SYARAT, FARDHU dan SUNNAH WUDHU

SYARAT, FARDHU dan SUNNAH WUDHU

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, …”.(Al-Maidah:6)

Ayat di atas merupakan perintah yang jelas dari Rab kita bahwa sahnya sholat ditentukan oleh wudhu. Apabila menghendaki sholat kita diterima oleh Allah Azza Wa Jalla tidak boleh tidak harus wudhu sebelum melakukan sholat. Sehingga seorang muslim harus berupaya dapat melakukan wudhu sebagaimana wudhu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidaklah sebuah ibadah diterima oleh Allah Azza Wa Jalla kecuali cara ibadah tersebut mencontoh dan meniru yang telah diajarkan oleh Rasul-Nya.

Imam Nawawi[1] mengeluarkan sebuah hadits dalam kitabnya yang sangat terkenal yaitu Arba’in Nawawi pada No. 5 yaitu hadits dari Ummu Abdillah Aisyah Semoga Allah meridhoinya, berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barang siapa mengadakan hal baru dalam urusan (Agama) kami yang tidak termasuk bagian darinya, maka ia tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim) dalam riwayat lain disebutkan, “Barang siapa mengamalkan amalan yang tidak diperintahkan oleh kami, maka ia tertolak”.

Karena pentingnya wudhu, pada kesempatan ini kami angkat perkara ini, semoga bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin yang membacanya. Kami mengambil dengan meringkas tulisan As-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Aalu Fauzan seorang ulama terkemuka di Saudi Arabia yang berjudul Ringkasan Fiqih Islami Panduan Ibadah Sesuai Sunnah, Pustaka Salafiyah. Semoga Allah Azza Wa Jalla menjaganya dan menambahi ilmu yang bermanfaat kepadanya. 1. Syarat-syarat wudhu ada delapan.

· Islam, berakal, tamyiz dan niat. Semua itu merupakan empat syarat yang pertama, maka tidak sah wudhu dilakukan oleh orang kafir, orang gila, anak kecil yang belum mumayyiz[2] dan orang yang tidak berniat wudhu seperti orang yang membasuh muka dan tangan serta anggota-anggota wudhu tetapi tidak diniatkan untuk berwudhu.

· Menggunakan air yang suci, maksudnya air yang akan digunakan untuk wudhu tidak terkena najis

· Menggunakan air yang mubah (boleh untuk dipergunakan). Apabila air tersebut diperoleh dengan cara mencuri dls yang tidak syar’i maka tidak sah wudhunya.

· Disyaratkan istinja’ / istimar[3] sebelum berwudhu.

· Menghilangkan hal-hal yang menghalangi air masuk ke kulit.

2. Fardhu-fardhu Wudhu yaitu anggota-anggotanya ada enam.

Pertama : Membasuh wajah dengan sempurna, termasuk di dalamnya adalah berkumur dan istinsyaq[4] (menghirup air kehidung). Barang siapa yang membasuh muka tanpa berkumur atau istinsyaq maka wudhunya tidak sah karena mulut dan hidung termasuk bagian dari wajah. Allah Azza Wa Jalla berfirman : “Maka basuhlah mukamau (Al-Maidah:6)

Allah Azza Wa Jalla memerintahkan membasuh wajah maka barang siapa yang meninggalkan sedikit saja dari wajah, dia tidak menunaikan perintah Allah Azza Wa Jalla. Dan Nabi juga berkumur dan istinsyaq.

Kedua : Membasuh kedua tangan hingga dua siku-siku; berdasarkan firman Allah Azza Wa Jalla Dan tanganmu sampai dengan siku (Al-Maidah : 6). Artinya beserta siku-siku. Dikarenakan Nabi membasuh air dengan memutar pada kedua siku-siku[5]. Dan dalam hadits yang lainnya, Beliau membasuh kedua tangan hingga lengan beliau (Hadits Nu’man bin Al-Mujammir)

Ketiga : Mengusap seluruh kepala, termasuk dari kepala adalah telinga, berdasarkan firman Allah Azza Wa Jalla Dan sapulah kepalamu (Al-Maidah : 6). Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya : Dua telinga termasuk kepala. (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ad-Daruquthni dan lainya), maka tidak cukup hanya mengusap sebagian kepala.

Keempat : Membasuh kedua kaki termasuk kedua mata kaki; berdasarkan firman Allah Azza Wa Jalla Dan basuh kakimu sampai kedua matakaki (Al-Maidah : 6).

Kelima : Tertib; yaitu pertama-tama membasuh muka, kemudian membasuh tangan, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki. Berdasarkan firman Allah Azza Wa Jalla yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (Al-Maidah : 6).

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam mengurutkan wudhu beliau sebagaiman cara ini dan beliau bersabda, yang artinya Ini adalah wudhu yang Allah tidak akan menerima sholat kecuali dengannya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan lainnya dari Ibnu Umar)

Keenam : Terus menerus, yaitu membasuh anggota-anggota tersebut secara terus menerus tanpa ada yang memisahkan antara membasuh anggota yang satu dengan anggota yang sebelumnya. Bahkan berkesinambungan dalam membasuh anggota-anggota dari pertama dan seterusnya menurut kemampuan.

Itulah fardhu-fardhu wudhu yang harus dikerjakan sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah Azza Wa Jalla di dalam kitabnya.

Para Ulama berselisih tentang hukum membaca basmalah di awal wudhu. Apakah wajib atau sunnah ?

Basmalah menurut semua ulama adalah disyareatkan; tidak sepantasnya untuk ditinggalkan. Caranya adalah mengucapkan Bismillah namun apabila menambah dengan Bismillahirrohmaanirahim juga tidak apa-apa.

3. Sunnah-Sunnah wudhu adalah :

Pertama : Bersiwak, tempatnya adalah ketika berkumur

Kedua : Membasuh kedua telapak tangan di awal wudhu tiga kali sebelum membasuh wajah; karena hadits-hadits tentang masalah tersebut. Dan juga telapak tangan adalah tempat memindahkan air ke anggota-angota wudhu, maka membasuh keduanya terdapat kehati-hatian untuk seluruh wudhu.

Ketiga : Memulai dengan berkumur dan istinsyaq sebelum membasuh wajah; karena ada hadits-hadits untuk memulai dengan keduanya. Dan supaya bersungguh-sungguh ketika sedang tidak berpuasa. Makna bersungguh-sungguh dalam berkumur adalah mengelilingkan air pada seluruh mulutnya dan bersungguh-sungguh dalam beristinsyaq adalah menghirup air hingga pangkal hidung.

Keempat : Diantara sunnah-sunnah wudhu adalah menyela-nyela janggut (jenggot) yang tebal dengan air sehingga sampai ke bagian dalam dan menyela-nyela kedua jari-jari kedua kaki dan jari-jari kedua tangan.

Kelima : Mendahulukan anggota yang kanan, yaitu memulai bagian kanan dari kedua tangan dan kaki sebelum yang kiri.

Keenam : Menambah dari satu basuhan menjadi tiga basuhan ketika membasuh muka, dua tangan dan dua kaki.

Itulah syarat-syarat, fardhu-fardhu dan sunnah-sunnahnya wudhu. Merupakan keharusan bagi anda untuk mempelajari dan bersungguh-sungguh untuk menerapkannya pada setiap wudhu. Agar wudhu anda menjadi sempurna sesuai cara yang disyareatkan Allah Azza Wa Jalla supaya mendapat pahala.

Kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla untuk kami dan anda tambahan ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih.

Bersambung ke sifat wudhu Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Insya Allah

 


 

[1] Beliau adalah ulama yang bermadhab Syafi’i

[2] Yaitu anak kecil yang telah mampu diajari melakukan wudhu, syaikh Muhammad bin Ali Al-Arfaj dalam Syarah Durusul Muhimmah menjelaskan anak yang telah berumur tujuh tahun, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam memerintahkan anak yang berumur tujuh tahun untuk diajari sholat.

[3] Maksudnya cebok setelah kencing atau buang air besar. Istinja’ = cebok dengan air sedang Istimar = cebok dengan batu, kertas dan sebagainya yang fungsinya sama sebagai pembersih penghilang najis tempat keluarnya kotoran. Disaratkan tiga kali usapan yang membersihkan jika ingin menambah diperbolehkan

[4] Disunahkan berkumur dan istinsyaq dilakukan bersamaan dengan satu cidukan dan disunnahkan lebih memasukkan air dalam berkumur dan istinsyaq kecuali sedang berpuasa (berdasarkan HR. Abu Dawud dan Turmudyy dari Laqith bin Shabrah) (dinukil dari Syarah Durusul Muhimbah li Ammatil Ummah Muhammad bin Ali al-Arfaj, hal 314, terjemahan)

