Archive for Januari, 2007

KOREKSI TERHADAP KEBERADAAN KHILAFAH WALI ALFATAH

Oleh: Al Faqir Agus Rizky Sujarwo

بـــــســم الله الرحـمـن الرحـيـن

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan memohon ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan dari keburukan-keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka tidak ada sesuatupun yang dapat menunjukinya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu apapun bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Sebagai seorang muslim saya tidak boleh berdusta dalam berbicara/menulis, tetapi berkata/menulis yang haq sekalipun pahit didengar/dibaca orang lain adalah bagian dari jihad. Saya berusaha untuk menjauhkan diri dari dusta apalagi memfitnah terhadap apa yang akan saya tulis di bawah ini karena saya takut kepada Allah untuk berbuat yang demikian. Tetapi jika tulisan ini akan menyakiti hati para ikhwan bukan berarti tulisan ini salah dan keliru karena terkadang sebuah kebenaran akan menyakitkan hati siapapun jika diterima oleh hawa, bukan hati yang bening dan iman yang bersih.

Berita tentang akan datangnya masa Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah pada akhir zaman bagi dunia islam sebagaimana yang dijanjikan Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari sahabat Hudzaifah, harus diyakini sebagai solusi kesatuan muslimin dan kemenagannya dalam menghadapi musuh-musuh islam. Banyak para aktivis dan juga politikus muslim yang menyambut hadits ini dengan sangat antusias dan berusaha memaksakan dirinya untuk mewujudkan tegaknya khilafah tanpa memahami makna khilafah dari para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in. Kemudian di sana-sini lahirlah gerakan hizbiyah dan ashabiyah dalam wadah jamaah yang mengatasnamakan persatuan umat islam. Maka lahirlah imam-imam atau khilafah-khilafah hizbiyah seperti pemimpin IM, NII, Islam Jamaah, Ahmadiyah, Jamaah Muslimin dan seterusnya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. (lagi…)

Januari 30, 2007 at 12:34 pm 45 komentar

WAJIB MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PENGUASA

Wajib Mendengar dan Taat Kepada Penguasa

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi Ibnu Rosyid

Pembahasan disadur dari Buku Bingkisan Ilmu dari Yaman
untuk Muslimin Indonesia

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin Washsholatu wassalamu ‘ala Nabiyina Muhammadin Wa ‘ala aalihi Washohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Mendengar dan taat kepada para pemimpin kaum muslimin sama halnya dia baik atau jahat serta siapa saja yang memegang jabatan khalifah lalu orang-orang berkumpul (tunduk) dibawah kekuasaannya dan ridha kepadanya, atau siapa yang mengambil alih kekuasaan atas kaum muslimin dengan pedang sehingga dia menjadi khalifah dan disebut amirul mukminin.

Alenia di atas adalah salah satu prinsip dari prinsip – prinsip ahlussunnah (salafy / salafi) yang kami nukilkan dari Ushul As-Sunnah oleh Imam Ahmad bin Hambal.

Yang menyelisihi Ahlus Sunnah / Salafiyun dalam perkara ini adalah Khawarij, Mu’tazilah, Murjiah dan Syiah dimana wajib bagi umat untuk tunduk kepada imam sekalipun tidak berlaku adil. Hal ini tentunya terkait dalam hal ma’ruf. Adapun jika imam yang dhalim ini memerintahkan kemaksiatan atau kejahatan maka tidak ada ketaatan kepadanya dalam kemaksiatan dan kejahatan ini, namun dengan tanpa melepaskan ketaatan dalam hal ma’ruf, dan terus menasehatinya jika memungkinkan, mendoakannya dan berusaha untuk memperbaiki tanpa membuat kekacauan atau menimbulkan fitnah . (lagi…)

Januari 30, 2007 at 12:28 pm 23 komentar

Bai’at Dalam Timbangan Syariat

Baiat Dalam Timbangan Syariat 

Masalah bai’at cukup ramai dalam dunia dakwah, simpang siur pendapat dalam masalah ini cukup membuat bingung para penganut jama’ah dakwah bahkan para aktivisnya. Namun sangat disayangkan kebanyakan mereka tatkala membahas masalah yang satu ini tidak merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlussunnah.
Bahkan mereka mengambil hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini, lalu mereka memahaminya dengan akal pikiran mereka sendiri. Lebih parah jika kemudian disesuaikan dengan kepentingan pribadinya, kelompoknya atau pahamnya, sehingga bai’at menjadi jaring atau tali pengikat para pengikut jama’ah dakwah untuk tidak lepas darinya. Kalau tetap saja lepas maka… Tak sedikit orang dianggap kafir dan diberlakukan padanya hukum-hukum orang kafir di dunia dan akhirat karena tidak berbai’at. (lagi…)

Januari 30, 2007 at 12:05 pm 11 komentar


s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.