Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi
PENTING……!
Ini bukan karya ilmiyah, sekedar luapan perasaan insan yang gundah. Luapan hati salafy yang jernih insya Allah. Tulisan ini merupakan harapan sekaligus dorongan kepada semua fihak untuk kembali kepada kebenaran, kembali kepada manhaj salaf yang lurus. Dapat diterima oleh siapa saja yang menganggap tulisan ini bermanfaat. Dapat pula diabaikan karena tidak bermuatan ilmiyah.
Namun setiap naluri yang bersih, tidak akan dapat dikotori oleh syubhat, dan hawa biidznillah. Naluri yang bersih akan dapat memisahkan kebaikan dengan kekotoran, naluri yang bersih akan merasa sakit apabila terkena sesuatu yang kotor.
Naluri dapat bersih, insya Allah bukan naluri sembarang naluri. Naluri yang bersih adalah naluri yang telah terbiasa terbimbing oleh wahyu dan nasehat-nsehat mulia dari agama ini.
Sehingga walaupun hanya atas dasar naluri, dengan memohon taufik dan bimbingan Allah kami berharap tulisan ini dapat berfungsi positif bagi kelangsungan dan kemajuan dakwah.
Hanya bermodal semangat dan naluri salafy, kami mengharap menyumbangkan kebaikan di tengah badai fitnah at thurots ini.
Maka untuk mendapatkan manfaat yang hendak dicapai, selayaknya naluri salafy harus berkarakter sbb :
1. <!–[endif]–>Berniatan tulus ikhlas mengharap pahala Allah.
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Semaksimal mungkin berittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam
<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Tunduk dan patuh kepada kesepakatan ‘ulama Ahlussunnah
<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Menjauhkan hawa dari ta’ashub individu atau golongan
<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Membebaskan hawa nafsu dari kepentingan-kepentingan dunia yang hina.
Kelima hal tersebut insya Allah sudah cukup untuk menyelesaikan permasalahan. Marilah sekarang memulai menimbang permasalahan yang ada dengan naluri salafy yang dibatasi oleh lima ketentuan tersebut.
Kedudukan Ath Thurots apakah Yayasan Ahlussunnah ataukah Hizbiyah.
Ini adalah sangat gampang dicari jawabnya Insya Allah. Tentu saja dengan naluri salafy.
<!–[if !supportLists]–><!–[endif]–>
- Bagi yang telah mengetahui dan meyakini terhadap fatwa Syaikh yang menjrh tentunya tinggal meninggalkan saja karena di dalamnya ada baiat. Ini sesat dan menyesatkan jauh dari naluri salafy.
- <!–[if !supportLists]–>Bagaimana dengan yang masih meragukan, karena ada ‘ulama yang mengatakan bahwa yayasan ini adalah yayasan Salafy. Gampang sekali jawabannya. Bertanyalah kepada ‘ulama yang merekomendasi dengan pertanyaan berikut : “Ya Syaikh, saya mendengar dari para ikhwan bahwa Syaikh Muqbil, Syaikh Rabi dan yang lainnya mengatakan bahwa dalam yayasan Ath Athurots ada baiat yang dinamakan akad. Apakah Ucapan para ‘ulama itu betul adanya ? Lantas bagaimana sikap salafyun terhadap yayasan tersebut ? Insya Allah ini jalan yang kompromis sekali. Karena Ustadz Askari mengatakan bahwa, yang bertanya kepada ‘ulama yang merekomendasi adalah hizbiyyun, yang mana pertanyaannya dibuat sedemikian rupa agar mendapat rekomendasi.
Apabila mengaku salafy dan benar-benar bernaluri salafy juga punya akses kepada para ‘ulama mengapa tidak bertanya, sehingga diketahui hakikat tazkiyah ‘ulama yang merekomendasi yayasan ini. Ingat pertanyaannya yang jelas, sampaikan kepada para ‘ulama yang mentazkiyah bahwa pada ath thurots ada bai’at ! Kalau tidak berani bertanya seperti itu ya berarti naluri salafynya …..diragukan !
Masalah Hajr
Saya mendengar dari Ustadz Saifudin, LC, ketika beliau menjelaskan hadits Arba’in Nawawi No. 1 dengan mengutip ucapan Syaikh Utsaimin beliau berkata :
Hijrah ada tiga jenis, yaitu ;
<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–><!–[if !supportLists]–>Meninggalkan negeri kafir menuju negeri muslim, yang demikian berlaku sampai yaumul qiyamah. (Ada perincian khusus mengenai hukum tinggal di negeri kafir, tidak saya sampaikan disini karena tidak relefan dengan pembahasan.)
2) <!–[endif]–>Meninggalkan kemaksiatan menuju kethoatan kepada Allah. <!–[if !supportLists]–>Ini juga berlaku sampai yamul qiyamah.
3) <!–[endif]–>Meninggalkan seseorang untuk kebaikan yang ditinggalkan atau untuk kebaikan yang meninggalkan atau untuk kebaikan kaum muslimin.
<!–[if !supportLists]–>Pada nomer yang ke tiga tersebut ada perincian.
1) <!–[endif]–><!–[if !supportLists]–>Meninggalkan seseorang karena kita takut kejelekan orang yang ditinggalkan akan menular kepada kita.
2) <!–[endif]–><!–[if !supportLists]–>Meninggalkan seseorang karena kecintaan kita padanya agar orang tersebut mau kembali kepada kebenaran.
3) <!–[endif]–>Meninggalkan seseorang karena orang tersebut berbahaya, dapat menyesatkan kaum msulimin. Mereka ditinggalkan semata-mata agar kaum muslimin mengenal bahwa orang tersebut adalah orang yang tidak baik.
Selanjutnya Ustadz Saifudin, LC berkata.
Ingat dalam masalah Hajr, rtujuan yang hendak dicapai adalah kebaikan sehingga menghajr ini relatif, sesuai hikmah yang menghajr dan sesuai tujuan menghajr.
Maka dalam masalah hajr ini, terkadang seseorang menghjr fulan dan orang lain tidak menghajr fulan tadi. Sehingga tidak boleh mewajibkan kepada orang lain untuk ikut menghajar seseorang karena dirinya telah menghjrnya.
Sehingga menghjr ini adalah hikmah masing-masing individu sesuai pengetahuan yang menghjr terhadap yang di / akan di hajr dalam segala perkaranya. Apa itu ilmu yang dimiliki, latar belakang permasalahannya, keimanannya dll.
Namun tentunya orang yang tidak menghjr hjr baginya dirasa tidak tepat, jangan sampai membela kesalahan orang yang dihjr. Perbedaan sikap dalam masalah hajr bukan berarti boleh membela fihak yang salah. Sampai di sini kurang lebihnya ucapan Ustadz Saifudin.
Jelaslah bahwa menghajr adalah hikmah seseorang dalam rangka menolong dirinya sendiri, saudaranya yang di hjr atau kaum mulimin secara umum. Menurut hikmah kacamata orang yang menghajar atas dasar ilmu dan sikap-sikap yang telah mendahuluinya.
Maka menyalahkan sikap menghajr terhadap orang-orang yang terlibat mengambil dana ath thurots tanpa diawali mengecek tujuan, ilmu dan sikap-sikap yang telah diambil oleh orang yang menghjr adalah kekeliruan.
Sangat mungkin orang yang menghjr tersebut sudah sangat faham hakikat ath thurots yang hizbiyyah, sehingga mereka keras mengingatkan kepada salafyun akan bahayannya yayasan ini.
Maka tidak boleh seseorang melarang secara mutlak kepada fihak-fihak yang menghjr apalagi dalam kenyataan fihak yang melarang menghajr tersebut belum menyadari akan bahayanya yayasan ath thurots ini.
Lebih tidak boleh lagi adalah membela yayasan ath thurots dikarenakan yayasan ini jelas ada ‘ulama yang mentahdzir, memperingatkan akan kehizbiyahannya. Sangat aneh orang yang bernaluri salafy membela suatu kelompok hizbiyah yang telah ditahdzir oleh ‘ulama salafy yang semua salafyun mengakuinya.
Sikap aneh lagi adalah menghajr balik fihak yang menghajr orang-orang yang mengambil dana Ath Thurots tanpa peduli alasan-alasan fihak yang menghajr. Anti pati menganggap ghulu, extrim, hadadiyah dan semisalnya.
Adalah sikap bijaksana apabila yang masih meragukan akan tahdzir para ‘ulama terhadap ath thurots, tawakuf jangan ikut menghajr, jangan membela juga jangan mengatakan orang yang menghjr adalah hadadiyah dan tuduhan ekstrim lainnya.
Karena bagaimanapun juga fihak yang menghjr memiliki argumentasi yang kuat. Maka mengatakan kepada fihak yang menghjr adalah hadadiyah, ektrim keras dan semisalnya secara tidak langsung membela yayasan yang dihajr. Dengan demikian orang tersebut diragukan naluri salafynya.
Perlu diketahui bersama bahwasannya hizbiyyah memiliki sifat yang semuanya hampir sama yaitu kebohongan, tidak jujur dan menyembunyikan jati dirinya. Maka kelompok yang paling berbahaya bagi salafyun adalah kelompok yang paling mirip terhadap salafyun
Saya teringat jaman 90an awal dulu, jamannya Pak Harto, siapa mahasiswa yang tahu bahwa IM adalah kelompok yang ada bai’atnya, ada tujuan politis yaitu mendirikan partai…? Tidak ada yang mengetahui kecuali Murobbi-murobbinya. Adapun obyek dakwah tahunya adalah kebaikan padanya, menyeru meninggalkan rokok, menyeru jangan pacaran dan seruan-seruan khoir lainnya.
Sekarang gimana, mahasiswa-mahasiswa yang dulu obyek dakwah telah menjadi kader-kader PKS, kader dakwah Hizbiyyah terikat janji setia kepada partai. Sungguh orang yang tidak menyadari hakikat hizbiyyah akan menganggap remeh permasalahan hizbiyyah ini, memukul balik orang-orang yang komitmen terhadap salafyah dan mentahdzir kelompok hizbiyyah.
Dimanakah posisi kita ….?
Luruskan naluri salafy kita….?
Hanya hati kita yang dapat menjawabnya. Dan Allah Maha mengetahui hati-hati manusia.
Wallahu ta’ala a’lam

assalamualaikum akhi, ana cuma ingin tahu… siapakah antum? antum abu salma yang mana??? barokallahufikum
kok ga dijawab sih? oya mau nagsih tau aja, ahlussunnah jakarta alamatnya ganti jadi ahlussunah-jakarta.com. ga org lagi. sekarang .com.
sabar saudaraku semua , saya yakin semuanya bertujuan satu , berjuang untuk kemuliaan
Islam,namun terbentur dengan cara yang berbeda2 , ada yang itba’ nabi SAW dan sahabat2nya ( termasuk mengakui baiat & bentuk jamaah walaupun baru bisa internal ) ada pula yang tidak mengakui baiat & bentuk jamaah karena kuatir perpecahan dan baru bisa bercita2 dahulu , semua itu yang membuat Islam pecah jadi 73,saran saya yang sudah berimam teruslah mengaji untuk memperkaya ilmu,bergaul lebih baik dengan sesama muslim, menghormati orang tua dan jangan menghujat golongan lain.Yang baru memiliki cita2 silakan dikejar cita2 tersebut dan jangan berhenti sekedar wacana,jangan menghujat golongan yang sudah berbaiat , bergaul lebih baik dengan sesama muslim , menghormati orang tua , jangan karena kita merasa lebih paham namun orang tua kita merasa dijauhi oleh anaknya .
assallamualaikum ya akhi yangnama nya persatuaan itu di atas sunnah bukan dikatas hizbi pasrtai atawa golongan tertentu dan banyak perkataan para aimahtussalaf jangan sampai ahlu bidah punya jasa kpd mu yach sebaik nya jauhi saja hizbi dan kroconya bersabar di atas sunnah itu lebih baik dr pd bersungguh sungguh dlm bidah jd hemat ana jauhi saja semoga aalah memberikan kesabaraan kpd kita atas fitnah yg melanda dan memenangkan sunnah diatas ahlul hawa barakallahu fiik jgn dengar kan siajil krn dia jail bila mendengar ikut jaillah kita islam itu sunnah sunnah itu yach islam jd ikuti saja jgn pakai akal jazkallahu khoir
mashdar….ente jgn sok tau n bertanyalaah pada ahli ilmu kjlo ente gvak tau jgn ngo,mong tapi tdk tau apa yg d bicarakman datang besok ke jakarta islamic center yach bertanyalah biar ente pinteran dikit okj jz kallahu khoir
Alhamdulillah ana baru membacanya, penjelasan antum cukup bagus untuk menyadarkan ikhwah yang termakan syubhat dan talbis dari buku si pembela atturots yaitu Firanda as Soronji. Kasihan sekali dia, sudah habis semua dalihnya dipatahkan dengan hujjah wal bayan yang disampaikan oleh ust Askary. Ana saksikan tidak ada celah lagi baginya membela diri apalagi membela yayasan busuk Atturots yg dibanggakannya itu. Hingga sekarang pun ia sudah bungkam tidak mampu menjawab sepatah katapun. Bahkan alhamdulillah cukup banyak ikhwah yg tersentak dan tersadar dari talbis bukunya setelah membaca bantahan ust Askary yang sangat bagus yang berdiri di atas kaidah-kaidah manhaj salaf yang kokoh. Menunjukkan bagaimana kualitas keilmuan masing-masingnya, dan tidaklah ana bermaksud mendahului Allah dalam pernyataan ana ini.
Silahkan ikhwah yang haus akan kebenaran membaca dengan cermat risalah tersebut. Semoga Allah membukakan hati kita semua untuk mau menerima kebenaran dari manapun datangnya. Ana sendiri menyaksikan dan dapat mengetahui dengan gamblang mana yang lebih dekat pada kebenaran, hingga berbuah pada kepuasan dapat memandangnya dengan ilmu yang meyakinkan, walhamdulillah!
Setelah tersebarnya risalah bantahan itu, sekarang ana sedang mencari-cari apa lagi talbis dan syubhat lainnya yang masih beredar di kalangan para pembela yayasan busuk Atturots. Jika itu adalah talbis dan syubhat yang sudah jelas terjawab dalam bantahan tersebut, maka sungguh kasihan orang yang dihinggapinya itu karena tidak dapat menemukannya. Namun jika ada lagi talbis dan syubhat yang baru, maka kita akan sampaikan kepada yang lebih berhak untuk menjelaskannya.
Alhamdulillah fitnah ini tampaknya akan sudah mulai berakhir, talbis dan syubhat sudah banyak tersingkap. Apa yang didengung-dengungkan oleh Firanda melalui bukunya mulai padam, akan segera menjadi kenangan dan layak dibuang ke tong sampah (hendaknya dibakar saja karena ada ayat Al Qur’an di dalamnya). Ya betul musnahkan saja, karena pemahaman yang lurus dan terang tidak butuh kepada buku berisi talbis dan syubhat yang menyesatkan, penuh penipuan dan kelicikan dalam membawa opini pembaca mengikuti hawa nafsu dan kebodohan penulisnya, dibungkus dengan dalil-dalil, istilah dan kaidah pemahaman yang tidak sesuai manhaj salaf (ada banyak istilah atau kaidah nyeleneh dari Firanda di buku itu semisal ‘naluri salafy’, ‘lebih banyak ulama maka lebih diikuti’, ‘ulama lebih senior’, ‘anggapan kurang tahunya ulama yg merekomendasi adalah suatu penghinaan’, dan banyak lagi talbis lainnya). Mana ada kaidah itu semua dalam manhaj salaf! Jadi jelas, kita harus memusnahkannya, karena hidayah itu mahal dan langka sedangkan talbis, syubhat, dan fitnah itu akan terus menyambar-nyambar.
Bahkan ana bisa tunjukkan antum caranya untuk meyakinkan diri antum. Silahkan antum bawa buku Firanda itu dan risalah bantahannya oleh ustadz Asykary, antum serahkan kepada ustadz antum yang paling diakui dan dipercaya keilmuannya dari para ustadz antum, mintalah ia menelitinya dengan adil dan jujur, kemudian tanyakan padanya manakah yang lebih dekat kepada kebenaran dalam permasalahan ini (tapi tentu saja jangan disodorkan ke Firanda, kecuali ia sendiri telah rujuk dari apa yg ditulisnya itu). Kemudian mintalah kepada ustadz tersebut penjelasannya yang dapat memuaskan antum. Ana yakin para ustadz antum pun yang benar-benar kokoh dalam kaidah manhaj salaf akan mengetahui jelas mana yang lebih dekat pada kebenaran dan mana yang telah tersalah dalam masalah ini. Begitulah caranya silahkan antum lakukan itu atas dasar kecintaan kita akan kebenaran, cara ini cukup adil dan dapat memuaskan antum insya Allah.
Selanjutnya, ana berpikir bagaimana kita berupaya adanya komunikasi antara ustadz masing-masing pihak. Benar, sebagian ustadz seperti ustadz Afifudin as-Sidayu, ana dengar rekamannya beliau dalam dauroh di Ibnu Taimiyah Solo baru baru ini masih saja mengungkit-ungkit masalah lama yang para ustadz sudah rujuk atau meninggalkannya. Bagaimanapun, kita mengetahui ini jelas adalah kekeliruan, tidak boleh seorang ustadz menjadikan kesalahan di masa lalu sebagai bahan pembicaraan tanpa maslahah apalagi ini untuk mentahdzir. Entahlah, kita husnudzhon bahwa ustadz Afifuddin saat ini banyak ketinggalan informasi dan kurang tatstsabut dalam hal ini. Yang salah maka tetap kita katakan salah, dan harus ada ikhwah yang mengetahui untuk mengingatkannya. Ana minta kepada ikhwah yang dekat dengan para ustadz untuk membantu komunikasi dan tukar informasi, jika memang kita menginginkan persatuan maka harus ada yang merintisnya dan mengusahakannya. Timbangan kita jelas sebagaimana kita fahami sebagai prinsip2 manhaj salaf. Dan tinggal yang kita butuhkan adalah bukti-bukti, pembenaran atau penafian khobar dan pernyataan-pernyataan yang beredar. Misalnya, sudah sering ana baca ikhwah yang mengetahui keadaan ustdaz Abdul Hakim dan Ust Yazid misalnya bahwa beliau berdua tidaklah bermuamalah dan tidaklah mengambil dana Atturots. Sementara masih ada sebagian kita menuduh mereka masih mengambil dana atturots. Kaidah syar’i mengharuskan penuduh membawakan bukti, jika bukti tidak ada maka akan tertolak dengan sendirinya, namun jika bukti ada namun yang tertuduh telah bersumpah maka sumpah kita pegang. Sekarang tinggal kita lihat apa yang ada. Itu hanya sekedar contoh, disini masih banyak perkara-perkara lain yang di perselisihkan yang harusnya di komunikasikan. Para ustadz mungkin tidak leluasa mengakses internet atau sumber-sumber informasi lainnya semisal rekaman dll, maka ikhwah yang menjadi penghubungnya. Ini jika memang antum semua menginginkan upaya islah, di saat sekarang ini apa yang dahulu dipermasalahkan telah banyak perubahan.
Ana sendiri sekalipun awalnya termakan oleh kekerasan cara dan isi yg disampaikan oleh ‘para pentahdzir’, namun kini ana ingin dapat memandang semuanya dengan independen menggunakan kaidah-kaidah syar’iyyah yang ana telah fahami. Insya Allah kita semua bisa mengenali mana yang lebih dekat pada kebenaran seiring bertambahnya ilmu kita. Dan kita hindari menerima mentah-mentah khobar apalagi ucapan tahdzir yang keluar sekalipun dari ustadz kita sendiri, kecuali jika telah jelas sesuai kaidah dan syarat-syarat untuk dapat kita terima. Dia bisa saja tersalah dalam hal itu, dan bisa saja benar, kita harus mencari sebanyak-banyaknya rujukan lainnya dan bukti-bukti baik yang mendukung ataupun yang menyanggahnya, lalu kita menimbangnya dengan timbangan yang adil sesuai ilmu yang telah Allah berikan pada kita. Jika kita bingung maka langsung saja tanyakan pada ustadz yang bersangkutan dan sampaikan semua yang kita ketahui dan informasi yang kita miliki. Jika ustadz tersebut memang jujur dalam dakwahnya dan takut kepada Allah maka beliau sebagai yang lebih berilmu dari kita akan menimbang dengan timbangan yang adil pula dan mestinya akan tetap berpegang pada kebenaran sekalipun pahit baginya.
[...] Atturots Ujian Bagi Salafiyun Ini repost dari tulisan asli komentar ana di blog seorang ikhwan: http://abasalma.wordpress.com/2007/03/31/ath-thurots-ujian-bagi-salafyun-bagian-ii/ [...]
untukmashdar.
Ana pernah masuk IM,JT,HT, dan berbait untuk NII KAWIH 11, pernah juga ke surury, tapi ana gak pernah berfikiran imam yang ana baiat itu selalu benar, bahkan banyak salahnya. Ketika ana dapatin kesalahan di kelompok tersebut ana gak bertahan diri tapi langsung protes dan pindah….kecuali sekarang ini ana sudah menjadi salafy sunny…mau ke mana lagi ana pindah.??? Kalo antum kebingungan mencari al-haq lebih baik antum sharing dengan ana di ibadi_ichsan@yahoo.co.id atau di qithycomp@yahoo.co.id
terus kalo mau bikin situs yang murah dan unik kali aja buat dagang ato blog sendiri bisa antum hubungi di >> qithy.net63.net << ini sih bukan buat mashdar doang.. buat seluruhnya. Afwan jadi promosi..
Salam..bagus2..teruskan perjuangan kita..
semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah.
barakallahu fiikum
akhi, antm bersahabat dgn abu salma al atsari?!
Ini bukan pertanyaan jumud, tp secara terang, beliau (abu salma al atsari telah banyak keliru secara keilmiahan)
Jd di posting sebelumnya, wajar klo ada yg bertanya ttg identitas antm, yg bisa dibedakan dgn yang lain..
Media internet ini telah menimbulkan banyak fitnah dan praduga yg keliru.. Salam ukhuwwah..
Cuma kenal lewat internet
Untuk mencoba saling menjajagi ternyata sulit untuk menemukan kata sepakat
Bismillah,
Salam kenal akhi,
Mudah-mudahan kita diberikan hidayah taufik untuk mengambil sikap terhadap permasalahan fitnah ini,
Silahkan kunjungi blog diskusi kami,
Mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya,,,
Ana uhibbuka fillah,
Abu abdillah
ya salam kenal kembali ….
dimana saya harus kunjungi kok tidak meninggalkan link