Tantangan Dakwah Salafy ? Ahli Sunnah
Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid
Menyebarnya dakwah Ahli Sunnah dipenjuru negeri dan di negeri-negeri kaum muslimin fi kulli makan menjadikan sebagian orang kebakaran kumis, seakan-akan mereka menabuh genderang perang terhadap saudaranya sendiri. Sebagai seorang salafi yang senantiasa hidupnya diisi dengan ilmu dan amal shalih tentunya perkara tersebut sangat tidak mengherankan.
Dengan segala daya dan upaya mereka berusaha menghalau dan merintangi kaum muslimin untuk mengenal dakwah yang mulia ini. Justifikasi buruk terhadappelaku-pelaku dakwah salafiyah ahli sunnah mereka sematkan. Mereka mencegah kaum muslimin dari segala arah.
Kenapa bisa demikian ? Wallahu a’lam
Hanya saja yang dapat ditangkap dari respon-respon yang mereka keluarkan terhadap keberhasilan dakwah salaf ini (Semua ini minallah, walhamdulillah), saya membaca dan merasakan unsur subjektifitas sangat kental mewarnai fenomena ini. Seperti ;
1. Mereka sangat tidak menerima sebagian anggota kelompok mereka lari mengikuti dakwah mulia ini.
2. Mereka tidak dapat mensyukuri difungsikannya kembali masjid-masjid mereka kaum muslimin untuk pengajian dan sholat berjamaah oleh salafiyin.
3. Mereka sulit mensyukuri tersebar dan berdirinya madrasah dan pesantren salafiyan / ahli sunnah yang disana dihimpun anak-anak kaum muslimin untuk belajar terhadap ilmu agama yang mulia.
Sikap mereka menghalangi dakwah salaf ini bermacam-macam, diantaranya :
1. Menggelari tokoh-tokoh dakwah salafiyah / ahli sunnah dengan gelar buruk lagi jelek, seperti : suka mengkafirkan, menganggap benar sendiri kasar, keras kaku dan yang semisalnya.
Dengan tuduhan semacam ini, Demi Allah kaum muslimin justru bertanya-tanya ? Kenapa ?, Mereka mad’u dakwah salafiyah (orang-orang yang telah ngaji) tersebut dalam keseharian bergaul dengan seluruh kaum muslimin. Di pasar, dikantor, dalam dunia usaha, dan dalam seluruh aktifitas seluruh kaum muslimin Alhamdulillah di sana terdapat orang-orang yang hadir dalam pengajian-pengajian salafiyah / ahli sunnah.
Dan kaum muslimin sendiri menyaksikan sikap ramah-ramah ikhwan dan akhwat salafi, mereka jauh dari sikap keras, kasar, mengkafirkan. Sebagaimana tuduhan-tuduhan keji lainnya.
Silahkan kalian sematkan tuduhan-tuduhan itu namun dalam kenyataan kaum muslimin menerima / pengikut salafi hidup berdampingan bersama mereka.
Maaf waktu habis, lanjutkan kapan-kapan Insya Allah