Sebuah Komentar untuk Pengikut Isa Bugis

Sebuah Komentar Untuk Pengikut Isa Bugis

Oleh : Muhammad Adjid <fokastng@gmail.com>

Abu Salma berkata :

Alhamdulillah, saya mendapat E-mail dari teman karena beliau gagal memasukkan komen ke artikel yang berjudul Disinyalir Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah …..Aliran Isa Bugis Masa Kini

Saya sendiri secara teknis tidak faham kenapa hal ini dapat terjadi, sayapun mencoba untuk memberi komen ternyata gagal juga, oleh karena itu komen Beliau saya jadikan postingan.

Dari itu yang masih ingin diskusi masalah Isa Bugis, saya persilahkan di postingan ini saja. Namun saya ingatkan ketika kita berdiskusi bukan untuk menang-menangan akan tetapi untuk mencari kebenaran, sehingga ketika telah jelas bahwa faham Isa Bugis salah mari kita cepat tinggalkan bersama-sama.

Selamat membaca komen saudara kita !

Muhammad Adjid berkata :

Aku sesat? Ya itu cara pandang orang Isa Bugis yang sudah kebalik -balik. Yang hak dibilang batil yang batil dibilang hak.

Aku berjenggot saja dipermasalahkan sama mereka. Padahal aku ini laki – laki bukan perempuan, jadi jengggotan lah. Lain kalau aku perempuan. Sementara orang Isa Bugis yang katanya hidup menurut pilihan sunnah Rasul, tidak satupun aku lihat berjenggot. Wallahu ‘alam kalau mereka bekromosom perempuan semua.

Jadi aneh melihat ada laki – laki berjenggot. Apa mereka belum tahu kalau Allah melaknat laki – laki yang menyerupai wanita? Dengan cara mencukur habis jenggot – jenggot mereka dengan silet goal? Ataukah memang benar – benar kalian wahai para lelaki Isa Bugis berkromosom Y semua sehingga jenggot kalian tidak tumbuh? – dan ini adalah udzur kalian di sisi Allah- mana dalil yang membolehkan kalian memangkas habis jenggot kalian –sehingga tasyabuh dengan perempuan – sebagaimana adalah fitrah menggunting kuku?

Celanaku ngatung juga dikritik. Sementara celana Cowboy levis mereka sampai hitam diseret-seret di tanah, terus mereka bisa khusyu shalat dengan celana kotor begitu?

Sekarang saya tanya, siapa pendahulu kalian yang punya pemahaman nyeleneh seperti Isa Bugis?

Contohnya pemahaman kalian yang nyleneh adalah Nabi Isa memiliki bapak, kalau ada sebutkan siapa diantara para shahabat Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam atau orang – orang terdahulu dari generasi awal ummat Islam yang punya keyakinan seperti kalian?

Kenapa kalian kafir kalau Nabi Isa itu lahir secara ajaib?

Apakah kalian beriman kepada sebagian ayat dan kafir kepada sebagaian yang lain? Sampai mati kalian ga akan bisa membuktikan, karena pemahaman Isa Bugis itu adalah muhdats yang bid’ah.

Memang ajaran Islam ini datangnya dari mana? Dari Isa Bugis?

Ngakunya  sih hidup menurut pilihan sunnah Rasul, Rasul yang mana, Isa Bugis?, kalau Rasulnya adalah Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, justru yang kasat mata ‘perilaku budaya’ kalian bertentangan dengan ajaran Beliau shalllahu ‘alaihi wa sallam.

Sudah banyak orang – orang yang concern dengan keterpurukan ummat iSlam tapi dengan cara – cara bid’ah, spt shalat dengan ditambah pake bahasa Indonesia dsb. “Ooh saya merasa lebih khusyu kalau diterjemahkan dan saya yakin umat Islam ga akan korupsi, engga akan saling jejak menjejak, engga akan saling tikam menikam kalau shalat dengan cara spt saya”. Ya pikirannya sih bagus, prihatin ummat Islam kok terpuruk, terus mikir gimana ini, cari wangsit, cari cara baru, cari pemahaman baru dsb. Padahal agama ini bukan akal -akalan manusia, tapi wahyu yang diwahyukan. Wama yantiqu anil hawa in huwa illa wahyu yuhha.

Jadi tinggal sampaikan saja apa yang disampaikan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam, bukan malah bikin paham baru. itu namanya bikin agama baru. Agama Isa Bugis bukan agama Islam.

Aku sudah sering dengar ocehan orang Isa Bugis ‘Iman itu aqdun bil qalbi, wa ikraraun bil lisan…amana – yu’minu, Iman itu bukan hanya keyakinan hati tapi mesti diamalkan, dsb, dsb.

Naam shawab, benar, tapi mana buktinya kaset yang kalian puter – puter terus itu, mana? Shalat itu manifestasi keimanan, bukan hanya eling, dan bukan hanya ngomong doang doel.

Kalau kalian engga shalat itu artinya membantah omongan kalian sendiri. Baik itu kalian belum mengerti apa yang dibaca dalam shalat apalagi kalau sudah ngerti. Omongan – omongan kalian justru tertuju pada kalian sendiri, bukan pada orang lain, apa kalian engga bisa berfikir?

Inilah omongan anda untuk anda dan kelompok anda sendiri. “Begitulah definisi Iman berdasarkan Al-Qur’an ms Rasul, yang oleh Nabi Muhamad saw telah diajarkan pada permulaan abad ke 7 Masehi. Dan tanggapan abad ke 20 sekarang ini bahwa Iman ialah Percaya, menjadi bukti bawa `iman sama denga percaya’ adalah satu produk sejarah oleh tangan-tangan kotor manusia.

” Kenyataannya kalianlah penganut faham eling doang alias percaya saja, alias OMDO alias NATO alias berfaham qodariah. Buktinya ga mau shalat sebagai manifestasi iman. Perkara kalau ummat Islam sekarang ini hidupnya engga beres, ya karena memang mayoritas ummat Islam – atau umumnya ummat manusia – memang engga beres, (lihat kelompok kalian sendiri) dan itu memang sudah sunatullah.

Apa kalian selama ini tinggal di surga? Coba baca al qur’an dalam bahasa yang wujud di alam nyata ini, jangan dengan katanya bahasa -khayalan- serumpun bahasa arab yang engga wujud yang hanya ada diotaknya Isa Bugis, pasti kalian akan tahu kalau mayoritas manusia memang engga beres.

Yang belajar agama islam ini dari Rasulullah saja banyak yang kemudian murtad atau munafik, apalagi sekarang ini yang sudah berlalu 1400 tahun dari zaman kenabian. Apa kalian engga tahu air sungai itu kalau semakin ke hilir semakin kotor? Kalian hidup di mana sih? Coba kalian lihat kelompok kalian sendiri yang katanya sudah hidup menurut pilihan sunnah Rasul, banyak dari kalian yang engga shalat (99.99 % alias mayoritas), kenapa coba? Padahal kan katanya sudah mengaji dengan alqur’an satu ilmu yang adalah tatanan hidup tiada banding? 100% masih melototi televisi (hayo ngaku), yang di situ banyak kemaksiatan, kebid’ahan bahkan kesyirikan. Apa itu tatanan hidup menurut sunnah Rasul hai Ismail dkk? Belumkah kalian membaca dalam alqur’an (bahasa Arab) bahwa orang beriman itu tidak menyaksikan kemungkaran apalagi ikut goyang? Belumkah membaca hadits ‘Man roa minkum mungkaran falyughayirhu…. Bukan malah dipelototin sambil ikutan goyang melihat si inul ngebor? Apa yang kalian pertunjukan itu adalah TATANAN HIDUP MENURUT SUNNAH RASUL, hai Ismail dkk?.

Ajaran Islam yang benar, jika melihat kemungkaran tapi ga bisa merubah itu dengan nyingkir -mengingkari dengan hati – hai Ismail. Bukan malah senang itikaf didepannya. Juga perempuan – perempuan kalian yang kalau keluar rumah masih pake kerudung artis, – paling top- celana jean belel, pake minyak wangi yang mengundang.. bahkan banyak yang cuma pake celana pendek -Spt perempuan – perempuan Cina atau orang – orang Nashara wal Yahud – kalau ke pasar. Apakah yang demikian itu hidup menurut pilihan Sunnah Rasul? Rasul yang mana sih?

Orang Inggris yang kafir saja sebagian dari mereka tahu kalau cara berpakaian spt itu engga sopan apalagi menurut sunnah Rasul, Apakah shalat kalian – andakata shalat – masih dalam keadaan mabuk? Shalat itu pembeda antara orang kafir dengan orang Islam belumkah kalian tahu itu.

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya pemisah antara seseorang dengan kesyrikan dan kekufuran adalah shalat” HR Muslim 2/70-71

Dari Buraidah Bin Hushaib, Rasulullah bersabda: “Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat. Barang siapa yang meninggalkan shalat telah kafir” Nasai 1/231, Tirmidzi 5/15, Ibnu Majah 1/194 No. 1065. Ahmad 5/346, Hakim 1/6-7, Daruqutni 2/52, Al Ajuri dalam Asyariah 133, Ibnu Nashr almarwaji dalam “ta’dhim Qadris Shalat” 2/877, Ibnul Qayim dalam Kitabus Shalat juga dishahihkan oleh Syaikh Al Bani. Kutip: 2. Kalau kita coba mengkaji/ menelaah lebih dalam hadits “Inna ashdaqal haditsi kitabullah (sebenar2 hadits adalah al Qur-an”, maka saya berkesimpulan Isa Bugis benar2 mengerti hadits dan memahami hadits tersebut dibandingkan kita2 ini (terutama saya), sehingga yang selalu beliau katakan adalah al Qur-an Menurut Sunnah Rasul, karena al Qur-an adalah sebenar2 Hadits. ———— Apakah anda tidak lihat Isa Bugis seperti diberitakan di atas dia tidak shalat juga tidak puasa, bagaimana anda katakan dia benar 2 paham hadits?.

Kalau benar dia memahami hadits menurut sunnah Rasul, lalu kenapa dia tidak shalat?, juga mayoritas pengikutnya? Jujurnya siapa sebenarnya Nabi kalian wahai orang – orang Isa Bugis? Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam atau Isa Bugis?

About these ads

33 gagasan untuk “Sebuah Komentar untuk Pengikut Isa Bugis

  1. spider November 28, 2007 pukul 12:04 pm

    asslm,maap ikut comment nich..

    membaca dari komentar diatas saya melihat nada ketidak sukaan dan memvonis sesuatu tanpa melihat lebih jauh kedalamnya kata pribahasa kan “don’t judge abook from it’s cover”.Saya waktu kecil ikut nenek dan kakek saya…..hidup dilingkungan keluarga NU…belajar agama dan beribadah dari lingkungan yang berpaham NU.Stelah dewasa saya tinggal dengan orang tua…pertamanya saya tidak mengetahui kl keluarga saya mempelajari paham isa bugis.saya belajar tentang isa bugis dari orang tua saya…menurut pemikiran saya kl isa bugis itu orang yang cinta dengan agama islam dan bangsa indonesia ini dan beliau orang yang tidak puas dengan kondisi yang dialami oleh hampir semua muslim didunia yang hampir semua terbelakang dalam ilmu pengetahuan dan ekonomi.kl masalah shallat yang jadi sorotan …saya belajar pengantar shallat karangan isa bugis disana tertera diterbitkan tahun 1982.dan saya melihat keluarga saya rajin shallat “kadang suka mengingatkan saya kl blum shallat”.saya suka melihat keluar dari keluarga yang berpaham ahlisunnah waljamaah….mereka ada yang rajin shallat ada yang tidak,ada yang suka zinah,judi dan korupsi…tetapi saya tidak menghakimi langsung kl ahlisunnah waljamaah itu demikian….saya menganggap itu tergantung pilihan hidup.yang jadi pertanyaan apa yang telah kita lakukan buat agama,bangsa dan negara indonesia tercinta ini….wassallam

    Peace

  2. senyawa nur November 29, 2007 pukul 2:14 am

    Assalamu’alaikum…
    mo dibuat blog baru atau lama toh sama aja… :)
    gk ada keadilan di blog ini…
    semua saling menyalahkan dan merasa dialah dan faham nya lah yang paling benar, dus tidak ketinggalan vonis sesat terhadap terhadap satu kelompok tertentu…
    apa ini tujuan utama dibuat blog ini????
    sungguh nista nya….

  3. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 29, 2007 pukul 9:08 am

    Assalamu ‘alaikum Warohmatullahi wabarokatuhu
    @spider
    Sayapun sangat setuju jika Pak Isa dikatakan cinta dengan Islam dan cinta Indonesia dan rakyatnya, Beliau termasuk seorang yang komitmet terhadap perbaikan manusia. Hal ini sudah saya sampaikan pada komen artikel http://abasalma.wordpress.com/2007/08/03/disinyalir-al-qiyadah-al-islamiyah-adalah-aliran-isa-bugis-masa-kin/
    Namun tetaplah kita harus katakan bahwa Beliau telah membuat ajaran baru dalam Islam, tidak ada pendahulunya sama sekali ssehingga Dia telah membuat kebid’ahan dalam agama. Bukankah kita semua telah mengetahui sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam :
    “Wa iyyakum bil muhdatsatil umur wainna kulla muhdatstin bid’ah, wakulla bid’atin dhollallah, wakulla dholalatin finnar” (hati-hatilah kalian dengan perkara baru dalam agama dan setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di neraka).
    Juga Hadits Aisyah (semoga Allah meridhoinya) “man ‘ahdatsa fi amrina hadza ma laista minni wahua roddun (HR. Muslim)” artinya barang siapa mengadakan hal baru dalam urusanku ini yang tidak berasal dariku maka dia tertolak.

    Para pembaca, yang namanya ajaran kesesatan sesesat apapun pasti di sana ditemukan ada kebenarannya, dengan itulah Syaithon menipu ummat manusia, dengan kebenaran yang ada itulah syaithon menjerat manusia dalam ajaran yang sebenarnya sesat. Sehingga manusia tidak menyadari bahwa dirinya telah tersesat.

    Demikian juga ajaran Isa Bugis di sana ada kebenaran, namun jika kita teliti dengan seksama ajaran beliau secara global telah keluar menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

    Di antara kesalahan-kesalahan yang sangat tampak oleh siapa saja yang telah memahami manhaj ahlussunnah wal jamaah adalah pak Isa menghilangkan akidah tauhid Asma wasifat bagi Allah. Ini berakibat fatal, sehingga bisa jadi anak-anak yang belajar ajaran ini tidak meyakini bahwa Allah di atas arsy, Allah maha pemberi dan maha pengampun, Allah maha kasih sayang dan semua sifat-sifat Allah yang maha mulia yang selalu sesaui dengan nama-nama-Nya yang maha mulia pula.

    Demikian juga tauhid uluhiyyah tidak pernah diajarkan olehnya, Pak Isa beranggapan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah untuk mengatur manusia di dunia semata (bahasa dia adalah sebagai pandangan dan sikap hidup), padahal bukan seperti itu saja, para ulama menjelaskan bahwa Islam dan Para Rasul diutus adalah bertujuan agar manusia ini beribadah (menyembah, berdoa, khauf, dll) hanya kepada Allah semata. Termasuk di dalamnya hidup teratur dengan aturan yang telah Allah turunkan yaitu Al-Qur’an.

    Sehingga kita fahami bahwa hidup teratur dengan Al-qur’an dan Sunnah Rasul ini adalah bagian dari ibadah, tepatnya adalah ibadah jama’i (bersama-sama dengan kaum mulimin). Saya tekankan di sini, bahwa ini bagian dari ibadah bukan inti ibadah juga bukan syaratnya ibadah, sehingga kewajiban yang telah Allah wajibkan bagi manusia tetaplah berlaku walaupun sekarang ini Dienullah belum tegak sebagai pengatur umat manusia (belum sebagai pandangan dan sikap hidup manusia / bangsa Indonesia-bahasa Pak Isa-).

    Adapun inti ibadah adalah tauhid yaitu menyerahkan semua bentuk peribadatan hanya kepada Allah, barang siapa yang menyerahkan satu bentuk ibadahnya saja kepada selain Allah maka dia bukan muwahid (orang yang bertauhid) dan ibadahnya akan ditolak oleh Allah, karena Dia Allah yang paling tidak membutuhkan perserikatan kepadanya.
    وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ
    “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian.” (Al-Anbiya: 25)
    Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi) sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”[Az-Zumar: 65]

    Inilah inti ajaran Islam yang sebenarnya dan Pak Isa tidak mengajarkan demikian.

    Dari ini dapat kita ketahui betapa rusaknya ajaran Pak Isa ini. Dengan dua penjelasan inii saja saya cukupkan untuk para pembaca renungkan, dan digunakan sebagai pijakan untuk meninggalkan ajaran pak Isa, marilah kita kembali kepada kebenaran yang hakiki, jika di sana (ajaran pak Isa) ada kebenaran tetapklah kebenaran dan kita mengambilnya, namun secara menyeluruh ajaran Pak Isa adalah salah, menyimpang dari koridor Islam.

    Kalau Islam yang sebenarnya pastilah tidak ada kesalahan sedikitpun karena berasal dari Allah dan Rasulnya.
    QS.AL Hijr -(15):9: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan kamilah yang akan menjaganya”

    Demikian saudaraku, tidaklah saya menulis semua ini untuk mengajak seluruh kaum muslimin kepada kebenaran yang hakiki, bersama-sama beribadah kepada Allah t’ala, tidak ada kedengkian sedikitpun di jiwa kami kepada sesama muslim, bahkan kami amat mencintai kepada seluruh kaum muslimin lebih-lebih terhadap oarng-orang yang komitmen dengan agamanya.

    @Untuk saudaraku senyawa nur, ketahuilah tidak ada satu orangpun yang beragama melainkan menyakini bahwa agama dan keyakinannya adalah paling benar, sekalipun yahudi dan nasrani.
    Yang menjadi permasalahan adalah bahwa karena kita bukan nabi sangat mungkin keyakinan yang sekarang kita yakini ternyata salah, maka sebagai seorang yang mengaku salafy (menginginkan mengikuti Nabi dan sahabat-sahabatnya) tidak akan buta, senantiasa menimbang keyakinannya dengan kacamata Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dengan pemahaman Sahabat-sahabat nabi (rhodhiallahu anhum ajma’in), jika telah diketahui keyakinannya salah akan segera rujuk kepada kebenaran.
    Wallahu ta’ala a’lam

  4. Badjul Wangi November 29, 2007 pukul 11:42 am

    Muhammad Adjid, apakah anda yakin yang merasa dirinya salafy, atau ahlusunnah waljamaah atau apalah itu namanya ……. mereka sahalat semuaaaaaa?

  5. spider November 29, 2007 pukul 11:47 am

    Dear abu salma,

    Masalah keyakinan itu sensitif lohhh…lihat aja bagaimana pelaku Bom bali karena keyakinan mau malakukan tindakan yang kurang tepat.Daripada anda berbicara menghujat ajaran pak isa diluaran …bagaimana kl baiknya anda datengin beliau dengan gantlemen..face to face ungkapkan apa yang jadi uneg2 anda atau anda bisa undang tokoh paling berpengaruh dalam lingkungan anda
    untuk muhaballah dengan beliau…..itu lebih gantle tidak membuat gesekan dikalangan bawah.maap ini hanya sekedar pemikiran saja

    Peace

    Saya harap Anda bersikap objektif, mempelajari dengan sungguh-sungguh baru mengambil kesimpilan, meninggalkan sikap terburu-buru dan berpihak dalam menilai.

    Kemudian masalah mubahalah sebenarnya syareat mubahalah itu untuk siapa dan kepada siapa, sih….?

    Yang saya lakukan adalah menjelaskan sebuah keyakinan dan ajaran yang salah, dengan ini saya mengharap kaum muslimin yang mereka semuanya adalah saudara saya mau berfikir. Bukankah yang demikian (bersikap objektif) selalu didengungkan oleh Pak Isa ? Kalau anda pernah mengaji dengan paham ini pasti anda pernah juga mendengar bahwa aliran ini menyalahkan semua faham yang ada di tubuh kaum muslimin, sekali lagi menurut ajaran ini semua keyakinan yang ada sekarang ini salah dan yang benar adalah ajaran mereka.
    Kemudian sekarang ketika saya dan Saudara Urwah gantian menjelaskan kesalahan ajaran Pak Isa kenapa dilarang-larang, kenapa…? Bukankah kita harus adil dan Obyektif ? Biarkan Masyarakat yang menilai, ajaran siapa yang paling benar !

  6. Urwah November 29, 2007 pukul 11:06 pm

    Saya ingin tambahkan ttg ajaran Isa Bugis yang saya kenal yang sangat jauh ‘berbeda’ dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam.

    Pertama : Mereka menafikan secara total mukjizat para Nabi yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As Sunnah. Semua keajaiban – keajaiban atau mukjizat mikjizat para Rasul dan Nabi itu dipalingkan kepada pemahaman AKAL mereka.

    Ketika saya hendak dikenalkan kepada ajaran ini oleh seorang teman (yang setahu saya memang tidak pernah shalat) saya dipertemukan dengan seoarang pengikutnya yang senior di daerah Perumnas I Tangerang yang saya ingat bernama Pak Salim.

    Kepada saya diwanti – wanti untuk tidak apriori terhadap ajaran / paham ini dengan mengatakan jangan terburu – buru mengatakan sesat.

    Sebagai pembukaan ketika itu saya tanyakan tentang keyakinan paham ini yang meyakini bahwa Nabi Isa laihi sallam tidak dilahirkan secara biologis, dengan kata lain beliau alaihi sallam memiliki bapak biologis. Dikatakan kepada saya bahwa memang demikian adanya dan ketika saya tanyakan kalau begitu siapa bapaknya, maka dijawab bahwa bapaknya Nabi Isa alaihi sallam adalah Yusuf.

    Kemudian seingat saya diterangkan tentang kata HAMALATHU yang sangat membuat saya mengerutkan kening.

    Katanya bahwa ‘Tidak mungkin suatu OBJEK menghamili SUBJEK. Karena Subjeklah yang dapat MENGHAMILI OBJEK.

    Tentu saja sangat absurd dan kurang ajar kalau mereka mengartikan kata FAHAMALATHU dengan Maka diapun (Maryam) menghamilinya (Nabi Isa). Hal ini karena mereka memalingkan semua lafadz – lafadz dzohir al Qur’an kepada pemahamaman mereka yang rasionalistis. Sehingga ketika mereka menemukan ayat – ayat tentang sesuatu yang bertentangan dengan akal mereka, maka ayat – ayat itu kemudian ditahrif dan dipencongkan kepada yang menurut mereka lebih logis. sehingga konsekusinya ayat – ayat lain yang saling terkait dengan hal – hal mukjizat tersebut juga berubah total dari lafadz dzhohinya.

    Hal ini tidak berbeda dengan orang – orang bathiniyah yang berkeyakinan bahwa ayat – ayat Al-Qur’an memiliki arti dzahir dan arti batin yang dapat mereka pahami semau batin mereka sendiri.

    Sehingga dalam hal ini orang – orang Isa Bugis menolak secara total dzhahir dari ayat – ayat seperti contoh berikut (Maryam 16- :

    وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَاناً شَرْقِيّاً

    “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, ”

    فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَاباً فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَراً سَوِيّاً

    “Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. ”

    قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَن مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّاً

    “Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

    قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَاماً زَكِيّاً

    “Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

    قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّ

    “Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

    قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا وَكَانَ أَمْراً مَّقْضِيّاً

    “Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

    Perhatikan bahwa keheranan Maryam akan mempunyai anak laki – laki dalam keadaan beliau tidak pernah ‘disentuh’ laki – laki sebagaimana keheranan orang – orang Isa Bugis telah dijawab oleh Malaikat Jibril bahwa hal tersebut mudah bagi Allah tidak ada yang sulit. Cuma memang kalau harus masuk logika tidak akan ketemu apalagi akal – akal manusia yang terbatas.

    Dalam ayat yang lain Allah ajja wa jalla lebih menjelaskan tentang keajaiban kelahiran Nabi Isa alaihi sallam:

    إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

    “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : ‘Jadilah’ (seorang manusia) maka jadilah dia” (QS. Al Imran (3) : 59)

    Ayat tersebut jelas menerangkan bahwasanya penciptaan nabi Isa alaihi sallam sama seperti Nabi Adam. Bahkan kita tahu bahwa nabi Adam ‘alaihi sallam tidak hanya tidak memilki ayah biologis tapi juga tidak memiliki ibu biologis, bandingkan dengan Nabi Isa yang masih memiliki seorang Ibu. Sekarang kita tanya pada orang Isa Bugis:

    Kalau kalian meyakini bahwa nabi Isa memiliki ayah biologis, yakni Yusuf lalu siapakah ayahnya nabi Adam dan siapakah juga Ibunya?

    Bukankah kalian meyakini bahwa Nabi Adam alaihi sallam diciptakan Allah di dunia ini? yang oleh karenanya harus mutlak memiliki sebab dan akibat? dengan alasan (rasio) bahwa kalau Nabi Adam diciptakan di surga nanti beliau bisa mencret? (Aneh kalau di surga orang tetap bisa mencret lantas apa bedanya hidup di surga dengan di dunia? padahal kita tahu dari hadits yang otentik dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bawa manusia di surga itu tidak B.A.K atau B.A.B tapi kotorannya disalurkan lewat keringat yang wangi)

    Saya belum tahu bagaimana orang – orang Isa Bugis memahami ayat – ayat tersebut di atas yang tentunya sangat bertentangan dengan keyakinan (rasio) mereka. Saya juga tidak tahu di mana mendapatkan Kamus Bahasa Nur – Indonesia atau Bahasa Nur – Inggris atau perancis atau Jerman atau Bahasa Arab sendiri sehingga setiap orang dapat mengkros check kebenaran pemahaman mereka (yang mereka klaim adalah yang benar sedangkan terjemahan – terjemahan yang ada sekarang tidak ada yang benar, ironisnya mereka ketika disalahkan tidak terima dan menuduh orang lain paling benar sendiri padahal mereka sendiri juga menyalah – nyalahkan orang lain ) Sehingga semua otrang diseluruh dunia ini – tidak hanya di Indonesia – dapat memahami atau memverifikasi kebenaran paham Isa Bugis.

    Yang jelas Bahasa Nur yang dikalim Isa Bugis itu adalah fiktif, tidak wujud di alam nyata dan hanya ada di otaknya Isa Bugis sendiri. Ini dapat kita buktikan bahwa setiap pengikut Isa Bugis sering memiliki pendapat yang berbeda – beda tentang suatu ayat.

    Faktor dari semua penentangan terhadap ayat – ayat tersebut adalah karena mereka memaksakan diri bahwa semuanya harus masuk rasio mereka. Padahal dalam perkara dunia ini saja banyak yang tidak masuk di akal manusia sejenius apapun dia. Contohnya adalah kemampuan orang – orang Shufiyah atau orang – orang Hindu di India yang sering mempertunjukan hal – hal aneh seperti mampu memakan beling, dipenggal lehernya kemudian dikubur dan ketika dibongkar kuburannya sudah dalam keadaan hidup kembali?

    Kalian akan menjawab, itu kan sihir. Baik, tapi bukankah seperti kalian sering katakan bahwa kita ini hidup di dunia yang ada sebab dan akibanya, terikat dengan hukum alam yang kalau sesorang jatuh dari ketinggian 20 ribu meter dari udara, pasti mati? lalu kenapa orang shufi yang sudah dipenggal lehernya, putus kemudian dikubur terus bisa hidup lagi? bukankah sebagaimana hukum alam orang yang sudah putus lehernya, seharusnya mati dan tisak mungkin hidup lagi?

    Ini sebagaimana kalian mengingkari mukjizat Nabi Isa yang mampu menghidupkan orang yang sudah mati? denganmengatakan bahwa yang dihidupkan adalah ‘hatinya’ yang mati seperti dipahami rasul palsu mantan pemain badminton?

  7. rumbai Desember 1, 2007 pukul 12:30 am

    yang ditulis adjid itu objektif fakta atau subjektif adjid?
    kok dangkal?
    abu salma udah belajar tata bahasa ampe mana seh?
    udah belajar sejarah ampe mana?
    objektif menurut salaf atau objektif menurut alqur’an?
    seandainya diteliti dengan seksama juga salaf juga benar tapi mungkin gak ada kesalahanya?
    abu salma seberapa jauh sih kenal ma yahudi?
    gimana sih perasaan abu salma kalo dikibulin lalu diketawain yahudi?

    ini pertanyaan saja lho ? saya tidak bermaksudmenyinggung perasaan kok! ini bukan berarti saya membela lalu memojokkan, saya hanya mencoba objektif kok? boleh kan?

    lalu pertanggungjawaban artikel sebelumnya bagaimana abu salma?

    Apa yang anda maksud tata bahasa, apakah tata bahasa yang di ajarkan pak Isa ? Yang kalau kita pelajari dengan sungguh-sungguh ternyata pak Isa mengambil dari Ilmu Nahwu Shorof yang telah dibuat oleh para ulama Islam ? Kalau yang ini sudah saya tinggalkan jauh-jauh, karena pak Isa mencuri Ilmu, sesungguhnya dari para ulama Islam tetapi tidak dia sampaikan bahwa itu dari ulama ISlam ! Semoga anda jujur !

    Obyektif menurut Al-qur’an…? Maksudnya al-Qur’an yang dipahami oleh siapa ? Oleh Pak Isa ? Memangnya pak Isa Nabi sehingga mengetahui tafsir dan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an sementara dia sama sekali tidak pernah belajar dari para ulama Islam yang telah meriwayatkan Al-Qur’an itu sendiri sehingga sampai kepada kita ?

    Sekarang Obyektif menurut Al-Qur’an Atau menurut Pak ISa ?

    Coba kalau anda berani membahas satu masalah saja misalnya pengertian Iman / Tentang Lahirnya Nabi Isa, atau apalah, nanti Insya Allah anda akan tahu siapa yang obyektif menurut Al-Qur’an atau obyektif menurut Pak Isa.
    Silahkan anda datang ke rumah saya, jika benar mau mencari kebenaran !

    Artikel yang mana yang harus saya pertanggung jawabkan, Al-Qiyadah Adalah aliran Isa Isa Bugis ? Dimana salahnya ? Kalau anda mau memahami qiyadah, ya itulah hasil ratilil Qur’an yang diajarkan Isa Bugis sehingga Mushadiq mengaku NAbi, itulah Obyektif menurut Al-qura’an gaya Mushadiq (semoga Allah mengampuni dan memberi hidayah padanya).

    Itulah hasil ratilil Qur’an, karena tidak ada patakan dalam menafsirkan Al-Qur’an maka siapapaun boleh menafsirkan semaunya. Bukan Isa BUgis Tok, hasilnya Ada Nabi Baru. Itukah yang anda maksud Obyektif ?

    Adapun Ahlussunnah menafsirkan Al-qur’an dengan Al-qur’an, dengan Hadits Shahih, dengan Qoul Sahabat, dengan Qoul Tabiin.

    Kenapa Ada Hadits, Hadits di sini yang dimaksud adalah Ucapan Nabi, perbuatan Nabi atau persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah diriwayatkan oleh para ulama hadits, sehingga sampai kepada kita.
    .
    Kenapa Para Sahabat : Karena sahabatlah yang telah belajar langsung kepada Nabi tentang turunnya Al-qur’an, maksd-maksud yang terkandung di dalamnya bahkan sahabat telah belajar dan mengamalkan al-qur’an bersama Nabi.
    Kenapa Tabiin, karena mereka telah belajar dengan Para Sahabat Nabi.

    Sehigga Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda “Khoirun Nas Qorni, tsumma ladzina yalunahum tsumma ladzina yalunahum.

    Adapun Pak Isa belajar sama siapa kok menterjemahkan dan menafsirkan Al-Qur’an ?Belajar Langsung dari Allah ? Apa mungkin orang tanpa belajar akan bisa ?
    Perkara dunia saja tidak mungkin orang dapat ilmu tertentu tanpa belajar pada orang terlebih dahulu, apalagi masalah Dien ?

    Sadarlah wahai pengikut Isa Bugis, belajarlah dengan Salafyun Insya Allah anda akan menemukan kebenaran.

    Obyektif menurut Al-Qur’an ? Al-Qur’an menurut Siapa ? Menurut Pak Isa ? Apa Al-Qur’an menurut Rasulullah ?

    Kemudian jika Al-Qur’an menurut Rasulullah ?

    Rasulullah yang Mana ?
    Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah mengajari sahabat-sahabatnya ?
    atau Rasulullah Mushadiq (alhamdulillah telah bertaubat) atau Rasulullah Isa Bugis ? Mikir…jang…mikir…..!

    Semoga Allah memberi hidayah kita semua !

    baca berikut ini dengan hati jernih tanpa terlalu kagum dan fanatik kepada Isa Bugis (siapa sih Isa Bugis kok kita harus fanatik)

    Penulis: Lajnah pembela sunnah, memerangi bid’ah, dan kesyirikan

    Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- dalam muqadimah kitab tafsirnya menyatakan tentang kaidah menafsirkan Al-Qur’an. Beliau -rahimahullah- menyampaikan bahwa cara menafsirkan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

    1. Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Metodologi ini merupakan yang paling shalih (valid) dalam menafsirkan Al-Qur’an.

    2. Menafsirkan Al-Qur’an dengan As-Sunnah. Kata beliau -rahmahullah-, bahwa As-Sunnah merupakan pensyarah dan yang menjelaskan tentang menjelaskan tentang Al-Qur’an. Untuk hal ini beliau -rahimahullah- mengutip pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i -rahimahullah- : “Setiap yang dihukumi Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, maka pemahamannya berasal dari Al-Qur’an. Allah -Subhanahu wata’ala- berfirman:

    إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللّهُ وَلاَ تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيماً

    “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan Kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) membela orang-orang yang khianat.” (An-Nisaa’:105)

    3. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pernyataan para shahabat. Menurut Ibnu Katsir -rahimahullah- : “Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, kami merujuk kepada pernyataan para shahabat, karena mereka adalah orang-orang yang lebih mengetahui sekaligus sebagai saksi dari berbagai fenomena dan situasi yang terjadi, yang secara khusus mereka menyaksikannya. Merekapun adalah orang-orang yang memiliki pemahaman yang sempurna, strata keilmuan yang shahih (valid), perbuatan atau amal yang shaleh tidak membedakan diantara mereka, apakah mereka termasuk kalangan ulama dan tokoh, seperti khalifah Ar-Rasyidin yang empat atau para Imam yang memberi petunjuk, seperti Abdullah bin Mas’ud -radliyallahu anhu-.

    4. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pemahaman yang dimiliki oleh para Tabi’in (murid-murid para shahabat). Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah atau pernyataan shahabat, maka banyak dari kalangan imam merujuk pernyataan-pernyataan para tabi’in, seperti Mujahid, Said bin Jubeir. Sufyan At-Tsauri berkata : “Jika tafsir itu datang dari Mujahid, maka jadikanlah sebagai pegangan”.

    Ibnu Katsir -rahimahullah- pun mengemukakan pula, bahwa menafsirkan Al-Qur’an tanpa didasari sebagaimana yang berasal dari Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- atau para Salafush Shaleh (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) adalah haram. Telah disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas -radliyallahu ‘anhuma- dari Nabi -shallallahu’alaihi wasallam-:

    من قال في القرأن برأيه او بما لايعلم فليتبوأ مقعده من النار

    “Barangsiapa yang berbicara (menafsirkan) tentang Al-Qur’an dengan pemikirannya tentang apa yang dia tidak memiliki pengetahuan, maka bersiaplah menyediakan tempat duduknya di Neraka.” (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu Daud, At Tirmidzi mengatakan : hadist hasan).

  8. tiara Desember 1, 2007 pukul 8:15 am

    waduh gimana nih pusing jadinya baca komentar ini , itu . yg bener yang mana sih ? terus bagaimana para wanita istri salafi yang memakai cadar ditutup semuanya kaya ninja? bukan kah wajah sebagai identitas diri ? bagaimana kalau mereka bikin KTP ? bagaimana kita mengenali mereka kalau mereka itu teman kita?

    Barokallahufikum…saudariku, saya anjurkan kalau memang anda menginginkan kebenaran dan dengan kebenaran itu anda akan mengmalkan agama.
    1. Belajar dulu tentang metodologi (manhaj) Islam yang benar
    2. Setelah mengetahui manhaj yang benar, maka pelajari hal yang pokok dulu yaitu tauhid, sholat, puasa begitu seterusnya dari yang paling penting kemudian yang penting berikutnya.
    3. Dari Ilmu itulah anda kemudian beramal.

    Maaf ya, jika anda belajar tentang cadar dulu sementara belum kokoh tauhid anda bisa jadi anda akan menghinakan syareat Islam walupun itu benar adanya dari Rasulullah.

  9. acil Desember 1, 2007 pukul 9:43 pm

    aduh pusiiiing euy, sebaiknya kita janganlah saling bertengkar lebih baik kita pelajari dulu Al-Quran belajar dengan habis-habisan dalam arti sebenar-benarnya belajar ………………………………………………..jangan pada ribut bukankah kita ini saudara sebangsa dan setanah air, senasib dan sepenanggungan, janganlah kita berkomentar kalau masih ada tetangga kita yang makannya sehari sekali itu juga kalau ketemu makan , sementara kita makan sehari lebih dari 3 kali…yach udah yach … sekali lagi punten maafin kalau ada yang merasa tersinggung

  10. ujang Desember 2, 2007 pukul 12:33 am

    Assalamu’alaikum….
    sebaiknya masing2 dr kita berinstropeksi. Mana yg benar, mn yg sesat hanya Allah yg tau. Jadi serahkan semuanya kpd Allah.
    seperti yg sodara qt sampaikan, diskusi dgn media diinternet tdk akan menyelesaikan masalah, mlh akan memperkeruh keadaan. krn apa?qt tdk tau dgn siapa qt berhadapan (orangnya), semua org bs ngomong disini, yg ikut isa bugis, yg salafy, yg NU, yg muhammadiyah, yg al-qiyadah, yg pengikut lia eden, ato siapa yg tau klo ada yahudi ikut komentar?
    wassalam…

  11. Aceh Desember 2, 2007 pukul 1:39 pm

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Saya heran ama Aliran “sesat” ini, emang udah nyata2-a neh aliran udh menyimpang dari Ajaran Islam, toh mereka masih tetap ngaku2 ni ajaran paling baik dan bener, mungkin mereka menganut ato percaya bahwa Nabi Muhammad SAW naik keatas langit 10 x, yang akhirnya jadi gk shalat total :D :P , sebenarnya cuman 9 x,
    Ni orang pada kehilangan akal sehat-a…..
    Moga Allah Membukakan Pintu Hidayah Bagi Kita Semua Amin Yarabbal Alamin……….

  12. s1n6a Desember 4, 2007 pukul 4:28 pm

    Saat seorang pemuda bernama Muhammad menyampaikan wahyu Allah kepada Kaum Quraisy, apa tanggapan mereka ?

    Jika Ajaran Allah dikumandangkan kembali, saya yakin maka respon yang adapun tidak ada bedanya dengan keadaan saat itu …

    Kenapa demikian ?, karena apa yang di sampaikan oleh Nabi Muhammad adalah Wahyu Allah, bukan ajaran warisan Nenek Moyang….

    Ajaran apa yang dianut saat itu oleh suku Quraisy, ajaran nenek moyang mereka yaitu hasil penyelewengan dari apa yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.

    Coba kita renungkan keadaan saat ini….
    apakah shalat yg dilakukan masal umat islam saat ini ada isinya dan seperti yg rasulullah lakukan ?
    apakah ibadah haji yg dilakukan umat islam saat ini sama seperti yang rasulullah lakukan ?
    masih banyak pertanyaan lain lagi… dan itu semua warisan dari ahlussunnah wal jama’ah…

    Harusnya anda belajar tentang sholat, haji dll dari ahlussunnah yang sesungguhnya, jangan sama Isa Bugis dong. Pengertian Sholat Haji, sunnah dll antara ahlussunnah dan Isa Bugis itu tidak sama. Saudaraku anda belajar faham Ahlussunnah dari Isa Bugis yang dia sendiri tidak faham tentang Manhaj Ahlussunnah.

    Bagaimana anda akan tahu tentang semua itu lhawong tidak pernah belajar hadits2 Rasulullah, anda hanya belajar dari Isa Bugis yang bisanya hany mencela.

    Ohya….Emang yang menegakkan Al-Qur’an sepertia Rasulullah Muhammad sih siapa ? Isa Bugis ? Apakah Anda mau mengatakan bahwa Isa Bugis adalah Nabi gitu ? Kalau tidak, bagaimana Isa Bugis mau menegakkan Alqur’an seperti Muhmamad Shallallahu ‘alaihi wasallam sementara dia tidak pernah bertemu dengan Muhammad, juga tidak pernah belajar hadits2nya ? Jangan ngaco ah.

  13. maruh Desember 6, 2007 pukul 12:01 pm

    Buetul banget.Ga bisa lah diskusi d internet mah.Hasilnya mirip anak SD.

  14. s1n6a Desember 11, 2007 pukul 2:20 pm

    dari awal, sebenarnya ini bukan diskusi kok. cuma penyajian sebuah prasanka dari satu kelompok kepada kelompok yang lainnya. Makanya judulnya aja “Disinyalir……”

    Lha wong apa yg di lontarkan juga khan serba tuduhan… kayak “Anda tidak pernah belajar tentang …, anda hanya belajar A dari si B… Anda sesat (semua)…., anda tidak shalat (semua)…” dst.

    Padahal ada yg mengaku ahlussunah juga gak shalat, gak puasa, gak belajar hadits, dst tapi tidak dipermasalahkan.
    Kayak hukuman, mencuri (apalagi korupsi) harus potong tangan, berjinnah harus di rajam, dst tapi apa ulama ahlussunah di indonesia menjalankan itu semua ??? (gak taat ama perintah Allah dong…)
    Orang baru masuk Islam asal punya uang, sudah boleh menunaikan ibadah haji. masa sih kayak gitu…. kesian dong orang yg berilmu, tapi gak punya uang ?! trus haji fungsinya gimana ?!

    Padahal hampir 100% orang islam indonesia pernah belajar dari ahlussunah wal jamaah, karena hampir 100% orang islam indonesia terlahir dan di-didik di kalangan ahlussunah.
    Dari TK, SD, SMP, SMA, PT, dst …

    Apa ada orang Islam indonesia yang tidak pernah mengenyam pelajaran agama Islam (all: pemahaman shalat, puasa, zakat, haji, dll) bukan dari kalangan ahlussunah wal jamah ?
    Hatta yang namanya Isa Bugis, saya yakin pernah belajar dari ahlussunah wal jamaah …

    kalau gak salah, bahkan beliau pernah menjadi anggota masyumi… dan kenal dekat dengan M. Nasir. Walaaupun ini bukan jaminan beliau pernah belajar pada ahlussunah wal jamaah…

    Saya cuma mo ngajak rekan2 jangan fanatik aliran, karena al “Haqqu Mirrabbikum” … apa gak ada peluang sama sekali orang mendapatkan hidayah kalu bukan dari kalangan ahlussunah wal jamaah ?!

    Sebenarnya anda tahu tidak tentang Ahlus sunnah wal jama’ah, Kenapa anda selalu kembali kepada Isa Bugis ? Siapa dia itu kok anda tidak mau meninggalkannya. Dia kan bukan Nabi ? Kalau bukan Nabi dia itu belajar dengan siapa ? Kalau tidak belajar kok jadi guru ? Bagaimana mungkin bisa !
    Coba buka pikiran anda, sedkit saja dan tingalkanlah Isa Bugis, belajar tentang Salafy hadir dimajlis-majlis kajian salafy di mana anda tinggal.
    Isa Bugis itu manusia biasa yang jelas-jelas banyak salahnya. Tinggalkan saja.
    Kemudian kesalahan-kesalahan yang ada pada kaum mulimin saat ini bukan salah ajaran Ahlussunnah, mereka atau mungkin saya terkadang tidak komitmen dengan ajaran itu sendiri.

  15. anton Desember 12, 2007 pukul 1:07 am

    hei ustadz..sabar dong…ajak diskusi apa ajak berantem neehhh..

  16. spider Desember 12, 2007 pukul 10:53 am

    asslm,Saudara Abu salma,

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Buat semua saudaraku pengagum Isa Bugis, Jika memang kalian bermaksud mencari kebenaran saya mengundang anda datang ke rumah, marilah kita berdiskusi agar lebih bermanfaat !
    Hubungi dulu 081804842328 / 081804885951
    Untuk selanjutnya maaf jika komentar-komentar yang masuk ada yang tidak saya tanggapi.

  17. s1n6a Desember 12, 2007 pukul 1:16 pm

    Emang Isa Bugis bukan Nabi….

    Kalau memang anda mau mencari kebenaran saya tunggu di rumah !, rasanya percuma berbicara banyak di sini, ngabisin pulsa !
    Insya Allah saya bisa jadi sahabat anda yang baik, dan banyak mendengarkan omongan anda.
    SMS dulu ke 081804842328 atau 081804882951

  18. abu abdullah Januari 29, 2008 pukul 9:47 pm

    jazakallah khair atas artikelnya akhi. sangat bermanfaat sekali.

  19. Riyanto Januari 31, 2008 pukul 12:05 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    boleh nanya, apa aliran isa bugis ada hubunganya dengan yayasan SLTP proklamasi 45 yogyakarta?
    Kami terlibat training yang diselenggarakan yayasan ini. Bisakkah ane dijelasin. Sukron.
    Wassalam.

    Barokallahufikum,
    Maaf saya tidak yakin benar bahwa itu yayasan Isa Bugis, namun jika di lihat dari namanya Saya menduga dengan kuat bahwa itu yayasan Isa Bugis.
    Yang saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa Isa Bugis Punya yayasan di Jogja yang mengurusi pendidikan.
    Anda dapat pastikan dengan menelusuri ajaran Agamanya, jika mengajarkan Iman adalah pandangan dan sikap hidup dengan al-qur’an menurut Sunnah Rasul ya benar bahwa itu Yayasan Isa Bugis.

  20. AL KAUTSAR Februari 22, 2008 pukul 7:44 am

    Ass, Pengikut Isa bugis punya hobi mendebat, sombong, merasa paling benar, menafsirkan Al Quran secara ngawur tanpa ilmu

  21. ananda_sarim Maret 2, 2008 pukul 3:15 am

    Ass, saya pernah belajar ajaran Isa Bugis. sekitar tahun 2000 s/d 2003. adapun keluarnya saya dari ajaran itu semata2 karena kesibukan dan kegemaran saya dalam berbisnis. saya tidak mengklaim ajaran ini benar, tapi juga tidak bilang ia sesat atau mungkin saja pada saat itu saya belum menemukan letak kesesataanya. saya hanya melihat beberapa keanehan-keanehan justru dari cara2 rekrutmen murid2 dan beberapa hal yang akan saya rinci berikut ini :

    1. Mereka pengagum Partai Golkar sejati, idola Almarhum H. M. Soeharto, menyebut-nyebut bahwa pak harto sedang menekuni ajaran ini.

    2. Kebanyakan mereka yang dipilih (untuk diajarkan) adalah org2 tertentu, seperti ayah saya yang notabene cukup disegani di daerahnya. (oh ya, ayah saya orang Golkar juga). juga org2 yang punya intelektual cukup.

    3. Orang-orang terdekat biasanya jadi pilihan utama juga, misal : teman kantor, sepupu, teman.

    4. Ada satu ucapan dari yang mengajar pada waktu itu kalau ajaran ini memang harus di jalankan secara sembunyi-sembunyi.

    5. Punya kegiatan tertentu yang hanya melibatkan org2 di pengajian Isa Bugis saja.

    6. Tidak ada infaq untuk pengajian ataupun organisasi.

    _________________________________________________________
    saya angap semua normal2 saja sampai suatu ketika saya menemukan keganjilan2 dari point2 tersebut diatas:

    beberapa teman saya ex pengikut N11 (NII) secara tidak sengaja melihat tulisan hasil pengajian di rumah adik saya, komentar mereka : ini sangat mirip dengan materi yang dulu pernah di ajarkan, setahu saya N11 sangat bertentangan dengan pemerintah Orde Baru, tentu saja kontras dengan kesan bahwa Isa Bugis pendukung Orde Baru. pendapat saya : mereka memperdayai Keluarga saya secara halus dan tersusun rapih mengingat Ayah saya adalah musuh besar kaum N11. bahkan bisa di bilang ayah saya berperan besar atas hancurnya N11 di daerahnya, dan tidak mungkin Ayah saya mau belajar ajaran ini kalau sama dengan ajaran N11(1)

    pilih kasih dan melihat org dari latar belakang keluarga atau tingkat pendidikannya. Menurut saya, ilmu yang berisi kebenaran harus diungkapkan ke seluruh umat, tanpa terkecuali (2)

    anti sosial, menutup diri dan memenjarakan diri dari lingkungan luar, hal yang selama ini tidak disadari terjadi thdp keluarga saya sampai akhirnya mereka juga keluar (3)

    sembunyi-sembunyi bagi saya adalah kepengecutan yang sejati, berarti mereka punya keragu-raguan atas kebenaran yang mereka dengung2kan. pernah terjadi perdebatan antara ayah saya dan pengajar, menurut ayah saya, kalau ini suatu kebenaran mengapa tidak didakwahkan ke umum? mengapa harus diam2?.. terjadi perdebatan sengit yang masing-masing pihak mempertahankan argumentasinya. dan mungkin ini salah satu faktor mengapa Ayah saya juga keluar dari pengajian itu.(4).

    pernah diungkapkan pengajar bahwa pengajian ini tidak berbau organisasi atau perkumpulan.. tapi lama kelamaan toh keluarga saya diajak untuk menuju suatu tempat perkumpulan tertentu atau menandatangani isian berupa formulir…. atas petunjuk Allah, ayah saya menolak semuanya, juga alasan mengapa Ayah saya di keluarkan dan mengeluarkan diri. (5)

    khusus point 6, mereka pada akhirnya meminta infaq untuk basis pengajian dan organisasi mereka (saya kurang tahu dimana) ini membuktikan kemunafikan dan kebohongan yang mereka buat sendiri…..
    suatu ketika mereka meminta infaq, tapi Ayah saya menolak dengan alasan bahwa, warga kampung mereka banyak yang miskin, merekalah (warga miskin) yang lebih layak dapat sumbangan, merekalah yang harusnya diperhatikan dan seandainya Ayah dan Ibu saya dapat rezeki lebih rencana akan disetorkan untuk berangkat Haji, berangkat Haji bagi mereka (pengikut Isa Bugis) adalah semu, bahkan tidak jarang jadi bahan lelucona, tentu saja ayah saya ketika itu semakin dijauhkan dari pengikut Isa Bugis. Dan memang Allah Maha Kuasa dan pemberi petunjuk. Kedua orangtua saya yang pada saat itu belum mempunyai persiapan uang sepeserpun untuk berangkat haji, mungkin karena ucapan dan niatnya tak lama setelah itu Allah SWT memberikan rezeki yang sangat luar biasa, sebagian di berikan kepada kaum fakir miskin dan sebagian lagi langsung di setorkan untuk berangkat Haji, INI FAKTA!!!!!
    mereka (kaum Isa Bugis) mungkin menganggap saya zulmat dan jauh dari zanah. tapi kebesaran Allah telah membuktikan, memberikan petunjuk. Saya bertanya kepada Ayah saya : “pak, darimana ide berangkat Haji itu muncul? sementara bapak ketika itu masih ada aktif di pengajaran Isa Bugis?” Ayah saya menjawab : “entahlah, sampai sekarang bapak belum tahu darimana ide itu muncul, mungkin itu adalah bisikan Allah yang halus, bahkan teramat halus, dan hanya dapat didengar oleh orang-orang yang ingin bertaubat dan kembali ke jalan-Nya.

    kutipan :
    AL KAUTSAR – Februari 22, 2008

    Ass, Pengikut Isa bugis punya hobi mendebat, sombong, merasa paling benar…
    FAKTA, karena saya mengalami, melihat dan mendengar sendiri, mereka (kaum Isa Bugis) hanya menjadi pribadi2 yang angkuh dan egois tapi juga pengecut!!!!!

    .

  22. Jawaban Komentar ISA Bugis II « Transtool Maret 9, 2008 pukul 4:15 pm

    [...] 3. Abu Salma Mohamad Fachrurozi – Nopember 29, 2007 [...]

  23. imam Mei 19, 2008 pukul 11:01 am

    ???

  24. een Mei 23, 2008 pukul 11:06 am

    saya mendukung sekali apa yang dikatakan sdr.adjid, janganlah kita saling mencela sesama umat, koreksi diri kita apa yang telah kita perbuat untuk agama, bangsa, dan kemuliaan umat disekitar kita?
    abu salma yang terhormat, mungkin anda harus gentleman, datengin dong pak isa yang abu anggap menyimpang dari ajaran islam, coba anda hadapi face to face bicarakan secara baik daripada anda menghujat tapi tidak berani menghadapinya, maaf nich ya ini cuma sekadar usulan dan anjuran untuk anda yang benar2 paham itu islam, jangan kita menuduh orang itu pencuri sedangkan kita masih selalu mencela dan memurkai orang lain.
    makasih

  25. styono Mei 23, 2008 pukul 11:25 am

    jangan salahkan orang atau pribadi lain tapi lihat diri kita.:-

  26. Efendi Mei 27, 2008 pukul 1:15 pm

    Tepat seminggu yg lalu saya berkonsultasi dengan Ustadz Abu Deedat, ketua FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan), disana kami banyak membahas tentang Isa Bugis.
    dan hasilnya isa Bugis memang aliran sesat dan menyesatkan, semalam juga saya baca diktat isa bugis.. isinya sangat ngaco dan menyesatkan..

    Mungkin para pengikut Isa bugis menyangka bahwa Isa Bugis adalah nama personal.. tapi kok aneh yah, kan Isa bugis katanya lahir di aceh pidie, tapi kok ada nama Bugisnya yg biasa di pakai oleh orang makasar (maaf jika salah)
    dan anda mau tau apa itu Isa Bugis?
    isa bugis merupakan salah satu produk Yahudi untuk memecah belah Umat Islam
    ISA = Indonesia
    B = Badan
    U = Usaha
    G = Gerakan
    I = Islam
    S = Sosialis

    Mungkin anda semua baru tau

    Bener kata Saudara.. Rasul mana yg mereka maksud?
    bahkan mereka pun mengingkari bahwa al-qur’an itu bahasa arab.
    terus kalo bukan bahasa arab, bahasa siapa? bahasa indonesia? bahasa aceh?
    Rasul mana yg mereka maksud, kalo Nabi Muhammad, sudah jelas lahir di arab tentu wahyu yg diturunkannya pun bahasa arab. masa bahasa indonesia?
    kalo katanay bahasa yg serumpun dgn bahasa arab, terus apa nama bahasa serumpun tersebut, contoh seperti Indonesia dan malaysia bahasanya serumpun tapi jelas ada namanya.. bahasa indonesia dan bahasa malaysia

    Semoga para pengikut isa bugis segera bertobat.. dan mendapat hidayah sehingga mau kembali keajaran Islam yg benar bukan yg menyimpang atau nyeleneh

  27. eby beington Agustus 11, 2008 pukul 4:33 pm

    w bingung dg semua komentar di atas.,, slalu ada yang di pojokan… smua agama, aliran agama pasti menganggap bahwa mereka lah yang bener,.
    coba lah kaji satu persatu,setelah itu mari memilih mana yang menurut anda benar..toh takan da yang ngelarang.. kita yang buat rumah tuk rumah kita,bkan org tua kita pa lagi orang lain.. pa loh takut untuk memilih..?klau loh tkut berarti loh banci…

  28. deni Agustus 13, 2008 pukul 12:08 am

    Assalamu ‘alaikum.
    Sdr. Efendi, menurut sy, andalah yg ngaco dan menyesatkan anak-anak bangsa.
    Anda sangat keterlaluan ! Study Al’quran menurut sunnah rasul ( sdh pasti Nabi Muhammad SAW) adlh “Super Nasionalis” anak bangsa yang sgt anti penjajahan( Imperialisme/feodlis/kapitalis) baik Blok Barat ( Individualisme) maupun Blok Timur (Komunisme/Sosialisme) !
    kata’Bugis” adlh panggilan prgaulan, nm sebenarnya Muhamad Isa, kami memanggil beliau dgn kata ‘Pak Isa’. Dia biasa saja… manusia normal.. Anda tdk membhs ILMU yg Objektif, tp menampilkan watak Yahudi yg sebenarnya.. Tdk sepantasnya anda menuduh spt itu ! Andalah yg hrs tobat !

  29. anonymus Agustus 19, 2008 pukul 1:20 pm

    rumbai dari pernyataan anda tampaknya anda ikut belajar ya..

    saya mendukung komentar spider :

    “Dear abu salma,

    Masalah keyakinan itu sensitif lohhh…lihat aja bagaimana pelaku Bom bali karena keyakinan mau malakukan tindakan yang kurang tepat.Daripada anda berbicara menghujat ajaran pak isa diluaran …bagaimana kl baiknya anda datengin beliau dengan gantlemen..face to face ungkapkan apa yang jadi uneg2 anda atau anda bisa undang tokoh paling berpengaruh dalam lingkungan anda
    untuk muhaballah dengan beliau…..itu lebih gantle tidak membuat gesekan dikalangan bawah.maap ini hanya sekedar pemikiran saja.”

    jadi jangan banyak cincong dulu dah,..ntar hasilnya baru loe posting kan disini jadi tidak membuat pembaca bingung..

  30. Yosep Arnoly September 9, 2008 pukul 4:34 am

    Ingin tahu tetang ajaran Alquran MSR, inilah sekelumit materi yang sudah Re Pate agar kita semua tahum mari kita gali

    Saya dankaum muslimin tidak ada yang mengingkari terhadap ayat-ayat di dalam alqur’an. yang menjadi permasalahan bahwasannya Pak Isa menafsirkan alqur’an itu tidak menggunakan metode yang benar, dia menafsirkan alqur’an semaunya sendiri.
    contoh : Allahu Ahad ditafsirkan Ilmu Allah satu-satunya ilmu yang dapat menyatukan manusia atau semisalnya (maaf jika kurang, karena saya tidak membawa diktat pengantar iman)
    Ar-rahman ditafsirkan yang mengajarkan Al-Qur’an.
    Padahal Ar-rahman adalah suatu sifat Allah yang berarti Zat yang memiliki kasih sayang sangat luas terhadap makhluq-makhluqnya. Dan salah satu kasih-sayangNya adalah menurunkan dan mengajarkan al-Qur’an (Wallahu a’lam).
    Maka kita ketahui bahwa PAk Isa menolak hampir seluruh sifat-sifat Allah, ayat-ayat alqur’an yang menjelaskan sifat Allah di takwil menurut kemauannya tanpa ilmu. Insya Allah tentang hal tersebut akan saya buatkan makalah tersendiri, semoga Allah memudahkan saya menyelesaikan.
    Jika memang anda bukan orang yng subyektif menurut hawa nafsu sendiri, bersikaplah obyektif, pelajarilah ilmu orang lain, jangan menolak terlebih dahulu. Silahkan sami’na baru anda tentukan atho’na au ashoina.
    mestinya sikap seperti itu bukan hanya terhadap ajaran pak isa thok melainkan juga terhadap penjelasan-penjelasan para ulama Islam yang ada.
    Bakankah anda belum pernah belajar tentang Islam dari ulama-ulama Islam, mengapa begitu mudahnya anda percaya dengan pak isa di lain sisi anda menyalahkan ulama-ulama Islam ?
    Inilah yang anda katakan byektif ?
    Bukankah manusia adalah manusioa informatif ?

  31. agg September 24, 2008 pukul 2:52 pm

    semua aliran dalam islam salah semua mau salaf, ahlusunah, dan lain lain.

    yang bener cuma Al-Quran.

    binasakan organisasi islam atau kelompok aliran dalam islam, hanya islam aja sebagai organisasi Allah.
    amin

    Salaf bukan organisasi.
    Sebaiknya anda mau membuka diri, coba belajar dari ustadz-ustadz salafy agar tidak ada pandangan negatif subjektif menurut pandangan anda sendiri.
    Belajar lebih dulu baru menentukan sikap dan komentar.
    sami’na tsumma atha’na au ashoina
    Semoga Allah memberi pengertian kepada anda.

    Sekarang saya tanya ?
    Islam menurut Isa Bugis apa Islam menurut salaf yaitu para pendahulu kita yaitu Rasulullah, sahabat-sahabatnya dan para pengikut mereka yang setia dengan ajaran mereka ?

  32. Vivi November 14, 2008 pukul 12:35 pm

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Maaf, saya hanya memberi komentar sedikit tentang ajaran Isa Bugis.. Saya akui saya pernah belajar tentang ajaran Isa Bugis.. Memang benar hampir seluruh pengikutnya tidak shalat.. Tetapi Isa Bugis itu rajin shalat, shaum(puasa), dan juga rattil ( belajar tentang Al Quran di malam hari). Beliau juga mengajarkan Rukun Islam tetapi beliau mengatakannya Islam Satu pembinaan..dan isinya juga sama..:
    1. Syahadat
    2. Shalat
    3. Shaum (puasa)
    4. Zakat
    5. Haji
    Saya kenal dan pernah bertemu beliau.. tetapi saya tidak tau, kenapa pengikutnya tidak pernah shalat?! Mungkin karena pengikutnya (90%) saja yang tidak mau shalat..mereka (pengikutnya) selalu mengatakan”Saya belum siap?”,, kenapa? kapan jadi mukminnya, jika kita sebagai manusia tidak siap terus-terusan…? Bukankah dalam mencapai iman itu di ibaratkan titik demi titik hingga menjadi garis?!,,sama seperti hidup, jika kita tidak belajar dikit demi dikit..kita tidak pernah sampai dalam tujuan kita.. Begitulah hidup… Isa Bugis juga pernah bilang kepada saya dan teman-teman saya “Shalatlah dan Rattilah (belajar di malam hari)!!” dan alhamdulillah, sampai sekarang saya masih shalat.. Tak lupa juga beliau mengajarkan muridnya untuk shalat sunnah sekalipun.. seperti shalat rawatib, shalat jumat,dsb..
    Memang di Indonesia banyak sekali bermacam-macam aliran dalam Islam. Walaupun saya tidak begitu tau tentang agama..tapi yang saya inginkan bahwa Islam itu adalah perdamaian hidup.. tak ada yang bertengkar, memfitnah, dan merasa dia yang paling benar… Pilihan hidup itu adalah hak setiap masing-masing orang.. yang penting bagaimana “kita” (diri sendiri) hidup yang benar…
    Iman dalam umum dikatakan percaya. Dan juga ada yang bilang bahwa iman adalah pandangan dan sikap hidup… Zaman sekarang memang banyak Idealismenya… Kenapa itu harus diributkan?? Life is alternatif.. Hidup dengan khair atau syar?? Allah tak mempermasalahkannya.. karena Allah juga memberi jalan untuk seseorang yang hidup dengan khair (surga/jannah) dan syar (neraka/jahannam).. tapi kenapa kita mempermasalahkannya?!?. Bukankah Indonesia itu adalah negara kesatuan dari berbagai penduduk yang mempunyai masing-masing perbedaan?! beda dalam fisik,adat,agama maupun pemikiran?! Alangkah indahnya jika bangsa kita ini damai dan menuju madinatul munawarah?! seperti yang diartikan Islam… Mudah-mudahan ini semua bermanfaat bagi kita semua..
    Miohon maaf, apabila ada kata yang salah,,itu karena memang kekurangan saya..
    Terima kasih.
    Wassalamu alaikum Wr. Wb

  33. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 14, 2008 pukul 5:09 pm

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
    Kepada seluruh pembaca sekalian, atas berbagai pertimbangan saya memutuskan komentar pada forum ini saya tutup. Insya Allah pembaca dapat melanjutkan dalam artikel berikutnya yang berhubungan dengan Faham Isa Bugis.
    Jazakumullahu khoiron katsiron atas tanggapan-tanggapan yang dikerimkan kepada kami.
    Wassalamu ‘alaikum wawahmatullahi wabarakatuhu

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: