Disinyalir Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah …..Aliran Isa Bugis Masa Kini

Disinyalir Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah …..Aliran Isa Bugis Masa Kini

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Alhamdulillah, kita telah tahu kesesatan Al Qiyadah Al Islamiyah, menurut saya mereka adalah reingkarnasi dari ajaran Isa Bugis yang dahulu saya pernah belajar dan masuk ke dalam jamaahnya.

Diantara kesamaan yang menunjukkan bahwa AL Qiyadah adalah penerus Isa Bugis adalah :

1. Menyebut Kaum Muslimin yang mempelajari kitab-kitab hadits adalah ahlul kitab

2. Manusia dinedakan menjadi dua kelompok Mu’min dan Kafir / Musyrik

  • Orang mu’min yaitu orang-orang yang mengakui ajaran dan Kerasulan / Kepemimpinan mereka.
  • Orang kafir / musyrik orang di luar mereka.

3. Menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan ayat yang lain (ayatin bayinatin), meninggalkan hadits dan perkataan para sahabat dan para ulama tabiin.

4. Masa sekarang sebelum tegak khilafah bagi mereka adalah masa makiyah, sehingga tidak berlaku syariat sholat lima waktu, puasa dll. Kewajiban sekarang bagi mereka adalah bangun malam dengan berdalil surat Al Muzzammil yang artinya :

[73.1] Hai orang yang berselimut (Muhammad),

[73.2] bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

[73.3] (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,

[73.4] atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

[73.5] Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.

[73.6] Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

[73.7] Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

[73.8] Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

5. Tauhid pada mereka adalah tauhid Rububiyah dan hakimiyah. Mereka tidak menjadikan Allah sebagai satu-satunya zat yang disembah dan satu-satunya zat yang memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang sempurna (Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma wa sifat)

Dalam kondisi seperti ini sudah pasti hati mereka gersang, tidak punya penyandaran diri ketika mengalami kesulitan-kesulitan hidup karena pada mereka tidak diajarkan tawakal, khauf, shabar, percaya dengan takdir allah dan semua amalan-amalan hati.

Mereka meyakini Al-Qur’an bukan untuk membicarakan Zat Allah akan tetapi untuk digunakan untuk hukum diantara manusia belaka.

6. Dan masih banyak kesesatan-kesesatan yang saya ketahui dari ajaran Isa Bugis yang Insya Allah ada pada Al Qiyadah Al Islamiyah, namun cukup hal di atas sebagai bukti dan warning bagi kaum muslimin dari kesesatan mereka.

Karena bahayanya ajaran ini dihimbau kepada seluruh kaum muslimin terutama penguasanya untuk mengantisipasi gerakan sesat ini.

untuk mengetahui kebodohan mereka klik berikut :

1. http://abasalma.wordpress.com/2007/08/01/petunjuk-untuk-al-qiyadah-al-islamiyah-sesat/

2. http://abasalma.wordpress.com/2007/07/30/pemurtadan-di-balik-al-qiyadah-al-islamiyah/

Baca artikel tersebut dengan hati-hati terkhusus komentar-komentar mereka, maka Insya Allah anda akan mengetahui kesesatan mereka.

Sekali lagi hati-hati jangan sampai anda malah terkena syubhat mereka dan masuk menjadi kelompoknya.

Dengan adanya kelompok ini, sudah semestinya diambil pelajaran oleh aktifis dakwah yang senantiasa menjelek-jelekkan duat salafyah, karena mereka (duat salafyah) berupaya mengungkap dan membantah kelompok-kelompok menyimpang untuk menjaga kemurnian agama Islam.

  • Saya bertanya kepada aktifis dakwah yang menjunjung tinggi persatuan, Akankah kita memaklumi kesesatan mereka ?
  • Akankah kita gunakan slogan : Kita bekerja sama dalam hal yang disepakati dan saling memaklumi dalam perkara-perkara yang berbeda /diperselisihkan ?

Berfikirlah wahai pemuja khilafah …..!

About these ads

72 thoughts on “Disinyalir Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah …..Aliran Isa Bugis Masa Kini

  1. calonpemimpin Agustus 9, 2007 pukul 11:53 am

    maap nih telat. soalnya barusan tahu kalo ada forum diskusi kayak beginian.
    mau nanya nih buat yang ngerasa ikut al qiyadah al islamiyah. dijawab ya!
    situ kan percaya kalau alquran tu diturunkan oleh Allah melalui malaikat jibril kepada seorang manusia dari bangsa quraisy yang bernama muhammad (atau dalam sebutan kalian sebagai ahmad). tapi kenapa kalian tidak percaya sama hadits2nya? padahal kan antara alquran dan hadits sama sama diucapkan, sama sama didengarkan oleh para sahabat, juga sama sama nyampe ke kita. bisa dijelaskan? tapi harus ilmiyah dan masuk akal lho!!

  2. peneliti_kitab_allah Agustus 13, 2007 pukul 5:15 pm

    bukannya kami memunafikan hadist banyak hadis palsu sih

    Kalau begitu buktikan donk, belajar ilmu hadits dari para ulama. Mengapa kalian mau belajar nahwu shorof kepada ulama tapi kok ga mau belajar ilmu hadits ya pantas aja keblinger, muter-muter dibohongi sama isa bugis.

    kita baca al-quran harus tau kondisi kita
    apa hari ini keadaan julumat / tidak
    haq / batil
    makiah / madaniyah

    Masa makkiah itu kan masa awal Allah mewahyukan Al-Qur’an di Makkah, pada waktu itu belum semua wahtu diturunkan oleh Allah.
    Adapun sekarang Al-qur’an dah sempurna. Watammat kalimatu Robbika., kita tinggal mengamalkan, syariat sudah sempurna.

    Jangan mau dibohongi oleh isa bugis bung…..
    Pada tyahun 1980an dulu Isa Bugis dah gembar-gembor bahwa masa itu masa makkiah, eh ternyata sampai saat ini masih makkiah juga.
    Kamu tahu ga sih masa makiah NAbi Muhammad itu berapa lama ? +/- 10 tahun bung.
    Lha isa bugis dah berapa tahun berjuang ? Ngalamun kali ya ….!

    Kembalilah, kembalilah ke jalan yang lurus, jalan yang di tempuh oleh Rasulullah, sahabat-sahabatnya dan para ‘ulama ahlussunnah, itulah jalan salafy.

    klik artikel berikut,

    http://abasalma.wordpress.com/2007/03/05/beriltizan-dengan-jamaah-muslimin-dan-penguasanya-bagian-i/

    Pahami jangan apriori, bersikap obyektif, jangan menolak sebelum faham, itukan doktrin isa bugis, coba doktrinnya diberlakukan untuk belajar salafyah, jangan belajar isa bugis melulu, tersesat lho….

  3. Urwah Agustus 13, 2007 pukul 6:26 pm

    Semakin jauh dari zaman kenabian memang semakin banyak kotoran kotorang yang menutupi kebenaran.

    Seperti sungai .. semakin ke hilir semakin kotor airnya. Begitulah.

    Sebagian penyebanya adalah bid’ah bd’ah pemikiran yang nongol hasil olah pikir manusia – manusia yang merasa lebih pintar dan lebih alim dari Rasulullah, jadi emoh untuk tinggal mempelajari alqur’an menurut apa yang telah beliau terangkan dari hadits2nya yang shahih.
    Jadinya ya mikir – mikir sendiri akhirnya kebelinger.

    Semacam ISA bugis – tapi kayaknya qiayadah ini cuma mirip ajara isa bugis – mereka percaya kalau Nabi Isa itu ga dilahirkan secara ajaib alias ada bapak biologisnya. Yakni ‘Yusuf’ kata ocehan mereka.

    Padahal Allah subhanahu wata’ala menyatakan”

    Inna masala Isa kamasli adam, kholaqohu min turab..

    Allah dalam ayat tsb membantah keyakinan orang Kristen – yang meyakini bahwa Nabi Isa itu tuhan karena dilaharkan tanpa adanya bapak itu – dengan mengatakan bahwa proses penciptan Nabi Isa itu seperti Nabi Adam, yang bahkan tidak ada Bapak bahkan juga emaknya itu. Dan bagi Allah perkara itu mudah.

    Tapi yah begitulah, kata mereka Al – Qur’an itu bukan bahasa Arab jadi artinya bukan begitu, walaahh.

    Sama ngaconya alias ga pake otaknya – walaupun justru mereka mendahulukan otak mereka ttg orang qiayadah ini. Dah tahu kalau Bible orang Nashara itu beda beda satu sama lain eh malah dipake buat rujukan.

    Coba lihat, orang Bule aja bingung dengan Bible mereka yang harus direvisi berkali kali.

    Ada Bible versi standar, Versi Jehovah, Versi Katolik, Versi ini versi itu, oalah vusing.

    Saking pusingnya orang – orang Kristen itu cuma KTPnya doang yang Kristen, buktinya di barat itu Gereja pada alih pungsi jadi gudang atau masjid. Alias ga ada pengunjungnya.

    Dengan kata lain orang Qiyadah itu memang otaknya di dengkul Plus malas shalat. Mals shalat ini sebenarnya yang jadi pemicu. Omong kasong kalau mereka shalat malam. Hah shalat siang aja kagak mau apalagi shalat malam. Ngiler, alias shalat malamnya dalam mimpi.. he he, bangun bangun.

    Kalau ngomong sih boleh..Islam ini hancur, Umat Islam terjajah karena ini karena itu, DUR. Lah kamu sendiri ngga mau ngerjain apa yang dilakukan oleh Rasulullah sampai meninggalnya beliau, shalat lima waktu.

    Malas bilang aja males mas engga usah banyak alasan. Apalagi nyebarin pemikiran dari dengkul dengkul kalian…

  4. ON Agustus 14, 2007 pukul 8:40 am

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120)

  5. jbl-tr Agustus 16, 2007 pukul 10:25 am

    Saudaraku , Allah itu sangat adil, sangat-sangat adil, sebelum manusia di nyatakan mereka di jalan yang benar atau salah, sebelumnya Allah telah menunjukkan jalannya dulu kepada manusia tersebut. Seperti dalam ayat tersebut:

    “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”, (QS. 90:10 )

    Disanalah letak keadilan Allah. Manusia yang selamat adalah manusia yang berusaha mencari jalan kebenaran, jalan yg pernah dilalui orang-orang yang dahulu pernah Allah berikan nikmat berupa kepahaman akan wahyu dan kondisi kejahiliyahan umat.

    Kemudian mereka meminta petunjuk :

    “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
    “yaitu Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat” (Alfatiha : 6-7)

    Jalan yang bagaimana?

    Jalan yg pernah dilalui Ibrahim, Nuh, Musa, Isa dan Muhammad, itulah jalan yang benar. dilalui penuh perjuangan baik secara materi maupun secara fisik, mereka diujikan dengan kelaparan, kesengsaraan, kesusahan, tapi mereka yakin mereka berada pada jalan yg benar karena Allah bersama mereka. (albaqarah : 214)

    Anda mungkin lupa, di antara orang-orang yang diberi nikmat dan diridhoi oleh Allah adalah para sahabat nabi yang terdiri dari Muhajirin dan Anshor, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah meridhoi mereka sebagaimana dalam firman-Nya :

    وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah: 100)

    Ya..mereka diridhoi walaupun telah ditinggal Rasulullah, ini membuktikan untuk memenagkan agama ini tidak mesti ada Rasulullah. Semoga anda faham.
    Baca artikel MEMBONGKAR KESESATAN PARA IMAM PALSU dari pembukaan sampai selesai, semoga anda mendapat hidayah.
    Oh ya, dilihat ari tulisan anda, saya yakin bahwa anda tetap melaksanakan sholat 5 waktu, seperti saya, kakak saya dan satu teman walaupun mengikuti Isa Bugis tapi tetap Sholat

    Lantas jalan mana yang sesat ?!, perhatikan ayat berikut :

    “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya / keinginannya / Kecintaannyadan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”

    “Maka jika mereka tidak menjawab tantanganmu ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka belaka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

    Itulah kategori sesat yang Allah difinisikan di Al Quran,

    Sekarang perhatikan ayat berikut:

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoyahkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ”

    Sekarang pertanyaannya layakkah kita masuk ke dalam jannah (Syurga) Allah? padahal sebelumnya belum sampai ujian-ujian itu kepada kita.

    Jadi saudaraku, jangan kita main-main dlm memposisikan diri kita yg hidup di bumi ciptaan Allah, jangan puas terhadap ritualitas-ritualitas ibadah-ibadah yg sering kita kerjakan dan menurut kita sudah benar, namun sebenarnya tidak ada nilainya dimata Allah.

    Seperti dalam ayat berikut, Al kahfi:103-104

    Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

    Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

    Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

    jadi jangan pernah men-judge atau menunjuk orang-orang yang tidak melaksanakan sholat 5 waktu atau ritualitas-ritualitas ibadah lain yang biasa dilakukan masyarakat pada umumnya itu adalah sesat, karena orang-orang tersebut hanya ingin dan sedang mencari jalan yang benar, dan tidak ingin terbelenggu dengan ibadah-badah yg sifatnya ritualitas semata, sedangkan kebanyakan orang tidak paham mengapa mereka melakukan ritualitas-ritualitas itu. Akankah lebih baiknya kita harus pahami dulu sebelum kita melakukan sesuatu, bukan karena iming-iming pahala dan dosa,atau syurga dan neraka.

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ” (QS. 17:36)

    Jadi Saudaraku, jika nanti kita diadili oleh Allah dan orang-orang yang berada digolongannya pada hari penentuan(tegaknya dien) atau yaummiddin, tentang diri kita dan orang-orang yang bersama kita yang bukan dijalan Allah, janganlah kita katakan, kita tidak tahu, atau orang tua kita tidak mengajarkan, atau guru kita tidak mengajarkan, atau ustad kita tidak mengajarkan, atau “saya tidak pernah tahu tentang itu”. karena Allah telah menyediakan Alqur’an dan kitab-kitab terdahulu (Injil, Taurat dan Zabur, serta milata ibrahim) sebagai petunjuk hidup manusia (QS. 2:185) – “Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak(benar) dan yang bathil (salah)”

    Karena Saudaraku, Allah tidak menjamin sesuatu yang banyak itu benar, Allah tidak menjamin ajaran-ajaran nenekmoyang kita benar, dan Allah tidak menjamin jika kita mengikuti mereka juga kita akan benar. tetapi Allah menjamin orang-orang yang mencari jalan kebenaran dengan sungguh-sungguh maka ia akan diberikan ni’mat sebagai mana orang-orang terdahulu yang telah pernah Allah beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. dan hidayah akan turun kepada orang orang tersebut.

    Perhatikan ayat-ayat berikut sebagai bukti otentik, sebagai pasal Allah, atau aturan Allah juga:

    (QS. 6:116)
    Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.

    (QS. 2:170)
    Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari perbuatan nenek moyang kami”. “Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”

    Jadi saudaraku, sadarilah faktanya, bahwa keadaan ini adalah sama jahillnya dengan keadaan 1400 tahun yang lalu pada masa muhammad, kebanyakan sekarang ini orang mengaku islam, ummatan tauhidan, mengaku ahlul kitab, mengikuti sunnah rosul, tapi apa yang mereka kerjalan?, mereka cuma sibuk membenahi diri masing-masing, mempersiapkan diri masing-masing dengan mengerjakan amal-amal soleh yang sebenarnya mereka sendiri tidak paham amal soleh itu?, mereka masih bertanya-tanya atau berharap-harap cukupkah dengan amal-amal mereka masuk syurga.

    Jadi Saudaraku yang terhormat, Pelajarilah kitab-kitab suci yg ALLAH turunkan, jangan cuma sekedar membaca dan menghitung amal-amal yang telah kita lakukan, atau merasa apa yang telah kita lakukan sudah baik atau benar. semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua dan kepada orang-orang yang mau berpikir. Maha benar Allah atas segala ketetapannya yang tidak pernah berubah dari semenjak Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad dan sampai saat ini.

    Renungkanlah Ayat tersebut:

    “Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

    Alhamdulillahi Rabbul Allamin

    Semua ayat yang anda tunjukkan ya sering juga dibahas oleh Ustadz-ustadz kami. Maaf bukan Imam anda saja yang hafal ayat-ayat tersebut.
    Bedanya Imam anda menafsirkan ayat-ayat tersebut semaunya sendiri tidak menggunakan kaidah-kaidah Ilmu tafsir yang telah baku. Yaitu :
    1. Ayat diterangkan ayat yang lain.
    2. Ayat diterangkan oleh Ucapan Rasul
    3. Ayat diterangkan oleh Perkataan Sahabat2 Rasulullah
    4. Ayat diterangkan oleh perkataan Tabi’in.(Wallahu ta’ala a’lam, Buka Muqodimah Tafsir Ibnu Katsir)

    Saudaraku, anda tahukan bahwa Rasul itu adalah penerang, pengajar ?
    Pernah tidak Rasulullah mengajari sahabat-sahabatnya tentang makna-makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an ?
    Tentu pernah.
    Maka sudah semestinya kita belajar kepada Murid-murid Rasulullah agar kita tidak tersesat di jalan selain jalannya orang-orang yang telah diberi nikmat.

    Semoga anda dapat berbuat adil, obyektif. Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh pemahaman orang lain, sebagaimana anda mau mempelajari pemahaman Imam anda.

    Janganlah anda apriori sudah mengecap pemahaman Salaf salah dan pemahaman Imam anda benar.
    Kalau demikian adanya berarti anda tidak jujur dan tidak ilmiyah.

    Adapun saya alhamdulillah telah lama belajar Isa Bugis dan sekarang sudah mampu saya tinggalkan.

  6. chink Agustus 18, 2007 pukul 11:28 am

    kenapa dalam diskusi ini hanya ditampilkan tanggapan menurut pemahaman pribadi atau kata ustad, buku dll, kenapa tidak berdasarkan takaran ayat alquran itu sendiri, yang dalam pengambilan makna ayat dapat dibantu dengan ayat yang lain (ayat2 dalam alquran saling menafsirkan) , dan hadist nabi sebagai penjelas ayat yang belum dimengerti, dan juga tarik,sejarah juga antropolog sebagai sebagai pembuktian ayat yang dijadiakan rujukan alasan…. sehingga alasan2 yang diungkapkan menjadi mendasar dapat dipertanggung jawabkan dan menambah ilmu (bukan sekedar pengetahuan) bagi orang2 yang mengases situs ini

    Pada artikelnya kan sudah dijelaskan secara ilmiah, akan tetapi mereka memang tidak mau menerima itu semua. Adapun pada komentar dibantah seperlunya hanya untuk mengantarkan kepada pemahaman yang dimaksudkan dalam artikel.
    Baca petunjuk buat al qiyadah

    http://abasalma.wordpress.com/2007/08/01/petunjuk-untuk-al-qiyadah-al-islamiyah-sesat/

    dan

    http://abasalma.wordpress.com/2007/08/02/petunjuk-untuk-al-qiyadah-al-islamiyah-yang-tersesat-bagian-2/

  7. Urwah Agustus 19, 2007 pukul 1:06 pm

    Masih soal Isa Bugis, aku banyak kenl orang – orangnya, sejak kecil. Mayoritas kalau tidak dikatakan smuanya yang aku kenal ga ada yng sholat. Jauh sebelum meeka kenal ajaran Isa Bugis ini. Jadi bukan karena kenal ajaran Isa Bugis terus ga shalat karena keyakinan baru mereka. Tapi emang sudah engga shalat dari sononya.

    Sehingga ketika mendapatkan ajaran Isa Bugi ini seperti orang yang menemukan pemebenaran dari kemalasan meeka. Horee.

    Tapi kalau ngomong masalah Islam sungguh luar biasa, dengan bahasa intelektual, yang orang ga sekolahan suli dimengerti. Anehnya mereka – mereka itu ada yang cuma lulusan SD, tapi ngomongnya kayak profesor.

    ‘Sekarang ini banyak sekali Yahudi – Yahudi Diaspora’

    Tahu antum apa itu yahudi Diaspora? Yang ngomong itu ga lulus SMA.

    Anehnya, sikap mereka megalahkan orang Yahudi sendiri dalam membenci bangsa Arab. Salah satu alasan kenapa mereka ga mau mengakui Al-Quran sbg dalam b Arab.

    “Orang Arab itu paling munafik kata mereka’ mnukil ayat dalam al-Qur’an. Padahal di situ Allah mengatakan A’robun bukan Arobun, yakni yang dimaksud adalah arab gunung, alias arab badui yang memang suka membalelo.

    Kata mereka Arab gunung kek, Arab badui kek intinya sama Arab. Bayangkan. Yahud iasli saja ga kayak gitu bencinya sama orang Arab.

    “Sama saja” katanya ” Orang Padang, orang Jawa, orang Sunda, sama – sama orang Indonesia, begitu kilaah mereka.

    Padahal kalau meeka otaknya itu diapake untuk bisa masuk akal saja. Karakter orang Jawa solo yang halus ga sama denga orang Batak misalkan. Atau orang madura ga sama dengan orang Sunda. Biarpun sama sama orang Indonesia.

    Jangankan beda suku, masih satu keluarga saja karakternya bisa beda beda antara satu anak dengan anak lainnya.
    Kenapa meeka tidak bisa berpikir?

  8. Bambang Pri Agustus 23, 2007 pukul 9:22 am

    Telah terjadi fitnah dalam urusan agama. Dalam kondisi demikian perlu kearifan dan kejujuran untuk menerima kebenaran dari Allah. Agama Islam sudah pasti 100% benar, tetapi pemahaman dan pemikiran tentang agama tidak dijamin 100% benar. Maka yang wajib diikuti adalah yang memiliki hujah sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah serta dibuktikan dengan akhlak kesehariannya.
    Mari kita tinggalkan orang-orang yang berpecah belah dalam urusan agama dan mereka yang menjadikan agama hanya sebagai bahan olok-olok.

  9. Aljawari September 18, 2007 pukul 1:54 pm

    Hidup Dalam polemik bukan zamannya lagi, kenyataannya hidup ini adalah pertarungan diri dengan Hawa nafsu.. Jika iman ditanam dalam hati.. Tidak ada syak wasangka buruk terhadap siapapun, manusia yang menanam kebencian dalam hatinya sama dengan membakar dirinya dalam jahanam..

    Barokallahufikum, jazakumullahu khoiron atas komennya.
    Apabila komen yang anda buat ditujukan buat saya, saya sangat berterima kasih agar saya dapat menjadi orang yang tidak memiliki hati yang buruk. Hanya perlu sedikit saya balik berkomentar :
    1. Bahwa saling mengingatkan sesama kaum mulimin bukan merupakan polemik, bahkan suatu hal yang wajib dilakukan oleh seluruh kaum muslimin agar terjaga kita semua dari kesalahan.
    2. Ketika ktia menasehati sedikitpun tidak ada kebencian, namun justru kasih sayang yang tulus dari hamba yang bodoh dan lemah, kita menasehati sesama muslim karena Allah, mengharap pahala Allah sekaligus bentuk cinta kami, dan kekhawatiran kami terhadap nasib buruk yang akan timbul oleh saudara seagama karena Allah melalui Al-Qur’an dan Lisan Rasulnya banyak mengancam bahwa kesesatan itu akan berakhir di Neraka !!!
    Mungkin ucapan kami ada yang pedas, memekakkan telinga, namun bukan itu yang kami harapkan. Atas keterbatasan ilmu dan kalimat yang dapat muncul dari lisan saya terkadang ucapan kami tidak semestinya, namun itulah bentuk cinta kasih kami sesama muslim. Allah yang Maha Tahu, siapa yang di hatinya memiliki kebencian sesama saudaranya, dan kita berlindung terhadap kebodohan dan sifat buruk semacam ini kepada Allah yang Dia maha memberi hidayah kepada hamba-hambanya.
    3. Menghendaki hidup sendiri tanpa berhubungan dengan urusan orang lain adalah menyalahi fitroh manusia.

  10. Utama September 25, 2007 pukul 5:18 pm

    gampang lah kalo cuma mau tahu yang bener apa yang salah… jangn semuanya merasa benar…. kalo emang pada bener… mending MUBAHALA aja langsung sama yang bersangkutan bila perlu sama Isa Bugis nya sekalian BIARKAN ALLAH YANG MELAKNAT siapa yang salah di AZAB sekalian jangan cuma berani main kucing – kucingan dan menyebar fitnah yang nggak bener….. gampang kan MUBAHALA aja…. aku penasaran mau lihat siapa yang bener nih AYO SIAPA YANG BERANI MUBAHALA????????

  11. UTAMA September 25, 2007 pukul 6:32 pm

    lho kok pada diem sema?????
    sori aku ngga pro sana sini… aku cuma rakyat indonesia yang mau mencari kebenaran.
    mari kita tanya kepada HATI kita yang paling dalam…?
    Siapa Memfitnah Siapa???

    JANGAN TUNGGU LAMA LAGI YA ALLAH…. berilah hidayah ORANG YANG MENYIMPANGKAN AJARANMU DI MUKA BUMI INI… TUNJUKAN PADA KAMI SIAPA YANG BENAR… DAN YANG SALAH…. SEHINGGA TAK TERJADI PERTIKAIAN DI BUMI MILIK MU INI… SUPAYA KAMI TAHU APA YANG KAMI PILIH SUPAYA SEMUA TAHU SIAPA SEBENARNYA SI PEMFITNAH ITU…. TUNJUKANNLAH KEPADA KAMI YA ALLAH…..

    MUDAH-MUDAHAN KAU DENGAR YA ALLAH DOA KU INI DARI SEORANG YANG NGGAK TAHU APA-APA TAPI CINT AKAN ILMU-MU YA ALLAH

    AMIIIN

  12. WONG EDAN September 25, 2007 pukul 6:37 pm

    siiiip dah…

  13. WONG EDAN September 25, 2007 pukul 6:42 pm

    weih nggak fair man ko komentar temen gue di hapus…. wah…wah ketahuan nih siapa yang tukan fitnah dariketidak gentlement nya anda hahahahaha

  14. Abu Salma Mohamad Fachrurozi September 26, 2007 pukul 3:41 am

    Assalamu ‘alaikum kementator semua…
    Bahwa sannya yang benar dan yang semuanya telah dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad kepada

    sahabat-sahabatnya. Sebagaimana firma Allah,

    [16.44] keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,

    Allah mengancam orang yang menyelisihi rasul-Nya

    [24.63] Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

    Maka barang siapa yang menyimpang dari al-qur’an dan penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam mereka pasti tersesat dan terancam dengan azab yang pedih oleh Allah. Bisa berupa azab di dunia seperti bangsa-bangsa terdahulu yang mengkafiri nabinya, bisa juga berupa siksaan yang pedih di yaumul qiyamah.

    Hingga Islam ini sudah jelas, tidak perlu ditragukan lagi berpedoman dengan Al-Qur’an dan penjelasan Rasul Muhammad pada sahabatnya yang disebut Al-Hadits, maka tugas kita belajar dan mengamalkan.

    Tanpa Mubahallah sudah jelas siapa yang benar dan siapa yang salah…

    Allah menjelaskan siapa yang berislamnya benar dalam firmannya :

    [9.100] Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

    Dalam ayat tersebut yang di ridhoi Allah ada tiga golongan :
    1. Muhajirin
    2. Anshor
    3. Orang-orang yang mengikuti mereka (muhajirin dan Anshor) dengan baik.
    Tiga golongan itulah yang diridhoi oleh Allah, ayat ini menunjukkan untuk menjadi muslim yang baik harus mengikuti Muhajirin dan Anshor. sehingga dalam berislam dan menafsirkan Alqur’an kita membutuhkan keterangan-keterangan dari para sahabat Rasul Sahallallahu ‘alaihi wasallam.

    Jadi jika kita beragama seperti itu dengan konsekwen konsekwen (bukan omong tok) insya Allah kita akan dimasukkan ke dalam syurga.

    Semoga bermanfaat.

  15. lala September 27, 2007 pukul 10:17 am

    anda salah besar saudara ABU SALMAH yang terhormat, kenapa saya berani berkata seperti itu????
    karena data yang anda kumpulkan tidak langsung dari sumbernya… anda sama saja dengan memfitnah… sadarkah anda???
    untuk tahu kopi itu pahit anda harus minum kopi dulu….
    dan tidak bisa anda mengambil kesimpulan dari sekumpulan orang yang tidak bertanggung jawab… anda menyimpulkan kopi itu pahit hanya dari ampas kopi sisa orang lain minum…. (itu memang Pahit benar saudara abu)……

    kalo data anda kumpulkan dari abang beca… atau orang ngga tamat SD terus anda ambil suatu kesimpulan… ANDA SALAH BESAR….

    mungkin jalan hidup yang saya pilih ini Salah saudara Abu…. Tapi saya tidak pernah memfitnah pemahaman orang lain tanpa ada data yang bisa saya pertanggung jawabkan DUNIA AKHIRAT…

    dalam shalat saya…. mengerjakn shalat… sama seperti anda..
    tapi bedanya mungkin doa anda lebih mahbul (karena anda benar…. saya sesat???)…
    tapi intinya….. apa salahny kalau saya ingin tahu Arti yang saya baca di dalam sholat…?? agar saya lebih khusu. dan mengaplikasikannya kedalam kehidupan saya sehari-hari…
    terbukti saya memenangkan hidup tanpa mengekploitasi orang lain…. saya bisa bertahan hidup tanpa menyinggung perassan orang lain apa lagi menindas bangsa sendiri…….
    apa bila saya tidak mengerjakan sholat maka sesuai dengan hadist saya akan berlaku kufur…!!!!!!
    apakah ini susai dengan fitnah anda yang mengatakan ajaran isa bugis tidak sholat?????? apalagi ad hubungannya dengan alkaidah…. wah-wah anda sudah memfitnah saudara abu….

    janganlah mengambil kesimpulan dari prilaku pribadi….. karena prilaku pribadi tidak bisa mwakili suatu golongan….. ingat al imanu wayazid wala yankus
    kalaupun arabu asyadu kufron… bukan berarti semua arab atau orang arab… tapi maksudnya pada saat itu jaman jahiliah dan pol fikir bangsa arab saat itu hampir rata-rt kufron….
    anda jangan tersinggung dulu… tapi mestinya cari tah dulu..
    atau tanya langsung dengan isa bugis……. itu sumbernya langsung…. mungkin saya rasa beliau akan membukakan pintu untuk anda, dan berdiskusi….. kalau memang untuk kebenaran….

    sekali lagi saya sanggah pernyataan anda yang benar itu saudara abu sekalian juga buat forum disini bahwa saya tidak seperti yang kalian katakan…. juga apa yang saya pelajari tidak seperti yang kalian kira…… sesat….????

    tapi malah membuka pola pikir saya selama ini… bahwa agama ini bukan lah ajaran turunan dari bapak kakek nenek…. tapi dinul Islam itu suatu penataan yang Luar biasa hebatnya.. Ilmu yang tiada tanding….
    apakah saya sesat???? wallahu allm karena dengan studi Quran ini mudah – mudahan saya tidak gegabah seperti anda saudara ABU SALMA MUHAMMAD FACHROZI… mudah-mudahan anda juga memenangkan hidup anda dengan pilihan anda

    Kasihan anda ini, anda berkesimpulan seperti itu karena anda tidak pernah belajar Islam dengan benar tiba-tiba belajar ISlam dari Isa Bugis ya tahunya ISa Bugislah yang benar….maka kalau bener-bener cari kebenaran datang aja ke Ustadz-Ustadz Salafy insya Allah anda akan tahu Isa Bugis itu konyol (maaf Ya)

  16. rapait Oktober 4, 2007 pukul 2:55 am

    Saya tinggal satu rumah (lebih 3 orang) dengan orang yang bercirikan seperti saudara abu salma jelaskan diatas, bukan berarti saya menjudge mereka pengikut aliran tersebut. Sekali lagi tindak tanduknya sama

    setelah bersama mereka, dalam keseharian mereka dan tamu2 yang terkait ajaran mereka….. semakin…..

    memperkuat saya… untuk… TIDAK sekali lagi “TIDAK MENGIKUTI APA YANG MEREKA JALANI”

    Dengan sholat 5 waktu, yang saya usahakan selalu tepat waktu karena Allah semata yang mengatur seluruh jagad alam ini bukan karena saya mencari syurga dan ternyata itu lebih menenangkan

    Allhamdulillah,

    buku kisah nyata : Jihad Terlarang (kontrversi ya… judulnya, yang penting dalamnya)

  17. Urwah Oktober 4, 2007 pukul 7:41 am

    Membaca tulisan saudara/I Lala, saya benar – benar berhadapan dengan seorang penganut Isa Bugis sejati.

    Typical orang Isa Bugis selalu mengatakan ” Al Quran satu ilmu, Tatanan ilmu tiada banding, dur.

    Lalu cocokah perilaku mereka itu dengan Al Qur’an? Tentu saja tidak cocok kalau dengan pemahaman kita. Lha di dalam Al Qur’an setiap yang beriman itu disuruh shalat. Tapi apa mereka mau shalat? Nanti Mas, sekarang masih fase mekkah. Nanti kalau sudah fase madinah. Lha kapan? keburu sampeyan mati.

    Kalau dengan pemahaman mereka, ya cocok beeng. karena Al Qur’an dipahami menurut setiap orang dari mereka. Saya katakan begitu, karena kalau ditanya setiap mereka tentang suatu ayat, jawaban mereka beda – beda. Walaupu mereka belajar pada suatu kelompok yang sama. Jadi mereka itu memang satu ilmu dalam hal mengarang.

    Dalam satu diktatnya yang ga ada penulisnya apalagi jati dirinya
    mepertnyakan ttg hadits bahwasanya bahasa Arab yang akan dipakai di akhirat, dengan mengatakan bahwa kalau bahasa Arab dipakai nanti Nabi Adam yang bukan orang Arab bakal melongo alias bengong karena ga mengerti bahasa Arab.

    Begitulah kalau mereka terlalu mendewakan akal mereka yang cuma sebesar bola. Semua mesti masuk akal mereka, padahal sehebat apapun akal mereka tidak akan mampu memikirkan semua hal.

    Padahal kalau otak mereka dipakai untuk yang akal mereka mampu untuk menjangkaunya saja, Kalau Allah mampu menghidupkan manusia yang sudah jadi debu dan debunya diterbangkan kesseluruh penjuru angin, kenapa Allah tidak mampu membuat manusia semuanya nanti bisa mengerti bahasa Arab? atau bahasa semut, ikan, kambing atau lainnya? Kenapa tidak bisa? Kalau kalian tidak bisa, jangan kemudian berpikir bahwa Allah tidak bisa melakukannya. Wa huwa ala kulli syain qadir.

    Bagaimana saya bisa tertarik dengan ajaran Isa Bugis? Dari orang – orangnya saja sudah kelihatan ga benernya? Shalat saja ga? Memuji – muji Yahudi setinggi langit dan merendahkan orang Arab. Cara berpakaian wanitanya walaupun berjilbab tapi tapi seperti jilbab artis dengan celana jean cowboynya Amerika.

    Kalau antum mengatakan bahwa tidak setiap orang arab itu kufur, lantas kenapa kemudian orang2 Isa Bugis begitu membenci bangsa Arab? dan segala yang berbau Arab? Bukankan itu wataknya orang Yahudi? yang karena kebencian mereka, mereka kemudian enggan mengakui Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai nabi? Kenapa? Karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam itu orang Arab yang rendah di mata mereka. Dan anda ternyata justru memiliki karakter bangsa Yahudi. Walaupun masih mengakui Nabi Muhammad sebagi nabi tapi emoh mengikuti ajaran2nya, memutar balikkan dan memahami ayat – ayat Alquran semaunya. Yang tidak masuk akal ditolak atau dipalingkan artinya yang kalau diterjemahkan kembali tidak akan sama lagi ayatnya. Alias sudah berubah total.

    Kalau antum tidak mempercayai Nabi Isa lahir tapa ayah (Padahal orang kristen seduniapun mengakuinya) terus begamaina antum mengartikan ayat – ayat yang berhubungan dengan itu? spt tuduhan bangsa Yahudi kepada Maryam bahwasanya beliau sudah berzina karena mempunyai bayi tanpa ada ayahnya dsb?

  18. Urwah Oktober 4, 2007 pukul 7:55 am

    Pernah juga salah seorang dari mereka mempertanyakan jenggot saya, saya bilang, fitrahnya laki laki di seluruh dunia itu berjenggot, orang Jepang, Cina, Arab, Inggris, Belanda, Melayu, Sunda, batak itu normalnya berjenggot. Justru ada kelainan kalau laki – laki itu tidak tumbuh jenggotnya.

    Dan fitrahnya wanita di seluruh dunia itu tidak berjenggot, dan justru anomali kalau ada jenggotnya. Oleh karena itu orang – orang yang mempunyai kelainan (banci) ketika mereka ingin disebut wanita, maka mereka mencukur jenggot – jenggot mereka.

    Juga mereka mempermasalahkan celana ngatung yang aku pakai. Padahal justru mestinya aku yang mempemasalahkan celana jean mereka yang mereka seret seret sampai hitam karena terkena tanah dan kotoran lain.

    Begitulah akhirnya yang batil jadi hak yang hak jadi batil di mata mereka.

  19. aburifqi Batam Oktober 22, 2007 pukul 4:46 pm

    Untuk para pengikut Qiyadah Islamiyah saya penasaran dan pengin bertanya. antum kan masih shalat di malam hari yaitu shalat lail, bagaimana kaifiyat atau tata cara shalat kalian?
    Jika anda shalat dengan kaifiyat sebagaimana kaum muslimin shalat maka
    berarti anda telah membantah prinsip anda sendiri yaitu ingkarussunnah karena kaifiyat shalat kaum muslimin berdasar pada hadits shahih dari Rasulullah ” Sholluu kamaa roaitumuunii ushollii” shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Yang pada akhirnya gerakan-gerakan shalat bersumber dari banyak sekali hadits. Jika kaifiyat shalat antum berbeda dengan kaum muslimin maka saya pengin tahu seprti apa dan dalilnya.

    Yang kedua Kalian kan memakai referensi dan berdalil dengan Al-Quran sebagai masterbook, terus selama ini untuk kajian anda yang dipakai mushaf yang mana, Utsmani, standar indonesia atau yang lainnya? Kalau anda memakai mushaf yang kebanyakan dipakai kaum muslimin maka juga anda membantah prinsip anda yang ingkar sunnah karena Quran mushaf Utsmani dikumpulkan melalui periwayatan banyak sekali shahabat di zaman kekhalifahan Utsman yang berarti menurut anda tidak bisa dipercaya karena melalui periwayatan manusia. Jika anda memakai mushaf yang berbeda dari kaum muslimin maka saya pengin tahu mushaf apa dan terbitan dari mana?

    Antum juga menetapkan fase-fase perjuangan “mengikuti ” fase-fase perjuangan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa salllam. fase-fase ini info atau sejarahnya antum dapat dari mana, kitab-kitab sirah umat islam kah? dari yang di tulis kaum kafir kah? atau langsung dari “rasul” anda? Jika anda mengatakan bahwa dari sirah yang ditulis para ulama maka prinsp anda sekali lagi anda langgar sendiri karena kitab sirah para ulama selain berisi dalil dari Al-Quran juga berdalil dengan Al-hadits. Jika anda mengambil info dari keterangan orang kafir berarti anda mengambil informasi bukan dari pemilik sejarah yang artinya bisa di tulis berbeda dengan actualnya karena jelas mereka bukan orang islam. Kalau anda mengambil dari “rasul anda” maka saya pengin tahu “rasul anda ” mempelajari dari “wahyunya” atau dari kitab sirah juga.

    Terimakasih atas jawabannya nanti dan di tunggu karena saya lagi penasaran.

  20. budi andrian Oktober 25, 2007 pukul 5:36 am

    buat pemimpin al-Qiyadah al-Islamiah
    1. anda boleh mengajarkan agama baru tapi jangan pakai nama islam karena arti islam sendiri anda tidak paham ,
    2. kalau mimpi anda anggap tahnust yang menyatakan anda seorang rasul sesudah rasululah muhamad saw maka anda adalah seorang bodoh yang diperdaya iblis.
    kalau anda mengangap bahwa mimpi anda adalah petunjuk lalu anda melaksanakan hal yang termakhtup dalam mimpi tersebut maka saya bertanya kepada anda:jika kemarin malam saya bermimpi mendapat perintah untuk membunuh anda apakah saya harus melaksanakan juga?
    Lebih baik anda ganti nama ajaran anda dengan nama AL TIADA .

  21. pecinta_rasul Oktober 26, 2007 pukul 3:27 am

    saya mencintai rasullulah,,dan saya percaya bahwa nabi muhammad utusan Allah SWT,,dan saya percaya pula beliau adalah rasul Allah yang terakhir dan diberi mukjizat oleh Allah,,,,al qiyadah adalah aliran yang sangat sesat,,,semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang lurus,,,Amin

  22. robby Oktober 26, 2007 pukul 12:24 pm

    kok mirip ma NII ya aliran al-qiyadah al-islamiyah, Orang2 yg masuk sini mah orang2 yg males beribadah

    Tidak juga saudaraku, memang benar sebagian mereka setelah masuk alqiyadah menjadi tidak sholat, namun pada dasarnya mereka suka beribadah,bahkan mereka mengikuti ajaran ini karena menghendaki beribadah dengan sebenar-benarnya yaitu menjadikan Islam sebagai sistem hidup yang komprehensif meliputi ekonomi,politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Dengan sistem Islam itu mereka mengharapkan kejayaan ummat Islam dimata dunia. Sederhananya mereka yang mengikuti Qiyadah adalah pemuda-pemuda yang sebenarnya perduli dengan kebenaran, namun sayang mereka belajar kebenaran dari orang yang tidak mengerti kebenaran itu sendiri.
    Oleh karena itu jangan kita maki-maki pengikut mereka, mereka anak-anak yang polos, lugu, bersemangat namun tersesat. Lebih tepat jika kita mengkasihani mereka.
    Semoga Allah menunjuki jalan yang lurus kepada kaum muslimin

  23. Cahaya Oktober 27, 2007 pukul 11:45 am

    Ya Allah, berilah pencerahan kepada mereka yang telah sesat dijalan-Mu dan Rasul-Mu Muhammad SAW.

    Wahai saudaraku yang sudah terlanjur mengikuti ajaran sesat dan menyesatkan ini, ingatlah, ISLAM ITU SUDAH SEMPURNA, dan tidak diperlukan lagi Nabi setelah kenabian Muhammad SAW.

    Janganlah menafsirkan Ayat-ayat Al-qur’an seenak perut anda. dan bagi Rasul Palsu Anda Al-MAsih Al-Mawud Ahmad Moshaddeq Laknatullah, kalau mau terkenal jangan merusak Islam donk. Kalau nama Anda ingin terkenal jangan ngaku-ngaku Rasul Donk.

    Anda bertapa di Villa?, baru tau gue kalau ada orang bertapa di Villa dapat wahyu lagi… Wahyunya Iqra’ lagi…hahahaha…(maaf saya ketawa..hahahha) Anda mau niru-niru Rasulullah SAW, udah deh nggak level….

    Cepat-cepat tobat dech…. kalau anda masih keras kepala ya udah rasakan enter azab dari Allah, meringkuk didalam jeruji besi… masuk neraka lagi…. wiiii ngeri dech…..

    cepat pak tobat dech…..

  24. Cahaya Oktober 27, 2007 pukul 12:06 pm

    Buat Pak Al-Masih Al-Mawud alias Pak Ahmad Moshaddeq alias Haji Salam (Haji beneran nggak ya atau cuman nama),,, saran saya,,, Cepatlah Bertobat…. Bapak Sudah Tua, sudah Bau tanah jangan buat sensasi…. Ya Cepat Taubat lah pak mudah-mudahan masih diterima taubat bapak, walaupun sudah mendapat predikat “Laknatullah” cobalah untuk bertobat ya pak..

  25. aburifqi Batam Oktober 28, 2007 pukul 1:28 am

    akhii kok koment ana sebelumnya statusnya kok waiting for mderation terus yach. Apa kurang layak kali yach? Kalau memang menurut akhii kurang layak ya udah la ba’sa. Ana cuman penasaran aja yang lain kok muncul tapi punya ana kok enggak.

  26. Al-masih Al ma'uud Oktober 28, 2007 pukul 12:29 pm

    UNTUK SEMUA PENGIKUT KU…

    Assalamua’alaikum..
    HARI INI KUSERUKAN KEPADAMU SKALIAN , TINGGALKANLAH AJARAN YANG SELAMA INI AKU AJARKAN, KEMBALILAH KEPADA ISLAM YANG SEBENARNYA YAKNI ISLAM YANG DIRISALAHKAN MELALUI MUHAMMAD.. SESUNGGUHNYA SELAMA INI AKU TELAH BERDUSTA KEPADA KALIAN SEMUA. SEMOGA ALLAH MERAHMATI ..

    Wassalamu’alaikum…

  27. boa Oktober 28, 2007 pukul 11:45 pm

    cepet tobat, sebelum ada team yang akan melibas ajaran al qiyamah tersebut. dijaman para sahabat yang paling getol melibas ajaran palsu tersebut mulai dari khalifah abu bakar sampan umar bin khatab…..cepet tobat ,,, sebelum ada team yang melibasa ajaran sesat tersebut……..

  28. Cinta Islam Oktober 29, 2007 pukul 8:06 am

    Assalamu ‘alaikum
    Tampaknya sudah panas bgt nih pembicaraan.
    Saya hanya ingin menegaskan pernyataan anda (peneliti_kitab_allah ) yang mengatakan “Mengapa Muhamaddiyah, NU, dll, tidak sesat, sedangkan, kepercayaan anda dianggap sesat? ”
    Jelas saya bilang Muhamadiyah, etc tidak sesat karena mereka tidak keluar dari koridor Islam Ahlussunnah wal jama’ah. Rukun Islam, Rukun Iman sama, yang ada hanya masalah kilafiyah, tidak sampai ke masalah Tauhid…… Sedangkan anda sudah melenceng jauh……. Semoga anda segera bertobat.

  29. ubuntu_cirebon Oktober 29, 2007 pukul 8:56 am

    Sebenarnya inti dari aliran2 sesat tersebut adalah kemalasan, Malas solat, malas puasa, pelit zakat, sayang buang biaya untuk haji, Saya muslim awam ikhlas solat, zakat, haji, tinggalkan semua kemalasan, hentikan bergaul dengan dunia selain dunia manusia, disitu syaitan bisa mengaku tuhan, malaikat dan segalanya kalo anda lemah…ya kaya Bos Al qiyadah itu hasilnya….dibisikin Syaitan langsung ngaku nabi

  30. adi kusno Oktober 29, 2007 pukul 1:56 pm

    ane dah nulis comment berkali-kali tapi koq, di hapus terus sich!!! curang ente abu salma!!!! coba tampilkan tulisan ini kalo ente merasa bukan tukang fitnah!!!

    ane cuma minta petanggung jawaban & komitmen omongan ente yang ente udah di sebar ke berbagai blog!!!!

    kalo emang menurut ente-ente dakwah Alquran menurut sunnah Rasul yang di bawa ISA BUGIS itu adalah SESAT,
    ayo coba ente-ente semua tantangin ISA BUGIS buat melakukan MUBAHALAH!!!

    kita berjabat tangan kita memohon laknat & azab ALLAH, bagi siapa diantara kita yang telah berlaku sesat terhadap ajaran ALLAH!!! (ali imran 61)

    mari kita berhakim langsung kepada ALLAH , satu-satunya HAKIM KEHIDUPAN yang paling objektif di muka bumi ini,
    biar ALLAH yang menentukan!!!!
    ente-ente ape kite-kite yang pada sesat????!!!!
    gak usah kita kita berhakim sama MUI, apalagi fatwa-fatwa ulama-ulama yang sok pinter!!!
    kayak ente ABU SALMA AL KADZIB!!!!!
    hasilnya udah pasti bisa di tebak!!!!!!

    ayo…..!!!!! siapa saja dech, tukang-tukang fitnah, penentang dakwah Alquran menurut sunnah Rasul, dsb nya

    kalo ente memang manusia-manusia yang bertanggung jawab dan punya komitmen terhadap omongan ente masing-masing!!!

    mari kiita MUBAHALAH….!!!!!!

  31. rakhmat Oktober 30, 2007 pukul 12:36 am

    iya nihc, pak haji salam,…. masa mau kaya merauk keuntungan atas pembayaran penebusan dosa. Misalkan saja, Kalau 1 orang yg tidak sholat harus bayar 2.5KG setiap waktunya, maka bila orang itu tidak sholat 5 waktu maka akan bayar 12.5 KG atau setara dengan Rp. 56.250 (1KG= Rp. 4500). Dari 1 jemaat Rp.56.250 kalau ada 1000 pengikut sama dengan 56.250.000.- waduh makin banyak orang ngak sholat makin kaya dong anda.
    Aduh, bos,… ini mah kaya zaman kerajaan jahiliyah, mesti bayar upeti. Enak di anda ngak enak di umat. Emangnya anda tuhan, yang bisa nyediain surga. hehehe,… CUCIAN DEHC LO,…

  32. ayah bila/simalingkar medan Oktober 30, 2007 pukul 12:48 am

    saya himbau..
    – agar anda cepat bertaubat, sebelum anda mati, anda akan menyesal selama-lamanya di neraka kelak kalau anda tak bertaubat secepat, saya anjurkan anda menarik kembali perkataan anda yang anda bilang bahwa anda adalah nabi, cepat masih anda waktu sebelum ajal menjemput anda. saya yakin anda itu stress, anda ingin terkenal, anda itu gila dihormati.
    akhirnya cepatlah bertaubat…, cepatlah minta ampun kepada Allah Swt. selai ada waktu…
    medan..

  33. abu syaddad Oktober 30, 2007 pukul 1:57 am

    ASsalamu’alaikum
    buat para pengikut al-qiyadah …. Saya mohon maaf, saya yakin se yakin-yakinnya bahwa anda bisa mengikuti aliran yg dibawa Ahmad Mukadzdzib (bkn Mushoddiq), karena anda sebelumnya jarang atau bahkan mungkin tidak pernah mengkaji al-qur’an dan al-hadits. Anda belajar al-qur’an baru kali ini kan stlh kalian ikut aliran itu ? atau yang kedua …kalian tak pernah belajar islam secara menyeluruh, dan kalian tak tahu sedikitpun tentang para ulama apalagi shahabat2 nabi…apa kalian akan mempelajari islam yg tak jelas sandaran/ sanad nya ? atau mungkin kalianpun tak pernah tahu apa itu sanad ??? Pantesan Al-Imam As-Syafi’i pernah berujar, bahwa ilmu itu adalah yang di dalamnya terdapat perkataan haddatsanaa (ngerti gak ya pengikut aliran ini ttg kata2 ini), kalo gak ngerti, ya itu tadi, mendingan kembali bersilaturahmi dan bertanya lebih jauh tetntang islam kepada ahlinya..siapa dia ??? , maka tanyalah orang yang memiliki ilmu, yang belajar kitab-kitab warisan para ulma terdahulu, karena merekalah yang mengalirkan ilmu dari sumbernya, Rosululloh Sollallohu ‘alaihi wa sallam. Maaf kalo kata2 sy agak kasar, sebenarnya kami mencintaimu wahai orang2 yg mengikuti aliran sesat…sadarlah, tanyalah, berdiskusilah dengan orang yang lebih faham masalah al-qur’an …Wassalamu’alaykum warohmatulloh wabarokaatuh

  34. NAUFAL_DSFOSI98 Oktober 30, 2007 pukul 12:31 pm

    ISLAM itu indah, sejuk dan memberi petunjuk dengan kebaikan. “TUNTUNAN” nya sudah sempurna, namun kita butuh “TAMPILAN” umat yang juga sama indahnya dengan ” TUNTUNANNYA”.
    Rasullullah saw pernah menolak pada Jibril untuk membinasakan satu kaum yang menolak ajaran dan senantiasa mencaci Rasul. Kenapa??, karena Rasul saw menginginkan pengajakan pada kebaikan dengan cara yang begitu santun dan elok untuk ditiru dan dilihat.
    Saya sedang tidak bersemangat untuk menghakimi siapapun tetapi hendaknya siapapun anda dan siapapun kita, berpikir lebih bijak bertindak lebih strategis dan mulai menanggalkan cara pikir sporadis, tindak kekerasan dan tidak terukur yang secara tidak sadar menampilkan pada khazanah publik, Islam yang tidak lagi indah menyejukkan.
    Teruntuk siapapun anda yang Muslim;
    Ada orang yg tdk pernah lihat bentuk ” bola sesungguhnya ” dan ketika ia disodorkan bola yg berbentuk kotak, mungkin mereka meyakini bola itu memang kotak. Dan mereka akan mati-matian membela, berdebat dan meyakini bahwa bola itu memang kotak. Kemudian saya, anda atau kita semua ramai2 berdebat membahas ttg bola kotak itu. Kita lupa bahwa bola sesungguhnya luput kita kenalkan. Mungkin…, mengajak mereka bermain bola dgn menggunakan bola berbentuk bulat akan lebih efektif ketimbang kita mencaci, berdebat tak ada ujung ttg bola kotak itu. Sayangnya .., saya atau kita semua belumlah pernah mengajak mereka untuk bermain sepakbola dgn bola bulat yang sebenarnya lebih enak untuk digunakan.
    Kita lebih senang untuk mencaci, menghina, merusak atau membakar.Tetapi kita senantiasa luput untuk senantiasa berbagi, memberikan pengajaran yang benar dan baik, memberikan tuntunan, menampilkan tauladan dan menggunakan cara-cara pendekatan yg santun kepada siapapun yg sedang mencari setetes air kebenaran.
    Terlampau banyak energi ummat dan negeri ini yang terbuang sia-sia hanya untuk melakukan ” HAL ITU “, sementara nun jauh disana iblis-iblis durjana sedang tertawa liar dengan kebodohan kita semua. Ahmad mussadeq, saya dan mungkin kita semua telah melakukan suatu kekeliruan dalam memahami sesuatu hal dan menyikapi sesuatu hal. Saudaraku Mussadeq telah melakukan kekeliruan dalam memahami sesuatu hal dan mungkin kita pula telah keliru dalam menyikapi sesuatu hal.
    Teruntuk para mujahid dan mujahidah sudah nampak dihamparan anda semua, suatu kondisi keislaman yang tidak lagi ideal bagi anda. Tugas saya, anda dan kita semua menata kembali bangunan akidah lebih kokoh, lebih cendekia, lebih moralis dan lebih beradab.
    Teruntuk para pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah;
    Mungkin saja, saya tidak lebih baik dibanding anda semua. Saatnya kita untuk berpikir lebih jernih, lebih logis, didasarkan pada keilmuan yang memadai dalam meyakini dan mengakui sesuatu hal. Menafsirkan ayat – ayat Allah SWT lebih dalam yg jauh dari nafsu dan pengkultusan pada seseorang yang bisa jadi tidak layak untuk dikultuskan. Saya ingin berusaha mengerti anda semua, sama dalamnya ketika saya berusaha mengerti tentang Agama saya sesungguhnya.
    Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah Rasul junjungan dan suri tauladan kita.
    Maafkan saya jika kalimat yg tidak santun.
    Wassalam

  35. musafir Oktober 30, 2007 pukul 2:24 pm

    Islam sudah sempurna, jangan diragukan lagi
    Bagi yang meyakini risalah selain Islam, jangan gunakan nama Islam karena Isalam hanya satu, yaitu Islam yyang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW
    Semoga Alloh memberi petunjuk kepada kita

  36. aboezaid Oktober 30, 2007 pukul 11:33 pm

    salam kenal kunjungi blog ana

    http://salafiyunpad.wordpress.com

    moga bermanfaat
    semoga antum dan kita semua tetap istiqomah
    barokallahu fiikum
    wassalaamu’alaikum

  37. ana bin aba ana Oktober 31, 2007 pukul 8:09 am

    Mr. Al mawud, tiap2 rasul punya kitab n brand agamanya sendiri. kalo dienul islam itu udah trade marknya Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alihi wa sallam jadi kalo anda ngaku2 rasul harus kreatif dong jangan bawa2 al-islamiyyah. silahkan ngaku rasul baru tapi harus bawa brand baru selain islam. tapi kayaknya anda harus di training dulu di al wail supaya bisa ngajakin jamaah anda ke al wail juga……..btw kumisnya ketebelan tuh (mending jadi iklan penumbuh kumis aja wekekekekkkkkk)

  38. satrio Oktober 31, 2007 pukul 9:07 am

    Hoalaaaah mboh dan gak eruh. RuweeeeeeeeeT…!!!!!

  39. Rohman Oktober 31, 2007 pukul 9:51 am

    klo menurutku Al-Qiyadah islamiyah tu gak kreatif, kalo memang bikin konsep keagamaan baru ya jangan Niru /Mbajak miliknya orang. dalam islam tu ud jelas ALLah tuhannya dan Muhammad Rosulnya jangan diganti-2. kalo masih tetep pengen ganti ya jangan pake istila Islam. tu nyatanya Gak Cerdas!

    oh ya Jangan merusak Pemahaman Orang yang sudah Mapan, kalo anda dituduh SESAT ya pantas. lawong gk kreatif, ber-Islam tapi anda Menyelewengkan. Lawong Mbajak Lagu saja dilarang apalagi Membajak AGAMA…? tul gak ..?

  40. habib Oktober 31, 2007 pukul 2:50 pm

    hai orang-orang seat BERTOBATLAH!!!

  41. IPNU Batang Oktober 31, 2007 pukul 3:34 pm

    Perkuat ASWAJAnya….
    biar nggak katutan aliran sesat!!!!

  42. PMII Pekalongan Oktober 31, 2007 pukul 3:39 pm

    makannya kalo bobo’ berdoa dulu..
    biar nggak kayak Abu Salam (Qiyadah Al Islamiyah)
    Mimpi aneh-aneh pake disebarin.
    kalo pengen terkenal ikutan Casting/Audisi dong!!
    biar nggak NGAWUUUR…………….

  43. PMII Pekalongan Oktober 31, 2007 pukul 3:57 pm

    sesat!!!!!!!!!!!!!!!!

  44. PMII Pekalongan Oktober 31, 2007 pukul 4:05 pm

    bertobatlah….

  45. pakdhe"" Oktober 31, 2007 pukul 4:07 pm

    mbok wisss… tobat

  46. Urwah November 2, 2007 pukul 8:13 am

    Qiyadah al Kufriyah sudah dilarang dan RasuluSyathonnya dah ditangkap. Kapan ya Isa Bugis??

  47. mas Iful November 2, 2007 pukul 1:54 pm

    assalamu’alaykum warohmatulloh wabarokaatuh

    PENGUMUMAN

    Haji Salam/ Ahmad mushadeq sang Nabi Palsu menyerahkan diri pada Polisi, takut dimasa kali! ato baru saja mendapat wangsit begini ” Berlindunglah kepada Polisi dari gorok kaum muslimin” ha ha Nabi nyleneh yang biasa mendewakan akal ya gitu dech. Berlindung ke Polisi mungkin dianggap lebih masuk akal dibanding ke Alloh kali, Bukankah Nabi dan Rosul itu seorang hamba yang pilihan, sehingga Doanya pasti diijabah saat itu pula oleh Alloh, kalo yakin ajaranya benar kenapa takut? eeeeeeee ternyata keok, takut di bubuti brengose oleh masa. Begitulah Alloh menunjukkan kepada kita semua yang benar itu benar dan yang salah itu salah, masihkah engkau saudara-saudaraku pengikut Al-qiyadah beriman kepadanya (Ahmad Mushadeq), bertaubatlah kembali ke Ahlusunah waljamaah (islam haqiqi) sebelum ajal menjemput. Anda terkena tipu daya Iblis gunung Bunder. Belajarlah ilmu Agama dari Ahli Masdjid bukan ahli wangsit dari vila.

  48. Kiamat Sudah Dekat Seri=10 November 2, 2007 pukul 9:35 pm

    Segalanya sudah FINAL dan TERANG, antara kebenaran dan kebatilan, antara kejujuran dan kebohongan, tidak ada lagi yang perlu dipertentangkan. Kecuali, bagi orang2 yang menjual agamanya dengan harga sangat murah. Allah menurunkan AL-QUR’AN melalui JIBRIL kemudian disampaikan kepada Muhammad Rosulullah (orang yang buta huruf), dan beliau mengajarkan kepada umatnya secara rinci didukung dengan perbuatan dalam kehidupan sehari2 dan dengan hadis2nya.

    “Kami tusunkan Al-Quran kepadamu dengan membawa kebenaran, untuk membenarkan dan mengoreksi kitab yang sebelumnya. ” (QS 5:48)

    “Tiap-tiap umat memiliki kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS 2: 148)

    “Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar perkataan yang pasti, dan bukan merupakan permainan.” (QS 86:13-14)

    “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu (muhammad) agar engkau menjelas­kan kepada manusia apa ynng telah diturunkan kepada mereka.” (QS 16:44)

    “Apa yang dibawa oleh Rasulullah, ambillah, dan apa yang kamu dilarang olehnya, tinggalkanlah.” (QS 59:7)

    “Kami tidak mengutus seorang Rasul pun kecuali agar ditaati dengan izin Allah.” (QS 4:64)

    “Dialah yang mengutus kepada orang-orang yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka (muhammad), yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan Al-Quran dan hikmah kepada mereka.” (QS 62:2)

    “Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang Al-Quran sampai kepadanya.” (QS 6:19)

    “Atau mereka mengatakan: ‘Muhammad membuat-buatnya.’ Sesungguhnya mereka tidak beriman.” (QS 52:33)

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah akan memberikan dua bagian rahmat-Nya kepadamu dan menjadikan cahaya bagimu, yang dengan cahaya itu kamu berjalan.” (QS 57:28)

    “Orang-orang yang mengikuti Rasulullah, seorang Nabi yang ummi, yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Menyuruh mereka untuk mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka mengerjakan yang munkar. Menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka. Dan menghilangkan beban-beban dan belenggu­belenggu yang ada pada mereka. ” (QS 7:157)

    “Apabila mereka bertobat, mendirikan salat dan membayar­kan zakat, maka mereka menjadi saudaramu dalam agama.” (QS 9:11)

    “Barangsiapa rnencari agarna selain lslarn, maka tidak akan di­terima. ” (QS 3:85)

    Yang dapat dipahami dari ayat-ayaf ini ialah bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah orang yang menjelaskan bagian-bagian dan perincian syariat, dan dialah yang diajari tentang Al-Quran oleh Allah.

    Semoga kita tidak masuk golongan yang “suka menfsirkan AL-QURAN dengan membabi buta” semoga kita di dunia tidak dilumat oleh aparat dan umat, tidak di hujat sbg pengkianat, dan semoga ketika sekarat tidak disendat2 keluarnya nyawa oleh malaikat maut.. semoga diakhirat bisa selamat. AMIN.

  49. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 4, 2007 pukul 4:12 am

    Assalamu ‘alaikum
    Anak-anak qiyadah semoga Allah memberi hidayah kepada kalian…!
    Alhamdulillah saya telah menulis postingan baru, baca ya…! agar dapat petunjuk.
    Klik aja : http://abasalma.wordpress.com/2007/11/03/sadarlah-pengikut-qiyadah/

  50. s1n6a November 5, 2007 pukul 6:36 am

    Saya bingung antara judul dengan isi comment yang di submit. Kok terkesan adanya ketidaksukaan (dendam) dari ahlusunnah terhadap “isa bugis” ?
    Dan parahnya lagi kok, rekan2 dari ahlusunnah sudah apriori (cendrung memfitnah) kalau al-Qiyadah adalah “Isa Bugis”.
    Dengan hanya membaca komentar ini saja, saya sudah dapat menilai yang mana dari rekan2 ini yang berkomentar dengan diliputi apriori (cendrung dendam) dan tanpa fakta (hanya menurut gurunya/ ustadznya saja).
    Kenapa kok saudara/saudari Lala yang dalam komentarnya, menurut saya tidak ada salahnya, begitu bertubi-tubi di salahkan yang karena dianggap pengikut “Isa Bugis”. Jadi yang dilihat “Isa Bugis”-nya bukan isi komentarnya.
    Coba rekan2 lihat tayangan2 atau sepak terjang para artis di televisi melalui sinetron dan acara2 infotainmentnya ! mereka tidak pernah dianggap sesat bahkan tidak dikeroyok masa padahal apa yang mereka lakukan dapat merusak akidah umat islam dali level anak2 sd orang dewasa.
    Coba bandingkan dengan sepak terjang mereka yang mencoba mencari kebenaran karena “apa yang ada” saat ini dirasakan tidak dapat menjawab segala persoalan hidup.
    al Qur-an dan Sunnah Rasul (hadits) sudah menegaskan bahwa “Islam Ya’luu wala yu’laa” (islam diatas segala2-nya, yang salah pernyataan al Qur-an dan Sunnah Rasul atau Umatnya yang terlena yang tidak mau mengkaji secara detail dan mendalam.
    Malah cendrung puas dengan terjemahan, tanpa mau mengkajia dan menguasai isi dan bahasa al Qur-an karena merasa “nantinya juga bisa sendiri, karena kuun faya kuun”.
    Selalu menutup mata terhadap berbagai ketidak sesuaian dengan al Qur-an dan Sunnah Rasul (asalkan tetap mengaku pengikut ahlusunnah wal jamaah).
    Coba lihat bagaimana sepak terjang NU, Muhammadiyyah, Pemerintah Arab dalam menentukan 1 Ranadhan & 1 Syawal yang selalu membingungkan umat. Tapi mereka selalu mendapat legalitas untuk berbuat seperti itu dan kita selalu menutup mata, karena masih mengikuti ahlul sunnah wal jamaah.

    Jadi timbul pertanyaan saya: Islam itu Ahlusunnah Wal Jamaah apa Diinullah ?
    Kenapa yang menentukan sesat atau tidaknya didasarkan kepada sebuah tatanan yang sudah ada (ahlusunnah wal jamaah) yang berdasarkan fakta sudah tidak bisa lagi menjawab problematika kehidupan yang ada, bahkan tidak bisa membuktikan bahwa Islam diatas segala2-nya termasuk diatas Amerika Serikat ?

    Coba tengok sejarah. Setelah keruntuhan Madinatul Munawarah yang dipimpin oleh khalifah Khulafaurasidin, ibukota yang ditetapkan oleh rasulullah yaitu madinah di pindah ke damaskus. Sistem pemerintahan yang di tetapkan oleh rasul, dengan sistem kehalifahan diganti menjadi kerajaan/ dinasti dan lebih farahnya lagi sistem pergundikan dikalangan istana umayah makin meraja lela.

    Sebelum keluar dari jazirah Arab, al Qur-an dan Sunnah Rasul sudah mati disembelih oleh Dinasti Umayyah & Abasiyyah.
    Apakah al Qur-an dan Sunnah Rasul yang kita terima saat Ini adalah masih sesuai dengan yang Rasul Muhammad dan Khulafaurasidin sampaikan ? atau sudah disembelih & di acak2 oleh para penguasa arab saat itu untuk mendukung politik sistem kerajaan mereka ?

    Back to al Qur-an dan Sunnah Rasul, kuasai matan, makna & bahasanya.
    Don’t back to Golongan/ Aliran yang akan membawa kita kepada arus kepentingan golongan tersebut yang ujungnya kita hanya dijadikan kayu bakar kepentingan tersebut.

    Untuk menjelaskan kebingungan anda ini tidak cukup dengan beberapa artikel, apalagi alenia. Kita perlu banyak bicara, sehingga ketidak fahaman anda dapat terobati minimalnya sedikit tersingkap. Saya selalu membuka diri untuk berkomunikasi bersilaturahmi, mudah-mudahan bermanfaat.
    Anda dapat berkunjung ke rumah : Jl. Jambu 716 Maoslor Kec Maos Cilacap. No HP. 081804842328.
    Barokallahufikum semoga bermanfaat.

  51. rizky November 6, 2007 pukul 4:21 am

    mau ikutan nich

  52. rizky November 6, 2007 pukul 4:40 am

    setuju dg saudara s1n6a

  53. kapten November 6, 2007 pukul 5:36 am

    abu salma belajarnya ampe mana sih kok nyangkutin ajaran isa bugis ma ajaran al qiyadah, emang abu salma dah pernah ketemu isa bugis? dah pernah tahu ajarannya gimana? jangan cuma tahu Z nya doang dong A-Y juga harus diselidiki dong! abu salma belajar tata bahas sampe mana? awas lho fitnah lebih kejam daripada pembunuhan< lho

  54. rizky November 6, 2007 pukul 11:05 am

    saudara abu yg terhormat mungkin anda belajar ttng isa bugis dari guru yg salah, yg saya dapat, shalat itu wajib dan lebih khusu dari shalat yg kebanyakan orang lakukan bahkan dari wudu saja sudah khusu tidak boleh bicara lagi langsung shalat karna whudu itu pintunya/ pembuka shalat. hati2 saudara abu anda sudah memfitnah orang lain dan menganggap aliran paling benar. Mungkin benar yg dikatakan saudari Lala anda belajarnya dari orang2 yg salah.

    Atas takdir Allah saya telah belajar faham Isa Bugis paling tidak dari tiga orang guru.
    1. Bapak Sulaiman tinggal di Weleri Kendal (Waktu itu saya masih SD sampai SMP)
    2. Bapak Abrosyia Masykur d.a Desa Gondang Kecamatan Cepiring Kendal, Tidak sampai selesai dari semua materi yang beliau sampaikan sebab beliau di Cut /di Putus Hubungannya (di boikot) dengan Isa Bugis karena dianggap tidak loyal, demikian berita yang tersebatr waktu itu di kampung saya. Perlu diketahui bahwa Pak Masykur adalah murid Isa Bugis yang paling potensial di Jawa Tengah dakwah beliau sampai Cilacap tempat saya sekarang tinggal. Saya menilai sepinya dakwah Isa Bugis di Jateng juga disebabkan langkah Isa Bugis putus dengan Pak MAsykur. Sampai sekarang ini Pak Masykur masih mendakwahkan ajaran Isa Bugis walaupun tidak berhubungan dengan Isa Bugis.
    3. Dari Kakak ipar saya Drs. Abu Masruh (Alumni IAIN Jogjakarta) menamatkan : Pengantar Iman, Pengantar Sholat, Idul Fitri kembali kepada sistem Zakat, Tata Bahasa Alqur’an (tidak sampai selsesai karena sulit).

    Dari ketiga guru tersebut memang semuanya melakukan sholat, namun ada catatan sedikit :
    1. Saya mendengar Pak Masykur berkata, ketika dia datang ke rumah Isa Bugis di Bulan Ramadhon bertepatan dengan buka (watu Maghrib, peserta pengajian pada berbuka dan melakukan sholat, namun Isa Bugis sendiri tidak berbuka (karena tidak berpuasa) dan tidak mengikuti sholat bejamaah (karena memang tidak sholat).
    2. Mudzakir teman saya waktu ngaji dengan kakak ipar saya ditugaskan oleh kakak mengikuti pembekalan dan menyelesaikan proyek Isa Bugis di Jogakarta, akhirnya pulang lebih awal karena semua peserta tidak sholat kecuali dia sendiri dan 1 atau 2 teman. Bahkan ketika dia melakukan sholat hampir semua peserta mencibir. Kemudian Mudzakir pulang komplain dengan kakak saya, dan ternyata kakak sayapun diam tak mampu menjelaskan. Sejak saat itulah MUdzakir tidak ikut ngaji ladi.
    3. Memang dalam pengajian-pengajian tidak disebutkan bahwa sholat tidak wajib namun jika dicermati dengan teliti faham Isa Bugis adalah tidak mewajibkan sholat bagi pengikutnya karena dia lebih menekankan kepada ratilil qur,ana tartila di waktu malam, dan nanti ketika kaum muslimin imannya telah benar, qur’an menurut sunnah rasul telah tegak barulah sholat dilaksanakan. Akibat dari pengajaran seperti ini adalah banyakpengikut Isa Bugis tidak sholat kecuali yang dirahmati oleh Allah, dan yang sholatpun saya yakin jauh dari tuntunan NAbi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena Isa Bugis sendiri tidak pernah mengajari tatacara sholat sebagaimana yang diajarkan oleh ulama-ulama Islam melalui hadits-hadits RAsulullah. (emua saksi masih hidup, kecuali kakak saya Abu Masruh semoga Allah mengampuni dan merehmatinya)

    Begitulah sekelumit yang dapa saya jelaskan dalam waktu yang singkat ini. Semoga bermanfaat.

    Saya tekankah di sini, perlu bagi kita untuk belajar Islam ini dengan benar mengikuti para ulama yang membawa Islam, membawa Al-qur’an dan membawa hadits-hadits yang shohih kepada kita semua.
    Jangan mengikuti ajaran baru Isa Bugis atau selainnya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda Wa iyyakum bil muhdatsatil umur, wa inna kulla muhdatsatin bid’ah, wa kulla bid’atin dholallah wa kulla dholalatin fin naar.

    Dan sudah jelas bagi saya (walhamdulillah) bahwa ajaran Isa Bugis adalah Ajaran baru, tidak memiliki sumber dari manapun kecuali dari Isa Bugis itu sendiri. Dan telah nyata bagi kita perkara seperti ini adalah sesat menyesatkan. Semoga Allah memberi petunjuk bagi kita, Isa Bugis dan seluruh kaum muslimin kepada Islam yang benar (secara menyeluruh) yang pernah diamalkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Amin

  55. Andreas Feliciano November 7, 2007 pukul 4:15 am

    Wahai Kaum Muslimin dan Muslimat semoga Allah SWT senantiasa Melimpahkan Kesejahteraan Kepada Jungjunan kita Nabi Muhammad SAW.

    Ingat saudara2ku yang masih berpegang teguh kepada BUHUL ALLAH Al-Qur’an dan Sunnah Rosul Nabi Muhammad SAW…..
    Tujuan utama aliran sesat Al-Qiyadah Al Islamiah sudah jelas:

    MENGHANCURKAN UMAT NABI MUHAMMAD…. INGAT SAUDARAKU TUJUANNYA ADALAH MENGHANCURKAN UMAT MUHAMMAD, UMAT ISLAM SECARA UMUM!!!!!!!!!
    MEREKA PUTUS ASA, MEREKA IRI, MEREKA BENCI TERHADAP KITA KARENA MEREKA TAHU BAHKAN SADAR SESADAR SADARNYA BAHWA ISLAM IS THE BEST DI ALAM SEMESTA INI.
    ISLAM YANG DIBAWA NABI MUHAMMAD SUKAR DIKALAHKAN BAGI MEREKA !!!!!!SUDAH PASTI TIDAK DAPAT DIKALAHKAN…..

    Sehingga dengan segala cara mereka lakukan bahkan meng-ADU DOMBA sesama muslim..itu yang mereka inginkan, satu tahap keinginan mereka telah terkabul..JANGAN SAMPAI TERJEBAK SAUDARAKU-SAUDARAKU…..JANGAN SAMPAI TERJEBAK…

    Apakah saudara-saudara tahu siapakah dibelakang semua ini??????

    “YAHUDI DAN NASRANI” SUDAH JELAS……

    Tenangkan Jiwamu saudara-saudaraku Risalah Nabi Muhammad dan Al-Qur’an Sudah jelas Allah yang jaga, yang perlu kita jaga adalah keimanan kita terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW serta keutuhan umat nabi Muhammad SAW jangan sampai tercerai berai gara-gara segelintir debu yang menerpa kita….

  56. s1n6a November 7, 2007 pukul 7:17 am

    Dari penjelasan yg saudara Abu sampaikan, saya dapat menarik sedikit kesimpulan ada beberapa hal yang saya dapat cermati:

    1. Pada saat bulan Ramadhan “Isa Bugis” tidak berbuka (karena tidak puasa) dan tidak melakukan shalat Maghrib, tetapi para peserta pengkajian melakukan berbuka dan shalat. Disini Isa Bugis tidak menganjurkan dan tidak melarang.
    A. Kalau saya lihat, yang berhak memerintahkan untuk shaum, berbuka, dan shalat adalah al Qur-an dan Sunnah Rasul. Kalaupun Isa Bugis tidak melakukan puasa, berbuka dan shalat, tetapi dia tidak mengambil alih fungsi dari al Qur-an dan Sunnah Rasul. Mungkin berdasarkan pemahaman beliau, ilmu dan pemahaman beliau belum sampai untuk dapat melakukan perintah shaum, berbuka dan shalat. Karena shalat yang sesungguhnya adalah shalat yang dapat mencegah perbuatan keji dan munkar bukan sekedar shalat-shalatan yang wujudnya shalat, tapi isinya kosong karena tidak mengerti apa yang dia baca sehingga bagaimana akan mencapai khusu’ sehingga hanya dapat menambah penghuni neraka wail. Seperti di indonesia ini, banyak umat islam yang melakukan sembahyang dan masih melakukan kemungkaran (korupsi, tidak tepat waktu, dll).
    B. Sesuai apa yang disampaikannya, Isa Bugis secara konsisten menjalankan apa yang dipahaminya terhadap al Qur-an dan Sunnah Rasul tanpa melakukan pemaksaan hatta kepada peserta yang mengikuti pengkajiannya, tidak seperti yang dilakukan ahlusunnah wal jamaah kepada para pengikut al Qiyadah, ahmadiyah, dll dengan cara2 anarkis. Tetapi dengan nyamannya menikmati tontonan2 di televisi yang dapat merusak akhlak umat islam.
    C. Isa Bugis tidak melakukan tindakan (menghukum) para peserta pengkajiannya yang tidak menjalankan al Qur-an dan Sunnah Rasul, karena yang boleh memberikan tindakan hukum terhadap para perusak al Qur-an dan Sunnah Rasul hanyalah Allah. Sedangkan Isa Bugis khalifah saja bukan apalagi Nabi, karena dia hanya seorang yang coba mengkaji ulang al Qur-an dan Sunnah Rasul berbeda dari apa yang sudah ada karena apa yang sudah ada tidak dapat menjawab persoalan hidup (karena al Qur-an dan Sunnah Rasul adalah petunjuk hidup untuk mencapai tingkatan kehidupan tertinggi, yaitu mu-min).

    2. Isa Bugis tidak mencibir yang melakukan shalat, tetapi para peserta pengkajiannya yang melakukan cibiran kepada yang melakukan shalat. Disini terlihat bahwa, banyak peserta pengkajian Isa Bugis dalam mengikuti pengkajian tersebut hanya sekedar ingin mendapatkan legitimasi dari apa yang sebelumnya mereka lakukan, yaitu tidak mau shalat. Jadi bukannya Isa Bugis yang menganjurkan tidak shalat, tapi para peserta pengkajiannya yang memang ada yang tidak mau melakukan shalat. Sedangkan pengkajian yang Isa Bugis sampaikan belum mencapai materi perintah shalat dan shaum, tapi berdasarkan latarbelakang (dan apriori) dari ilmu dan pemahaman para peserta tanggapi selama ini (ahlusunnah wal jamaah) sudah mencapai shalat (walaupun baru hanya geraknya saja), sehingga disimpulkan tidak perlu shalat.
    Pertanyaan saya untuk ahlussunah wal jamaah “apakah dikatakan shalat, kalau tidak dapat mencegah perbuatan keji dan munkar ?”, Rasul-pun bersabda “shalatlah kalian seperti kalian melihat saya shalat”. Apakah shalat yang dimaksud Rasul dalam hadits tersebut hanya mencakup pada gerakan dan bacaannya saja yang tanpa memahami isinya dan tanpa menyentuh kepada akibat dari shalat tersebut, yaitu shalat adalah alat untuk mencapai mu-min dan berdampak pada gerak kehidupan sehari2 ?

    3. Isa Bugis berhak memutus hubungan kepada peserta untuk tidak lagi boleh mengukuti pengkajiannya, tetapi Isa Bugis tidak berhak menghukum/ memberi sanksi kepada peserta yang tidak shalat, puasa, dan berbuka, karena itu hak Allah dan Rasulnya untuk memberi sanksi. Harus dipertanyakan, Ada apa dengan “Pak Masykur” sehingga tidak diperbolehkan lagi untuk mengikuti kajian dengan beliau, walaupun Pak Masykur masih melakukan pengkajian sendiri terhadap materi yang pernah disampaikan Isa Bugis.

    4. Dalam pengkajian Isa Bugis bukan tidak di dibahas mengenai Shalat, Zakat, Puasa, Haji, dll tetapi karena ANDA tidak mengikuti pengkajian/ pembahasan sampai tuntas. Karena dari beberapa rekan2 yang mengaku mengikuti pengkajian Isa Bugis (kapten & lala) mereka melakukan shalat dan bahkan diwajibkan shalatnya itu khusu dan mengerti maknanya. Mungkin sdr. abu tidak sabar sehingga belum sampai pengkajian mengenai shalat sudah putus dan membuat kesimpulan sendiri, dan cendrung memfitnah apalagi kemudian bertemu dengan kelompok2 yang tidak senang dengan pengkajian Isa Bugis (karena merasa terancam kepentingan politiknya).
    Coba saudara Abu renungkan, apakah shalat yang saudara Abu lakukan sekarang ini sudah sesuai dengan Shalatnya Rasul (merujuk ke hadits) yang menguasai wujud, isi dan maknanya sehingga setelah shalat tercermin dalam wajah kehidupannya (fii wujuuhihi ruaan sujadan, terlihat dalam wajah kehidupannya). Kalau mengikuti hadits “shalatlah kalian seperti shalatnya saya (rasul)”, gak usah (bukan) shalat karena tidak sesuai dengan shalatnya rasul. Agar tidak frontal sebut saja latihan shalat (karena belum sama dengan rasul) agar shalatnya bisa sama dengan shalatnya rasul.

    5. Isa Bugis tidak membawa Ajaran Baru (orang yang tidak senang dengan beliau yang menyebutnya Ajaran Baru Isa Bugis). Yang coba beliau sampaikan adalah hasil pengkajian Beliau terhadap al Qur-an dan Sunnah Rasul, bukan al Qur-an hasil tafsiran Ibnu Katsir, tafsir jalalin, tafsir al manar, tafsir Quraisy Shihab, , dll. Kalau begitukan tidak ada bedanya antara Isa Bugis dengan Quraisy Shihab atau Ibnu Katsir, tapi kenapa Isa Bugis dilarang sedangkan yang lain boleh2 saja ?

    Terakhir, satu yang saya tertarik dari Istilah yang Isa Bugis Sampaikan (informasi dari peserta yang mengikuti pengkajiannya) adalah istilah “Al Qur-an Menurut Sunnah Rasul”.
    Kenapa ini membuat saya terhenyak, karena Informasi yang selama ini saya dapat (dari para ustadz ahlussunnah wal jama’ah) bahwa Isa Bugis tidak percaya kepada hadits (inkar sunnah), tapi hanya mempercayai al Qur-an.
    1. Coba kita renungkan!, al Qur-an yang sampai kepada kita saat ini langsung dari Allah sampai kepada kita atau melalui perkataan/ Sunnah Rasul ?. Kalau setahu saya al Qur-an yang ada sekarang ini sehingga sampai ke kita adalah al Qur-an berdasarkan/ menurut perkataan & perbiatan (Sunnah) Rasul melalui perantara malaikat Jibril, bukan langsung diperdengarkan kepada kita. Jadi benar adanya bahwa yang kita kaji selama ini adalah “al Qur-an menurut Sunnah Rasul”, bukan menurut Ustadz A, B, C, bukan menurut Isa Bugis, Bukan menurut para sahabat, bukan menurut Quraisy Shihab, bukan menurut Ibnu Katsir, dan bukan menurut yang lainnya….
    Kalu begitu, Isa Bugis yang ingkar sunnah atau kita2 ini yang selama ini menganggap al Qur-an bukan menurut sunnah Rasul ?
    2. Kalau kita coba mengkaji/ menelaah lebih dalam hadits “Inna ashdaqal haditsi kitabullah (sebenar2 hadits adalah al Qur-an”, maka saya berkesimpulan Isa Bugis benar2 mengerti hadits dan memahami hadits tersebut dibandingkan kita2 ini (terutama saya), sehingga yang selalu beliau katakan adalah al Qur-an Menurut Sunnah Rasul, karena al Qur-an adalah sebenar2 Hadits.

    Sekian rekan2, jangan ada yang tersinggung. Saya hanya mencoba menginformasikan apa yang saya pahami selama ini & mengajak agar kita berorientasi kepada al Qur-an dan Sunnah Rasul bukan hanya Taqlid kepada suatu golongan atau aliran saja.

    Coba anda bayangkan jika kita hidup pada zaman Rasul dan menyaksikan Muhammad memproklamirkan diri sebagai Rasul dengan membawa al Qur-an, apakah kita yakin akan segera menjadi pengikutnya secara tulus, atau malah kita menjadi musuhnya atau bertindak seperti apa yang kita lakukan kepada rekan2 kita yang mengikuti al Qiyadah, Isa Bugis dan lainnya ?

    Sekali lagi, saya mengajak untuk melakukan penguasaan al Qur-an dan Sunnah Rasul secara matan, isi dan maknanya termasuk bahasanya agar kita tidak mudah diombang-ambing oleh berbagai kepentingan, baik kepentingan partai, kelompok, aliran atau yang lainnya karena tujuan kita hanya satu, yaitu mencapai ridho Allah.

    Mari masing2 dari kita merasa lapang dada, kalau memang apa yang ada saat ini tidak dapat menjawab segala persolan hidup, sehingga tidak bisa membawa umat islam kepada tingkatan kehidupan tertinggi (yaitu mu-min), kita akui berarti pemahaman kita terhadap al Qur-an dan Sunnah Rasul belum beres.
    Lihat saja negara2 yang mengaku Islam, hanya menjadi bulan2-an dan komoditi kepentingan super power amerika. Dilevel yang terlema hanya menjadi negara yang miskin dan selalu berselisih sesama (jauh dari kal jasadi wahid) dan cendrung menjadi domba2 adu negara super power.

    Mari kita kembali ke al Qur-an dan Sunnah rasul dengan hati yang bersih tanpa dibarengi oleh sedikitpun kepentingan2 diluar ridho-NYA.

    Saudaraku…semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua.
    Uraian anda di atas menunjukkan bahwa faham anda tidak jauh berbeda dari faham anak-anak qiyadah Islamiyah. Kalau tidak percaya anda dapat membaca komen-komen mereka dalam artikel Pemurtadan di balik Al Qiyadah Al Islamiyah.
    Saya sebagai orang yang juga pernah belajar faham Isa Bugis dan juga telah banyak berdialog dengan orang-orang Qiyadah menyimpulkan bahwa akar kesesatan kedua kelompok ini terletak pada :
    1. Dua kelompok ini sama-sama menilai bahwa faham Islam yang ada sekarang ini telah tidak ada yang benar dengan bukti-bukti terpuruknya kaum muslimin dibelahan bumi.
    2. Untuk kembali kepada kejayaan Islam dan Muslimin harus kembali kepada pemahaman yang benar, bukan paham para ulama keledai dzulumat meurut sunnah sayatin (ulama ahli kitab)
    3. Paham yang benar itu adalah paham Isa Bugis dengan Al-qur’an menurut sunnah Rasul (menurut anda dan kelompok anda) dan menurut Al qiyadah Paham qiyadah Menurut sunnah Rasul (Mushadiq).

    inilah pangkal kesesatan.
    Anehnya, anda tidak mengakui bahwa paham Isa Bugis bukan paham yang baru…! Ini suatu kekeliruan yang mendasar. Bagaimana anda mengatakan bahwa Paham Isa Bugis bukan paham yang baru..? Apakah Anda dapat menemukan guru Isa Bugis…? Apakah hanya dengan statemennya Al-qur’an menurut sunnah Rasul itu menjadi dalil bukan ajaran yang baru ?

    Berfikirlah saudaraku.
    Apa hanya karena berpedoman kepada al-qur’an ajaran itu di katakan ajarannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ?

    Ketahuilah Bahwa Isa Bugis adalah pendahulu ajarannya, tidak ada satupun orang yang mendahuluinya, ini membuktikan ini adalah ajaran baru. Memang dasarnya adalah Alqur’an, namun Alqur’an menurut Isa Bugis bukan menurut Sunnah Rasul.
    Karena faham yang tidak memiliki metodologi inilah ( maksudnya kebebasan memahami al-qur’an) , maka (menurut dugaanku yang kuat) timbullah ajaran-ajaranbaru hasil olah pikir murid-murid Isa Bugis atau orang yang berfaham dengan faham Isa Bugis seperti qiyadah dengan Nabi barunya. Karena dibebaskannya memahami Al-qur’an menurut cara sendiri-sendiri itulah seseorang mengaku sebagai Nabi.
    Maka Saudaraku…alangkah baiknya Anda membuka Surat At-Taubah ayat 100, di ayat tersebut dijelaskan orang-orang yang di ridhoi oleh Allah itu hanya tiga golongan yaitu : Muhajirin, Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
    Allah berfirman yang artinya : Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalngan sahabat Muhajirin dan Anshor serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka syurga (jannah) yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung
    Sehingga orang yang benar fahamnya itu adalah orang yang mengikuti Muhajirin dan Anshor, bagaiman cara mengikutinya, yaitu dengan menggali (menyelidiki) riwayat-riwayat yang ada yang kita kenal dengan hadits / atsar, sehingga ketika kita membuka kitab shohih bukhori atau shohih muslim kita menemukan ucapan para ulama itu hadatana…..hadatsana…dan seterusnya. Merekalah orang yang tidak membuat ajaran baru, karena hanya mengkhabarkan dari orang-orang sebelumnya yang sampai kepada Rasulullah. Adapun Isa Bugis / Qiyadah dapat di pastikan (insya Allah) ucapan itu hanya berhenti sampai kepada Isa Bugis / Mushadiq saja.

    Lebih dari itu saudaraku, perlu kiranya anda baca juga sebuah riwayat daari imam Muslim dalam kitab shahihnya sebuah ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaii wasallam yang artinya ” Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menampakkan di atas kebenaran tidak memadharatkan mereka orang yang mencerca mereka sampai datang perintah Allah (hari kiamat). (HR. Muslim, Abu Dawud,Tirmidzi dan selainnya).
    Jadi saudaraku kebenaran itu selalu ada di muka bumi ini mulai semenjak Nabi sampai saat ini. Maka batillah anggapan bahwa Islam yang sekarang ada tidak ada yang benar sehingga membutuhkan reformis ajaran seperti Isa Bugis.
    Dan juga kita ketahui sekarang barang siapa mengajarkan suatu faham akan tetapi tidak merujuk orang-orang islam yang lebih dulu (baca : Ulama) adalah orang yang mengajarkan ajaran baru.
    Dus dari sini kitaketahui Isa Bugis dengan ajarannya Al-Qur’an menurut Sunnah Rasul yang ditiru juga oleh Mushadiq dengan qiyadahnya adalah ajaran baru yang bid’ah sesat dan menyesatkan.

    Oleh karena itu melalui tulisan ini saya nasehatkan kepada anda :
    1. Belajarlah dari pengalaman saya, yang saya ini dilahirkan di sebuah kampung yang berfaham Isa Bugis, sejak kecil saya belajar faham ini bahkan keluarga kami kakak ipar saya termasuk dainya, namun atas karunia Allah saya mampu meninggalkan ajaran sesat ini.
    2. Bersikaplah obyektif, belajarlah dengan sungguh-sunggguh faham Ahlussunnah (salafy) secara menyeluruh, karena yang anda ketahui tentang Ahlussunnah itu adalah sangat jauh dari faham ahlussunnah yang sebenarnya (termasuk pengertian sholat), Anda mengenal ajaran ahlussunnah dari orang yang tidak mengetahui ajaran halussunnah.
    3. Cukuplah perdebatan ini. JIka anda tidak puas datanglah ke rumah, Jl. Jambu 716 Maoslor Maos Cilacap No. HP 081804842328

    Semoga Allah meridhoi upaya kita mencari kebenaran,

    .

  57. urwah November 7, 2007 pukul 9:13 pm

    Ahh ngibul tuh orang Isa Bugis suka shalat. Dalam mimpi kali yee. Dulu ada temenku belajar sama orang Isa Bugis, pas waktu shalat gurunya itu kabur, bro – boro -boro shalat berjamaah.

    Ada banyak orang Isa Bugis yang aku kenal dengan dekat, dekaaat sekali. Shalat? dia bilang shalat itu itu sebagai upaya mencari iman? lha terus aku bilang ‘ Kalau sudah beriman kamu sudah engga perlu shalat lagi? Dan terus kenapa kamu sekarang engga shalat, hoh? Apa sudah tingkatan ma’refat? Terus dia bungkem. Nyebelin.

    Mereka pernah bilang orang – orang yang shalat sekarang ini septi orang sedang mabuk karena engga ngerti apa yang dibacanya. Ooh jadi kamu sudah ngerti? terus kenapakamu engga shalat? Apa karena belum ngerti terus belum mau shalat? Kapan kamu ngertinya?

    Ya sekali sekali mereka memang aku lihat shalat (shalat Jum’at atau Ied, kalau lagi sadar) dan aku dengar mereka sekarang sedang membangun mesjid beesar katanya di Bekasi atau di mana embuh, yang jelas di Jabotabek. Hemh mejid Dirar.

    Dulu, belum lama ini mereka nimbun bahan makanan pokok. Karena katanya akan ada bencana besaaar yang kan datang sehingga akan kesulitan bahan makanan. Entah dari mana mereka dapat wangsit itu, entah Isa bugisnya ngiler atau bagaiamana.

    Sampai sekarang mereka sedang menunggu kiamat kecil itu. Kata mereka nanti ada perang antara China sama Amerika dan akibatnya Indonesia bakal terkena getahnya. Beneran mereka engga sedang ngigau. Tapi ini katanya ada dalam Al-Qur’an.

    Makanya aku bilang sama salah seorang dari mereka, Isa Bugis itu DUKUN. Wah dia kaget sekaget -kagetnya hi hi. Lha mana ada orang bisa tahu masa depan kalau bukan dia itu memang Rasul / Nabi atau DUKUN.

    Mereka juga percaya akan ada kurun kedua. Wah aku bingung apa maksudnya kurun kedua – kurun kedua. Selidik punya selidik mereka meyakini akan adanya qurun kedua dari hadits ‘Khairul qurun qarniy, tsuma ladzina yalunahum….

    Jadi yang mereka pahami bahwa setelah kurun terbaik para shahabat (Rasul) maka sekarang ini (di Indonesia) akan ada masa terbaik kedua. Siapa yang terbaik? ya mereka yang pada malas shalat itu hi hi hi.

    Jadi kata ocehan mereka itu, bencana itu nanti kan menghabiskan banyak orang, yang tersisa yah yng terbaik itu (orang2 Isa Bugis), nah itulah nanti masanya kurun kedua. Ampun.

    inilah ‘pinternya’ mereka itu padahal para ulama ahli hadits telah menjelaskan kalai\u hadits dgan lafadz ‘ Khairul quru… itu egga ada wujudnya di dunia nyata ini. Yang ada adalah dengan lafadz ‘ Khairu Nas …. Coba deh ente cari di alam nyata ini engga bakalan ketemu tuh hadis dgn lafadz khairul Qurun…

    Terus aku tanya kapan sih bencana besaaaar itu datang, kata mereka tunggu saja. Lihat saja katanya Tsunami di Aceh itu engga ada apa – apanya, katanya. Hemm benar – benar DUKUN.

  58. Rizky November 9, 2007 pukul 3:56 am

    mungkin teman sudara urwah memang dari sononya udah ga shalat, kalau guru saya mengajarkan harus shalat, karena sudah turun perintahnya. ibarat kita menunggu baju baru yang belum jadi, kita pakai aja dulu baju yang lama sambil kita memperbaiki dan menunggu baju yang baru jadi. dan itu sebagai salah satu bentuk pembinaan harian, bukan untuk mendapat pahala.

  59. Rizky November 9, 2007 pukul 4:10 am

    shalat yg dilakukan oleh anda /kelompok anda / umat islam di indonesia itu apakah sudah benar ? kalau memang sudah benar Indonesia tidak akan seperti ini. semuanya hanya membeo atau sama dengan shalat dalam keadaan mabuk.

    Persis orang qiyadah

  60. Rizky November 9, 2007 pukul 4:19 am

    saudara urwah bicara seperti itu karena dia tidak memahami al qur’an. hidup ini adalah perulangan, al qur’an berlaku sampai akhir zaman. jadi sunah2 para nabi terdahulu yg diwahyukan kepada Muhammad dalam Al Qur’an akan terjadi lagi. bukan seperti yang anda kira bahwa kita itu meramal.

    Keyakinan seperti ini yang menimbulkan keyakinan akan ada Nabi Lagi seperti Qiyadah. Mengapa karena Islam Jaya waktu itu dipimpin oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang Nabi dan Rasul maka untuk mengulangi saat ini Allah akan mengutus Nabi dan Rasul Pula.

  61. IHSAN November 10, 2007 pukul 2:08 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Wahai ummat Islam, sudahlah kita jangan saling sesat menyesatkan. Kita sudah terlalu lelah menghadapi persoalan-persoalan hidup ini. Oh ya tentang apakah Isa Bugis itu sama dengan al Qiyadah Islamiyah ? Saya yang pernah belajar dari Isa Bugis mengatakan, demi Allah tidak sama antara keduanya. Kerinduan kami (orang yang pernah belajar pada Isa bugis) sebenarnya hanya satu, yaitu terwujudnya Madinatul Munawarah kembali. Madinatul Munawarah itu sebuah tatanan hidup yang hasanah di dunia dan akhirat berdasarkan ridha Allah SWT. Agar kita terhindar saling tuduh bacalah sebuah buku yang saya temukan di Perpustakaan Islam Yogyakarta (sebelum perpustakaannya almarhum alias tutup dan di oper ke Univ Islam Indonesia Yogya) karya monumental Isa Bugis ketika muda yang berjudul “Menuju Madinatul Munawwarah”. Disitu anda akan tahu siapa Isa Bugis yang sangat concern dan prihatin melihat tentang kegagalan Ummat Islam pada pemilu tahun 1955. Disitu anda akan tahu profil Isa Bugis dibandingkan Ahmad Mossadeq yang ngaku-ngaku Rasul itu. Dari buku itu, menurut saya Isa bugis pada waktu itu adalah seorang pemuda muslim militan yang cerdas, dan memiliki keprihatinan luar biasa bagi dakwah ummat Islam. Terlepas dari pro kontra yang ada dari buku-buku yang ditulis sesudahnya, menurut saya Isa Bugis adalah aset ummat Islam setelah generasinya Bapak M Natsir yang juga saya kagumi. Selain itu buku karya Isa Bugis yang lumayan bagus adalah “Pengantar Iman”. Dalam buku ini Isa Bugis mengajukan tesis bahwa Iman itu bukan sekadar percaya saja melainkan merupakan “pandangan dan sikap hidup”. Iman yang sekedar percaya bisa diperoleh secara instan, sedangkan Iman yang bernilai pandangan dan sikap hidup harus diperoleh melalui proses tindakan yang sambung menyambung dan terus menerus. Tindakan itu antara lain adalah pelaksanaan dari perintah Iqra’ (bacalah) dan perintah rattilil qurana tartiilan (membaca al qur’an dengan seksama) yang kemudian dituang dalam pembinaan sholat.
    Sholat demikianlah yang bernilai mikrajul mukminin, yaitu sholat yang mampu menghantarkan kita menjadi orang yang berpandangan dan bersikap hidup dengan al Qur’an. Demikian sekilas penjelasan tentang Isa Bugis yang saya ketahui. Dan sepanjang yang saya baca dari buku-bukunya, ternyata tidak ada hal-hal yang aneh ataupun mengada-ada. Kalaupun tulisan-tulisannya ada kelemahannya itu wajar saja. Sebagai orang yang mencoba meretas kebuntuan, andil Isa Bugis tak bisa diabaikan. Kemampuan penalaran ilmiahnya bisa dikatakan setara dengan tokoh-tokoh ummat Islam sebelumnya. Menurut saya adalah sangat rugi kalau kita belum pernah mencoba menelaah buku-bukunya dan langsung ikut serta mengatakan sesat. Biarlah ummat ini menentukan pilihannya dengan hati dan nalar terbuka sehingga akan menuju kearah yang lebih baik. Dan terakhir saya berdo’a semoga ummat Islam ini segera menemukan titik-titik terang untuk kebangkitannya di abad ini. Ihdina shiratal mustaqim….
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    wa ‘alaiku salam warohmatullahi wbarokatuhu.
    Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.
    Saudaraku, saya sepakat bahwa Isa Bugis adalah orang yang memiliki komitmen tinggit terhadap Islam, sehingga kita dapat melihat hasil karya beliau. Namun kebaikan niat tidak menjamin baiknya amalan, karena baik tidak amalan harus ditinjau dari dua sisi, yaitu niat yang benar (lillahi ta’ala) dan mencocoki yang dimaukan syariat. Pada kesempatan ini saya tidak akan banyak membicarakan ajaran Isa Bugis secara menyeluruh, namun saya cukupkan pada definisi iman saja. Dari defini iman Isa Bugis yang salah ini saya mengajak kita semua yang bersungguh-sungguh menginginkan kejayaan ummat Islam untuk kembali kepada kebenaran, meninggalkan Isa Bugis bukan karena benci padanya tetapi karena kita cinta kepada kebenaran. Dan juga kita berharap dapat membangun diri, keluarga dan masyarakat kaum muslimin dengan kebenaran itu.

    Saudaraku, sebagaimana yang anda telah tulis di atas, Isa Bugis mendefinisikan Iman adalah berpandangan dan bersikap hidup dengan Al-Qur’an menurut Sunnah Rasul.
    Sungguh jika kita akan membahas definisi ini saja dari banyak sisi akan menghabiskan waktu yang sangat banyak karena dalam definisi ini mengandung banyak kekeliruan.
    Saya hanya akan menyoroti secara global, berupa akibat yang timbul dari definisi salah ini.
    1. Dengan definisi ini menimbulkan konotasi, hanya ada dua kelompok manusia. Yaitu satu kelompok iman satu kelompok Kafir. Orang yang beriman yaitu yang menjadikan AMSR sebagai pandangan hidup dan orang kafir yaitu yang menolak / tidak mau menjadikan AMSR sebagai pandangan dan sikap hidupnya. Mungkin bukan seperti ini yang dimaukan Isa Bugis, namun dalam kenyataan dan praktek seperti ini yang terjadi. Maka definisi ini menimbulkan akibat : Orang dikatakan beriman adalah jika ngaji dengan Isa Bugis, dan yang tidak ngaji dengan Isa Bugis Kafir. Sekali lagi ini konsekwensi, dari definisi seperti itu. Maaf, bukan berarti kelompok Isa Bugis mengkafirkan kelompok lain, bukan,bukan itu yang saya maukan. Saya hanya menyoroti dari sisi Ilmiah. Karena kita sedang membahas suatu ta’rif / Definisi, maka sudah semestinya dibuat yang sebagus mungkin agar tidak menimbulkan konotasi-konotasi yang selainnya.
    2. Dari definisi ini juga akan berakibat putus asa. Yaitu kaum muslimin khususnya pemudanya, yang ngaji ke Isa Bugis memiliki pandangan yang kaku dan dogmatis. Kalau tidak berpandangan dan bersikap hidup dengan AMSR ya tidak Iman (lebih tragis lagi jika yang dimaukan dengan Alqur’an adalah alqur’an yang ditafsirkan seperti yang ditafsirkan Isa Bugis. Akhirnya karena takdir Allah kaum mulimin / Bangsa Indonesia ini tidak menjadikan Al-qur’an dan Sunnah Rasul sebagai pandangan dan sikap hidup melahirkan sikap-ssikap negetif seperti, pembangkangan, putus asa, sikap memberontak / buikan membangun, sikap menantang bukan bekerja sama. Dan sikap-sikap lain yang entah sadar atau tidak berpengaruh pada jiwa-jiwa anak musa yang mengaji faham Isa Bugis.
    2. Alangkah baiknya apabila semua saja (termasuk Isa Bugis) jika menginginkan kaum muslimin berkualitas dalam segi Niat, keyakinan, ilmu dan Amal berdakwah seperti para pendahulu yang sholih dari kalangan para ulama Islam ahlussunnah wal jama’ah yaitu mendefinisikan iman adalah keyakinan dalam hati, yang diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan sikap dan perbuatan.
    Dan harus disebutkan juga rukun iman sebagaimana dalama Hadits jibril yaitu : beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, Hari akherat dan takdir-takdir Allah yang baik maupun yang buruk.
    Demikian juga harus dijelaskan bahwa keimanan manusia itu bertingkat-tingkat ada yang mencapai tingkat sempurna seperti imannya Nabi yang telah dicontoh oleh para sahabatnya, ada juga orang yang memiliki keimanan yang lemah.
    Perlu dijelaskan pula bahwa iman itu yazid wa yangqush (bertambah dan berkurang) bertambah dengan amalan kethoatan dan berkurang dengan amalan kemaksiatan.
    Dengan penjelasan seperti ini tidak akan mengeluarkan orang yang beriman dari imannya walaupun lemah dan tidak menghalangi orang yang bersemangat untuk mencapai tingkat keimanan yang tinggi. (wallahu ta’ala a’lam)
    Demikian sekelumit yang saya mampu sampaikan. mudah-mudahan bermanfaat.
    Bukanlah yang saya maukan adalah untuk mencela namun semata-mata mengingatkan kepada yang salah, berupaya mengembalikan kepada ajaran Isla yang sebenarnya bukan ajaran baru yang bid’ah dan menyesatkan.
    Kemudian, perlu diketahui yang di atas tadi adalah satu definisi faham Isa Bugis yang ditinjau / koreksi dari satu sisi saja (sisi akibat yang timbul) dan dikoreksi oleh saya orang yang baru ngaji faham ahlussunnah.
    Coba jika semua ajaran Isa Bugis dikoreksi dri semua sisi oleh ulama yang benar-benar ahli dalam perkaranya, saya yakin bahwa ajaran Isa Bugis ini sangat menyimpang, sangat sesat dan sangat membahayakan kaum mulimin dari agamanya berkonsekwensi mendapat ancaman Allah duduk di neraka sebagaimana sabda nabi yang dinukil oleh Ibnu Katsir dalam muqodimah tafsirnya sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu “Siapa yang mengartikan ayat al-qur’an hanya dengan pendapatnya atau dengan dasar yang ia tidak mengetahuinya, maka hendaknya menempatkan dirinya dalam neraka. (HR. Attirmidzi, Annasa’i dan Ibnu Jarir). Demikian untuk menjadikan pelajaran
    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu

  62. Ismail November 10, 2007 pukul 2:37 am

    Assalamu’alikum Wr. Wb.
    Melalui blok ini mudah-mudahan kelompok Isa Bugis dan kelompok lainnya bisa saling silaturahmi secara keilmuan. Perihal perilaku-perilaku yang tidak baik dari sebagian pengikut Isa bugis biarlah menjadi tanggungannya sendiri. Justru setelah mengaji dengan Isa Bugis akhirnya akan terseleksi siapa-siapa manusia yang memang benar-benar mau sholat dan yang cuma ikut-ikutan. Ingatlah, sholat itu tiang (pilar) tegaknya dinul Islam. Hanya mereka yang merindukan dinul Islam tegaklah, yang mau sholat. Oleh karena itu, teman-teman salafy maupun lainnya, ketahuilah disini kamipun (kelompok yang anda sebut Isa bugis) masih ada yang tetap berakhlakul karimah dan tetap menjaga sholat dan terus memperbaiki kualitasnya. Jasa-jasa Isa Bugis tentu saja ada dan banyak. Adapun hal ihwal yang ujungnya menjadikan kita jauh marilah kita kesampingkan. Memang ada peserta pengajian kami yang over akting dan mau benar sendiri tetapi itulah realitas kehidupan. Kami yakin dimanapun anda berada, bila anda hanif insya Allah akan bertemu juga. Amien. Pada kesempatan ini kami sertakan sekelumit kajian yang disampaikan Isa Bugis (kami menyebutnya pak Isa) tentang Iman. Tentu saja tulisan ini tidak asli tulisan Isa Bugis melainkan saya down load dari internet yang saya yakin penulisnya paling tidak pernah menerima kajian tersebut.

    Dinul Islam atau juga dikatakan Al Islam ialah satu penataan hidup
    (budaya kehidupan) yang tangguh tiada tanding. Dimana adalah
    merupakan system budaya hidup yang adil makmur, saling menghambur
    kasih , tolong menolong, nasehat-menasehati, saling lindung
    melindungi, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi bagaikan satu
    bangunan jasad (kal jasadi wahid).Tapi kenapa kini sesudah sekian
    abad Al Qur’an diturunkan kita tidak melihat Al Islam itu muncul
    dipermukaan. Kita lihat system hidup sekarang adalah satu budaya
    hidup yang saling hantam, peperangan dimana-mana, kemiskinan semakin
    menjadi-jadi, yang kuat menindas yang lemah, pembunuhan,
    pemerkosaan, perampokan, penindasan, hukum jadi mainan orang
    berduit, perjudian, sex bebas, korupsi dan kolusi pejabat, dan lain-
    lain. Seolah-olah kehidupan ini mundur ke belakang ke sebelum Al
    Qur’an diturunkan yakni abad kehidupan jahiliyah. Kenapa ini
    terjadi ? apanya yang salah? Al Qur’an-kah? Atau kita ? dengan jujur
    kita katakan bahwa kitalah yang salah. Kita akui bahwa kita
    memperlakukan Al Qur’an tidak lebih hanya sebagai hiasan rumah
    penunggu lemari, sebagai hiasan mulut dengan bacaan-bacaan yang
    indah, sebagai ilmu mistik yang diagung-agungkan yang mengharapkan
    keajaiban dari ayat-ayatnya.
    Oleh sebab itu mari sekarang kita kembalikan Al Qur’an pada fungsi
    yang sebenarnya yakni sebagai pedoman bagi yang mau hidup muttaqin,
    seperti dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 2 sbb:
    “Ini satu kitab yang tidak diragukan lagi keilmiahannya sebagai
    pedoman hidup bagi yang mau hidup dengan penataan yang tiada
    tanding”.
    Turunnya Al Qur’an ke muka bumi adalah satu anugerah yang besar
    untuk kehidupan manusia. Tetapi untuk menjadikannya pedoman hidup
    perlu perjuangan dengan mengerahkan segenap kemampuan. Dalam
    perjuangan itu perlu satu dasar yang kuat sebagai motifator yang
    mendorong dan membakar daya kemampuan kita. Dasar yang kuat itu
    adalah Iman. Iman sebagai landasan harus dipahami dengan benar,
    sebab jika salah memahaminya maka seterusnya kita akan berada dalam
    kesalahan yang tiada berujung.
    Oleh karena itu kita mulai saja dengan pembahasan masalah Iman.

    PENGERTIAN IMAN SECARA UMUM

    Kenapa yang pertama itu diajukan Pengertian Iman Secara Umum ? sebab
    istilah iman ini merupakan istilah kunci (strategis) didalam study
    Al-Qur’an. Jika istilah iman ini tidak terpecahkan maka tidak akan
    memahami semua istilah didalam Al-Qur’an. Dan jika istilah iman itu
    diartikan salah maka tidak ada jaminan yang lainnya itu akan benar.
    Kita akan membagi pembahasan ini sebagai berikut:
    1. Arti Kata Iman.
    2. Ruang Lingkup Iman
    3. Nilai dan Harga Iman
    4. Definisi Iman
    5. Sejarah Iman.

    1. Arti Kata Iman

    Yang dimaksud Arti Kata adalah pemecahan bentuk kata menjadi bentuk
    kata yang lain atau hubungan satu bentuk kata dengan kata yang lain.
    Sehingga Arti Kata Iman adalah pemecahan bentuk kata Iman sebagai
    kata dasar menjadi berbagai bentuk kata yang lain. Sehingga kita
    akan menemukan di dalam Al-Qur’an kata-kata : aamana , yu minu , ii
    maanan, yang merupakan hasil pemecahan dari bentuk kata Iman.
    Terjemahan umum dari kata-kata tersebut adalah:
    aamana = telah / sudah ber-iman.
    yu minu = sedang / akan / lagi ber-iman.
    iimanan = Iman
    mu minu = yang ber-iman.
    Didalam memberikan definisi tentang perkataan Iman ini menurut yang
    ada sama dengan Percaya atau menurut Arab sama dengan : ‘aqdun bil
    qolbi faqath . Sedangkan Iman berdasarkan Al-Qur’an, seperti
    dijelaskan oleh hadits:
    Al iimaanu ‘aqdun bil qolbi wa ikraarun bil lisani wa ‘amalu bil
    arkan.
    Artinya : Iman adalah tanggapan hati (proses menanggapi) kemudian
    dinyatakan dalam lisan (proses pernyataan diri/sikap) dan menjelma
    kedalam seluruh laku perbuatan (proses pembuktian dalam hidup). Atau
    dengan kata lain Iman adalah tambatan hati yang menggema ke dalam
    seluruh ucapan dan laku perbuatan.
    Dengan arti perkataan Iman berdasarkan hadits tersebut di
    atas sebenarnya sudah sekaligus memberikan Ruang Lingkup Iman.

    2. Ruang Lingkup Iman.

    Yang dimaksud Ruang Lingkup adalah batasan-batasan yang
    disentuh oleh arti perkataan. Seperti contoh sebidang kebun, ruang
    lingkup kebun berarti batasan-batasan yang disentuh oleh kebun itu
    sendiri, sebelah barat-timur-utara-selatan-nya dengan apa.
    Berdasarkan hadits tersebut maka Ruang Lingkup Iman meliputi:
    ‘aqdun bil qlbi = tanggapan hati, ikraarun bil lisani = pernyataan
    lisan,’amalun bil arkan = pembuktian dalam perbuatan. Dengan
    demikian maka ruang lingkup iman meliputi tiga aspek aktivitas hidup
    manusia, yaitu aspek penanggapan, aspek pernyataan dan aspek
    pembuktian. Dari aspek penanggapan dan pernyataan akan melahirkan
    atau membentuk satu Pandangan Hidup dan dari ketiga aspek akan
    membentuk Sikap Hidup. Jadi berdasar pada Hadits di atas dapat
    diambil kesimpulan bahwa Iman sama dengan Pandangan dan Sikap dalam
    perjalanan hidup atau Pandangan dan Sikap Hidup.
    Perkataan Iman tidak akan menjadi sempurna kecuali jika
    kepadanya ditambahkan atau dihubungkan dengan perkataan yang lain.
    Dengan kata lain perkataan Iman belum bernilai kecuali bila
    digandeng dengan sesuatu yang lain. Jadi kita tidak tahu apa yang
    ditanggapi kemudian apa yang diikrarkan dan apa yang akan dibuktikan
    dalam amal perbuatan.

    3. Nilai dan Harga Iman

    Nilai adalah kemampuan sesuatu membikin sedemikian rupa,
    sedangkan Harga adalah sejumlah pengorbanan untuk mendapatkan nilai.
    Contoh beras. Satu liter beras mempunyai kemampuan (bernilai) untuk
    mengenyangkan tiga orang dalam satu waktu tertentu. Kemampuan
    (nilai) beras tidak dipengaruhi oleh mau atau tidak mau-nya
    manusia. Untuk mendapatkan satu liter beras kita harus mengeluarkan
    sejumlah pengorbanan misalnya sejumlah uang sesuai dengan harga
    beras tersebut. Pengorbanan disini bukan pada bentuk uangnya tapi
    pada kerja kita untuk mendapatkan uang tersebut. Jadi Nilai ada pada
    benda (dalam hal ini beras) dan harga ada pada manusia (bentuk
    pengorbanannya).
    Nilai Iman adalah kemampuan isi Iman menghantarkan manusia
    membentuk satu tatanan budaya kehidupan yang tangguh. Harga Iman
    adalah sejumlah pengorbanan yang kita lakukan untuk mendapatkan
    Nilai Iman.
    Seperti telah disinggung di atas bahwa perkataan Iman belum
    bernilai sebelum digandeng dengan perkataan yang lain. Iman akan
    bernilai setelah digandeng dengan satu ajaran, seperti dalam surat
    Al-Baqarah ayat 4 sbb:
    Artinya: “(Yang disebut Muttaqin) yaitu yang hidup berpandangan dan
    bersikap dengan apa yang telah diturunkan menurut sunnah anda
    (Muhammad) yakni yang sama dengan apa yang telah diturunkan menurut
    sunnah Rasul-Rasul sebelum anda, dengan mana mereka meyakini tujuan
    terakhir (Hasanah di dunia dan hasanah di akhirat) dalam keadaan
    bagaimana pun”.
    Seperti berdasar hadits bahwa Iman adalah Pandangan dan
    Sikap Hidup, maka yu minuuna bima ungjila ilaika jangan lagi
    diartikan mereka yang percaya pada penurunan Al Qur’an , tetapi
    mereka yang berpandangan dan bersikap hidup dengan sesuatu yakni Al-
    Qur’an yang telah diturunkan menjadi menurut sunnah Rasul (Muhammad)
    atau Al Qur’an menurut sunnah Rasul . Jadi disini nilai Iman
    ditentukan oleh ajaran Allah yakni Al-Qur’an menurut sunnah Rasul
    dan Iman yang demikian disebut Iman yang bernilai Haq. Maka
    konsekwensinya: wa bil akhirati hum yu qinun akan mencapai satu
    kesudahan terakhir hasanah fid dunya wa hasanah fil akhirat.
    Sesungguhnya nilai Iman itu tidak hanya ditentukan oleh Al-
    Qur’an menurut sunnah Rasul saja, tetapi bisa juga oleh ajaran lain
    seperti diberitakan dalam surat An-Kabut ayat 52 sbb
    Artinya: “Tegaskan (hai Muhamad/Orang Beriman) cukuplah Allah
    (dengan pembuktian Al Qur’an ms rasul) ini menjadi pemberi kesaksian
    diantara saya (yang hidup berpandangan dan bersikap dengan Al-Qur’an
    menurut Sunnah Rasul ) dan kalian (yang hidup berpandangan dan
    bersikap dengan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin). (Allah) yang meng-
    Ilmu-i segala kehidupan organis – biologis dan kehidupan sosial
    budaya. Dan mereka hidup berpandangan dan bersikap dengan ajaran
    Bathil, yaitu mereka yang bersikap negatif terhadap ajaran Allah (Al-
    Qur’an menurut sunnah Rasul-Nya) niscaya mereka yang demikian adalah
    yang hidup rugi (perusak kehidupan dimana saja pun)”.
    Jadi nilai Iman disini ditentukan oleh ajaran Bathil dan
    Iman yang demikian dikatakan Iman yang bernilai Bathil. Maka
    konsekwensinya ula ika humul khaasiruun niscaya mereka yang demikian
    adalah yang hidup rugi/perusak kehidupan dimana saja pun.
    Apa itu ajaran Bathil? Maka berdasarkan surat An-Nisa ayat
    51 :Artinya; “Tidakkah kalian melihat mereka yang telah mendapat
    nasib kehidupan sial dari para Ahli Kitab, mereka hidup berpandangan
    dan bersikap menurut ajaran Idealisme (Jibti) dan Naturalisme
    (Thagut) dan mereka berkata kepada yang bersikap negative terhadap
    ajaran Allah ms Rasul (hidup atas pilihan Dzulumat ms Syayatin)
    bahwa: dibanding dengan mereka yang hidup berpandangan dan bersikap
    dengan ajaran Allah ms Rasul-Nya, mereka memiliki system kehidupan
    yang lebih ilmiah adanya”.
    Ajaran Bathil itu terdiri dari ajaran Jibti (Idealisme) dan Thagut
    (Naturalisme).

    Pembuktian siapa mereka penganut ajaran Bathil sebenarnya perhatikan
    Surat Al-Bayyinah ayat 1 sbb:
    Artinya: “Orang-orang kafir (yg bersikap negative terhadap ajaran
    Allah ms Rasul) yang terdiri dari para Ahli Kitab dan musyrikin
    (yang hidup dualisme dengan Dzulumat ms Syayatin) tidak akan
    meninggalkan (ajaran Dzulumat ms Syayatin), sebelum mereka mendapat
    pembuktian ilmiah (dari Allah ms Rasul-Nya)”.
    Jadi berdasar ayat di atas bahwa Jibti = Ahlul Kitab
    sedangkan Thagut = Musyrikin dan mereka semua adalah golongan Kafir.
    Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an
    memberikan nilai kepada perkataan Iman menjadi dua golongan yakni
    Iman Haq dan Iman Bathil. Dimana Iman Haq adalah Pandangan dan
    Sikap hidup dengan ajaran Al Qur’an menurut sunnah Rasul atau
    dengan Ajaran Nur sedangkan Iman Bathil adalah Pandangan dan Sikap
    hidup dengan ajaran Dzulumat menurut sunnah Syayatin atau Ajaran
    Dzulumat.

    4. Definisi Iman.

    Yang dimaksud dengan definisi adalah keterangan singkat yang
    menggambarkan wujud makna secara menyeluruh dan bulat dari satu
    uraian.
    Definisi Iman terbagi menjadi :
    a. Definisi Iman Secara Umum, yaitu Pandangan dan Sikap Hidup
    baik dengan ajaran Allah dan atau selainnya.
    b. Definisi Iman Secara Khusus :
    1) Iman Haq, Pandangan dan Sikap Hidup dengan ajaran Al Qur’an
    menurut sunnah Rasul pelakunya disebut Mu’min.
    2) Iman Bathil, Pandangan dan Sikap Hidup dengan ajaran
    Dzulumat menurut sunnah Syayatin , pelakunya disebut Kafir.

    Begitulah definisi Iman berdasarkan Al-Qur’an ms Rasul, yang oleh
    Nabi Muhamad saw telah diajarkan pada permulaan abad ke 7 Masehi.
    Dan tanggapan abad ke 20 sekarang ini bahwa Iman ialah Percaya,
    menjadi bukti bawa `iman sama denga percaya’ adalah satu produk
    sejarah oleh tangan-tangan kotor manusia.

    Demikian informasi dari kami.
    Dan tetaplah jaga tali silaturahmi diantara kita. Anda boleh tidak setuju tetapi jagalah persaudaran diantara kita.

    Mohon maaf atas segala kekhilafannya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuhu.
    Definisi iman seperti itu sudah saya bantah di komen atas. Silahkan anda membaca yang di atas.
    Saya sudah belajar seperti itu juga. Dan saya telah faham Insya Allah.
    Saudaraku, jika Islam ini belum jaya jangan di salahkan ajarannya. akan tetapi salahkan pelaku (yang mengamalkan).
    Demikian juga tentang definisi iman, dan seluruh ajaran Islam telah dijelaskan oleh para ulama, tidak seperti ajaran Isa Bugis.
    Terimakasih atas, komentar anda yang santun. Saya yakin jika anda mau bertemu dan banyak dialog dengan saya (lebih-lebih ustadz-ustadz salafy) anda akan memahami kesalahan Pak Isa.
    Semoga memahami.

  63. Senyawa nur November 11, 2007 pukul 2:40 pm

    abu urwah, anda lah sebenarnya SESAT>>> dan pemfitnah…

    Mbok sadar mas, anda ini sedang dibodohi Isa Bugis. Diingetin Oleh Saudara Urwah kok malah…marah-marah, mestinya terimakasih.

  64. kapten November 12, 2007 pukul 4:05 am

    tu kan fitnahnya abu salma gak jadi kenyataan khan, isa bugis bukan akar dari al qiyadah kan, kalo isa bugis akarnya alqiyadah knapa kok ga diuber-uber polisi ya? wa.. jangan2 abis ini abu salma nglaporin ke polri kalo isa bugis sesat…… atau jangan2 ada niat terselubung dengan diangkatnya topik ini dari abu salma/? ini bukan fitnah lho ini hanya dugaan doang,
    lagian abu salma blajar tata bahasanya ampe mana sih? belajar sejarah gak? ampe mana juga sejarahnya/
    berpikir objektif menurut salaf, itu nantinya jadi subjektifnya salaf juga dong!
    abu salma blajar ma isa bugis ampe bab apa sih?

  65. s1n6a November 12, 2007 pukul 4:51 am

    antara yang meng-klaim ahlussunah dengan yang mengikuti pengkajian Isa Bugis, saya melihat sampai kapan pun tidak ada sebuah titik temu jika keduanya masih berdiri pada tempat yang berbeda atau memandang dari sudut pandang yang berbeda. Yaitu ibarat sama-sama melihat mata uang, tetapi dipandang dari sisi yang berlainan atau ibarat sibuta menjamah seekor gajah pada bagian yang berbeda.

    Mendingan dari kedua kubu saling merdo’a atau bermuhabalah saja. Sebagai contoh, jika memang kajian Isa Bugis sesat, maka bagi rekan2 yang mengikuti pengkajian tersebut meminta kepada Allah untuk di Azab segera dengan cara yang sungguh2. begitu juga untuk yang meng-klaim ahlussunnah (khususnya yang salafy) bermunajat dengan penuh kekhusuan agar di-Azab oleh Allah apabila paham salafy SESAT.

    Kalau Buat Saya: “Ya Allah, dengan segenap kemampuan, penguasaan dan keikhlasan saya secara subjective (karena semuanya merasa berdasarkan al Qur-an dan Sunnah Rasul) saat ini saya sudah menentukan bahwa salah satu dari keduanya (Kajian yg disampaikan Isa Bugis dan Ahlussunnah) sudah saya pilih dan saya anggap Objective hingga saat ini, sehingga apabila pilihan saya tersebut salah menurut mu Ya Allah, maka nampakkanlah tanda2 kebenaran dari salah satu diantara keduanya padaku dan apabila memang diantara penyampai salah satu dari keduanya (Isa Bugis & yang taqlid terhadapnya serta Ulama Ahlussunah beserta yang taqlid terhadapnya) dalam menyampaikan pemahamannya tidak memiliki kebersihan hati dan bukan semata2 untuk mencapai ridha-MU maka azablah Mereka itu semua, karena mereka lah yang menjadi Agen dan Pengecer kesesatan dimuka bumi ini. Amiinnnnn”

    Buat rekan2 yang dipuncak rindu, ber-cita2 dan ber-sungguh2 untuk menegakkan al Qur-an menurut Sunnah Rasul dalam diri dan kehidupan sehari2 serta dalam kehidupan dunia, INGATLAH YAHUDI DAN NASHRANI TIDAK TIDUR, mereka selalu mencari dan memancing agar al Qur-an menurut Sunnah Rasul nampak kepermukaan agar dapat mereka jaring dan musnahkan dengan mudah karena Internet adalah Media yang bersifat Publik (umum). Jangan terprovokasi oleh mereka yang kesurupan/ agen Yahudi untuk membantu memusnahkan para pencinta al Qur-an menurut Sunnah Rasul.

    Tunggu sampai Allah membukakan Ruang dan Waktu tegaknya ajaran Allah (al Qur-an dan Sunnah Rasul) dipermukaan bumi ini. jangan sampai kita tidak dapat menikmati ruhama-u baynahum dan Jannah yang Allah janjikan karena terpancing oleh para pesuruh Yahudi.

  66. Badjul Wangi November 13, 2007 pukul 4:32 am

    kalian semua ranting patah

  67. maruh November 13, 2007 pukul 5:28 pm

    Semuanya dah pada pelajari apa yang kalian yakini.Dah bener belum.Kalau udah.Terusin jangan komentarin yg ntu salah yg nih bener.Diskusi d internet mah ora ada hikmahnya.Ga bakalan dah ketemu penyelesaian.

  68. mumtahimah November 20, 2007 pukul 2:37 pm

    Skrg apa pertanggung jawaban ente abu?Terhadap berita/perkataan yg ente sebarkan,mengenai isa bugis.Sudah terbukti mosadeq bukan isa bugis !.Apa…? Dan mana tanggung jwb ente yg telah mencemarkan nama baik orang lain.
    Kalo ente emang muslim sejati ente hrs brani mempertanggung jawabkan semuanya,DUNIA AKHIRAT.

  69. aceh November 23, 2007 pukul 10:43 pm

    Assalamu’alaikum wr. wb
    yang penting sekarang yang kalian aggap Rasul (Musadeq CS) baru udh ngaku bukan nabi dan yg diajarkannya itu adalah aliran sesat…, apalagi yang kurang…. sekarang bertobatlah… selagi anda masih hidup…. sp tau ni hari ato besok gua ato loe mati….,
    moga Allah masih membukakan pintu hidayah-Nya bagi kita semua….Amin………..

    walaikum salam wr. wb

  70. [...] Alhamdulillah, saya mendapat E-mail dari teman karena beliau gagal memasukkan komen ke artikel yang berjudul Disinyalir Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah …..Aliran Isa Bugis Masa Kini [...]

  71. Abu Salma Mohamad Fachrurozi November 27, 2007 pukul 2:02 pm

    Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu

    Di sini saya tutup komentar pada postingan ini, silahkan melanjutkan diskusi pada link yang ada pada komen 70.

    Semoga kita semua mendapat hidayah.

  72. [...] itu di awal m-awal unculnya Qiyadah Islamiyah dipermukaan,  dimana saya meyakini bahwa Mushadieq adalah lanjutannya Isa Bugis atau paling tidak dia pernah belaj…. Saya perlu membicarakan tentang qiyadah itu dengan Bpk. Masykur.(salah satu guru ngaji saya [...]

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: