah sudah jadi hobi?
    Ilmu yang antum pelajari sebaiknya untuk diamalkan, bukan dipergunakan untuk mencaci saudara yang seiman…
    Naudzubillah…

  11. amirudin Februari 4, 2009 pukul 2:39 pm Reply

    bismillah
    insya Allah, telah diwajibkan atas kita 4 hal:
    1 ilmu
    2 beramal dengannya
    3 mendakwahkanya
    4 bersabar dari cobaan yang ada

  12. haris Februari 11, 2009 pukul 4:02 pm Reply

    assalamu’alaikum wr.wb

    salam jihad selalu dimuka bumi Alloh.
    ana doakan para tokoh ikhwan pada masuk syurga, karena telah mampu membentuk pribadi-pribadi yang cinta Alloh yang cinta rosulnya dan cinta kpd Al-quran dan juga jihad untuk menegakkan kalimat Alloh sehingga cita2 kami mati syahid. para pemimpin ikhwan wafatnya bersimbah darah karena itulah tujuan sehingga darah yang tertumpah, keringat yang membasahi tubuh, dana yang dikeluarkan untuk menegakan agama Alloh akan menjadi saksi nanti diakhirat untuk para penghujat ikhwan untuk untum tidak dimintakan saksi cita-cita dan pengorbanan kami tapi antum akan dimintakan saksi telah mempfitnah ikhwan. mereka adalah orang orang yang mengamalkan al-quran dan Sunnah sehingga musuhnya banyak seluruh dunia takut dengan pemahaman ikhwan sampai orang islampun juga takut ama pemahaman ikhwan. itu bukti nyata semakin besar jamaah bagi mereka yang tidak paham akan ikhwan semangkin orang takut menjadi sesat, apa yang sesat dari ikhwan hingga harus diperangi dan difitnah. untuk untum yang pernah nimbrung sama ikhwan beruntunglah antum karena antum telah diberi hidayah oleh Alloh memalui jamaah ikhwan.

    wahai saudaraku jamaah ikhwan berkata apabila disuatu negeri penduduknya mengucapakan kalimat la ilaaha ilallah dia adalah saudara semuslim.

    wahai saudaraku mari kitegakkan kalimat Alloh yang tinggi sehingga tidak ada fitnah dimukabumi ini.

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

    Mudah-mudahan antum mendapat hidayah.
    Saya dulu juga seperti antum ga rela kalau tokoh-tokoh ikhwan disalahkan.
    Alhamdulillah sekarang sudah diberikan kefahaman oleh Allah, sehingga dengan ringan saya meninggalkan pola pikir Ikhwan.
    Benar tidaknya faham tidak diukur oleh banyak sedikitnya pengikut.

  13. ana Februari 14, 2009 pukul 8:34 am Reply

    Ana sudah baca buku Risalah pergerakan hasan al banna waktu liqo di PKS. Ana dapatkan sejumlah kejanggalan dan keanehan, mencampurkan yang haq dan yang batil. Karena itu ana keluar dari PKS, Al ikhwan Indonesia

  14. Anak PKS UGM Maret 11, 2009 pukul 9:43 pm Reply

    perjalanan hidup saya tadinya adalah dari keluarga Katholik dan masuk Islam pada waktu saya kelas 2 SMP, sewaktu SMA kemarin saya ikut halaqahnya HTI dan sewaktu semester 1 saya ikut kajian Manhaj Salaf hingga penghujung semester satu. DAN AWAL SEMESTER 2 saya tertarik pada tarbiyah dan kesimpulan yang saya ambil di PKS ini saya menemukan pelajaran yang penting bahwa HTI, Salafy dan tarbiyah semuanya benar dan PKS tidak pernah menuduh jamaah tablig, HTI maupun Salafy adalah Kafir.
    tetapi sewaktu di HTI dan di “salafy” saya mengalami intervensi dengan menyatakan bahwa orang2 di luar gerakan mereka adalah kafir dan ahlul bid’ah itulah yang membuat saya kagum dengan kelihaian dakwah tarbiyah (PKS) sehingga saudara2 yang masih non muslim mengakui kehebatan sistem Islam.
    dan menurut saya, masih banyak orang-orang di luar agama ini yang ingin tahu kehebatan dan kesolidan Umat Islam ketimbang orang-orang islam yang saling membenarkan gerakan sendiri seolah-olah surga miliknya dan yang tidak sefikroh adalah Kafir. Ingat Ikhwah Agama ini akan hancur bukan karena kebrutalan orang2 non Muslim tapi akan hancur apabila orang islam saling mengkafirkan dan mencap kafir sesamanya padahal sama2 mengungsung Islam sebagai solusi.

  15. Anak PKS UGM Maret 11, 2009 pukul 9:52 pm Reply

    satu lagi saudaraku sesama muslim. di Tarbiyah saya tidak pernah di suruh mengidolakan Hasan Al-Banna maupun tokoh2 IM lainnya. yang kami tauladani sama seperti kalian Nabi Muhammad SAW.
    DAN AFWAN saya tadi salah menulis bahwa yang di tulisan atas kebetulan saya masuk ke manhaj “Salafy” dan HTI yang orang-orangnya fanatik terhadap gerakan mereka jadi salafy dan HTI menurut saya adalah teman sesama muslim dan sama2 menjadikan Islam sebagai solusi.
    Ingat di Al-Qur’an jangan kamu berjalan di atas bumi ini dalam kesombongan karena hanya Allah saja yang boleh memiliki sifat itu.
    syukron jazakumullah

  16. salafy-ugm April 9, 2009 pukul 8:45 am Reply

    @anak PKS UGM

    Jangan menebar kedustaan akh. Saya ini juga salafy dari UGM. Selama kurang labih 2 tahun ikut kajian di sekitar UGM, tidak sekalipun mentabdi’, apalagi mentakfir teman2 dari HTI JT, maupun tarbiyyah. Meski gerakan mereka memang gerakan bid’ah dan tokoh2nya adalah ahlul bid’ah, tapi tidak sedikitpun terbesik dipikiran kami untuk mengatakan teman-teman yang aktif di kajian tarbiyah maupun HTI adalah para ahlul bida’ apalagi kafir. Allah-lah tempat mengadu..

    Walhamdulillah, tatkala saya mengaji dengan al Ustadz Abdul Mu’thi -hafizhahullah-, beliau tidak hanya sekali, berulang-ulang kali mengingatkan kepada para ikhwah untuk menjaga ukhuwah dan kehormatan saudara sesama muslim, menyambung silatul arham, menebar salam, dan akhlaq-akhlaq mulia lainya.

    kalau antum menjumpai akhlaq buruk dari seorang yang antum pikir sebagai salafy, maka jangan salahkan manhajnya, tapi salahkan orangnya. Sunggguh naif, menilai kebenaran manhaj dari orang-orangnya, sama naifnya dengan orang kafir yang menilai buruk islam dengan melihat kondisi kaum muslimin pada saat ini.

    • Salafi Haroki Juli 16, 2009 pukul 10:45 am Reply

      Masalahnya…pentabdi’an dan pentakfiran atas jamaah2 spt IM dan HT, begitu merata di ujung nusantara ini… setiap ana bertemu dengan anak salafy a(apaun aliran salafynya), selalu saja menuduh dengan hal serupa, seolah tidak ada lagi tema yang lebih pantas unuk didiskusikan…istighfar akhi… Kita butuh kebersamaan menuju tegaknya Al Islam…

      • Abu Hanifah Mei 31, 2010 pukul 5:26 pm

        Lho kebersamaan itu diatas satu akidah yang sama akhi.

        HTI telah melakukan kebid’ahan yang tidak mungkin yang haq bersatu dengan yang batil.

        Salaf kita tidak pernah menyeru untuk mencela pemerintah. Seperti orang-orang HTI. Mereka mencela pemerintah di tiap selebaran yang dibagikan di masjid-masjid ketika shalat jumat. Ini jelas-jelas bertentangan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

        “Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati).”

        Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Al Khaitsami dalam Al Majma’ 5/229, Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah 2/522, Abu Nu’aim dalam Ma’rifatus Shahabah 2/121. Riwayat ini banyak yang mendukungnya sehingga hadits ini kedudukannya shahih bukan hasan apalagi dlaif sebagaimana sebagian ulama mengatakannya. Demikian keterangan Syaikh Abdullah bin Barjas bin Nashir Ali Abdul Karim (lihat Muamalatul Hukam fi Dlauil Kitab Was Sunnah halaman 54).

        Dan Syaikh Al Albani menshahihkannya dalam Dzilalul Jannah fi Takhriji Sunnah 2/521-522. Hadits ini adalah pokok dasar dalam menasihati pemerintah. Orang yang menasihati jika sudah melaksanakan cara ini maka dia telah berlepas diri (dari dosa) dan pertanggungjawaban. Demikian dijelaskan oleh Syaikh Abdullah bin Barjas.

        Imam Tirmidzi membawakan sanadnya sampai ke Ziyad bin Kusaib Al Adawi. Beliau berkata : “Aku di samping Abu Bakrah berada di bawah mimbar Ibnu Amir. Sementara itu Ibnu Amir tengah berkhutbah dengan mengenakan pakaian tipis. Maka Abu Bilal[3] berkata : “Lihatlah pemimpin kita, dia memakai pakaian orang fasik.”

        Lantas Abu Bakrah berkata : “Diam kamu! Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Barangsiapa yang menghina (merendahkan) penguasa yang ditunjuk Allah di muka bumi maka Allah akan menghinakannya.’ ” (Sunan At Tirmidzi nomor 2224)

        Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan tata cara menasihati seorang pemimpin sebagaimana yang dikatakan oleh Imam As Syaukani sampai pada perkataannya : “ … sesungguhnya menyelisihi pemimpin dalam perkara yang bukan prinsip dalam agama dengan terang-terangan dan mengingkarinya di perkumpulan-perkumpulan masjid, selebaran-selebaran, tempat-tempat kajian, dan sebagainya, itu semua sama sekali bukan tata cara menasihati. Oleh karena itu jangan engkau tertipu dengan orang yang melakukannya walaupun timbul dari niat yang baik. Hal itu menyelisihi cara Salafus Shalih yang harus diikuti. Semoga Allah memberi hidayah padamu.” (Maqasidul Islam halaman 395)

        Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid bahwasanya beliau ditanya : “Mengapa engkau tidak menghadap Utsman untuk menasihatinya?” Maka jawab beliau : “Apakah kalian berpendapat semua nasihatku kepadanya harus diperdengarkan kepada kalian? Demi Allah, sungguh aku telah menasihatinya hanya antara aku dan dia. Dan aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membuka pintu (fitnah) ini.” (HR. Bukhari 6/330 dan 13/48 Fathul Bari dan Muslim dalam Shahih- nya 4/2290)

        Syaikh Al Albani mengomentari riwayat ini dengan ucapannya : “Yang beliau (Usamah bin Zaid) maksudkan adalah (tidak melakukannya, pent.) terang-terangan di hadapan khalayak ramai dalam mengingkari pemerintah. Karena pengingkaran terang-terangan bisa berakibat yang sangat mengkhawatirkan. Sebagaimana pengingkaran secara terang-terangan kepada Utsman mengakibatkan kematian beliau[4].”

        Manakah yang diatas kebenaran akhi??? HTI itu tetap saja menyelisihi sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Dan tidak salah kalau kita menyebutnya sebagai cara yang bid’ah.

        Islam macam apa yang diseru HTI. Bahkan mereka keluar dari jalannya al haq. Yaitu apa yang diberikan Rasulullah.

        Antum yang harus istighfar! Harus kembali ke jalan yang lurus akhi!!

      • Abu Hanifah Mei 31, 2010 pukul 5:33 pm

        Kalau ada yang tidak percaya bahwa HTI telah salah jalan dalam mengingatkan pemerintah silahkan buka link berikut

        http://hizbut-tahrir.or.id/2010/05/20/arbi-sanit-konspirasi-sby-dan-ical/

        Kalau antum baca, cermat. Apakah tingkah mereka berlandaskan Al Quran dan As Sunnah dan salafush shalih??

  17. fearlee Juli 2, 2009 pukul 9:04 am Reply

    Assalamu alaikum..
    Akhi, ana heran dengan tanggapan di atas. Terlihat sekali bahwa mereka hanya orang-orang yang awam sehingga hanya berkomentar tanpa ilmu dan bukti.
    Sungguh benar sabda Rasulullah,” Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang-orang (yang dianggap) asing..

  18. ari.. April 12, 2010 pukul 12:47 pm Reply

    assalamu’alakum..afwan untuk semua..benar sabda Rasulullah saw..Islam akan terbagi mnjadi 73 golongan,72 ke neraka ,1 ke surga..sy sdh 8 thn di IM, dan selama itu pula sy bnyk mnemukan kjanggalan2.yg tdk terjawab,sampai(alhmdulillah) ada penjelasan2 hadits dr kajian2 manhaj salaf..marilah saling mngingatkn,YG MNGINGATKAN JNGN BRLEBIHAN,YG DI INGATKN HARUS INTROSPEKSI DIRI,wallahu’alam

  19. ari April 12, 2010 pukul 12:55 pm Reply

    assalamu’alaikum..YG MNGINGATKN JGN BLEBIHN,YG DI INGATKN INTROSPEKSI DIRI,sy sdh mrasakn da’wah IM,bnyk ptanyaan2 yg tdk tjawab,tp alhmdulillah sdh tjawab dg mngikuti kajian manhaj salaf..

  20. Abu Hanifah Mei 30, 2010 pukul 10:52 pm Reply

    Ikhwanul Muslimin. Lihat saja tokoh-tokohnya, mereka bertasawuf. Dan ulama salaf dari dahulu sampai sekarang mengingkari adanya tasawuf.

    Pantaskah kita menjadikan pemimpin ikhwanul muslimin sebagai ulama?? Bahkan tasawuf adalah dosa terbesar kaum sufi. Dimana letak kebenaran??

    Ikhwanul Muslimin menggunakan dalil ulama salaf untuk menikam salafiyin. Salafy itu menasehati IM supaya kembali ke jalan yang benar. Tapi sayang nasehat itu dianggap celaan.

    Saya hampir 4 tahun di IM tapi tidak mendapat apapun.

    Bahkan hukum isbal saja ditolak oleh para azatidznya. Katanya “saya tidak sombong jadi tidak perlu isbal.” Pernyataan munkar dan kufur. Bahkan ketika mereka menolak dalil itu sudah menandakkan kesombongan. Tidakkah mereka sadar bahwa menolak dan mencela syariat itu mendekati kekafiran?

    Dimana letak benarnya Ikhwanul Muslimin?? Bahkan foto Hasan Al Banna dipajang di tempat-tempat umum. Diseru “Inilah mujahid kami? Pembaharu kami.”

    Pembaharu dari sisi mana? Kalau memang pembaharu seharusnya dia mengingatkan pengikutnya supaya jangan mengambil fotonya kemudian memajangnya. Jangan-jangan dia tidak tahu bahwa perkara memajang foto ini tidak diperbolehkan? Jika demikian maka dia (Hasan Al Banna) merupakan orang yang cacat ilmunya. Pantas orang seperti ini disebut Imam, Mujahid, Maulana???

    Dimana letak kebenaran??

    Kalau dakwah IM benar saya tidak akan menemukan jawaban yang berbeda ketika ditanya “Dimanakah Allah? Apakah Allah punya tangan? Apakah Allah dapat tertawa? Apakah Allah dapat terlihat? Apakah takdir bisa dirubah? dan lain sebagainya.

    Tidak lain kalian orang -fanatik- kepada IM ketika hendak mencari jawabannya pasti membuka kitab orang salaf.

    Allah berfirman, “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.”(QS Al Baqarah:111)

  21. Abu Hanifah Mei 30, 2010 pukul 11:17 pm Reply

    Tarbiyah?? Engkau menyebut tarbiyah?? Tarbiyah memang tidak menyeru fanatik kepada Hasan Al Banna tetapi tarbiyah menyeru fanatik terhadap pemikiran-pemikiran Hasan Al Banna.

    Tidak usah menyebut merek. Mau diganti nama apapun kalau pemikirannya sama tetap saja sama.

    Yang dimaksud menjaga ukhuwah adalah berdiri bersama-sama diatas jalan yang benar yaitu satu akidah. Kalau kita sudah satu akidah ana bertanya “Bagaimana sikap umat Islam yang akan selamat dunia akhirat terhadap ahlul hawa dan bid’ah?” Mereka sangat keras pengingkarannya! Mana bukti kita seakidah?

    HTI mencela pemerintah tiap detiknya sementara salafiyin memperjuangkan supaya jangan mencela. “Sabar walaupun pemerintah dzalim, sabar!”

    IM sibuk berkoar-koar “Ayo menjaga ukhuwah ayo menjaga ukhuwah” Merangkul para habib, tarekat sufi, mutazilah, ke dalam satu wadah sementara salafiyin memperjuangkan “janganlah bersatu diatas akidah yang berbeda! Itu semu. Mari belajar kitab hadits dulu”

    KAMMI sibuk demonstrasi sementara salafiyin memperjuangkan “Demonstrasi itu bukan jalannya Rasulullah dan para sahabatnya”

    PKS yang katanya partai Islam, memperjuangkan dakwah. ketika mendapat undian nomor urut 8. Para punggawanya berkoar di televisi “Angka 8 ini adalah angka keberuntungan. Karena rata perutnya” Wal iyadzubilah. Ini jelas-jelas kesyirikan. Mana bukti dakwah lewat politik berhasil?

    Bahkan para menteri PKS lulusan Jamaah Al Madinah tidak dapat berbuat apa-apa demi menegakkan syiar Islam?? Seharunya mereka tidak mendzalimi apa yang diajarkan guru-gurunya di Arab Saudi?? Apakah para Syaikh Salaf menyeru muridnya untuk duduk di kursi pemerintahan?? Tidak lain mereka adalah murid-murid yang tidak taat kepada gurunya.

    Tunjukkan kepadaku -mantan mutazilah, IM, HTI, sururiyin, Khawarij- ikhwah dimana letak kebenaran??

    Hidayah itu mahal harganya. Allahlah yang memberikan.

    Bagi pemilik blog hendaknya ingat

    “Orang yang telah dibutakkan mata hatinya oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang dapat membukanya. Bagaikan orang yang buta apabila dihadapkan kepada sinar matahari maka sekali-kali dia tetap tidak akan bisa melihat sinarnya”

    Dan untuk yang lain. Sesungguhnya Allah telah berfirman kepada kalian “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.” (QS Al Baqarah:111)

  22. Bani September 3, 2010 pukul 7:47 pm Reply

    Saya sebagai orang awam yang ilmunya tdk ada apa2nya turut prihatin dengan kondisi umat islam yang saling menyerang.

    Saya simpati dengan teman2 salafy yang berusaha sungguh2 menegakkan hidup sesuai tuntunan rasulullah dan ulama salaf. Saya juga simpati dengan teman2 PKS yang berusaha mewarnai kehidupan negara sekuler ini dengan nilai islam.

    Saya berdoa jika ada kesalahan cara yang ditempuh masing-masing organisasi dalam berdakwah, semoga allah memberikan petunjuk jalan yang sesuai dengan kehendaknya dan tuntunan rasulnya.

    Semoga allah melunakkan hati umat islam yang lebih tahu terhadap umat islam lain yang masih diliputi kebodohan dan kesalahan namun senantiasa berusaha mempelajari agama ini dengan sungguh2.

    Semoga allah menyatukan hati-hati kita menghadapi yahudi dan nasrani, serta kaum kafir lain yang memusuhi islam.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: