Jama’ah, Imamah dan Bai’at

Jama’ah Imamah dan Bai’at

Oleh : Abu Salma bin Rosyid

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala piji milik Allah yang telah memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki dan menyesatkan siapa yang dikehendaki. Shalawat dan salam semoga Allah ta’ala limpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya dan seluruh kaum muslimin yang komitmen dengan ajaran mereka.

Tiga tahun lalu tepatnya tanggal 28 Agustus 2004, kami mantan-mantan pengikut Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang telah bertaubat dari hizbiyyah dibantu ikhwah-ikhwah salafiyin mengadakan kajian selama dua hari membahas Jama’ah, Imamah dan Bai’at.

Tujuan diadakan kajian ini disamping memantapkan kayakinan ikhwah yang baru bertaubat juga untuk menyadarkan ikhwah yang masih meyakini terhadap Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Alhamdulillah atas karunia-Nya, melalui acara tersebut Allah memberi hidayah kepada beberapa ikhwah untuk menerima manhaj salaf, sehingga mereka dengan sadar meninggalkan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengikuti kami-kami yang terlebih dahulu.

Acara tersebut diisi oleh dua Ustadz yaitu Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc (Malang) dan Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba’abduh (Jember) semoga Allah ta’ala manjaga dan menambahi ilmu kepada keduanya.

Berikut ini adalah hasil kajian tersebu, berupa file audio yang berhasil saya upload agar dapat diambil manfaatnya oleh siapa saja, terutama kaum muslimin yang menginginkan kebenaran.

Kajian tersebut bertemakan Jama’ah, Imamah dan Bai’at, sehingga file ini insya Allah sangat membantu bagi kaum muslimin yang menginginkan penjelasan gamblang tentang perkara tersebut. Terkhusus untuk kelompok-kelompok yang di dalamnya diamalkan syareat bai’at walaupun pimpinannya sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikitpun.

Para pembaca sekalian dapat menyebarkannya kepada orang-orang file ini terkhusus ditujukan kepada ikhwah kita di LDII, Jama’ah Muslimin (Hizbullah), NII atau kelompok-kelompok semisal yang di dalamnya diikatkan bai’at pada anggota kelompoknya.

Kami berpesan kepada semua pembaca untuk sabar mendownload, mempelajari mengamalkan dan menyebarkannya, semoga Allah memberi pahala yang besar bagi kita semua, seluruh panitia dan semua saja yang terlibat dalam pelaksanaan kajian tersebut.

Saya mohon maaf jika dengan terpaksa filenya dikompres untuk mempermudah upload dan download sehingga suaranya kurang maksimal. Namun insya Allah masih dapat dinikmati.

Demikian selamat menikmati.

Silahkan masuk ke link berikut :

1. http://aboesalma.multiply.com/music/item/1

2. http://aboesalma.multiply.com/music/item/8

About these ads

97 thoughts on “Jama’ah, Imamah dan Bai’at

  1. abu hasim Desember 10, 2007 pukul 11:43 pm Reply

    Ass.

    Wa ‘alaikum salam.
    Akhi saya sarankan untuk tidak menyingkat kalimat salam, karena itu adalah doa bagi kita semua sekaligus ibadah kepada Allah karena termasuk syiar-syiar Islam. Insya Allah jerih payahkita dalam mengetikkan kalimat tersebut mendapat pahala.
    Juga jangan menyingkat tulisan shalawat kepada Nabi juga pujian kita kepada Allah ta’ala.

    • SITI HAJAR Februari 28, 2011 pukul 2:35 pm Reply

      i agree wth u,,,,,

      • fudoh nur hidayah Februari 28, 2011 pukul 2:37 pm

        i too………………………….

  2. zahra jamilah Desember 29, 2007 pukul 2:15 pm Reply

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh……….
    Alhamdulillah ana bisa bersilaturrahim dengan Aba salma lewat blog ini, mudah-mudahan Allah senantiasa membersihkan dan meluruskan niat antum dalam mendakwahkan manhaj salaf yang lurus ini. Subhanallah ana melihat ghirrah antum untuk menyampaikan Al Haq sangat antusias. Ana juga ikut merasakan manfaatnya, karena ana hanyalah muslimah yang sangat fakir dalam masalah ilmu. Mudah-mudahan dakwah ini di ridloi dan mendapat berkah dari Allah Azza Wa Jalla.
    Setelah ana membaca tentang perjalanan antum untuk mendapatkan suatu kebenaran, ternyata antum betul-betul berusaha sekuat tenaga untuk mencarinya. Ana jadi ingat, sewaktu kuliah ana sempet masuk ke dalam beberapa harokah yang notabene mereka adalah gerakan dakwah yang ana katakan cukup besar di indonesia bahkan mungkin di dunia. Ana cukup salut dengan mereka, begitu gencarnya mereka berdakwah, menegakkan syi`ar-syi`ar Allah demi tegaknya Kalimah Allah di muka bumi ini, semoga Allah mencatat niat baik amal mereka. Terakhir ana di ajak akhwat untuk ikut kajian salafy (katanya sih demikian), waktu itu ana kan blom bercadar masih aktivis harokah (alhamdulillah sekarang sudah bercadar) …nah ana kan merasa terkucilkan…mereka semua pakaiannya serba gelap dan wajahnya tertutup rapat. Temen ana memperkenalkan ana kpd akhwat2 tersebut, tapi sambutan akhwt2 salafy itu tidak welcome bahkan terkesan cuek, sangat beda sekali ketika ana ikut kajian IM atau HT mereka sangat welcome dan sangat menghormati sekali.ana pikir ah..mungkin karena ana baru kali…, tapi ana terus ikut kajian salafy..tetapi tetap aja mereka menjauhi/mengucilkan ana, bahkan ketika ketemu dijalan/dikampus ana ucapkan salam mereka tidak menjawabnya, apalagi untuk menyapa terlebih dahulu kepada akhwat lain di luar salafy kayaknya sangat antipati sekali. akhirnya ana tanya langsung sama temen yang ngajak ana tadi, kata dia katanya “orang2 salafy itu tidak boleh/lebih baik jangan bergaul dengan ahli bid`ah karena takut aqidahnya terkotori oleh ahli bid`ah, sehingga akan terjerumus kepada kesesatan. Dan dia juga mengatakan salafiyun tidak boleh membaca buku2 yang diterbitkan oleh ahli bid`ah (buku2 karangan di luar ustadz2 salafy tentunya)”. Ana kan merasa tersinggung, ternyata ana dianggap sebagai ahli bid`ah. Ana menganggap ini adalah suatu doktrin salafy, jadi orang2 salafy sudah didoktrin pemikiranya sejak awal. Ya bagaimana mereka mau melihat dan menerima suatu kebenaran dari orang lain, klo mereka sendiri menutup diri dan tidak mau membaca buku2 selain dari buku terbitan orang2 salaf. Mereka hanya dijejali ilmu2 dari ustadz2/masyayikh mereka, tidak boleh menimba ilmu dari ustadz/masyayikh diluar salaf. Bukankah ini yang namanya TAQLID BUTA????Semua ilmu, fatwa-fatwa mereka ambil dari para syeikh mereka. Walaupun syeikh diluar Salafy mengeluarkan fatwa, mereka tidak akan mengambilnya sebagai rujukan. MasyaAllah Ana langsung berfikir, kok begitu yah? Bukannya Allah menyuruh kita untuk menimba ilmu dari siapa saja asalkan ilmu tersebut sesuai dan tidak bertentangan dg Al Quran dan As Sunnah. Klo salafiyun beranggapan bahwa di luar mereka adalah ahli bid`ah, berarti salafy Fanatik dong, merasa Paling benar sendiri, Paling Ahlissunnah dan yang lain Ahli Bid`ah….Naudzubillah Mindzalik. Tapi klo Salafy dibilang “merasa paling benar sendiri” mereka tidak terima dengan segudang alasan mereka bela mati-matian demi kelompoknya, padahal kenyataannya demikian.
    Pernah ketika itu, ana sedang membaca buku penerbit A misalkan, ana ditegur…ukhti jangan baca buku itu, karangan ahlul bid`ah isinya menyesatkan. Padahal buku tersebut jelas2 karangan Ahlussunnah didalamnya juga dilengkapi dengan fatwa2 Kibarul Ulama. Masyaallah…begitukah sikap para salafiyun terhadap saudara semuslim?? Padahal sesama salaf juga mereka saling menyesatkan…Naudzubillah mindzalik. Ana prihatin dengan kondisi Salafiyun yang senang menyesatkan sesama muslim yang lain, bahkan sesama salaf sendiri. Bagaimana kita mau mendakwahkan ke yang lain sedangkan di dalam sendiri pada bersitegang. Bahkan sesama salafy aja (salafy kelompoknya ust. Luqman Ba`abduh dengan Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawaz) tidak akur….masing- masing punya pengikutnya sendiri. Ahlussunnah (yang berpecah belah) seperti inikah yang harus kita ikuti????????
    Ana harapkan kepada salafiyun janganlah mengklaim diri sebagai kelompok yang paling Ahlussunnah (sementara ahlaknya jauuuuuh sekali dari amalan Sunnah), sedang di luar mereka itu ahli bid`ah. Padahal orang2 diluar mereka banyak yang mengamalkan sunnah, bukan hanya kelompok salafy saja. Akhi klo dakwah antum seperti ini Allah tidak akan pernah Ridlo. Ikhwani fiddin jangan senang mengoreksi kelompok lain, koreksi dulu kelemahan yang ada pada kelompok antum dulu. Ana menyaksikan sendiri di salafy sendiri masih banyak kelemahan, jadi perbaiki diri dulu, IBDA` BI NAFSIK…..OK!!!!!!!
    Kun Salafiyyan `alal Jaaddah……”Jadilah Salafi Sejati”!!!!!!……Jangan hanya mengaku-ngaku sebagai Salaf, sementara akhlak kita, amalan kita sehari-hari tidak mencerminkan bahkan jauh dari ajaran para Salaful ummah. Semua orang mengaku bahwa dirinyalah Salaf…Biarlah Allah saja yang menilai kita Salaf atau bukan…Yang terpenting kita terus berupaya & berusaha untuk menjadi Salafi sejati Insya Allah….Wallahua`lam bish shawab.
    Mudah2an tulisan ini bermanfaat bagi diri ana,dan juga bagi antum semua…karena kewajiban kita adalah untuk Tawa saubil haq, watawa saubish shabr…..mudah2an mau menerima nasihatnya…
    Afwan apabila kata2 ana ada yang menyinggung dan menyakitkan hati antum…..mohon dimaafkan
    Barokallohu Fiikum…..Teruslah berjuang akhi untuk mendakwahkan Al Haq….
    Akhi sampaikan Salam ta`aruf ana untuk Ummu salma dan akhwat2 salafy di cilacap……Keep Ukhuwwah, Keep istiqomah….Istiqomahlah dalam berhijab….Mudah-mudahan Allah memuliakan antunna sekalian….
    Wassalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…..

    Akhwatuka Fiddiin
    Zahra Jamilah

    • Abu Abdillah Agustus 1, 2009 pukul 1:07 pm Reply

      Bismillah wal hamdulillah….

      Sesungguhnya SALAFY bukanlah kelompok org yg merasa paling benar, ini anggapan yg salah…Tetapi yg benar adalah salafy meyakini bahwa para salafus sholeh adalah mereka sebaik-baik umat yg wajib bgi muslimin yg hidup sesudahnya mengikuti manhaj mereka.

      Para salafus sholeh terkadang mereka berbeda pendapat dalam perkara ISLAM, tetapi IJTIHAD mereka dibenarkan dalam syari’at. seorang ‘alim yg berijtihad jika Ia benar akan mendapat dua pahala dan jika Ia salah akan mendapat satu pahala.

      Dalam hal para salafus sholeh berbeda dalam memahami Islam kita boleh mengikuti salah satu pendapat ulama dg melihat argumen (pendalilan) yg paling kuat diantara yg ada.

      Namun dalam perkara-perkara di mana Para Salafus sholeh sudah bersepakat kita tidak boleh menyelisihinya, karena kesepakatan para ulama salaf adalah sumber hukum ke tiga setelah Al-qur’an dan Al-Hadits.

      Para Salafus sholeh sering berbeda pendapat dalam perkara FIQIH, tetapi jarang sekali mereka berbeda dalam perkara AQIDAH, sedangkan MANHAJ mereka adalah satu sehingga mereka terjaga dari fitnah PERPECAHAN. tidak ada dari kalangan Ulama Salaf yg mendirikan ORMAS/JAMA’AH-JAMA’AH seperti; NU, HTI, MUHAMMADIYAH, AL-IRSYAD, ISLAM JAMA’AH, JAMA’AH MUSLIMIN ATAU JAMA’AH ISLAMIYAH, DLL.

      Adapun Salafy hanyalah menyampaikan metode dakwah kepada seluruh muslimin sebagaimana yg telah dikerjakan oleh para salafus sholeh. Salafy bukanlah para PEMIKIR ISLAM yg beragama dg AKAL. tetapi SALAFY hanyalah mengikuti PARA ULAMA SALAF dalam CARA-CARA/METODE BERAGAMA baik dalam hal AQIDAH, UBUDIAH, MUAMALAH, AKHLAQ DLL.

      Kita senantiasa mohon petunjuk Alloh Ta’ala melalui ilmu para Ulama salaf….walhamdulillah.

      • Ibnu hasyim November 22, 2010 pukul 11:14 am

        Assalamu’alaikum..
        Akh,kenapa selalu dari kalangan salafi selalu mengagung2kan ulama salaf bukan bersandar dari kehidupan rosul dan para sahabat yg tentu dalam kehidupannya hidup memiliki pemimpin.Rosul belum d kuburkan sebelum mengangkat satu kholifah….Kenapa sich salfi seolah2 tidaj suka sekali sama Al-Jamaah.Atau anda termasuk dari wahabi??

        ‘laikum salam warahmatullhai wabarokatuhu

        Salafy sangat suka dan cinta terhadap Al-Jamaah. Kalau tidak suka dan cinta terhadap Al-Jamaah pasti bukan salafy.

        namun Al-jamaah bukan Jamaah Muslimin wali alfatah, bukan pula LDII, bukan pula Jamaah Ikhwanul Muslimin.

        Saya bertanya kepada Anda, yang namanya Al-Jamaah adalah Ahlul haq, ahlul hak adalah ahlul jannah.

        Maka pertanyaannya ;
        Apakah orang yang masuk ke jamaah wali alfatah adalah ahlul jannah ?

        Salafy sangat menganjurkan kepada persatuan kaum muslimin. Namun salafy memperingatkan dari kesalahan dan kesesatan jamaah-jamaah baru, jamaah bid’ah yang diada-adakan seperti jamaah wali alfatah, LDII, dan yang semisal dengannya.

        kaum muslimin itu seluruhnya saudara, dengan adanya jamaah-jamaah bid’ah itu kaum muslimin terpecah belah, siapa yang masuk kepada kelompoknya / jamaahnya dia menjadi teman / saudara akan tetapi yang tidak masuk ke dalam jamaahnya mereka dimusuhi dan di benci, kalimatnya pelajaran dan nasehatnya sama sekali tidak didengar.

        Akan tetapi jika yang berbicara orang yang berada dalam kelompoknya diperhatikan dipikirkan walau perkataannya batil. Inilah sifat jamaah-jamaah baru jamaah bid’ah tadi.

        Mudah-mudahan difahami.

        Jadi saya tegaskan di sini. Al-jamaah itu adalah ahlul haq dan Al jamaah adalah dijamin jannah. Justru salafiyun sedang berupaya meniti jalan mereka.

        Adapun jamaah wali alfatah, ldii, ikhwanul muslimin semua itu bukan aljamaah, mereka justru kelompok baru yang menyempal dari kaum muslimin.

        Kamu ingat nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada khudzaifah ibnul yaman ?
        Ketika terjadi fiitnah dan fitnah Rasulullah menasehati
        talzamu jamaatal muslimin waimamahum artinya apa : tetaplah engkau pada jamaahnya orang-orang muslimin (kaum muslimin) dan imam mereka !

        maka dari perintah Rasul tersebut diketahui bahwa perintahnya adalah agar khudzaifah tetap berada pada jamaah kaum muslimin, bukan perintah membuat dan bukan perintah masuk pada jamaah kenapa ? karena yang dipertanyaakan pada saat ada jamaah maka perintahnya adalah tetap bersama jamaah muslimin (kaum muslimin) dan imam mereka bukan sebagaimana terjemahan sesatnya orang jamaah muslimin hizbullah, mereka menerjemahkan jalzamu jamaah muslimin adalah tetapilah jamaah muslimin yang dimaukan dengan terjemahan ini agar kaum muslimin masuk kepada jamaah muslimin. Sungguh ini kebodohan yang nyata !.
        Wali alfatah membuat jamaah dan diberi nama jamaah muslimin dan kaum muslimin disuruh menetapinya / memasukinya. Ini adalah kebodohan.

        Bahasa apa tetapilah itu ? Indonesia atau jawa ? : talzamu artinya engkau tetap fi’ilny adalah lazima – yalzamu karena failnya adalah dhomir mustatir anta jadinya talzamu artinya adalah engkau tetap bersama jamaah kaum muslimin dan imam mereka !.

        Bukan malah membuat seperti wali alfatah, dengan membuat maka muncullah banyak jamaah-jamaah bid’ah dan jamaah itu didakwahkan sebagai al-jamaah. Ini sebuah kebodohan.

        Bukti benarnya maksud yang saya utarakan adalah ketika khudzaifah bertanya :
        kaifa ashna’u idza lam yakun jamaah wala imam ? (kalau tidak salah lafadznya seperti, susunan kalimat dari saya). Apa yang harus aku perbuat jika tidak ada jamaah dan tidak ada imam ?

        maka Rasulullah menjawab : fa’tazil tilkal firoqo kullaha = tinggalkan firqoh-firqoh itu semuanya.

        Demikian saudaraku …….tidak ada perintah untuk menetapi jamaah muslimin wali alfatah.

        Ketahuilah wali alfatah telah salah semoga Allah mengampuninya, wali alfatah salah memahami hadits tersebut, wali alfatah memahami agar kaum muslimin masuk kepada jamaah muslimin yaitu dengan cara membuat jamaah dan jamaahnya diberi nama jamaah muslimin.

        Padahal perintah Rasulullah adalah tetap berada pada jamaah muslimin ( maksudnya jamaahnya kaum muslimin) dan jika sudah tidak ada jamaah dan tidak ada imam maka Rasul memerintah untuk meninggalkan kelompok-kelompok itu semuanya.

        Mudah-mudahan faham.

    • abu farraas Februari 18, 2010 pukul 8:14 am Reply

      wa alaikumusalam…
      ana haram ukhti Zahra ….tidak memakai nama SALAFIYUN !
      ini ucapan ukhti ” Ana harapkan kepada salafiyun janganlah mengklaim diri sebagai kelompok yang paling Ahlussunnah (sementara ahlaknya jauuuuuh sekali dari amalan Sunnah), sedang di luar mereka itu ahli bid`ah. Padahal orang2 diluar mereka banyak yang mengamalkan sunnah, bukan hanya kelompok salafy saja. Akhi klo dakwah antum seperti ini Allah tidak akan pernah Ridlo. Ikhwani fiddin jangan senang mengoreksi kelompok lain, koreksi dulu kelemahan yang ada pada kelompok antum dulu. Ana menyaksikan sendiri di salafy sendiri masih banyak kelemahan, jadi perbaiki diri dulu,,,”…

      ukhti para salafiyun mereka mengikuti fatwa ulama jadi bukan hawa nafsu masing-masing…..
      apakah kita ridho dengan aqidah yg sesat yg jelas ada pada jama’ah -jama’ah yag ada. ada yg mutzillah, shuffiyah, khawarij dan lain-lain.
      dan ini sudah dijelaskan oleh paraulama salaf bahwa ajaran seperti emreka berbahaya duni dan akhirat…

      ukhti hanya terbawa perasaan dan belum memahami pentingnya manhaj ahlu sunnah dan bagaimana sikap ulama terhadap para ahli bid’ah…silahkan baca kisah imam ahmad bin hambal. imam syafi;i, imam malik, ibu taimiyyah dan lain-lain…
      salafy adalah manhaj.manhaj ini lurus dan TIDAK ADA CELA..karena MANHAJ PARA SAHABAT yang tidak mungkin adanya kesesatan…
      kalo perorangan ( seorang ikhwan salafy atau ahwatnya atau bahkan ustadznya) …mereka pasti ada salah bisa besar atau pun kecil…namanya juga ORANG…bukan MANHAJ….

      ana lihat ukhti menilai MANHAJ dari perorangan yg tidak maksum……padahal MANHAJ SALAF INI MANAHJ PARA SAHABAT….

      umat NON MUSLIM akan TAKUT jika menilai ISLAM dari segelintir orang seperti para TERORIS yang mengatas namakan diri pejuang ISLAM…BAHAYA tuh cara berfikir demikian….
      hendaknya ukht belajar lagi…..berdo’an dan berhusnudzhon…
      lihat para ulama salaf berhadapan dnegan ahli bid’ah….ga ada PARA ULAMA SALAF AKRAB dengan ahli bid’ah…malah di tahdzir dan umat diperinatkan akan kesesatannya..BLAK-BLAKAN…tidak tersembuyi..dan TEGAS..serta tidak disebutkan kebbaikannya..karena umat bisa tertipu…seperti contohnya ukhti…:) sudah tertipu mereka …ii jelas..
      bahkan ukhti menghina manhaj salaf…..dengan menyama ratakan dengan manhaj BATIL…seperti manhaj haroki, ikhwani, khawarij, mu’tazili..dan lain-lain..
      jelas beda dong ukhti…

      jangan-jangan ukhti yang merasa benar sendiri……..:)
      wasalamu’alaikum

  3. abuazi Maret 20, 2008 pukul 8:33 am Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. akhi muslimin wal muslimat fi ad dien.
    Benar kiranya anti yaa ukhti Zahra Jamilah. smoga Allah m’berikan penjelasan yg sejelas-jelasnya kepada kita smua tentang al haq itu al haq dan m’berikan kemudahan kpd kita untuk dapat meng’amalkan (ittiba’) al haq itu dan smoga Allah memperlihatkan dengan sangat jelas (tanpa dakhon/kesamaran) bahwa al bathil itu al bathil hatta Allah m’berikan kemudahan pula kepada kita untuk dapat menjauhi, meninggalkan membuang jauh-jauh al bathil itu.

  4. abuazi Maret 20, 2008 pukul 8:35 am Reply

    salam jihad salam ukhuwwah smoga tetap istiqomah dalam al haq.amin. amin yaa rabbal ‘alamin.

  5. Abu Syifa Juli 31, 2008 pukul 11:49 am Reply

    Assalamu’alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh

    Ikhwan dan akhwat sesama iman dan sesama islam , Afwan sebelumnya bahwa berbantah-bantahan dan saling mencela adalah
    bukan sikap dari Islam. Dan bila itu dijelaskan atau dibantah atau bahkan dicela oleh seorang yang alim/ ahli ilmu tentulah itu yang haq,
    Karena memang bidang mereka dan mereka terus dan terus mengkaji dan mencari sumber – sumber yang haq.
    Sebagai contoh : para imam besar seperti Imam yang empat bahwa dalam buku dan hasil iktihaj mereka jika terdapat perbedaan dan iktilaf antar mereka, mereka tetap bersilaturrahmi dan bersaudara sesama Islam.
    Contoh ekstrim Jika para insinyur teknik mesin berkumpul dan berdebat diantara mereka untuk memecahkan masalah mereka , itu akan selesai dengan persaudaraan antar mereka. Tetapi bila ada orang awam yang memang tidak pandai dan tidak mengetahui dalam hal mesin lalu ikut masuk , tentulah akan KACAU dan MENGACAUKAN.
    Akan tetapi ad-din al – Islam banyak di perdebatkan oleh para orang awam atau katakanlah baru ada sedikit ilmu tentang Islam, maka tunggulah perpecahan dan keretakan hubungan persaudaraan/ silaturrahmi yang agung dari kaum muslimin sendiri.
    Hemat kami dari pendapat ahli ilmu yang tentu saja cukup bayak dan tidak berselisih diantara mereka bahwa dari mereka sepakat manhaj Salaf adalah manhajnya generasi terbaik ,yang mereka dekat dan lansung menyaksikan / mendapatkan bimbingan dari rosulullah Muhammad serta mengamalkan lansung dalam kehidupan dengan cara Islam. . JADI Al-Islam ya As-salaf , kehidupan umat islam baik dari urusan dunia maupun ibadah ke Al-Kholik haruslah dan wajib mencontoh dan meniru kepada orang – orang dari generasi terbaik yaitu para salafiiyin.
    Salafi bukan kelompok, firqoh,perkumpulan,organisasi, dan atau lainnya, Akan tetapi adalah cara beragama yang meniru dan atau mencontoh dari generasi terbaik para sahabat rosululloh.
    Saudara seiman dan seislam JANGANLAH kita dihabiskan waktu untuk berbantah- bantahan, mencela sesama . AKAN TETAPI marilah kita yang awam ini terus dan terus mendatangi majelis ta’lim dan membaca dan mendengar yang haq ; karena yang haq pasti Haq dan tidak mungkin campur dengan yang batil.

    Wassalamu’alaikum warrohmatulloho wabarrokatuh

    Dari Abu Syifa

  6. ibnu salim Agustus 19, 2008 pukul 12:17 am Reply

    Assalamu’alaikum wr wb, sikap mengahlikan inilah yang kadang sebagai jurus jitu untuk menghakimi sesama muslim. apakah abu salma ahli agama? apakah abu syifa ahli agama? apakah abu azi ahli agama? kita tidak tau karena kita hanya membaca di dunia maya. kita di beri nikmat akal oleh Alloh kenapa dibelenggu dengan pemikiran kita bukan ahlinya, bukan begitu caranya akhi cara menasehati. boleh kita saling menasehati tapi jangan sampai mematikan karakter dan kreatiftas muslimin. bukankah pembunuhan karakter muslimin salah satu upaya yahudi laknatulloh. kalo tidak boleh di komentari kenapa membuat artikel?

  7. Tutut Shuarto November 21, 2008 pukul 5:24 pm Reply

    Abu salma, ente pernah ada di dalam Jamaah muslimin ya.
    kalau ya, tekuni dan jalani saja apa yang jadi keyakinan antum sekarang. antum di salafi kan sekarang. Insya Allah antum benar dan merekapun benar, jadi tidak usah memojokkan lain golongan dg alasan amar ma’ruf dan berdakwah.

    Islam itu satu, jalan

    kebenaran juga hanya satu

    coba antum tanya ke hati kecil antum dg jujur, mungkin jawabannya adalah hanya kebencian dan ketidaksukaan karena kini bersebrangan.

    Buat apa membenci sesama muslim, tambah dosa.

    Ingat, JM mengamalkan apa yang mereka yakini berdasarkan dalil-dalil, baik itu dari Al-Qur’an dan/atau hadist2.

    Tidak ada kelompok-kelompok muslim yang mengamalkan agama tanpa Al-qur’an dan Sunnah, jangan sembarangan om.
    Apakah semuanya juga benar …?

    Hanya Allah dan RosulNya-lah yang tahu pasti kebenaran ada di pihak mana.

    Jadi ga usah belajar ya…beramal semaunya sendiri saja ya…la wong kebenaran itu tidak bakal diketahui kecuali Allah dan Rasul.

    Kalau menurut antum apa yang diamalkan golongan lain adalah salah, dan kemudian ternyata dalil-dalil pengamalan mereka itu benar, berarti antum telah tidak percaya kepada Allah dan RosulNya.

    Amalan-amalan yang diamalkan kaum muslimin ya tentu saja pakai dalil.
    Datang ke dukun jg pakai dalil, ngaku nabi juga pakai dalil….
    jadi benar semua ya …ga perlu pemerintah nagkap mengekskusi amrozi dkk wong mereka juga pakai dalil.
    La nanti kalau Pemerintah mengambil Zakat pada orang-orang Jamaah Muslimin juga berdasar dalil..antum gimana.
    la nanti kalau pemerintah nagkap kelompok yang berhari raya berbeda dengan pemerintah dengan berdasarkan dalil gimana…
    la kalau saya menyalahkan jamaah muslimin pakai dalil….mestinya antum janganmenyalahkan saya…

    Apakah antum seorang yang paham/ahli akan agama…………….

    Alhamdulillah…sedikit Allah memberi ilmu agama kepada saya…mudah-mudahan Allah senantiasa menambahi ilmu kepada saya.

    Dengan ilmu yang sedikit itu, alhamdulillah sudah saya ketahui bahwa yang diamalkan jamaah muslimin (hizbullah) itu salah.

    • arif Mei 10, 2010 pukul 7:49 pm Reply

      kalau memang jama’ah itu salah… apakah anda bisa menjelaskannya…. jika imamah dan bai’at itu salah mengapa setelah rasulullah meninggal lalu dibai’at abu bakar..? bukankah jama’ah imamah dan bai’at itu sudah jelas tertera didalam alqur’an dan alhadits.

      Ya jelas tpi apakah pengamalannya jelas menurut anda ? Seperti Jamaah anda ?

  8. abu faath November 23, 2008 pukul 5:16 am Reply

    assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

    akhi, ana punya masukan:
    kalo antum diberi Alloh waktu luang dan kekuatan untuk nulis alangkah indah bila antum mentranskrip ceramah/kajian ilmu dari para ustadz “salafy sejati” dan tampilkan di sini sehingga “ENAK DIBACA DAN PERLU”. Insya-Alloh, ana akan ikut menikmati.
    Afwan jiddan atas masukan ini.
    jazakumulloh khoir.

    wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

  9. abu faath November 23, 2008 pukul 6:15 am Reply

    Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
    akhi “abu salma”, barokallohu fikum.
    SEBUAH PANDANGAN:
    Berselancar di internet (dunia maya) laksana menjelajah hutan belantara dengan resiko yang sangat rawan dan riskan, bisa tersesat, tersesat, dan tersesat; kecuali bila Alloh Ar-Rohman Ar-Rohim menyelamatkannya dengan memberi jalan petunjuk (hidayah) dan kekuatan (taufiq)-Nya.
    Saat ini banyak Situs atau Blog yang sarat dengan tulisan dengan hati kotor dan akal liar berkeliaran di “belantara” dunia maya; menebar kedustaan, agitasi, provokasi, debat kusir, pemikiran liar, dan “TANPA MANHAJ” sengaja memasang perangkap jebakan dan menjaring “orang tersesat” biar semakin tersesat di pusaran “belantara” dunia maya.
    ADA SARAN:
    Ada saran bagi orang awam (termasuk yang lagi secuil ‘nyantrinya’), bila ingin masuk “belantara” dunia maya bekali dengan tujuan yang jelas untuk menuju alamat yang jelas: SITUS ATAU BLOG SALAFY SEJATI.
    Ada saran bagi orang awam (termasuk yang lagi secuil ‘nyantrinya’), bila ingin bikin situs dan blog di “belantara” dunia maya bantulah memberi petunjuk jalan bagi “orang tersesat” dengan menyampaikan artikel atau transkrip dari para ustadz atau para ulama (yang padanya hak kita berikan), Pandangan para ustadz dan pandangan para ulama itulah pandangan kita juga. Jangan bikin opini dan pandangan sendiri-sendiri. …..Sehingga yang ada adalah SITUS ATAU BLOG SALAFY SEJATI. …. Para ustadz dan para ulama mungkin tidak/belum sempat masuk “belantara” dunia maya, karena kesibukannya di “belantara” dunia nyata, yang memang sangat menyibukkan.
    Ada saran bagi orang awam (termasuk yang lagi secuil ‘nyantrinya’), jika terlanjur punya situs atau blog yang “TANPA MANHAJ” segera bertaubat dan tutup situs dan blog anda. Jangan buang waktu dengan “tersesat dan menyesatkan” di “belantara” dunia maya.
    Jangan merecoki para ustadz dan para ulama yang sudah sibuk di “belantara” dunia nyata dengan ULAH orang awam (termasuk yang lagi secuil ‘nyantrinya’) di “belantara” dunia maya.
    Demikian sebuah pandangan dan saran, semoga bermanfaat bagi ana dan antum sekalian di “belantara” dunia maya ini, sehingga kita dapat keluar dari “belantara” dunia maya dan kembali ke “belantara” dunia nyata dengan selamat; aamiin.
    Subhanalloh, Mahasuci Alloh yang telah menyelamatkan hambanya dari sesat dan menyesatkan.
    Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

    CTT: afwan jiddan ‘tuk akhi abu salma, ana numpang komentar ini. Barokallohu fikum dan jazakumullohi khoiron.

  10. boedax Bageur November 29, 2008 pukul 1:09 pm Reply

    Assalamualikum Ya Ayyuhal Muslimun
    Alhamdulillah tidak sengaja ana membuka blog antum dan ana tertarik untuk membacanya, ada yang ingin ana tanyakan apakah antum dulu bener benar menetapi jamaah muslimin hizbullah kalo melihat tulisan antum ana yakin antum sampai kapanpun akan selalu mencari dan mungkin antuim tdak akan lama iltizam didalam salafi
    kenapa anda menyebut ikhwan kita di jamaah muslimin sebagai orang sesat apakah antum lupa terhadap firman Allah SWT
    Apakah antum lupa bahwa keimarohan mesti wajib di tetepkan tanpa menunggu apakah kita sudah berkuasa atau belum
    apakah antum akan menetapi Khilafah alamin hajin nubuwah menunggu pemberian orang2 yahudi dan menunggu indonesia ini hancur
    wahai saudaraku bila seandainya anda memang sorang pengikut salafi ynag bener ana minta penjelasan tentang kesesatan jamaah muslimin hizbullaha agar ana berhati-hati dan tolonmg segera dikirim ke infndf@yahoo.co.id
    dan kmi mohon jangan lagi sekali-kali anda menghina ummat muslim walau dia dari harokah mana sekalipun
    kejaksaan agung, MUI danpemerintah tidak mencap sesat Jamaah muslimin, Hizbut Tahrir, Muhammdiyah dll Tapi kenapa anda menganggap kalo mereka itu sesat

    syukron atas jawabannya
    Wasssalaamjualikum

  11. habib Februari 25, 2009 pukul 11:04 pm Reply

    ………………… kaamu tersesat dengan tpuan dan doktrin sesat wali alfataah yang merusak pikiran akidah kalian seggeralah kalian bertaubat dan jauhi doktrin setan itu

  12. daud syiah Februari 27, 2009 pukul 3:02 pm Reply

    assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh..
    ikhwan dan akhwat, nabi muhammad salallahualaihiwassalam bersabda bahwa kelak islam akan terpecah menjadi 73 golongan,yg 72 adalah islam sesat yang berarti neraka.dan yang satu adalah yang haq berarti surga. yang haq dan yang batil, itu bisa kita rasakan,yang tidak bisa merasakan yang haq dan yang batil adalah orang orang yang ” sakit “. kita di ciptakan oleh dengan kemampuan berpikir. maka setiap ada sesuatu yang berhubungan dengan yang haq dan yang batil kita bisa pikirkan dengan minta petunjuk ALLAH. ALLAH adalah tempat untuk meminta petunjuk, niscaya kita akan selalu di tuntun ke jalan yang Lurus. kita harus yakin itu.apakah kalian mau jikalau kamu sekalian
    termasuk golongan yang 72? semoga ALLAH selalu memberi petunjuk dan hidayah. AMIN. wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh

    Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu
    baca yang ini :

    http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Manhaj&article=63

  13. abu shery April 8, 2009 pukul 2:30 pm Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.. komentar dan tulisannya bagus-bagus… tapi lebih bagus kalau membahas hal-hal yang tidak beruhubungan dengan perpecahan, contoh bagaimana caranya agar kita cepat membebaskan ikhwan dan akhwat kita yang sedang dibantai oleh zionis yahudi la’natullah ‘alaih..mereka semua menunggu antum selesai berdebat lalu bersatu membebaskan mereka dari kedzoliman,,,muslimin yang ada di palestina, moro, afganistan, somalia dll, semua menunggu antum selesai berdebat,,

    Sekaranglah saatnya kita aplikasikan keimanan kita untuk membantu muslimin yang sedang terzolimi,,,hentikanlah perdebatan yang hanya beujung kepada perpecahan..kita hemat tenaga kita untuk sesuatu yang lebih penting dari sekedar berdebat… kita tunda dulu… apakah kita liat dan rasakan bagaimana pedihnya kehilangan orang-orang yang kita cintai seperti mereka…Sadarlah… kita ini bukan musuh satu sama lain… kita ini hamba Allah…

    Jazakallah khairan…
    Wassalamu’alaikum warahmatullhiwabarakatuh

    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu
    Semoga Allah memberihidayah kepada kita semua.
    Saudaraku…
    Menolong orang lain tentunya sesuai dengan kesanggupan kita. Sungguh Allah tidak membebani kita sekalian dalam perkara yang kita tidak mampu.

    Ketahuilah dibantainya kaum muslimin merupakan hal yang sangat mengenaskan, tentunya kita semua sangat memprihatinkan. Namun perlu disadari bersama bahwasannya jika mereka kaum muslimin berjalan di atas sunnah ketika meninggal (walaupun dengan dibantai) pada hakikatnya tidak mati, mereka menuju kampung halaman yang insya Allah lebih baik dari kehidupan dunia yang fana ini.

    Namun kita semua ini walaupun mati dalam keadaan nyaman di atas tempat tidaur (misalnya) akan tetapi kehidupan kita di atas syirik dan bid’ah maka sejatinya kita meninggalkan dunia ini menuju kampung yang sangat berbahaya bagi kehidupan kita.
    Maka : menolong kaum muslimin dari kesyirikan dan kebid’ahan juga merupakan ibadah dan perjuangan yang sangat berat, sekaligus sangat berjasa kepada kaum muslimin.

    Sungguh persatuan tidak akan terwujud tanpa ilmu agama yang benar. Demikianlah Allah memerintahkan kaum muslimin bersatu (dalam surat Ali Imron : 103) sekaligus menganjurkan / memerintahkan kita semua berpegang pada tali agama Allah.

    Apa agama Allah itu saudaraku ?
    Tentunya agama Allah yang benar yang sesuai dangan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
    Bagaimana mungkin kita semua akan bersatu akan tetapi diantara kita ada yang tidak mau kembali kepada al-qur’an dan sunnah.

    Bagaimana kita akan bersatu saudaraku….?
    Maka jika kalian menginginkan kita bersatu ajaklah kaum muslimin kembali kepada qur’an dan sunnah.

    Semoga kalian faham.

    Pertanyaann saya : apakah kita akan bersatu dalam keadaan kita tidak memiliki akidah dan pemahaman yang sama ?

    Persatuan macam apa yang kalian kehendaki ?

    Apakah kalian menghendaki : dengan pemimipin yang berbeda-beda bersatu ?
    1. LDII punya pemimpin
    2. Jamaah muslimin punya pemimpin
    3. Ikhwanul Muslimin punya pemimpin
    4. DLL

    semua mengaku pemimpinnya wajib di bai’t oleh kaum mulimin !
    Inilah persatuan ?

    Usaha kalian, seperti usaha kalian mendirikan benang basah !

    Kemudian upaya apa yang kalian kerjakan buat kaum muslimin yang di bantai ?
    Dengan imam palsu kalian apakah kalian mampu menolong mereka ? memerangi musuh-musuh mereka ?

    Punya apa Imam palsu kalian ?
    Bisakah membebaskan dan mengusir para penjajah tersebut dari kempung-kampung mereka ?
    Apa wujud kongkirit usaha kalian kemudian mengklaim kalian telah berupaya, disaat yang sama menjustifikasi orang lain tidak perduli kepada mereka ?

    Berfikirlah saudaraku….
    Bicara dan berkarya sesuai yang kalian sanggupi

    Imam kalian sangat berlagu berlagak jagoan mengajak kaum muslimin memikirkan palestina, iraq dll.
    Mengaca mengaca saudaraku…
    Apa yang imam kalian telah lakukan ?
    Macam itukah yang dikerjakan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ketika kaum muslimin bantai ?

    Tidak …mereka pasti akan memerangi musuh-musuh Allah, karena mereka imam sebenarnya ?

    Adapun imam palsu kalian tidak mungkin akan mampu menggerakkan kaum muslimin berjihad melawan kaum kuffar. Bagaimana mungkin sedangkanimam kalian pada dasarnya bukan pemimpin bahkanimam kalian adalah orang yang dikuasai di negeri ini, kalian dan imam kalian tidak akan mampu melepaskan diri dari hukum Indonesia ini. Bagaimana kalian akan menghukumi sedangkan kalian terikat dengan hukum.
    Sadar saudaraku …????!

    Mudah-mudahan bermanfaat
    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

  14. Abdulloh Mei 15, 2009 pukul 9:07 pm Reply

    assalamu’alaikum wr wb. menghancurkan, mengkritik memang lebih mudah daripada membangun persatuan umat islam. Jamaah Muslimin yang sekarang ditetapi oleh kaum muslimin sangatlah banyak kekurangannya dan sangat mudah untuk dihancurkan musuh islam. hanya Alloh yang maha pelindung bagi semua umatnya. bagaimanapun agresifnya musuh muslimin dalam rangka menghancurkan jamaah muslimin, tetapi ketika Alloh menghendaki jamaah ini ditetapi tidak ada satu kekuatanpun yang akan bisa menghalanginya. Amalkanlah ilmu walaupun sedikit, jangan sampai punya ilmu banyak tetapi tidak pernah diamalkan. senyumlah, berilah salam, jawablah salam sesama umat islam. jangan sampai bertemu dengan saudaranya malah memasang muka, seolah – olah saudaranya itu adalah orang kafir laknatulloh yang harus di bantai. saling silaturahmi dan berdiskusi akan merapatkan jarak yang semakin renggang diantara shaf muslimin.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Mei 27, 2009 pukul 12:22 pm Reply

      Ketika Khudzaifah bertanya kepada Rasullullah kaifa ashna’u in adraktu dzalik ?
      Rasulullah menjawab Talzamu jam’ah muslimin waimamahum yang artinya

      Tetaplah kamu pada jamaah muslimin dan imam mereka ! Ini perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuktikan bahwa dalam masa kaco itu masih ada jamaah dan imamah sehingga Hudzaifah disuruh tetap bersama jamaah. Bukan membuat jamaah baru seperti wali alfatah (ghofarahullahu).

      Kemudian khudzaifah bertanya lagi bagaimana jika tidak ada jamaah dan imam ?
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab tinggalkan semua kelompok-kelompok itu (au kama qola Rasulullah shallallahu ‘laihi wasallam)

      Jadi ada dua nasehat dalam hadits tersebut :
      1. Tetap bersama jamaahnya kaum muslimin dan imam mereka jika kita menemui jaman yang penuh fitnah selagi masih ada jamaah dan imamah, tidak boleh meniggalkan mereka memberontak kepada mereka berpecah belah kepada mereka.
      2. Meninggalkan forqoh-firqoh semua tatkala menemui banyak fitnah dan tidak ada jamaah dan imamah.

      Kesimpulannya :
      1. Tidak ada perintah mendirikan jamaah muslimin seperti yang kalian fahami
      2. Jamaah muslimin bukan nama akan tetapi jamaahnya kaum muslimin. Jamaatul Muslimin itu dalam ilmu nahwu bahasa arab disebut idhofah (penyandaran) kalimat (kata) satu disandarkan dengan kalimat (kata) yang lain yang akan tepat jika dimaknakan dengan sambungan kata nya.
      misal :
      1. bnu muhammad, yaitu kata ibnun (anak) disandarkan kepada Muhammad yang bermakna anaknya Muhammad
      2. jamaatul muslimin, yaitu jamaatun disandarkan kepada almuslimun menjadi jamaatul muslimin yang berarti jamaahnya kaum muslimin. Jadi bukan nama sebuah jamaah seperti yang Wali alfatah sangka ?
      Kalau itu sebuah nama dari dulu ya jamaahnya Abu bakar. Umar, Utsman dan Ali (radhiallahu anhum) sudah memakai nama itu terlebih dulu tapi kenyataannya kan tidak ada yang pakai nama itu, tidak ada dalam sejarah tentang penggunaan nama jamaatul Muslimin. Wallahu a’lam (mudah-mudahan faham !)

    • Abu Abdillah Juli 17, 2009 pukul 11:23 pm Reply

      Untuk Mas Abdulloh..semoga Alloh Ta’ala memberi hidayah kpd kita smua. lebih dari 18 tahun ana ngaji ttg JAMA’AH-IMAMAH-BAI’AT, selama itu pula saya yakin betul bahwa apa yg disampaikan oleh ust. Fadhil, ust. Ykhsya, ust. Abul Hidayat dll ttg jama’ah -Imamah adalah haq. Ketika ana membaca kitab-kitab para ulama ttg Imamah mulai timbul keraguan pd diri ana, dan muncul banyak pertanyaan dalam hati ana; Mengapa Imam Hamidi tidak pernah menegakkan hukum potong tangan, hukum rajam, sampai kapan, apa sampai hr kiamat? mengapa org yg sudah berbai’at kepada Imam Hamidi kalau kehilangan barang lapornya ke polisi atau pemerintah RI? Jika saudara kita ada yg di aniaya, kita minta keadilan juga kepada polisi atau pemerintahRI? Katanya Khilafah itu paling ditakuti oleh yahudi dan Nashoro tapi kok gak ada tuh Yahudi dan Nasoro yg takut pada Kekhilafahan Hamidi. Di Indonesia itu banyak muslimin yg berbuat syirik dan bid’ah tp kenapa Sang Kholifah tidak berdaya menghadapi mereka? saya terus bertanya dalam hati saya; Bagaimana jika sang Kholifah suatu saat ditilang Polisi Jalan Raya krn dia bawa mobil tanpa SIM? Pada akhirnya ana berkesimpulan Kholifah seperti ini bisa dipenjarakan oleh ma’mumnya, mengapa? coba antum pikirkan gambaran di bawah ini. Jika suatu saat Imam Hamidi diajukan ke Pengadilan Negeri dg dakwaan menikahi anak gadis di bawah umur. ya nyotoh kasusnya Syeih Puji ajalah, sedangkan yg menjadi hakim dalam kasus tersebut adalah Hakim As’adi, org yg sudah berba’at kepada Imam Hamidi. Hakim As’adi menghakimi Imamnya dg UU yg berlaku di negara ini. Apa yg akan terjadi saudaraku dalam kasus yg seperti ini? ada sang Kholifah yg dihakimi oleh umatnya sendiri…ada sang Kholifah divonis masuk penjara oleh org yg telah berbai’at pda dirinya… kasus ini bukan hanya lucuuu tapi rancu dan sangat waguu… renungkanlah mas Abdulloh Imam Hamidi adalah Imam PALSU, Imam GADUNGAN, Imam KETOPRAK . maaf ana sengaja tidak menuliskan dalil-dalil, karena dalil-dalil al-qur’an dan al-hadits kalau hanya dipahami oleh akal antum, justru hanya akan menambah kesesatan antum.

      • jajang Sukmawan April 7, 2010 pukul 9:01 pm

        BERTAUBATLAH , JIKA MEMANG ANDA KELUAR DATI JAMA’AH SATU JENGKAL SAJA MAKA ANDA TELAH MENCOPOT TALI ISLAM DARI LEHER ANDA

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi April 28, 2010 pukul 5:34 am

        Saya keluar dari jamaah muslimin (hizbullah) bukan jamaah muslimin.

        Anda harus membedakan antara jamaah Muslimin (Hizbullah) karya dan didirikan oleh Wali alfatah yang adanya semenjak th didirikannya dan hanya muncul di Indonesia.
        Adapun Al-Jamaah atau jamaah Muslimin ada sejak dahulu sebelum adanya wali al-fatah. Dan terus akan ada tidak lenyap.
        Barang siapa meninggalkan jamaah tersebut sejengkal maka mendapat ancaman neraka.

        Mohon di fahami

  15. john lenon Juli 18, 2009 pukul 5:41 pm Reply

    kesesatan kalian sudah tampak banyak bencana yang ditimbulkan oleh harokah kalian..menafsirkan ayat secara kerdil

  16. abu akid Juli 20, 2009 pukul 10:02 am Reply

    bagaimana mungkin lisan mereka berkata agar semua muslim bersatu didalam satu barisan sedangkan mereka sendiri tetap berkutat tenggelam dalam kehizbiyan mereka?
    mereka seperti sedang mengajarkan orang lain cara untuk berenang di air sedangkan pada saat yang sama mereka sendiri sedang tenggelam. satu-satunya tuntunan agar umat muslim bisa bersatu adalah dengan mengikuti para ahlusunnah dan petunjuk para salafusholih, bukan dengan membentuk hizb-hizb seperti IM, PKS, hamas, HT dan semacamnya, wahai saudaraku rujuklah kepada petunjuk dan tuntunan ahlusunnah dan salafusholih

  17. Brur Birru Juli 27, 2009 pukul 12:58 pm Reply

    Apakah kalian menghendaki : dengan pemimipin yang berbeda-beda bersatu ?
    1. LDII punya pemimpin
    2. Jamaah muslimin punya pemimpin
    3. Ikhwanul Muslimin punya pemimpin
    4. DLL

    Berbekal ilmu yg mereka miliki (yg tentu saja TIDAK antum miliki), mereka yg antum sebut diatas alhamdulillah secara syar’i masih mengerti dan tahu bhw imamah adalah wajib dan mutlak harus ada, meski dalam keadaan darurat sekalipun.

    Dibanding model salafy antum yg berputus asa, hanya jalan ditempat, dan punya kesimpulan sendiri bhw tanpa tanpa ada imamahpun tetap berjamaah. Menyedihkan sekali model salafy spt antum.

    Ana jadi ingat dengan zaman Soeharto. Ingin alih-alih tidak memihan Blok Timur dan Barat, lah kok malah bikin blok baru namanya Non Blok. Berbanggalah dg manhaj antum yg ternyata masih dangkal.

    Ya mereka punya imam tapi imam wayang ….
    jika terjadi perselidihan antara mereka dan kaum muslimin yang menyelesaikan adalah imam SBY dan jajarannya.

    Beginilah imam wayang …..
    Ada orang ngaku nabi…ada orang berzina ada orang yang begini dan begitu tidak bisa apa-apa …..

    Ternyata banyak juga yang mengaku-ngaku jadi imam ….eh ternyata imam wayang ….

    alias di angan-angan ….Imamnya berlaku hanya untuk orang-orang yang tidak berpikiran !

  18. Abu Abdillah Juli 27, 2009 pukul 8:55 pm Reply

    MAU BERAGAMA KO KAGAK PAKE ILMU…MAU JADI IMAM KO COBA-COBA, KALU MAU JADI IMAM YA BOLEH-BOLEH SAJA TAPI YG SEDIKIT JANTAN DONK…JANGAN JADI IMAM BANCI…. ADA ORG NGAKU NABI GA BS BERBUAT APA2, BISANYA CUMA RAPAAAAAT MULUUUUU….KARENA ADA IMAM SBY BIIDZNILLAH, AHMAD MUSODIK DITANGKAP DAN DI ADILI… HILANGLAH KERESAHAN UMAT ISLAM DI DUNIA…TAPI ORG JAMUS KO YA GA MALU YACH….PUNYA IMAM PALSU KO BANGGA……WAHAI ORG JA-MUS..DENGARKAN BAIK2 YA…SETELAH NABI MUHAMMAD SHOLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM HIJRAH KE KOTA “YATSRIB”, NAMA KOTA TERSEBUT KEMUDIAN DIGANTI OLEH BELIAU MENJADI “MADINAH”. BISAKAH “SANG KHOLIFAHMU” MENGUBAH KOTA “CILEUNGSI” MENJADI KOTA “HIZBULLOH” ATAU KOTA “AL-AQSHO” ATAU KOTA APAJALAH? LA YA GA MUNGKIN SANGGUP TO….CUMA GANTI NAMA KOTA AJA KO GA ISO… KHOLIFAH OPO TO?

    Ga pantes disebut imam jamaah yang benar tuh imam gerombolan….

    • abdulloh Agustus 1, 2009 pukul 8:31 pm Reply

      Assalamu’alaikum Wr Wb. Semoga apa yang kita tulis dalam blog ini sebagai suatu proses dalam ibadah kita yang benar benar kita niati untuk mencapai ridho Alloh. saya pernah mendengar kalo Alloh itu melihat amal seseorang itu dari niat dan prosesnya bukan dari hasilnya. kalo Alloh melihat hasilnya mungkin sahabat rosul yang pertama masuk islam dan belum sempat menuntut ilmu dan beribadah seperti yang rosul ajarkan akan kalah dengan antum yang sudah berilmu banyak dan tentunya beramal banyak. marilah kita hargai orang yang berusaha mengamalkan islam, jangan hanya moyoki dan mengeluarkan kata – kata yang sjatinya bukan dari lidah seorang muslim yang merupakan umat terbaik di dunia ini. imamul muslimin adalah seorang hamba alloh, begitu juga ma’mumnya adalah hamba alloh yang banyak kekurangannya di sana sini. aljamaah ini, kalau dicari kelemahannya akan sangat banyak sekali. tetapi ingatlah itu adalah proses, nantinya rahmat islam akan tegak dengan dipimpin oleh seorang imam. mungkin cucu anak, cucu, buyut, atau bahkan mungkin wareng antum yang akan menyaksikan kejayaan khilafah ‘ala minhajinubuwah. antum mungkin hanya akan diperlihatkan oleh alloh nanti diakhirat, bahwa syariat berjamaah ini adalah dari Alloh dan rosulnya. kalo boleh saya menasehati diri sendiri dan antum semua yang membaca blog ini, bermuhasabahlah selalu dalam dzikir kita dan mohon supaya kita selalu diberi hidayah oleh Alloh azza wa jala. orang kafir diberi hidayah masuk islam, muslim yang belum sholat diberi hidayah mau mengerjakan sholat, muslim yang sholat diberi hidayah khusyu, dan seterusnya hidayah itu harus kita cari sampai umur nyawa kita diambil Alloh. kata rosul orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian, ingatlah mati wahai saudaraku supaya kalian semua menjadi orang yang cerdas menurut Alloh dan Rosulnya. Wallohu ‘alam bi showab, mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan.

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 2, 2009 pukul 12:08 am

        Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

        Kelompok anda itu mengaku aljama’ah …tahukan anda tentang al jama’ah ? Al jama’ah itu ahlul haq ! Tahukah anda tentang ma’na ahlu haq ?
        Yang namanya ahli ya berati pemilik pemegang pengamal dan makna-makna yang sepadan. Bagaimana dengan kelompok anda ? Dengan jujur sudahkan pantas mengaku aljama’ah / ahlu haq ? Jujurlah bung !
        Sudah tahukan anda denga kebenaran ?

        Kebenaran itu Islam yaitu Al-qur’an dan sunnah

        alqur’an tuh 30 jus dan para ulama telah menulis tafsir alqur’an alam berbagai judul kitab dah berapa yang telah anda baca ? dah berapa yang dibaca oleh pak hamidi ? boro-boro baca …?
        Al-jamaah bukan pengakuan belaka bung ?

        Maka kalau ada bantahan dan sanggahan tentang pengakuan kelompok anda jangan kaget ini semua merupakan kewajaran karena anda dan kelompok anda telah mengaku ahlul haq ini konsekwensi logis. Maka buktikan kebenaran-kebenaran pengakuan anda.

        Kemudian khilafah ….Imamul Muslimin dan makna-makna yang terkandung di dalam pengakuan ini serta tanggung jawabnya dari pengakuan ini bukan persoalan sepele.
        Siapa muslimin tentunya adalah orang yang besyahadat kemudian sholat dan mengamalkan rukun-rukunnya mereka semua muslimin yang di timur maupun yang di barat yang di utara maupun yang di selatan mereka semua muslimin.
        Jika pemimpin anda mengaku muslimin mestinya bertanggung jawab terhadap semua yang mereka lakukan dan mereka derita. Bagaimana dengan imam anda ?
        Boro-boro ngurus muslimin di dunia mengurus yang telah berbaiatpun ga becus paling bisanya narik infaq dan zakat !
        Boro-boro ngurus bahkan imam anda yang diurusi oleh pemerintah Indonesia !
        Beginikah sifat dan ciri-ciri imamul muslimin ?

        Kelompok anda entah sadar atau tidak telah merendahkan islam dengan serendah-rendahnya !

        Khilafah merupakan syariat islam yang mulia dengan khilafah itulah islam di muliakan. Demikian juga dengan Imamul muslimin, amirul muslimin atau kholifah dengan tiga gelar itulah islam dan kaum mulimin di muliakan dikuasailah negeri-negeri kafir ditundukkan di taklukkan dan dengan imamul musliminlah ditinggikan kaliamat Allah, ditegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi.

        bagaimana dengan kalian ? Pantaskah ?
        Bagaimana kalian akan menguasai bahkan anda / kalian dikuasai ! Bagaimana anda akan memimpin kaummuslimin jihad sedangkan anda mau keluar dari negeri ini juga harus ijin kepada penguasa negeri ini.
        Bagaimana kalian akan menegakkan hukum islambahkan anda dihukumi di negeri ini ?

        Sungguh kalian telah merendahkan khilafah sekaligus merendahkan predikan amirulmu’minin.

        Terakhir kalau anda dan kelompok anda tidak punya malu silahkan berbuat sesukamu, silahkan mengaku sekehendakmu !
        Wassalamu ‘alaikum.

      • Ariz Agustus 29, 2009 pukul 8:54 pm

        Menurut ana suatu saat nanti mendekati hari kiamat imamnya JAMAAHMUSLIMIN adalah Dajjal. ya Dajjalah nanti yg akan menjadi IMAM JAMAAH MUSLIMIN HIZBULLOH, IMAMNYA LDII dan aliran khowarij lainnya. Karena ummat islam yg lain yg tidak meyakini Imam Palsu akan dipimipin oleh IMAM MAHDI dan Nabi Isya bin Maryam alaihis salalm.

        semua in sangat mungkin karena kelompok-kelompok sesat itu tidak akan pernah taat pada para imam dan penguasa. Imam Mahdi menamakan diri sebagai Imam maka kelompok-kelompok sesat itu tidak mau taat padanya. Adapun Dajjal tidak menamakan diri sebagai imam tetapi sebagai Allah maka mereka akan menaatinya sesuai anggapan mereka saat ini juga sedang taat pada Allah padahal sedang bermaksiyat kepada-Nya.

  19. abdulloh Agustus 2, 2009 pukul 11:03 am Reply

    alhamdulillahirobil’alamin puji syukur semata mata kita haturkan kepada Alloh SWT. sebagai seorang muslim harus punya keoptimisan dalam hidup, apa yang diyakininya benar harus dipertahankan sampai ada dalil yang menyatakan bahwa itu salah kita harus dengan ikhlas untuk menerimanya. ikhwan yang menetapi aljamaah ini berkeyakinan bahwa yang beliau2 amalkan adalah adalah hak, kalaupun ada yang mengkritisi itu adalah tanda kasih sayang muslimin lainnya yang peduli. tapi saya menasehati kepada antum semua, nasehatilah dengan lemah lembut seperti yang dicontohkan oleh rosul. apabila antum mengatakan pengamalan Jamaah Muslimin (Hizbulloh) adalah salah dan antum ingin menasehati pergunakanlah cara yang santun, dan serahkanlah hasil kepada Alloh SWT. Mengatakan imamul Muslimin Muhyidin Hamidy dan para ustad tidak pernah membaca yang antum sebut adalah suatu kata2 yang merendahkan, apakah itu dicontohkan rosul? apakah dengan pernyataan2 yang keras dan menyinggung itu merupakan sunah rosul? Memang benar Alloh akan meninggikan orang yang berilmu, tapi apakah pengakuan berilmu antum merupakan dasar untuk merendahkan orang lain? Menetapi kembali Jamaah Muslimin dan imamnya merupakan bukti kesungguhan para ikhwan dalam beribadah kepada Alloh SWT, masalah nanti diterima atau tidak diakherat hanya Alloh yang berhak. Wallohu’alam bi showab

    Ikuti terus perkembangannya, insya Allah saya sedang menulis untuk kalian semua tanda cinta kasih sayang saya kepada kalian semua. Mudah-mudahan tidak bosen dan doakan Allah memberi kemampuan kepada kami.
    Sikap keras kami juga merupakan hal yang kami yakini benar mudah-mudahan Allah menerimanya

    • abdulloh Agustus 4, 2009 pukul 6:40 pm Reply

      Assalamu’alaikum Wr. Wb, sesama muslim adalah bersaudara, sudah sewajarnya kita saling kasih sayang dan saling mendoakan. kami mendoakan agar para ikhwan entah yang mengaku salafy, ikhwanul muslimin, jamaah tabligh, hizbutahrir, NU Muhamadiyah dsb yang penting mereka selalu menegakan Islam di dalam dada mereka dan amal mereka. walaupun sekarang masih terkotak kotak semoga nantinya mendapatkan hidayah dari Alloh SWT untuk berbaris dalam Shaf muslimin yang rapat dalam beribadah kepada Alloh SWT dibawah pimpinan Imamul Muslimin. salam hangat dari kami semoga hati kita senantiasa didalam lindungan Alloh SWT yang maha membolak balikan hati manusia.Amin ya robbal’alamin.

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 8, 2009 pukul 10:07 am

        alaikum slaam warahmatulahhi wabarakatuhu
        Amin ..tapi jangan Imamul muslimin yang ngaku-ngaku tok alias imam wayang kaya muhyidin hamidi atau amirnya ldii dan yang semisalnya.
        Semoga Allah selamatkan kaum mulsimin dari para pendusta ….. pengaku kholifah
        menyelamatkan dari amalan-amalan bid’ah yang tidak pernah diamalkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. amin

    • Abu abdillah Agustus 10, 2009 pukul 5:23 pm Reply

      BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.
      SEDIKIT ANA URUN REMBUG KHUSUSNYA BUAT MAS ABDULLOH….APAKAH KALAU IKHWAN2 JAMAAH MUSLIMIN (HIZBULLOH) DINASEHATI DG LEMAH LEMBUT ANTUM AKAN CEPAT SADAR DAN SEGERA BERTAUBAT?

      INGAT YA…DULU KAUM KHOWARIJ (JUMLAHNYA SEKITAR 6000 ORG) YG MENENTANG KHOLIFAH ALI BIN ABI THOLIB RODHIALLOHU ‘ANHU DITANYA OLEH IBNU ABBAS RODHIALLOHU ‘ANHU ” APAKAH YG HADIR DI ANTARA KALIAN ADA SALAH SATU SAHABAT ROSULULLOH?” MEREKA JWAB “TIDAK ADA”

      ANA JUGA MAU TANYA SAMA ANTUM “APAKAH PADA KELOMPOK ANTUM (JMH) ADA SALAH SATU SAJA ULAMA KIBAR DARI AHLUS SUNNAH? JIKA ADA SIAPA DIA? KALAU TIDAK ADA LALU KEPADA SIAPA ANTUM BERTANYA TTG AGAMA ISLAM INI? ADAKAH DI KALANGAN JAMA’AH MUSLIMIN AHLU HADITS? AHLU FIQH? AHLUT TAFSIR?

      KALAU MASIH ADA ULAMA KIBAR KENAPA TIDAK KALIAN BERTANYA TTG AGAMA INI KEPADA AHLINYA?

      RUSAKNYA MANUSIA KARENA MEREKA MENJADIKAN ORG2 JAHIL (MAAF) SEBAGAI JURU FATWA YG KEMUDIAN FATWA-FATWA ITU DIIKUTINYA KARENA MENCOCOKI PEMIKIRAN DAN HAWA NAFSUNYA?

      MENGAPA ANTUM LEBIH TAKLID KPD UST FADHIL DAN UST YAKHSYA? APA KARENA ANTUM TIDAK MENGENAL ASY-SYAIKH BIN BAZ, ASY-SYAIKH UTSAIMIN, AS-SYAIKH AL-ALBANY DAN ULAMA KIBAR LAAINNYA?

      KALAU ANTUM KAGUM SAMA PARA ULAMA DARI IKHWANI SILAHKAN TANYAKAN KEPADA MEREKA APA ITU IMAAMUL MUSLIMIN? KALAU ANTUM KAGUM DG PARA ULAMA DARI HIZBUT TAHRIR SILAHKAN TANYA KEPADA MEREKA.

      MESTINYA YG PALING TAU TENTANG URURSAN AGAMA ADALAH PARA ULAMA. DAN MEREKA SEMUA PAHAM APA YG DIKEHENDAKI DG IMAAMUL MUSLIMIN ATAU KHOLIFAH.

      DG ALASAN APA KALIAN TKLID KEPADA PEMIKIRAN WALI AL-FATAH. SAYA KATAKAN ITU PEMIKIRAN WALI AL-FATAH KARENA DIA MENDAPATKAN PEMAHAMAN ITU (JAMA’AH-IMAMAH) BUKAN DARI GURUNYA. JADI IDENYA DIA SEMATA.

      MESTINYA ANTUM KRITIS SEDIKIT SAJA THD WALI AL-FATTAH. SIAPA DIA? DI MANA DIA BELAJAR? DI MANA DIA BELAJAR HADITS, FIQH DAN TAFSIR?

      KALAU KEPANJANGAN ANA KUAWIR ANTUM TAMBAH PANAS DAN SESAK DADA.

      SEKIAN KOMENTAR ANA AFWAN JIDDAN. BAROKALLOHU FIK

  20. abu hizbulloh Agustus 7, 2009 pukul 8:43 pm Reply

    kang Mirza ngaku2 sbg Nabi, kang Ahmad ngaku2 sbg Isa al masih, kang Nurhasan ngaku2 sbg Kholifah, kang Wali Alfatah juga ngaku2 sbg Kholifah..mereka adlh para Dajjal si Pendusta. Jmlh mereka ada 3o dajjal. Kashan mereka beragama tp serampangan.

  21. abu abdillah Agustus 11, 2009 pukul 4:20 pm Reply

    al-jamaah adl golongn yg slamat, seprt juga istlah at-thoifah al-manshuroh, al-ghuroba, ahlus sunnah, Al-firqotun najiyah, ahlu hadits dll. Jad bkn nama kelompok orgnisasi. Dan kebenaran adl mengkt Rosulloh dn para sahabtnya dg bimbingan para ulama salaf. Jalannya hanya satu dn tdk berbilang.

    • Tolchah Agustus 18, 2009 pukul 9:21 pm Reply

      Al-jamaah yang dicontohkan oleh rosul dan para sahabatnya adalah dipimpin oleh seorang imam. pada masa rosul imamnya adalah Rosululloh SAW, pada zaman khulafaurasyidin dipimpin oleh kholifah abu bakar, umar usman dan ali. pada masa sekarang aljamaah juga harus dilaksanakan karena ada perintah dari Alloh dan rosulnya.

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 19, 2009 pukul 12:30 pm

        Setelah kholifah rasidah imamnya siapa ya …padahal para ulama ahlu hadits hidup jaman setelah itu …tapi saya kok ga pernah dengar nama imamnya lho …terus para ahli hadits itu ga faham hadits apa gimana ya kok tidak mengangkat imam seperti wali alfatah yg ga bisa baca kitab …?
        Yang faham hadits wali alfatah apa para ahli hadits yang tidak mengangkat imam itu yach ….? pertanyaan besar yang menjadikan saya tinggalkan jamaah wali alfatah ….!

  22. Saudara seIslam September 4, 2009 pukul 6:03 am Reply

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Kepada Abu Salma Mohamad Fachrurozi bin Rosyid,
    Begitu banyaknya article tentang baiat di internet, ada yang sepaham & ada yang bertolak belakang.
    1. Tolong dong saya dikasih definisi singkat tentang arti dari Baiat.
    2. Bagaimana dasar hukum hakikinya Baiat? (wajib / sunah?)
    3. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh orang-orang Islam jika ingin melaksanakan Baiat?
    Kalau bisa tolong juga kirim jawabannya ke Email saya.
    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 4, 2009 pukul 8:21 am Reply

      Afwan waktu yang sangat sulit bagi saya untuk menjawab permintaan antum. Kalau sudi ziaroh ke rumah kami, kita dapat saling berkenalan

  23. Saudara seIslam September 4, 2009 pukul 10:08 pm Reply

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Kepada Abu Salma Mohamad Fachrurozi bin Rosyid,
    Rumah saya jauh di luar kota. Insya Alloh suatu saat nanti kita akan bertemu.
    Begini aja, saya yang akan menuliskan apa-apa yang pernah saya baca / dengar, Abu Salma tinggal membenarkan atau menyalahkan dengan komentar.

    1. Baiat adalah janji / sumpah kepada Imamnya Jamaah untuk mendengarkan & taat pada apa-apa yang tidak maksiat (tidak bertentangan dengan Al Qur’an & Al Hadits).

    Betul, imam jamaahnya itu adalah penguasa

    2. Dasar hukum hakikinya Baiat adalah wajib.

    Hukum bai’at adalah wajib kifayah, jika sudah ada yang berbai’at yaitu dari kalangan ahli halli wal aqdi, telah menggugurkan kewajiban muslim yang lain. adapun untuk muslim yang awam atau rakyat biasa mengikuti pengangkatan ahli wal aqdi tersebut dengan taat tidak boleh membetontak, selagi mereka adalah imam yang muslim, walupun imam tersebut banyak kekurangan.

    3. Mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh orang-orang Islam jika ingin melaksanakan Baiat, yang saya pernah dengar / baca ada 2, (manakah yang benar?):
    3a. Baiat hanya kepada Imam yang didukung oleh seluruh umat Islam di dunia.

    Salah (bukan syarat imam itu disepakati oleh seluruh muslimin). Walaupun di dukung oleh sebagian kaum muslimin akan tetapi imam tersebut berkuasa dan nyata memerintah mengatur kaum muslimin wajib bagi kita untuk taat kepada imam tersebut

    3b. Baiat hanya kepada penguasa (tidak harus didukung seluruh umat Islam di dunia), Penguasa dalam artian berkuasa atas suatu wilayah & rakyat.

    Berkuasa artinya yang memerintah dan menguasai dapat melakukan penjagaan terhadap ketentraman hubungan antar manusia, mengadili, membela, melindungi dan lain sebagainya. Bahassa Syariahnya menjadi wali bagi rakyatnya baik yang berbaiat atau tidak berbaiat.
    Maka imam itu menghukumi dan mengadili rakyatnya.

    Kemudian imam tersebut menguasai kepentingan-kepentingan umum seperti air, hutan, tanah tak bertuan dan seluruh kepentingan umumnya kaum muslimin. Hal ini jika anda mau membaca dan mempelajari Bulughul marram akan mendapat faedah insya Allah.

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

  24. Saudara seIslam September 5, 2009 pukul 11:13 pm Reply

    Saya punya 2 orang teman yang ikut pengajian yang mereka sebut diri mereka salafy. Saya coba bertanya tentang Baiat kepada mereka, mereka tidak memberikan jawaban lengkap dengan alasan ilmu mereka belum sampai segitu. Kemudian saya coba ikut pengajian bersama mereka, hampir semua pesertanya memelihara jenggot & rata-rata celananya cingkrang sampai setengah betis, seperti 2 teman saya itu. Yang dikaji adalah buku / bindel karangan berbahasa arab dengan diselingi cuplikan beberapa hadits & ayat. Saya pikir hampir sama dengan pengajian-pengajian di kampus-kampus yang mengupas buku yang isinya diselingi cuplikan beberapa hadits & ayat, hanya yang ini menggunakan bahasa arab. Saya pernah bertanya pada 2 teman saya itu apakah mereka ada pengajian tafsir / makna Al Qur’an dari hal 1 sampai terakhir, apakah juga ada pengajian tafsir / makna Hadits misalnya Bukhori, Muslim, dll, dari hal 1 sampai terakhir? mereka bilang tidak ada, yang dikaji ya kitab-kitab karangan yang berbahasa arab itu.

    Pernah saat selesai pengajian saya coba bertanya pada ustadz yang menyampaikan pengajian.
    Saya bertanya seputar Baiat, ustadznya tidak menjelaskan secara mendalam, seperti ada yang disembunyikan. Dalam pikiran saya waktu itu, apakah karena si Ustadz ini tidak mengerti secara mendalam tentang Baiat, atau ada kebenaran agama Islam yang disembunyikan karena mereka sendiri saat ini tidak bisa malaksanakan Baiat.

    Terus terang saya tidak puas dengan jawaban Abu Salma pada September 5th, 2009 pada 11:22. Dari tulisan di atas “Jama’ah Imamah dan Bai’at”, saya yakin kalau Abu Salma mengerti tentang Baiat & hukum-hukum seputar Baiat.
    Ayo dong, Abu Salma jangan pelit soal ilmu agama Islam. Jangan menyembunyikan kebenaran dalam agama Islam.

    Dalam tulisan di atas “Jama’ah Imamah dan Bai’at”, ada alenia:
    “Kajian tersebut bertemakan Jama’ah, Imamah dan Bai’at, sehingga file ini insya Allah sangat membantu bagi kaum muslimin yang menginginkan penjelasan gamblang tentang perkara tersebut. Terkhusus untuk kelompok-kelompok yang di dalamnya diamalkan syareat bai’at walaupun pimpinannya sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikitpun.”
    Berarti Abu Salma termasuk orang yang menganut faham: Untuk melaksanakan Baiat, harus kepada yang memiliki kekuasaan.
    Apa maksud dari kekuasaan itu. Apakah harus mendapat pengakuan dari lembaga non muslim yang lebih besar / lebih kuat (kalau saat ini misalnya PBB)?

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 8, 2009 pukul 8:26 am Reply

      Imam adalah penguasa diangkat untuk menegakkan hukum-hukum agama, mengatur kemasyarakatan sesama kaum muslimin dan hubungan kaum muslimin dengan kaum kuffar, kalau tidak berkuasa ya bukan imam namanya.

      Baiat hukumnya adalah fardhu kifayah jika ada sebagian orang muslim telah berbaiat maka gugur kewjiban seluruh kaum muslimin. Kewajiban kaum muslimin mengikuti para pemimpin mereka dari tokoh-tokoh mereka (Alim ulama dan zuama atau ahlu halli wal aqd) adapun kaum muslimin yang umum cukup mengikrarkan kesepakatan dengan imam yang telah di angkat oleh mereka dan mentaatinya dalam perkara-perkara yang ma’ruf dilarang memberontak.
      Jadi bai’at tidak seperti yang didakwahkan oleh kelompok-kelompok sempalan yang sekarang telah mengklaim sebagai kholifah / amirul muslimin. Yang mana tujuan mereka adalah mengajak sebanyak-banyaknya kaum muslimin masuk kepada kelompoknya dan mewajibkan seluruh kaum muslimin berbaiat kepada Imamnya. Pemahaman seperti ini adalah batil.

      Tidak pernah dilakukan oleh Abu Bakar, Umar, maupun Ali (radhiallahu anhum) tidak pernah salah satu keempat kholifah tersebut dakwahnya mengajak kaum muslimin berbaiat kepadanya. Kerja mereka adalah mengatur urusan kaum muslimin setelah mereka diangkat menjadi imam.

      Jika imam itu siapa saja yang telah dibaiat oleh sebagian orang tanpa di syahkan dengan kekuasaan yang dia miliki, bagaimana jadinya kaum muslimin.
      Sebagaimana contoh di indonesia ini : Imam siapa yang harus diakui ? Imamnya Jamaah Muslimin Hizbullah ? Imamnya Khilafah Muslimin lampung ? Imamnya LDII ? Imamnya siapa lagi sempalannya Jamaah Muslimin ? atau siapa saudaraku ?

      Saya katakan semua imam-imam itu palsu dan haram berbaiat kepada mereka barang siapa yang berbaiat dengan imam mereka berarti dia telah melakukan kesalahan dan kesesatan, karena imam mereka adalah imam palsu.

      Sekarang kita lihat para pendahulu kita dari kalangan para sahabat adakah imam yang di baiat itu orang yang tidak memiliki kekuasaan ?
      Apakah mereka orang-orang yang dikuasai sebagaimana imam-imam palsu yang di indonesia ini dikuasai oleh pemerintah indonesia ?

      Tulisan saya sudah banyak tentang imamah dan baiat kalau anda tidak faham ya saya mohon maaf. Cari di web ini terus berupaya semoga difahamkan oleh Alllah.

      klik yang berikut :
      1. http://abasalma.wordpress.com/2007/12/11/sikap-ahluss-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-tentang-bai%e2%80%99at-dan-imamah/

      2. http://abasalma.wordpress.com/2008/02/09/sikap-ahluss-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-tentang-bai%e2%80%99at-dan-imamah-bagian-ii/

      Sebaiknya kita ketemu biar lebih mudah faham insya Allah. HP saya 081226699990

  25. Saudara seIslam September 8, 2009 pukul 5:14 pm Reply

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Apakah arti dari penguasa? Apakah syarat-syarat / ciri-ciri seseorang dikatakan sebagai penguasa? Mengapa Abu Salma saat ini tidak bisa dikatakan sebagai penguasa?

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 13, 2009 pukul 12:26 pm Reply

      alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

      masak sih definisi penguasa tidak tahu ….buka aja kamus bahasa indonesia
      jangan pura-pura bodoh dan jangan mau di bodohi

      Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

    • ABU SALAFY September 13, 2009 pukul 10:41 pm Reply

      Buat Saudara……..
      Imaamul muslimin adalah penguasa muslimin, Dialah yg memerintah kpd pasukan muslimin untuk berperang, memerintah kpd para aghniya untuk membayar zakat, dan Dialah yg mengatur urusan muslimin menegakkan hukum RAJAM, POTONG TANGAN, CAMBUK, Dialah yg memerintahkan pasukan muslimin untuk berjaga-jaga diperbatasan wilayah kekuasaannya. Dialah yg mengatur sholat berjama’ah dan sholat jum’at di masjid2..inilah kurang lebih tugas2 Imamul muslimin sbgmana hal ini telah dijelaskan oleh Imam Ahlus sunnah dari kalangan Tabiin Hasan Al-Basri rohimahulloh, tugas2 seperti ini tidak mungkin dilakukan oleh Imam-imaman, tapi hanya penguasa yg mampu menjalankan. Dan harus dibedakan antara Imamul muslimin dg org yang mengaku sbg imamul muslimin atau imam yg diangkat oleh kelompok jahil menjadi imamul muslimin padahal Dia tidak punya wilayah kekuasan sejengkalpun. lalu dg apa dia memimpin muslimin jk dia tdk punya kekuasaan? hukum potong tangan, hukum rajam tugas Imamul muslimin mau dikemanakan? bgm Imam muslimin mau mengambil zakat sedangkan dia tidak berkuasa? lebih tepat imam seperti ini kita sebut sbg IMAM PALSU. IMAM JAHIL. IMAM GADUNGAN. IMAMNYA ORG JAHIL karena tidak ada ULAMA satupun didalamnya. smg antum paham.

      • tolchah September 24, 2009 pukul 10:00 pm

        ya abu salafy apakah antum termasuk orang yang suka makanan instant. tinggal rebus tambah bumbu langsung makan? ya akhi muslimin sudah lama sekali dan banyak sekali meninggalkan syariat islam, sehingga kebenaran sehingga sangat berkabut. tugas kita orang beriman adalah membersihkan kabut – kabut itu supaya terlihat jelas kebenaran ini. apabila antu menghayati perintah Alloh yang sangat agung yaitu sholat berjamaah maka antum akan berpikir ulang apa yang antum sampaikan.alloh akan memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendakiNYA, tetapi apakah kekuasaan itu merupakan syarat utama untuk menetapi jamaah muslimin?

        difahami dari ayat tersebut : Yang tidak diberi oleh Allah kekuasaan ya bukan amir …akhi.
        contoh : Muhyidin hamidi dia bukan amir karena tidak diberi kekuasaan.
        Amir LDII juga bukan amir / imam karenA tidak diberi kekuasaan
        amirnya khilafah muslimin lampung juga bukan amir karena allah tidak beri kekuasaan
        dll mereka semua yang tidak berkuasa walaupun diakui oleh jamaahnya sebagai amir maka secara hakikat dia bukan amirnya kaum muslimin. Yang benar mereka adalah pimpinan jamaah dari organisasinya walaupun mereka tidak mengakui sebagai organisasi.
        Tidak ada bedanya dengan pimpinan pusat Muhammadiyah Nu dll.
        Tidak wajib masuk kedalamnya. Bahkan haram berbai’at kepadanya. Barang siapa berbaiat kepadanya dalam keadaan menyakini sedang berbaiat kepada imamnya kaum muslimin. Maka dia melakukan amalan bid’ah dan pasti ditolak oleh Allah. Karena amalan tersebut tidak dicontohkan oleh para sahabat nabi-Nya

        kenapa yang antum sampaikan hanya syariat yang berkaitan dengan kekuasaan? apakah mengucapkan salam, syahadat, sholat, puasa, bukan syariat islam.

        Karena yang dimaksud imam ya penguasa.
        Nabi berkata dalam kitabul imarohnya Imam Muslim : man khoroja minash-shulthon mata, mata mitatan jahiliyyah. (Barang siapa yang memberontak (khuruj) kepada penguasa kemudian dia mati maka matinya dalam keadaan jahiliyah) maksud jahiliyah di sini bukan kafir akan tetapi mati dalam keadaan seperti orang jahiliyah yang tidak memiliki penguasa. Mereka perkelompok-kelompok dipimpin oleh imam-imam kabilah sehingga rentan peperangan.
        Hal ini sama persis dengan keadaan jamaah kalian taatnya hanya pada imam kelompok yang tidak memiliki kekuasaan.

        Jika saja di Indonesia ini tidak ada imam saya (Pemerintah dan jajarannya yang mereka menjaga ketertiban dan ketentraman) niscaya kalian akan berperang antar jamaah.
        Sangat mungkin Imam jamaah Muslimin (hizbullah) memerintahkan memerangi LDII, atau sebaliknya atau dari Imam kelompok lain memerangi kelompok lainnya.

        Wal hamdulillah ALlah menjaga ketentraman dengan tetap memberi seorang penguasa di negeri ini yaitu SBY dan jajarannya sehingga sesama jamaah yang semua mengaku kholifah tak terjadi peperangan.

        Maka kewajiban kepada kita semua untuk beriltizam dengan jamaah muslimin (SBY) dan seluruh rakyatnya.
        Haram beriltizam dengan Jamaah Muslimin (Hizbullah), haram memberontak SBY dan jajarannya. Semoga Allah memberi hidayah pada Bapak Presiden sehingga beliau menagkapi orang-orang yang mengaku imam, sehingga kaum muslimin di indonesia ini hanya memiliki satu pemimpin yaitu Bapak Presiden SBY.
        Semoga pula Allah memberi taufik kepada beliau dan para petinggi di negeri ini sehingga memudahkan mereka menjalankan syari’at-syariat Islam yang mulia sesuai para ulama islam yang terdahulu. amin.

        Akhi : ingat dalam hadits tersebut Nabi menyebut imam dengan kata shulthon

        terbukalah dalam menuntut ilmu tidak hanya kepada ustad antum, jangan sampai terjadi seperti LDII yang punya sistim belajar mankul, hanya belajar dari ustadnya kalau bukan dari ustadnya tidak mau terima. wallohu a’lam bishowab

        Yang tidak mau belajar pada orang lain itu siapa ? ….Semut di seberang lautan tampak, mobil di kelopak mata tak tampak ….!

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 29, 2009 pukul 7:35 am

        Akhi tolchah jika antum mau mencari kebenaran silahkan datang ke rumah saya, saya siap menjamu anda untuk membicarakan hakikat imam dan jamaah muslimin. No HP saya 081226699990.
        Mudah-mudahan pertemuan kita ada manfaatnya.

  26. rahma assyifa September 12, 2009 pukul 12:13 pm Reply

    Allahumma Arinal Haqqo haqqo warzuqnattiba’ah wa arinal batilah batilah warzuqnajtinabah……Amiiin Ya Rabbal ‘alamin….
    Semoga Allah Menunjukkan Kpd kita semua sebuah Kebenaran yg hakiki, dan menjauhkan kita semua dari Kesesatan.
    klo memang Salafy ini yg benar, maka jd kan hati kami untuk condong pd nya. dan jika Salafy ini sesat maka jauhkan hati kami dari nya……….Amiin ya Rabb…..

  27. tolchah September 13, 2009 pukul 10:21 pm Reply

    Assalamu’alaikum wr wb. saya mau bertanya apakah salafy pernah berdiskusi dengan ikhwan jamaah muslimin secara terbuka. apakah ustad antum pernah berdiskusi dengan ikhwan jamaah muslimin. yang saya tau antum hanya berdiskusi dengan ustad antum, kemudian hasilnya diketik disini. coba lakukan diskusi terbuka, atau ikuti kajian dari jamaah muslimin yang sudah terjadwal rutin. tapi kayaknya antum ngga sudi datang, karena antum pasti melihat siapa yang menyampaikan bukan apa yang disampaikan. kalu begini caranya diskusi di blog ini akan panas terus, tidak tau mana yang benar mana yang salah. saya pernah baca blog yang isinya diskusi tentang islam, tapi karena di blog maka islam yang rahmatan lil ‘alamin bisa dicaci maki seenaknya. sekali lagi karena tinggal ngetik. istilahnya bisa copy darat ga? kalau bisa kan kita bisa saling ta’aruf mempererat silaturahmi, yang tadinya diudara pnas bisa sejuk di darat. wallohua’lam bi showab

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 17, 2009 pukul 1:59 pm Reply

      Alhamdulillah kita pernah datang ke Amir tarbiyah pusat Ustadz KH Fadhil di semarang, dan alhamdulillah ada muridnya yang akhirnya ngaji ke ustad kita. Kalau anda mau datang datang aja ke rumah kita

  28. anshor September 14, 2009 pukul 1:25 pm Reply

    wis gak usah ribut…… slesaikan saja nanti di alam kubur dan akherat, siapa diantara kalian yg paling benar dan siapa diantara kalian yg akan mendapat syafaat nabi.

  29. Saudara seIslam September 22, 2009 pukul 8:54 pm Reply

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya terima Email dari wordpress “[Ibnu Rosyid Blogs] New Comment On: Jama’ah, Imamah dan Bai’at” pada 17 September 2009 14:57 (isinya sama dengan komentar ABU SALAFY yang ada di web September 13th, 2009 pada 10:41 pm) tentang ciri-ciri / syarat-syarat Penguasa.

    Jika Abu Salma Mohamad Fachrurozi bin Rosyid sependapat dengan ABU SALAFY, apakah saat ini ada Imam yang memenuhi syarat-syarat sebagai Penguasa tersebut yang sudah diangkat dengan cara Baiat & masih exist sampai saat ini?

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

  30. tolchah September 29, 2009 pukul 8:19 pm Reply

    Syukron Jazakumullohu khoiron katsir atas undangan antum untuk datang ke rumah antum. insya alloh saya akan datang ke rumah antum, tapi dalam waktu yang agak lama. saya dulu sering ta’lim di cilacap dan sedikit tau banyak tentang antum, mungkin nanti saya akan datang dengan ikhwan yng saya kenal sehingga ada keseimbangan argumentasi mengingat kedloifan saya sebagai hamba Alloh. saya kenal dengan ulama dan umaro jamaah muslimin di cilacap, nanti kedepannya bisa kita adakan diskusi terbuka sehingga hubungan selama ini diantara ikhwan yang menetapi dan yang pernah menetapi kurang begitu harmonis bisa terjalin silaturahmi yang baik. saling memberikan salam, dan saling menguatkan saudara seiman walaupun berbeda pendapat . Wallohu’alam bi showab

  31. Saudara seIslam Oktober 8, 2009 pukul 7:32 pm Reply

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Kepada: Abu Salma Mohamad Fachrurozi bin Rosyid
    Dari tulisan-tulisan di atas diketahui bahwa saat ini masih ada Imam Jamaahnya orang Islam yang sudah diangkat dengan cara Baiat, yaitu SBY. Benarkah demikian.

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    ‘alikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

    Akhi…sesungguhnya kekurangan seorang pemimpinan (imam) dalam beberapa hal tidak menjadikan gugur kepemimpinannya.

    Dari dulu para ulama Islam menyepakati para penguasanya dalam keadaan mereka menerapkan sistem kerajaan yang kerajaan ini bukan dari sistem Islam.

    Ada diantara para penguasa yang mereka mendapatkan kekuasaan dengan jalan memberontak yang memberontak juga tidak berasal dari islam.

    Mereka semua para ulama mengakui para penguasa tersebut sebagai imam / amir. Para ulama menganjurkan taat pada mereka menerapkan hadits-hadits taat sebagai dalil taat pada penguasa yang seperti itu.

    Sehingga presiden kita yang dalam keadaan demikian diangkat dengan cara demokrasi dan di sumpah disepakati oleh para petinggi negeri ini hukumnyapun sama dengan hukum para penguasa kerajaan di jaman yang telah lalu tersebut.

    Wajib bagi kita taat pada presiden tersebut. mengikatkan diri kita bahwa SBY adalah amir kita, kita taati pada hal-hal yang tidak bertentangan dengan islam. Selagi presiden kita muslim dan melakukan sholat bersama umumnya kaum muslimin.

    Banyak hadits menjelaskan sikap seperti itu.
    Diantaranya riwayat ketika dijelaskan akan ada begini dan begini ….maka sahabat bertanya tidakah kami perangi saja (amir tersebut) Rasulullah menjawab : ma aqomu fikumus sholah (jangan selagi dia sholat bersama kalian).

    Sebagaimana juga Hadits Hudzaifah radhiallahu anhu ….ketika bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

    ma ta’muruni in adraktu dzalik ?

    Bagaimana yang kau anda perintahkan pada ku jika aku menemui semacam ini ya Rasulullah ?

    Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : talzamu jamaatal muslimin wa imamahum : Engkau tetap bersama jamaahnya kaum muslimin dan imam mereka.

    jawaban Rasulullah ini menunjukkan di saat ada pemimpin dan di dalamnya ada dakhon (kekeruhan) dalam sharah hadits ini Ibnu Hajar menjelaskan bahwa yang dimaksud dakhon adalah para khowarij yang memberontak pada penguasa kaum muslimin.

    Rasulullah memerintahkan kita untuk tidak memberontak tetap taat beriltizam pada mereka walaupun mereka banyak kekurangan.

    di mana Rasul menjelaskan dalam hadits yang lain, dari Hudzifah pula diriwayatkan oleh Muslim dalam shohihnya dalam bab imaroh.

    akan ada para aimmah (para imam) yang tidak mengambil petunjuk dari petunjukkan tidak mengambil sunnah dari sunnahku dan di antara kalian ada laki-laki yang hatinya adalah hati syetan yan ada di tubuh manusia.

    maka Hudzaifah bertanya : kaifa ashnau in adroktu dzalik ? (apa yang harus aku perbuat jika menemui hal demikian ?)

    Nabi menjawab : Tasmau wa tuthiu wain dhuriba dhohruka waukhidzu maluka, tasma’ watuthi’ = engkau mendengar dan taat meskipun punggungmu di cambuk dan hartamu di rampas tetaplah mendengar dan taat.

    Demikian lisan Nabi kita menjelaskan kepada kita untuk mendengar dan taat pada keadaan amirnya banyak kekurangan.

    Para ulama kaum muslimin menerapkan semua hadits-hadits itu dalam keadaan para penguasa negeri muslim sepanjang sejarah banyak kekurangan, seperti :
    1. Tidak berhukum dengan hukum Islam.
    2. Amirnya tersebut Raja
    3. Amirnya tersebut berbilang di dunia (banyak amir) yang berkuasa di masing-masing negeri.
    4. dll.

    Para ulama tetap taat mendengar pada para penguasa tadi tak ada satupun cerita / berita para ulama itu khuruj atau membuat jamaah baru mengangkat amir dan membaiatnya. Bahkan kebalikan itu para ulama menganjurkan pada kaum muslimin untuk mentaati para penguasa tersebut.

    Ini faham yang benar : Antum dapat membaca shohih muslim bab imarah dan shohih bukhori dalam bab fitan. Juga antum baca syarah (penjelasan) terhadap hadits-hadits dalam bab tersebut yang ditulis oleh Ibnu Hajar dan Imam Nawawi rahimahullahu jamian.

    Perlu antum jawab pertanyaan berikut :

    Imam Bukhori, Muslim, Ibnu Hajar, Imam Nawawi. Mereka semua hidup pada jamaan apa ?

    Khilafah ?

    Bagaimana sikap para ulama tersebut ?
    Dalam kitab-kitabnya mereka menganjurkan keapada kaum muslimin untuk mendengar dan taat.

    Apakah mereka tidak faham terhadap hadits-hadits yang diriwayatkan ?

    Apakah hanya wali Al-fatah yang faham hadits tersebut ?

    Taatlah pda SBY akui beliau sebagai amir kalian !

    Demikian yang saya fahami ketika membaca penjelasan para ulama.

    Mungkin masih banyak pertanyaan yang muncul dari saudara, dan saya berkesimpulan jika memang anda jujur mau mencari kebenaran ingin tahu yang sebenarnya. Silahkan datang ke rumah saya. atau jika antum berat datang saya yang datang mengunjungi anda, dengan catatan pengen ngerti bukan pengen ngeyel. Bukan mau mendebat. Karena apa ? Saya sudah tidak ragu lagi dengan apa yang saya yakini. Tidak butuh lagi hujjah-hujjah anda. Bahkan alhamdulillah saya sudah mampu keluar dari faham yang dulu saya yakini persis seperti faham anda.

    mudah-mudahan bermanfaat.
    nasalullaha ilman nafian fina wa fikum jami’an.amin

  32. moch sandy Oktober 10, 2009 pukul 4:12 pm Reply

    ass ..
    saudaraku se agama dari pada ribut masalah imam atau bai’at, lebih baik kita berdakwah mentauhidkan allah. dari pada berebut kekuasaan yang akhirnya memecah belah umat,karna dengan kita mentauhidkan allah,insya allah umat islam akan bersatu.

  33. muhammad sandy rashid al-mishari Oktober 15, 2009 pukul 11:11 pm Reply

    ass..
    saudaraku seagama perjalanan kita masih panjang,masalah agama bukan itu aja yang harus kita tuntaskan.masih ada yang lebih penting …
    seandainya anda ingin berdakwah, mungkin anda tau? mana yang lebih penting di dakwahkan…
    masih banyak orang2 yang berdoa kekuburan, banyak yang pergi ke dukun. apa ini tidak penting!!!….
    sedangkan yang pertama di dakwahkan oleh rasulullah saw adalah “sembahlah allah saja dan janganlah kamu menyukutukan-NYA dengan sesuatupun karna tiada illah yang berhak di ibadahi selain- DIA”

  34. muhammad sandy rashid al-mishari Oktober 15, 2009 pukul 11:23 pm Reply

    Siapa tuntunan kita, rasulullah saw ataukah hawa nafsu kita sendiri???????????????????
    rasulullah saw pernah bersabda,”seandainya 10 orang yahudi beriman kepadaku niscaya semua orang yahudi akan beriman ke padaku. karna yang lain hanyalah para pengikut”.
    kita jangaqn pusing dan sedih seerta takut,karna kebenaran tidsk akan kalah pasti akan MENANG!!! ALLAHU AKBAR……
    mari kita berdakwah mentauhidkan allah insya allah yang lainnya akan mengikuti…
    ass..

  35. Saudara seIslam Oktober 30, 2009 pukul 9:34 am Reply

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Pada Oktober 22nd, 2009 pada 9:50 pm saya sudah postingkan komentar, namun sekarang ko’ tidak muncul?
    Jika mungkin Abu Salma belum baca, berikut ini saya postingkan lagi:

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu
    Sudah saya katakan jika menginginkan dialog datang ke rumah saja.
    Tau anda bersabar saya akan menulis yang panjang dan lebar insya Allah jika Allah menghendaki dan menolong saya

  36. Ary Dwi November 17, 2009 pukul 10:45 am Reply

    Kamu pengangguran kah?kamu sdh jelek dimata Allah tp otakmu lebih jahat dr binatang ya?coba jujur dg dirimu tulisan2mu diblog ini pantas dibaca kah?Patutkan kamu disebut org beriman?pantaskan kamu menghuni surga Allah yg hny diperuntukan hamba2 Nya yg bêrhati mulia?dialah org yg lembut terhadap sêsama mukmin..tapi kamu?sy memang diluar konteks agamamu tapi sy tau betul islam agama yg menjunjung tinggi masalah akhlaq,etika dan sopan santun.Tdk malukah kamu dg dirimu,yg merasa ibadah siang malam tp sia-sia?Belajarlah yg benar abu salma bukan menyesatkan org lain.

  37. ABU YAQDHAN Maret 17, 2010 pukul 3:31 pm Reply

    Assalamualikum

    Ana sangat senang banyak pemikir2 islam, yang benar2 ingin mempsatukan ummat islam ,tapi ana leih bahagia jika semua kaum muslimin ,tidak ada rasa dengki saling mencaci,saling merendahkan kelompok islam yang lain.lebih baik kita sama sama menjaga ukhwah Islamiyah,itu lebih baik, kalau anda menasihatai jangan sampai benci terhadap yang dinasehati,

    • bahrun Juni 10, 2010 pukul 5:35 pm Reply

      Setuju akhi, tapi kalu menasehati jangan pakai kata2 yang kasar, nanti pada lari dong… ustade bilang ruhamah bainahum, nggih pak ustad?

  38. jajang sukmawan April 7, 2010 pukul 9:14 pm Reply

    BAB III

    B A I ’ A T

    A. Ta’rif

    Bai’at menurut bahasa adalah “janji” (Muhithul Muhith:I/64). Adapun menurut istilah adalah “Mengi kat janji atas sesuatu seraya berjabatan tangan sebagai tanda kesempurnaan perjanjian tersebut dan keikhla sannya. Bai’at pada periode pertama Islam yang ketika itu mereka membai’at khalifah dengan memegang tangan orang yang mereka serahi kekhilafahan, sebagai tanda penerimaan mereka kepadanya dan sebagai janji untuk mentaatinya dan menerima kepemimpinannya.” (Muhithul Muhith I/64)

    B. Pahala Melaksanakan Bai’at dan Menepatinya

    Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
    (59) إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا {الفتح:10}
    (59) “Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (QS.Al Fath:10)

    Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
    (60) إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ واْلإِنْجِيْلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ{التوبة :111}
    (60) “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka ber perang pada jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi ) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janji nya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Tau bah:111)

    C. Ancaman tidak Berbai’at dan Mengkhianati Bai’atnya

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    (61) مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
    (61) “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/136)
    Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

    D. Berbai’at karena Dunia

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    (62) ثَلاَثَةٌلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِالطَّرِيقِ يَمْنَعُ مِنْهُ ابْنَ السَّبِيلِ وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًالاَ يُبَايِعُهُ إلاَّ لِدُنْيَاهُ إِنْ أَعْطَاهُ مَا يُرِيدُ وَفَى لَهُ وَإِلاَّ لَمْ يَفِ لَهُ وَرَجُلٌ يُبَايِعُ رَجُلاً بِسِلْعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَحَلَفَ بِاللَّهِ لَقَدْ أُعْطِيَ بِهَا كَذَا وَكَذَا فَصَدَّقَهُ فَأَخَذَهَا وَلَمْ يُعْطَ بِهَا
    (62) “Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenar kannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

    E. Kewajiban Menepati Bai’at

    Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
    (63) يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لاَ يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلاَ يَسْرِقْنَ وَلاَ يَزْنِينَ وَلاَ يَقْتُلْنَ أَوْلاَدَهُنَّ وَلاَ يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلاَ يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ{الممتحنة:12}
    (63) “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak anaknya, tidak akan berdusta yang mereka ada adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dengan urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohon kanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Mumtahanah:12)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    (64) كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ تَكْثُرُ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
    (64) “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)
    Ubadah bin Shomit Radliallahu ‘anhu berkata:
    (65) بَايَعْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي الْمَنْشَطِ وَالْمَكْرَهِ وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ اْلأَمْرَ أَهْلَهُ وَأَنْ نَقُومَ أَوْ نَقُولَ بِالْحَقِّ حَيْثُمَا كُنَّالاَ نَخَافُ فِي اللَّهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ
    (65) “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallal lahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

    F. Dua Orang Dibai’at menjadi imaam dalam Satu Masa

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    (66) إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ فَاقْتُلُوا الْآخَرَ مِنْهُمَا
    (66) “Apabila dibai’at dua khalifah (dalam satu masa), maka bunuhlah yang lain dari keduanya. (yaitu yang terakhir).” (HR. Muslim dari Abi Sa’id Al Khudri, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/137)

    G. Cara Melaksanakan Bai’at

    1). Bagi Muslimin

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    (67) وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنِ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ
    (67) “Dan barangsipa membai’at imam dengan ber jabat tangan dan kesungguhan hati, maka haruslah ia mentaatinya semampunya. Maka jika datang orang lain akan merebutnya, maka pukul lah leher orang tersebut.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/467, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/153-154. Lafadz Muslim)

    2). Bagi Muslimat
    (68) عَنْ عُرْوَةَ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ عَنْ بَيْعَةِ النِّسَاءِ قَالَتْ مَا مَسَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ امْرَأَةً قَطُّ إِلاَّ أَنْ يَأْخُذَ عَلَيْهَا فَإِذَا أَخَذَ عَلَيْهَا فَأَعْطَتْهُ قَالَ اذْهَبِي فَقَدْ بَايَعْتُكِ
    (68) “Dari ‘Urwah bahwasanya ‘Aisyah mencerita kan kepadanya tentang bai’atnya kaum wanita, ia berkata: “Tidaklah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menyentuh seorang wanita (yang bukan muhrimnya) dengan tangannya sedikitpun, apabila kaum wanita telah mengikrarkan bai’atnya, beliau menerimanya, lalu bersabda: “Pergilah sungguh saya telah menerima bai’atmu.” (HR. Muslim, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/142. Al Bukhari, Shahih Al-Bukhari IX/99, Abu Dawud, Sunan Abu dawud II/133. Lafadz Muslim)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    (69) إِنِّي لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لاِمْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ أَوْ مِثْلُ قَوْلِي لاِمْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ
    (69) “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita (yang bukan muhrimnya), maka sesungguhnya ucapanku (dalam menerima bai’at) bagi seratus wanita itu sebagaimana ucapanku bagi seorang wanita.” (HR. An-Nasai dari Umayyah binti Rufaiqah, Sunan An-Nasai dalam Kitabul bai’ah: VII/149, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi IV/149 No: 1597)

    H. Bai’at Anak yang Belum Baligh

    Hirmasy bin Ziyad berkata:
    (70) مَدَدْتُ يَدِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا غُلاَمٌ لِيُبَايِعَنِي فَلَمْ يُبَايِعْنِي
    (70) “Saya mengulurkan tangan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam supaya beliau mem bai’atku, pada waktu itu saya masih kecil, maka beliau tidak membai’atku.” (HR. An-Nasai, Sunan An-Nasai dalam Kitabul Bai’ah: VII/150)
    (71) عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ هِشَامٍ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَهَبَتْ بِهِ أُمُّهُ زَيْنَبُ بِنْتُ حُمَيْدٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَايِعْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ صَغِيرٌ فَمَسَحَ رَأْسَهُ وَدَعَا لَهُ وَكَانَ يُضَحِّي بِالشَّاةِ الْوَاحِدَةِ عَنْ جَمِيْعِ أَهْلِهِ
    (71) “Dari Abdullah bin Hisyam, dia telah berjumpa dengan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Ibunya yaitu Zainab binti Humaid pergi bersamanya untuk mendatangi Rasulullah Shallal lahu’alaihi wa sallam, lalu ia berkata: “Ya Rasu lullah, terimalah bai’atnya.” Maka beliau ber sabda: “Dia masih kecil,” seraya mengusap kepala nya dan mendo’akannya, beliau menyembelih kambing satu untuk semua keluarganya.” (Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/98)
    — Wallahu A’lam bish Shawab

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi April 28, 2010 pukul 5:30 am Reply

      Kepada siapa berbai’at ?

      Kepada Penguasa Muslim ….seorang yang ditetapkan sebagai pemimpin yang menguasai kaum muslimin, yang akan menghukumi perkara-perkara kaum muslimin baik sesama mereka ataupun perkara kaum muslimin terhadap kaum kuffar.

      Jadi bai’at wajib kepada penguasa kaum muslimin bukan terhadap sembarang orang yang mengaku imam.

      • islaminimendunia Mei 25, 2011 pukul 6:41 am

        apakah NABI MUHAMMAD SAW sebelum d baiat oleh para sahabat adalah seorang penguasa muslim tad?????

      • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Juli 18, 2011 pukul 12:03 pm

        Nabi Muhammad adalah Nabi bukan kholifah ……….. kalau kholifah yang empat : ABu Bakar Ash Shidiq, Umar, Utsman dan Ali rodhiyallahu ‘anhum adalah penguasa kaum muslimin.

        jadi kalau mau membandingkan ya kepada kholifahnya jangan kepada Nabinya.

  39. jajang sukmawan April 7, 2010 pukul 9:50 pm Reply

    TOLONG CARI DALIL DALAM AL-QUR’AN DAN AL-HADITS “TETAPILAH GOLONGAN SALAFI”. ATAU ADAKAH DALIL LAIN, “MUSLIMIN TERBAGI 73 GOLONGAN. YANG 72 MASUK NERAKA YANG SATU MASUK SORGA, YAITU SALAFI ? ADA NGGA YA…..?

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi April 28, 2010 pukul 5:27 am Reply

      Belajar dulu sama golongan lain agar komentarnya sedikit nyambung.

      Belajar apa yang dimaksudnkan dengan salafy ….jangan asal komen …..!

      • bilal Mei 24, 2010 pukul 3:08 pm

        hadakallah,…..wastaghfirullah…

  40. bambang suryono Juni 7, 2010 pukul 9:23 pm Reply

    Ass.ya akhii.. tolong baca ulang Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 11 & 12. itu untuk semua orang yang beriman dan bukan yang mengaku iman……………..wass

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Juni 12, 2010 pukul 9:09 am Reply

      Ketika kita menyalahkan dan membicarakan kesesesatan kelompok islam bukan berrti kita membenci dan menjelek-jelekkan.

      Coba antum semua fikir :

      1. Apakah kita akan diam saja ketika melihat orang yang berkoar-koar berdakwah kesana kesini menyeru kepada kaum muslimin untuk mengakui Ahmad Mushadiq sebagai nabi pengganti Rasulullah muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam ?

      Tentu jawab kita sepakat dengan membeberkan kesesatannya. Bahwa Dia sesat, sesesat-sesatnya.

      Ini bagi kita yang bukan pengikut Qiyadah Islamiyah.

      Bgaimana dengan pengikutnya ?

      Tolong kalau bicara yang halus sopan dll, mereka marah-marah. Padahal dakwah mereka sesungguhnya sedang melecehkan kaum muslimin. Mereka mendakwahkan Bahwa Nabi Kita bukan Nabi terakhir…..Bukankah ini pelecehan ?

      2. Demikian juga ketika ada orang yang mengaku kholifah ! Padahal sama sekali dia bukan kkholifah alias kholifah palsu ! Haruskah kita diam ?

      Padahal dalam satu sisi mereka kholifah-kholifah palsu itu sedang melecehkan kaum muslimin. Menuduh kaum muslimin tidak punya imam, jika mati mati dalam keadaan jahiliyah. Bukankah ini merupakan pelecehan. Belum lagi akibat dari kesesatan mereka dengan mudahnya mereka menarik infak dan memberi amanat kepada anggota jamaahnya, mengikat dengan baiat sehingga kelompoknya tidak merdeka, manut seperti sapi yang diikat di lehernya ! Bukankah ini adalah penghinaan kepada kaum muslimn ? Kita harus diam dengan ulah tingkah mereka para imam palsu dan kholifah palsu.

      Mungkin omongan saya kasar dirasakan oleh anggota jamaahnya, tapi sesungguhnya ini adalah obat bagi mereka jika mereka mau berfikir.

      Mudah-mudahan di fahami.

      • kodir Agustus 30, 2010 pukul 9:22 pm

        Ya …………..Khilafah palsu imamnya imam di bawah jembatan / kolong jembatan

      • sodikin Juli 27, 2011 pukul 6:25 pm

        assalamu’alaikum ustad..sblum’y saya mohon maaf pernah beranggapan buruk tntang ustad..salam kenal dr saya (ahmad sodikin)
        smpai dgn tulisan ini saya masih aktif talim di jamaah muslimin hizbullah didaerah koja jakarta utara.
        Tulisan2 ustad sangat mengena dihati saya.skitar 2thn yg lalu ghirah semangt tuk islam saya mulai muncul.Sampailah saya sring ikuti pengajian2 jamaah muslimin,krna keluarga saya udah puluhan tahun ada didalam’y(orang tua dan adik saya)..Ustad mohon pencerahan’y agar hati saya damai,karn saya sudah baiat(apakh baiat bid’ah?).
        Dan tolong juga ustad,kpd kluarga saya harus bagaimana mendiskusikan’y atau mengingatkannya kpda mereka??
        Ya ALLAH berikanlh hambamu ini KEKUATAN..
        Ustad mohon didoakan kpd saya dan keluarga kpd ALLAH,elalui perantara dirimu..

        Ba’at model jamaah muslimn adalah bai’at bid’ah. Segera tinggalkan. saya kira cukup segera tinggalkan.

        Anda dapat download kajian yang membahas tentang jamaah dan ba’at oleh tiga ustadz memang agak lama downloanya saya sarankan ke warnet minta pemilik warnet mendonloadkan. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita dan keluarga kita amin.

        ini link downloadnya

        http://abasalma.wordpress.com/2011/08/04/link-download-jamaah-imamah-dan-baiat/

  41. Rahma Juni 11, 2010 pukul 6:52 pm Reply

    Assalamu’alaikum ya Akhi….Ingatlah Saudaraku, apa yg antum tulis di blog ini semuanya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala…Oleh karenanya hati-hatilah akhi…!!!

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Juni 12, 2010 pukul 8:57 am Reply

      Insya Allah saya telah faham itu. Dan yag saya tampilkan di sini adalah sesuatu yang sampai saat ini adalah kebenaran.
      Jika anti merasa ada yang salah pada diri saya, saya mohon nasehatnya, saya akan tarik dan bertaubat dari kesalahan tersebut.

      Jazakillah khoiron.

  42. widodo Agustus 20, 2010 pukul 2:17 pm Reply

    Jamaah 354 itu keliru dalam memaknai apa arti ‘jamaah’ itu. Jamaah dalam arti sebenarnya adalah jamaah muslimin. Jamaah muslimin adalah 1.sedangkan jamaah 354 itu adalah jamaah minal muslimin,bukan jamaah muslimin. Perintah Rasulullah justru adalah menjauhi firqoh ( bergolong-golongan, dimana loyalitas keislaman hanya diperuntukan untuk golongannya saja,bahkan menilai umat islam diluar golongannya adalah kafir seperti apa yang dilakukan LDII/jamaah 354) dan bukan mebikin imamah-imamah golongan. Istilah imam dalam hadits-hadits imamah itu maksudnya mengacu ke khalifah,dimana khalifah ini dibeat dan diakui oleh umat islam di sepenjuru dunia. Lihatlah sejarah khalifah. Oleh LDII/jamaah 354 istilah imamah ini dipersempit maknanya menjadi imam mereka saja ( sekarang imam jamaah 354 dipegang oleh abdul aziz dari keturunan nurhasan) yang nota bene jamaah 354 adalah sangat minoritas dari segi jumlah dibanding umat islam sedunia. Imam 354pun sama sekali tidak dikenal oleh mayoritas umat islam begitu juga oleh umat islam di indonesia. Jadi alangkah konyolnya imam mereka yang disembunyikan itu (istilahnya bitonah) diklaim sebagai imamah/khalifah. Imamah 354 itu akhirnya delusi seperti katak kecil yang merasa besar seperti sapi. Apabila zaman sekarang masih ada khalifah jamaah muslimin, maka wajiblah kita bergabung dengan khalifah itu. Tapi kalau tidak menjumpai khalifah, yang harus kita lakukan adalah menjauhi firqoh, menjauhi sikap hizbi dan bukanlah membuat imam-imam golongan kecil. Ketiadaan khalifah ini bukanlah salah umat islam, tapi kita memang diqodar hidup di zaman yang tidak ada khalifah. Kalaupun mau membuat imamah, maka itu haruslah mendunia dan diakui oleh umat islam. Jadi bukan membuat imamah-imamah golongan kecil lalu menggunakan hukum-hukum,hak dan priviledge yang sebenarnya diperuntukan untuk khalifah. Sikap terbaik kita, apabila tidak ada khalifah dan belum mampu untuk membuat khalifah adalah berdakwah menyebarkan tauhid, menjaga kebersatuan umat islam, tidak berfirqoh karena walupun tanpa khalifah,umat islam tetaplah satu dan tetaplah jamaahmuslimin. Di saudi arabia, raja mereka saja hanya disikapi sebagai pemimpin negara dan tidak disikapi sebagai khalifah. Di saudi arabia yang nota bene pusat ahlu sunnah dan tempat pak nurhasan menimba ilmu sama sekali tidak mempunyai hukum diluar kepemimpinan saudi adalah kafir. Hukum imamah di saudi arabia jauh berbeda dengan yang dilakukan LDII/jamaah 354. Ulama alharamain justru gigih berdakwah untuk kebersatuan umat islam, memerangi firqoh, memerangi takfir dan khawarij dan memperjuangkan kemurnian agama. Hukum-hukum yang diterapkan oleh LDII/jamaah 354 akhirnya tidak dikenal oleh mayoritas umat islam.

    Saya mengajak pada semua jamaah 354 untuk lebih kritis terhadap imamahnya yang batil. Hal ini adalah kemuliaan. Jamaah 354 sendirilah yang dapat menolong dirinya sendiri dari doktrin-doktrin batil yang disuntikan kedalam syaraf-syaraf rukyahnya oleh Imam dan kroninya. Marilah kita menyeru dan menasihati pada bapak Abdul Aziz ( imam 354) agar kembali pada manhaj yang benar. Kalau bapak aziz bertaubat, maka insya Allah langkahya akan diikuti oleh sebagian besar rukyahnya. Maka bapak abdul aziz akan menjadi pelopor kebenaran. Sebaliknya apabila bapak “imam” abdul aziz keras kepala tetap menghukumi orang islam yang diluar imamahnya adalah orang kafir dan malahan tetap mempropagandakan ajaran dan ideologi takfirnya pada rukyahnya yang lugu, maka sikap harus kita ambil adalah menjauhi kepemimpinannya yang dzalim dan menentang Allah, kita harus menasihati sesama sedulur lainnya dan keluarga kita dari bahaya hizbi takfiri ini dan jamaah khawarij ini agar kita semua selamat dari murka Allah. Imamah 354 bukanlah hal yang syariat dan memang batal secara syariat. Imamah 354 hanyalah sebuah kepemimpinan biasa saja,bukanlah hal yang syariat. Warga 354 yang menolak dan menjauhi imamnya tidak bisa dihukumi melanggar syariat agama, tidak ada dosa menentang Abdul Aziz, tidaklah dihukumi khawarij dan bukan juga murtad ( apalagi). Wahai para saudaraku jamaah 354, tak takutlah anda dengan sabda Rasulullah : Al Khawarij hum kilabunnar ( khawarij,mereka itu adalah anjing-anjing neraka). Khawarij adalah golongan/firqoah bidah yang mempunyai keunikan sendiri yaitu mengkafirkan sesama orang islam . khawarij melakukan takfir terhadap sesama umat islam bukan dengan kitab-kitab kafir dan sekuler. Tapi khawarij melakukan ini semua dengan nas-nash suci quran dan hadits. Inilah bahayanya khawarij. Khawarij fasih berdalil dengan nash-nash suci, mereka mungkin pandai juga qiroatu sab’ah .tapi ya gitu, nash suci alquran tidaklah melewati kerongkongan mereka ( tidak paham) dan justru dengan nash-nash suci itulah mereka melakukan kezaliman.

    Kepada bapak abdul aziz , saya harap bapak takut kepada Allah swt. Sampeyan sudah banyak menerima peringatan dan nasihat dari saudara-saudara muslim yang ikhlas dan dalam manhaj yang lurus untuk segera meninggalkan paham takfir. Wahai bapak abdul aziz, apabila anda tetap menghukumi orang diluar imamah sampeyan itu orang kafir, maka sikap sampeyan akan diikuti oleh ribuan rukyah sampeyan. Tegakah sampeyan menjerumuskan rukyahmu sendiri? Bagaimana karena ulah sampeyan mengakibatkan banyak orang jatuh pada kemaksiatan pada Allah yaitu berupa tindakan takfir? Apa sampeyan tidak takut pada kiriman dosa dari ribuan rukyahmu yang jatuh dalam kubangan khawarij yang sampeyan, kakak sampeyan ( abd dhohir), dan bapak sampeyan (nurhasan) ciptakan? Tak takutkah pada ancaman Allah karena nasihat dan peringatan sudah datang? Segelah kembali pada manhaj yang benar sebelum Allah menurunkan hukum baik di dunia dan di akhirat. Wahai pak Abdul Aziz, segeralah campakkkan wakil-wakilmu dan orang-orang yang ada di sekelilingmu yang memang kerap memperalat sampeyan dan “jabatan” sampeyan untuk tujuan duniawi. Segeralah campakan wakilmu yang bernama kasmudi, apabila kasmudi juga mendoktrin takfir dan tetap keras kepala bahwa diluar 354 adalah kafir dan ahl neraka. Singkirkan semua pakubumi yang mebrainwash para calon mubaligh apabila positif menyebarkan paham takfir baik pada rukyah maupun pada calon mubaligh di kediri. Pak aziz, kembalilah ke hidup menjadi orang normal biasa dari pada terus berdelusi menjadi khalifah. Buat apa punya pengikut banyak tapi di sisi Allah adalah dosa dan ada perhitungnnya di hari kiamat kelak? Tak ada untungnya sama sekali pak. Selain berdosa pada Allah, jadi ‘imam-imaman’ hanyalah membebani pikiran dan hidup anda. Keluarga andapun juga terbebani dan rawan diperalat dan terkena fitnah. Kembalilah pak ke jalan yang benar, selamatkan rukayh dan keluarga anda juga pak. Hiduplah dengan tenang dipelukan kitabullah dan sunnah rasulullah. Hiduplah dengan tenang dengan tauhid dan taqwa. Dengan kembali pada jalan yang benar anda juga tidak akan miskin koq pak, pertolongan Allah akan datang.

  43. fathan_mubina September 14, 2010 pukul 9:37 pm Reply

    Assalamualaikum, ana mw tanya
    gimana status orang yang berhukum selain hukum islam, tolong dijawab ya

    kalau mau berdialog bisa melalui sms ke 087736990739. karena pertanyaan antum mengundang pertanyaan juga

  44. Muhammad Setyawan September 20, 2010 pukul 4:52 am Reply

    Bismillah
    Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh.
    Terus terang ana mantan Jamaah LDII/ JOKAM/ 354 (ana bangga sebagai mantan LDII, bangga karena bisa keluar belenggunya).

    Ada beberapa hal yang menjadi renungan ana sebelum keluar dari LDII, mungkin hal ini bisa pula dijadikan bahan renungan bagi ikhwan/ ikhwah yang masih berkubang dalam jama’ah2 serupa, antara lain :

    “Semua golongan meyakini wajibnya berjamaah/ berimamah, karena memang itu ada dalilnya (shahih) ana yakin begitu juga para ulama tentu mengetahui tentang hal ini, karena dalil2 tentang hal ini bukanlah dalil yang musykil untuk dipahami, sehingga hanya beberapa kelompok saja yang dapat memahaminya, tapi mengapa yang mempraktekkannya hanya beberapa kelompok saja? itupun dari golongan orang khalaf”

    “Hukum setiap perintah adalah wajib selama belum ada dalil yang membatalkan kwajibannya, begitu juga dengan berjamaah, namun setiap perintah selalu di kaitkan dengan ISTI THO’AH (kemampuan) misalnya seperti Hajji-wajib bagi yang mampu, begitu juga dengan berjamaah/ berimamah tidak terkecuali hanya wajib bagi yang mampu, tapi mengapa jama’ah LDII/ sejenisnya memaksakan diri mendirikan jamaah diluar kemampuannya?”
    (dikatakan diluar kemampuannya karena tidak dapat mendirikan jamaah seperti yang dikehendaki oleh para salaful ummah)

    “Di dalam mendirikan jamaah tidak sesuai dengan isthitho’ah, bahkan wajib tanpa toleransi, tapi mengapa amir2/ imam2 mereka di dalam menjalankan pemerintahannya kok sesuai isthitho’ah…??? (benar2 tidak konsisten dalam berhukum) contoh perintah : ketika di baiat 2 khalifah bunuhlah yang akhir dari ke-2nya, bukankah jamaah hizbulloh dan LDII saling meng-claim yang lebih dulu…??? mengapa kalian tidak saling bunuh saja…??? karena tidak mampu….??? takut ditangkap & dihukum oleh waliyul amr nya salafiyyun…??? (bener2 aneh bin ajaib, bahwa seorang khalifah takut menegakkan syariat, karena khawatir duhukum oleh negara tetangga)”

    Ada lagi kisah nyata yang lebih lucu :
    Ketika ana mengurus passpor untuk hajji sebelum bulan puasa dikantor imigrasi, ana ketemu dengan Imam Daerah (jabatan dalam LDII setingkat Gubernur) juga sedang mengurus passpor untuk umroh, apakah tidak aneh seorang gubernur mengurus passpor di negara tetangga…??? ana yakin hal ini juga terjadi pada amir/ imam/ raja dari jamaah bawah tanah (kerajaan bawah tanah/ cacing).

    Sementara itu dulu, InsyaAllah lain kali ana mampir untuk menguraikan pengalaman2 pribadi yang lain.

  45. m.jibril Februari 7, 2011 pukul 7:07 am Reply

    hehehehehehe……….!!!!!…
    ana juga dulu jam’ah 354 .
    tapi sekarang udah TOBAT..

  46. bambangsuryono April 2, 2011 pukul 10:49 pm Reply

    ass. Semua pada mengkalim dan mengaku sunnah, padahal mereka saling berbantah-bantah. kenapa harus memilih jalan yang bukan dari Allah dan Rasulnya yaitu Talzamu jama’atal muslimina wa imamahum. karena namalah kita saling berbantah dan karena nafsu kita menjadi durhaka. wass.

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi April 4, 2011 pukul 9:11 am Reply

      Tidak ada yang namanya jamaah muslimin.
      Adanya kelompok imam palsu yang namanya jamaah muslimin (hizbullah)

      • kadir Juli 28, 2011 pukul 5:46 pm

        lah wani ngoimong nak blog thok be…. pace….

        Kalau mau ngomong tidak di blog tinggal datang ke rumah aja kok repot

      • kadir September 10, 2011 pukul 6:48 pm

        adakan dialog di masjid, ente mau g? nanti kita bikin panitianya (bareng2 boleh juga). di masjid yang netral aja

  47. bambang Juni 24, 2011 pukul 1:16 pm Reply

    assalaamu ‘alaikum. ya akhi ana mau tanya nih, benarkah ikhwan Agus Rizki setelah menyatakan khoroj dari jamaah muslimin hizbullah dipanggil imaam muhyidin hamidi dan staf nya untuk berdialog di cileungsih bogor dengan bpk Agus Rizki ?

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi Agustus 4, 2011 pukul 11:42 am Reply

      Ya sudah lama Pak Agus keluar dari jamaah muslimin (hizbullah) yaitu akhir th 2006 dan awal 2007 saya dan pak agus datang ke Ustadz Fadhil : Amir tarbiyah Pusat yang tinggal di Mranggen Semarang.

      Waktu itu di hadiri oleh staff pimpinan Jamaah Muslimin (Hizbullah) Tinggkat jawa tengah.

      Namun sayang yang tadinya nantang dialog sampai subuh, baru jam 10 an malam diberhentikan.

      Zubaidi (Amir Jateng) takut kalau para murid ustadz Fadhil dan Ustadz Fadhil sendiri tahu dan faham dengan kesesatan Jamaah Muslimin (Hizbullah).

      Akhirnya bubarlah jam 10 an malam.

      Alhamdulillah pertemuan itu menghsilkan satu santri Ustadz Fadhil keluar dan pindah di pondok ahlussunnah.

  48. Zainuri September 2, 2011 pukul 10:21 pm Reply

    Assalamu’alaikum wr wb
    Untuk bisa melihat punggung, kita butuh bantuan cermin. Lapangkan hati untuk menerima ilmu. Semoga Allah bekenan menuntun kita pada jalan kebenaran. Tanda Hati yg sakit adalah pedih saat menerima nasehat.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Salam hormat
    Zainuri – Kal-Tim

  49. agusr September 5, 2011 pukul 12:39 am Reply

    jelaskan dong..
    dialognya mulai dari jam berapa
    terus apa saja yang didiskusikan sampai jam 10 malam itu
    lalu siapa santri yang pindah ke pondok ahlussunah
    apakah santri tersbut ikut dialg juga atau tidak

  50. agusr September 8, 2011 pukul 6:29 pm Reply

    kenapa tidak dibalas-balas tadz..
    tahu kronologisnya ga?
    kalau ga tahu jangan ngadongeng dong..

    • Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 9, 2011 pukul 7:08 pm Reply

      Yang merekam justru orang jamaah Muslimin. Silahkan tanya dokumentasinya. kalau mereka berani menyebarkan rekaman tersebut pastilah heboh.

      Kodarullah waktu itu dari pihak kami ga ada yang bawa rekaman.
      Mereka justru menyiapkan banyak sekali alat rekam, dikiranya dialog tersebut akan mereka kuasai akan tetapi kenyataan setelah Ustadz Fadhil kebingungan dialog di berhentikan oleh Pak Zubaidi.

      tanya ke sana aja minta rekamannya.

      Yang keluar dan mondok di pondok salafy adalah anak solo namanya yasun kalau tidak salah.

  51. LINTAH Oktober 9, 2011 pukul 9:59 pm Reply

    Assalaamu’alaikum. Saudaraku Abu Rosyid dan Agus Rizki, apakah antuma bisa ke Palembang untuk silaturrahim dengan Ikhwan2 yang telah khoroj dari jamaah muslimin hizbullah, agar dapat berbagi pengalaman dan ilmu, hal ini menurut kami sangatlah penting karena melihat pentingnya dak’wah kebenaran mengusir kebathilan, seandainya antuma bersedia kami sangatlah bersyukur pada Allah karena kita bisa bersa bukan dengan kesatuan yang bathil, mohon balasan. Jazakallah khoirwassalam

  52. LINTAH Oktober 9, 2011 pukul 10:00 pm Reply

    Assalaamu’alaikum. Saudaraku Abu Rosyid dan Agus Rizki, apakah antuma bisa ke Palembang untuk silaturrahim dengan Ikhwan2 yang telah khoroj dari jamaah muslimin hizbullah, agar dapat berbagi pengalaman dan ilmu, hal ini menurut kami sangatlah penting karena melihat pentingnya dak’wah kebenaran mengusir kebathilan, seandainya antuma bersedia kami sangatlah bersyukur pada Allah karena kita bisa bersatu bukan dengan kesatuan yang bathil, mohon balasan. Jazakallah khoirwassalam

    Doakan aja akhi, insya Allah ana konfirmasikan dengan Agus Rizki

    Selanjutnya antum dapat hubungi kami 087736990739

    Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

    • karyo November 10, 2011 pukul 5:14 pm Reply

      agus rizki ma abu salma dah beda salafinya ntah, kayane ente ga bisa dihubungkan deh…

  53. ibrahim lampung Maret 25, 2012 pukul 8:12 am Reply

    assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh. saya senang sekali membaca semua isi tulisan disini, semuanya ingin berbuat baik untuk menuju jannah Alloh. saling menasehati untuk menjauhi murkanya Alloh. saya pengelana di dunia indonesia semuanya mengaku benar bahkan lebih benar dari yg lainnya. semoga kebenaran yg satu datang dari Alloh dan rasulnya. semoga kebaikan kita untuk menuju kebenaran dicatat sebagai amal dan bukan sebagai keburukan, semoga kita semua mendapatkan rahmat Alloh sang pengusa jannah. amin………ya robbal alamin…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: