Permurtadan Dibalik
Al-Qiyadah Al-Islamiyah
Oleh : Abu Salma Mohammad Fachrurozi
Al-hamdulillah pada Ahad, 29 Juli 2007 saya dapat menghadiri tablig akbar di Masjid Kampus UGM Jogjakarta, dengan tema Pemurtadan Dibalik Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Asy-Syariah ini menghadirkan pemateri Al Ustadz Abu Abdillah Luqman bin Muhammad Baabduh di samping itu dihadirkan pula saksi-saksi yang menjelaskan keberadaan kelompok / aliran sesat menyesatkan yang menganggap pemimpinnya adalah Rasul Baru yang bernama Al-Masih Al-Maulud.
Sekilas Al-Qiyadah Al-Islamiyah.
Kelompok ini aliran baru yang muncul di Jakarta dan mulai perengahan 2006 tercium menyebarkan keyakinannya di kota gudeg Jogjakarta dengan obyek dakwah utama adalah para mahasiswa yang secara umum mereka adalah intelektual dalam dunia ilmu pengetahuan, biasa menggunakan akalnya dalam mengambil simpulan-simpulan.
Dari penjelasan para saksi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Al-Qiyadah Al-Islamiyah memiliki ajaran-ajaran yag jauh menyimpang dari pokok-pokok Ajaran Islam, antara lain :
- Mereka menghilangkan Rukun Islam yang telah dipegangi oleh seluruh Kaum Muslimin dan jelas-jelas bersumber dari hadits-hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh para ulama ahli hadits yang diterima oleh seluruh kaum uslimin dari kalangan ahlussunnah (Suni)
- Mereka menganggap bahwa pimpinannya adalah Rasulullah yaitu bernama Al-Masih Al Maulud (Al Masih yang dijanjikan /dilahirkan)
- Menghilangkan syariat sholat lima waktu dalam sehari semalam, dengan diganti sholat lail, mereka mengatakan bahwa dalam dunia yang kotor (belum menggunakan syariat Islam-penulis) seperti ini tidak layak kaum muslimin melakukan sholat lima waktu.
- Menganggap orang yang tidak masuk kepada kelompoknya dan mengakui bahwa pemimpin mereka adalah Rasul adalah orang musyrik. Hal ini sesuai yang di ungkapkan oleh seorang saksi yang anak kandungnya sampai saat ini setia dan mengikuti kajian-kajian kelompok ini. Anak kesayangannya tersebut tidak mau pulang ke rumah bersama kedua orang tua karena menganggap kedua orangtuanya musyrikin.
- Dalam dakwah, mereka menerapkan istilah sittati aiyyam (enam hari) yang mereka terjemahkan menjadi enam tahapan, yaitu :
- Sirron (Diam-diam / Sembunyi-sembunyi / Bergerilya – penulis)
- Jahron (Terang-terangan)
- Hijrah
- Qital
- Futuh (Meniru NAbi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam, membuka Mekah – Penulis)
- Khilafah
Tampak dari enam tahapan ini mereka mencoba mengaplikasikan tahapan dakwah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam dalam berdakwah di jazirah Arab dahulu.
Bantahan terhadap kelompok ini.
Salah satu kelebihan Ahlussunnah dan para pengusungnya adalah kepedulian mereka terhadap penyimpangan-penyimpangan ajaran Islam yang lurus, mereka selalu tapil di garda depan menjelaskan kekeliruan-kekeliruan faham yang tersebar di kalangan kaum muslimin. Al hamdulillah dalam kesibukan yang menyita Al Ustadz Abu Abdillah Luqman bin Muhammad Baabduh menyempatkan diri hadir ke Jogja untuk menjelaskan syubhat-syubhat murahan yang berusaha ditebarkan oleh Al-Qiyadah Al-Islamiyah.
Dengan mengutip Ayat-ayat ayat alqur’an dan penjelasan para Ahli Tafsir dengan sabar Al Ustadz membantah satu persatu keyakinan mereka, tidak lupa Beliau membacakan hadits-hadits Nabi yang menjelaskan dan membantah keyakinan mereka. (Maaf karena sempitnya waktu kami tidak uraiakan penjelasan-penjelasan Ustadz Luqman pada kesempatan ini, semoga lain kali ada kesempatan bagi kami atau ikhwah lain yang lebih mumpuni dari saya ambil bagian ini)
Sungguh bagi kita atau siapa saja yang telah merasakan nikmatnya belajar Islam dengan pemahaman Salafush shalih sedikitpun syubhat mereka dengan Ijin Allah tidak akan membingungkan dan merubah keyakinan akidah kita.
Tidak seperti mereka syubhat murahan seperti itu mampu menggoyahkan Iman dan Islam mereka sehingga dengan tegas dan gagah berani meninggalkan orangtuanya dengan menganggap orangtuanya adalah kafir / Musyrik.
Pada kesempatan akhir pembicaraan al Ustadz Luqman menghimbau kepada Sseluruh kaum muslimin dan seluruh lembaga-lembaga terkait untuk mengantisipasi dakwah mereka, karena dakwah mereka akan menjurus kepada ancaman pembunuhan / memerangi terhadap seluruh kaum muslimin yang tidak mengakui ajaran mereka. Hal semacam ini tentunya akan mengancam ketentraman Kaum Muslimin dan mengancam Stabilitas Nasional.
Dijelaskan pula bahwa aliran ini berusaha menyatukan ajaran trinitas yang ada pada agama Nasrani, jadi ditengarahi bahwa aliran ini adalah pemurtadan atas nama Islam.Hal ini ditunjukkan oleh nama-nama mereka setelah masuk kelompok ini berubah semisal Emmanuel Fadhil atau semisalnya.
Mereka juga mengajarkan bahwa Tuhan Bapak adalah Rab, Yesus adalah Al Malik, Ruhul quddus adalah Ilah. Sungguh ini bukan ajaran Islam.
Semoga Allah mudahkan acara seperti ini di kota-kota lain seagaimana yang diucapkan oleh al Ustadz Luqman.
Pelajaran Yang dapat diambil.
Bagi saya sendiri dengan petunjuk dari Allah melalui pengalaman perjalanan keagamaan saya, alhamdulillah saya sedikit dapat mencium model gerakan ini. Model gerakan ini Insya Allah bersumber dari pemikiran wajibnya tegaknya Khilafah / Syariat Islam. Mereka menganggap bahwa tujuan hidup ini adalah menjadikan syariat Islam / Hukum-hukum Islam harus tegak dimuka bumi, harus menggantikan hukum-hukum kafir yang sekarang sedang mendominasi di tubuh kaum muslimin. Dalam perkara ini Al-Qiyadah sebenarnya tidak berbeda dengan gerakan Islam yang lain seperti LDII, Jamaah Muslimin (Hizbullah), NII, Ikhwanul Muslimin, Hizbu Tahrir dll. Hanya saja kelompok-kelompok yang saya sebutkan dengan hidayah Allah mereka masih menggunakan Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sehingga mereka masih melakukan peribadatan selayaknya kaum muslimin. Namun dalam tujuan pokok gerakan mereka adalah sama yaitu menegakkan khilafah dan syariat Islam dan mengajak seluruh kaum muslimin masuk kepada kelompoknya. Siapa yang masuk adalah Ikhwannya adapun kaum muslimin yang belum / tidak mau bukan bagian dari kelompoknya. Inilah Hizbiyyah, semoga Allah selamatkan kita dari hal semacam ini.
Yang paling mirip dengan mereka adalah aliran Isa Bugis, kesamaan pada kedua aliran ini adalah sama-sama menafsirkan al-qur’an dengan akalnya pemimpinnya belaka dan meninggalkan Hadits-hadits rasulullah, sehingga mereka meninggalkan syariat-syariat Islam yang mulia sebagaimana rukun Islam.
Akhirnya saya mengatakan, bahwa bertujuan memwujudkan khilafah, menjalankan syariat Islam adalah tujuan mulia, namun tujuan mulia, niat ikhlas tidaklah cukup. Harus terus ditanamkan pada masing-masing diri kita bahwa kita ini bodoh, butuh bimbingan dari Rasulullah dalam memahami al-Qur’an, butuh penjelasan para ulama ahlussunnah dalam memahami hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
Maka marilah terus kita belajar Islam, belajar Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salafush sholih agar kita tidak terjebak memahami al-Qur’an dengan nafsu dan ro’yu kita yang bodoh. Wallahu ta’ala a’lam.

[...] Oleh : Abu Salma Mohammad Fachrurozi [...]
Salam. saya selaku abid dan Allah sebagai Ma’bud melihat dari beberapa sisi. Dalam kajian atau bahasan tentang NeoIngkarSunnah yang digelar pada tabligh akbar di mesjid kampus UGM jagyakarta. dalam hal kontra memang itu wajar karena setiap argumen mempunyai penjelasan yang tidak bisa diterima karena masing-masing mempunyai kepercayaan yang berbeda. Namun disisi lain dalam tablig akbar itu ada unsur bahwa Ahlussunnah atau Sunni dibawa-bawa untuk dijadikan sebuah contoh. secara tidak langsung Sunni menganggap bahwa Sunnilah yang paling benar di atas ajaran-ajaran lain. Namun bagaimana dengan Syiah yang menganggap juga bahwa syiahlah yang paling benar. disisi lain mengapa beratus-ratus tahun Islam masi diinjak-injak bahkan tertindas. apakah hukum jahiliyah yang kamu kehendaki dengan menerimanya dengan Ikhlas. jelas.. Kita pun tahu bahwa Allah marah karena kita mempersekutukannya dengan sistem, aturan tandingan selain Sistem, aturan Allah. Disisi lain sebuah ajaran yang ingin menegakkan Islam di muka bumi tidaklah etis dan terlalu ekstrim dengan cara merusak dan menghujat tanpa sumber yang jelas. kalau dilihat dari banyak kepercayaan. bagaimana jika berdebad secara baik menurut sumber yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan jangan berbicara menjelekan atau menghukum bahwa kepercayaan orang salah hanya kepercayaan dia lah yang benar. seakan-akan dialah yang mengenal Allah dengan baik, menurutnya. Saya Istigfar kepada Allah saya tidak membawa golongan atau kepentingan pribadi. karena Al Haq hanya Allah. Salam
Alaikum, Anda kok agak aneh mengapa tidak menggunakan salamnya orang Islam, padahal tema pembicaraan anda sepertinya mewakili orang Islam.
Hai Hamba Allah, yang namanya Agama ya pasti kepercayaan, mka sangat wajar apabila satu kelompok menyalahkan kelompok lainnya yang tidak sama dengan keyakinannya.
Namun toh demikian Islam ini sumber-sumbernya dapat di buktikan secara ilmiyah sampai / nyambung dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
Dan perlu antum ketahui yang memiliki periwayatan lengkap dan dapat dibuktikan dengan metodologi ilmiyah adalah Ahlussunnah Waljamaah dengan ilmu yang dikenal dengan Rijalun Hadits atau ILmu Mustholahul Hadits.
Adapun Syiah mereka tidak punya ilmu ini.
Adapun keterpurukan kaum muslimin saatini adalah dikarenakan kaum muslimin (secara umum) saat ini jauh dari nilai-nilai Islam yang murni yang di ajarkan oleh Rasulullah dan di amalkan oleh para sahabat-sahabatnya.
Maka untuk kembali meraih kejayaan usaha yang wajib ditempuh adalah mengembalikan kaum muslimin kepada pemahaman Salafaush sholih (pendahulu yang shalih) mengajak mereka kepada ilmu yang benar dan amal yang sholih.
Tidak seperti Al Qiyadah yang membuat ajaran baru yang keluar dari Islam itu Sendiri.
Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.
Anda ini juga aneh bung…bukankah anda sendiri sudah menilai bahwa kami ini sesat, mencampur adukkan antara kristen dan islam (menurut anda)…kenapa ketika kami menyapa tanpa salam anda masih heran juga? menanggapi bahwa anda menjadikan ahlussunah waljamaah sebagai rujukan yang benar untuk mencontoh rosul….dasarnya dari mana?
kalau kita lihat sendiri, tidak ada hadist yang diriwayatkan para sahabat2 rosul seperti umar, abu bakar, usman, dan ali…padahal notabene mereka berjalan dan berjuang disamping rosul!!!..hadist2 yang ada hari ini, yang katanya shohih..kebanyakan dari bukhari muslim. atau yang lain2..lantas siapa dia? kalau mau lebih shahih lagi…tentu hadist yang dicatat khulafaur rosyidin….bahkan kalau boleh dibilang….saya akan lebih percaya hadist dari Bilal daripada hadist yang ada sekarang…bukankah Rosul juga berkata….TELAH AKU TINGGALKAN BAGIMU 2 PERKARA YANG JIKA KAMU BERPEGANG TEGUH KEPADANYA KAMU TIDAK AKAN TERSESAT SELAMA-LAMANYA, YAITU KITABBULLOH WA SUNNATUROSUL”…ini adalah ucapan rosul di hadapan 144 ribu lebih pasukan islam manakala haji wada…coba anda berfikir..apakah yang dimaksud kitabulloh itu alquran yang ada sekarang?..dan sunah rosul adalah hadist yang sekarang beredar?… kalau kita mengangagap kitabulloh adalah alquran yang seperti sekarang…ya tidak pas..la wong alquran baru dimushafkan pada jaman khalifah Usman….lalu jika anda menganggap sunah rosul itu adalah hadist…siapa yang meriwayatkan?…lihat sejarah bung..jangan asal ikut ikutan orang..mentang mentang dia keturunan arab atau jago bahasa arab..belum tentu ngerti… sorban boleh gede…ilmu belum tentu….
Saya mendengarkan rekaman tabligh akbar di UGM Jogja, jelas bahwa para saksi yang dihadirkan tidak mengetahui apa-apa, ilmu yang didapatkannya masih sangat sedikit, dan ilmu yang diketahui sedikit bukankah hanya akan menjadikan fitnah? Cobalah kita lihat kembali, sang moderator malahan mencoba meng-impose kepada saksi, adanya percampuran aqidah (adanya ajaran kristen yang disusupkan-red), para saksi menjawab dengan adanya keraguan, bahkan tidak tahu,…
Sekarang kita lihat, kalau memang Islam yang seperti sekarang ini yang haq menurut Allah, mengapa orang-orang yang di Palestina dijajah, mengapa yang di Lebanon juga diinjak-injak oleh pihak luar, juga Afghanistan, mengapa Indonesia yang dibilang Islamnya terbesar di dunia, malah menuai bencana, tsunami, banjir, tanah longsor, dsb. Padahal Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman akan diberikan berkah dan rizki yang banyak, dan bukannya bencana…
Inilah yang patut kita renungkan. Hanya ada satu cara dalam pengabdian kepada Allah, yakni dengan mengenal sunnatullah atau kebiasaan Allah. Ibarat seorang budak dan tuannya, jika ia tidak mengenal tuannya, bagaimana dia bisa melayani tuannya dengan benar? Jika sang tuan menyukai minuman kopi, lalu diberikan teh atau susu, apakah akan diterima? Yang ada hanyalah murka dari sang tuan. Begitu juga Allah, jika pengabdian sang hamba tidak seperti yang dikehendaki-Nya, sudah pasti Allah murka. Bencana alam adalah salah satu dari wujud murka Allah, seperti yang ada di surat Az Zumar : 55 Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
Apa yang Allah turunkan? Al Quran. Nah, mengapa orang yang menggunakan Quran sebagai ”referensi utama” dicap sesat? Mengapa yang dikatakan inkarusunnah dicap sesat? Bukankan seharusnya yang inkaru Quran yang harus dicap sesat. Jika demikian halnya, benarlah yang dinubuwahkan oleh Muhammad, didalam surat Al Furqaan : 30 Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur`an itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.
Shodaqollah Wa Rasulluh…
Sebaiknya kalian banyak belajar tentang manhaj salaf, insya Allah semua sudah dijelaskan oleh para ulama, tinggal kalian mau belajar apa tidak.
Kalau mau berdakwah silahkan ke rumah saya kita banyak bicara.
Cari saja Jalan Jambu No716 Maoslor Maos Cilacap.
Insya Allah saya perlakukan dengan baik.
Assalamu’alaikum..
Ikut bagi-bagi info.
Yang ingin mendapatkan file kajian audionya, bisa di:
http://al-ilmu.net/kajian-islami-online/download/filemanager.php?directory=FIRQOH-FIRQOH/Al%20Qiyadah%20Al%20Islamiyyah&
Assalamu’alaikum
saya mungkin sebagai orang awam, namun saya mempunyai pendapat bahwa apabila memang kita merasa sebagai muslim tentunya dapat menambah ilmu kan ? :) jangan hanya dengan akal dan otak kita dapat berbicara, tapi mungkin sumber dapat mengetahui itu semua dari pengalaman kegamaannya, kita sebagai muslim mungkin tidak mengerti tentang non muslim, tapi kita kan tahu apa yang kita ketahui dari nurani kita, apabila kurang juga itu si tanyakan aja ama yang pencipta, bukankah pencipta kita manusia lebih dari segalannya ya gak ???
wassalam
Mari kita menuntut ilmu agama. Jangan sampai jahil dalam agama ini. Sehingga mudah dibodoh-bodohi oleh aliran sesat semacam al qiyadah al islamiyah. Sungguh kita tidak butuh al qiyadah al Islamiyah. Karena agama ini telah sempurna. Jangan pernah kalian semua mati melainkan dalam memeluk agama Islam. Islam yang mana? Islam yang sesuai dengan pemahaman Rasulullah Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, shahabat, tabiin, tabiut tabiin (salafush Shalih).
http://ghuroba.blogsome.com/2007/07/30/agama-ini-telah-sempurna/
Mohamad Fachrurozi assalamualaikum
eh mas kalo kami ini sesat sesat nya dimana pasti tentang rosul saya bisa jelasin kok
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُوْلَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
[49:7] Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, <—- kalo ini ayat tidak terjadi lagi berarti jadi dongen dong
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
[83:13] yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu”
وَلَقَدْ جَاءكُمْ يُوسُفُ مِن قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِّمَّا جَاءكُم بِهِ حَتَّى إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَن يَبْعَثَ اللَّهُ مِن بَعْدِهِ رَسُولاً كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابٌ
[40:34] Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. <—- dulu umat nya yusup juga sama mas kayak sampean begitu juga , buktinya sekarang terjadi lagi ,
سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً
[48:23] Sebagai suatu sunnatullah1404 yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
tuh sunatuwloh mas terjadi lagi
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
[62:2] Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
[62:3] dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
tuh ini ayat jelas mas , apa kurang jelas mas
contoh = orang itu memberi sedekah kepada pengemis itu untuk anak anaknya dan juga kepada pengemis pengemis yang lain yang tidak dia kenal
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
[9:33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan dien yang benar untuk dimenangkanNya atas segala dien , walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.
kalo kaga terjadi lagi nih ayat jadi dongeng mas berarti anda tidak iman dong
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
[83:13] yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” <— berarti lo bilang ini ayat dongeng dong
Sebaiknya kalian banyak belajar tentang manhaj salaf, insya Allah semua sudah dijelaskan oleh para ulama, tinggal kalian mau belajar apa tidak.
Kalau mau berdakwah silahkan ke rumah saya kita banyak bicara.
Cari saja Jalan Jambu No716 Maoslor Maos Cilacap.
Insya Allah saya perlakukan dengan baik. <——————– baik saya mau belajar sama sampean tapi tolong dong bilangin sama guru lo ulama lo habib lo atau lo sendiri aplikasiin dong ayat ini baru gue mau ikut lo an nisaa ayat 105
إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللّهُ وَلاَ تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيماً
[4:105] Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat347
tuh aplikasikan tuh ayat baru gue ngikut loe
jadikan al-quran itu buat menghakimi manusia bukan buat ngusir setan mas
saya menantang kalian yang mengaku aktivis Qiyadah Islamiyah agar maksimal akhir bulan Agustus 2007, kalian sudah mengadakan tabligh akbar tandingan!
sampaikan secara terbuka dan blak-blakan kepada publik Jogja mengenai ajaran kalian yang sesat!
atau kalian hanya sekumpulan penakut dan pengecut saja!!!
ketahuilah bahwa minggu depan kami akan melaporkan qiyadah islamiyah ke polisi! nantikan nasib kalian yang akan berakhir tragis seperti Ahmadiyah dan Lia Edan, yaitu dinginnya tembok sempit di balik jeruji besi!!!
nantikanlah!!!
mas Mohamad Fachrurozi kan guru loe tau kalo al-quran itu untuk menghakimi manusia tapi kenyataan nya lain
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
سُورَةٌ أَنزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنزَلْنَا فِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَّعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
[24:1] (Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
[24:2] Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
tuh mas loe kan udah bulak balik baca al-quran pasti tau dong ayat ini , kalo lo tau pasti loe aplikasikan dong , apa loe cuman baca baca doang kayak burung beo
tetangga gue punya burung beo dia bisa ngomong assalamualaikum , tapi saya tanya sama tuh burung artinya apaan , dia cuman bilang assalamualaikum doang , dan tuh burung beo tidak bisa mengplikasikan waktu tuh majikan saya burung nya yang selalu diajak bermain ke tempat saya dia kaga ngomong asssalamualaikum
aduh maaf kalo ada kata kata yang kurang sopan atau dari gaya bahsa saya yang tidak enak di baca
wajar kalo saya beda dengan kalian
nahdatul ulama dan muhamadiyah juga beda
kok saya beda dengan kalian saya di bawa ke polisi
emang ada undang undang nya kalo saya mengimani ada rosul lagi mana undang undang nya mas , setiap warga negara bebas memeluk agama , malahan di lindungi mas
saya mau ngaku ada rosul lagi kek , saya mau nyembah patung kek , nyembah pohon kek terserah gue itukan iman
kaga ada mas pengadilan iman
yang wajib ada 5 ayat , ayat ayat yang lain kemana mas allah nurunin kurang lebih 6000 ayat
hadis = perkataan bukan sunnah
sunnah = sesuatu yang ber ulang ulang
سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلاً
[48:23] Sebagai suatu sunnatullah1404 yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَاباً مُّتَشَابِهاً مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَن يُضْلِلْ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
[39:23] Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang1313, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
[77:50] Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman
gak baca nih ayat apa
karna banyak hadist yang bertolak belakang dengan al-quran mangkanya allah aja melarang
heran saya mereka semua pake hadist tapi al-quran nya kaga di pake
delapan orang aktivis qiyadah islamiyah di Batam telah meringkuk di penjara.
kasus seperti qiyadah islamiyah ini merupakan kasus usang yang telah banyak terjadi di Indonesia.
ketahuilah bahwa nasib kalian akan berakhir sama seperti Lia Edan dan Roy (solat dua bahasa di Malang Jawa Timur), yaitu mendekam di penjara karena kalian telah menodai agama Islam. Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jelas mengancam orang seperti kalian dengan hukuman penjara.
kalo tidak percaya, silakan anda search dengan kata kunci PENISTAAN AGAMA atau PENODAAN AGAMA. anda akan menemukan bahwa pelaku kejahatan seperti anda yang menodai agama, pasti akan menemukan kehancuran di penjara.
kenapa? anda takut???
kalo anda golongan paling bener balas nya dengan ayat ayat al-quran adong
yang di batam udah bebas loooo cepet kok bebas nya la wong kaga bersalah
la wong yang di batam berbicara ada dasar nya kok al-quran mangkanya bebas nya cepet
kaga lama
tuh orang nya ada di atas lagi ngasih koment
dengan id Buruj_8 batam <—- nih orang nya
mesti berfikir jernih,Rasional,tidak emosional.. Kenapa mesti emosional kalau ada orang yang berbeda dengan kita,kan wajar kalau ada yang mengusung faham baru, jangan dihakimi dengan standar ilmu yang kita miliki, Misal Faham Alqiyadah AlIslamiyah ko difahami dengan kacamata salaf atau lainya, JANGAN MERASA BENARLAH. Bukan kah Konsep Kebenaran Mesti Teruji? Kebenaran itu mesti,bernilai fakta,masuk akal,dan nilainya konstan. Ayo kita fikirkan secara Dewasa dan Rasional toh kalau argumenya masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan kenapa ditentang, pelajari dulu jangan terlalu sempit cara pandangnya. KLetika Hari Ini Islam telah Hancur (ukuranya tdk ada Khilafa),siapa yang hendak membangitkan kembali,Ingat Jon pasca 1324 ketika tentara Islam di hajar oleh tentara monggol (g.khan)sejak itu islam bagaikan buih dilautan banyak tapi ta berdaya,perhatikan deh adakah Pemimpin Islam?lah wong pemim[pinya aja berpecah belah?islam yang satu aja diwarnai jadi biru ,hijau.marilah kembali ke kalimat yang sama.Bahwa Tiada ILLah Selain Alloh?Allohnya Siapa Allohnya para Rasul/dari ibrahim,musa,isamnuhamad dan yang lainya.Kenapa Alloh mesti utus Rosul,karena utuk mewuijudkan khndak Alloh dibumi Mesti ada Rosul.apa kehendak Alloh terciptanya kedamaian dibumi.gimana carany?tegaknya sistem Alloh,atau berlakunya hukum Alloh dibumi.jadi tugas rasul memenagkan sisstem Alloh,diatas sistem yang lain..Bukankah ini cuma misi rosul?kalau mau terapkan qur,an yg utuh ya,jangan alqur,an dinilai dg hadist.oke? Jangan Emosional.
hey… jangan salah paham… Saya pribadi tidak pernah emosional. saya selalu berpikir rasional, dan saya selalu menghargai perbedaan sebagai rahmat.
yang jelas rasio saya mengatakan bahwa aliran qiyadah islamiyah itulah yang tidak rasional dan serampangan. ini saya tidak sedang marah-marah lho… santai aja kog.
lha gimana mau benar dan lurus kalau aliran qiyadah islamiyah selalu menafsirkan Al Qur’an sekehendak hatinya sendiri, tanpa ada bimbingan dari para pakar dan guru, baik pakar bahasa arab maupun pakar agama???
persoalannya adalah qiyadah islamiyah menafsirkan dan menggunakan ayat-ayat qur’an secara ngawur, untuk membenarkan kehendak nafsunya sendiri yang jelas-jelas tidak rasional.
yang seperti qiyadah islamiyah itu merupakan amal tanpa ilmu. amal tanpa ilmu, sudah pastilah SESAT!!!
di samping itu, pemahaman kalian yang menganggap orang yang tidak mengikuti aliran kalian itu sebagai musyrik, telah menimbulkan sikap dan perilaku kalian yang eksklusif dan menyebarkan permusuhan dengan orang yang tidak sepaham dengan kalian.
katanya kalian mengikuti Qur’an dengan murni dan konsekuen?
apakah Qur’an mengajarkan kalian untuk bersikap eksklusif dan berperilaku buruk serta memusuhi orang yang tidak mengikuti aliran kalian?
kalau iya, berarti kalian memang telah benar-benar salah memahami Qur’an. tidak heran, karena qiyadah islamiyah hanya terdiri dari orang-orang penakut dan pengecut yang tidak berani mengadakan tabligh akbar tandingan.
yang jelas, kalian telah menodai dan mengotori agama Islam.
kalau anda sudah keluar dari penjara, siap-siap untuk masuk lagi ke balik jeruji besi, karena anda terus-terusan melakukan kejahatan penodaan agama. siap-siaplah anda menjadi residivis sejati…
bersiaplah…
sapa yang menodai agama mas
saya tidak menodai agama , kami hanya melurus kan saja
wajar saja kalo ada perbedaan
la wong
sunah wal jamaah beda kok sama muhamadiyah
kaga di apa apain
sekarang gini islam 73 golongan kata nabi hanya 1 yang bener , berarti yang lain salah dong <— kami hanya mau menyatukan konsep umat ibrahim mau itu yahudi , nasrani , ya islam kek
قُلْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
[3:84] Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”
tuh gak beda injil dan al-quran itu sama ajaran nya
mereka semua aslama tuh ada kata kata aslama berserah diri = islam
nonton vcd kalo kaga nonton dari kaset ke 1,2 kaga tau deh jalan ceritanya langsung aja ke kaset ke 3 gak bisa mas
mau menyatukan umat ibrahim
mana munkin terjadi perdamaian dunia tampa menyatukan umat nasrani dan islam
nasrani = kurang lebih 2,5 miliar
islam = kurang lebih 1,5 muliar
bagaimana mungkin ngomong sama orang jawa pake bahasa sunda gak ngarti dia la wong kita disuruh baca kitab terdahulu kok
فَإِن كُنتَ فِي شَكٍّ مِّمَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَؤُونَ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكَ لَقَدْ جَاءكَ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
[10:94] Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu
bukan kita menafsirkan dengan se enak udelnya mas
sekarang gini nih saya kasih contoh
kalo kita beli motor pasti ada buku petunjuk nya dong
nah pasti buku petunjuk itu pasti jelas dong yang mana starter , mana kopling , gas kalo kita tidak bisa mengerti isi buku petunjuk yang di kasih deler tersebut itu pasti kita tidak bisa menjalankan motor tersebut
kita tidak bisa tau yang mana starter yang mana gas dan mana kopling
baru di penjara
sebelum masuk al qiyadah al islamiyah saya juga sering bulak balik masuk penjara cipinang,peledang,pondok bambu , kedoya
udah bosen , malahan enak dikasih makan gratis
jangankan di penjara hari ini dibunuh pus silahkan dipukulin juga silahkan saya tidak ngelawan deh ,
Tuh khan?!! anda memperlihatkan kebodohan anda sendiri.
anda mau menyatukan Islam dan Kristen???
anda bilang injil dan Qur’an ga beda???
anda bilang injil dan Qur’an sama ajarannya???
anda memang betul-betul bodoh!!!
kalo injil dan Qur’an ga beda, buat apa ada Qur’an? kenapa tidak injil saja yang merupakan kitab terakhir yang diturunkan oleh Tuhan?
kalo injil dan Qur’an sama ajarannya, kenapa Tuhan masih menurunkan Qur’an? apa gunanya diturunkan Qur’an, toh masih ada injil yang bisa dipakai sebagai pedoman?
jawabannya jelas, yaitu ajaran Qur’an jelas BERBEDA dari injil. Qur’an merupakan kitab terakhir yang menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. dan Tuhan sendiri yang menjamin kesucian dan kemurnian Qur’an hingga akhir jaman.
ini jelas berbeda jauh dari injil yang sekarang ini isinya sudah ga jelas keasliannya. di negara Barat seperti Eropa dan juga Amerika, mereka dengan sengaja mengadakan seminar membahas isi kandungan Bible tsb. The Five Gospels adalah salah satu kitab yang pernah diseminarkan oleh 76 ahli dari berbagai universitas terkenal dari seluruh dunia. Maksud seminar tersebut adalah “To Search for The Autentic Words of Jesus” and “What did Jesus Really Say?” Pesertanya tidak ada yang Islam, tidak ada satupun berasal dari Indonesia. Hasilnya sungguh mengejutkan; kesimpulannya :Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan oleh Yesus.
itu artinya: injil yang sekarang ini, 82 persen isinya adalah kepalsuan dan sudah nyata kesesatannya.
pantas saja anda tersesat, lha wong injil yang sekarang ini, yang isinya 82 persen bukan perkataan Tuhan, anda jadikan pegangan.
anda memang sangat bodoh!!!
ini saya nggak lagi marah-marah lho…
saya nggak emosional lho…
saya cuma terkagum-kagum dengan kebodohan anda yang mengaku PENELITI KITAB…
kata sapa mas 80 % palsu
la wong sama kok kata islam yang terakhir
emang islam yang bawa muhammad kata sapa mas
itu kan kata mereka kalo injil itu 80 %
mereka kan yang ngomong ternyata masih banyak yang dari allah
anda ngomong kaga pake dalil sih
nyuruh orang ngadain tablik akbar lagi la wong disini aja lu ngomongnya kaga pake dalil
tuh liat omongan saya pake dalil mas
gimana mau debat ama gue la wong disini aja loe ngomong kaga ada dasar nya gue dong ngomong ada dasarnya
قُلْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
[3:84] Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”
<———————— loe kira islam muhamad yang bawa beh baca dong arab nya aslama = islam= menyerahkan diri
anda udah ber serah diri / islam lom
gimana mau berserah diri aturan nya bukan aturan allah berarti sampean kaga aslama
kata sapa kaga ada rosul dalilnya mana
kaga ada rosul pasti lo dalilnya ini
khotam = cincin
khotim = penutup <—– ini baru penutup
khotaman nabi mangkanya kaji arabnya
buka surat 62 ayat 2 , 3
49/7
40/34
9/33
berarti ayat yang di atas jadi dongeng dong yang tidak terjadi lagi atau tidak ter ulang
:) :-
emang anda udah islam lom ?
ngomong pake dasar dong ?
apa u kaga ada ilmunya cuman ngoceh doang kayak beo ?
yang bodoh sapa ?
bisa nya kritik doang nyari kesalahan gue ?
kalo lo pinter kalo ngomong pake dalil mas ?
gimana mau debat amat gue , ngadain tablik akbar ngomong nya aja kaga pake dasar ?
kenalin nih gue abdul jabar .
kalo loe penasaran sama gue kirim email aja , or you mau curhat ama gue silahkan ,
dengan satu syarat ngomong nya pake dasar / dalil kalo kaga pake dalil gue kaga layanin , sama aja gue ngomong sama bocah , and cari cari kesalahan gue ? wooooooooo
sori kalo ada kata kata yang kurang enak di dengar , maklum deh jiwa muda gue membara
:)
Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu
Kepada semua pengunjung yang hendak meninggalkan komentar dimohon untuk tidak menggunakan avatar gambar makhluk bernyawa, karena saya meyakini haramnya memajang-majang gambar makhluk bernyawa.
Saya mohon maaf apabila komentar anda sekalian yang telah terlanjur menggunakan gambar makhluk bernyawa terpaksa telah / akan saya hapus.
Kepada seluruh ikhwah yang telah memahami seperti saya dan karena kesibukan saya tidak mampu segera menghapus mohon untuk di maafkan dan di maklumi.
Mengingat sengaja komentar ini saya tidak moderasi agar para pembaca dapat secara langsung mengetahui dangkalnya dan sesatnya pemahaman orang-orang yang menyimpang.
Sesungguhnya, bagi orang yang berakal jernih akan dengan mudah mengetahui sesatnya paham orang-oarang yang menyimpang.
Wassaalamu ‘alaikum.
Untuk Gsaoen,
Kami bukan kelompok pengecut seperti yang anda tuduhkan. Tidak masalah bagi kami, dicap sesat oleh manusia, asalkan tidak dicap sesat oleh Allah. Pada saatnya nanti juga akan terkuak siapa yang benar dan siapa yang sesat. ”Jika yang haq datang, yang bathil lenyap. Yang bathil pasti lenyap” (17/81). Mengenai tantangan tersebut, ada saahnya, ada waktunya, namun bukan anda yang menentukan. Pasti nanti juga akan ditampakkan (dzuhurihim).
Shodaqallah Wa Rasulluh
waduh gimana ya??.. klo di bilang injil tuh 82% isinya dah palsu.. pusing juga nih buat saya yg awam… padahal bukan kah salah satu rukun iman adalah percaya sama kitab2nya.. klo kitab injil tsb dah palsu.. apakah masih berlaku rukun iman tersebut?.. katanya masuk islam harus secara kaffah.. mohon petunjuk dong.. ohh satu lagi.. bagaimana sih caranya agar kita PERCAYA dgn kitab2 Nya tersebut.. ??.. makasih ya…
Keyakinan bahwa Injil adalah kitab Allah tidak dengan meyakini kitab injil yang sekarang dipegangi oleh orang Nasrani adalah masih benar dan sesuai dengan injil yang asli. Mereka telah merobah-robah ayat Allah, sebagaimana mereka mengatakan bahwa Allah beranak, tuhan itu trinitas dls.
Adapun Al Qur’an Allah telah berjanji sebagai mana firman-Nya yang artinya ” Sesungguhnya Kami telah menurunkan Ad Dzikr (Alqur’an) dan sungguh kami akan menjaganya”. Semoga Allah memberi kita hidayah.
Memang benar, banyak yang sudah dirubah oleh Paulus. Mengapa Injil diturunkan setelah ada Taurat, karena taurat dirubah oleh manusia, kemudian setelah Injil ada Al Quran, karena manusia sudah kurang ajar merubah-rubah firman-firman Allah.
Kami melihat Injil maupun Taurat (New Testament and old testament)–dengan kaca mata Quran, sama halnya kami melihat hadist-hadist yang ada sekarang juga dengan kaca mata Quran. Quran sebagai MASTER BOOK-nya.
Yesus (Isa-red) banyak menggunakan bahasa amtsal (perumpamaan) sehingga banyak dari mereka yang salah dalam memahaminya.
Jika mau memahami Injil dengan benar, yah pahami Al Quran dulu.
Shodaqallah Wa Rasulluh
Hati2 Aja Bagi Para Intelektual Muda Yang Lagi Masa Transisi, Mudah Bgt Untuk Diselipi Hal2 Musyrik Secara Halus :evil:
We were not evil, not possessed either. We just try to deliver the verses of Allah…
All praise to Allah trully what had stated the people of innovation from it’s starts like their saying to Abdullah Ibn Mas’ud: “O Aba Abdirahman All we wanted it’s only good.” and Abdullah Ibn Mas’ud said: ” Too many wanted themselves to become good but what they are endure is evil.” Like angelicsoul said here: “We were not evil, not possessed either. We just try to deliver the verses of Allah…” On which interpretation, is it your mind..? Allah Had Said: “If you love Allah follow me(Prophet Shallalu Alaihi wa salaam) and Allah will love you” and other verse ” And Muhammad is not a father from the men among you but he is messenger of Allah and the last of his messenger.” deny these verses from Quraan with truly denial is a kufr deed Nullify one’s Islam. Truly the saying of Salaf :”The people of innnovatin were not expected to make taubah(repent). “
Yes, it is true, If we love Allah, follow prophet. What you need to know is, Al Quran always be the guidance for us–Muslims, right? If that so, then, prophet here should be present. If not, how could we follow him? By going to Mecca? how? So, it is make a sense and logical if ”The promised messiah” or The promised prophet should be exist, should be ”among of us” as it is clearly said in Al Huujrat : 7 ”And know that among you is Allah’s Messenger: were he, in many matters, to follow your (wishes), ye would certainly fall into misfortune: But Allah has endeared the Faith to you, and has made it beautiful in your hearts, and He has made hateful to you Unbelief, wickedness, and rebellion: such indeed are those who walk in righteousness;-”
Come on, think about it…
Be Praise only for Allah…
Salaam, wahai peneliti kitab Allah, semoga hidayah Allah sampai kepadamu detik ini dan masa yang akan datang, aamiin
Saya hanya ingin sekedar mengingatkan mbok kalo ndebat orang pake otak mas. Jangan asal ndalil saja. Ndalil kok pake emosi, alias pake nafsu darah muda lagi… Gimana anda bisa berfikir jernih kalo marah marah kayak cerobong kereta begitu, dan gimana anda memastikan bahwa yang anda sampaikan adalah sebuah kebenaran? Sepanjang yang saya ketahui, temen-temen Anda ini sering membela diri dengan “setiap umat ada syariatnya, kita bukan umat Muhammad (Ahmad)” Alias, Anda sedang mengatakan bahwa semua-muanya pasti akan membela yang diyakininya. Muhammadiyah ya dengan muhammadiyahnya, nu dengan nunya, nasrani dengan nasraninya, dan Al Qiyadah Al Islamiyah dengan Al Qiyadah Al Islamiyahnya. Artinya sebenarnya Anda sedang kebingungan untuk membedakan mana yang salah mana yang benar. Mau saya tunjukkan? pasti mau dong… kan darah muda…
Anda pakai dalil ini kan?
Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”
Coba kita garis bawahi, ya, frase “kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka.”
Artinya, dengan dasar keyakinan Anda bahwa “setiap umat ada syariatnya sendiri-sendiri” berarti setiap umat tersebut meyakini adanya Kebenaran Tunggal khan? ya toh?
Nah, pertanyaan saya sekarang….
Menurut Anda, manakah kebenaran yang menjadi kebenaran tunggal itu sesungguhnya? syariat manakah yang anda maksud sebagai kebenaran tunggal?
Apakah syari’at Anda? berarti Anda memandang syari’at pihak selain pihak Anda adalah salah? kalau begitu Trus pasti juga mereka yang Anda anggap salah pasti akan memandang Anda salah, ya toh?
Berarti, hanya ada 2 kemungkinan: Semua benar atau semua salah.
Kalau semua benar, berarti tak ada kebenaran tunggal. Alias, tak ada syariat yang benar-benar benar.
Nah, kalau semua salah, berarti semua syariat termasuk syariat saya DAN ANDA adalah B U L L S H I T? ya toh? Berarti Qur’an, injil, taurat, zabur juga BULLSHIT!
Anda bingung?
ASTAGHFIRULLOH…YA ALLOH AMPUNI HAMBAMU INI, BERILAH SINAR PETUNJUK-MU
Trus bagaimana pendapat Anda tentang ayat Al Qur’an Al Maidah Ayat 3 berikut ini:
…pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan NikmatKu untukmu, dan telah kuridhoi ISLAM itu menjadi agama bagimu…
Artinya, dengan analisis saya tentang Kebingungan Anda di atas, ISLAM yang mana yang anda yakini? Bajingan Koruptor, Maling, Penjahat pun bisa bilang “saya aslama (menyerahkan diri, menurut arti yang anda yakini) kepada polisi sehingga bisa makan gratis di penjara lho”. NB: Hari ini saya barusan ber-ASLAMA kepada Alloh dengan sholat 5 waktu lho.
Silakan Anda memberikan penjelasan yang ilmiah, dengan kepala dingin dan jangan marah-marah gitu dong kalau anda benar-benar peneliti kitab Alloh.
Bukannya ber-ISLAM itu berarti menginginkan perdamaian seperti yang Anda dengungkan:perdamaian dunia dengan menyatukan islam dan nasrani? Ya..kalau begitu mbok mari kita mulai dengan diskusi yang enak.. Jangan sok diktator begitu.
Saya sebenarnya menghargai sekali pendapat-pendapat yang Anda sampaikan dalam debat anda dengan gsaoen. Cuma, Anda ini terkesan ngawur banget, emosi banget, dan….. pakai nyebut-nyebut darah muda lagi. NB: saya masih muda ini coy, dan saya nggak marah-marah tuh tidak seperti anda. Emang darah anda ini darah macan muda? vampir muda? atau sate kambing muda?
Saya habis makan sate kambing muda lho. enak, cuman gak ada darahnya. habis ente hisap ya?
Sekali lagi, silakan buktikan kalau anda benar-benar peneliti yang ilmiah…
Trima kasih
untuk angelicsoul:
anda mengakui bahwa taurat dan injil yang sekarang ini, memang sudah tidak murni lagi, sudah dirusak oleh tangan-tangan nakal manusia sehingga hancur leburlah kesuciannya.
Sya cuma ingin tahu kok… injil dan taurat mana yang anda pakai? terbitan mana, penulisnya siapa? pakai bahasa apa? lalu kontennya bagaimana?
lalu anda juga mengatakan bahwa anda melihat taurat dan injil dari kacamata Qur’an.
terus, anda melihat Qur’an dari kacamata apa? boleh saya tahu?
Matur nuwun, mohon balesan
Untuk GSAOEN
Apakah Anda ini advokat?
Advokat kok marah-marah di blognya orang?
Waduh…ck..ck..ck..ck..ck..ck..
Jangan-jangan ente mafia peradilan lagi.. na’uudzu billaahi min zalik
Saya tahu anda sedang memperjuangkan keyakinan Anda.. Tapi jangan marah-marah dong di blognya orang. Marah-marah entar di pengadilan saja. Kan anda mau ngelapor polisi toh?
Kawan kita peneliti kitab alloh ummah b8s6 ini lagi bingung, entar tambah bingung lagi dalam meneliti. Jangan-jangan nanti saking bingungnya malah beraslama lagi beliau sama polisi.
Kalau mau nantang mereka ngadain pengajian tandingan alias tablik akbar, jangan cuman nantang dong… kasih mereka dana juga.. kan make masjid kampus UGM pakai infaq toh? ente kasih duit juga dong mereka..itu baru namanya advokat.. kan advokat kaya raya.
Kepada Peneliti Kitab Alloh Ummah b8s6
Sekali lagi, tolong anda jelaskan kepada saya tentang kebenaran tunggal yang saya tanyakan. mungkin saya ini bodoh sehingga saya tidak terlalu memahami konsep anda tentang kebenaran tunggal yang anda yakini.
Ingat, kita ini sama-sama makhluk Alloh, ya toh, bukan makhluk ciptaan rosul khan, yang sama-sama menginginkan perdamaian dengan berserah diri kepada Alloh (beraslama)? Jadi mohon jangan memakai kata-kata atau mengeluarkan ungkapan yang dapat memancing emosi orang. Seperti ini:
“…udah islam lom ?
ngomong pake dasar dong ?
apa u kaga ada ilmunya cuman ngoceh doang kayak beo ?
yang bodoh sapa ?
bisa nya kritik doang nyari kesalahan gue ?
kalo lo pinter kalo ngomong pake dalil mas ?
gimana mau debat amat gue , ngadain tablik akbar ngomong nya aja kaga pake dasar ?
kenalin nih gue abdul jabar .
kalo loe penasaran sama gue kirim email aja , or you mau curhat ama gue silahkan ,
dengan satu syarat ngomong nya pake dasar / dalil kalo kaga pake dalil gue kaga layanin , sama aja gue ngomong sama bocah , and cari cari kesalahan gue ? wooooooooo
sori kalo ada kata kata yang kurang enak di dengar , maklum deh jiwa muda gue membara… ”
Anda mungkin memang pinter..mungkin juga pinter bahasa arab. Tetapi melihat cara anda diskusi, apa bedanya anda dengan diktator yang hanya bisa membeokan (dengan meminjam istilah anda sendiri) nafsu kekuasaannya yang luar biasa? Bukankah itu hanya akan membuat umat islam yang sama-sama ingin ber-aslama, atau berislam kepada Alloh jadi mundur kembali karena perilaku tidak simpatik yang anda tunjukkan? Katakanlah logika anda plus dalil-dalil yang membabi buta yang anda kemukakan tadi memang seperti itu adanya. Tetapi, apakah dengan cara dakwah anda benar-benar mencerminkan anda benar-benar pintar? DALILnya apa?
Saya jadi ingin tanya nich, apa dalil yang anda gunakan sebagai landasan dari sikap anda yang demikian di dalam berdiskusi? GSAOEN mungkin juga salah dalam hal ini, ia terkesan sangat terburu-buru mengajak anda berdiskusi dengan cara yang demikian. Tapi apakah begitu cara anda menanggapi orang yang marah dan menentang anda? Kalau memang ya, saya jadi ingin tanya, DALIL apa yang anda gunakan sebagai cara atau landasan untuk melandasi cara anda berdiskusi?
Saya lihat Angelic soul begitu tenang mengahadapi orang yang diskusi. Berarti cara dia, sikap dia SALAH di dalam berdiskusi? Kalau demikian, DALILnya apa yang melandasi pendapat AndA?
Silakan tiru kawan anda Angelic Soul (entah siapa namanya). Dia terlihat JAUH lebih dewasa daripada anda lho! Cara dia berdiskusi mencerminkan pengetahuan yang mendalam, bukan kayak anda.. asal dar der dor saja pakai dalil kayak senapan mesin tentara Israel yang dipakai menindas umat islam di palestina.
Saya bukan ingin mencari-cari kesalahan orang seperti anda. Dan saya bukanlah tipe orang yang suka demikian. Saya hanyalah orang yang bodoh yang ingin dapat penjelasan dari anda tentang konsep-konsep anda. Saya akan sangat menghargai apapun yang akan anda katakan untuk memuaskan hati saya akan penjelasan anda.
Buat TKB dkk
Kami melihat Quran yah dengan Quran juga. Bingung ya? Prinsip Al Quran, Ayyatun bayyinatun–Satu ayat dijelaskan dengan ayat yang lain.
Dan memahami Quran pun ada caranya, yakni dengan disampaikan (yatlu), dibersihkan/disucikan dari pemahaman-pemahaman yang non-Quran (yuzakkihim), Yu’allimuhumul kitab (Diajarkan Kitab) baru kemudian dapat memahami ilmu hikmah.
Ingat 56/79–Yang belum disucikan mana bisa menyentuh pemahaman Quran.
Apa syarat untuk dibersihkan atau diampuni dosa-dosa (dibersihkan dari dzunub2)?
Seperti kata Nuh, disurat 71 ”Ikutilah Aku (Rasul) dan Jauhilah thaghut”.
Kalau anda-anda sekarang ini masih berhukum dengan thaghut (menjadi budak bangsa-bangsa) yah, mana bisa ”bersih dari dzunub”. Mana bisa menyentuh pemahaman Quran…
Shodaqallah Wa Rasulluh
P.S. Injil dan Taurat terbitan mana yang kami pakai?
Yah, tentunya yang juga dipakai oleh orang-orang nasrani, lha kalau kami nerbitin sendiri, dengan versi sendiri, bagaimana bisa menyampaikan kepada orang-orang nasrani? Bible standard LAI maupun melihat International Edition-nya, Edisi Greek-nya. Alhamdulillah
To: angelicsoul,
Maaf sebelumnya, kalo dasar berpijak kita saja sudah berbeda mana mungkin kita bisa sependapat apalagi terkait dengan masalah keyakinan.
Tatkala satu ayat alQur’an dihadapkan kepada banyak orang dengan latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang berbeda-beda, kemudian mereka ditanya apakah yang bisa anda pahami dari ayat tersebut? Tentu akan kita dapati penafsiran yang sangat variatif. Seorang insinyur akan menafsirkan berdasarkan ilmu yang ditekuninya. Seorang petani akan menafsirkan berdasarkan pengalaman bertaninya yang pernah digelutinya. Pokoknya akan seru deh perbedaan pendapat dalam masalah ini.
Di sinilah pentingnya standarisasi penafsiran yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
Kalau dari saudara, bagaimanakah standarisasi penafsiran anda. Apakah kalian memiliki metode-metode tertentu yang bisa dipertanggung jawabkan?
Karena masalahnya adalah masalah besar.
Berbicara tentang alQur’an sama saja berbicara tentang perkataan Alloh. Tatkala metode penafsiran kita tidak benar, artinya tatkala kita menafsirkan alQur’an kita akan mengatakan bahwa Alloh mengatakan demikian dan demikian padahal maksud Alloh bukanlah demikian. Bukankan ini adalah suatu bentuk kedustaan kepada Alloh.
Alloh berfirman (18/15) yang artinya: “Siapakah yang lebih dhalim daripada orang-orang yang membuat kedusataan atas nama Alloh.”
Saya yakin kita semua masih memiliki rasa takut kepada Alloh.
Saya kurang sepakat dengan statemen anda: “Dan memahami Quran pun ada caranya, yakni dengan disampaikan (yatlu), dibersihkan/disucikan dari pemahaman-pemahaman yang non-Quran (yuzakkihim), Yu’allimuhumul kitab (Diajarkan Kitab) baru kemudian dapat memahami ilmu hikmah.
”
Kiranya anda menyitir beberapa ayat diantaranya 2/151: “Sebagaimana kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri untuk membacakan ayat-ayat kami kepada kalian, mensucikan kalian, mengajarkan kepada kalian al kitab dan al hikmah serta sesuatu yang belum kalian ketahui.”
Apakah maksud yuzakkihim ini “dibersihkan/disucikan dari pemahaman-pemahaman yang non-Quran”??? Sehingga dengan ini anda menolak hadits nabi, atsar para sahabat dan penafsiran para ahli tafsir.
Kata “al hikmah” dalam ayat tersebut sebetulnya adalah sambungan dari “alkitab (alQur’an)” sehingga kurang tepat kalau anda mengatakan bahwa dengan dibacakan, disucikan kemudian diajarkan maka dapat memahami ilmu hikmah.
Ayat di atas menjelaskan bahwa diantara misi Rasul (Muhammad) adalah membacakan ayat-ayat Alloh, mensucikan (hati) umatnya dan mengajarkan alQur’an dan alHikmah.
Al Hikmah di sini maksudnya adalah perkataan, perbuatan dan taqrir Nabi Muhammad atau istilah kita adalah hadits Nabi.
Mengkritisi perkataan anda: “Ingat 56/79–Yang belum disucikan mana bisa menyentuh pemahaman Quran.”
Mana dalilnya bahwa maksud ayat tersebut adalah seperti yang anda sampaikan? yaitu yang disentuh adalah pemahaman alQur’an bukan alQur’an itu sendiri.
Poin penting lain, apakah dalam alQur’an disyaratkan untuk menjalankan syariat Islam musti hukum pemerintahan kita harus hukum Islam atau harus ada khilafah Islamiyah? Mana dalilnya???? Bukankah kita sekarang ini, penduduk Indonesia semuanya tidak lepas dari hukum manusia (yang kontradiktif dengan hukum Islam)?? termasuk anda sendiri. Sebagai orang Islam kita mengingkari hukum manusia yg kontradiktif dengan hukum Alloh, akan tetapi apakah caranya dengan memberontak, menghalalkan darah kaum muslimin yang lain? tentu tidak…pikirkan
Ataukah caranya dengan meninggalkan kewajiban-kewajiban agama? Tidak sholat, zakat dan sebagainya?
Ingat, perjuangan menuju khilafah itu perlu waktu dan kerja keras yang panjang. Tidak seperti membalikkan tangan. Rasululloh saja lebih dari 10 tahun berjuang sehingga tegaklah pemerintahan Islam. Tentunya kita sebagai pengikut beliau dengan segala kekurangan kita, akan memperoleh khilafah tersebut dalam tempo yang lebih lama, mungkin ratusan tahun.
Poin penting lain, kalau disyaratkan untuk memahami alQur’an itu bersih dari segala dosa, lantas siapakah di antara kita yang bisa memahaminya karena tidak ada di antara kita yang lepas dari dosa dan kesalahan. Bukankah itu suatu ajaran yang sangat berat sekali tidak sejalan dengan ajaran Islam yang mudah dan hanif.
Memang benar, dengan banyak orang jika semua masing-masing diberikan satu ayat untuk ditafsirkan ya, akan berbeda-beda, maka dari itu, Quran harus dari satu sumber, yakni Rasul.
Banyak sekali dhomir KA–siapa KA yang dimaksud disini? Yah, sudah pasti Rasul. Kalau misalnya Rasul tidak ada lagi, maka banyak ayat-ayat Al Quran yang nganggur dong… Banyak yang tidak terbayyinah. Lihat di Al Quran banyak sekali menggunakan fi’il mudhorek–present continuous tense–sedang dan akan terjadi. Seperti 48/23–Sunnatullah–ketetapan, tradisi Allah–tidak pernah berubah.
Ketika saahnya khilafah Islam tegak, akan tegak. Seperti di surat 9/33, 61/9, maupun 48/28–Harus dengan adanya kehadiran Rasul. Tanpa adanya kehadiran Rasul, bagaimana Khilafah Islam dapat tegak kembali, seperti halnya pada masa Musa, Isa, maupun Muhammad.
Memang benar, sekarang seluruh penduduk Indonesia masih dibawah hukum buatan manusia yang kontradiktif dengan hukum Islam, maka dalam hal ini kita harus mengingkarinya, secara aqidah, bukan secara fisik. Secara fisik nanti saat khilafah Islam tegak.
Mengenai 56/79, kalau dikatakan fisik, Quran bisa disentuh oleh orang non-muslim, bahkan dikencingi oleh tentara Amerika kan? Makanya jelas yang disini adalah pemahamannya. Sayang yah, banyak yang menerjemahkannya secara fisik–muhkamat.
Shodaqallah Wa Rasulluh
Segala Puji bagi Allah-nya Adam, Allah-nya Ibrahim, Allah-nya Ishaq, Allah-nya Ismael, Allah-nya Muhammad, Allah-nya Robbul ‘Alamiin.
Al Quran memang tidak dapat ditafsirkan dengan sembarangan, karena Allah tidak turun sendiri ke bumi untuk mengajarkan Quran, namun melalui utusannya–Rasul.
Di surat 69 (Al Haqqaah) ayat 40 :Sesungguhnya Al Qur`an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
Jadi pemahaman Al Quran ini harus dari satu sumber yaitu Rasul. Setiap ummat pasti akan diturunkan Rasul, bukankan demikian yang ada di Al Quran–Tanpa adanya Rasul bagaimana khilafah Islam dapat tegak? Karena syarat tegaknya Islam, harus ada Rasulnya yang membawa Dien yang Haq (Dien Al Islam) untuk dimenangkan di atas dien-dien (sistem/hukum–red) yang lain, seperti yang ada dalam surat 9/33, 61/9 :
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.
Dalam matan Arabnya menggunakan fi’il mudhorek (Present Continuous Tense–Sedang dan akan terjadi), dalam hal ini berlaku sepanjang masa. Karena hal ini merupakan sunnatullah (tradisi, kebiasaan, ketetapan Allah) yang tidak pernah berubah 48/23.
Min qoblu–seperti dahulu, kalau misalnya memang berlaku hanya pada masa itu saja, maka seharusnya Wa lan tajida-nya diganti Wa Lam Tajid.
Kemudian dalam Surat 2/269 jelas bahwa Al Hikmah itu adalah Al Quran.
”Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur`an) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”.
Sekali lagi kami tidak menafikan hadist, kami menggunakan hadist-hadist yang sesuai dengan Quran–karena yang tidak sesuai dengan Quran pastilah bukan hadist shahih. Tetapi sekali lagi, Quran sebagai MASTER BOOK-nya. Semisal kami melihat Quran dengan kacamata hitam, maka Al Quran tersebut terlihat hitam, dengan kaca mata merah, maka akan terlihat merah, dsb. Bukankah dengan membuka kaca mata tersebut, kita lebih bisa melihat Al Quran sesuai dengan yang diturunkan Allah–sebagai AL HAQQU MIROBBIK–satu-satunya yang HAQ dari Allah.
Islam sempurna jika sudah ada khilafah, karena dengan khilafah Islam hukum Islam dapat ditegakkan.
Jika masih dalam keadaan sekarang ini–mendompleng thaghut–masih dalam kekuasaan hukum manusia/hukum kaesar, bagaimana hukum Islam dapat diterapkan seperti semestinya. Bukankah kita tidak mau mencampuradukkan hukum Islam dengan hukum buatan manusia? 2/42.
Thaghut tidak akan selamanya tegak–7/34–Wa Likulli ummatin ajal–Dan setiap ummat ada ajalnya. Dan ajalnya sudah dekat…
Mengenai 56/79–Jelas bahwa itu mengacu kepada pemahaman, dan bukannya Quran secara fisik. Kalau misalnya Quran secara fisik, bukankah orang-orang non-muslim juga bisa menyentuh secara fisik, bahkan tentara Amerika bisa mengencingi Quran. Kalau secara fisik bisa semua orang menyentuh Quran, namun kalau pemahaman hanya orang-orang yang Allah kehendaki–yang roshih–yang mendalam ilmunya, yang membuka lebar-lebar shudurnya untuk Al Quran.
Alhamdulillah
Kepada Angelicsoul, terima kasih atas jawaban anda, nah, saya jadi ingin bertanya lagi ini, moga anda sudi menjawabnya.
Anda menyatakan:
Memang benar, dengan banyak orang jika semua masing-masing diberikan satu ayat untuk ditafsirkan ya, akan berbeda-beda, maka dari itu, Quran harus dari satu sumber, yakni Rasul.
Banyak sekali dhomir KA–siapa KA yang dimaksud disini? Yah, sudah pasti Rasul. Kalau misalnya Rasul tidak ada lagi, maka banyak ayat-ayat Al Quran yang nganggur dong… Banyak yang tidak terbayyinah. Lihat di Al Quran banyak sekali menggunakan fi’il mudhorek–present continuous tense–sedang dan akan terjadi. Seperti 48/23–Sunnatullah–ketetapan, tradisi Allah–tidak pernah berubah.
Ketika saahnya khilafah Islam tegak, akan tegak. Seperti di surat 9/33, 61/9, maupun 48/28–Harus dengan adanya kehadiran Rasul. Tanpa adanya kehadiran Rasul, bagaimana Khilafah Islam dapat tegak kembali, seperti halnya pada masa Musa, Isa, maupun Muhammad.
Dalam penjelasan di atas, Anda banyak menjelaskan kepada kami soal Rasul.
Terus terang saya jadi merasa tertarik untuk mengetahui penjelasan Anda lebih jauh soal ke-Rasul-an menurut Anda. Menurut Anda, bagaimanakah konsep kerasulan menurut Anda? Apakah setiap orang berhak mengklaim dirinya atau orang lain sebagai Rasul? Kalau ya, berarti saya boleh dong menyebut diri saya sebagai rosul ketika saya mempelajhari dan menganggap Qur’an sebagai MASTER BOOK dari seluruh pemikiran dan konsep-konsep keberagamaan saya. Toh, Anda sebutkan :
Seperti kata Nuh, disurat 71 ”Ikutilah Aku (Rasul) dan Jauhilah thaghut”.
Nuh kan juga manusia, yang tentunya adalah manusia yang berlindung di bawah rahmat Alloh SWT, dan diselamatkan oleh Alloh dengan mujizat dapat membuat perahu yang bisa menyelamatkan beliau, pengikut beliau, dan berpasang-pasang binatang yang telah beliau selamatkan dari banjir bandang yang menenggelamkan orang-orang yang tidak mengikuti jalannya Nuh.
Saya juga manusia, saya membaca ayat-ayat Al Qur’an dan berusaha memahami Al Qur’an karena saya bodoh. Dan masyarakat di sekitar saya kebetulan juga masyarakat yang mempelajari Al Qur’an, serupa dengan yang Anda dan kawan-kawan Anda lakukan. Dan, ketika saya mendapat petunjuk dan masyarakat saya mendapat petunjuk dari Alloh tentang isi Al Qur’an, dan saya berdakwah dan mengajak orang-orang untuk mengikuti jalan saya dan masyarakat saya dengan kata-kata Nuh yang Anda sebutkan di atas, berarti kami semua telah menjadi Rasul donk. Wah, enak nih… Soalnya, kalau semua tidak menjadi Rasul, berarti Alloh tidak adil dong.. dan bertentangan dengan perintah Alloh supaya kita berbuat adil agar kita bertaqwa (Q.S. 5 ayat 8).
Setahu saya konsep adil dalam Islam kan menekankan kepada keseimbangan. Artinya, segala sesuatu harus ditempatkan menurut tempatnya masing-masing. kalau bersaksi ya harus menjunjung tinggi keadilan (QS. 5 ayat 8) dan janganlah kita tak berbuat adil karena kebencian kita terhadap suatu kaum (QS.5 ayat 8 lagi).
Perintah Alloh:
Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. ( Al maidah ayat 42)
Alloh khan hakim yang seadil adilnya (QS.95 ayat 8), jadi, jika menurut Anda :”Ketika saahnya khilafah Islam tegak, akan tegak. Seperti di surat 9/33, 61/9, maupun 48/28–Harus dengan adanya kehadiran Rasul. Tanpa adanya kehadiran Rasul, bagaimana Khilafah Islam dapat tegak kembali, seperti halnya pada masa Musa, Isa, maupun Muhammad.”, maka dengan diciptakannya manusia sebagai kholifah di muka bumi ini (Al An’aam 165:Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). Maka Alloh sebenarnya akan menjadikan SETIAP manusia menjadi seorang kholifah, dan kholifah takkan ada tanpa Rasul.
Jadi, sebelum jadi kholifah, saya khan harus jadi Rasul dulu… ya toh?
Bagaimana menurut Anda? Karena MUSTAHIL Alloh, sang HAKIM yang MAHA ADIL, takkan menjadikan manusia sebagai kholifah di muka bumi ini, dan dengan tidak menjadikan setiap seorang calon kholifah menjadi rosul.
Kata Anda:Kalau misalnya Rasul tidak ada lagi, maka banyak ayat-ayat Al Quran yang nganggur dong… Banyak yang tidak terbayyinah…
Kata Anda:Kalau misalnya Rasul tidak ada lagi, maka banyak ayat-ayat Al Quran yang nganggur dong… Banyak yang tidak terbayyinah…
Artinya, setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap milidetik, bahkan setiap saat harus ada seorang Rosul, ya toh. Kita lihat dunia ini, setiap saat kan ada manusia yang lahir ada yang mati ada yang berpindah tempat ada yang menetap. Setiap ruang dan waktu ini kehidupan manusia sangat dinamis. Jadi seharusnya kan semua manusia yang pernah menjejakkan kakinya di dunia ini harus menjadi rasul. Nah, Alloh kan maha adil, berarti jika di kalangan Anda ada yang memaklumkan diri sebagai rosul (atau mungkin malah Anda sendiri), saya pun harus berbuat demikian, karena Al Qur’an takkan terbayyinahkan kepada seluruh makhluk di muka bumi ini kalau tidak semua orang menjadi Rosul.
Saya di sini hanya menanyakan bagaimana pendapat Anda mengenai hal tersebut, karena saya dengar golongan anda menolak hadits nabi muhammad dengan. Itupun sepertinya juga tercermin di dalam pendapat Anda:
Dan memahami Quran pun ada caranya, yakni dengan disampaikan (yatlu), dibersihkan/disucikan dari pemahaman-pemahaman yang non-Quran (yuzakkihim), Yu’allimuhumul kitab (Diajarkan Kitab) baru kemudian dapat memahami ilmu hikmah.
Ingat 56/79–Yang belum disucikan mana bisa menyentuh pemahaman Quran.
Apa syarat untuk dibersihkan atau diampuni dosa-dosa (dibersihkan dari dzunub2)?
Saya, sekali lagi hanyalah orang bodoh yang sedang mencari pengetahuan, jadi mohon dibales
Matur nuwun
Maksud saya dengan “karena saya dengar golongan anda menolak hadits nabi muhammad” adalah hadits yang sekarang ini banyak diriwayatkan oleh para perawi hadits seperti Bukhori dan Muslim.
Kata Roin_S9: kalau kita lihat sendiri, tidak ada hadist yang diriwayatkan para sahabat2 rosul seperti umar, abu bakar, usman, dan ali…padahal notabene mereka berjalan dan berjuang disamping rosul…hadist2 yang ada hari ini, yang katanya shohih..kebanyakan dari bukhari muslim. atau yang lain2..lantas siapa dia? kalau mau lebih shahih lagi…tentu hadist yang dicatat khulafaur rosyidin….bahkan kalau boleh dibilang….saya akan lebih percaya hadist dari Bilal daripada hadist yang ada sekarang..
Roin_S9 boleh juga njawab kok
Satu pertanyaan lagi untuk angelicsoul… mohon anda menjawabnya…
Kata Anda … :
P.S. Injil dan Taurat terbitan mana yang kami pakai?
Yah, tentunya yang juga dipakai oleh orang-orang nasrani, lha kalau kami nerbitin sendiri, dengan versi sendiri, bagaimana bisa menyampaikan kepada orang-orang nasrani? Bible standard LAI maupun melihat International Edition-nya, Edisi Greek-nya.
Anda juga mengatakan… :
Memang benar, banyak yang sudah dirubah oleh Paulus. Mengapa Injil diturunkan setelah ada Taurat, karena taurat dirubah oleh manusia, kemudian setelah Injil ada Al Quran, karena manusia sudah kurang ajar merubah-rubah firman-firman Allah.
Lalu ada dari golongan anda yang dengan penuh kebanggaan mengaku peneliti kitab Allah bilang:
tuh gak beda injil dan al-quran itu sama ajaran nya
mereka semua aslama tuh ada kata kata aslama berserah diri = islam .
Berarti injil dan taurat yang ada sekarang, yang sudah dirubah-rubah orang juga sama dengan Al Qur’an sekarang? Bagaimana pendapat Anda?
Lantas, menurut Anda, apakah ada jaminan bahwa Injil-injil yang Anda baca adalah perkataan yang asli dari Alloh? Kalau ada jaminannya apa dan bagaimana?
trima kasih
Kepada Jesusjesus
Kalau mau membikin orang tertawa dan hilang konsentrasi, caranya jangan kayak yang sudah anda tulis donk. Hormatilah orang yang punya blog.
Kalau Anda memang beriktikad baik alias berniat baik dan anda memang orang baik-baik dan penuh kasih, silakan hapus comment busuk Anda di atas, terserah Anda caranya bagaimana.
Silakan direnungkan apakah dengan menampilkan comment porno dan busuk di atas anda memang orang yang baik-baik dan penuh kasih.
Kepada Al Ustadz Mohamad Fachrurozi yang mengelola blogsite..
Mohon dikontrol blognya, jangan sampai comment busuk macam punya jesusjesus masuk ke blogsite anda.
Kalau diskusi ilmiah boleh-boleh aja.. tetapi jangan sampai ada komentar busuk yang masuk
Assalamu ‘alaikum warohmatullahi Wabarokatuhu.
Barokallahufiku untuk TKB, seperti yang telah saya sampaikan karena kesibukan saya tidak mungkin saya selalu memantau, Insya Allah begitu saya ON dan tahu hal-hal yang keluar dari norma Budaya Bangsa apalagi Norma Islam Saya Langsung hapus.
Kepada yang merasa belum mampu dan memiliki keyakian yang kuat terhadap agama ini (Islam) saya peringatkan untuk tidak masuk dalam pembicaraan ini, mengapa ?
1. Al Qiyadah adalah sesat, mereka selalu menggunakan akal pikirannya untuk menafsirkan al_qur’an.
2. Menurut mereka Al-Qur’an harus ditafsirkan oleh Rasulullah, yang di maksud Rasulullah adalah Pemimpin mereka yang bodoh dari syariat,
3. Mereka hanya berpedoman kepada Al-Qur’an saja, tetapi dalam kenyataannya sebagaimana para pembaca semua melihat mereka juga mengunakan Ilmu Nahwu Shorof yang mana ILmu Nahwu Shorof ini bukan Al_Qur’an. Ilmu Nahwu Shorof adalah ilmu Alat yang telah dibuat oleh Para Pakar Al_Qur’an (Baca Ulama Islam). Ilmu ini merupakan salah satu bukti-bukti kesempurna’an Islam yang tidak ada pada agama lain Allah SWT untuk menjaga pemahaman Al-Qur’an.
4. Aneh mereka menggunakan Ilmu Nahwu Shororf yang dibawa oleh para ulama Islam disaat itu pula mereka meninggalkan Ilmu-ilmu Islam yang lain yang sama-sama dibawa oleh para ulama ISlam seperti : Ilmu Hadits, Ilmu Fiqh, Ilmu Tafsir, Ijma dll.
5. Sederhananya mereka mengaku pinter padahal bodoh. Mengambil (Mencuri) sebagian ilmu para ulama dan tidak mau menggunakan ilmu-ilmu yang lain.
6. Pimpinannya mengaku Rasul akan tetapi ilmu Nahwu Shorofnya ngambil dari ulama yang bukan Rasul. Ini kebodohan yang sangat bodoh. Ketahuilah Fungsi Rasul diantaranya adalah penjelas, penerang kepada manusia. Siapa Guru Rasul tentuny adalah Allah Robbul ‘alamin. Jadi Rasul tidak mungkin di ajar oleh Manusia biasa bahkan Rasul adalah guru bagi seluruh manusia.
7. Mereka meyalahkan Islam sekarang yang ada akan tetapi mereka mencuri ilmu-ilmu standar Islam seperti Ilmu NAhwu Shorof tadi.
8. Mereka mengaku untuk memahami Al-Qur’an Harus ada Rasul, padahal dalam kenyataan sudah beribu-ribu tahun lamanya tidak ada Rasul.
9. Mereka mengatakan ketika manusia sudah mengalami kerusakan maka akan diutus Rasul, standar kerusakan mereka adalah khilafah. Ketahuilah bahwa khilafah Islam sudah lama tidak ada semenjak ditingal oleh Khlafah Rasyidah dan ternyata semenjak itu tidak ada Rsul. Sungguh bagi orang yang dapat berfikir jernih, tidak taklid akan tertawa dengan pemikiran-pemikiran mereka. Namun sebaliknya bagi pengikut mereka yang bodoh akan terkesima oleh pemimpin mereka, mengapa karena pengikut-pengikut mereka kebanyakan orang-orang bodoh yang sok intelek, hingga ketika keintelekannya jatuh di hadapan Sang Rasul Palsu akhirnya tunduk terpaku mendukung kesesatnnya.
Ini sedikit yang baru saya sampaikan sebagai peringatan kepada saudara-saudaraku yang membaca blog saya agar sedikit membantu membentengi dari kesesatan mereka, semoga Allah memberi kemampuan saya untuk menulis dalam sebuah artikel khusus. Amin.
Washlatu wasallamu ‘ala Nabiyyina Muhammadin Wal hamdulillhai Rabbil ‘alami.
Wallahu taala a’lam
Kepada Angelic Soul,
Okey, silakan.
email saya di tkb_ok01@yahoo.com
wah … rame banget ya… da’wahnya mereka ini. Apa mereka ini “reinkarnasinya” Lia Eden?
Beda kali ya …
Tapi sama2 punya Nabi baru. Hanya yang satu, pamer diri. sementara Yang Qiyadah ini nggak ngasi tahu nama Nabinya. Mungkin lagi masa ngumpet … takut ketangkep.
Well, paling umurnya gak lama …
Semoga ….
= aluq =
Semoga Allah menambahi ilmu pada antum.
LET’S SEE… IT IS ONLY A MATTER OF TIME,
WE ARE SURE WE WILL SURVIVE…
Assalamu ‘alaikum
Disini saya tutup komentar di postingan ini agar tidak terlalu lambat jika di akses.
Para pengunjung dapat melanjutkan diskusi di
http://abasalma.wordpress.com/2007/08/03/disinyalir-al-qiyadah-al-islamiyah-adalah-aliran-isa-bugis-masa-kin/