Buat Para Istri

Buat Para Istri

Oleh : Mazin bin Abdul Karim Al Farih


Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Wahai wanita mukminah!

Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannya engkau membuat ridla Tuhanmu, engau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga tahtamu.

Wasiat Pertama: Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah!! Baca selebihnya »

Sikap Jantan Dalam Mengakui Kesalahan lalu Kembali Kepada Kebenaran

Sikap Jantan Dalam Mengakui Kesalahan lalu Kembali Kepada Kebenaran
Penulis: Asy Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy Syaikh


Kembali kepada kebenaran adalah suatu fadhilah, sedangkan bertahan dalam kesalahan adalah kehinaan. Seringkali terjadi perselisihan antara dua orang karena adanya kesalahan, apakah kesalahan itu terdapat pada kedua belah pihak atau salah satunya, maka yang dituntut adalah menerima dan kembali kepada al-haq.

Engkau mendapatkan kebanyakan manusia sulit bagi mereka untuk kembali menerima kebenaran lalu berjalan di atasnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim: “Nafsu adalah sebuah gunung yang besar dan jalannya sulit namun menyampaikan kepada Allah. Setiap orang yang berjalan tidak mempunyai jalur alternatif selain harus melalui gunung tersebut. Baca selebihnya »

Mereka Menghendaki Banyak Sesembahan

Mereka Menghendaki Banyak Sesembahan
Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Kurang lebih satu bulan yang lalu saya mendapatkan sms dari pembaca blog tercinta ini yang intinya menasehatkan kepada saya dan salafiyun secara umum untuk meninggalkan memperingatkan kaum muslimin terhadap syirik dan bid’ah. Melarang salafyun membahas syirik dan bid’ah.

Rupa-rupanya termasuk yang menjadikan mereka membenci dakwah mubarakah ini (dan ini mungkin merupakan yang paling mereka benci) adalah dikarenakan salafyyun ahlussunnah menghendaki dan menetapkan Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah (yang benar). sekaligus menghendaki dan mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk meniadakan semua sesembahan-sesembahan selain-Nya.

Bersamaan dengan itu salafyyun menghendaki dan mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk menyembah, beribadah kepada sesembahan yang satu itu yaitu Allah ta’ala dengan syariat yang telah Allah ta’ala ajarkan kepada nabi-Nya yang mulia Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Baca selebihnya »

Mengirim Pahala Bacaan Al-Qur’an untuk Mayyit

Mengirim Pahala Bacaan Alqur’an untuk Mayyit

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Anak yang sholih merupakan dambaan setiap orang tua, anak yang sholih akan senantiasa menginginkan kebahagian bagi orang tuanya. Anak  yang sholih tentunya akan senantiasa memberikan yang terbaik kepada kedua orang tuanya baik semasa hidup mereka atau setelah meninggalnya.

Bagi kita yang telah kehilangan orang tua pasti merasa sangat kurang bakti dan sikap terimakasih kepada mereka, namun akankah kita berbakti dan beramal untuk mereka dengan cara-cara yang tidak disyareatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam ? Tentu saja tidak. Untuk orang tua yang kita sayangi dan yang kita inginkan kebahagiaannya kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.

Termasuk amalan yang banyak dilakukan kaum muslimin ketika mereka mewujudkan cinta kasihnya kepada orang yang telah meninggal baik itu orang tua atau selainnya adalah membaca alqur’an dan pahalanya dikirimkan kepada mereka. Bagaimana hukum permasalahan ini ?

Marilah kita simak pembahasan yang berikut ini .

Selamat membaca ! Baca selebihnya »

Mengapa Kita Terpuruk ? Untuk Hizbiyyun !

Mengapa Kita Terpuruk ?

Untuk Pengikut Isa Bugis dan Hizbiyyun !

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Saya tidak meragukan semangat kalian menegakkan dienullah di muka bumi ini. Saya tahu bahwa kalian menginginkan Al-qur’an dan sunnah sebagai dustur di muka bumi, Islam sebagai pedoman hidup manusia, sebagai hukum tertinggi. Itulah cita-cita kalian, saya sangat mengerti itu. Oleh karena itu saya berharap kepada  kalian begitu juga mengakui bahwa saya dan orang-orang yang seperti saya semuanya juga seperti kalian menginginkan tegaknya agama Allah di muka bumi Baca selebihnya »

Mari Luruskan Aqidah Kita (Bagi yang Menolak Sifat-sifat Allah)

Mari Luruskan Aqidah Kita

(Untuk Pengikut Isa Bugis dan Saudara-saudara Kita yang Menolak Sebagian Sifat-sifat Allah ta’ala)

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Dulu ketika saya mendengar kata bid’ah rasanya sumpeg males mendengarkan. Saya benar-benar masih ingat ketika ikhwanuna Imam Mazini mengajak menghadiri majlis ta’limnya Ustadz Muhammad Umar Assewed di Masjid Agung Purwokerto pada Sabtu ke dua disetiap bulannya. Pertama kali saya hadir di Majlis itu Beliau sedang membahas perkara Bid’ah / kurang jelas bagi saya, yang jelas sedang mempersoalkan Bid’ah. Karena saya tidak respon bahkan cenderung memvonis kepada Beliau orang yang tidak punya kerjaan kecuali mengolok-olok Bid’ah dan Ahlul Bid’ah. Tidak ada 20 menit saya di Masjid waktu itu, datang sholat dua rakaat mendengarkan sebentar kemudian Akhi Imam langsung saya ajak pulang. Baca selebihnya »

Tantangan Dakwah Salafy ? Ahli Sunnah

Tantangan Dakwah Salafy ? Ahli Sunnah

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Menyebarnya dakwah Ahli Sunnah dipenjuru negeri dan di negeri-negeri kaum muslimin fi kulli makan menjadikan sebagian orang kebakaran kumis, seakan-akan mereka menabuh genderang perang terhadap saudaranya sendiri. Sebagai seorang salafi yang senantiasa hidupnya diisi dengan ilmu dan amal shalih tentunya perkara tersebut sangat tidak mengherankan.

Dengan segala daya dan upaya mereka berusaha menghalau dan merintangi kaum muslimin untuk mengenal dakwah yang mulia ini. Justifikasi buruk terhadappelaku-pelaku dakwah salafiyah ahli sunnah mereka sematkan. Mereka mencegah kaum muslimin dari segala arah.

Kenapa bisa demikian ? Wallahu a’lam

Hanya saja yang dapat ditangkap dari respon-respon yang mereka keluarkan terhadap keberhasilan dakwah salaf ini (Semua ini minallah, walhamdulillah), saya membaca dan merasakan unsur subjektifitas sangat kental mewarnai fenomena ini. Seperti ;

1. Mereka sangat tidak menerima sebagian anggota kelompok mereka lari mengikuti dakwah mulia ini.

2. Mereka tidak dapat mensyukuri difungsikannya kembali masjid-masjid mereka kaum muslimin untuk pengajian dan sholat berjamaah oleh salafiyin.

3. Mereka sulit mensyukuri tersebar dan berdirinya madrasah dan pesantren salafiyan / ahli sunnah yang disana dihimpun anak-anak kaum muslimin untuk belajar terhadap ilmu agama yang mulia.

Sikap mereka menghalangi dakwah salaf ini bermacam-macam, diantaranya :

1. Menggelari tokoh-tokoh dakwah salafiyah / ahli sunnah dengan gelar buruk lagi jelek, seperti : suka mengkafirkan, menganggap benar sendiri kasar, keras kaku dan yang semisalnya.

Dengan tuduhan semacam ini, Demi Allah kaum muslimin justru bertanya-tanya ? Kenapa ?, Mereka mad’u dakwah salafiyah (orang-orang yang telah ngaji) tersebut dalam keseharian bergaul dengan seluruh kaum muslimin. Di pasar, dikantor, dalam dunia usaha, dan dalam seluruh aktifitas seluruh kaum muslimin Alhamdulillah di sana terdapat orang-orang yang hadir dalam pengajian-pengajian salafiyah / ahli sunnah.

Dan kaum muslimin sendiri menyaksikan sikap ramah-ramah ikhwan dan akhwat  salafi, mereka jauh dari sikap keras, kasar, mengkafirkan. Sebagaimana tuduhan-tuduhan keji lainnya.

Silahkan kalian sematkan tuduhan-tuduhan itu namun  dalam kenyataan kaum muslimin  menerima / pengikut salafi hidup berdampingan bersama mereka.

Maaf waktu habis, lanjutkan kapan-kapan Insya Allah

Mengenal Bid’ah

Mengenal Bid’ah

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Saya yakin semua kaum muslimin yang taat dan peduli terhadap agamanya akan sepakat bahwa Agama Islam ini telah sempurna, semua telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan jika kita jujur, semua yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam belum mampu kita kerjakan semuanya. apalagi yang sunnah (mustahhab), terkadang perkara yang wajib diantara kita dan saudara-saudara kita kaum muslimin juga masih ada yang belum mampu menjalankan dengan istiqomah.

Sungguh kita semua harus banyak-banyak istighfar kepada Allah, sangat banyak kekurangan dalam ibadah kita. Alhamdulillah segala puji milik Allah kita memujinya semoga Dia Allah yang Maha Pengampun memberi taufik dan ampunan kepada seluruh kaum muslimin dalam kelemahan dan kekurangannya. Baca selebihnya »

Dialog dengan Pengikut Isa Bugis (lanjutan 2)

Aku Masih Kufur, Sebuah Pengakuan Pengikut Isa Bugis

Oleh : Abu Salma Ibnu Rosyid

Termasuk yang banyak memberi komentar ke blog saya adalah mereka para pengikut faham Isa Bugis. Berkali-kali saya menghapusnya. Mohon maaf kepada para pembaca yang telah memberi komentar, karena saya tidak dapat menampilkan semua komentar tersebut dikarenakan tidak sempat menjawab atau memang komentar itu tidak layak untuk ditampilkan di arena publik seperti blog kesayangan kita ini.

Beruntung pembaca yang komentarnya saya tampilkan saat ini, komentar anda saya jadikan postingan sendiri terpisah dari komentar-komentar kawan anda yang lain.

Alasan komentar ini saya tampilkan sebagai postingan tersendiri adalah :

1. Komentar anda sangat membantu kaum muslimin mengetahui hakikat faham yang anda anut. Semoga kaum muslimin dapat mengambil manfaat  sehingga mereka dapat meninggalkanatau bahkan yang lebih dari itu pentingnya mencegah dan menghalangi dakwahnya Pak Isa Bugis. Inilah tujuan saya menulis tentang Isa Bugis dalam blog kita yang tercinta ini.

2. Saya merasa iba dan kasih kepada anda, dengan sedikit jawaban yang saya berikan beserta link-link yang saya sertakan semoga anda tersadar untuk belajar lebih banyak lagi bukan hanya kepada guru anda sekarang akan tetapi juga kepada kaum muslimin lain terkhusus asatidzah Ahlussunnah Wal-jama’ah.

Para Pembaca !

Komentator berikut menamakan dirinya saya masih kufur dan menggunakan alamat e-mail : my_acne@yahoo.com. Baca selebihnya »

Keadilan Dalam Syari’at Islam

Oleh : Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain Bin Muhammad Sunusi Al-Atsar

Berlaku adil adalah salah satu prinsip Islam yang dijelaskan dalam berbagai nash ayat maupun hadits. Prinsip ini benar-benar merupakan akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam syari’at Islam, sehingga wajar kalau tuntunan dan aturan agama semuanya dibangun di atas dasar keadilan dan seluruh lapisan manusia diperintah untuk berlaku adil.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil, berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat. Dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl : 90)

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisâ` : 58)

Dan Al-Qur`an Al-Karîm adalah lambang keadilan,

Baca lebih lanjut