[5] Hadits jarir dikeluarkan oleh Ad-Daruqutni dan Al-Baihaqi

About these ads

18 thoughts on “SYARAT, FARDHU dan SUNNAH WUDHU

  1. rizal Ridwan September 22, 2007 pukul 2:51 pm Reply

    Subhanallah Situs Ini sangat Membantu Kaum Muslimin dalam Mendalami syariat islam yang sesuai dengan petunjuk yang rosul ajarkan

  2. Prasetyo Desember 11, 2007 pukul 11:21 pm Reply

    Mohon diberi penjelasan ttg mengusap kepala dan (basuh) kedua kaki. Soalnya, saudara2 kita yang syiah tidak membasuh, namun hanya mengusap kaki. Apa yg menjadi perbedaan penafsiran al maidah : 6 ini? Terima kasih

    Maaf saya tidak berani bicara lebih jauh lagi silahkan anda bertanya pada Abu Muhammad Sarijan yang lebih alim http://abdurrahman.wordpress.com

  3. elmiyadi April 18, 2009 pukul 2:03 pm Reply

    assalamualaikum wr.wb….
    apa rahasia wudhu yang ada misal nya ketika kita membasuh muka……?
    ada ngak do’a yang harus dibaca menurut kiai…..???
    begitu juga seterusnya membasuh kedua siku, kepala dan kaki……?

    wasalam

  4. [...] SYARAT, FARDHU dan SUNNAH WUDHU Posted on Maret 16, 2007 by Abu Salma Mohamad Fachrurozi [...]

  5. arispriyanto Maret 11, 2010 pukul 10:08 am Reply

    Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

    Untuk ikhwan akhwat yang sedang belajar bahasa Arab bisa mendownload file buku-buku bahasa Arab di muslimsalafi.wordpress.com. Semoga bermanfaat….

  6. kicky amelia Mei 28, 2010 pukul 7:59 pm Reply

    saya ingin benar2……..melakukan semua dg benar sekemampuan saya….trimakasih…ini sgt membantu

  7. dede adnan Agustus 22, 2010 pukul 12:59 pm Reply

    Alhamdulillah saya sgt terbantu sekali dgn informasi ini,ada satu hal yg ingin saya tanyakan yaitu:
    Apabila kita selagi wudhu,bolehkah berpindah tempat sebelum wudhu’y itu selesai,,,???

  8. bukhory Oktober 23, 2010 pukul 9:37 pm Reply

    kaefa haluka ya akhi …

    alhamdulillah khoir. afwan terlambat jawabnya. Antum sendiri gimana akh

  9. dewi wasila November 26, 2010 pukul 2:19 pm Reply

    Bagaimana cara melakukan fardhu-fardhu wudhunya yang benar

  10. Qowa Januari 14, 2011 pukul 2:12 pm Reply

    Bermanfaat banget buat w.
    buleh di posting d blog w gak ya??
    mksh…

  11. fuad nur Mei 10, 2011 pukul 11:14 am Reply

    terimakasih atas tulisanya semoga Alloh swt mesemua kebaikan kebaikan yang telah anda sampaikan kepada publik.

  12. satrio Juni 22, 2011 pukul 4:03 pm Reply

    Mohon diberi penjelsannya, bagaimana hukumnya apabila berwudhu dgn keadaan telapak tangan terdapat tinta atau cat yg sulit untuk dihilangkan? Sah atau tidak?

  13. roeddye Agustus 9, 2011 pukul 4:32 pm Reply

    Sukron…llmunya….

  14. zainudin Maret 26, 2012 pukul 8:34 pm Reply

    fardu wudlu-nya kok kurang satu. pertama kali harus niat. tanpa niat, maka wudlunya tdk sah

  15. aurel April 6, 2012 pukul 2:52 am Reply

    waahhh… sdh hmpir 2thn sya kdang berwudhu tanpa berkumur… karena pd saat itu airnya keruh sprti air sungai.. jd sya tdk bsa untuk brkumur dg air itu n klo ke hidung n prnah sampe kehirup sya jd mual… akhirnya pe skr jd keterusan kdang berwudhu tanpa berkumur kecuali dg air yg mngalir…

  16. maniaksoftware September 26, 2012 pukul 11:24 am Reply

    sip bos salam kenal dari saya

    http://berkatamotivasi.blogspot.com/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: