Archive for Juli, 2007
PEMURTADAN DI BALIK AL-QIYADAH AL-ISLAMIYAH
Permurtadan Dibalik
Al-Qiyadah Al-Islamiyah
Oleh : Abu Salma Mohammad Fachrurozi
Al-hamdulillah pada Ahad, 29 Juli 2007 saya dapat menghadiri tablig akbar di Masjid Kampus UGM Jogjakarta, dengan tema Pemurtadan Dibalik Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Asy-Syariah ini menghadirkan pemateri Al Ustadz Abu Abdillah Luqman bin Muhammad Baabduh di samping itu dihadirkan pula saksi-saksi yang menjelaskan keberadaan kelompok / aliran sesat menyesatkan yang menganggap pemimpinnya adalah Rasul Baru yang bernama Al-Masih Al-Maulud. (lagi…)
Apa Tujuan Diciptakannya Jin Dan Manusia ?
Apa Tujuan Diciptakannya Jin Dan Manusia ?
Penulis : Al Ustadz Hamzah
Banyak akal yang salah dalam menjawab pertanyaan ini dan banyak pemahaman yang membingungkan dalam perkara ini, kecuali akal yang tersinar wahyu Ilahi yang terbimbing dengan wahyu tersebut serta mengikuti para rosulNya.
Akal seseorang lemah dari keluasan pengetahuan tujuaan diciptakannya jin dan manusia, oleh karena itu perlu mengetahuinya dari Kitabullah (Al Qur‘an) yang tidak ada kebathilan padanya yang diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Dan Allah ‘Azza wa Jalla telah menyebutkan tentang tujuan penciptaan ini didalam firmanNya :
“ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku, Aku tidak mengendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku, Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat” (Adz Dzariat:56-58) (lagi…)
Mendirikan Khalifah Islamiyyah dengan Benar
Mendirikan Khalifah Islamiyyah dengan Benar
Oleh: Al-Ustadz Askari bin Jamal Al-Bugisi
وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُوْنَنِي لاَ يُشْرِكُوْنَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)
Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat (lagi…)
Khilafah di Atas Manhaj Nubuwwah
Khilafah di Atas Manhaj Nubuwwah
Oleh : Al Ustadz Abu Abdillah Luqman bin Muhammad Baabduh
Judul di atas merupakan cuplikan dari sebuah hadits Nabawi yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari shahabat Hudzaifah:
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثَمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً عَاضًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً جَبْرِيًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ
“Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah kehendaki, Allah mengangkat atau menghilangkannya kalau Allah menghendaki. Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yang sangat kuat selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan (tirani) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5) (lagi…)
Fitnah-fitnah Dakwah Salafyyah (Bagian 1)
Fitnah-fitnah Dakwah Salafyyah (Bagian 1)
Dakwah Salaf Dakwah Bijak
Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi
Alhamdulillah, segala pujian hanyalah milik Allah ta’ala, kami memuji-Nya dengan pujian-pujian yang banyak. Sholawat dan salam semoga Allah ta’ala senantiasa curahkan kepada Nabi Muhammad, sahabat-sahabatnya, para ulama dari kalangan tabiin, tabiut tabiin dan seluruh kaum muslimin yang berusaha dengan sungguh-sungguh mengikuti mjereka dengan ikutan yang baik.
Saya bersyukur kepada Allah ta’ala yang menakdirkan keluarga kami mengenyam manisnya menuntut ilmu agama ini yaitu Islam yang bermanhaj salaf. Dengan ilmu ini saya benar-benar merasakan indahnya hidup, nikmatnya nikmat Allah ta’ala yang diberikan kepada saya dan keluarga.
Semua itu atas kehendak Allah ta’ala kemudian upaya sungguh-sungguh Duat salafyah berdakwah di bumi Indonesia ini. Dakwah mereka menunjukkan hasil gemilang. Dakwah mereka atas kehandak Allah ta’ala mampu merobah anak muda yang semula tidak perduli dengan agamanya menjadi anak muda yang jatuh cinta dengan agamanaya, hari-harinya bergelut dengan ilmu agama.
Dakwah mereka menghasilkan muslimin beribadah dengan ikhlas dan tanpa kebid’ahan, tanpa taashub, fanatik mengekor tanpa ilmu. Sungguh ini prestasi besar yang patut disyukuri oleh seluruh kaum muslimin.
Namun tidaklah Allah ta’ala membiarkan hamba-hambanya tanpa ujian, Allah ta’ala terus menguji siapakah diantara kita semua yang terus dan akan terus berbuat kebaikan. Sebagaimana firman_Nya yang berarti “[QS. 67.1] Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, [QS.67.2] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Diantara fitnah (ujian) Dakwah Salafyah yang cukup memukul duatnya adalah buku ath-Thalibi DSDB. (lagi…)

Komentar Terakhir